Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Januari 2018

MA SAQA Juara I Musabaqah Hifdhil Qur’an

Probolinggo, Asli Muhammadiyah. Madrasah Aliyah Syekh Abdul Qodir Al Jailani (MA-SAQA) Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, lagi-lagi meraih prestasi membanggakan. Setelah salah satu siswanya, Fauzan menjadi juara I lomba kaligrafi tingkat kabupaten dalam seleksi Porseni Jatim 2013, kali ini giliran Syaiful Anam siswa kelas X MA SAQA yang meraih penghargaan.

Siswa yang hobi membaca Al-Quran dan bercita-cita menjadi da’i terkenal itu, sukses meraih juara I dalam Musabaqah Hifdhil Quran kategori juz 1-5 se-Jawa Timur, dalam Festival Qur’ani 2013, yang di selenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pengembangan Tahfidhul Qur’an IAIN Sunan Ampel Surabaya.

MA SAQA Juara I Musabaqah Hifdhil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
MA SAQA Juara I Musabaqah Hifdhil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

MA SAQA Juara I Musabaqah Hifdhil Qur’an

Atas keberhasilannya itu, Syaiful Anam berhak mendapatkan beasiswa selama menempuh kuliah  di IAIN Sunan Ampel, Surabaya. “Syaiful Anam akan memperoleh beasiswa selama kuliah. Jika nanti ia kuliah di IAIN Sunan Ampel. Selain itu, ada juga uang pembinaan, piagam, dan trofi,” ujar Kepala MA SAQA Moh. Rosyidi kepada Asli Muhammadiyah, Selasa (9/4).

Asli Muhammadiyah

Menurutnya, kesuksesan para siswanya itu merupakan salah satu bentuk keberhasilan madrasah aliyah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Syekh Abdul Qodir Al Jailani Barokah, Rangkang.

“Di sini ada kelompok menghafal Al-Qur’an. Bagi mereka, setelah salat Subuh wajib membaca  kitab kuning yang dilanjutkan dengan salat Dhuha. Setelah itu mereka wajib menyetor hafalan Al-Qur’an kepada pengasuh Pondok Pesantrean Syekh Abdul Qodir Al Jailani KH. Hafidz Aminuddin minimal satu halaman tiap hari,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Rosyidi mengatakan, di MA SAQA juga ada kegiatan membaca, menulis, memahami, dan menghafal Al-Qur’an dengan metode Qiroati tiap pagi dan sore. Serta kegiatan baca kitab kuning dan bahasa Arab.

“Karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Siapapun yang memahami Al-Qur’an apalagi menghafalnya, Insya Allah hidupnya selamat dunia-akhirat,” katanya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri Asli Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah?



Dalam rangka memperingati manakib Syekh abdul Qodir Al-Jilani, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam mengadakan doa kebangsaan dan pembacaan manaqib di Masjid Ar-Rosyid Desa Katur, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro pada Senin (9/1).

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Ketua GP Ansor Gayam Imam Hambali menyampaikan, kegiatan yang dilakukan itu adalah cerminan dan upaya untuk mengejawantahkan kaidah dasar tentang melestarikan budaya lama yang baik dan mengambil budaya baru yang lebih baik. Hal ini juga bagian bersahabat dengan tradisi bangsa.

"Ini adalah kaidah mukhafadotu ala qodimi sholih wal akhdu ala jadidil aslah yang harus kita jadikan prinsip gerakan," ungkapnya dalam sambutan sebagaimana siaran pers yang dikirim ke Asli Muhammadiyah.?

Ditambahkanya, hal ini juga sebagai bentuk cara yang santun mendoakan bangsa ini agar senantiasa terjaga dari segala hal yang memicu perpecahan dan segala jenis benih yang mengancam eksistensi NKRI.?

Terlebih, menurutnya saat ini muncul banyak gerakan yang mengatasnamakan bela NKRI, tapi justru membuat pecah belah bangsa ini dan menghilangkan semangat kebinekaan.

Asli Muhammadiyah

"Mari kita deklarasikan pada dunia bahwa Ansor Gayam akan selalu ada untuk negara dan agama hingga kapan pun," tambahnya.

Pria alumni STAI Sunan Giri ini berharap agar kegiatan semacam ini senantiasa dipertahankan sebagai bentuk mempertahankan amaliah Nahdatul Ulama dan upaya menghargai perjuangan sultonul auliya Syekh Abdul Qodir Al Jilani.

Asli Muhammadiyah

"Semoga bisa istikomah setiap tahun dan semoga kita semua mendapatkan berkahnya," pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri mantan Ketua PAC Gayam Nur Chamid, jajaran Pengurus PAC GP Ansor Gayam dan seluruh ranting. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Santri, Nasional Asli Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Dai LDNU Mulai Bertugas di Berbagai Negara

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) tahun ini membentuk Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM). Sebanyak 20 dai muda dari berbagai daerah terpilih melalui rangkaian seleksi dan pelatihan yang diadakan oleh Divisi Diklat dan Pengkaderan LDNU. Mereka akan bergerak ke seluruh penjuru dunia membawa Islam yang rahmatan lil alamin.

Menurut Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj, Islam yang berkembang di Nusantara terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Islam Nusantara ini didakwahkan merangkul budaya, melestarikan budaya, menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya."

Dai LDNU Mulai Bertugas di Berbagai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai LDNU Mulai Bertugas di Berbagai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai LDNU Mulai Bertugas di Berbagai Negara

Ia mengingatkan agar dai harus bersungguh-sungguh dalam berdakwah. "Sebagai pemegang amanah, kita tidak boleh ragu untuk mendakwahkan Islam Nusantara dalam kondisi apapun," kata Kang Said saat memberikan pembekalan di Gedung PBNU (19/05) untuk dai yang akan bertugas ke luar negeri.

Asli Muhammadiyah

Penanggung jawab program TIDIM, KH. Wahfiudin Sakam menyampaikan jika Ramadhan tahun ini, LDNU mengirimkan delapan anggota TIDIM untuk dakwah ke Amsterdam, Hongkong, Macau, dan Malaysia.

"Kami masih terus mematangkan program dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di luar negeri. Insya Allah selepas Ramadhan program ini akan terus berjalan," ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Ketua Pelaksana TIDIM Nugraha Romadhan menjelaskan, para dai telah sampai dan bertugas di negara penempatan.

"Ustadz Khumaini Rosadi telah tiba di Amsterdan pada 3 Juni. Ustadz Budy Budiman tiba di Macau pada 2 Juni. Ustadz Taufik Munir, Ismail Hasan, Qodarsyah, Saepuloh, dan Choirul Hady telah tiba di Malaysia 9 Juni. Insya Allah malam ini, Jumat (10/6) Ustadz Sihabudin akan bertolak ke Hongkong," ungkapnya kepada redaksi via telpon.

Ia menambahkan, dai yang bertugas di Malaysia ditempatkan di Kuala Lumpur, Kedah, Negeri Sembilan, Kinabalu, dan Serawak. "Insya Allah akan banyak hal yang dapat kita kembangkan dari program ini," tutupnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri, Pemurnian Aqidah, Tokoh Asli Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga

Salatiga, Asli Muhammadiyah - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Salatiga menggelar aksi solidaritas galang dana untuk korban bencana gempa di Aceh. Mereka menggalang dana dari para pedagang di daerah pasar raya dan juga beberapa titik di persimpangan jalan raya, Senin (12/12) pagi.

Ketua Rayon PMII Sutawijaya Fuadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kader PMII kepada saudara-saudara yang terkena bencana alam di Aceh.

Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga

Aksi yang digelar mulai pukul 08.00 di sepanjang jalan ini mengajak para pedagang dan para pengendara untuk saling berkontribusi dalam meringankan beban warga yang berada di Aceh. Meskipun suasana hujan mengguyur Kota Salatiga, para aktivis PMII Salatiga tetap melanjutkan penggalangan dana sampai pukul 13.00.

Asli Muhammadiyah

“Alhamdulillah pada aksi penggalangan dana di hari pertama ini dana yang kita kumpulkan mencapai Rp. 6.997.500,00 yang nantinya akan kita distribusikan lewat PB PMII,” kata Ketua Rayon MAD M Syukri Abadi.

Untuk tindak lanjut ke depannya pihak PMII Salatiga senantiasa siap dalam kegiatan sosial. Aksi ini diharapkan menggugah kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap masyarakat Indonesia yang membutuhkan uluran tangan. (Faizal Sutrisno/Alhafiz K)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri Asli Muhammadiyah

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja

Pamekasan, Asli Muhammadiyah - Halaman Kantor PCNU di Jalan R Abd Aziz Pamekasan dipadati warga nahdliyin, Ahad (22/1) siang. Mereka sedang mengikuti acara Dauroh Aswaja yang diisi oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Kiai Marzuki Mustamar.

Ketua PCNU Pamekasan RKH Taufik Hasyim menegaskan, acara tersebut dimaksudkan guna memperkuat amaliyah an-nahdliyah. Sebab, melalui Dauroh Aswaja, diketengahkan raham dalil naqli dan aqli guna memperkokoh tradisi ke-NU-an yang sejauh ini sudah mengakar kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja

"Ada kalanya warga nahdliyin belum paham secara mendasar dalil-dalil atas tradisi an-nahdliyah yang sudah turun temurun mereka lakukan. Melalui Dauroh Aswaja ini, diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syari," terang Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.

Asli Muhammadiyah

Pihaknya optimistis itu bisa dicapai mengingat kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat karangan Kiai Marzuqi Mustamar, diberikan secara cuma-cuma kepada peserta Dauroh Aswaja.

"Jika ada pihak yang membidahkan atau mengafirkan amaliyah an-nahdliyah seperti ziarah kubur, tahlilan, muludan, haul, selamatan kelahiran, dan sejenisnya, kitab tersebut bisa menjadi rujukan autentik," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri, Kyai Asli Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Seni Rebana Makin Bergairah

Brebes, Asli Muhammadiyah. Meski terus dihempas kesenian modern, seni rebana masih tetap bertahan bahkan di Kabupaten Brebes seni tradisional Islam itu semakin bergairah. Terbukti, dari festival rebana yang digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1431 Hijriyah dan peringatan 17 Agustus 2010 pesertanya membludak.

“Ada 28 grup rebana berlaga dalam Festival Rebana Tingkat Kabupaten di Brebes, Jawa Tengah,” ujar Ketua Panitia penyelenggara Mokh. Subekhan SSi di sela lomba di pendopo Bupati Brebes, Senin (9/5).

Seni Rebana Makin Bergairah (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Rebana Makin Bergairah (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Rebana Makin Bergairah

Menurut Subekhan, selain peserta dari 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes, ada juga peserta yang datang dari Kabupaten Tegal. “Festival ini juga diikuti dua grup dari kecamatan Adiwerna dan Talang Kabupaten Tegal,” terang Subekhan.

Asli Muhammadiyah

Bahkan, lanjut Subekhan, ada satu grup yang berasal dari para penyandang cacat mata alias tuna netra yakni dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Brebes.

Festival yang mengusung tema Penggalian Seni yang Bermartabat itu atas hasil kerja sama antara? Panitia HUT RI Kabupaten Brebes, Dewan Kesenian Daerah (DKD), Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Jamiyah Kubro Sholawat Rebana (JKSR) Kab. Brebes.

Asli Muhammadiyah

“Selama ini, kesenian yang muncul ke permukaan kesenian yang tidak bermartabat, seni rebana untuk menjawab tantangan ini agar Seni Indonesia makin bermartabat,” ujar Subekhan.

Festival yang merupakan ketiga kali ini, lanjut Subekhan, sebenarnya dipedesaan Brebes masih bergairah. Karena dari 297 desa Di kabupaten Brebes masing-masing minimal memiliki satu grup rebana.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahnui hasil kejuaraan karena masih berlangsung. Peserta membawakan lagu wajib Ya Badrotin dan satu lagu pilihan bebas. Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan dengan total 5 juta rupiah. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri Asli Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU

Rembang, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan, di Timur Tengah tidak ada ulama yang nasionalis, sedangkan di Indonesia seorang ulama juga dikenal sebagai nasionalis.

Kiai asal Cirebon Jawa Barat ini kemudian menyebut beberapa nasionalis Timur Tengah yang bukan ulama, diantaranya Saddam Husain, dan Muammar Khadafi. Sementara dari kalangan ulama yang tidak nasionalis diantaranya, Hasan Banna dan pemikir sekaligus aktivis Islam politik Mesir, Muhammad Ghozali.

Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU

"Mereka ulama besar tapi bukan nasionalis. Yang nasionalis bukan ulama," jelas Kiai Said saat peresmian Masjid Al-Amin, Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, Selasa (17/5) kemarin.

Di Indonesia, lanjut kiai Said, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari adalah ulama nasionalis. Begitu juga Kiai Wahab Chasbullah.?

"Sampai-sampai KH Hasyim Asyari mengatakan, membela tanah air fardlu ain. Setiap orang wajib (membela tanah air), sama dengan shalat. Siapa orang yang meninggal dalam rangka membela tanah air, mati sahid. Dan siapa yang membela dan memihak penjajah, boleh dibunuh. Walaupun kiai Hasyim tidak mengatakan kafir," ungkapnya.

"Dari sini KH Hasyim Asyari mempunyai jargon, hubbul wathon minal iman. Ini bukti betapa nasionalismenya ulama Indonesia," jelas alumus Universitas Umm al-Qura, Mekkah ini. (Aan Ainun Najib/Zunus)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Santri, Jadwal Kajian, Cerita Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock