Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah?



Dalam rangka memperingati manakib Syekh abdul Qodir Al-Jilani, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam mengadakan doa kebangsaan dan pembacaan manaqib di Masjid Ar-Rosyid Desa Katur, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro pada Senin (9/1).

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Ketua GP Ansor Gayam Imam Hambali menyampaikan, kegiatan yang dilakukan itu adalah cerminan dan upaya untuk mengejawantahkan kaidah dasar tentang melestarikan budaya lama yang baik dan mengambil budaya baru yang lebih baik. Hal ini juga bagian bersahabat dengan tradisi bangsa.

"Ini adalah kaidah mukhafadotu ala qodimi sholih wal akhdu ala jadidil aslah yang harus kita jadikan prinsip gerakan," ungkapnya dalam sambutan sebagaimana siaran pers yang dikirim ke Asli Muhammadiyah.?

Ditambahkanya, hal ini juga sebagai bentuk cara yang santun mendoakan bangsa ini agar senantiasa terjaga dari segala hal yang memicu perpecahan dan segala jenis benih yang mengancam eksistensi NKRI.?

Terlebih, menurutnya saat ini muncul banyak gerakan yang mengatasnamakan bela NKRI, tapi justru membuat pecah belah bangsa ini dan menghilangkan semangat kebinekaan.

Asli Muhammadiyah

"Mari kita deklarasikan pada dunia bahwa Ansor Gayam akan selalu ada untuk negara dan agama hingga kapan pun," tambahnya.

Pria alumni STAI Sunan Giri ini berharap agar kegiatan semacam ini senantiasa dipertahankan sebagai bentuk mempertahankan amaliah Nahdatul Ulama dan upaya menghargai perjuangan sultonul auliya Syekh Abdul Qodir Al Jilani.

Asli Muhammadiyah

"Semoga bisa istikomah setiap tahun dan semoga kita semua mendapatkan berkahnya," pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri mantan Ketua PAC Gayam Nur Chamid, jajaran Pengurus PAC GP Ansor Gayam dan seluruh ranting. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Santri, Nasional Asli Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Terbitkan AULANISA, Kru Media Ini Lakukan Ziarah Pendiri NU

Jombang, Asli Muhammadiyah. PT AULA Media NU terhitung awal 2018 meluncurkan Majalah AULANISA. Media cetak yang akan terbit setiap pertengahan bulan tersebut menjadi bacaan alternatif bagi perempuan pesantren. Sembari menunggu hasil cetak, seluruh kru melakukan ziarah ke makam ulama dan pendiri NU di Mojokerto dan Jombang, Kamis (11/1).

“Sejak awal diamanahi AULA, orientasi saya mencoba menerapkan nilai-nilai yang diajarkan para ulama dan kiai pesantren,” kata Riadi Ngasiran, Jumat (12/1). Karena itu, ziarah merupakan ikhtiar spiritual untuk menguatkan niatan perjuangan di bidang media demi cita-cita besar bersama yakni izzul Islam wal Muslimin atau kejayaan Islam dan umat Islam, lanjut pria yang dipercaya sebagai pemimpin redaksi tersebut.

Terbitkan AULANISA, Kru Media Ini Lakukan Ziarah Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitkan AULANISA, Kru Media Ini Lakukan Ziarah Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitkan AULANISA, Kru Media Ini Lakukan Ziarah Pendiri NU

Hanya saja, sesuai jalur para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, jalurnya melalui NU. Baginya, konsep dan ikhtiar pengelolaan sesuai manajemen pers yang profesional, perlu ditopang penguatan batiniah. “Yakni dengan ziarah ke makam para wali, pendiri atau muassis dan masyayikh NU,” kata Riadi, sapaan akrabnya.

Riadi kemudian mengenang, bahwa kegiatan serupa pernah dilakukan sebelum Muktamar NU. “Dan kini ketika kita melahirkan pendampingnya, AULANISA, dengan ziarah juga,” ungkapnya. 

Penguatan batiniah juga akan didapat dari melakukan tahlil dan yasinan setiap bulan sejak 2015 hingga kini. “Nah, dengan terbitnya AULANISA, kita akan melakukan tradisi tahlil dan yasinan yang ditujukan untuk menautkan batin dengan para pendiri Majalah AULA dan muassis NU,” tandasnya.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan ziarah ke pesarean ulama dan pendiri NU diawali ke makam  Syaikh Jumadil Qubro di Troloyo Trowulan Mojokerto. Kegiatan dilanjutkan ke dua makam di Mojoagung Jombang. Berikutnya adalah ke 4 pesarean pesantren besar yakni Pesantren Darul Ulum Peterongan, Tebuireng, Mamba’ul Ma’arif Denanyar, serta dipungkasi di Bahrul Ulum Tambakberas.

Hingga kini, usai jadwal tatat letak dan posisi majalah sedang di percetakan, seluruh pimpinan dan karyawan melangsungkan tahlil dan yasinan. “Nantinya, dengan terbitnya AULANISA, kegiatan tahlil dan yasinan diselenggarakan pada Kamis pagi yakni pekan kedua dan terakhir,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Internasional Asli Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

Tasikmalaya, Asli Muhammadiyah - GP Ansor Kota Tasikmalaya mengecam aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta, kemarin malam. Melalui konperensi pers yang dilakukan di Makodim 0612 Tasikmalaya, pengurus harian GP Ansor Kota Tasikmalaya menyampaikan sikapnya terkait aksi teror yang kerap berulang terjadi di Indonesia.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf didampingi Wakil Ketua Opik Taufikul Haq, Wakil Ketua PW Ansor Jabar Asep Rizal dan jajaran Banser menegaskan bahwa aksi tersebut telah mencoreng Islam karena seolah melegalisasi bunuh diri. Padahal Islam tidak mengajarkan dakwah dengan kekerasaan apalagi sampai menghilangkan nyawa dirinya dan orang lain.

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

"Itu cara sesat. Dan tidak dibenarkan oleh Islam apapun dalihnya," kata Ricky, Kamis (25/5) malam.

Untuk itu, Ricky mengutuk keras segala tindakan aksi teror karena bukan hanya Islam, agama lain pun tidak ada yang mengizinkan aksi bunuh diri dan membunuh orang lain.

Asli Muhammadiyah

Opick Taufikul Haq menjelaskan kenapa GP Ansor memilih tempat konperensi pers di Markas Kodim. Hal ini sebagai penegasan bahwa Ansor, Banser dan TNI senantiasa bersama-sama mempertahankan NKRI karena tujuan aksi teror sudah jelas ingin memecah belah bangsa dengan maksud merubah tatanan ideologi bangsa pula.

Asli Muhammadiyah

"Maka kami mendukung penuh upaya TNI dan Polri mengusut tuntas kasus ini dan jangan sampai terjadi kembali di tanah air karena tujuan mereka ingin mengacau keamanan negara," ujarnya.

Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terkait penanganan terorisme ini karena terorisme bermula dari gerakan radikalisme yang diakui menjamur di Tasikmalaya.

"Bibit terorisme itu radikalisme. Cirinya mereka kerap menyerang Muslim yang berbeda pandangan yang sampai mengafirkan sesama Muslim," tuturnya. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Menpora Imam Nahrawi hari Selasa (16/2/2016) siang menerima sejumlah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia yang akan bertugas di luar negeri. Negara-negara tujuan para dubes Indonesia adalah Bosnia, Equador, Aljazair, Iran, Denmark, Panama, Kroasia, Oman dan Vatikan. Menpora juga menjamu makan siang bersama para dubes di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta. 

Para dubes itu adalah Dubes RI untuk Bosnia Amelia Yani, Dubes RI untuk Equador Diennaryati Tjokrosuprihartono, Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Dubes RI untuk Iran Husnan Bey Fanani, Dubes RI untuk Denmark Ibnu Said, Dubes RI untuk Panama Budhy Santoso, Dubes RI untuk Kroasia Alexander Litaay, Dubes RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif, dan Dubes RI untuk Vatikan Antonius Agus Sriyono. 

Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes

Menpora cukup senang dengan kedatangan para dubes dan menjelaskan potensi kerja sama yang bisa dilakukan, terutama kerja sama bidang pemuda dan olahraga. Yakni pertukaran pemuda dan pertukaran pelatih olahraga. Menpora juga menjelaskan event TAFISA Games 2016 dan Asian Games 2018. 

"Dalam konteks keolahragaan, kita juga sedang memperjuangkan tambahan dana buat Rio Haryanto. Soal pertukaran pelatih, utamanya adalah di olahraga unggulan. Kami betul-betul ingin mempromosikan olahraga khas Indonesia. Kami ada federasi pencak silat dan sepak takraw. Keduanya sangat menarik dan kami promosikan betul. Ada juga olahraga Tarung Derajat dari Bandung," ujar Nahrawi seperti diberitakan laman kemenpora.go.id. 

Asli Muhammadiyah

Terkait kepemudaan, Menpora berharap ada pertukaran pemuda berbagai bidang. "Kami didampingi semua deputi agar kerjasama pemuda dan olahraga dapat direalisasikan. Kami sudah ada kesepahaman dengan Menlu bahwa setiap pertukaran disambut luar biasa oleh KBRI," tandas Menpora. 

Dubes RI untuk Bosnia Amelia Yani cukup senang dengan pertemuan ini. "Kami adalah para dubes di negara-negara Balkan, ada Dubes Kroasia pecahan Yugoslavia, dan dubes-dubes lain. Kita pernah mengalami pelanggaran HAM di Indonesia 50 tahun, di sana baru 20 tahun. Kami ingin bertemu Menpora untuk mendorong pertukaran di bidang pemuda dan olahraga, seperti pelatih tenis, dan olahraga lain. Sikap mental atlet juga penting untuk ditransformasikan antar negara," ujarnya. 

Asli Muhammadiyah

"Penduduk Kroasia cuma 4,2 juta tetapi turis yang berkeliaran di sana 17 juta orang. Di Kroasia dikenal dengan bola kaki. Saya akan promosikan senam olahraga poco-poco nanti," ujar Dubes RI untuk Kroasia Alexander Litaay. 

"Saya menjadi Dubes Panama merangkap Kosta Rika, Nikaragua, dan Honduras. Pendekatan olahraga dan budaya akan menjadi kerjasama sebagai ujung tombak diplomasi," ujar Dubes RI untuk Panama Budhy Santoso. 

"Oman kurang begitu populer, namun Muscat (Ibukota Oman) itu paling cantik. Oman itu Arab yang paling sopan. Organisasi Konferensi Islam (OKI) saat ini hanya dipakai secara politis. Saya berpikir itu perlu dimanfaatkan untuk peluang ekonomi," ujar Dubes RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif 

Dubes RI untuk Denmark Ibnu Said mengatakan, setiap tahun ada Denmark Open. "Di Denmark, orang senang naik sepeda. Sekitar 70 persen di sana senang naik sepeda. Pertukaran pelatih bidang sepakbola sangat mungkin," katanya. 

"Vatikan wilayahnya sangat kecil, namun pengaruh kebijakannya sangat besar. Asian Beach Games bisa dikerjasamakan karena seribu pemuda Katholik se-Asia akan berkumpul," ujar Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono. 

"Pencak silat di Iran sangat disukai. Bagi KBRI, yang terpenting adalah sosial budaya. Selama ini persepsinya hanya soal sunni-syiah. Padahal urusan lainnya banyak," kata Dubes RI untuk Iran. 

Sejumlah deputi dan staf khusus mendampingi Menpora. Yakni Deputi Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti, Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara, Deputi Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewabroto, dan Staf Khusus Olahraga M Khusen Yusuf. 

Deputi Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti mengusulkan kerja sama di bidang kreativitas, pencegahan narkoba, pencegahan terorisme, kemaritiman, dan pluralisme atau lintas agama. Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara mengusulkan kerjasama pertukaran pemuda dan wirausaha pemuda. Deputi Pembudayaan Olahraga menjelaskan TAFISA. Sementara Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga menjelaskan kerjasama olahraga. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional Asli Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba

Bondowoso,Asli Muhammadiyah. Kepala Nasional Baanar (Baanar) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Idy Muzayyad mendukung hukuman tegas untuk pengedar dan bandar narkoba. Bahkan, menurut dia, Baanar? setuju memberlakukan hukuman mati.

“Kami mendukung hukuman mati. Mereka tidak mau dihukum mati, tapi mereka menghukum membunuh rakyat kita 30 orang lebih setiap hari. Ini tidak adil, maka hukuman mati sebagai ketegasan,” katanya pada Deklarasi Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) dan Pemuda-Santri Bondowoso Anti Narkoba di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Tansil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Sabtu (27/8) sore.

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba

Idy mengemukakan, menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), setiap hari ada 30 hingga 40 orang meninggal gara-gara narkoba. Menurut sumber yang sama pengguna narkoba saat ini ada sekitar 5,9 juta.

Asli Muhammadiyah

Narkoba, tambahnya, sudah memasuki ke segala lini dengan mudahnya. Bahkan pesantren sekalipun menjadi tempat potensial untuk menjadi tempat peredaran barang berbahaya itu.

"Kalau pesantren saja potensial, apalagi lembaga yang lain. Karena itu tidak bisa pemerintah bekerja sendirian dan masyarakat juga tidak bisa sendiri. Harus ada sinergi dengan pihak lain. Kami sebagai pemuda mendukung ketegasan aparat keamanan dalam menghadapi peredaran narkoba ini," jelasnya.

Asli Muhammadiyah

Baanar itu Badan Ansor Anti Narkoba. Logo berbentuk tameng, di dalamnya ada pemuda sehat tanpa narkoba yang warnanya putih, adalah hasil istikharah. "Artinya Baanar menjadi tameng khususnya kalangan muda dan umumnya warga NU dari bahaya narkoba," kata dia menjelaskan organisasi baru di tubuh Gerakan Pemuda Ansor? tersebut.

Baanar ini, tambah pria yang pernah Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, yaitu kependekan dari “waqina adzaa baanar”. Artinya jauhkan kami dari api neraka gara-gara narkoba.

Deklarasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso Salwa Arifin, para Muspika dan Muspida Bondowoso, Pengurus NU Bondowoso, banom-banom NU Bondowoso, santriwan-santriwati Mambaul Ulum, PKH se-Kabupaten Bondowoso dan wali santri PP Mambaul Ulum. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal, Lomba, Internasional Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

Batang, Asli Muhammadiyah. Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman Harits Dimyathi mengajak kalangan pesantren untuk pandai bersyukur. Sebab sekarang ini pesantren dan kitab kuning sebagai pilar utamanya mempunyai hak yang sama dalam sistem pendidikan nasional.?

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

“Kita patut bersyukur, karena negara sudah hadir. Ijazah lulusan pesantren yang selama puluhan tahun lalu hanya masuk di keranjang sampah, kini legalitasnya telah diakui pemerintah,” kata Kiai Luqman dalam seminar bertema Prospek Pesantren Salafiyah dalam Sistem Pendidikan Nasional? yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang, Jawa Tegah, Rabu (1/6) malam.

Asli Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu menjelaskan, perjuangan para pengasuh pesantren untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama hingga diterbitkanya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren, dilakukan setelah melewati proses panjang dan berliku.

Asli Muhammadiyah

“Sejak tahun 2004, kami bergelut dengan pasal-pasal. Tarik menarik kepentingan. Kami bersama para kiai terus mengawal dan memperjuangankan PMA ini dengan berdarah-darah,” ungkapnya dengan nada berapi-api dihadapan 200 kiai muda pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

Hingga tahun 2014 lalu, imbuh Kiai Luqman, pesantren benar-benar mendapatkan payung hukum (regulasi) yang jelas, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. PMA ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pesantren.

“Regulasi yang ada kemudian diperkuat dengan terbitnya PMA No 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren. Dimana pesantren berhak mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren masing-masing dengan basis kitab kuning,” jelas Sekretaris Forum Komunikasi Pesantren Muadalah se-Indonesia itu.

Satuan pendididikan muadalah terdiri atas dua jenis, Salafiyah yang berbasis kitab kuning dan Mu’allimin yang berbasis dirasah islamiyah. PMA tentang satuan muadalah ini pada akhirnya berhasil menyatukan dan memperkuat peran pesantren salaf dengan pesantren modern, yang selama ini antara keduanya terdapat tembok pemisah.

“Hikmahnya melalui pemyusunan PMA ini, antara pesantren salafiyah dengan pesantren modern menjadi sangat solid,” ungkapnya.

Katib Syuriyah PBNU itu menekankan pentingnya menjaga jatidiri pesantren melalui penerapan PMA tentang satuan pendidikan muadalah. Kepada para pengasuh pesantren, ia berpesan untuk tetap istiqamah menjaga kitab kuning sebagai kurikulum pesantren.

“Pesantren jangan mempersulit diri sendiri, setelah adanya PMA muadalah ini pesantren tetap bisa mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulumya dan lulusan pesantrenya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena ijazahnya sudah diakui oleh negara,” pungkasnya.?

Silaturarahmi yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang diikuti sekitar 200 pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Tampak hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Batang Soetadi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Pembina Pondok Tazakka H Muzammil Basyuni, dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi.

Selain KH Luqman Harits Dimyathi, beberapa tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Habib Luthfy Bin Yahya, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abu Hafsin Umar, Gus Idror Maimun Zubair dan KH Hasyim Muzadi. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional,Attijani Asli Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan konferensi internasional bernama International Summit of The Moderat Islamic Leaders (ISOMIL), Senin-Rabu (9-11/5) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Pertemuan para pemimpin negara dan organisasi Islam moderat dari seluruh dunia ini mengambil tema besar Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia. 

Saat Asli Muhammadiyah meminta keterangan tema besar tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ia menjelaskan bahwa Islam Nusantara telah terbukti memberikan citra Islam yang moderat, ramah, dan toloeran.

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

“Islam Nusantara tidak anti-budaya dan tradisi, ia juga mampu menyatukan antara pemahaman Islam dan nasionalisme. Hal ini dicetuskan oleh Mbah Hasyim Asy’ari, hubbul wathoni minal iman, ulama di dunia tidak ada yang mencetuskan hal tersebut,” tegas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, Sabtu (7/5) di Kantornya Gedung PBNU lantai 3 Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Sebab itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, Islam Nusantara patut menjadi inspirasi peradaban dunia yang saat ini tengah dilanda konflik berkepanjangan berupa perang dan paham radikalisme yang tumbuh menjadi tindakan terorisme.

Asli Muhammadiyah

“Yang namanya peradaban itu bagaimana menjadikan dunia ini maju dengan kondisi damai dan tenteram bagi semua di tengah perbedaan keyakinan. Itulah prinsip Islam Nusantara,” tutur Kiai asal Kempek Cirebon, Jawa Barat ini.

Jadi, tuturnya, kalau sudah tahu dan paham bahwa Islam itu hendaknya membawa perdamaian dan rahmat bagi seluruh alam tetapi masih saling membunuh, perang dengan mengorbankan rakyat sipil, dan berbuat anarkis, pemahaman agama seperti ini harus ditangkal.

“Di sinilah motivasi NU untuk menggelar kegiatan ISOMIL dengan menghadirkan tokoh-tokoh dunia Islam dengan harapan kita bekerja keras saling membantu untuk mewujudkan dunia yang damai bagi kita semua,” tandasnya. (Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock