Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Januari 2018

Lapindo Jangan Ingkar Janji

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Jawa Timur, KH. Mujib Imron mendesak PT Lapindo Brantas Inc segera menyelesaikan seluruh tanggungjawabnya sesuai kesepakatan. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban semakin menderita.

“Lapindo jangan pura-pura tidak pernah berjanji untuk menyelesaikan ganti rugi. Kesepakatan sudah dicatat dan didengar seluruh masyarakat. Tidak ada alasan lagi untuk menundanya,” ujar Gus Mujib—demikian panggilan akrabnya—seperti dilansir ansor.org, Kamis (15/2) kemarin.

Lapindo Jangan Ingkar Janji (Sumber Gambar : Nu Online)
Lapindo Jangan Ingkar Janji (Sumber Gambar : Nu Online)

Lapindo Jangan Ingkar Janji

Gus Mujib menambahkan, pemerintah juga harus terus melakukan tekanan yang keras terhadap Lapindo. Tanpa tekanan, pihak Lapindo akan berleha-leha serta merasa tidak bersalah. “Pemerintah harus cepat bertindak melakukan tekanan. Bila tidak dilakukan, maka masyarakat Jawa Timur tidak akan percaya lagi pada pemerintahan sekarang,” imbuhnya.

Soal usulan agar pemerintah mengambilalih, Gus Mujib mengatakan tidak bisa begitu saja pemertintah mengambil alih. Dikatakan, harus dipertanyakan motif dan maksud di balik pihak yang mengusulkan hal tersebut. “Apa dasarnya? apa karena ada Aburizal Bakrie yang jadi menko? Apa maksudnya,” gugat Gus Mujib.

Menurut Gus Mujib, jangan gegabah memberi usulan karena dampaknya kepada uang rakyat. Penggunaan APBN punya mekanisme yang diatur oleh perundang-undangan. Oleh karena itu, tidak dapat digunakan sembarangan. Nanti pemerintah justru dituding telah melakukan pelanggaran terhadap undang-undang.

“Kalau pemertintah mau nalangin, ya monggo saja. Tetapi harus jelas dulu mekanismenya. Lapindo juga tidak boleh lepas dari beban tanggungjawab. Kerusakan ini kan karena kesalahan Lapindo,” ungkapnya.

Asli Muhammadiyah

Tentang kemampuan Lapindo? Gus Mujib mengatakan, perlu ada audit independen terhadap seluruh kekayaan Lapindo. Aset Lapindo tidak hanya ada di Porong tetapi tersebar luas dimana-mana. “Seluruh aset dan kekayaan Lapindo harus diumumkan. Apakah benar Lapindo sudah tidak mampu? Anehnya tidak ada pihak yang mendukung agar Lapindo diaudit,” tegasnya.

Karena itu, Gus Mujib mencurigai ada indikasi gerakan dari sebuah kekuatan tertentu yang mencoba menghilangkan tanggungjawab Lapindo. Apalagi Presiden Susilo Bambany Yudhoyono (SBY) sangat lambat dalam memutuskan. Tapi anehnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang biasanya lebih cepat dan kreatif dalam menangani masalah ikut-ikutan lambat.

Asli Muhammadiyah

“Saya tidak tahu kenapa? Biasanya Wapres sangat cepat mengatasai masalah. Dalam kasus Lapindo kok lambat. Ada apa ini? Pasti ada sesuatu yang tidak beres,” tukas Gus Mujib.

Gus Mujib menegaskan sebaiknya seluruh pihak sadar bahwa penyelamatan masyarakat korban Lapindo jauh lebih penting untuk diselamatkan. Dikatakan, masyarakat bukan hanya kerugian material seperti rumah, tanah, sawah dan sebagainya. Tetapi kerugian inmaterial nilainya jauh lebih mahal. “Masalah psikologis jauh lebih tak ternilai. Di situ (daerah yang jadi korban, Red) merupakan tanah kelahiran dan tumpah darah. Maka menyelesaikan perlu dengan keputusan yang bijak,” pungkasnya. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sholawat, AlaSantri, Pemurnian Aqidah Asli Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama

Brebes, NU Onlline. Pengasuh Pesantren al-Arifah Buntet Cirebon, KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim mengingatkan, bahwa bangsa yang besar jangan sampai melupakan sejarah, karena hal itu penting untuk dipahami. Terutama sejarah peran ulama dalam merebut dan mempertahankan NKRI. Ulama memiliki andil yang terbesar ? atas berdiri tegaknya NKRI.

Hal tersebut disampaikan KH Fariz pada Halalbihalal Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Songgom, Brebes di halaman Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Tegalurung Nahdliyin desa Gegerkunci, Songgom, Senin (27/7) lalu.

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama

Kang Fariz, demikian panggilan akrabnya, menunjukan bukti kalau peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 merupakan hasil keputusan dari Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya. Puncaknya, atas fatwa KH Hasyim Asy’ari menggeloralah peristiwa pada 10 November di Surabaya yang dikenal sebagai Hari Pahlawan.?

Asli Muhammadiyah

“Atas fatwa dari KH Hasyim Asy’ari, seluruh Ulama dan Santri serta elemen masyarakat lainnya bahu membahu mempertahankan dan mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi,” tegas Kang Fariz.?

Dia juga menerangkan, bahwa salah satu cara menghancurkan Indonesia adalah menjauhkan masyarakat dari Ulama. Masyarakat dijauhkan dari ilmu ulama, dibuat bodoh. agar bisa di propaganda oleh pihak lain yang tidak suka dengan keberadaan NKRI. Oleh karena itu. IPNU–IPPNU ? harus jadi garda terdepan mengawal Ulama.

Asli Muhammadiyah

Beliau juga berpesan, agar ukhuwah Islamiyah, wathoniyah, basyariyah, dan nahdliyah harus terus dipertahankan. “Insya Allah Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur,” tandasnya.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Songgom Imam Hadi Saputra menjelaskan, bahwa momentum halalbihalal ini dijadikan sebagai media untuk saling memafkan setelah ditempa 1 bulan lamanya berpuasa. Halalbihalal adalah tradisi Nahdlatul Ulama yang dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah yang merupakan Pahlawan Nasional untuk mempererat tali silaturahmi.?

“Acara Halalbihalal ini kita akan kembali fitri sebagai modal kita melaksanakan aktivitas kedepan yang lebih baik,” ujar Imam.

Turut Hadir dalam acara tersebut Ketua MWCNU Songgom Harun SAg, Camat Songgom Gunarto, Ketua PC IPNU Brebes Ferial, PC GP Ansor Brebes, Pembina, Alumni IPNU-IPPNU dan ratusan kader IPNU–IPPNU di Kecamatan Songgom. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, AlaSantri Asli Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Boyolali, Asli Muhammadiyah - Pengurus Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Boyolali Jawa Tengah masa khidmat 2017-2022 dilantik, Ahad (29/10). Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali H Masruri menitipkan tiga pesan untuk para pengurus baru.

“Pertama. Pagar Nusa Boyolali segera merapat ke pesantren, jadikan pesantren basis Pagar Nusa. Jangan sampai bela dirinya dari kelompok lain,” tegas H Masruri.

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Amanat yang kedua, agar bersinergi dengan para pengurus Ma’arif NU di Boyolali. “Ekstrakurikuler yang ada di Ma’arif, mulai dari tingkatan MI sampai Aliyah ataupun SMK, sudah mulai kita hubungkan dengan Pagar Nusa,” imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Terakhir, ia berpesan kepada generasi muda Pagar Nusa pada khususnya, untuk menyiapkan diri mereka menjadi calon pemimpin NU di masa depan. “Kami titip NU, generasi NU yang akan datang adalah Pagar Nusa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa KH M Nabil Harun. Senada dengan Ketua PCNU Boyolali, Gus Nabil juga memandang penting pengembangan Pagar Nusa di berbagai lini.

Asli Muhammadiyah

“Harus dikembangkan di semua lini. Sekolah, pesantren, dan jadikan masjid sebagai basis Pagar Nusa,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, PonPes Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara

Fes, Asli Muhammadiyah. Kedutaan Besar RI (KBRI) di Rabat, Maroko, dan Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah (USMBA) Fes, Maroko, menggelar promosi bersama dengan tema ”Indonesia-Morocco Cultural Day” Jumat-Sabtu (25-26/9) di gedung utama Complex Culturelle Al Hourria Kota Fes. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kerja sama dan pemahaman masyarakat kedua bangsa.

Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kebudayan Indonesia-Maroko Eratkan Kerja Sama Dua Negara

Rektor USMBA Fes Dr. Omar Sobhei mengungkapkan pentingnya kegiatan kolaborasi semacam ini guna makin mempererat kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Rektor menyinggung hasil kerja sama yang telah dibangun USMBA dengan beberapa universitas di Indonesia seperti UNISSULA Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam waktu dekat, realisasi kerja sama yang telah ditandatangani akan dilaksanakan dengan visiting professsor (kunjungan guru besar) dari USMBA ke IAIN Padang untuk mengajar materi bahasa Arab intensif selama 3 bulan serta melakukan studi kelayakan pendirian Pusat Studi Bahasa Arab di kampus tersebut yang akan diproyeksikan menjadi cabang dari USMBA Fes.

Asli Muhammadiyah

Hari Kebudayaan diisi dengan beberapa kegiatan utama, pertama seminar mengenai Indonesia oleh Dubes RI untuk Maroko H. Tosari Widjaja yang memaparkan hubungan Indonesia-Maroko yang memiliki akar sejarah yang kuat sejak abad pertengahan dengan kedatangan ulama Maroko ke Indonesia hingga masa perang kemerdekaan antara Presiden RI Soekarno dan Raja Maroko Mohamed V.

Asli Muhammadiyah

Dengan stabilitas pembangunan dan kemajuan yang telah dicapai kini, kata Tosari, kedua bangsa melangkah lebih jauh untuk memanfaatkan berbagai kerja sama sebaik-baiknya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua bangsa. Sementara Dr. Mohamed Zouhair, Direktur Pusat Studi Dialog Peradaban dan Perbandingan Agama USMBA Fes, menyampaikan pentingnya peran kekayaan peninggalan sejarah bersama dalam pengembangan hubungan Indonesia-Maroko.

Menurtnya, pembentukan pusat kajian dan penelitian bersama antara para akademisi dan peneliti kedua negara untuk menelusuri akar kesamaan budaya dan sejarah merupakan hal penting yang harus terus diupayakan realisasinya di masa yang akan datang melalui kerja sama antar lembaga penelitian yang dimotori oleh universitas-universitas Maroko dan Indonesia.

Kegiatan selanjutnya promosi budaya dan pariwisata, Indonesia pemutaran Film Pariwisata Indonesia; Tari Pasambahan oleh pelajar PPI Maroko disusul Fashion Show oleh Hijabersmom Community (HMC) yang memperagakan? corak trend busana muslimah modern dengan aplikasi aksesoris dan bahan tenun etnik Indonesia, dalam upaya mempromosikan Indonesia sebagai Pusat Busana Muslim Dunia. Sedangkan dari Maroko Asosiasi Pengrajin Tradisional kota Fes memperagakan koleksi keindahan Kaftan Maroko.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan pameran kerajinan tradisional Indonesia-Maroko. Stan Indonesia memamerkan pojok alat musik tradisional gamelan jawa dan angklung; ragam pakaian daerah; batik dan tenun; serta hasil produk kerajinan tangan, kosmetik; kerudung dan tenun motif etnik Indonesia dari Provinsi Riau, serta pojok promosi pariwisata dengan menampilkan poster dan brosur yang dibagikan kepada para Undangan. Sedangkan stand Maroko menampilkan hasil kerajinan tradisional berupa Kaftan Maroko, lampu, bunga dan dekorasi pahatan tangan dari kuningan atau perak serta lukisan khas alam Maroko.

Promosi bersama Hari Kebudayaan ini mendapat perhatian luas dari kalangan pejabat Wilayah dan Kota Fes, akademisi, aktivis serta masyarakat kota Fes dan mendapat liputan media setempat seperti Channel 1 TV Maroko (RTM), Kantor Berita Nasional Maroko MAP dan Asia Press. (Husnul Amal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, Lomba, Tegal Asli Muhammadiyah

Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia

Situbondo, Asli Muhammadiyah. Keragaman adalah sebuah? keniscayaan di Indonesia. Ibaratnya, Indonesia adalah rumah besar, yang di dalamnya terdapat banyak kamar. Silahkan pemilik kamar berbuat apa saja di dalam kamar itu. Tidak ada yang melarang. Tapi, ketika berada di ruang tamu, maka sesama pemilik kamar harus saling menjaga dan menghormati agar rumah besar itu tidak kacau, apalagi rusak.

Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia

Perumpamaan tersebut dikemukaan Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mohammad Mahfud MD saat menyampaikan orasinya dalam Lokakarya Nasional di auditorium Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Sekorejo, Situbondo, Ahad (16/2).

Menurut dia, kunci dari pluralisme adalah saling menghargai satu sama lain. “Kalau kita bisa saling menghargai dan menjaga satu sama lain, ya kita bangga, dan pluralisme mendapatkan tempatnya yang pas,” tukasnya.

Asli Muhammadiyah

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini menambahkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, siapapun rakyat Indonesia bisa dengan bebas mengamalkan keyakinan dan mempertahankan budayanya. Namun demikian, kebebasan itu tidak boleh melanggar undang-undang yang telah disepakati bersama.

Asli Muhammadiyah

“Kita harus saling menjaga, jangan sampai negara ini dirusak oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu pula,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, KH Afifuddin Muhajir menegaskan perlunya umat Islam mengejawantahkan nilai-nilai aqidah dalam kehidupan sosial. Sebab, nilai-nilai aqidah sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinnekaan dan Pancasila. “Makanya kalau orang Islam yang benar, pasti pancasilais,” ujarnya.

Lokakarya itu sendiri dihadiri oleh sekitar 200 peserta, yang terdiri dari para kiai dan pengasuh pesantren. Satu-satunya peserta dari Jember adalah Sekretaris PCNU Jember H Misbahussalam. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam, AlaSantri, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah

Al-Quran dan hadits sudah jelas menyebut dosa besar yang harus dijauhi oleh bukan hanya pemeluk Islam, tetapi juga non-Muslim. Pasalnya, dosa besar merupakan pelanggaran hukum dan kejahatan yang sejalan dengan common sense, nalar umum. Allah menyediakan sanksi keras bagi para pelaku dosa besar.

Meskipun demikian, Allah SWT tetap membuka lapang karunia dan pintu rahmat-Nya sebagaimana keterangan Syekh Ibnu Athaillah berikut ini.

Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ?

Asli Muhammadiyah

Artinya, “Tak ada dosa besar ketika kau disambut dengan kemurahan-Nya.”

Pelaku dosa besar dianjurkan untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau melakukan dosa besar lainnya. Mereka tidak perlu berkecil hati karena pintu tobat dan anugerah Allah masih terbuka.

Asli Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dosa besar adalah pelanggaran yang pelakunya diancam dengan siksa atau diancam dengan hudud di Al-Quran atau hadits. Sebagian ulama mengatakan, dosa besar bukan yang disebut itu. Apapun itu, semuanya ditinjau secara lahiriah. Sedangkan di sisi Allah, dosa besar ditinjau dari kemurahan dan keadilan-Nya. Kadang fakta yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita duga seperti firman Allah dalam Surat Az-Zumar ayat 47, ‘Maka tampaklah bagi mereka dari Allah apa yang mereka tidak perkirakan sebelumnya.’

Mereka yang mendapat inayah dari Allah, tidak akan menjadi sulit karena dosa besar. Mereka adalah orang pilihan Allah yang dosanya digantikan dengan kebaikan. Amal itu memang menjadi tanda yang kadang berbeda untuk sejumlah maqam sehingga harap dan takutnya mengambil porsi 50%-50% pada sejumlah maqam. Kepasrahan mereka sepenuhnya hanya kepada Allah di setiap waktu karena ketentuan Allah telah selesai sehingga tidak berubah. Beberapa ulama mengatakan, ‘Kalau harap dan takut orang beriman ditimbang, niscaya salah satu piring timbangan takkan berat sebelah. Orang beriman itu seperti burung yang terbang dengan kedua sayapnya,’ sebagaimana dikatakan oleh Syekh Zarruq.

Menurut saya, sebuah hadits yang menceritakan seseorang yang sedang dihadapkan dengan 99 dokumen berisi catatan amal buruknya di mana tiap dokumen memiliki panjang sepandangan mata, kemudian muncul secarik kertas seukuran jari yang bertuliskan kalimat tauhid La ilâha Illallâh sehingga catatan kejahatan di banyak dokumen itu tampak keliru, menunjukkan kebesaran tanggungan dan rahmat Allah, serta keluasan cakupan kemurahan dan karunia-Nya,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, Beirut, Darul Fikr, tanpa keterangan tahun, juz I, halaman 85).

Orang yang melakukan pelanggaran berat masih mendapat kesempatan untuk menerima kasih sayang Allah. Mereka berkesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka tidak boleh berputus asa karenanya mereka tidak boleh menjauh dari Allah.

? ? ? ? ? ? [?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak ada yang disebut dosa besar–baik itu menurut ketentuan syar‘i maupun secara kualifikasi. Itu menjadi kecil, tetapi justru tidak ada sama sekali ketika kau disambut dengan kemurahan-Nya melalui pemberian maaf atau ampunan, dan rahmat-Nya sehingga terlebih lagi tak ada penyiksaan. Bayangkan bagaimana jika kau adalah hamba yang taat. Pada ketaatanmu itu ihsan, penyaksian, dan penglihatanmu bekerja di mana itu terjadi karena kau lenyap dari pandangan atas amal saleh saat mengerjakannya,” (Lihat Syekh Burhanuddin Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan I, 2008 M/1429 H, halaman 54).

Rahmat dan karunia Allah begitu besar untuk mereka yang melakukan dosa besar. Kabar gembira ini sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini.

? ? ? ? ? ? (49) ? ? ? ? ?

Artinya, “Kabarkanlah kepada para hamba-Ku bahwa Aku maha pengampun lagi maha penyayang dan sungguh siksa-Ku adalah siksa yang pedih,” (Surat Al-Hijr ayat 49-50).

Hikmah ini bukan anjuran bagi manusia untuk melakukan dosa besar karena kita tidak tahu apakah dosa besar kita akan disambut dengan pada maghfirah dan rahmat-Nya atau dihadapkan pada keadilan dan kebesaran-Nya. Hikmah ini lebih merupakan kabar gembira bagi mereka yang terlanjur berdosa besar agar bertobat serta tidak berputus asa dari rahmat Allah dan tidak mengulangi dosa besarnya. Hikmah ini menunjukkan besarnya rahmat dan karunia Allah. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, Kajian Islam Asli Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah

Tulungagung, Asli Muhammadiyah - Tantangan dakwah sudah berkembang hingga ke ranah dunia maya (cyber). Hal inilah yang mendorong Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Tulungagung menggelar Pelatihan Cyber Dakwah, Sabtu (24/12), di Aula Kantor PCNU setempat.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta perwakilan dari seluruh badan otonom NU dan pesantren se-Kabupaten Tulungagung.

NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah

Ketua PCNU Tulungagung H Abdul Hakim yang membuka acara ini mengapresiasi langkah Lakpesdam NU dalam memperkuat bidang dakwah NU di dunia maya. Pihaknya mengaku sadar bahwa tantangan NU ke depan sangat berat, terutama dalam dunia cyber.

Asli Muhammadiyah

“Sekarang banyak website atau pihak-pihak tertentu yang menyebarkan berita tidak benar atau yang tidak sesuai dengan garis Ahlussunnah wal Jama’ah. Makanya saya pribadi sangat mendukung dan mengapresiasi agenda ini untuk membendung arus informasi tersebut,” paparnya.

Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Akbar Bahaulloh dari Puskomedia Indonesia IT Developer. Kegiatan dititikberatkan pada cara menyebarluaskan secara maksimal di dunia maya. (Ikbar Al Asyari/Mahbib)

Asli Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, Kajian Sunnah Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock