Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

Subang, Asli Muhammadiyah. Film karya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang berjudul “Santri Backpacker” siap ditayangkan di AswajaTV pada bulan Ramadlan mendatang.

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

Demikian disampaikan Ali Cahyadi, salah seorang kru Film Santri Backpacker di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Subang, Sabtu (16/5)

"Kemarin kita sudah menyerahkan film karya PCNU Subang kepada pihak AswajaTV, di sana kita diwawancara juga. Insya Allah filmnya akan diputar pada bulan puasa, mengenai tanggal dan waktunya nanti menyusul," papar Ali

Asli Muhammadiyah

Ali melanjutkan, bulan Ramadlan dipilih sebagai waktu penayangan film “Santri Backpacker” karena menyesuaikan jadwal dari AswajaTV yang kini sedang padat acara. "Karena kita ngasih filmnya belakangan jadi ya ngantri, tapi saya tetap berharap agar Pengurus NU di daerah lain bikin film juga," tambahnya.

Asli Muhammadiyah

Ali mengatakan, film ini menceritakan tentang perjalanan santri yang mencari ilmu ke tiga pesantren. Di pesantren-pesantren itu mereka mendapatkan pelajaran tentang keberagamaan yang mengusung nilai kasih sayang, bukan paksaan dan kekerasan.

"Kita ingin menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU itu mengusung Islam rahmatan lil alamin, jangan lupa nanti nonton ya," tutupnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa

PBNU Cirebon, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan Islam Nusantara adalah Islam yang menjadi inspirasi budaya, menjadi semangat nasionalisme dan cinta tanah air, serta menghormati keragaman.

Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa

“Tolong jangan dipahami mazhab baru, aliran baru, tapi tipologi Islam, Islam Nusantara adalah Islam pesantren, Islam para Wali Songo,” katanya pada pidato pembukaan Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (24/7).

Pleno yang diadakan di Kempek ini, katanya, sangat tepat momentumnya karena saat ini umat Islam dunia kehilangan kepribadian. Islam Timur Tengah tidak mampu menghadapi globalisasi.

Asli Muhammadiyah

Menurut kiai lulusan Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini, bahwa Islam Indonesia sampai saat ini masih memiliki kepribadian. Hal ini tidak lepas dari peran penting dari kiai-kiai NU di desa.

Asli Muhammadiyah

Meskipun kadang kualitas ilmunya sederhana, kata dia, kiai NU yang ada di desa berfungsi dan berperan dalam kemasyarakatannya, risalahnya sangat berfungsi. Bangsa Indonesia aman, tenteram, disamping peran besar kepolisian, juga kiai-kiai seperti itu.

“Islam Nusantara ternyata telah teruji merawat, membimbing masyarakat berbudaya, dan berkepribadian. Mereka tidak mengajarkan perang saudara untuk mencapai tujuannya. Islam Nusantara mampu menjaga keutuhan NKRI. Tidak ada kiai NU di kampung begini caranya ngebom,” jelasnya pada rapat bertema “Meneguhkan Islam Nusantara Menuju Kemandirian Ekonomi Warga”.

Tapi justru kiai NU, mengajarkan jangan bertengkar dengan sesama, jangan konflik, harus sabar, dan besar hari. Kiai kecil di kampung tersebut membangun karakter bangsa dan kepribadian. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul, Bahtsul Masail Asli Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Ibadah Haji untuk Memanusiakan Manusia

Subang, Asli Muhammadiyah. Salah satu hikmah adanya kewajiban melaksanakan ibadah haji bagi Muslim yang sudah mampu secara materi adalah untuk memanusiakan manusia.

Ibadah Haji untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji untuk Memanusiakan Manusia

Demikian salah satu poin yang disampaikan KH. Asep Zarkasih dalam taushiyahnya pada acara walimatussafar salah seorang tokoh masyarakat Desa Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat. Ahad (24/8)

"Perhatikan postur tubuh manusia: kepala di atas, perut di bawah. Coba lihat binatang domba, kepala dan perutnya sejajar, sama, bahkan kalau lagi makan kepala domba ada di bawah perut," ujar Pengurus MWCNU Kecamatan Cipeundeuy, Subang itu.

Asli Muhammadiyah

Asep melanjutkan, dalam bersikap dan bertindak seharusnya manusia itu mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan kepala, dalam hal ini adalah akal pikiran, jangan sampai melakukan sesuatu berdasarkan perut dan nafsu belaka.

"Dalam bersikap dan bertindak jangan sampai seperti domba, akal ada di bawah perut. Mau nyari rezeki, lihat dulu, itu halal apa haram? Mau melangkah, pikir dulu, mau mengerjakan pekerjaan halal apa haram? Kalau tidak seperti itu, akan sembarang dan nanti urusannya sama polisi, KPK," tegasnya dengan bahasa Sunda

Asli Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu Asep menegaskan, adanya ibadah haji adalah agar manusia menjadi manusia, karena ketika melaksanakan ibadah haji, orang akan melupakan kesenangan duniawi, yang ada adalah sedih dan terharu mengingat kebesaran dan keagungan Allah Swt. sehingga akan memberikan kekhusuan dalam beribadah.

"Pakaian haji itu untuk mengingatkan kita pada kematian dan kehidupan yang akan datang, putih semua, nanti kita kalau sudah mati tidak akan bawa apa-apa, hanya kain putih yang kita bawa," ujarnya

"Biasanya shalat di rumah itu di depannya tembok, sementara di Mekkah, shalatnya langsung menghadap ke kiblat, ke Kabah, bagaimana tidak sedih dan terharu. Di sana baca shalawat, makam Nabi yang dibacakan shalawatnya ada di depan mata," tambahnya

Ketua PGRI Kecamatan Cipeundeuy tersebut mengingatkan kepada ratusan orang yang menghadiri acara itu untuk selalu terus berdoa kepada Allah SWT sekaligus menabung supaya diberi kesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pondok Pesantren, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33

Medan,Asli Muhammadiyah. Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Medan Achmad Firdausi Hutasuhut SH,Msi menyatakan dengan tegas dan mendukung Sumatera Utara sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU ke-33 yang akan dilaksanakan tahun 2015.

"Medan sebagai ibu kota provinsi Sumut siap menjadi tempat pelaksanaan Muktamar ke 33," ujar Firdaus kepada wartawan di Medan, Selasa (18/11).

NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33

Dijelaskannya bahwa keberadaan NU bukan hanya di pulau jawa saja sehingga perlu memperhatikan keberadaan warga NU di luar pulau Jawa, khsususnya di Sumatera. Sehingga sangat pantas dan wajar kalau pelaksanaan Muktamar itu dilaksanakan di Sumut.

Asli Muhammadiyah

"Medan sebagai kota multikultur sangat tepat menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar apalagi infrastruktur sangat mendukung seperti adanya bandara, pelabuhan dan asrama haji yang sangat memadai untuk menunjang suksesnya pelaksanaan Muktamar ke depan," kata Firdausi.

Asli Muhammadiyah

Ditambahkan Firdausi, pertemuan dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Ahad (16/11) di Kantor PWNU Sumut, ada 19 cabang NU mendukung pelaksanaan Muktamar NU di Sumut.

Intinya, kata Firdausi, cabang-cabang NU di Sumut menghendaki agar provinsi tersebut menjadi tuan rumah Muktamar ke 32 Tahun 2015.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Jakarta awal November 2014, selain Medan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat juga menyatakan siap jadi tuan rumah Muktamar NU 2015. (raja/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam, Doa, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan

Canberra, Asli Muhammadiyah. Memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau di Tanah Air lebih dikenal dengan sebutan Maulidan, tak harus pulang kampung. Di mana pun bisa. Begitulah barangkali prinsip yang tertanam dalam jiwa warga nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama-NU) di Australia.

Ahad (29/4) lalu, nahdliyin bersama sejumlah muslim Indonesia di Australia menggelar Maulidan. Kegiatan tradisi keagamaan khas NU di negeri Kanguru itu tampak istimewa, karena diselenggarakan di Masjid Abu Bakar, Canberra. Masjid tersebut merupakan satu-satunya bangunan masjid yang berdiri di kota itu.

Kontributor Asli Muhammadiyah di Canberra Arif Zamhari melaporkan, selama ini, kegiatan keagamaan masyarakat Islam Indonesia di Australia, jarang sekali dilaksanakan di masjid yang pembangunannya melibatkan pemerintah tiga negara; Indonesia, Malaysia dan Pakistan, itu.

Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Rasulullah, Sudahi Sikap Saling Mem-bid’ah-kan

Keistimewaan Maulidan itu juga karena acara tersebut dihadiri tamu-tamu istimewa, antara lain, Presiden Canberra Islamic Centre Dr Yousuf, Presiden Masyarakat Islam di Canberra Sabrija Poscofic dan salah satu Imam Masjid Canberra Yahya Athay. Tak ketinggalan, tampak pula puluhan masyarakat Indonesia di Canberra.

Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa NU Australia-New Zealand Ust Muhammad Taufik Prabowo dalam ceramahnya mengingatkan kepada setiap umat Islam tentang betapa pentingnya meneladani sikap dan perilaku Rasulullah. Karena sikap dan perilaku Rasul yang menjadi cerminan visi-misi Islam rahmatan lil alamin itu merupakan upaya untuk mengedepankan sikap toleransi atau saling menghargai.

“Dengan misi inilah, Nabi Muhammad melakukan dakwahnya dengan mengedepankan sikap toleransi (tasamuh) yang tinggi, kasih sayang dan kelembutan untuk alam semesta, sekalipun terhadap mereka yang berbeda pendapat,” kandidat doktor linguistik dari The Australian National University (ANU) itu.

Asli Muhammadiyah

Dalam ceramah yang disampaikan dalam dua bahasa itu, Taufik mengimbau agar perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tak menjadi alasan untuk saling menganggap bid’ah (mengada-ada dalam beribadah) kelompok atau paham lain. Sebab, hal itulah yang terjadi di kalangan umat Islam di Indonesia saat ini.

“Mestinya, kalau kita mengaku sebagai umat Nabi Muhammad, maka seharusnya kita mengikuti cara dan teladan ini dalam kehidupan sehari-hari. Amatlah malu, menurut saya, kalau kita mengaku mengikuti Rasulullah, tapi cara kita bertentangan dengan praktik-praktik beliau,” urai Taufik yang juga Sekretaris Association Indonesian Muslim Foundation Australian Capita Territory (AIMFACT).

Asli Muhammadiyah

Taufik kepada Asli Muhammadiyah mengatakan, tema-tema toleransi beragama itu sangat sesuai, mengingat kondisi sebagian umat Islam di Indonesia yang kerap mem-bid’ah-kan kelompok Islam lainnya hanya karena perbedaaan dalam masalah cara ibadah.

Senada dengan Taufik, Duta Besar Indonesia untuk Australia Hamzah Thayeb dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam Indonesia di Australia. “Kita umat Islam di Australia adalah kaum minoritas, tapi sekalipun minoritas, kita tunjukkan bahwa kita dapat bersatu,” ujar Dubes yang pernah dipanggil pulang akibat penolakan Indonesia atas migrasi warga Indonesia asal Papua beberapa waktu lalu. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Pertandingan, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Suasana hening ketika tiga pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa memasuki area panggung International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5). Semua sorot mata tertuju ke depan.

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara

Di tengah kesunyian itu ketiganya memperagakan jurus-jurus, hingga tiga rekannya yang lain menyusul dengan membawa tiga butir kelapa hijau berikut nampan dan mejanya. Seorang dari mereka kemudian tampak seperti mengisikan kekuatan pada kelapa, lalu mendekati meja. Dan tiba-tiba... “Wushshsh...”

Meja kosong bekas tempat tiga butir kelapa itu melayang-layang seolah ada yang menggotongnya. Seorang pendekar yang bertugas memegangnya pun berlari terseret mengikuti ayunan meja bertaplak hitam itu. Sontak, ruangan ramai dengan gemuruh tepuk tangan hadirin dari kalangan ulama dalam negeri dan mancanegara.

Asli Muhammadiyah

Tamu undangan luar negeri dalam forum internasional yang diinisiasi PBNU ini antara lain datang dari? Sudan, Libia, Aljazair, India, Rusia, Maroko, Thailand, Inggris, Senegal, Lithuania, Spanyol, Yunani, Korea Selatan, Yordan, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Saudi Arabia, dan lain-lain.

Tak berhenti di situ, tiga pendekar menampilkan atraksi ekstremnya. Masing-masing menguliti kelapa hanya dengan gigi. Di sela pemandangan tak wajar itu, seorang dari keenam pesilat tersebut maju ke depan dengan membawa borgol.

Asli Muhammadiyah

Apakah borgol itu asli?

Borgol disodorkan kepada hadirin. Beberapa ulama luar negeri memeriksa keasliannya dan memastikan bahwa tiada rekayasa, sebelum akhirnya dua belenggu besi itu mengunci dua pergelangan tangan pendekar Pagar Nusa. Dengan berdiri setengah posisi kuda-kuda, sang pendekar berkomat-kamit sembari mempraktikkan beberapa jurus tangan. Sejenak kemudian ia berteriak, “Allaaaaahu akbar...”

“Prakkkk...” Borgol rangkap dua pun pecah berkeping-keping begitu kedua tangan direnggangkan. Gedung yang berada di kompleks Gelora Bung Karno itu kembali riuh dengan aplaus ratusan peserta Isomil. Beberapa orang terlihat mengabadikannya dengan foto dan video.

Suasana atraksi berakhir dengan kejutan saat ketiga pendekar yang dari awal unjuk kesaktian gigi memecah batok kelapa masing-masing. Di dalam tempurung kelapa ternyata terdapat bendera Indonesia, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera berlogo Isomil.

Entah bagaimana proses masuknya ketiga kain itu, yang jelas suara riuh tepuk tangan terdengar semakin keras. Semua tampak bahagia menyaksikan ketiga bendera tersebut dibentangkan. “Ini pemandangan yang keren,” ujar salah seorang peserta. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Bahtsul Masail, Cerita, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Ibu Korban Indoktrinasi Salafi Mengadu ke PCNU Jember

Jember, Asli Muhammadiyah. Nurhidayati datang ke kantor PCNU Jember. Ia mengadukan gejala aneh yang menimpa anak remajanya. Disinyalir anaknya telah diindoktrinasi kelompok Salafi. Anaknya, kata Nurhidayati, semula pendiam dan penurut. Namun belakangan ia menjadi pemarah dan kerap melawan orang tuanya.

“Semula anak saya belajar mengaji Al-Quran kepada ustadz dari aliran tersebut. Namun setelah satu tahun, semuanya berubah,” terang Nurhidayati kepada NU Oniline di kantor PCNU Jember, Selasa, (11/2).

Ibu Korban Indoktrinasi Salafi Mengadu ke PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibu Korban Indoktrinasi Salafi Mengadu ke PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibu Korban Indoktrinasi Salafi Mengadu ke PCNU Jember

Nurhidayati yang tinggal di Perum Pondokgede Jember menuturkan, saat ini anaknya suka mencela dan menghina amalan orang lain termasuk Aswaja yang dinilainya sebagai ahlu bid’ah. Padahal usia anak remajanya baru 14 tahun. Atas dorongan para ustadz, anaknya minta mondok di pesantren Salafi tersebut.

Asli Muhammadiyah

“Saya bilang, ibu belum ridha. Tapi dia marah luar biasa. Sambil membawa pisau dia bilang, ‘Siapapun yang berani menghalangiku, hadapi aku atau bunuh aku,’” katanya menirukan ancaman anaknya.

Nurhidayati datang ke kantor PCNU membawa pengaduan resmi yang ditembuskan ke Komnas HAM dan Bakesbanglinmas Jember. Sementara Sekretaris PCNU Jember KH Misbahussalam menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus NU dan banom NU untuk menyikapi hal tersebut.

Asli Muhammadiyah

“Saya yakin masih banyak warga lain yang menjadi korban indoktrinasi kelompok Salafi,” kata KH Misbahussalam.

Gerakan kelompok salafi-wahabi di Jember tampak semakin massif. Selain mempunyai pesantren dengan masjid cukup megah di lingkungan Sumberpakem kelurahan Kranjingan kecamatan Sumbersari, mereka juga menerbitkan buletin al-Ilmu yang dibagikan secara gratis ke masjid-masjid. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock