Lomba


info Lomba
Lomba bahasa
Lomba bahasa nasional
Lomba bahasa indonesia
Lomba belah bambu
Lomba busuk
Lomba berasal dari bahasa yunani yaitu
Lomba belanda
Lomba busuk sby
Lomba berasal dari kata
Lomba global
Lomba gus dur
Lomba golkar
Lomba gender
Lomba gorontalo
Lomba global amerika serikat
habib Lomba mp3
video Lomba full
Lomba gerakan non blok
rahasia Lomba terbaru
Lomba g 30 s pki
Lomba konfrontasi
Lomba kerajaan kutai
Lomba kampus
Lomba kerajaan majapahit
Lomba kotor
Lomba kerajaan tarumanegara
Lomba kompasiana
Lomba luar negeri indonesia
Lomba luar negeri bebas aktif
Lomba luar negeri indonesia adalah
Lomba liberal
Lomba yang membedakan warna kulit disebut
Lomba yang dianut bangsa indonesia
Lomba yang baik
Lomba yahudi
Lomba yang dianut bangsa indonesia adalah
Lomba merupakan
Lomba yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Lomba. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Lomba. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

Santri Az-Zahra Jepara Juara Lomba Desain Poster

Jepara, Asli Muhammadiyah. Santri SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, Nurul Khikmatul Aula Mutafarrida berhasil memperoleh juara I Lomba Desain Poster yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Kudus Biro Jepara berlangsung di Gedung Wanita Jepara, pekan lalu.?

Santri kelas XII Multimedia yang juga mondok di pesantren Az Zahra itu berhasil mengalahkan sekitar 40an peserta yang lain dari SMA sederajat se-Kabupaten Jepara.?

Santri Az-Zahra Jepara Juara Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Az-Zahra Jepara Juara Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Az-Zahra Jepara Juara Lomba Desain Poster

Lomba Desain Poster bertema pajak itu merupakan rangkaian kegiatan yang dihelat Radar Kudus Biro Jepara. Selain lomba tersebut juga digelar Lomba Mading 3 Dimensi, Pentas Seni dan Sosialisasi Pajak.?

Santri yang kerap disapa Rida itu menjelaskan bahwa untuk bertanding dalam event tersebut dia hanya berlatih 3 hari. “Itu saja tidak 3 hari penuh, karena Pak Usman (pelatihnya, red) mau mengikuti pelatihan animasi di Semarang,” kata perempuan kelahiran Jepara, 31 Desember 1999 ini. ?

Asli Muhammadiyah

Waktu yang sangat terbatas itu digunakannya untuk mematangkan konsep, menambah gambar karakter, pewarnaan diajarkan hanya sebagian sedangkan lainnya dikembangkan sendiri.?

Putri pertama pasangan Baidlowi dan Ulfatul Asyiqoh setelah lomba itu diumumkan Jumat malam. “Saya terharu dan bahagia. Pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena lawannya banyak. Dari seluruh lomba yang saya ikuti lomba ini paling banyak pesertanya,” aku Rida. ?

Berkat juara yang diraihnya hari itu, pihak pesantren, utamanya santri putri merasa senang. Sehingga Sabtu (12/08/2017) malam bersamaan dengan kegiatan pentas santri diminta untuk mendemonstrasikan kegemarannya dalam menggamar.?

Alhasil, sejak sore hingga malam Rida menggambar sebuah gambar langsung di depan papan tulis yang sudah ditentukan pihak pondok dengan tema “Oh Pondokku!”.?

Hobi menggambar

Asli Muhammadiyah

Perempuan yang tinggal di desa Kecapi RT. 01 RW.01 kecamatan Tahunan kabupaten Jepara menjelaskan bahwa sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) dia sudah hobi menggambar.?

Waktu itu kata dia sudah diajari oleh Ibu. Menginjak ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) selain diajari oleh ibunya dirinya juga belajar secara otodidak. Hasilnya saat dia duduk di kelas VI berhasil meraih juara menggambar tingkat kabupaten.?

Saat masuk di Madrasah Tsanawiyah (MTs) bakatnya vakum karena tidak pernah ikut lomba serupa. Tatkala masuk SMK bakatnya mulai dikembangkan lagi.?

Ketemulah Rida dengan sosok Usman Efendi, guru mata pelajaran seni budaya. Perempuan yang mempunyai hobi menggambar itu menyatakan banyak memperoleh ilmu dari gurunya itu.?

Misalnya terkait pengembangan konsep dan pematangan, teknik pewarnaan yang baik, teknik menyeket, teknik mewarnai dengan cepat dan efisien juga mentalitas dalam lomba.?

Saat ditemui di SMK Az Zahra, Selasa (15/08/2017) Usman Efendi mengemukakan muridnya masih punya kekurangan yakni masih ragu-ragu. Goresannya masih terbilang kasar namun pewarnaanya sudah bagus. ?

“Kelebihan cepat tanggap dengan materi yang disampaikan. Paham media dan konsep lomba. Untuk mengekspresikan ke gambar usai dipaparkan sudah mampu dan di atas rata-rata,” jelas Usman.?

Selama duduk di SMK dirinya sudah pernah memperoleh juara harapan I piala Polres Jepara, juara III Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan juara I Pekan Olahraga dan Seni Maarif (Porsema). ? ?

Bakat yang dimilikinya sejak kecil itu masih ingin dikembangkannya. Setelah lulus dari SMK santri yang kerap memperoleh rangking 3 besar dari MI itu hendak kuliah di jurusan desain grafis.?

Adapun hal yang belum dilakukannya ialah menggambar dalam bentuk animasi bergerak dari sebuah gambar. Ia menambahkan, menggambar ialah hobi untuk menghilangkan kepenatan.?

“Menggambar juga sebuah tantangan untuk mencoba hal yang baru,” imbuhnya yang bercita-cita jadi desainer.?

Santri yang mukim di asrama kelas tafsirul kutub itu berharap menjadi orang yang kreatif dan bermanfaat bagi sesama. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal Asli Muhammadiyah

Minggu, 19 Juni 2016

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

Brebes, Asli Muhammadiyah. Penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam, akan terlihat keberhasilannya manakala mampu meresap dan tertanam pemahaman agama sejak dini. Sehingga pada saat dewasa, memiliki kemampuan beribadah dengan benar dan tidak menyimpang dari syariat.

Untuk menguji kemampuan siswa dalam penerapan kurikulum, para siswa se-Kabupaten Brebes diuji kemampuan pendalaman agamanya lewat lomba mata pelajaran pendidikan agama Islam dan seni Islami (Mapsi). 

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

“Dengan intensitas lomba, maka akan terlihat sampai sejauh mana penyerapan dan penerapan siswa dalam menjalankan agamanya. Karena ada penanaman jiwa sportifitas dan pendalaman keimanan,” ujar Ketua Panitia lomba Mapsi ke-16 tingkat Kabupaten Brebes Amin Tolib MAg di Lapangan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes, Jawa tengah, Rabu (16/10).

Asli Muhammadiyah

Diupayakan, lanjut Amin Tolib, lewat lomba Mapsi siswa mampu meningkatkan ibadah shalat, menggairahkan belajar Al-Quran dan berlatih dakwah. Dan yang lebih utama, tercipta akhlakul karimah, budi pekerti luhur dan ukhuwah islamiyah. “Kalau sudah berakhlakul karimah, siswa siswi akan memiliki pondasi yang kuat sehingga tidak terpengaruh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Amin Tolib.

Asli Muhammadiyah

MAPSI dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dengan memukul kenthongan dan penyematan tanda peserta. Dalam sambutannya dia berharap ajang ini bisa dijadikan barometer keberhasilan penyerapan ilmu agama pada peserta didik. 

Lebih dari itu, kata Idza, lomba MAPSI agar dilakukan secara serius meskipun sudah menjadi agenda kegiatan tahunan. Sehingga pada akhirnya mampu membawa misi Kabupaten Brebes menjadi yang terbaik ditingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba diikuti 442 siswa SD/MI dari 17 Kecamatan se-Kab Brebes. Masing-masing kecamatan mengirimkan 26 siswa. Mereka mengikuti 9 mata lomba yakni Pengetahuan Agama dan BTQ, Ketrampilan Adzan, LCC PAI dan Umum, Seni Khot dan Kaligrafi, Cipta Khitobah dan Seni Berkhitobah, Cipta Cerita Islami dan Bercerita Islami, Seni Tilawah Al Quran, Seni Macapat Islami dan Seni Musik Rebana.  

Para pemenang lomba, akan menjadi duta Kab Brebes untuk tingkat Provinsi Jateng dalam lomba yang sama pada 21 November 2013 di Kabupaten Banjarnegara. (Wasdiun/Abdullah Alawi)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah, AlaNu Asli Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Menyemarakkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, PCNU kota Cimahi mengemas acara “Dari Ulama untuk Umat” dengan menggelar 6 cabang perlombaan di pesantren Al-Musyahadah Cilember, kota Cimahi Bandung, Ahad (26/1). Kegiatan ini diapadati warga NU dan kader-kader banom NU.

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan

Perlombaan yang dibuka meliputi lomba Qasidah Rebana antarmajelis taklim, lomba Mubalighah antarsantri sejumlah pesantren, lomba Da’i Remaja antarpelajar setingkat SMA, lomba Tahfidz antarpelajar setingkat SMP, lomba Karya Ilmiah antarpelajar dan aktivis majelis taklim, dan lomba membaca kitab kuning.

Di penghujung acara, panitia mengumumkan pemenang perlombaan. Juara pertama lomba Qasidah Rebana diraih grup Salaful Bina dari Leuwigajah. Sedangkan lomba mubalighah didapat Ibu Atty K dari Cimahi Selatan. Lomba qira’atul kutub dicapai M Yogi, santri pesantren Annur untuk kategori putra. Sementara Siti Nur Syifa dari pesantren Al-Musyahadah untuk kategori putri.

Asli Muhammadiyah

M Azhari Husein dari MA Miftahussa‘adah memenangi lomba da’i remaja putra. Sedangkan kategori putri diraih Siti Nurul Fathonah dari MAN Cimahi. Lomba tahfidz putra dimenangkan M Hijja Irfan dari Annur. Sedangkan kategori putri diperoleh Syifa Lutfiah dari Annur. Sedangkan lomba karya ilmiah digapai M Rizki Ichsani dari MA Miftahuss’aadah.

“Acaranya sangat bagus dan menarik. Potensi manusia bisa lebih tergali tanpa dibatasi apapun termasuk biaya. Karena, biasanya peserta perlombaan dikenakan biaya pendaftaran. Semoga acara-acara seperti ini bisa terus diadakan,” ujar M Rizki Ichsani.

Asli Muhammadiyah

Ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah mengatakan, kegiatan ini lebih ditujukan menguatkan kembali nilai-nilai aswaja di kalangan nahdhiyin dan kebaruan semangat dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW seperti keterangan rilis IPNU kota Cimahi.

Kegiatan ini ditutup dengan ceramah, doa, dan tawassul oleh Rais Syuriyah PCNU Cimahi KH Alan Nur Ridwan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Quote, Pesantren Asli Muhammadiyah

Senin, 27 Februari 2017

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Menyemarakkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, PCNU kota Cimahi mengemas acara “Dari Ulama untuk Umat” dengan menggelar 6 cabang perlombaan di pesantren Al-Musyahadah Cilember, kota Cimahi Bandung, Ahad (26/1). Kegiatan ini diapadati warga NU dan kader-kader banom NU.

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan

Perlombaan yang dibuka meliputi lomba Qasidah Rebana antarmajelis taklim, lomba Mubalighah antarsantri sejumlah pesantren, lomba Da’i Remaja antarpelajar setingkat SMA, lomba Tahfidz antarpelajar setingkat SMP, lomba Karya Ilmiah antarpelajar dan aktivis majelis taklim, dan lomba membaca kitab kuning.

Di penghujung acara, panitia mengumumkan pemenang perlombaan. Juara pertama lomba Qasidah Rebana diraih grup Salaful Bina dari Leuwigajah. Sedangkan lomba mubalighah didapat Ibu Atty K dari Cimahi Selatan. Lomba qira’atul kutub dicapai M Yogi, santri pesantren Annur untuk kategori putra. Sementara Siti Nur Syifa dari pesantren Al-Musyahadah untuk kategori putri.

Asli Muhammadiyah

M Azhari Husein dari MA Miftahussa‘adah memenangi lomba da’i remaja putra. Sedangkan kategori putri diraih Siti Nurul Fathonah dari MAN Cimahi. Lomba tahfidz putra dimenangkan M Hijja Irfan dari Annur. Sedangkan kategori putri diperoleh Syifa Lutfiah dari Annur. Sedangkan lomba karya ilmiah digapai M Rizki Ichsani dari MA Miftahuss’aadah.

Asli Muhammadiyah

“Acaranya sangat bagus dan menarik. Potensi manusia bisa lebih tergali tanpa dibatasi apapun termasuk biaya. Karena, biasanya peserta perlombaan dikenakan biaya pendaftaran. Semoga acara-acara seperti ini bisa terus diadakan,” ujar M Rizki Ichsani.

Ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah mengatakan, kegiatan ini lebih ditujukan menguatkan kembali nilai-nilai aswaja di kalangan nahdhiyin dan kebaruan semangat dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW seperti keterangan rilis IPNU kota Cimahi.

Kegiatan ini ditutup dengan ceramah, doa, dan tawassul oleh Rais Syuriyah PCNU Cimahi KH Alan Nur Ridwan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ubudiyah Asli Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung

Bandar Lampung, Asli Muhammadiyah - Setelah melalui pembahasan dan perdebatan yang alot, dewan juri lomba artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung memutuskan pemenang lomba artikel masing-masing kategori, Sabtu (22/10) petang.? Pembahasan dimulai dengan penetapan 10 besar, baru kemudian memilih tiga besar.

Pemenang untuk kategori mahasiswa/santri/pelajar, juara pertama adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kholil Mudlaafar. Juara kedua mahasiswa Universitas Lampung Ahmad Farishal. Juara ketiga mahasiswa Universitas Lampung Imam Mahmud.

Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung

Sementara juara untuk kategori umum juara pertama adalah Iwan Satriawan, akademisi dari Universitas Lampung. Juara kedua yaitu Imam Kastolani, pengajar di Pesantren Darussalam Adijaya Lampung Tengah. Juara ketiga adalah Laila Nurjannah, warga Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ketua dewan juri KH Khairuddin Tahmid mengatakan, agak sulit bagi dewan juri untuk menentukan para pemenang sehingga membutuhkan pembahasan yang cukup lama. "Tulisannya bagus dan berbobot. Tapi bagaimana pun dewan juri harus bisa menentukan pemenang," kata Ketua MUI Lampung ini.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Sementara itu ketua panitia lomba Hilyatun Aini mengatakan, jumlah peserta pada lomba ini sangat di luar dugaan. "Semula kami kira tidak banyak yang tertarik. Apalagi masa sosialisasi lomba hingga penutupan, waktunya hanya sekitar tiga pekan. Tapi ternyata naskah banyak sekali yang masuk. Sebagian di antaranya berasal dari Pulau Jawa," katanya.

Hilya mengatakan, peserta lomba penulisan artikel tingkat nasional ini sangat variatif. Ada mahasiswa, santri dari berbagai pesantren, akademisi, kiai, PNS, penulis buku, editor, pengurus PCNU, dan sebagainya.

"Banyak mahasiswa dari kampus-kampus terkenal dan juga Pesantren yang terkenal di Pulau Jawa ikut serta dalam lomba artikel ini. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi semua peserta," ujarnya.

Ia menambahkan, naskah para peserta pemenang lomba juara satu hingga 10 akan diterbitkan menjadi buku tentang santri. Demikian pula peserta yang masuk dalam 20 besar juga akan diterbitkan menjadi buku. "Bagi peserta yang naskahnya akan diterbitkan nanti akan dihubungi oleh panitia," ujarnya.

Sementara pembagian hadiah untuk para pemenang 1-3 akan dilakukan saat Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PWNU Lampung pada 5-7 November mendatang. Khusus untuk pemenang yang berdomisili di luar Lampung hadiah uang akan ditransfer ke rekening masing-masing, dan hadiah paket buku akan dikirim ke alamat yang bersangkutan. (Ila Fadilasari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Warta, Kajian, Berita Asli Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

Ayo, PMII Gus Dur Buka Lomba Penulisan

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel dengan tema “Negara Pancasila dan Bangkitnya Gerakan Keagamaan” yang diselenggarakan sejak bulan Oktober lalu.

Lomba ini termasuk dalam serangkaian kegiatan yang diadakan oleh PMII Gus Dur, sapaan akrab PMII Rayon Abdurrahman Wahid, dalam memperingati Haul Gus Dur yang ke-6.

Ayo, PMII Gus Dur Buka Lomba Penulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo, PMII Gus Dur Buka Lomba Penulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo, PMII Gus Dur Buka Lomba Penulisan

Lomba penulisan artikel ini ditujukan untuk memberikan ruang aktualisasi bagi mahasiswa dan juga membudayakan mereka berkontestasi dalam dunia literasi. Karena baimanapun juga, menulis adalah keterampilan yang sangat penting bagi semua kalangan untuk mengekspresikan gagasannya ke ruang publik.

Pada lomba ini, PMII Gusdur tidak membatasi peserta dalam sekup kader PMII semata, melainkan lomba ini dibuka untuk mahasiswa secara umum di seluruh Indonesia. Adapun ketentuan lomba adalah sebagai berikut:

Judul bebas, sesuai denga tema; Jenis huruf: Times New Roman, size 12, space 1,5; Jumlah karakter 6000-8000 karakter; Merupakan karya orisinil dan belum pernah dipublikasi di media apapun; File dikirim di pmiigusdur@gmail.com 30 tulisan terbaik akan dibukukan Batas akhir pengiriman 18 Desember 2015 Akan diumumkan tanggal 29 Desember 2015 via website (www.pmiigusdur.com) Info lebih lanjut hubungi Liana di 085713648628 Dalam lomba ini, penjurian akan dilaksanakan selama 6 hari oleh para juri yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Dr.Syamsul Ma’arif,M.Ag. (pegiat Pendidikan Inklusif), Dr.Tedi Kholiludin (Direktur eLSA), dan M. Amin Suroso , M.S.I. (Anggota JAM PMII Abdurrahman Wahid). Dengan juri profesional tersebut, diharapkan karya yang nanti dinobatkan sebagai pemenang adalah benar-benar karya terbaik dan berkualitas. (Red: Mahbib)

Asli Muhammadiyah





Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Amalan, Cerita Asli Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Pontianak, Asli Muhammadiyah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak bekerja sama dengan PCNU Kota Pontianak menggelar  lomba Qiraatul Kutub (baca kitab kuning) di Gedung Pemuda KNPI di Jalan Sultan Abdurrahman, Sabtu (19/5/2012).

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Peserta pada lomba berasal dari pondok pesantren seluruh Kota Pontianak yang berjumlah 24 peserta yang terdiri dari santri dan santriwati. Kegiatan lomba dibuka oleh Ketua PC NU Kota Pontianak, Nur alam S.Ag dan Ketua PC PMII Kota Pontianak, Suryadi.

Suryadi dalam sambutannya mengatakan, lomba kitab kuning diadakan lebih untuk menggali literatur-literatur klasik Islam yang menyimpan pengetahuan yang mendalam terkait khazanah referensi Islam.

Asli Muhammadiyah

"Selain itu, lomba kitab kuning digelar untuk memacu semangat belajar santri dan santriwati pada kitab kuning. Sebab, ragam corak pengetahuan tentang islam yang bersumber dari pemikir-pemikir islam dahulu masih relevan tatkala dikaitkan dengan realitas problema kemasyarakat kini," ungkapnya, Sabtu.

Lomba qiraatul kutub tersebut memperebutkan piala tetap PCNU Kota Pontianak. Bertindak sebagai juri, Dosen STAIN Pontianak sekaligus pengurus tim bahtsul masail PWNU Kalbar, Saiful Hilmi M Si dan Kader PMII, Abdul Ghani.

Asli Muhammadiyah

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : tribunpontianak

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pertandingan, Makam Asli Muhammadiyah

Kamis, 03 Agustus 2017

GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam

Waykanan, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan menetapkan pemenang enam cabang perlombaan yang dibuka dalam Festival Budaya Islam. Dalam festival di pesantren Darul Hikmah, Baradatu Waykanan, Lampung, Rabu-Kamis (29-30/1), GP Ansor Waykanan juga menggelar sunatan massal.

Enam cabang lomba yang dilombakan antara lain rebana, Al-Barjanji, deklamasi puisi Gus Mus, Pidato, Adzan, dan Mewarnai Kaligrafi. Enam lomba ini diikuti pelajar dan warga dari sejumlah titik di Lampung seperti Lampung Utara dan Tanggamus.

GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam

Ketua panitia festival Gatot Arifianto mengatakan, juara pertama deklamasi puisi Gus Mus diraih Piramida dari MTs Nurul Falah Gunung Tiga Pugung kabupaten Tanggamus. Sri Iyasa pelajar SMK Nurul Falah Gunung Tiga Pugung, Tanggamus menyabet juara kedua. Sedangkan juara ketiga direbut Khoiriyah dari SMAN 1 Pakuanratu Waykanan.

Asli Muhammadiyah

Ketentuan pemenang diputuskan dewan juri lomba puisi. Mereka antara lain pembina pelatihan mata kuliah drama STKIP Pringsewu Lampung, WD Fatchurrochman Syam, pegiat seni yang menjadi duta mahasiswa Generasi Berencana (GenRe) Nasional 2013 Ponita Dewi, dan pengajar Bahasa Indonesia di SMPN 3 Baradatu, Gunari.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan dewan juri lomba rebana Sekretaris PCNU Waykanan Totok Dwi Pambudi, Ketua Rijalul Ansor PAC Bumiagung Hasyim As’ary dan pegiat Komunitas Seni Kampung Lebah Feriyanto memutuskan grup rebana pesantren l Falak Hussaadah Pakuanratu sebagai juara pertama lomba rebana. Juara kedua diraih grup Khairunisa dari Madrasah Aliyah Gupi Banjit. Sementara juara ketiga direbut grup Nurul Iman dari Kampung Tiuh Balak Pasar.

Adapun pemenang pertama lomba pidato ialah Hasrul Husaini pelajar SMPN 1 Bumiagung. Juara kedua Khoiriyah dari SMK Pakuanratu. Juara ketiga Alfina Fauziah pelajar SMK Nurul Falah Gunung Tiga, Tanggamus. Lomba pidato dijurikan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu Neneng Rahmadini, Agus Suhardi, dan Yovie Oktorbob.

“Yuli Tri Astuti dari Madrasah Aliyah Negeri Banjarnegara Baradatu sebagai juara harapan satu lomba pidato," sebut Gatot yang juga Wakasatkorcab Banser Waykanan.

Harianto dari Pakuanratu ditetapkan sebagai juara pertama lomba Azan. Juara kedua Azis Ramadhan dari Rebangtangkas. A Toha Karim dari pesantren Nurul Iman menyabet juara ketiga. Sedangkan Abdur Rohman dari Rebangtangkas menerima juara harapan satu. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah Asli Muhammadiyah

Sabtu, 25 Juni 2011

Cara SMK Ma’arif 5 Gombong Tumbuhkan Minat Baca

? Jakarta, Asli Muhammadiyah. SMK Ma’arif 5 Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, punya cara yang unik dalam menumbuhkan minat baca para siswanya. Pertengahan Desember ini, misalnya, melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), SMK Ma’arif 5 Gombong menyelenggarakan Lomba Baca Koran.

Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Ahmad Sobirin menuturkan, Lomba Baca Koran dilakukan dengan persyaratan atau kriteria yakni suara harus terdengar minimal pada jarak 3 meter, tidak boleh makan dan minum selama lomba, tidak boleh duduk atau jongkok selama mengikuti lomba.

Cara SMK Ma’arif 5 Gombong Tumbuhkan Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara SMK Ma’arif 5 Gombong Tumbuhkan Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara SMK Ma’arif 5 Gombong Tumbuhkan Minat Baca

“Juga tidak boleh meninggalkan tempat lomba dengan alasan apa pun, kecuali kalau akan menjalankan salat duhur diberi waktu 10 menit,” ujar Sahidin melalui pesan tertulis kepada Asli Muhammadiyah, Senin (19/12).

Walhasil dalam lomba yang diadakan pada Rabu, 14 Desember itu melahirkan para juara yaitu Rofingatul Ala dari X TKR dengan skor waktu ? 7 jam 51 menit12 detik; juara kedua Siamrin dari kelas XII TKR 3 dengan skor 7 jam 51menit 2 detik. Adapun juara tiga diraih Dewi Fatmawati dari kelas X AK dengan skor waktu 7 jam 26 menit10 detik.

“Juara 1 dan 2 mengalahkan rekor lomba yang sama delapan tahun yang lalu atas nama Ari Catur Wibowo yang waktu itu mencatat waktu 7 jam 49 menit,” tambah Sobirin.

Asli Muhammadiyah

Sobirin mengatakan para juara selain mendapatkan piagam penghargaan, juga masing-masing mendapatkan uang pembinaan senilai Rp. 200.000,- untuk juara pertama, Rp. 150.000,- untuk juara kedua, dan Rp 100.000,- untuk juara ketiga.

Selain Lomba Baca Koran, SMK Maarif 5 Gombong, juga menyelenggarakan Diklat Jurnalistik dengan pelatih wartawan senior Harian Suara Merdeka.

“Diklat jurnalistik diadakan selama dua hari diikuti 53 aktivis SMK Maarif 5 Gombong. Ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan dan memfasilitasi bakat dan minat menulis para siswa,” tandas Sobirin. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Ubudiyah, Sholawat Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 September 2017

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Mendikbud Anies Baswedan akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun untuk mengikuti setiap ajang lomba yang diselenggarakan oleh pihaknya. Selain madrasah dan sekolah kedinasan, Kemdikbud juga akan mengakomodir sekolah dari jalur pendidikan nonformal dan informal, seperti sekolah alam dan sekolah rumah.

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU

“Kami mengapresiasi niatan tersebut, karena menurut kami, segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan kualitas peserta didik, tidak relevan lagi mempermasalahkan hal-hal teknis,” ujar Sekretaris PP LP Ma’arif NU, Zamzami, SAg, MSi saat dihubungi lewat telepon, Jum’at (13/3) di Jakarta.

Seperti, tambah Zamzami, kasus ‘pembegalan’ madrasah baru-baru ini di ajang OSN, itukan teknis, karena selama ini ajang-ajang kompetitif saling terpisah sejak tahun 2009 antara Kemenag (KSM) dan Kemdikbud (OSN). Oleh karena itu, kata dia, kualitas peserta didik melalui lomba-lomba kompetitif jangan dipilah-pilah seperti itu.

Asli Muhammadiyah

“Sesungguhnya kami sangat menyayangkan langkah Kemenag untuk mengadakan ajang sendiri, karena kalau satu sama lain menyelenggarakan sendiri-sendiri, buat apa kami menyelenggarakan pendidikan nasional,” ucapnya.

Asli Muhammadiyah

Perlu diketahui, tambahnya, tahun 2002, kompetisi seperti OSN itu diikuti oleh seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun. “Kami protes kasus ‘pembegalan’ MI di Semarang itu atas dasar kepentingan peserta didik, meskipun kami tahu Kemenag dan Kemdikbud sebetulnya mempunyai ajang masing-masing,” terangnya.

Seperti diinformasikan, tahun 2015 ini, Kemdikbud akan menyelenggarakan berbagai macam ajang kompetisi dan festival, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN), Kuis Kihajar (Kita Harus Belajar), Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari), Lomba Karya Jurnalistik Siswa Nasional (LKJS), Lomba Cipta Puisi, Cipta Lagu, Melukis, Membatik, dan lain sebagainya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Internasional, Berita Asli Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU

Brebes, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Brebes prihatin dengan tak terbendungnya peredaran gelap narkoba dan makin maraknya pornografi. Kondisi ini disikapi dengan upaya preventif dengan jalan ajakan menjauhkan diri dari virus negatif tersebut. Salah satunya melalui medan dakwah.?

Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU

“Sebagai orang tua, paling banter bisa merangkul dan mengajak generasi muda untuk menghindari dua hal negatif melalui medan dakwah,” ujar Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh saat pembukaan Lomba Shalawat Nada dan Dakwah, Pembacaan Surat Surat Pendek Al Quran serta lomba Mars IGTKM di aula Kantor Kementerian Agama, Jalan Ahmad Yani Brebes, Ahad (9/4).

Dijelaskan Chulasoh, keprihatinan Muslimat diujudkan dengan selalu menyisipkan nasehat di setiap dakwahnya. Daiyah (pendakwah wanita), mesti memiliki bekal pengetahuan tentang bahaya narkoba dan ekses negatif pornografi. Sehinggsa bisa bersama-sama mewujudkan masyarakat yang anti narkoba dan antipornografi.

“Meskipun Brebes bukan zona merah dalam kedua wilayah tersebut, tetapi pencegahan dini perlu dilakukan demi keselamatan generasi muda,” ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang membuka acara merasa bangga dengan upaya Muslimat NU yang menggelar kegiatan lomba-lomba dengan tema yang memperhatikan kondisi masyarakat. Pencegahan peredaran gelap narkoba maupun tersebarnya virus negatif pornografi. Pemerintah kabupaten juga sepaham dengan upaya-upaya pencegahan narkoba melalui Badan Narkotika Kabupaten (BNK).?

“Ayo kita giatkan dakwah perangi narkoba dan cegah pornografi,” ujar Idza di hadapan ratusan peserta yang memadati aula Kemenag.?

Idza yang juga Ketua Dewam Pakar Ekonomi PC Muslimat NU Brebes juga mengajak kepada para anggota Muslimat untuk membantu pembangunan Kabupaten Brebes terutama pembangunan di bidang mental spiritual. Termasuk peningkatan ekonomi dengan selalu menggiatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.?

Ketua Panitia Hj Farikha menjelaskan kegiatan dimaksudkan untuk memperingati hari lahir (harlah) ke-71 Muslimat NU. Peserta merupakan perwakilan dari 17 Pimpinan Anak Cabang yang sebelumnya telah melakukan seleksi di masing-masing PAC.?

Asli Muhammadiyah

Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, akhirnya pada Lomba Shalawat Nada dan Dakwah, juara 1 diraih PAC Muslimat NU Ketangungan dengan nilai 95, juara 2 PAC Kersana (92), dan juara 3 PAC Salem (90). Lomba pembacaan surat pendek, juara 1 Khumaeroh Hidayatus Sabita dari TK Muslimat NU Pesantunan Wanasari dengan nilai 95. Juara 2 Alfi Alma Sarah TK NU Glonggong Wanasari ? (94) dan juara 3 Niviana Syifa Fauziah TK Masyitoh NU Tonjong (91).

Sedang Lomba Mars IGTKM juara 1 PAC Muslimat NU Wanasari dengan nilai 99, juara 2 PAC Muslimat NU Ketanggungan (91 dan juara 3 PAC Muslimat NU Larangan (90). (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah Asli Muhammadiyah

Kamis, 12 Januari 2012

Meliana, Juara 1 Lomba Busana Ibu IPPNU

Brebes, Asli Muhammadiyah. Meliana Fatmala utusan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)  Kelurahan Pasarbatang, Brebes, Jawa Tengah, dinobatkan sebagai juara 1 dalam lomba Busana Muslim keibuan. Kegiatan tersebut digelar PAC IPPNU Kecamatan Brebes.

Meliana berhasil mengungguli 17 peserta lainnya perwakilan dari 17 PR se Pimpinan Anak Cabang (PAC) Brebes yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes, Ahad (15/12/13).

Meliana, Juara 1 Lomba Busana Ibu IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Meliana, Juara 1 Lomba Busana Ibu IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Meliana, Juara 1 Lomba Busana Ibu IPPNU

Juara 2 diraih Tussolikha dari PR IPPNU Kelurahan Kaligangsa Wetan dan juara 3 Vety Andriliani dari PR IPPNU Kelurahan Gandasuli. Mereka bak ratu sejagat melenggak-lenggok diatas catwalk dihadapan teman-teman pelajar NU lainnya.

Asli Muhammadiyah

Selain menampilkan busana keibuan, mereka juga diuji kemampuannya dalam intelektual dan akhlak kesopanan.

Ketua Panitia Lomba Mukhafidloh menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk refleksi memperingati Hari Ibu tahun 2013. Dengan harapan, peserta bisa memaknai arti seorang ibu dan berpakaian seperti Ibu akan lebih anggun ketimbang berpakaian glamaour.

Asli Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten  Brebes  Khoerunisa menyambut gembira dengan lomba yang mengilhami remaja putri untuk berbuat santun dalam kehidupannya.

Nisa sangat menyayangkan masih adanya perlakukan diskriminasi pada pakaian. Seperti yang kini terus masih menjadi perdebatan dengan pakaian jilbab bagi POLRI.

“Busana Muslim itu indah dan enaknya dipandang mata serta tidak mengundang nafsu,” tandas Nisa. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, Daerah, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Rabu, 29 Januari 2014

Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah

Bondowoso, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso berkerjasama dengan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bondowoso dan Majelis Taklim An Nahdhiyah Kabupaten Bondowoso akan mengadakan lomba Hadrah Perempuan dalam rangka Hari Kesatuan Gerakannya (HKG) dan Harlah Ke-66 Fatayat NU.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tada 11 April ini di Gedung Olahraga (GOR) Pelita Kabupaten Bondowoso. Peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang jumlahnya ada 23 se-Kabupaten Bondowoso.

Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bondowoso Gelar Lomba Hadrah

Ketua Fatayat NU Bondowoso Nurdiana Khalidah menjelaskan tujuan diadakan lomba ini adalah untuk memberikan pesan dan cara membaca Mahallul Qiyam dengan memakai hadrah yang benar, nyaman, dan khidmat.

"Selain untuk memunculkan kreatifitas, talenta di kalangan Fatayat," imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Ia berharap ada bacaan yang terstandarkan dengan polesan kreatifitas seni. Ia tidak menginginkan banyak yang lagunya enak, kreasi baru tapi sampai mengubah bacaan dan akhirnya mengubah arti dan memgurangi khidmat dalam membacanya. (Ade Nurwahyudi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Amalan, Pertandingan, Fragmen Asli Muhammadiyah

Selasa, 28 Februari 2017

LKTI Tentang Pemikiran Wahid Hasyim

Jombang, Asli Muhammadiyah. Meskipun peringatan seabad KH Wahid Hasyim masih pada tahun 2014, tetapi sejumlah kegiatan akan digelar untuk memperingati salah satu tokoh NU yang memiliki peran besar dalam pendirian Republik Indonesia ini.

Panitia Pusat 1 Abad KH Abdul Wahid Hasyim (AWH) akan mengadakan serangkaian kegiatan di tiga bidang yaitu Keagamaan, Kajian Pemikiran dan Aktivitas Sosial yang dipusatkan di beberapa kota besar di tanah air antara lain Jakarta, Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jombang, Makasar.

LKTI Tentang Pemikiran Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
LKTI Tentang Pemikiran Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

LKTI Tentang Pemikiran Wahid Hasyim

Ketua Panitia, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan untuk meneladani, menggali dan melanjutkan pemikiran AWH tentang Indonesia.

Asli Muhammadiyah

Wahid Hasyim adalah salah satu founding fathers Indonesia yang menjadi pejuang politik sejak era penjajahan Belanda, Jepang, menjadi salah seorang anggota BPUPKI dan perumus Pancasila, hingga menjadi  Menteri Agama tiga kabinet (Kabinet Hatta, Kabinet Natsir dan Kabinet Sukiman). Beliau juga terkenal sebagai reformis dunia pendidikan pesantren dan pendidikan Islam Indonesia selain juga  dikenal sebagai pendiri IAIN (Institut Agama Islam Negeri/ sekarang UIN).

Asli Muhammadiyah

Salah satu bentuk kegiatan yang diadakan di bidang Kajian Pemikiran adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Gus Sholah mengharap muncul perspektif-perspektif baru dari berbagai kalangan untuk menggali pemikiran KH AWH.

“Ini dimaksudkan agar pemikiran dan visi beliau terus menjadi mercusuar yang menuntun kita dalam meniti kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurut salah seorang panitia pusat, Dr H Noor Achmad, MA yang juga Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Lomba Karya Tulis Ilmiah ini diperuntukkan bagi semua kalangan dengan dua kategori yaitu Pelajar dan Santri serta Mahasiswa dan Umum. Juri lomba akan dipilih dari  para pakar (untuk akademisi para guru besar) di bidangnya masing- masing.

Ketentuan Lomba Karya Tulis Ilmiah

Kategori Peserta: (1) Pelajar/ Santri  dan (2) Umum

Ada lima bidang tema yang ditawarkan panitia, yaitu:

1. Pemikiran AWH di bidang Agama;

2. Pemikiran AWH di bidang Ekonomi;

3. Pemikiran AWH di bidang Politik dan Hukum;

4. Pemikiran AWH di bidang Sosial Budaya

5. Pemikiran AWH di bidang Pendidikan

Kejuaraan:

Pada masing-masing kategori dan bidang diambil 3 (tiga) orang pemenang dengan reward dalam bentuk Piagam Penghargaan dan Uang Tunai:

Juara I   Rp. 5.000.000,-

Juara II  Rp. 3.000.000,- 

Juara III Rp. 2.000.000,-

Total hadiah Rp 100.000.000,- semua karya terpilih diterbitkan dalam bentuk buku Antologi

Waktu

a. Pengiriman Naskah 10 Januari- 26 Maret 2011

b. Pengumuman Pemenang  11 April 2011

c. Seminar Nasional dan Bedah Buku Hasil Lomba Karya Ilmiah Selasa 19 April 2011

Kriteria Naskah: maksimal 30.000 karakter dengan spasi 1,5 Font Times New Roman 12

Semua Naskah dalam bentuk hard copy dan soft copy (CD) sudah diterima panitia paling lambat Sabtu, 26 Maret 2011. Sertakan copy identitas diri (KTP, KTM, Kartu OSIS/ Santri)

Alamat pengiriman naskah:

Panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah Peringatan 1 Abad KH Abdul Wahid Hasyim

di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas)

Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang 50236

Email: lkti_universitaswahidhasyim@yahoo.co.idDari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Olahraga Asli Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran

Cianjur, Asli Muhammadiyah. Dalam rangka menggali dan mengasah semangat para mahasiswa dalam menghafal dan menjaga hafalan Al-Quran, STAI Imam Syaii Cianjur kembali mengadakan Musabaqoh Hifdzul Quran (MHQ) untuk yang kedua kalinya, Rabu (2/11), di Masjid Jami STAI Imam Syafii.

"Kali ini yang dilombakan cuma 10 juz pertama aja, sebelumnya 3 juz, insya Allah seterusnya akan nambah secara bertahap jumlah juz yang akan dilombakan hingga 30 juz," ujar Muhammad Iqbal, satu dari 16 peserta yang ikut lomba.

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran

MHQ yang dilangsungkan usai shalat maghrib berjamaah ini juga turut dihadiri oleh para mahasiswa serta Rektor STAI Imam Syafii, Muhammad Hasan Hito dan para tamu dari Kuwait, Abdusyafi dan Muhalhil al-Mudif. Mereka adalah guru besar Universitas Kuwait yang ikut menghadiri wisuda perdana dihari sebelumnya.

Syekh Mahir Al-Munajjed, salah seorang dosen di STAI yang juga pakar Qiroat dan pakar Ilmu Ushul Fiqih menyampaikan mengungkapkan, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya selalu menjaga hubungan kita dengan Al-Quran secara terus menerus, terutama bagi mereka yang sudah dan sedang menghafal Al-Quran.?

"Sebagaimana seseorang tidak akan memberikan rahasianya kepada orang yang baru dikenal, begitu juga Al-Quran, ia tidak akan memperlihatkan rahasianya kecuali kepada mereka yang sudah bersahabat lama dengannya, rahasia Al-Quran tidak akan terputus dan keajaibannya tidak akan sirna" tegasnya.

Selain kuliah formal yang dilakukan di dalam kelas, para mahasiswa STAI Imam Syafii juga dianjurkan bertalaqqi Al-Quran dengan Syekh Mahir dan para masyaikh lainnya disela-sela waktu kosong seperti bada maghrib dan bada subuh. Tidak kurang dari 20 mahasiswa telah mengkhatamkan Al-Quran bersanad dengan qiroah hafs an Ashim maupun Qiroah Asyroh. (Jafar Muttaqin/Zunus)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Rabu, 04 Juni 2008

Dedi Mulyadi: Santri Jangan Ngumpul

Bekasi, Asli Muhammadiyah. Budayawan Dedi Mulyadi mengingatkan santri adalah orang-orang yang berakhlak mulia. 

Hal itu disampaikan Dedi pada Gebyar Hari Santri Nasional sekaligus Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) malam di Stadion Mini Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dedi Mulyadi: Santri Jangan Ngumpul (Sumber Gambar : Nu Online)
Dedi Mulyadi: Santri Jangan Ngumpul (Sumber Gambar : Nu Online)

Dedi Mulyadi: Santri Jangan Ngumpul

Pada puncak peringatan HSN yang diadakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi, Dedi juga mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. 

“Untuk pelajaran agama, kalau bisa ustad-ustad diperdayakan dengan cara mengajar di Sekolah Dasar (SD), dan mengajari kitab kuning,” kata pria yang juga Bupati Purwakarta.

Menurutnya, jika sejak kecil tidak diberikan pengalaman ilmu agama, dan baru didapatkan ketika kuliah, seseorang akan merasa paling benar.

Asli Muhammadiyah

Ia juga berpesan karena tugas NU itu adalah menjadi benteng NKRI, keterlibatan santri harus lebih luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, apalagi sekarang adalah abad kebangkitan para santri.

“Santri jangan pada ngumpul (terpusat di satu titik). (Santri) disebar ke semua (wilayah), agar Republik ini diisi oleh para santri,” terangnya.

Kabag Kesra Kabupaten Bekasi, Iyan Supriatna yang mewakili Bupati Bekasi menuturkan, bicara soal Hari Santri Nasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendukung penuh. Terlebih, pada hari H (22 Oktober 2017)  Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin juga sudah mengadakan peringatan Hari Santri Nasional di Masjdi At Taqwa, Babelan.

Asli Muhammadiyah

“Bicara HSN beliau (Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin) mendukung penuh. Apalagi dibidang keagamaan, beliau sangat mendukung sekali,” ucap mantan Camat Tambun Selatan ini. 

Tema peringatan HSN PCNU 2017 Kabupaten Bekasi adalah Membangun Santri Mandiri yang Menghargai Keberagamaan untuk Membangkitkan Peradaban Bangsa Menuju NKRI Hebat. Sejumlah agenda telah dijalankan berupa seminar, perlombaan, dan upacara.

Lomba baca kitab kuning ‘Keaswajaan dan Kebangsaan dihelat di Pondok Pesantren Nurul Hud  Desa Cikarageman Kecamatan Setu, 7-8 Oktober 2017. Berikutnya Lomba Seni Hadroh dan Marawis di Pondok Pesantren Al Fath Jalen Desa Jejalen Kecamatan Tambun Selatan, 7-8 Oktober 2017. Sementara Lomba Seni Pencak Silat dan Futsal di Pondok Pesantren An-Nadwah, Desa Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan, pada 14-15 Oktober 2017.

Ketua PanitiaHSN PCNU Kabupaten Bekasi KH Sholahuddin Al Hadi mengatakan hari santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajah bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Di Bekasi semangat serupa dipelopori oleh KH. Noer Ali dan KH. Nawawi Cibarusah.

“Saya berharap dengan adanya perlombaan ini dapat menumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap tradisi pesantren, dan membumihanguskan prasangka yang tidak baik bagi dunia pesantren, khususnya di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Selain itu, Seminar Kebangsaan Santri Mandiri NKRI Hebat digelar 21 Oktober 2017 di Auditorium Hotel Win Bekasi Timur. Acara saat itu dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Mantan Ketua Umum GP Ansor H. Nusron Wahid.

Puncak acara HSN 2017  Kabupaten Bekasi, ditandai dengan Upacara Hari Santri, serta pembagian hadiah lomba di Stadion Wibawa Mukti (Stadion Tambun) pada tanggal 28 Oktober 2017. Momentum tersebut dihadiri antara lain Habib Luthfi bin Yahya, Sastro Al- Ngatawi, dan Iwan Fals. (Ron/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sunnah, News, Khutbah Asli Muhammadiyah

Rabu, 17 Februari 2010

GP Ansor Brebes Gelar Panggung Hiburan dan Bakti Sosial

Brebes, Asli Muhammadiyah - GP Ansor Kabupaten Brebes mengadakan Panggung Hiburan di lapangan Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom dan di lapangan Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Rabu-Kamis (18-19/5). Selama dua hari itu mereka menggelar pelbagai macam lomba yang melibatkan ribuan warga sekitar.

Ketua Panitia Acara Ahmad Zacky Al-Aman mengatakan, rangkaian kegiatan ini terdiri atas lomba tarik tambang, lomba balap pucang, lomba kelereng yang semuannya diikuti oleh warga sekitar. Ada juga stan produk karya anggota IPNU dan IPPNU berupa kaos dan kerajinan tangan lainnya.

GP Ansor Brebes Gelar Panggung Hiburan dan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Brebes Gelar Panggung Hiburan dan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Brebes Gelar Panggung Hiburan dan Bakti Sosial

Selain hiburan meriah, pihak penyelenggara bekerja sama dengan PT Djarum menggelar bakti sosial. Mereka membuat jembatan dan mencat musholla di wilayah RW 02 Desa Klampok. Mereka membangun Gapura Pesantren Al-Falah Salafi II dan mendirikan posko siaga Banser Songgom di depan Kantor Sekretariat MWCNU Songgom.

Pada malam harinya mereka melangsungkan hiburan dengan penampilan grup kesenian tradisional Brebes dan artis ibu kota antara lain mantan Vokalis Drive Band Anji.

Asli Muhammadiyah

Alhamdulillah acara bisa terselenggara dengan baik dan meriah berkat dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak khususnya PT Djarum,” kata Zacky.

Asli Muhammadiyah

Ketua GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menambahkan, sebagai wujud partispasi pemuda NU GP Ansor wajib memberikan kontribusi berupa bakti sosial dan panggung hiburan bagi masyarakat untuk mempertegas peran GP Ansor dan legitimasi dari masyarakat semata.

“Kalau keberadaan kita ingin diakui oleh masyarakat maka laksanakan kegiatan yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat sebagai wujud eksistensi GP Ansor,” kata Munsip.

Tampak hadir dalam rangkaian kegiatan ini antara lain jajaran Muspika Songgom dan Wanasari serta para tokoh masyarakat setempat, dan ratusan kader GP Ansor. (Bayu/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam Asli Muhammadiyah

Jumat, 20 Oktober 2017

KMNU Borong Medali di MTQ IPB

Bogor, Asli Muhammadiyah - Salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa dan mahasiswi di Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Momen tersebut tidak disia-siakan kader-kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama. Hampir semua cabang lomba diikuti.

Kader NU memborong juara yang diumumkan seusai tabligh akbar bertajuk "Menyiapkan Generasi Qurani Menuju Indonesia Madani". Berikut cabang lomba yang dimenangkan anggota KMNU IPB yang digelar Sabtu (1/10) sampai Ahad (2/10) tersebut:

KMNU Borong Medali di MTQ IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Borong Medali di MTQ IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Borong Medali di MTQ IPB

1. Hamzah Alfarisi juara 1 Qiroah Sabah dan juara 2 Tilawah Qur’an

2. Ikbal Muzakki juara 1 khattil Qur’an

Asli Muhammadiyah

3. Adhly al-Qarni dan Sofa Azizah juara 1 debat Bahasa Arab

4. Irsan Irwansyah dan timnya juara 1 Fahmil Quran

5. Abdul Habib Luthfi juara 2 Tartil Quran

Asli Muhammadiyah

6. Abdul Habib Luthfi dan timnya juara 1 Syarhil Qur’an

Kegiatan tersebut dibuka Asisten Direktur Bidang Asrama dan Kemahasiswaan IPB Asep Gunawan di ruang utama masjid Al-Huriyah IPB.

Pada pembukaan, Penanggung Jawab MTQ VIII IPB Hamzah menyampaikan, ini merupakan pertama kali sistem yang diterapkan IPB, seleksi dilakukan melewati jalur fakultas.

“Tahun depan, IPB akan mengusahakan untuk membuka jalur masuk khusus mahasiswa baru IPB bagi hafidz dan hafidzah,” katanya.

MTQ IPB VII ini membuka 13 cabang lomba sebagaimana MTQ Mahasiswa Nasional yang diselenggarakan oleh DIKTI. Ketiga belas cabang lomba tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Al-Qur’an, Musabaqah Tartil Qur’an, Musabaqah Fahm Al –Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an, ?

Selain itu Musabaqah Hifdz Al-Qur’an 1 juz, Musabaqah Hifdz Al-Qur’an 5 juz, Musabaqah Hifdz Al-Qur’an 10 juz, Musabaqah Khatt Al Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (LKTIA), Debat Kandungan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, Debat Kandungan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris, Musabaqah Qira’at Sab’ah (Warasy dan Qolun), dan Musabaqah Desain Aplikasi Komputer (DAK). (Hamzah Alfarisi/el Naomiy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pahlawan, Cerita, Santri Asli Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Bangunannya terletak di pinggir jalan lintas Sumatera, jalur lalu lintas Padang Bukittinggi. Persisnya di Korong Batang Tapakih, Nagari Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat. Sekolah ini terkenal dengan nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Alung, kecamatan tetangga dari Sintuak Tobohgadang. Sebelumnya, Kecamatan Sintuak Tobohgadang merupakan bagian dari Kecamatan Lubuk Alung. Di bagian atap sekolah ini pun tertulis huruf besar MAN LUBUK ALUNG.

Seperti sekolah MAN lainnya, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya kegiatan pramuka yang wajib diikuti siswa kelas X yang dibina oleh Ade Erwin, S.Pd. Setiap Selasa Hafiz Al-Quran melalui pondok Hafiz yang diasuh guru Abdul Malik S.Pd.I, Qirat dibimbing Drs. Bukari Masnur, dan tajwid setiap hari.

"Beberapa kegiatan lomba yang diikuti, sempat meraih juara. Seperti juara I Pramuka Lomba PBB antara SMA/SMK/MA yang diikuti 34 sekolah di Padangpariaman tahun 2014. Juara I Lomba Fisika se-Kabupaten Padangpariaman yang diselenggarkaan STIKIP YDB Lubuk Alung tahun 2015. Juara II Lomba Biologi yang diselenggarakan STIKIP PGRI tahun 2015 di Padang. Tahun 2015 ini, sebanyak 6 orang siswa MAN Lubuk Alung lolos jadi pasukan Paskibraka di Kabupaten Padangpariaman. Sedangkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat, lolos satu siswa, yakni Abdi Wijasaksana kelas XI," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ali Nurdin, S.Ag, MM kepada Asli Muhammadiyah di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015).

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Kepala Sekolah MAN Lubuk Alung Drs. H.Akhri Meinhardi, MM ternyata tidak hanya menumbuhkan prestasi siswa secara akademik dan bidang perlombaan. Justru yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kepedulian antar siswa yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah keluarganya, namun memiliki semangat? belajar. Contoh konkrit, ada dua siswa yang mengalami kesulitan datang dan pulang dari sekolahnya. Seperti yang dialami Raki Paraski siswa kelas XI, dimana pergi ke sekolah jalan kaki sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami Ilma Rita siswi kelas X. Keduanya, masing-masing diberikan bantuan sepeda federal untuk Raki Paraski dan sepeda mini sanki untuk siswi Ilma Rita. Dengan sepeda tersebut, keduanya tidak perlu jalan kaki.

Suatu hari, seorang siswa MAN yang bertempat tinggal di Nagari Pungguangkasiak meninggal dunia. Tentu saja pimpinan, guru dan teman-teman siswa yang meninggal datang melayat. Seluruh proses penyelenggaraan jenazah siswa itu dilaksanakan oleh siswa MAN. Mulai dari memandikan, mengapani, menshalatkan hingga ke pemakaman. Di sela-sela proses penyelenggaraan jenazah tersebut, Kepsek MAN Akhri menugaskan Ketua OSIS MAN Lubuk Alung Agung Irawan mendatangi rumah Muhammad Iqbal Abdilah. Rumahnya memang tidak jauh dari lokasi pemakaman. Selama ini Akhri mendapatkan informasi kondisi memprihatinkan keluarga Iqbal, siswa MAN kelas XI-PK.

Agung pun mengajak sekretarisnya Septia Intan Nurjanah mendatangi rumah Iqbal. Sampai di depan rumah Iqbal, keduanya sangat kaget dan penuh haru menyaksikan kondisi rumah teman sesama sekolahnya. Rumah itu tidak bisa dikatakan rumah, tapi layaknya kandang ternak peliharaan. Luasnya sekitar 4 x 6 meter persegi. Beratap rumbia, dindingnya terbuat dari bambu, tidak memiliki kamar, berlantaikan tanah. Saat hujan, mereka pun terpaksa bergantian tidur karena air masuk ke dalam. Rumah itu dihuni tujuh orang. Ayah, ibu dan lima anak. Masing-masing M.Iqbal, Hisam Ababil (siswa MTsN Sintuak), Fauziah Fisabillah Azmi (Siswa MTs Muhammadiyah Lubuk Alung), Ibrahim Arsyad (kelas 3 SD) dan Arsil Arsy (kelas 1 SD). Sedangkan dua kakak Iqbal, Risma Nizar Zamiati sudah berkeluarga dan M. Fahrizal Syamsuri merantau di Bogor.

"Saya sempat meneteskan air mata saat mengetahui kondisinya. Saya dari keluarga yang miskin, ayah pengangguran, ibu petani, ternyata masih ada lagi teman yang hidupnya jauh lebih melarat dibanding saya," tutur Intan kepada Asli Muhammadiyah? Senin (21/9/2015) di sekolahnya.

Asli Muhammadiyah

Pulang dari pemakaman, besoknya Kepsek Akhri mengumpulkan majelis guru dan karyawan MAN membicarakan apa yang harus dilakukan dengan kondisi rumah siswanya, Iqbal. Hasil rapat sepakat membedah rumah yang sangat tak layak huni itu.

Kepada Asli Muhammadiyah, Iqbal bercerita ayahnya Zamzami bekerja sebagai pedagang barang mudo (buah-buah) yang dikumpulkan dari petani sekitar kampung. Sedangkan ibunya Siti Rusminah menerima upah cucian pakaian.

Meski hidup dengan prihatin, Iqbal bisa hafal 1 juz ayat-ayat Al-Quran. Dari kemampuan hafalan itu, sejak setahun lalu mengajar mengaji di sekitar tempat tinggalnya. Saat kelas III di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sintuak, Iqbal meraih juara III. Namun kondisi rumah yang tidak nyaman, prestasi belajarnya anjlok di MAN. Bahkan tinggal di kelas 1. "Bayangkan, saat mau sekolah, saya harus melangkahi ayah yang tengah tidur. Seringkali ayah marah-marah dilangkahi. Bagaimana tidak melangkahi, semua peralatan sekolah, pakaian dan tidur hanya menempati satu ruangan," kenang Iqbal kelahiran Bogor, 31 Mei 1996.

Asli Muhammadiyah

Sejak itulah Iqbal mengaku selalu berdoa, "Ya Allah, keluarkan keluargaku dari kondisi yang memprihatinkan ini. Berilah tempat yang layak untuk keluargaku ini ya Allah," begitulah rintihan doanya pada Sang Khalik. Walaupun ada satu dua orang yang datang ke rumahnya ingin membantu, diambil fotonya, katanya bisa membantu mencari bantuan ke pusat (Jakarta) kepada orang penting. Tapi hasilnya tak pernah jadi kenyataan. Hanya mimpi.

Doa Iqbal yang bercita-cita jadi dosen ini akhir mulai melihat titik terang. Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman MM langsung melakukan? peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal pada 3 September 2015 lalu. Bangunan berpondasi batu beton berukuran 6 x 10 meter, tiga kamar, wc dan dapur. Spontan pula Salman memberikan bantuan tunai Rp 2 juta kepada ibu Iqbal. "Hingga kini sudah terkumpul uang sebesar Rp 38 juta yang berasal dari keluarga besar MAN Rp 25 juta, alumni MAN Rp 3 juta, Baznas Kabupaten Padangpariaman Rp 10 juta. Dana yang dibutuhkan hingga selesai bisa dihuni mencapai Rp 100 juta. Untuk itu kami mengajak donatur bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening bank Mandiri Lubuk Alung nomor 111-000-754091-3 a.n. Ali Nurdin/Nelhasrati dengan nomor kontak 081267261575," kata Ali Nurdin.

Menurut Ali Nurdin, sumbangan dari MAN berasal dari guru melalui badoncek (menyumbang) dari Rp 300.000 hingga 1 juta. Sedangkan siswa per kelas dengan membelikan bahan bangunan yang dibutuhkan. Misal ada kelas yang menyumbang pasir, semen, triplek, seng dan batu air. Sesuai dengan kesepakatan kelas. Pada peletakan batu pertama, siswa MAN bergotongroyong bersama. Saat pengerasan lantai, nanti juga akan digoro dengan siswa. Penanggungjawab pembangunan rumah tersebut langsung kepala sekolah bersama Ketua Komite Tuanku Syamsuar S.Pd.I.

Ali Nurdin mengakui, Iqbal sering kelihatan termenung dan mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar, seperti mengalami depresi. Sehingga seringkali pula bila kondisinya tidak mengizinkan belajar, dibiarkan pulang. Boleh jadi apa yang belum pantas dilihatnya di tengah rumah malam hari menjadi pemikiran berat sehingga mengganggu konsentrasi belajar.

Ketua OSIS Agung Irawan pulang dari menyaksikan rumah Iqbal langsung mengadakan rapat pengurus OSIS. Pemikiran untuk turut membantu beban Iqbal dapat dukungan semua pengurus. Makanya seluruh pengurus OSIS bekerja saat peletakan batu pertama. Setidaknya 90 persen siswa MAN Lubuk Alung sudah mengunjungi rumah Iqbal sebagai bentuk solidaritas.

Berbeda dengan Sekretaris OSIS Intan, saat peletakan batu pertama dalam dirinya terucap ternyata keluarga itu tidak hanya keluarga kandung, di rumah. Masih ada keluarga lagi, yakni rasa keluarga yang ditumbuhkan sekolah. Hari itu, keluarga kami yang tidak punya rumah yang layak, dibuatkan rumah oleh keluarganya bersama-sama. "Inilah bentuk syukur saya sekolah di madrasah ini. Belum tentu di sekolah lain akan saya temui bagaimana menumbuhkan rasa "keluarga" sesama siswa ini. Terutama jika sekolah SMA. Di madrasah ini nilai-nilai Islam yang memiliki rasa sosial, bersyukur dan selalu berbuat kebaikan sesama selalu ditumbuhkan. Antar guru pun terlihat ada kepedulian sehingga kami juga termotivasi," tambah Intan alumni SMPN 2 X 11 Enam Lingkung ini. (Armaidi Tanjung)

Foto: Foto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman, MM usai peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal, 3 September 2015

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah Asli Muhammadiyah

Rabu, 02 November 2016

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Ngawi, Asli Muhammadiyah. Pesantren tidak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, diadakan lomba hafalan nadzom yang diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren.

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Lomba tersebut dikemas dalam acara Festival Sastra Religi, musabaqah hafalan nadzom yang dibagi menjadi 3 tingkatan yakni ula, wustho dan ulya.

Saat membuka acara, penggagas kegiatan ini, H Abdul Halim Iskandar mengemukakan, "Ini untuk memelihara dan menjaga tradisi keilmuan pesantren," katanya, Kamis (17/11).

Asli Muhammadiyah

Menurut Ketua DPRD Jatim tersebut, tradisi menghafal nadzom gramatika Bahasa Arab baik Imrithi, Jurmiyah hingga Alfiyah sudah sedikit lemah. "Kegiatan ini untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang mempersatukan pesantren," ungkapnya.

Bagi Gus Halim (sapaan akrabnya), menghidupkan tradisi tersebut sangat penting tidak semata bagi keberlangsungan di pondok. "Yang juga penting adalah sebagai jaminan bahwa kajian di pesantren NU selalu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI," sergahnya.

Lomba nadzom ini sudah berlangsung di 3 pesantren lain di Jatim yang dibedakan menjadi 4 zona.

Para pemenang dari berbagai zona nantinya akan bertemu kembali di babak final. "Pelaksanaannya tanggal 24 November di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang," jelas Gus Halim.

Babak penyisihan zona 4 ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amnaniyah 2 Bangor Karangjati Ngawi. Para peserta adalah utusan 32 pesantren dari 10 kabupaten dan kota. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Daerah, Hadits, Ahlussunnah Asli Muhammadiyah