Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

Tasikmalaya, Asli Muhammadiyah - GP Ansor Kota Tasikmalaya mengecam aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta, kemarin malam. Melalui konperensi pers yang dilakukan di Makodim 0612 Tasikmalaya, pengurus harian GP Ansor Kota Tasikmalaya menyampaikan sikapnya terkait aksi teror yang kerap berulang terjadi di Indonesia.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf didampingi Wakil Ketua Opik Taufikul Haq, Wakil Ketua PW Ansor Jabar Asep Rizal dan jajaran Banser menegaskan bahwa aksi tersebut telah mencoreng Islam karena seolah melegalisasi bunuh diri. Padahal Islam tidak mengajarkan dakwah dengan kekerasaan apalagi sampai menghilangkan nyawa dirinya dan orang lain.

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

"Itu cara sesat. Dan tidak dibenarkan oleh Islam apapun dalihnya," kata Ricky, Kamis (25/5) malam.

Untuk itu, Ricky mengutuk keras segala tindakan aksi teror karena bukan hanya Islam, agama lain pun tidak ada yang mengizinkan aksi bunuh diri dan membunuh orang lain.

Asli Muhammadiyah

Opick Taufikul Haq menjelaskan kenapa GP Ansor memilih tempat konperensi pers di Markas Kodim. Hal ini sebagai penegasan bahwa Ansor, Banser dan TNI senantiasa bersama-sama mempertahankan NKRI karena tujuan aksi teror sudah jelas ingin memecah belah bangsa dengan maksud merubah tatanan ideologi bangsa pula.

Asli Muhammadiyah

"Maka kami mendukung penuh upaya TNI dan Polri mengusut tuntas kasus ini dan jangan sampai terjadi kembali di tanah air karena tujuan mereka ingin mengacau keamanan negara," ujarnya.

Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terkait penanganan terorisme ini karena terorisme bermula dari gerakan radikalisme yang diakui menjamur di Tasikmalaya.

"Bibit terorisme itu radikalisme. Cirinya mereka kerap menyerang Muslim yang berbeda pandangan yang sampai mengafirkan sesama Muslim," tuturnya. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar Liga Santri Nusantara (LSN) pada akhir Mei mendatang. “Rencananya akan digelar sampai bulan Oktober,” papar H Abdul Ghoffar Rozin di gedung PBNU, Rabu, (6/4).

Ketua RMI itu menuturkan, ada empat maksud dan tujuan diselenggarakannya agenda ini. Pertama, pesantren memiliki kader yang melimpah. Laki-laki yang akrab disapa Gus Rozin tersebut mengatakan bahwa selama ini orang menganggap pesantren itu hanya mempersiapkan kader ulama, padahal pesantren juga merupakan tempat yang berpotensi untuk mempersiapkan para calon atlet atau olah ragawan.

“Kalau kita melihat ada Atep (pemain Persib Bandung), Bustomi (pemain Arema Cronus), dan temen-temen yang lain. Itu adalah produk pesantren. Ini yang sering tidak tercover di media” jelas laki-laki asal Pati tersebut. ?

Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei

Kedua, pesantren memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan kader bangsa. Ia menerangkan bahwa selama ini pesantren hanya berfokus pada keilmuan dan kurang memperhatikan sektor olah raga secara serius.

“Yang ketiga, ini (LSN) adalah sumbangan pesantren terhadap bangsa ini untuk memperbaiki kaderisasi atletnya. Dalam hal ini, LSN lebih fokus pada sepak bola tentunya,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Selanjutnya, kata Gus Rozin, semua olah raga menjunjung sportivitas. Maka dari itu, ia berharap adanya LSN ini bisa menerapkan nilai-nilai sportivitas yang selama ini sudah terbangun di pesantren ke dalam cabang olah raga sepak bola.?

“Pesantren dalam pendidikan cukup sportif. Sportif dalam artian ketika dia tidak mendapat dukungan (keuangan) dari pemerintah, sportif bahwa orang masuk ke pesantren itu tidak didasarkan pada standar pendidikan dimana dia lulus sebelumnya tapi dari kemampuannya,” ujar pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati tersebut.

Kalau tahun kemarin LSN diikuti sekitar dua ratusan pesantren, maka tahun ini LSN akan diikuti oleh seribu pesantren yang tersebar di 33 provinsi. “33 provinsi tersebut akan dibagi ke dalam 33 region. Kemudian mereka bertanding untuk menghasilkan 32 pemenang di masing-masing region, dan dari 32 pemenang tersebut bertanding untuk jadi yang terbaik,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus).

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Nahdlatul Ulama, Aswaja Asli Muhammadiyah

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

Bandung, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat terus melakukan inovasi program kerja, tidak hanya masalah sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang ekonomi. Belakangan Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar mengembangkan bisnis sayur melalui teknik hidroponik dan pupuk organik.

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

Nurfais Al-Mubarok, Ketua Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar menjelaskan, program kerja bisnis sayur ini ditempatkan di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sedangkan yang menjalankan adalah kader-kader GP Ansor di kecamatan tersebut setelah melewati seleksi dan pembinaan.

“Kecamatan Kertasari merupakan daerah sentra sayur yang hari ini rawan konflik lahan. Sehingga dengan hidroponik diharapkan bisa memberi solusi, karena hidroponik merupakan sistem pertanian irit lahan,” ungkapnya kepada Asli Muhammadiyah, Sabtu (7/3).

Asli Muhammadiyah

Dia menambahkan, selain teknik hidriponik, pihaknya juga mengembangkan pupuk organik. Hal ini didorong oleh kondisi bahwa di Kecamatan Kertasari banyak warga mempunyai peternakan sapi yang bisa menghasilkan limbah kotoran yang terbuang ke sungai Citarum hingga mencapai 20 ton per hari.

Asli Muhammadiyah

“Sehingga mereka (kader Ansor Kertasari) berinisiatif membuat instalasi yang menghasilkan pupuk padat dan cair khusus untuk hidroponik. Hasil pupuk cair ini diarahkan untuk menjadi basis sistem nutrisi hidroponik,” ujar penanggung jawab riset pupuk organik cair yang produknya diberi nama “Ansoruna” itu.

Soal pupuk organik, Nurfais mengungkapkan bahwa usaha tersebut sudah dirintis sejak dua tahun yang lalu oleh tim kecil dari kader-kader PAC Kertasari. “Alhamdulillah kini coba tersebut berhasil dengan baik, bahkan ketika dibandingkan dengan hidroponik formula pupuk kimia hasilnya jauh lebih memuaskan,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan tersebut, pihaknya mengarahkan untuk mengisi pasar sayur eksklusif dan organik yang sudah ditawarkan. Misalnya tawaran dari pesantren Al Ittifaq Ciwidey, Bandung, yang diasuh KH Fuad Affandi yang sudah sejak lama mengisi 54 outlet supermarket sayur. “Ada tuntutan pasar yang trennya ke arah organik. Hari ini kader Ansor kecamatan Kertasari menjawab tuntutan tersebut,” terang Nurfais.

Dia menuturkan benih-benih sayur dikembangkan kini sedang dirumuskan oleh pengurus wilayah. Selain itu, pengurus wilayah juga berencana membangun laboratorium kultur jaringan yang dikelola oleh sumber daya manusia profesional di bawah supervisi sekolah ilmu dan teknologi hayati Institut Teknologi Bandung.

“Ada kurang lebih 70-an jenis sayur ekslusif yang beredar di pasar, misalnya pakcoy, kangkung darat, horenzo, lettuce head, siomak. Tahap awal kita membidik 5 ranking tereksklusif dan mahal, salah satunya saat ini sudah menyebarkan benih asparagus,” tuturnya.

Kalau sistem di PAC Ansor Kertasari sudah selesai, pihaknya baru akan melibatkan pengurus anak cabang lain di kabupaten Bandung. “Insyaallah dari pengurus cabang di kabupaten lain juga yang memiliki daerah sentra sayur,” cetusnya.

Nurfasi mengaku bangga karena program ini lahir dari kreativitas kader-kader PAC Kertasari, sementara Bidang Ekonomi PW Ansor Jabar hanya mengarahkan dan fasilitator untuk pola kerja sama dengan pihak lain.

“Itupun sifatnya bukan sumbangan, tetapi business to business, karena para kader memang sudah siap dan layak,” tandasnya. (Muhammad Zidni? Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Pariaman, Asli Muhammadiyah. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman sebagai bagian dari generasi muda Indonesia diharapkan terus meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang berhasil mengubah kondisi masyarakat yang jahiliyah kepada yang beradab.

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Melalui peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, PMII Pariaman berupaya memuliakan dan memahami perjuangan Nabi.

Ketua PC PMII Kota Pariaman Idris mengungkapkan hal itu, Kamis (24/1), pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Pinago, Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Asli Muhammadiyah

Tampil sebagai penceramah Deri Effendi Tuanku Sutan Bagindo. Ikut memberikan sambutan Katib PCNU Kota Pariaman Mardison, S.Ag, M.Si, Tuanku  Simarajo dan tokoh masyarakat H. Burhanuddin Zein, SH, sejumlah Mabincab PMII Kota Pariaman,  Ory Satifa Sakban, S.Pdi dan Hendri.

Asli Muhammadiyah

Menurut  Idris, sebagai organisasi berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah, peringatan maulid Nabi merupakan kegiatan penting dilaksanakan. Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi dalam rangka mensyiarkan Islam.

“Jadi kalau ada pihak yang membid’ahkan maulud Nabi Muhammad Saw, itu karena mereka tidak paham perbedaan tersebut,” kata Idris yang baru saja menyelesaikan pendidikan di STIT Syekh Burhanuddin ini.

Katib PCNU Kota Pariaman Mardison memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar PMII Kota Pariaman ini. Kegiatan ini tentu menjadi sumbangan berharga terhadap pembinaan generasi muda. Sebagai anak muda NU yang selalu kreatif dan inovatif, PMII Pariaman sudah menunjukkan jati dirinya. 

“Maulid Nabi Muhammad SAW penting disemangati oleh anak-anak muda kita. Sehingga mereka tidak salah memahami agama. Jangan sampai mereka terpengaruh oleh tindakan-tindakan radikal yang belakangan ini marah terjadi di Indonesia,” kata Mardison yang juga guru di SMA 4 Pariaman.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Hadits, IMNU, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia

Situbondo, Asli Muhammadiyah. Keragaman adalah sebuah? keniscayaan di Indonesia. Ibaratnya, Indonesia adalah rumah besar, yang di dalamnya terdapat banyak kamar. Silahkan pemilik kamar berbuat apa saja di dalam kamar itu. Tidak ada yang melarang. Tapi, ketika berada di ruang tamu, maka sesama pemilik kamar harus saling menjaga dan menghormati agar rumah besar itu tidak kacau, apalagi rusak.

Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perumpamaan Mahfud MD Tentang Pluralitas di Indonesia

Perumpamaan tersebut dikemukaan Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mohammad Mahfud MD saat menyampaikan orasinya dalam Lokakarya Nasional di auditorium Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Sekorejo, Situbondo, Ahad (16/2).

Menurut dia, kunci dari pluralisme adalah saling menghargai satu sama lain. “Kalau kita bisa saling menghargai dan menjaga satu sama lain, ya kita bangga, dan pluralisme mendapatkan tempatnya yang pas,” tukasnya.

Asli Muhammadiyah

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini menambahkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, siapapun rakyat Indonesia bisa dengan bebas mengamalkan keyakinan dan mempertahankan budayanya. Namun demikian, kebebasan itu tidak boleh melanggar undang-undang yang telah disepakati bersama.

Asli Muhammadiyah

“Kita harus saling menjaga, jangan sampai negara ini dirusak oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu pula,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, KH Afifuddin Muhajir menegaskan perlunya umat Islam mengejawantahkan nilai-nilai aqidah dalam kehidupan sosial. Sebab, nilai-nilai aqidah sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinnekaan dan Pancasila. “Makanya kalau orang Islam yang benar, pasti pancasilais,” ujarnya.

Lokakarya itu sendiri dihadiri oleh sekitar 200 peserta, yang terdiri dari para kiai dan pengasuh pesantren. Satu-satunya peserta dari Jember adalah Sekretaris PCNU Jember H Misbahussalam. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam, AlaSantri, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Pelajar NU Harus Jadi Pelopor Organisatoris

Sidoarjo, Asli Muhammadiyah. Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) di Waru Sidoarjo mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama tiga hari mulai dari Jumat-Ahad (30 Oktober-1 November) 2015. Melalui kaderisasi awal ini, mereka diharapkan dapat menggerakkan organisasi pelajar NU di kampus setempat.

Ketua PKPT IPNU Unsuri Nur Muhammad Iskandar mengatakan, selama Makesta para peserta mendapatkan materi seputar analisa diri, ke-IPNU-IPPNUan, ASWAJA, ke-NUan, keorganisasian, kepemimpinan, dan komunikasi.

Pelajar NU Harus Jadi Pelopor Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Pelopor Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Pelopor Organisatoris

"Makesta merupakan pengkaderan pertama untuk merekrut anggota IPNU-IPPNU baru yang berintelektual tinggi. Dengan Makesta ini, para anggota baru diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pengurus seperti pada masa sebelumnya," kata Iskandar, Ahad (1/11).

Asli Muhammadiyah

Iskandar menjelaskan, saat ini banyak mahasiswa organisatoris yang melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa yang sesungguhnya. Maka, dalam kesempatan itu diambil tema "Mengukuhkan jiwa sosial dan akademis generasi Nahdliyin".

Asli Muhammadiyah

"Melalui tema itu, semoga IPNU-IPPNU Unsuri mampu menjadi pelopor mahasiswa yang organisatoris dan akademis di kampus Unsuri," tukas Iskandar. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Makam Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Santri Darul Ulum Pasuruan Baca Ratna Indraswari Ibrahim

Pasuruan, Asli Muhammadiyah. “Ada yang pernah mendengar nama Ratna Indraswari Ibrahim?” tanya saya kepada 127 santri putri, berusia sekitar sebelas hingga tujuh belas tahun, Pondok pesantren Darul Ulum, Karangpandan, Pasuruan Senin (23/9). 

Santri Darul Ulum Pasuruan Baca Ratna Indraswari Ibrahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darul Ulum Pasuruan Baca Ratna Indraswari Ibrahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darul Ulum Pasuruan Baca Ratna Indraswari Ibrahim

Tidak ada jawaban. Hening. Mereka saling menoleh. Beberapa dari mereka nampak berusaha keras memanggil memori tentang nama yang saya tanyakan tadi. Tapi tak ada hasil. 

Suasana ruang belajar TK Ponpes Darul Ulum yang mereka sesaki mulai riuh, beberapa santri mulai berkomentar masygul, “Saya tidak kenal dengan nama itu,” “Tak oneng…, “Apakah dia pengurus Muslimat?”, “Atau  jangan-jangan dia itu alumni pondok kita” 

Asli Muhammadiyah

Itu beberapa komentar yang saya dan Titik Qomariyah, kawan saya, yang sempat terekam. Kami tersenyum. Satu misi terlaksana dengan baik, yaitu membuat mereka penasaran.

Asli Muhammadiyah

Itulah salah satu cara membuka klinik baca-tulis di hadapan para santri pondok. Bukan semata melemparkan pertanyaan, tetapi membangun rasa ingin tahu mereka. Mulailah saya dan Titik bergantian menampilkan slide show presentasi tentang Ratna Indraswari Ibrahim, penulis yang sudah berpulang ke Rahmatullah, 28 Maret 2011 di usia 61 tahun. 

Ratna adalah penulis yang hampir sepanjang usianya menghabiskan waktunya di atas kursi roda karena radang rachitis yang menyerangnya saat ia menjelang pra remaja. Penyakit yang membuat kaki dan tangannya mengecil hingga tak mampu berkatifitas normal layaknya orang lain. Makan, minum, mandi, dan kebutuhan mobilitasnya banyak dibantu oleh orang lain. Tetapi keterbatasan itu mengalirkan energi untuk menghasilkan ratusan cerpen dan puluhan novel yang salah satunya, 1998, bisa mereka baca secara bergiliran. 

Sampai di sini suasana kelas jadi riuh, bermacam komentar mulai muncul dari para santri. Mulai dari komentar simpati hingga keheranan yang tak henti. “Bagaimana ia menulis atau mengetik?”, “Bagaimana ia bisa menghasilkan banyak tulisan?”Dua pertanyaan itu yang paling banyak mereka lontarkan. 

Saya berkata pada mereka, “Lihat kedua tangan dan kaki kalian. Lengkap dan normal. Kalian bisa menghasilkan ribuan tulisan, baik itu cerpen, puisi, bahkan novel sekalipun. Kalian tidak hidup di atas kursi roda seperti almarhumah dan bebas bergerak kemana saja,”

Kelas pun jadi hening. Saya dan Titik memang hendak membuat mereka menyadari potensi mereka untuk menulis bisa dimulai kapan saja karena mereka punya semua modal, yang bahkan tidak dimiliki oleh seorang Ratna. Hanya butuh niat, dan itu gratis.

Setelah itu saya membacakan puisi Ibu karya D. Zawawi Imron dan satu cerita jenaka yang berjudul ‘Kado Untuk Nenek’ untuk memancing imajinasi mereka. Saat saya tanya apa yang kalian ketahui tentang Zawawi Imron, mereka serentak menjawab: Ustad! 

Saya dan Titik tergelak sembari mengangguk-angguk karena mulanya kami menebak mereka akan menjawab: sastrawan. Mengingat sebelumnya saya sudah membacakan puisi Ibu karya Zawawi Imron. 

Di akhir acara saya diberitahu pengasuh pesantren, Gus Haidar Hafeez bahwa Kiai Zawawi Imron yang sastrawan itu datang berkunjung dan memberi tausiyah pada mereka. Ah, mereka memang tidak salah. Sastrawan asal Batang-Batang, Sumenep itu nyatanya memang ustad.

Sesi berikutnya saya dan Titik membagikan kertas untuk mereka. Apa saja bisa mereka tulis di sana. Puisi, cerita singkat tentang diri dan lingkungan mereka, atau buku yang baru saja mereka baca. Tak lebih dari 15 menit, mereka membuat kami kewalahan karena mereka menulis lebih cepat dari apa yang kami pikirkan dengan hasil tulisan yang membanggakan. 

Umumnya tulisan mereka kental dengan kalimat-kalimat relijius, muncul latar-latar tempat lokal dan kental nuansa santri berikut lingkungan pondok. Bagi saya, ini awal yang baik, karena menulis sejatinya adalah merawat kehidupan. Turunnya Al Qur’an yang disampaikan secara lisan kepada Nabi Muhammad SAWsdan kemudian dituliskan, sebenarnya secara implisit memerintahkan umat untuk aktif membaca sekaligus menulis. Apalagi ayat pertama yang diturunkan Allah Swt adalah “iqra” (Bacalah).

Di sesi pamungkas, kami memberi mereka kenang-kenangan sekadarnya bagi enam tulisan terbaik dan sepakat menulis review tentang Ratna Indraswari Ibrahim, yang akan kami baca bersama-sama pekan ini. Tentu teriring lantunan Al Fatihah untuk almarhumah Ratna Indraswari Ibrahim. Spiritmu kutebar diantara para santri, mbak Ratna, tunggu, mereka tengah menyiapkan tulisan yang akan bisa kau baca dari tempatmu di sana…Gema #SastraSantri mulai kami kumandangkan dari sini, dari lingkungan kami yang hendak merawat kehidupan melalui pena…(Ari Ambarwati/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock