Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2018

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia

Jakarta, Asli Muhammadiyah?

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, menggelar kuliah tamu dengan tema Psikologi Prasangka, ? Kamis (9/6). Kuliah tamu berlangsung di Kampus UNU, Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat, dihadiri mahasiwa UNU Indonesia dan STAINU Jakarta dari berbagai jurusan, serta mahasiswa dari kampus lain.?

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia

Any Rufaedah, Ketua Prodi Psikologi UNU Indonesia menyampaikan, kuliah tamu diselenggarakan sebagai salah satu metode pembelajaran, di luar kuliah reguler dan kajian literatur perpustakaan.?

Asli Muhammadiyah

Hadir sebagai pembicara adalah Idamsyah Eka Putra, Peneliti Senior bidang Psikologi Sosial di Universitas Persada Indonesia, dan Doktor alumni Johannes Keppler University Austria.

Asli Muhammadiyah

Dalam paparannya, Idham menyampaikan bahwa psikologi prasangka merupakan bagian dari psikologi sosial, yang merupakan perspektif yang berupaya memahami bagaimana manusia berpikir, mempengaruhi dan saling berelasi dengan lainnya. Psikologi prasangka menandakan adanya koneksi terhadap hal di luar diri seseorang atau kelompok yang berprasangka.

Lebih lanjut, Idham menyampaikan ada empat hal terkait dengan prasangka. Pertama, prasangka selalu berkenanan dengan kelompok lain; Kedua, prasangka berenaan dengan salah persepsi; Ketiga prasangka merupakan kualitas negatif ? terhadap orang atau kelompok lain; dan Keempat prasangka berkenaan dengan bagaiama atribut yang ada pada kelompok lain dipahami sebagai suatu hal yang mengancam atau tidak disukai.

Prasangka biasanya menimbulkan anggapan atau sikap yang tidak seharusnya dari kelompok atau seseorang terhadap kelompok/orang lain. Oleh karena itu sebagai akademisi dituntut untuk menumbuhkan sikap kritis dan hati-hati serta tidak mudah terpengaruh oleh stigma.

Di sisi lain, penggunaan istilah tertentu (pelabelan) juga mempengaruhi anggapan orang terhadap sesuatu. Untuk meminimalisir timbulnya prasangka negatif, penggunaan istilah yang positif sangat perlu untuk ditingkatkan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Tegal Asli Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Kalau ada yang bercita-cita mendirikan negara Islam yang benar, lakukanlah dengan cara-cara yang benar, yaitu menurut Al-Qur’an dan sunah. Islam yang benar adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Demikian disampaikan pelaku bom Bali yang sudah bertaubat, Ali Imron, saat mengisi diskusi Forum Kajian Ramadhan bertema “Peran Islam untuk Perdamaian Indonesia”. Diskusi? yang diselenggarakan Wahid Foundation ini berlangsung di Masjid Al Fataa Menteng Jakarta Pusat, Selasa (28/6) petang.

Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Mau Dirikan Negara Islam, Lakukanlah dengan Benar

Menurut Ali Imron, sangat baik umat Islam bekerja sama dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam. Umat Islam jangan hanya memendam amarah, yang akhirnya terpancing untuk melakukan terorisme.

Asli Muhammadiyah

Perihal terorisme, semua orang sepakat harus menghentikannya. “Tetapi ketika tidak tahu fakta yang sebenarnya tentang terorisme, bagaimana bisa dilakukan?” tanyanya.

Ali berpendapat, adalah sangat penting untuk mengetahui fakta yang sebenarnya tentang terorisme yang terjadi. Selama ini pelaku terorisme dikenal sebagai sosok yang alim, rajin beribadah, dan ramah terhadap tetangga.

Asli Muhammadiyah

Hal itu yang membuat masyarakat menuduh bahwa terorisme hanyalah rekayasa. Bahkan ada warga yang marah-marah ketika seorang tetangganya menjadi tersangka terorisme, karena dalam kehidupan sehari-hari pelaku terorisme bersikap sangat baik. Mendengarkan tentang terorisme dari sumber yang benar, sangat perlu dilakukan.

Ali terlibat dalam aksi terorisme terutama karena doktrin NII dan berbaiat kepada Abdullah Sungkar. Setelah ditangkap dan divonis hukuman penjara seumur hidup, Ali tidak meminta banding atas pemberian hukuman tersebut. Alasannya ia tidak ingin menyakiti hati korban atau keluarga korban, bila mengajukan banding.

Adanya aksi terorisme yang dilakukan orang Islam membuat Islam terkesan semakin jelek. Oleh karena itu, Ali mengajak semua pihak untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, dengan cara yang sesuai fikih jihad yang benar. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal, Ahlussunnah, Doa Asli Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Belajar Toleransi dari Italia

Italia adalah negara penuh peradaban. Bukan hanya olahraga sepak bolanya yang melegenda, tetapi keagamaan dan budaya tetap dijaga. Banyak kota-kota di Italia yang menjadi landmark atau brand iconic dunia, salah satunya adalah Pisa yang terkenal dengan menaranya yang miring. Orang biasa menyebutnya menara miring Pisa.

Roma yang merupakan sumber peradaban kuno juga dikenal sebagai kerajaan Romawi Kuno. Colloseum yang sering kita baca sebagai tempat diadunya para gladiator sampai mati, juga istana dan benteng Kaisar Nero yang terkenal sangat sadis. Roma sampai hari ini masih menyimpan rapi bukti-bukti sejarahnya. Dahulu kota ini terkenal dengan Imperium Romawi. Banyak benteng kokoh sebagai tembok pertahanan.

Belajar Toleransi dari Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi dari Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi dari Italia

Sebagai warga Indonesia, saya berbangga dengan Indonesia. Di kota Roma ini, Indonesia memiliki kantor di pusat kota yang strategis. Tidak banyak negara yang dapat memiliki atau menempati kantor sebagai kedutaan di Via Campania, Kota Roma ini, karena mungkin saja di sekitar gedung di sini sudah tidak boleh lagi dimiliki sendiri.

Asli Muhammadiyah

Selain Indonesia yang kantor kedutaannya berkedudukan di Via Compania, adalah Amerika Serikat dan Jepang yang kantor kedutaannya di zona yang tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan ini.

Toleransi di Itali, terlihat? seperti di Milan, Roma, dan Vatikan yang tampak sangat damai. Sering adanya undangan dialog keagamaan dari Vatikan untuk Muslim di Roma agar menjaga keharmonisan, kerukunan antarumat beragama, dan keutuhan kebangsaan. Begitu yang diceritakan oleh Adnan kepada saya.

Asli Muhammadiyah

Adnan adalah seorang staf KBRI yang juga ahli hukum Islam. Kepada saya, ia banyak menjelaskan toleransi di Roma. Banyak pemuka agama di Vatikan yang bahkan lebih tahu tentang hukum-hukum dalam keislaman dibandingkan umat Islam sendiri di sini. Sebagai Muslim seharusnya kita termotivasi untuk mempelajari keislaman lebih banyak, dengan menyediakan waktu untuk membaca dan belajar Al-Qur’an.

“Sebagai Muslim yang minoritas, yang berada di negara dengan mayoritas Katolik, haruslah tetap berbuat baik, sopan santun, dan berakhlak baik,” kata Adnan.

Ia pun menyarankan kepada saya setiap menyampaikan ceramah Ramadhan tidak menyentuh masalah-masalah yang berbau politik, apalagi masalah-masalah hubungan negara yang diplomatik. Tidak memberikan keterangan-keterangan yang memancing kerisauan umat Islam. Apalagi di sini background mereka berbeda-beda.

***

Lebaran di Italia tidak semegah dan semeriah di kampung halaman, Indonesia. Takbiran pun dibatasi, menghormati tetangga yang sedang istirahat. Begitu juga dengan izin mengadakan keramaian kepada polisi setempat. Jangan tanyakan tentang takbir keliling di Italia, itu jelas tidak ada.

Beruntung bagi diaspora Muslim Indonesia di Roma, karena KBRI menyelenggarakan shalat Idul Fitri di halaman wisma dan difasilitasi oleh Nadwah Ukhuwah Roma (NUR) yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.

Saya berkesempatan mengimami dan memberikan khutbah Idul Fitri. Saya sampaikan judul khutbah, “Menjadi Manusia Ramadhan yang Mandiri dan Rabbani”. Judul itu sengaja saya pilih yang berisi uraian bagaimana pemantapan tauhid kita bersama.

Karena suasana lebaran masuk musim panas, ini jadi ujian juga, terutama ujian pandangan. Panasnya menyengat, karena suhu di Roma pada akhir bulan Juni ini mencapai 31 derajat.

Bagi penduduk Italia, ini waktunya berlibur. Sekolah libur tiga bulan lebih. Yang punya uang banyak bisa liburan ke luar negeri. Yang uangnya pas-pasan liburan di pantai sekitar Italia. Bagi saya ini agak aneh. Saat? panas mereka ke pantai berjemur. Saat musim dingin mereka ke gunung. Bukannya malah tambah panas ketika musim panas, dan tambah dingin ketika musim dingin?

Diaspora Indonesia, terutama para mahasiswa ada yang pulang kampung ke Indonesia. Karena musim panas ini, adalah libur panjang di Italia. Libur bulan Juni hingga pertengahan September.

Para pekerja di Italia ada yang bisa mengambil cuti, ada juga yang tidak bisa mengambil cuti, tergantung bidang pekerjaannya. Mereka yang bisa ambil cuti, bisa jalan-jalan menikmati indahnya pemandangan alam Italia. Italia juga terkenal dengan batu alamnya. Granit, marmer, keramik, semuanya terunggul di dunia. Batu alam Italia terkenal kokoh dan cantik. Marmer dan bebatuan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, sebagian besar berasal dari Italia.

Banyak lokasi yang bisa dikunjungi di Italia saat libur lebaran. Colloseum di Roma, tempat para gladitor diadu dengan hewan sampai mati. Pantheon, gereja tua yang dibangun pada tahun 27 Masehi. Trevi Fountain, air mancur yang mitosnya pengunjung akan balik ke Roma jika melempar koin ke dalam kolamnya. Menara miring Pissa, termasuk gereja-gereja besar di sekitar Roma. Eldumo di Milan. Stadion-stadion sepak bola Sansiro, Turino, Olimpico. Begitu juga wisata? sejarah? di Napoli, Kampung Pompeyy. Ada juga wisata air Venesia.

Sayangnya saya tidak bisa menyusuri keindahan Venesia dan Pompeyy. Padahal keduanya adalah wisata terkenal di Italia yang bisa dijadikan sebagai wahana tadabbur alam. Venesia adalah wisata kampung air yang dapat dibilang terbaik di dunia. Pompeyy adalah kampung yang penduduknya berbuat maksiat dan langsung diazab dengan lahar panas gunung Vesuviius di Napoli.

Menurut orang-orang yang sudah sampai ke sana, Irwanda, staff KBRI salah satunya, sisa-sisa sejarahnya masih utuh. Kerangka mereka terlhat seperti berbuat maksiat waktu dulu. Memang letaknya sangat jauh dari kota Roma. Membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan dengan bus atau 5-6 jam dengan kereta. Harus kuat fisik juga menyusuri keindahannya.

Mengisi liburan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan memang penting, sebagai bentuk membaca kebesaran ciptaan Allah yang memang harus dijadikan pelajaran.

Tetapi, lebih penting lagi, karena suasana masih dalam Idul Fitri adalah mengunjungi orangtua, kerabat, teman, dan keluarga. Itu yang lebih utama, sebagaimana Rasulullah bersabda, “Siapa yang mau diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sambunglah silaturrahmi,” (HR Muslim).

H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai dan Media Internasional (TIDIM) LDNU, dan Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma, Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara

Fes, Asli Muhammadiyah. Kedutaan Besar RI (KBRI) di Rabat, Maroko, dan Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah (USMBA) Fes, Maroko, menggelar promosi bersama dengan tema ”Indonesia-Morocco Cultural Day” Jumat-Sabtu (25-26/9) di gedung utama Complex Culturelle Al Hourria Kota Fes. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kerja sama dan pemahaman masyarakat kedua bangsa.

Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara

Rektor USMBA Fes Dr. Omar Sobhei mengungkapkan pentingnya kegiatan kolaborasi semacam ini guna makin mempererat kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Rektor menyinggung hasil kerja sama yang telah dibangun USMBA dengan beberapa universitas di Indonesia seperti UNISSULA Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam waktu dekat, realisasi kerja sama yang telah ditandatangani akan dilaksanakan dengan visiting professsor (kunjungan guru besar) dari USMBA ke IAIN Padang untuk mengajar materi bahasa Arab intensif selama 3 bulan serta melakukan studi kelayakan pendirian Pusat Studi Bahasa Arab di kampus tersebut yang akan diproyeksikan menjadi cabang dari USMBA Fes.

Asli Muhammadiyah

Hari Kebudayaan diisi dengan beberapa kegiatan utama, pertama seminar mengenai Indonesia oleh Dubes RI untuk Maroko H. Tosari Widjaja yang memaparkan hubungan Indonesia-Maroko yang memiliki akar sejarah yang kuat sejak abad pertengahan dengan kedatangan ulama Maroko ke Indonesia hingga masa perang kemerdekaan antara Presiden RI Soekarno dan Raja Maroko Mohamed V.

Asli Muhammadiyah

Dengan stabilitas pembangunan dan kemajuan yang telah dicapai kini, kata Tosari, kedua bangsa melangkah lebih jauh untuk memanfaatkan berbagai kerja sama sebaik-baiknya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua bangsa. Sementara Dr. Mohamed Zouhair, Direktur Pusat Studi Dialog Peradaban dan Perbandingan Agama USMBA Fes, menyampaikan pentingnya peran kekayaan peninggalan sejarah bersama dalam pengembangan hubungan Indonesia-Maroko.

Menurtnya, pembentukan pusat kajian dan penelitian bersama antara para akademisi dan peneliti kedua negara untuk menelusuri akar kesamaan budaya dan sejarah merupakan hal penting yang harus terus diupayakan realisasinya di masa yang akan datang melalui kerja sama antar lembaga penelitian yang dimotori oleh universitas-universitas Maroko dan Indonesia.

Kegiatan selanjutnya promosi budaya dan pariwisata, Indonesia pemutaran Film Pariwisata Indonesia; Tari Pasambahan oleh pelajar PPI Maroko disusul Fashion Show oleh Hijabersmom Community (HMC) yang memperagakan? corak trend busana muslimah modern dengan aplikasi aksesoris dan bahan tenun etnik Indonesia, dalam upaya mempromosikan Indonesia sebagai Pusat Busana Muslim Dunia. Sedangkan dari Maroko Asosiasi Pengrajin Tradisional kota Fes memperagakan koleksi keindahan Kaftan Maroko.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan pameran kerajinan tradisional Indonesia-Maroko. Stan Indonesia memamerkan pojok alat musik tradisional gamelan jawa dan angklung; ragam pakaian daerah; batik dan tenun; serta hasil produk kerajinan tangan, kosmetik; kerudung dan tenun motif etnik Indonesia dari Provinsi Riau, serta pojok promosi pariwisata dengan menampilkan poster dan brosur yang dibagikan kepada para Undangan. Sedangkan stand Maroko menampilkan hasil kerajinan tradisional berupa Kaftan Maroko, lampu, bunga dan dekorasi pahatan tangan dari kuningan atau perak serta lukisan khas alam Maroko.

Promosi bersama Hari Kebudayaan ini mendapat perhatian luas dari kalangan pejabat Wilayah dan Kota Fes, akademisi, aktivis serta masyarakat kota Fes dan mendapat liputan media setempat seperti Channel 1 TV Maroko (RTM), Kantor Berita Nasional Maroko MAP dan Asia Press. (Husnul Amal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, Lomba, Tegal Asli Muhammadiyah

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Probolinggo, Asli Muhammadiyah - Dalam rangka menguatkan dan membesarkan organisasi, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan berupaya keras melengkapi kepengurusan di semua pimpinan anak cabang. Hal ini dilakukan mempermudah komunikasi dan koordinasi guna menjalankan program organisasi.

Hingga saat ini, telah rampung dibentuk kepengurusan 14 PAC Pergunu di 13 kecamatan di wilayah kerja Pergunu Kota Kraksaan. Semuanya meliputi PAC Pergunu Gending, Maron, Banyuanyar, Tiris Timur, Tiris Barat, Krucil, Gading, Pajarakan, Kraksaan, Pakuniran, Besuk, Kotaanyar, Krejengan, dan Paiton.

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Ketua Pergunu Kota Kraksaan Ishuddin mengatakan, sebuah kebanggaan ketika kehadiran Pergunu ternyata mampu menjadi magnet bagi para cerdik pandai di kalangan para ustadz di Probolinggo.

Asli Muhammadiyah

“Mereka dengan ikhlas dan antusias mau bergabung dan mengikrarkan diri untuk bersama-sama berjuang membesarkan organisasi dan mengamalkan ilmu dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat,” kata Ishuddin, Senin (25/1).

Menurutnya, dalam setiap agenda pertemuan para aktivis yang baru tergabung dalam wadah Pergunu ini selalu menyuarakan berbagai hal yang kesemuanya bermuara untuk mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan, utamanya dalam peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi para guru, ustadz dan ustadzah yang berkiprah di lembaga-lembaga pendidikan ke-NU-an.

Asli Muhammadiyah

“Mereka telah sepakat untuk menjadikan organisasi Pergunu sebagai wadah menempa diri agar menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan juga lebih bermartabat,” jelasnya.

Kenyataan ini, jelas Ishuddin, tentu sejalan dengan semangat Pergunu secara umum untuk berjuang memperbaiki masyarakat melalui jalur pendidikan yang diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kompetensi para pelaku pendidikan yang tidak lain adalah para guru atau ustadz tersebut.

“Kita akan memberikan dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang mampu memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap semua pelaku pendidikan. Bahkan tidak hanya terbatas pada anggota Pergunu. Semua akan mendapatkan manfaat dari kelahiran Pergunu ini,” tegasnya.

Ishuddin berharap semoga ke depan Pergunu bisa dan mampu menjadi wadah yang mampu menaungi para ustadz dalam mengembangkan diri agar lebih baik dan utamanya dalam ikut berkiprah memberikan warna lebih bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, Asli Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

Asli Muhammadiyah

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

Asli Muhammadiyah

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal, Kyai, Ubudiyah Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat tasawuf ditandai oleh kemunculan zuhhad (orang-orang zuhud) yang hatinya tidak tergantung pada dunia. Ada sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa ketika Islam telah berkembang luas dan kaum muslimin telah memperoleh kemakmuran, sahabat Umar bin Khattab RA berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika Umar telah masuk ke dalamnya, dia tertegun melihat isi rumah Beliau, yang ada hanyalah sebuah meja dan alasnya hanya anyaman daun kurma yang kasar. Sementara ada griba (tempat air) yang menggantung di dinding yang biasa Rasulullah pakai untuk berwudlu. Air mata Umar pun berlinang seketika. “Gerangan apakah yang membuatmu menangis, wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

Umar pun menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah? Hanya seperti ini keadaan yang aku dapati di rumah Tuan. Tidak ada perkakas, tidak ada kekayaan, padahal Tuan telah memegang kunci dunia timur dan dunia barat.” Lalu Beliau menjawab, “Wahai Umar, aku ini adalah Rasulullah. Aku bukan seorang kaisar Romawi dan juga bukan Kisra Persia. Mereka hanya mengejar duniawi, sementara aku mengutamakan ukhrowi.” Inilah jalan sufi Rasulullah.

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)
Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat atau thariqah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pertama-pertama ia muncul sekitar abad 10 M sebagai jalan yang ditempuh seorang sufi untuk sampai kepada Allah secara fardiyyah (individual). Kemudian pada abad 13 M, metode berkembang dari individual menjadi kolektif. Beberapa orang bersama-sama melakukan muraqabah kepada Allah. Dan sejak abad 15 M, terjadi transisi misi ajaran dari guru atau mursyid kepada para pengikutnya. Pada tahap ini tarekat dikenal dengan organisasi tasawuf yag melestarikan ajaran-ajaran syaikh tertentu. Karena itu pula muncul nama-nama tarekat seperti tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsyabandiyah, dan Tarekat Syadziliyah.

Asli Muhammadiyah

“Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf” ini disusun oleh Sang Kiai Ahli Dokumentasi –begitu Martin van Bruinessen menyebutnya— KH A Aziz Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyyah Denanyar Jombang. Ia sangat aktif menulis, hingga dalam usia 73 tahun ini telah menghasilkan lebih dari 200 karya buku dan ikhtishar dalam bahasa Indonesia maupun Arab. Ia rajin dalam mengumpulkan keputusan-keputusan Muktamar, Ahkamul Fuqaha’, selain juga pernah menulis 99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara.

Menurutnya, tarekat secara etimologi berarti jalan. Tarekat sama halnya dengan “madzhab” dalam disiplin Ilmu Fiqh, dan “firqah” dalam Ilmu Kalam. Sedangkan dalam istilah tasawuf, tarekat berarti perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri kepada Tuhan (hlm. 1). Tarekat kemudian dipakai dan dipahami banyak kalangan sebagai suatu bimbingan pribadi dan perilaku yang dilakukan oleh seorang mursyid kepada muridnya.

Fokus pembahasan dalam buku ini adalah golongan zuhhad (orang-orang zuhud). Karena mayoritas manusia lebih terpesona akan dunia (hubbud dunya) dan takut pada kematian (karahiyatul maut). Belajar dari kasus Daulat Bani Umayah yang ketika itu memiliki wilayah yang amat luas, terbentang dari Asia, Afrika Timur, sampai Eropa, namun seketika hancur karena tidak memiliki spiritualitas batiniah. Begitu juga yang dialami oleh Daulat Bani Abbasiyah (hlm. 5).

Asli Muhammadiyah

22 tarekat yang berhasil dihimpun oleh KH. A. Aziz Masyhuri adalah Tarekat Alawiyah, Ahmadiyah Badawiyah, Aidrusiyah, Chisytiyah, Dasuqiyah, Ghazaliyah, Haddadiyah, Idrisiyah, Khalwatiyah, Malamatiyah, Maulawiyah, Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Haqqaniyah, Qadiriyah, Rifa’iyah, Sammaniyah, Sanusiyah, Suhrawardiyah, Syadziliyah, Syattariyah, dan Tijaniyah. Pengurutan nama-nama tarekat tersebut berdasarkan abjad sebagaimana ensiklopedi pada umumnya. Semua tarekat tersebut termasuk dalam kelompok thariqah mu’tabarah, tarekat yang memiliki sanad yang muttasil (sambung) sampai kepada Rasulullah SAW.

Dalam tradisi tarekat, sebagai organisasi tasawuf, murid-murid biasanya berkumpul di suatu tempat yang disebut ribath, zawiyah, atau khanaqah untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikr Allah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat Nabi dan membaca dzikir nafi itsbat dan ism dzat secara bersama di bawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (’amaliyah), aturan-aturan (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursyid-murid, wasilah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual seperti baiat atau talqin, khususiyah, haul, dan manaqib (hlm. 8).

Kalangan Nahdiyin, walaupun tidak mengikuti organisasi tarekat tertentu, setidaknya harus memiliki jalan sufi untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran dunia yang kian hari semakin menjalar. Karena orientasi kehidupan yang sebenarnya bukanlah dunia dan harta benda, melainkan kebahagiaan hidup di kehidupan selanjutnya.

Data buku

Judul Buku : Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf

Penulis : KH. A. Aziz Masyhuri

Cetakan : II, Desember 2014

Penerbit : Imtiyaz Surabaya

Tebal : xvii + 396 halaman

Peresensi : Hilmi Abdillah, santri Pesantren Tebuireng

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Daerah, Tegal, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock