Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Januari 2018

Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Kalau ada yang bercita-cita mendirikan negara Islam yang benar, lakukanlah dengan cara-cara yang benar, yaitu menurut Al-Qur’an dan sunah. Islam yang benar adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Demikian disampaikan pelaku bom Bali yang sudah bertaubat, Ali Imron, saat mengisi diskusi Forum Kajian Ramadhan bertema “Peran Islam untuk Perdamaian Indonesia”. Diskusi? yang diselenggarakan Wahid Foundation ini berlangsung di Masjid Al Fataa Menteng Jakarta Pusat, Selasa (28/6) petang.

Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar

Menurut Ali Imron, sangat baik umat Islam bekerja sama dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam. Umat Islam jangan hanya memendam amarah, yang akhirnya terpancing untuk melakukan terorisme.

Asli Muhammadiyah

Perihal terorisme, semua orang sepakat harus menghentikannya. “Tetapi ketika tidak tahu fakta yang sebenarnya tentang terorisme, bagaimana bisa dilakukan?” tanyanya.

Ali berpendapat, adalah sangat penting untuk mengetahui fakta yang sebenarnya tentang terorisme yang terjadi. Selama ini pelaku terorisme dikenal sebagai sosok yang alim, rajin beribadah, dan ramah terhadap tetangga.

Asli Muhammadiyah

Hal itu yang membuat masyarakat menuduh bahwa terorisme hanyalah rekayasa. Bahkan ada warga yang marah-marah ketika seorang tetangganya menjadi tersangka terorisme, karena dalam kehidupan sehari-hari pelaku terorisme bersikap sangat baik. Mendengarkan tentang terorisme dari sumber yang benar, sangat perlu dilakukan.

Ali terlibat dalam aksi terorisme terutama karena doktrin NII dan berbaiat kepada Abdullah Sungkar. Setelah ditangkap dan divonis hukuman penjara seumur hidup, Ali tidak meminta banding atas pemberian hukuman tersebut. Alasannya ia tidak ingin menyakiti hati korban atau keluarga korban, bila mengajukan banding.

Adanya aksi terorisme yang dilakukan orang Islam membuat Islam terkesan semakin jelek. Oleh karena itu, Ali mengajak semua pihak untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, dengan cara yang sesuai fikih jihad yang benar. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal, Ahlussunnah, Doa Asli Muhammadiyah

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Asli Muhammadiyah. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Asli Muhammadiyah

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Asli Muhammadiyah

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Aswaja, Doa Asli Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama

Sumenep, Asli Muhammadiyah - Budayawan Celurit Emas Kiai D Zawawi Imron hadir sebagai penceramah dalam acara muludan yang digelar PAC. GP Ansor dan PWC ISNU Kecamatan Dungkek Sumenep, Jumat (30/12) malam. Kiai Zawawi yang hadir sebagai pengisi taushiyah mengulas hubungan ilmu dan keberkahan.

Kiai Zawawie memulainya dengan mengungkap pribahasa Madura “Cong, mon penter bede guruna, keng mon pojhur tadek guruna.” Artinya “Pandai itu ada gurunya, namun keberkahan tidak ada gurunya”.

Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama

"Salah satu contoh sarjana hukum yang banyak menulis buku tentang hukum, namun sekarang sedang dipenjara. Mau masuk penjara saja harus sekolah dulu," candanya.

Asli Muhammadiyah

Keberkahan ilmu, ujarnya, sejauh mana memberi keselamatam pada diri dan lingkungannya.

Kiai Zawawi mengetengahkan, signifikansi dialog tradisi dan agama secara historis merupakan sebuah ibadah. Bahkan, beberapa tokoh Islam, penyebar agama daerah Kecamatan Dungkek, semasa Syaikhona Kholil Bangkalan, juga getol merawat tradisi bernilai agama.

"Sebut saja Kiai Qasdu (KH Moh Anwar), Buyut KH Fathullah Zaini Dusun Tarogen, Desa Bunpenang, Dungkek merupakan ulama yang nenek moyang kita. Beliau sangat besar jasanya dalam meleburkan tradisi ke dalam nilai agama," terangnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam aspek kebudayaan, Kraton Joko Tole ada di Kecamatan Dungkek, yakni ada di Lapa Taman.

"’Tore mon entara ben kaule, kaule tekkak pang tippang cara neka depak (Mari kalau mau ke sana, walaupun saya kurang sehat bisa mampu ke sana)," kata Kiai Zawawi.

Dari beberapa persoalan keagamaan dan kebudayaan di atas, menunjukkan bahwa menurutnya, kita lahir dari ragam suku dengan struktur yang jelas; memilki sanad yang bersambung kepada para ulama dan para wali. Karenanya, Islam kita adalah Islam yang jelas statusnya; Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)," tukasnya.

Acara muludan yang bertempat dj rumah Ketua PWC ISNU Dungkek Hosnan Nasirini ini dihadiri oleh Ketua GP Ansor Sumenep, ISNU Sumenep, Ketua MUI Dungkek, Ketua MWC NU Dungkek, Ketua Ansor, ISNU, tokoh masyarakat, dan ulama se-Kecamatan Dungkek. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Berita Asli Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Asli Muhammadiyah

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Asli Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Asli Muhammadiyah

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Quote Asli Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33

Medan,Asli Muhammadiyah. Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Medan Achmad Firdausi Hutasuhut SH,Msi menyatakan dengan tegas dan mendukung Sumatera Utara sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU ke-33 yang akan dilaksanakan tahun 2015.

"Medan sebagai ibu kota provinsi Sumut siap menjadi tempat pelaksanaan Muktamar ke 33," ujar Firdaus kepada wartawan di Medan, Selasa (18/11).

NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Medan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-33

Dijelaskannya bahwa keberadaan NU bukan hanya di pulau jawa saja sehingga perlu memperhatikan keberadaan warga NU di luar pulau Jawa, khsususnya di Sumatera. Sehingga sangat pantas dan wajar kalau pelaksanaan Muktamar itu dilaksanakan di Sumut.

Asli Muhammadiyah

"Medan sebagai kota multikultur sangat tepat menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar apalagi infrastruktur sangat mendukung seperti adanya bandara, pelabuhan dan asrama haji yang sangat memadai untuk menunjang suksesnya pelaksanaan Muktamar ke depan," kata Firdausi.

Asli Muhammadiyah

Ditambahkan Firdausi, pertemuan dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Ahad (16/11) di Kantor PWNU Sumut, ada 19 cabang NU mendukung pelaksanaan Muktamar NU di Sumut.

Intinya, kata Firdausi, cabang-cabang NU di Sumut menghendaki agar provinsi tersebut menjadi tuan rumah Muktamar ke 32 Tahun 2015.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Jakarta awal November 2014, selain Medan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat juga menyatakan siap jadi tuan rumah Muktamar NU 2015. (raja/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam, Doa, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme

Jepara, Asli Muhammadiyah. Nasionalisme pemuda saat ini bisa dibilang mengalami penurunan. Karena mereka menganggap sekarang sudah tidak ada perjuangan mengangkat senjata lagi. Sebab mereka hanya tinggal menikmati hasil perjuangan.?

Keprihatinan itu diuraikan Dwi Suryoatmojo, Peneliti Madya Kementerian Pertahanan RI dalam seminar bertajuk “Islam Nusantara di Tengah Ancaman Radikalisme” yang berlangsung di aula SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, kompleks Pesantren Az Zahra, Jalan Jepara - Bangsri Km.12 Sekuro Mlonggo Jepara, Sabtu (17/10).?

Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme

Dengan keprihatinan itu alhasil pemuda hanya bisa seenaknya sendiri. Misalnya meminta uang untuk sekolah maupun kuliah. Meskipun pemuda tidak hidup di era penjajahan seyogianya pemuda dituntut memberikan kontribusi yang kreatif dan progresif.?

Asli Muhammadiyah

Melalui cara itu menurut lelaki kelahiran Jepara, 14 Agustus 1967 radikalisme yang makin berkembang di Indonesia bisa dicegah. Ia menjelaskan sebenarnya pelaku tindak radikal ialah pemuda sehingga yang patut menanggal hal negatif itu juga di tangan pemuda. Sebab pemuda lebih tahu tentang lingkungannya.?

Untuk itu pemuda harus disiapkan menjadi generasi potensial untuk menangkal pengaruh-pengaruh yang kurang bagus tersebut sebagai generasi perubahan.?

Asli Muhammadiyah

“Pemuda sekarang harus disiapkan dengan dibekali dengan ilmu yang ? baik dan cukup,” kata Kepala Bagian Operasi Intelegen AD.?

Hal itu menurutnya sejalan dengan apa yang pernah Soekarno yang meminta pemuda untuk mengubah dunia. Selain peran dari pemuda agar nasionalisme tetap berkobar perlu ditopang dengan peran pemerintah. Juga peran serta dari ulama yang senantiasa untuk dimintai pendapat tentang permasalahan yang dihadapi bangsa.?

Dalam kegiatan hasil kerjasama PAC IPNU-IPPNU Mlonggo Jepara dan SMK Az Zahra Mlonggo Jepara hadir juga sebagai pembicara Hamzal Sahal, aktifis NU di Jakarta dan KH Nuruddin Amin pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara.

Selain Seminar kegiatan yang berlangsung 2 hari ini juga diisi dengan Latihan Kader Muda (Lakmud) dan Pentas Padang Bulan. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Nahdlatul, Budaya Asli Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa memohon kesediaan Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin memimpin sedikitnya 120 peserta pelatihan da’i dan da‘iyah NU untuk mendoakan korban sipil di Gaza Palestina. Doa bersama untuk Palestina ini sekaligus menutup pelatihan dakwah di Gedung PBNU, Selasa (22/7) sore.

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza

“Kita sedih menyaksikan kebrutalan agresi militer Israel yang menyerang korban sipil di jalur Gaza. Kita mengharapkan warga dunia dalam hal ini PBB, negara-negara Islam, dan liga Arab untuk berpartisipasi dalam perdamaian di Palestina,” kata Khofifah.

Sebelum memimpin doa, Kiai Ma’ruf yang juga mengisi materi Keaswajaan dan Kepemimpinan Nasional dalam pelatihan yang difasilitasi PP LDNU dan Himpunan Da’i dan Majelis Taklim Muslimat NU ini menekankan peran para da’i NU di tengah tantangan dakwah yang semakin berat.

Asli Muhammadiyah

“Tugas para da’i ialah membuat peta dakwah agar mengetahui medan tantangan dakwah dari segala dimensinya. Karena itu, da’i mesti terus berpikir memetakan strategi dakwah. Tantangan terus berubah,” kata Kiai Ma’ruf.

Kelenturan Aswaja NU memberikan keluasan kepada kita semua untuk tidak berhenti di titik nyaman. Da’i tidak boleh statis, harap Kiai Ma’ruf.

Asli Muhammadiyah

“Mari kita tengadahkan tangan mengharapkan ridho Allah untuk menurunkan bantuannya bagi kemaslahatan warga Gaza,” ujar Kiai Ma’ruf sebelum membacakan doa yang diaminkan peserta pelatihan da’i. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Pemurnian Aqidah, Daerah Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock