Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Januari 2018

Jaminan Syafa’at bagi yang Bertaklid dan Pengikut Tarekat

Orang bertaklid dan pelaku tarekat identik kejumudan. Mereka menanggung beban bukan main di dunia. Mereka statis, jalan di tempat bahkan jalan mundur, keong, antitesis kemajuan, ketinggalan zaman, pandir, akrab dengan kemiskinan. Kendati demikian, jumlah mereka terus bertambah. Karena, pilihan mereka didasarkan pada hasil ijtihad juga.

Tanpa menutup gerbang ijtihad dan memasang cita-cita setinggi langit, mereka menilai taklid dan tarekat sebagai kemaslahatan besar. Buktinya banyak dari mereka yang bertaklid dan bertarekat tercatat sebagai bintang pelajar di banyak lapangan pengetahuan.?

Jaminan Syafa’at bagi yang Bertaklid dan Pengikut Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaminan Syafa’at bagi yang Bertaklid dan Pengikut Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaminan Syafa’at bagi yang Bertaklid dan Pengikut Tarekat

Satu dari sekian kejeniusan mereka disebutkan Syekh Abdul Wahab bin Ahmad Al-Ansori yang lazim dikenal As-Sya’roni dalam kitab Al-Mizanul Kubro sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

“Kami sudah menyebutkan di dalam bab ‘Jawaban tentang para imam fiqih dan imam sufi’ bahwa para imam fiqih dan imam sufi memberikan syafaat dan mengawal pengikut mereka saat ruh mereka dicabut, ditanyakan malaikat Munkar dan Nakir, dibangkitkan dari kubur, dikumpulkan, hisab, mizan, dan saat perjalanan di shirat. Mereka tidak melalaikan pengikutnya di setiap pos perhentian dalam perjalanan kehidupan.”

Seorang saleh dalam mimpinya menanyakan Syekh Nashiruddin Al-Laqqani yang bermazhab Maliki saat di kubur. Al-Laqqani bercerita, ketika malaikat Munkar dan Nakir hendak mengajukan pertanyaan kubur, Imam Malik hadir lalu mengajarinya jawaban yang dibutuhkan. Ia kemudian meminta Munkar dan Nakir meninggalkan kubur Al-Laqqani. Keduanya lalu meninggalkan kubur tersebut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bila para imam sufi memerhatikan pengikut juga murid mereka dalam huru-hara dan kesulitan dunia dan akhirat, terlebih lagi para imam mujtahid mazhab di mana mereka paku bumi, pilar agama, dan orang pilihan yang diamanahkan Rasulullah SAW untuk umatnya. Semoga Allah meridhoi mereka. Karenanya, bahagia dan berseri-serilah kamu dengan bertaklid kepada salah seorang mujtahid yang kamu suka.” Wallahu a’lam.

Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an

Yogyakarta, Asli Muhammadiyah. Dalam rangka menyambut Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 Ikatan Alumni (IKA) PMII yang akan dilangsungkan awal Juli nanti, Pengurus Besar (PB) IKA PMII menyelenggarakan pra munas pada Rabu (26/6). Acara yang mengusung tema “Khittah Kebudayaan Nusantara” ini bertempat di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta. 

Dalam sambutannya, Zaini Rahman, ketua panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa panitia penyelenggara acara ini terbagi dalam dua kategori. “Pertama ada tim pelaksana munas. Yang kedua, tim materi. Tim materi ini sampai delapan kali rapat. Sedangkan tim munas hanya empat kali,” ujarnya, menunjukkan betapa pembahasan soal materi dilakukan secara serius. 

Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an

Pihaknya menyampaikan bahwa ada dua faktor yang menjadi alasan mengapa perlu dirumuskan berbagai pembahasan oleh tim materi. “Pertama, kebangsaan dan keanekaragaman. Indonesia ada, tapi dikhawatirkan tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya. Yang kedua, pendangkalan di kalangan NU dalam melihat NU itu sendiri. Ini terlihat dari pola pikir dan pola sikap dalam ekonomi, budaya, dan kebangsaan,” imbuhnya. 

Asli Muhammadiyah

Dia menambahkan bahwa hasil pembahasan dari tim materi akan disampaikan kepada publik melalui pra munas yang diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu di Surabaya, di Jakarta, dan di Yogyakarta. Oleh karenanya, maka pra munas ini merupakan pra Munas ke-2 setelah dilaksanakan pra munas ke-2 di Surabaya. Pihaknya mengungkapkan pula bahwa pembahasan tersebut dalam rangka menindaklanjuti keputusan munas NU di Cirebon.

Asli Muhammadiyah

Redaktur     : Mukafi Niam 

Kontributor : Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Asli Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Bangunannya terletak di pinggir jalan lintas Sumatera, jalur lalu lintas Padang Bukittinggi. Persisnya di Korong Batang Tapakih, Nagari Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat. Sekolah ini terkenal dengan nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Alung, kecamatan tetangga dari Sintuak Tobohgadang. Sebelumnya, Kecamatan Sintuak Tobohgadang merupakan bagian dari Kecamatan Lubuk Alung. Di bagian atap sekolah ini pun tertulis huruf besar MAN LUBUK ALUNG.

Seperti sekolah MAN lainnya, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya kegiatan pramuka yang wajib diikuti siswa kelas X yang dibina oleh Ade Erwin, S.Pd. Setiap Selasa Hafiz Al-Quran melalui pondok Hafiz yang diasuh guru Abdul Malik S.Pd.I, Qirat dibimbing Drs. Bukari Masnur, dan tajwid setiap hari.

"Beberapa kegiatan lomba yang diikuti, sempat meraih juara. Seperti juara I Pramuka Lomba PBB antara SMA/SMK/MA yang diikuti 34 sekolah di Padangpariaman tahun 2014. Juara I Lomba Fisika se-Kabupaten Padangpariaman yang diselenggarkaan STIKIP YDB Lubuk Alung tahun 2015. Juara II Lomba Biologi yang diselenggarakan STIKIP PGRI tahun 2015 di Padang. Tahun 2015 ini, sebanyak 6 orang siswa MAN Lubuk Alung lolos jadi pasukan Paskibraka di Kabupaten Padangpariaman. Sedangkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat, lolos satu siswa, yakni Abdi Wijasaksana kelas XI," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ali Nurdin, S.Ag, MM kepada Asli Muhammadiyah di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015).

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Kepala Sekolah MAN Lubuk Alung Drs. H.Akhri Meinhardi, MM ternyata tidak hanya menumbuhkan prestasi siswa secara akademik dan bidang perlombaan. Justru yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kepedulian antar siswa yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah keluarganya, namun memiliki semangat? belajar. Contoh konkrit, ada dua siswa yang mengalami kesulitan datang dan pulang dari sekolahnya. Seperti yang dialami Raki Paraski siswa kelas XI, dimana pergi ke sekolah jalan kaki sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami Ilma Rita siswi kelas X. Keduanya, masing-masing diberikan bantuan sepeda federal untuk Raki Paraski dan sepeda mini sanki untuk siswi Ilma Rita. Dengan sepeda tersebut, keduanya tidak perlu jalan kaki.

Suatu hari, seorang siswa MAN yang bertempat tinggal di Nagari Pungguangkasiak meninggal dunia. Tentu saja pimpinan, guru dan teman-teman siswa yang meninggal datang melayat. Seluruh proses penyelenggaraan jenazah siswa itu dilaksanakan oleh siswa MAN. Mulai dari memandikan, mengapani, menshalatkan hingga ke pemakaman. Di sela-sela proses penyelenggaraan jenazah tersebut, Kepsek MAN Akhri menugaskan Ketua OSIS MAN Lubuk Alung Agung Irawan mendatangi rumah Muhammad Iqbal Abdilah. Rumahnya memang tidak jauh dari lokasi pemakaman. Selama ini Akhri mendapatkan informasi kondisi memprihatinkan keluarga Iqbal, siswa MAN kelas XI-PK.

Agung pun mengajak sekretarisnya Septia Intan Nurjanah mendatangi rumah Iqbal. Sampai di depan rumah Iqbal, keduanya sangat kaget dan penuh haru menyaksikan kondisi rumah teman sesama sekolahnya. Rumah itu tidak bisa dikatakan rumah, tapi layaknya kandang ternak peliharaan. Luasnya sekitar 4 x 6 meter persegi. Beratap rumbia, dindingnya terbuat dari bambu, tidak memiliki kamar, berlantaikan tanah. Saat hujan, mereka pun terpaksa bergantian tidur karena air masuk ke dalam. Rumah itu dihuni tujuh orang. Ayah, ibu dan lima anak. Masing-masing M.Iqbal, Hisam Ababil (siswa MTsN Sintuak), Fauziah Fisabillah Azmi (Siswa MTs Muhammadiyah Lubuk Alung), Ibrahim Arsyad (kelas 3 SD) dan Arsil Arsy (kelas 1 SD). Sedangkan dua kakak Iqbal, Risma Nizar Zamiati sudah berkeluarga dan M. Fahrizal Syamsuri merantau di Bogor.

"Saya sempat meneteskan air mata saat mengetahui kondisinya. Saya dari keluarga yang miskin, ayah pengangguran, ibu petani, ternyata masih ada lagi teman yang hidupnya jauh lebih melarat dibanding saya," tutur Intan kepada Asli Muhammadiyah? Senin (21/9/2015) di sekolahnya.

Asli Muhammadiyah

Pulang dari pemakaman, besoknya Kepsek Akhri mengumpulkan majelis guru dan karyawan MAN membicarakan apa yang harus dilakukan dengan kondisi rumah siswanya, Iqbal. Hasil rapat sepakat membedah rumah yang sangat tak layak huni itu.

Kepada Asli Muhammadiyah, Iqbal bercerita ayahnya Zamzami bekerja sebagai pedagang barang mudo (buah-buah) yang dikumpulkan dari petani sekitar kampung. Sedangkan ibunya Siti Rusminah menerima upah cucian pakaian.

Meski hidup dengan prihatin, Iqbal bisa hafal 1 juz ayat-ayat Al-Quran. Dari kemampuan hafalan itu, sejak setahun lalu mengajar mengaji di sekitar tempat tinggalnya. Saat kelas III di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sintuak, Iqbal meraih juara III. Namun kondisi rumah yang tidak nyaman, prestasi belajarnya anjlok di MAN. Bahkan tinggal di kelas 1. "Bayangkan, saat mau sekolah, saya harus melangkahi ayah yang tengah tidur. Seringkali ayah marah-marah dilangkahi. Bagaimana tidak melangkahi, semua peralatan sekolah, pakaian dan tidur hanya menempati satu ruangan," kenang Iqbal kelahiran Bogor, 31 Mei 1996.

Asli Muhammadiyah

Sejak itulah Iqbal mengaku selalu berdoa, "Ya Allah, keluarkan keluargaku dari kondisi yang memprihatinkan ini. Berilah tempat yang layak untuk keluargaku ini ya Allah," begitulah rintihan doanya pada Sang Khalik. Walaupun ada satu dua orang yang datang ke rumahnya ingin membantu, diambil fotonya, katanya bisa membantu mencari bantuan ke pusat (Jakarta) kepada orang penting. Tapi hasilnya tak pernah jadi kenyataan. Hanya mimpi.

Doa Iqbal yang bercita-cita jadi dosen ini akhir mulai melihat titik terang. Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman MM langsung melakukan? peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal pada 3 September 2015 lalu. Bangunan berpondasi batu beton berukuran 6 x 10 meter, tiga kamar, wc dan dapur. Spontan pula Salman memberikan bantuan tunai Rp 2 juta kepada ibu Iqbal. "Hingga kini sudah terkumpul uang sebesar Rp 38 juta yang berasal dari keluarga besar MAN Rp 25 juta, alumni MAN Rp 3 juta, Baznas Kabupaten Padangpariaman Rp 10 juta. Dana yang dibutuhkan hingga selesai bisa dihuni mencapai Rp 100 juta. Untuk itu kami mengajak donatur bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening bank Mandiri Lubuk Alung nomor 111-000-754091-3 a.n. Ali Nurdin/Nelhasrati dengan nomor kontak 081267261575," kata Ali Nurdin.

Menurut Ali Nurdin, sumbangan dari MAN berasal dari guru melalui badoncek (menyumbang) dari Rp 300.000 hingga 1 juta. Sedangkan siswa per kelas dengan membelikan bahan bangunan yang dibutuhkan. Misal ada kelas yang menyumbang pasir, semen, triplek, seng dan batu air. Sesuai dengan kesepakatan kelas. Pada peletakan batu pertama, siswa MAN bergotongroyong bersama. Saat pengerasan lantai, nanti juga akan digoro dengan siswa. Penanggungjawab pembangunan rumah tersebut langsung kepala sekolah bersama Ketua Komite Tuanku Syamsuar S.Pd.I.

Ali Nurdin mengakui, Iqbal sering kelihatan termenung dan mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar, seperti mengalami depresi. Sehingga seringkali pula bila kondisinya tidak mengizinkan belajar, dibiarkan pulang. Boleh jadi apa yang belum pantas dilihatnya di tengah rumah malam hari menjadi pemikiran berat sehingga mengganggu konsentrasi belajar.

Ketua OSIS Agung Irawan pulang dari menyaksikan rumah Iqbal langsung mengadakan rapat pengurus OSIS. Pemikiran untuk turut membantu beban Iqbal dapat dukungan semua pengurus. Makanya seluruh pengurus OSIS bekerja saat peletakan batu pertama. Setidaknya 90 persen siswa MAN Lubuk Alung sudah mengunjungi rumah Iqbal sebagai bentuk solidaritas.

Berbeda dengan Sekretaris OSIS Intan, saat peletakan batu pertama dalam dirinya terucap ternyata keluarga itu tidak hanya keluarga kandung, di rumah. Masih ada keluarga lagi, yakni rasa keluarga yang ditumbuhkan sekolah. Hari itu, keluarga kami yang tidak punya rumah yang layak, dibuatkan rumah oleh keluarganya bersama-sama. "Inilah bentuk syukur saya sekolah di madrasah ini. Belum tentu di sekolah lain akan saya temui bagaimana menumbuhkan rasa "keluarga" sesama siswa ini. Terutama jika sekolah SMA. Di madrasah ini nilai-nilai Islam yang memiliki rasa sosial, bersyukur dan selalu berbuat kebaikan sesama selalu ditumbuhkan. Antar guru pun terlihat ada kepedulian sehingga kami juga termotivasi," tambah Intan alumni SMPN 2 X 11 Enam Lingkung ini. (Armaidi Tanjung)

Foto: Foto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman, MM usai peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal, 3 September 2015

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU tahun ini merupakan momentum untuk mempersatukan Nahdliyin (sebutan warga NU). Ia mengakui, sejak reformasi, warga NU tercerai-berai akibat tarik-menarik banyak kepentingan.



Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

“Baik tarik-menarik keyakinan terhadap akidah, tata laksana organisasi, tarik menarik soal pandangan agama atas negara, maupun tarik menarik kepentingan politik praktis, politik kepartaian,” terang Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (17/1) kemarin.

Menurutnya, kondisi tersebut begitu memberatkan kaum Nahdliyin, terutama yang berada di lapis bawah. Hal itu jelas akan membawa dampak buruk jika tidak segera diambil langkah penyelamatan dan penyadaran.

Asli Muhammadiyah

Ia mencontohkan sejumlah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang melibatkan warga Nahdliyin di lapis bawah. Tarik-menarik kepentingan politik praktis tersebut telah begitu menghabiskan banyak tenaga dan pikiran. Sementara, pendidikan politik masyarakat hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

“Apalagi, di saat kondisi ekonomi seperti sekarang ini, orang gampang ‘dibeli’. Di saat kekerasan ada di mana-mana. Jika warga NU tidak diberi kesadaran, maka, ia akan tercabik-cabik,” pungkas Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Asli Muhammadiyah

Selain itu, Hasyim menambahkan, peringatan 82 tahun NU yang puncaknya digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Februari mendatang, juga merupakan bagian dari upaya memelihara pemikiran keagamaan yang domestik Indonesia. Ia mengatakan, dewasa ini, banyak pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia dan berpotensi merusak pemikiran keagamaan khas Nusantara.

“Baik itu dari aliran keras (fundamentalisme), maupun liberalisme. Bahkan, ateisme sekali pun,” jelas Presiden World Conference on Religions for Peace itu.

Ia berharap juga, melalui peringatan harlah yang puncaknya bakal dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kali ini, dapat menjadi awal kebangkitan NU di segala bidang, terutama, bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah, Sejarah, Tokoh Asli Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan para Calon Presiden (Capres) untuk tidak melupakan visi misi kebangsaan yang diusungnya, di tengah upaya mencari pasangan dalam koalisi.?

PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman

“Beberapa hari belakangan yang dipertontonkan hanya berpasangan dengan siapa dan dapat apa. Itu pendidikan politik yang tidak baik untuk masyarakat,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (19/4/2014).

?

Kiai Said mengingatkan kembali visi misi kebangsaan yang diusung masing-masing Capres, yang dinilai lebih penting untuk terus dipertontonkan kepada calon pemilih.?

Asli Muhammadiyah

"Jangan sampai masyarakat yang ? sebelumnya ? bersimpati berbalik arah,” tandas Kiai Said.

Asli Muhammadiyah

?

Ditanya kemungkinan peringatan yang diberikan PBNU menyentil Capres tertentu, Kiai Said dengan tegas membantah.?

“Semua Capres sudah silaturahim ke PBNU. Peringatan ini untuk semua Capres, jangan memberikan pendidikan politik yang tidak baik ke masyarakat,” tegasnya.

?

Ketika ditanya mengenai arah dukungan PBNU, kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura’, Mekah, tersebut menegaskan netralitas pihaknya. PBNU memberikan kebebasan kepada Nahdliyin, sebutan warga NU, untuk memilih berdasarkan hati nurani dan kriteria yang ditetapkan masing-masing.

?

“Semua Capres sudah silaturahim ke PBNU, semua kami doakan. NU bukan partai politik, jadi hanya doa yang bisa diberikan. Kami doakan Capres yang bisa menjalankan visi misi kebangsaannya bisa menang,” pungkas Kiai Said.

Dua Capres yang saat ini digadang-gadang akan bertarung, yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo, sama-sama sudah pernah bersilaturahim ke PBNU dan mengutarakan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang. Prabowo datang ke PBNU pada akhir 2013 dan ke kediaman pribadi Kiai Said selaku Ketua Umum PBNU belum lama ini, sementara Joko Widodo dalam dua kesempatan datang ke PBNU dengan didampingi fungsionaris PDIP dan jajaran stafnya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja, PonPes, Syariah Asli Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

Pontianak, Asli Muhammadiyah. Dua program kerja madrasah bergulir di MTs Aswaja Pontianak, Kalimantan Barat, dalam rangka pembinaan potensi siswa. Jika sebelumnya para pelajar di madrasah tsanawiyah ini dikenalkan dengan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Club Puisi, Ekstra Tari dan Qasidah, maka untuk semester ini dua aktivitas ekstra lain melengkapinya, yakni PKS dan UKS.

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

PKS dalam hal ini adalah singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah, sedangkan UKS merupakan kependekan dari Usaha Kesehatan Sekolah. Kedua kegiatan ekstrakurikuler tersebut telah berjalan sejak Januari 2015 dan terus mematangkan diri.

PKS aktif di bawah bimbingan Waka Kesiswaan MTs Aswaja Dasta Hariansyah. Sesuai dengan kepanjangannya, PKS bertugas membantu keamanan lalu lintas siswa MTs Aswaja dan pengguna jalan lainnya saat jam masuk sekolah di depan madrasah setempat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada jam shalat dhuhur dan pulang sekolah.

Asli Muhammadiyah

Siswa yang tergabung dalam PKS ini adalah beberapa siswa yang pernah mengikuti kegiatan Polmas (Polisi Masyarakat) Pelajar yang diadakan Poltabes Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

Sementara untuk UKS, di bawah koordinator Amriana beberapa kali mengadakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dalam hal ini Puskesmas Pal Lima. Di antara kegiatan yang dilakukan dalam kerja sama ini adalah pengukuran tinggi badan, pengecekan kesehatan gigi, penyuluhan dan sebagainya.

Asli Muhammadiyah

“PKS dan UKS ini sangat besar artinya dalam proses pembelajaran warga madrasah. Dan tentunya memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Dan yang pasti adalah adanya ekskul ini akan semakin memperkuat database sebagai penilaian madrasah atau akreditasi ke depan. Jaya PKS, Jaya UKS, Jaya Aswaja,” ujar Kepala MTs Aswaja, Sholihin HZ, Kamis (26/2). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah Asli Muhammadiyah

Sabtu, 11 November 2017

Pembangunan Fisik Harus Didukung Pembangunan Jiwa

Jember, Asli Muhammadiyah



Pembangunan kesehatan (fisik) tanpa didukung oleh pembangunan jiwa yang berbasis ajaran agama, tidak akan efektif meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Alih-alih meningkat, malah menurun akibat pembangunan kesehatan tersebut yang lepas dari nilai-nilai agama. 

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember Moch. Eksan saat menyampaikan taushiyah dalam acara "Ahad Ceria" di halaman Universitas Muhammadiyah, Jember, Jawa Timur, Ahad (23/4). 

Pembangunan Fisik Harus Didukung Pembangunan Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Fisik Harus Didukung Pembangunan Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Fisik Harus Didukung Pembangunan Jiwa

Menurutnya, sehat fisik tidak ada artinya jika mental sakit. "Karena itu, harus seimbang dalam membangun fisik dan mental," ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan fisik tidak selalu berbanding lurus dengan pembangunan mental. Katanya, saat ini tingkat stres masyarakat semakin tinggi. Ini merujuk pada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa 1 dari 4 orang yang mengalami stres disebabkan karena daya dukung jiwa yang tidak memadai dibanding perkembangan dan kemajuan fisiknya. 

Oleh karena itu, katanya, betapa pentingnya pembangunan jiwa sebagai upaya untuk menyeimbangkan pembangunan fisik yang ada. "Tidak boleh tidak pembangunan fisik harus bertumpu pada jiwa. Sayangnya, hal ini jarang kita perhatikan," lanjutnya.

Asli Muhammadiyah

Dikatakannya, Islam begitu banyak mempunyai konsep tentang kesehatan. Bahkan tak sedikit kegiatan ibadah yang ternyata mempunyai daya dukung yang tinggi terhadap  kesehatan tubuh manusia. 

Misalnya, puasa, gerakan dalam shalat dan sebagainya. Jadi, sesungguhnya ajaran agama, secara fisik juga mempunai nilai kesehatan, dan pada saat yang sama juga menjadi asupan yang bagus bagi kesehatan manusia  secara menyeluruh. 

"Dan momentum puasa pada bulan ramadhan mendatang, perlu kita manfaatkan secara sungguh-sungguh untuk menyehatkan jiwa sekaligus menyehatkan badan," pungkasnya di hadapan jamaah Muhammadyah tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Asli Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock