Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2018

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

Bandung, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat terus melakukan inovasi program kerja, tidak hanya masalah sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang ekonomi. Belakangan Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar mengembangkan bisnis sayur melalui teknik hidroponik dan pupuk organik.

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

Nurfais Al-Mubarok, Ketua Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar menjelaskan, program kerja bisnis sayur ini ditempatkan di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sedangkan yang menjalankan adalah kader-kader GP Ansor di kecamatan tersebut setelah melewati seleksi dan pembinaan.

“Kecamatan Kertasari merupakan daerah sentra sayur yang hari ini rawan konflik lahan. Sehingga dengan hidroponik diharapkan bisa memberi solusi, karena hidroponik merupakan sistem pertanian irit lahan,” ungkapnya kepada Asli Muhammadiyah, Sabtu (7/3).

Asli Muhammadiyah

Dia menambahkan, selain teknik hidriponik, pihaknya juga mengembangkan pupuk organik. Hal ini didorong oleh kondisi bahwa di Kecamatan Kertasari banyak warga mempunyai peternakan sapi yang bisa menghasilkan limbah kotoran yang terbuang ke sungai Citarum hingga mencapai 20 ton per hari.

Asli Muhammadiyah

“Sehingga mereka (kader Ansor Kertasari) berinisiatif membuat instalasi yang menghasilkan pupuk padat dan cair khusus untuk hidroponik. Hasil pupuk cair ini diarahkan untuk menjadi basis sistem nutrisi hidroponik,” ujar penanggung jawab riset pupuk organik cair yang produknya diberi nama “Ansoruna” itu.

Soal pupuk organik, Nurfais mengungkapkan bahwa usaha tersebut sudah dirintis sejak dua tahun yang lalu oleh tim kecil dari kader-kader PAC Kertasari. “Alhamdulillah kini coba tersebut berhasil dengan baik, bahkan ketika dibandingkan dengan hidroponik formula pupuk kimia hasilnya jauh lebih memuaskan,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan tersebut, pihaknya mengarahkan untuk mengisi pasar sayur eksklusif dan organik yang sudah ditawarkan. Misalnya tawaran dari pesantren Al Ittifaq Ciwidey, Bandung, yang diasuh KH Fuad Affandi yang sudah sejak lama mengisi 54 outlet supermarket sayur. “Ada tuntutan pasar yang trennya ke arah organik. Hari ini kader Ansor kecamatan Kertasari menjawab tuntutan tersebut,” terang Nurfais.

Dia menuturkan benih-benih sayur dikembangkan kini sedang dirumuskan oleh pengurus wilayah. Selain itu, pengurus wilayah juga berencana membangun laboratorium kultur jaringan yang dikelola oleh sumber daya manusia profesional di bawah supervisi sekolah ilmu dan teknologi hayati Institut Teknologi Bandung.

“Ada kurang lebih 70-an jenis sayur ekslusif yang beredar di pasar, misalnya pakcoy, kangkung darat, horenzo, lettuce head, siomak. Tahap awal kita membidik 5 ranking tereksklusif dan mahal, salah satunya saat ini sudah menyebarkan benih asparagus,” tuturnya.

Kalau sistem di PAC Ansor Kertasari sudah selesai, pihaknya baru akan melibatkan pengurus anak cabang lain di kabupaten Bandung. “Insyaallah dari pengurus cabang di kabupaten lain juga yang memiliki daerah sentra sayur,” cetusnya.

Nurfasi mengaku bangga karena program ini lahir dari kreativitas kader-kader PAC Kertasari, sementara Bidang Ekonomi PW Ansor Jabar hanya mengarahkan dan fasilitator untuk pola kerja sama dengan pihak lain.

“Itupun sifatnya bukan sumbangan, tetapi business to business, karena para kader memang sudah siap dan layak,” tandasnya. (Muhammad Zidni? Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan

Canberra, Asli Muhammadiyah. Memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau di Tanah Air lebih dikenal dengan sebutan Maulidan, tak harus pulang kampung. Di mana pun bisa. Begitulah barangkali prinsip yang tertanam dalam jiwa warga nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama-NU) di Australia.

Ahad (29/4) lalu, nahdliyin bersama sejumlah muslim Indonesia di Australia menggelar Maulidan. Kegiatan tradisi keagamaan khas NU di negeri Kanguru itu tampak istimewa, karena diselenggarakan di Masjid Abu Bakar, Canberra. Masjid tersebut merupakan satu-satunya bangunan masjid yang berdiri di kota itu.

Kontributor Asli Muhammadiyah di Canberra Arif Zamhari melaporkan, selama ini, kegiatan keagamaan masyarakat Islam Indonesia di Australia, jarang sekali dilaksanakan di masjid yang pembangunannya melibatkan pemerintah tiga negara; Indonesia, Malaysia dan Pakistan, itu.

Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan

Keistimewaan Maulidan itu juga karena acara tersebut dihadiri tamu-tamu istimewa, antara lain, Presiden Canberra Islamic Centre Dr Yousuf, Presiden Masyarakat Islam di Canberra Sabrija Poscofic dan salah satu Imam Masjid Canberra Yahya Athay. Tak ketinggalan, tampak pula puluhan masyarakat Indonesia di Canberra.

Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa NU Australia-New Zealand Ust Muhammad Taufik Prabowo dalam ceramahnya mengingatkan kepada setiap umat Islam tentang betapa pentingnya meneladani sikap dan perilaku Rasulullah. Karena sikap dan perilaku Rasul yang menjadi cerminan visi-misi Islam rahmatan lil alamin itu merupakan upaya untuk mengedepankan sikap toleransi atau saling menghargai.

“Dengan misi inilah, Nabi Muhammad melakukan dakwahnya dengan mengedepankan sikap toleransi (tasamuh) yang tinggi, kasih sayang dan kelembutan untuk alam semesta, sekalipun terhadap mereka yang berbeda pendapat,” kandidat doktor linguistik dari The Australian National University (ANU) itu.

Asli Muhammadiyah

Dalam ceramah yang disampaikan dalam dua bahasa itu, Taufik mengimbau agar perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tak menjadi alasan untuk saling menganggap bid’ah (mengada-ada dalam beribadah) kelompok atau paham lain. Sebab, hal itulah yang terjadi di kalangan umat Islam di Indonesia saat ini.

“Mestinya, kalau kita mengaku sebagai umat Nabi Muhammad, maka seharusnya kita mengikuti cara dan teladan ini dalam kehidupan sehari-hari. Amatlah malu, menurut saya, kalau kita mengaku mengikuti Rasulullah, tapi cara kita bertentangan dengan praktik-praktik beliau,” urai Taufik yang juga Sekretaris Association Indonesian Muslim Foundation Australian Capita Territory (AIMFACT).

Asli Muhammadiyah

Taufik kepada Asli Muhammadiyah mengatakan, tema-tema toleransi beragama itu sangat sesuai, mengingat kondisi sebagian umat Islam di Indonesia yang kerap mem-bid’ah-kan kelompok Islam lainnya hanya karena perbedaaan dalam masalah cara ibadah.

Senada dengan Taufik, Duta Besar Indonesia untuk Australia Hamzah Thayeb dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam Indonesia di Australia. “Kita umat Islam di Australia adalah kaum minoritas, tapi sekalipun minoritas, kita tunjukkan bahwa kita dapat bersatu,” ujar Dubes yang pernah dipanggil pulang akibat penolakan Indonesia atas migrasi warga Indonesia asal Papua beberapa waktu lalu. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Pertandingan, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo

Brebes, Asli Muhammadiyah. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tegal Drs Atmo Tan Sidik kembali meluncurkan antologi puisi bertajuk "Kelapa Ijo". Kumpulan puisi dalam rangka mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan Narkoba itu diluncurkan di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu (17/12) lalu.

"Pencegahan penyalahgunaan obat-obat terlarang jenis Narkoba tidak harus dengan pendekatan represif tapi akan lebih efektif dengan pendekatan estetika kesenian sehingga akan lebih menyentuh," ujar Atmo yang juga Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes, Jawa Tengah.

Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo

Saat peluncuran, juga digelar lomba baca puisi Anti Narkoba yang dihadiri warga dari sejumlah kalangan, dari mulai birokrat, pelajar, seniman dan tokoh masyarakat. Lomba puisi diikuti belasan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

Akan halnya peluncuran antologi puisi "Kelapa ijo", dalam antologi tersebut merangkum karya seniman dari sejumlah daerah, berisi tentang bahaya anti-narkoba. Pengantar buku antologi puisi Kelapa Ijo tersebut ditulis langsung oleh Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Pusat, Budi Waseso.

Menurut Atmo, orang dahulu banyak yang memberi obat dengan meminum kelapa hijau jika keracunan. "Air kelapa hijau juga bisa untuk memberi pertolongan pertama bagi pencandu Narkoba," ucap Atmo.

Atmo memaparkan, air kelapa hijau di dalamnya mengandung 4,7 persen padatan, 2,6 persen gula, 0,55 persen proten, 0,74 persen lemak, serta 0,46 persen mineral. "Air kelapa hijau juga sangat bermanfaat diminum siapa saja karena bisa mencegah banyak penyakit," tuturnya.

Asli Muhammadiyah

Seorang tokoh Brebes yang hadir dalam acara itu, H Soewardi Wirjaatmadja, menceritakan tentang filosofi kelapa yang mengandung banyak makna. Dari akar hingga daun semuanya bermanfaat bagi manusia," ungkap Mbah Wardi, panggilan akrabnya.

Asli Muhammadiyah

Seorang guru besar dari IPB, Bambang Purwantara, memuji Atmo yang disebutnya Kepala BNK yang eksentrik. "Itulah kalau Kepala BNK-nya seorang budayawan, sosialaisasi anti-narkoba dikemas dengan kesenian," puji Bambang.

Acara sosialisasi tersebut bertambah gayeng keika sejumlah tokoh yang hadir ramai-ramai meminum kelapa hijau yang memang disediakan dalam acara tersebut. Tak hanya itu, tak sedikit pula yang hadir pulangnya membawa kelapa hijau.

"Untuk diminum di rumah nanti," ujar Anggota DPRD Jawa Tengah, Wahyudin Nooraly.

Buku tersebut, juga telah dikirim kepada Kepala BNN Budi Waseso, Presiden Jokowi, dan tokoh masyarakat Prabowo Subiyanto. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah Asli Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Sengsarakan Warga

Rembang, Asli Muhammadiyah. Proses pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, dinilai sebagian pihak menyengsarakan warga. Seperti yang disampaikan Suhadi, Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Tegal Dowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Menurutnya, pembangunan yang menuai banyak protes dan kecaman dari berbagai pihak baik di media sosial maupun kalangan LSM itu lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Sengsarakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Sengsarakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Sengsarakan Warga

“Semua rakyat Indonesia itu tau jika sumber daya alam yang ada di Rembang itu melimpah tanpa harus di bangun pabrik semen hanya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Rembang kaya akan sumber daya alam, lantas menambang tanpa memperhatikan ekosistem alam yang tak berimbang," ujarnya Jumat (20/6).

Asli Muhammadiyah

Suhadi juga menyayangkan pernyataan Plt Bupati Rembang? Abdul Hafidz yang dianggap hanya menyoroti manfaat pembangunan pabrik semen di Rembang. "Seharusnya Plt Bupati melihat seberapa besar perjuangan warga setempat yang menentang berdirinya pabrik semen itu," katanya.

Semestinya, kata Suhadi, sebagai kepala? daerah Rembang PLT Bupati mempedulikan kondisi perempuan dari sejumlah desa yang rela berkemah dengan makanan seadanya di dekat lokasi dibangunnya pabrik PT Semen Indonesia.

Asli Muhammadiyah

Para demonstran yang didominasi kaum perempuan itu memuali aksi mereka sejak 16 Juni kemarin.? Mereka tinggal di bawah tenda terpal. Beberapa dari mereka ada yang secara bergantian pulang menengok keluarga dan ternak piaraan. Banyak masyarakat peduli lingkungan dari luar kota Rembang datang memberikan bantuan bahan pangan sebagai bentuk simpati terhadap upaya pelestarian pegunungan watu putih itu.

Bambang Wahyu Widodo, aktivis Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang, mengaku turut memberi suplai satu kuintal beras kepada warga. Dia berharap, warga yang telah menderita tidak dijadikan objek oleh mereka yang ingin mengeruk keuntungan pribadi, termasuk politisi. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Sumber Foto: www.mongabay.co.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Sholawat, Khutbah Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingatkan sineas muda Indonesia konsisten dalam berkarya dan menghadirkan film-film berkualitas dan mengangkat tema yang menarik.?

"Jadi tidak hanya mengedepankan horor dan menyerempet eksploitasi seks semata," ungkap Khofifah disela-sela acara nonton bersama film Kartini di Studio XXI Plaza Senayan, Jumat (7/4).

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Beragamnya tema, kata Khofifah, dapat membuat gairah perfilman Indonesia semakin baik, produktif dan berkualitas. Menurutnya, tema-tema sosial sangat jarang diangkat. Berbeda dengan tema cinta yang begitu mudah dijumpai.?

Padahal tema sosial, lanjutnya, cukup menarik karena mampu membangun kepedulian sosial, setia kawan, kepahlawanan, dan lain sebagainya. Khofifah mengatakan, film bisa menjadi alat kampanye sosial efektif jika disajikan secara kreatif dan kekinian.?

"Film seperti Laskar Pelangi atau Habibie Ainun tidak hanya menarik untuk ditonton, tapi banyak pesan moral yang bisa diambil dari tiap scene. Termasuk film Kartini yang hari ini saya tonton karena sarat pesan pendidikan dan nilai-nilai perjuangan kesetaraan serta emansipasi," ujarnya.?

Asli Muhammadiyah

Khofifah mengungkapkan, jika dikontekskan dengan era kekinian, "Kartini-Kartini Indonesia" harus menjadi perempuan yang sehat, cerdas, dan peduli kepada yang lemah tanpa meninggalkan kodratnya.?

Menjadi penting, tambahnya, karena perempuan adalah pondasi dan ibu bangsa. Hal ini bukan isapan jempol, mengingat setiap perempuan adalah guru dan pengajar, minimal bagi anaknya sendiri.

"Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak. Peran ini sangat fundamental karena akan berimplikasi kepada ketahanan keluarga yang tentunya bermuara pada ketahanan nasional," imbuhnya. ?

Asli Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memuji alur cerita film Kartini garapan sutradara Hanung Bramantyo yang menurutnya sangat runtut, dan mampu memainkan emosi penonton.?

"Filmnya bagus, banyak pesan dan nilai perjuangan perempuan dalam meraih kesempatan pendidikan dan kesantunan yang bisa diambil oleh generasi muda. Banyak-banyak baca buku dan menulis," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul, Sejarah Asli Muhammadiyah

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU tahun ini merupakan momentum untuk mempersatukan Nahdliyin (sebutan warga NU). Ia mengakui, sejak reformasi, warga NU tercerai-berai akibat tarik-menarik banyak kepentingan.



Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

“Baik tarik-menarik keyakinan terhadap akidah, tata laksana organisasi, tarik menarik soal pandangan agama atas negara, maupun tarik menarik kepentingan politik praktis, politik kepartaian,” terang Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (17/1) kemarin.

Menurutnya, kondisi tersebut begitu memberatkan kaum Nahdliyin, terutama yang berada di lapis bawah. Hal itu jelas akan membawa dampak buruk jika tidak segera diambil langkah penyelamatan dan penyadaran.

Asli Muhammadiyah

Ia mencontohkan sejumlah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang melibatkan warga Nahdliyin di lapis bawah. Tarik-menarik kepentingan politik praktis tersebut telah begitu menghabiskan banyak tenaga dan pikiran. Sementara, pendidikan politik masyarakat hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

“Apalagi, di saat kondisi ekonomi seperti sekarang ini, orang gampang ‘dibeli’. Di saat kekerasan ada di mana-mana. Jika warga NU tidak diberi kesadaran, maka, ia akan tercabik-cabik,” pungkas Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Asli Muhammadiyah

Selain itu, Hasyim menambahkan, peringatan 82 tahun NU yang puncaknya digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Februari mendatang, juga merupakan bagian dari upaya memelihara pemikiran keagamaan yang domestik Indonesia. Ia mengatakan, dewasa ini, banyak pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia dan berpotensi merusak pemikiran keagamaan khas Nusantara.

“Baik itu dari aliran keras (fundamentalisme), maupun liberalisme. Bahkan, ateisme sekali pun,” jelas Presiden World Conference on Religions for Peace itu.

Ia berharap juga, melalui peringatan harlah yang puncaknya bakal dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kali ini, dapat menjadi awal kebangkitan NU di segala bidang, terutama, bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah, Sejarah, Tokoh Asli Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Khutbah Idul Adha: Spirit Berkurban dan Kepedulian Sosial

Khutbah I

? ? ? ? ?

Khutbah Idul Adha: Spirit Berkurban dan Kepedulian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Spirit Berkurban dan Kepedulian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Spirit Berkurban dan Kepedulian Sosial

? (3?) ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ?)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(? ?).

Asli Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Asli Muhammadiyah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar



Kaum Muslimin dan Muslimat yang berbahagia

Umat Islam yang berada di tanah air menyambut hari raya Idul Adha yang mulia dengan takbir, tahlil, dan tahmid sebagai ungkapan rasa syukur, sedangkan jutaan umat Islam di tanah suci Makkah, Arafah dan Mina sedang berkonsentrasi menunaikan manasik haji. Mereka datang dari berbagai pelosok dunia, dari berbagai bangsa dan suku, dari latar belakang yang berbeda, menyatu dalam kepasrahan kepada Allah SWT. Mereka menanggalkan segala atribut duniawi, meninggalkan berbagai aktivitas sehari-hari untuk menghadap Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan penuh khusyu dan keikhlasan. Secara serentak, mereka mengumandangkan kalimat talbiyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Kami penuhi panggilan-Mu wahai Allah, wahai Allah kami datang memenuhi seruan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan karunia hanyalah milik-Mu, milik-Mu segala kekuasaan dan kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu”.

Pada momen ini pula umat Islam yang mampu ditekankan untuk melaksanakan ibadah kurban. Berbagi daging dan kebahagiaan kepada sesama. Menyembelih sebagian harta kita untuk diberikan kepada orang lain, terutama yang membutuhkan.

Dari sinilah kita semua belajar tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah, tanpa memandang jabatan, status sosial, latar belakang pendidikan, suku, bangsa, serta kelas ekonomi. Ibadah kurban memberikan pesan kepada umat Islam tentang pentingnya solidaritas, empati terhadap orang lain, serta menyembelih ego pribadi untuk kemanfaatan bersama.

Hadirin yang berbahagia,

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW: “Ajaran Islam apakah yang baik?” Nabi SAW menjawab,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

“Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari, No: 28, Muslim, No: 126).

Dari hadis di atas, sepintas kita menyaksikan betapa agungnya nilai-nilai Islam yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Tidak hanya masalah ibadah saja yang diajarkan Islam, tetapi masalah-masalah kehidupan sosial pun menjadi sorotan. Hadis tersebut mengajak umat Islam, bahkan umat manusia secara keseluruhan untuk memperhatikan nasib masyarakat di sekitarnya. Tanggung jawab untuk menyantuni orang-orang lemah, fakir miskin, yatim piatu, para manula, dan mereka yang membutuhkan, tidak hanya dilimpahkan kepada para pemimpin. Tetapi itu semua merupakan tanggung jawab setiap orang yang mengaku dirinya sebagai muslim.

Jawaban Rasulullah ketika ditanya seorang sahabatnya tentang amalan Islam apakah yang paling baik, beliau langsung mengarahkan orang itu untuk memberikan bantuan dan memasyarakatkan salam kepada siapa saja, baik pada orang yang dikenal maupun pada orang yang belum dikenal sebelumnya. Bantuan tersebut bukan hanya berupa dana atau makanan, tetapi juga meyangkut segala kebutuhan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya memberikan ilmu, pengalaman, nasihat, kebijaksanaan dan sebaginya. Sedangkan menebar salam maksudnya memasyarakatkan suasana yang damai dan saling mencintai antara sesama umat manusia.



Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar


Ketika seorang muslim mendapatkan rezeki berupa harta yang cukup, ia harus ingat saudara-saudaranya yang lain. Dengan kata lain, ia harus merasa empati pada mereka. Islam memandang bahwa rezeki yang barakah adalah rezeki yang cukup untuk diri sendiri dan orang lain, bukan rezeki yang banyak dan berlimpah tetapi tidak barakah. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, Nabi SAW bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

“Makanan satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan dua orang cukup untuk empat orang”. (HR. Bukhari, No: 5392, Muslim, No: 2058).

Pengertian hadis di atas menyebutkan bahwa makanan untuk satu orang dapat mencukupi dua orang, makanan untuk dua orang dapat mencukupi empat orang, dan seterusnya. Hadis ini mengarahkan supaya setiap orang muslim memiliki kepedulian kepada mereka yang lemah dan miskin, sehingga dapat mengantarkan mereka pada kehidupan yang layak. Selain dari itu, hadis ini mengisyaratkan juga agar setiap orang, mengonsumsi makanan secara sederhana dan tidak berlebihan. Hal ini sangat berkaitan erat dengan pola hidup sederhana dan kesehatan fisik maupun mental manusia. Mengonsumsi makanan secara berlebihan akan mengantarkan seseorang untuk menggali kuburnya sendiri. Makan berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit yang membinasakan dan merusak terhadap fisik dan rohani umat manusia.

Seorang muslim yang senantiasa menginfakkan sebagian rezekinya pada orang-orang yang membutuhkan, akan merasa cukup dengan segala karunia Allah kepadanya. Meskipun rezekinya tidak banyak, tetapi itu dirasakan sebagai suatu kecukupan yang tetap ia syukuri. Hatinya selalu tentram dan hidupnya pun nyaman. Dengan kedermawanannya, banyak orang yang bersimpati kepadanya, dan berdoa untuk kebaikan orang tersebut dalam segala kehidupannya. Inilah yang dimaksud dengan keberkahan. Dalam hal memperoleh rezeki, umat Islam diarahkan agar meraih keberkahan dari rezeki tersebut, bukan meraih banyak jumlahnya. Karena harta yang banyak dan berlimpah kalau tidak disertai keberhakan akan menjadi sia-sia dan bahkan akan menjerumuskan orang tersebut dalam prilaku yang tercela.



Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd,


Berbeda halnya dengan orang yang kikir, tidak memiliki rasa empati terhadap sesama, meskipun hartanya banyak dan berlimpah ruah, tetapi ia merasa hal itu masih kurang dan tidak cukup baginya. Sehingga ia merasa berat untuk mengeluarkan sebahagian rezekinya pada mereka yang membutuhkan. Hidupnya selalu dikejar-kejar oleh nafsu duniawi, seolah-olah ia ingin mencengkeram seisi dunia ini dengan jari-jari tangannya. Akibatnya, ia hidup dengan prinsip semua orang harus melayaninya bukan aku yang harus melayani mereka. Sikap demikian inilah yang membuat hidupnya tidak barakah dan tidak pernah merasa cukup atas rezeki yang ia dapatkan. Manusia seperti ini, digambarkan seperti orang yang meminum air laut, semakin banyak diminum, merasa semakin haus dan dahaga.

Manusia muslim harus memperhatikan nasib masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan yang lebih sulit dan menderita dari dirinya. Ia harus empati dan iba untuk menolong dan meringankan beban mereka. Jika hal itu terwujud, maka jurang kemiskinan pun bisa diminimalisir dan angka gejolak sosial pun dapat ditekan. Dengan demikian, masyarakat muslim akan sejahtera sesuai dengan tatanan dan tuntunan agamanya. Alangkah agungnya ajaran Islam yang memandang semua umatnya adalah bersaudara yang harus saling membantu dan menolong antara satu dengan yang lain. Bahkan, lebih jauh lagi, Islam melalui sabda Rasulullah SAW memandang bahwa iman seseorang tidak sempurna sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

“Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari, No: 13, Muslim, No: 45).



Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar


Kaum Muslimin dan Muslimat yang kami cintai,

Selain menyerukan untuk empati atau solidaritas pada sesama, pengarahan berikutnya dari hadis di atas adalah menyebarkan salam. Ia merupakan pesan yang sangat tinggi bagi kemanusiaan berupa tegur sapa yang mengandung arti perdamaian dan kesejahteraan. Karena mengandung nilai perdamaian dan kesejahteraan itulah, ucapan tersebut harus disebarluaskan pada setiap orang, baik orang yang dikenal maupun tidak. Hidup yang damai dan sejahtera adalah dambaan semua manusia yang beradab. Tidak ada seorang pun yang menginginkan adanya kekerasan, dan tindakan yang tidak berperikemanusiaan mengenai dirinya. Oleh karena itu, Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk semesta alam (rahmatan lil alamin), sesuai namanya, juga menyerukan umatnya untuk menebarkan perdamaian dan saling mencintai antar sesama manusia.Cinta kasih adalah modal utama untuk mewujudkan hidup rukun, aman, dan tentram. Tetapi jika ada pihak atau sekelompok manusia yang menginginkan untuk mencabik nilai-nilai yang tinggi itu, maka Islam melalui sabda Nabi Muhammad SAW, dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan memperoleh kesuksesan di dunia dan akhirat.



Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar


Demikianlah, ajaran Islam yang paripurna dan senantiasa relavan untuk diamalkan umat manusia sampai akhir masa, demi mencapai kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Bangsa yang berkeadaban adalah umat yang selalu memperhatikan nasib masyarakat sekitarnya. Mereka dapat hidup tenang dan damai, jika masyarakatnya berkecukupan. Sebaliknya mereka merasa gundah dan gelisah, jika masyarakatnya hidup susah. Hal ini digambarkan Nabi SAW sebagaimana hadis dari Nu’man bin Basyir:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

“Kamu melihat kaum mukminin dalam hal sayang menyayangi, cinta mencintai, dan kasih mengasihi, bagaikan satu tubuh, jika ada salah satu anggota tubuh yang mengeluh (sakit), maka anggota-anggota tubuh lainnya ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan merasa demam”. (HR.? Bukhari, No 6011; Muslim, No 2586).

Sikap dan cara pandang itulah yang harus kita usung bersama, yaitu solidaritas terhadap sesama. Dalam nuansa Idul Adha ini, di balik merayakan kegembiraan dan kemenangan kita dengan takbir, tahlil, dan tahmid, kita pun harus menengok saudara-saudara kita yang masih hidup dalam garis kemiskinan. Kepada mereka, kita ulurkan tangan. Untuk mereka, kita hentikan gaya hidup yang berlebihan. Marilah kita berbagi dan empati dalam kerangka solidaritas sosial untuk bahu membahu mewujudkan masyarakat yang mapan dan sejahtera.

Berkaitan dengan hal inilah maka pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah), diperintahkan kepada kita agar melaksanakan ibadah kurban. Kurban itu diarahkan agar dilakukan secara ikhlas, semata-mata mengharap keridhaan Allah SWT. Ibadah itu dilaksanakan karena Allah, dan mengahrap keridhaan-Nya. Sedangkan daging kurbannya adalah diperuntukkan bagi mereka yang hidup dalam kekurangan dan amat membutuhkan protein hewani. Tidaklah akan sampai kepada Allah darah dan daging kurban itu, yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan dari mereka yang melakukan kurban tersebut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah Telah menundukkannya untukmu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepadamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Haj, 22:37).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

?

Khutbah II

? (7x) ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.


Oleh KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Sejarah, Kajian Islam Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock