Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah?



Dalam rangka memperingati manakib Syekh abdul Qodir Al-Jilani, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam mengadakan doa kebangsaan dan pembacaan manaqib di Masjid Ar-Rosyid Desa Katur, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro pada Senin (9/1).

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Ketua GP Ansor Gayam Imam Hambali menyampaikan, kegiatan yang dilakukan itu adalah cerminan dan upaya untuk mengejawantahkan kaidah dasar tentang melestarikan budaya lama yang baik dan mengambil budaya baru yang lebih baik. Hal ini juga bagian bersahabat dengan tradisi bangsa.

"Ini adalah kaidah mukhafadotu ala qodimi sholih wal akhdu ala jadidil aslah yang harus kita jadikan prinsip gerakan," ungkapnya dalam sambutan sebagaimana siaran pers yang dikirim ke Asli Muhammadiyah.?

Ditambahkanya, hal ini juga sebagai bentuk cara yang santun mendoakan bangsa ini agar senantiasa terjaga dari segala hal yang memicu perpecahan dan segala jenis benih yang mengancam eksistensi NKRI.?

Terlebih, menurutnya saat ini muncul banyak gerakan yang mengatasnamakan bela NKRI, tapi justru membuat pecah belah bangsa ini dan menghilangkan semangat kebinekaan.

Asli Muhammadiyah

"Mari kita deklarasikan pada dunia bahwa Ansor Gayam akan selalu ada untuk negara dan agama hingga kapan pun," tambahnya.

Pria alumni STAI Sunan Giri ini berharap agar kegiatan semacam ini senantiasa dipertahankan sebagai bentuk mempertahankan amaliah Nahdatul Ulama dan upaya menghargai perjuangan sultonul auliya Syekh Abdul Qodir Al Jilani.

Asli Muhammadiyah

"Semoga bisa istikomah setiap tahun dan semoga kita semua mendapatkan berkahnya," pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri mantan Ketua PAC Gayam Nur Chamid, jajaran Pengurus PAC GP Ansor Gayam dan seluruh ranting. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Santri, Nasional Asli Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Rais Aam: Presiden Jokowi Apresiasi Istighotsah Kubro NU Jatim

Sidoarjo, Asli Muhammadiyah - Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menyatakan, Istighotsah Kubro yang digelar PWNU Jawa Timur di Stadion Gelora Delta Sidoarjo itu merupakan keinginan para ulama agar bermunajat kepada Allah SWT dalam rangka menjaga umat, bangsa, dan negara dari berbagai malapetaka.

?

"Kita bersyukur dan bangga bahwa ulama tidak hanya sibuk di pesantren mencetak santri menjadi ulama. Tapi ulama mempunyai perhatian yang besar terhadap kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, para ulama mengajak untuk berkumpul mengetuk ‘pintu langit’ memohon nurullah, cahaya di atas segala cahaya," kata Kiai Maruf Amin saat memberikan pengarahan pada acara istighotsah kubro, Ahad (9/4).

?

Rais Aam: Presiden Jokowi Apresiasi Istighotsah Kubro NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Presiden Jokowi Apresiasi Istighotsah Kubro NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Presiden Jokowi Apresiasi Istighotsah Kubro NU Jatim

Kiai Maruf menceritakan, minggu lalu pihaknya bertemu Presiden Joko Widodo. Kiai Maruf mengatakan kepada Presiden bahwa warga NU dan seluruh warga Nahdliyin di Jawa Timur akan mengadakan Istighotsah Kubro mendoakan negara agar aman, tenteram, sejahtera, dan damai. “Dan beliau (Presiden Jokowi) terharu sekali,” katanya.

?

Asli Muhammadiyah

Lebih lanjut Kiai Maruf menegaskan, upaya lahiriah yang dilakukan oleh pemerintah dari atas sampai ke bawah harus didukung melalui upaya batiniah. Bahkan kalau semua manusia memperoleh rahmat Allah, upaya betatapun kecil yang dilakukan akan berdampak besar.

"Dan itu sudah pernah diakui ketika bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari Belanda, meski menggunakan peralatan seadanya, bangsa Indonesia bisa merdeka," tegas Ketua MUI pusat itu. (Moh Kholidun/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Pahlawan, Nasional, Kajian Asli Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Panitia LSN Region VIII Sumatera Sosialisasi di Halaqoh Alim Ulama Se-Lampung

Lampung Tengah, Asli Muhammadiyah - Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung menggelar Silaturrahmi dan Halaqoh Alim Ulama Pimpinan Pondok Pesantren Se-Provinsi Lampung di Bandar Jaya, Lampung Tengah, Kamis (27/7).

Kesempatan tersebut dimanfaatkan panitia Liga Santri Nusantara (LSN) untuk menyampaikan kegiatan LSN 2017. LSN merupakan agenda tahunan Kementerian Olahraga yang dimulai sejak 2015 lalu.

Panitia LSN Region VIII Sumatera Sosialisasi di Halaqoh Alim Ulama Se-Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia LSN Region VIII Sumatera Sosialisasi di Halaqoh Alim Ulama Se-Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia LSN Region VIII Sumatera Sosialisasi di Halaqoh Alim Ulama Se-Lampung

"LSN adalah ajang silaturahmi antarpesantren dan dalam rangka menebarkan muruah pesantren bagi masyarakat umum," ujar Koordinator Region LSN Lampung Munir A. Haris didampingi Sekretaris Panitia, Gus Ahmad Fauzi di Pesantren Darussaadah Lampung Tengah.

Asli Muhammadiyah

Mengusung jargon tetap? "Ayo Mondok", mudah-mudahan, kata Munir lagi, mampu menarik minat orang tua untuk mendidik anak-anaknya di pondok pesantren.

"Untuk pendaftaran LSN piala Bupati Lampung Timur dengan total hadiah Rp28 juta sudah melebihi target panitia. Dari 48 tim yang ditargetkan sudah 51 yang mendaftar, kami akan melakukan seleksi terhadap calon peserta," imbuh Fauzi.

Kegiatan halaqoh sendiri mengambil tema "Ikhtiar dari Lampung untuk Perbaikan Bangsa, Keutuhan NKRI dan Mewujudkan Indonesia Berkeadaban".

Asli Muhammadiyah

Kegiatan dihadiri ratusan kiai dan Pimpinan Pesantren se-Lampung.

"Acara ini digelar dalam rangka keprihatinan para kiai dan ikhtiar pesantren di Lampung untuk turut serta membentenggi NKRI dari ancaman fundamentalisme agama dan perpecahan," kata? Ketua PWNU Lampung KH. RM. Soleh Bajuri menambahkan. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nasional, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan

Kediri, Asli Muhammadiyah. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini mengajak para santri untuk berperan serta dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Nantinya, kontribusi para santri terhadap pengentasan kemiskinan ini akan diimplementasikan lewat program santri mengabdi.

"Tentu para santri sudah paham bahwa kemiskinan itu lebih dekat kepada kekufuran. Karena itu, saya mengajak para santri turut dalam upaya pengantasan kemiskinan di Indonesia," tegas Helmy saat menghadiri peringatan satu abad Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad, (24/1).

Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan

Helmy menjelaskan, dalam program santri mengabdi itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pesantren untuk mengirimkan santrinya di daerah-daerah tertinggal. "Santri yang akan lulus dari pesantren diminta untuk magang dan mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi pendamping pemberdayaan ekonomi," tandasnya.

Asli Muhammadiyah

Helmy menambahkan, selama ini program magang santri Lirboyo sudah ada setiap tahunnya, namun lingkupnya masih di sekitar pesantren di Kediri. Dengan kerjasama yang dibangun Kementerian PDT dan Depnakertrans dengan Pesantren Lirboyo, nantinya santri-santri Lirboyo ini akan dikirim ke daerah-daerah tertinggal yang tersebar di seluruh nusantara.

Asli Muhammadiyah

"Jadi santri di zaman modern ini harus multifungsi, selain bisa berdakwah juga harus menjadi penggerak ekonomi mikro masyarakat," ujarnya.

Para ulama pada zaman dulu, kata Helmy, sudah berjuang keras untuk memperkuat perkeonomian masyarakat. Terbukti dengan berdirinya Nahdlatut Tujjar (kebangkitan pedagang), yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

"Ini tugas para santri untuk meneruskan cita-cita ulama dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," tukasnya.

Helmy memandang pentingya urgensi dakwah para santri di daerah tertinggal. Sebab, selain penguatan keagamaan di daerah tertinggal, santri juga bisa memberikan pendampingan dalam berbagai masalah yang dihadapi  masyarakat tertinggal.

"Santri harus keluar dari sarang dan berperan aktif untuk pembangunan bangsa di masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki menyatakan, Pesantren Lirboyo yang sudah berusia satu abad sudah banyak pengalaman yang dialaminya. Namun, Pesantren Lirboyo masih mampu menjadi penjaga dalam moralitas bangsa.

"Alhamdulillah selama itu Lirboyo tidak pernah surut dalam upaya membangun bangsa," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Syura PKB, yang juga Ketua Alumni Lirboyo KH Aziz Mansyur, Rektor Al-Ahqaf University of Yaman,Prof Abdullah Muhammad Baharun, KH Imam Yahya Mahrus dan KH Kafabihi Mahrus. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ulama, Nasional, AlaNu Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Peserta Liga Santri Nusantara 2016 Naik Lima Kali Lipat

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Kemenpora kembali menginisiasi persiapan gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) II/2016. Kali ini, peserta kompetisi akan meningkat lima kali lipat dibanding LSN tahun 2015.

Peserta Liga Santri Nusantara 2016 Naik Lima Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Liga Santri Nusantara 2016 Naik Lima Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Liga Santri Nusantara 2016 Naik Lima Kali Lipat

Menurut Ketua LSN Abdul Ghaffar Rozin, konsep tahun ini akan berbeda karena jumlah region meningkat menjadi 32 region. "Sebelumnya tak sebanyak tahun ini. Dengan region yang nambah, otomatis peserta juga nambah menjadi 1024 tim dari seluruh Indonesia," kata ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU ini, Selasa (16/5) malam.

Selain meningkatkan kuantitas, lanjut dia, secara kualitas pertandingan di LSN dipastikan bakal meningkat. Itu seiring kerja sama yang sudah dilakukan dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi).

Asli Muhammadiyah

Ada 130-an wasit yang akan dilibatkan memimpin di tiap region, dengan regulasi dan tata kelola yang lebih baik. "Kalau sebelumnya masih ada banyak kekurangan, sekarang sudah di evaluasi. Termasuk verifikasi pemain, untuk mencegah pencurian umur," tegas dia.

Asli Muhammadiyah

Di sisi lain, Asdep Olahraga Pendidikan Kemenpora, Arifin ?Majid menjelaskan bahwa anggaran pada tahun ini meningkat. Apalagi, ada APBN yang siap mendukung kegiatan ini. "Kalau jumlahnya kebutuhan anggaran mencapai Rp 20-an miliar, tapi APBN menyiapkan tak sebanyak itu. Sisanya dari sponsorship," papar dia.

Kemenpora menurut dia melihat ada kesuksesan dalam pelaksanaan pada 2015 lalu. Banyak pemain bagus lahir, dan mereka siap untuk disalurkan masuk dalam tim Pelajar Asia U-18. "Nanti pemain terbaik yang terpilih pada 2015, akan memperkuat Timnas Pelajar U-18 untuk 2016," tandasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nasional Asli Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Hari Ini Awal Rangkaian Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Pengurus Muslimat NU hari ini Rabu (23/3) pagi memberikan memberikan layanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi 250 peserta di Jalan KH Agus Salim, Kota Malang. Bakti sosial ini mengawali rangkaian peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU yang puncaknya diadakan di Stadion Gajayana, Malang, pada Sabtu 26 Maret 2016.

Sementara pada Kamis pagi 24 Maret 2016, Muslimat NU menyerahkan bantuan berupa alat untuk penyandang disabilitas dan santunan kepada 100 orang di Kota Malang.

Hari Ini Awal Rangkaian Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Awal Rangkaian Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Awal Rangkaian Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU

Rangkaian peringatan harlah ini terus bergulir. Pada Jumat siang 25 Maret 2016, Muslimat NU menggelar khataman Al-Quran dengan 30 hafidzah (penghafal Al-Quran) yang berasal dari tiga cabang Muslimat NU terdekat.

Asli Muhammadiyah

Sepuluh dari mereka berasal dari Kabupaten Malang. Sepuluh hafidzah lagi berasal dari Kota Malang. Sedangkan sepuluh lainnya berasal dari Kabupaten Batu.

Khataman Al-Quran ini akan disimak oleh 70 pengurus harian PP Muslimat NU, PW Muslimat NU, PC Muslimat NU, dan tokoh setempat. Kegiatan ini rencananya akan dilangsungkan di rumah dinas Walikota Malang.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan puncak rangkaian peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU dilangsungkan di Stadion Gajayana, Malang, pada Sabtu siang 26 Maret 2016. Stadion ini akan dipadati 70 ribu jamaah yang terdiri atas anggota Muslimat NU dari pelbagai daerah.

Selama ini Muslimat NU menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan di bidang- sosial, kemasyarakatan, kesehatan, pendidikan, advokasi dan penguatan civil society, peningkatan kapasitas umat, hingga berkontribusi dalam MDGs dan SDG’s dalam upaya memajukan masyarakat khususnya perempuan Indonesia.

Unit layanan masyarakat yang dijalankan Muslimat NU meliputi Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU dengan 108 RB/RS/Klinik, 10 asrama putri/pesantren putri, 104 panti asuhan, 10 panti jompo; Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU dengan 9.986 TK/RA, 1571 PKBM, 14.350 TPQ, 10 balai latihan ketrampilan (BLK), serta 4.622 PAUD.

Selain itu Muslimat NU memiliki Yayasan Haji Muslimat (YHM) NU dengan 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH); Yayasan Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim Muslimat (Hidmat) NU dengan 59.650 majelis taklim; dan satu Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan), sembilan koperasi sekunder, 144 koperasi primer, dan 355 Tempat Pelayanan Koperasi (TPK). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nasional Asli Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU

Sejak didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H, NU lebih banyak berbaur dengan masyarakat bawah di pedesaan. Sehingga tidak heran bila NU lekat dengan bahasa tradisional.

Meski sekarang ini terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan, sebagai respon NU terhadap perkembangan dunia modern. Namun NU tetaplah organisasi yang getol mempertahankan tradisi-tradisi Nusantara, asalkan manfaatnya jelas dan bisa diselaraskan dengan ninai-nilai keislaman.

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyegarkan Peran Kebudayaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU

Salah satu contoh konkret yang bisa kita lihat sampai saat ini adalah budaya tahlilan. Meski ormas-ormas lain gencar menuduh tahlilan bi’dah, karean tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, namun NU tetap kuat dengan perinsipnya, selama mengandung maslahah bagi masyarakat dan bisa diselaraskan dengan nilai-nilai ke-Islaman, tanpa masalah.

Dalam sejarah Nusantara masa lalu, tahlilan berasal dari upacara pribadatan (selamatan) yang dilakukan nenak moyang bangsa Indonesia yang mayoritas dari mereka adalah penganut agama Hindu dan Budha. Upacara tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan do’a kepada orang yang telah meninggal dunia.

Asli Muhammadiyah

Namun secara praktis tahlilan yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu dengan tahlilan yang dilakukan oleh warga NU jauh berbeda, yakni menganti semua bacaan upacara selamatan tersebut dengan bacaan-bacaan-bacaan Al-Quran, Shalawat dan dzikir-dzikir kepada Allah SWT. Manfatnya, selain mendekatkan diri kepada Allah SWT. budaya tahlilan juga merekatkan relasi sosial masyarakat.

Asli Muhammadiyah

Itu hanya salah satu contoh bahwa NU begitu menghargai kebudayaan Nusantara. Selama mengandung maslahah dan bisa diselaraskan dengan ajaran Islam, kebudayaan apapun harus tetap dipertahankan. Sebab kebudayaan merupakan kekayaan bangsa yang harganya begitu mahal. Bahkan suatu bangsa tanpa kebudayaan tak bernilai di mata dunia internasional.

Di tengah kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat, NU harus mampu memainkan perannya secara siginifikan di bidang kebudayaan. Agar aset-aset kekayaan bangsa Indonesia tidak tergerus oleh budaya global yang notabene banyak dipengaruhi budaya-budaya Barat. Terutama menyangkut kerekatan relasi sosial antarsesama bangsa.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat menjadi ancaman serius bagi budaya silaturrahim yang sejak dulu telah membudaya di bumi Nusantara. Komunikasi melalui HP, Facebook, Twiter dan yang sejenis, perlahan tapi pasti telah merusak tatanan kebudayaan Nusantara. Meski secara jujur kita akui ada hal positifnya. Hanya saja jangan sampai kita terlelap dalam gelamur kebudayaan modern, sehingga lupa akar kebudayaan Nusantara yang mestinya kita lestarikan.

Hal mendasar yang begitu terasa jauh saat ini dari realitas dilingkungan kita adalah budaya gotong royong. Dulu budaya ini mengakar kuat dalam tradisi Nusantara. Sekarang hanya tinggal kenangan, sebab masyarakat sibuk dengan ambisi individualismenya masing-masing dan mengukur segalanya dengan upah (uang). Di desa sekalipun kita sangat sulit menemukan budaya gotong royong dilakukan oleh warga. Sementara gotong royong dahulu begitu akrab didengar di pedesaan.

Suatu contoh, di masa lalu orang desa yang hendak memperbaiki kandang hewan peliharaan hanya butuh kentongan sebagai alat bunyi yang menandakan bahwa keluarga tersebut sedang butuh bantuan, sehingga ketika kentongan tersebut bunyikan warga datang berhamburan untuk membantunya. Kemudian mereka berbaur bersama begitu akrab tanpa tanpa berharap upah. Sekarang budaya seperti ini sudah tidak jelas rimbanya.

Oleh karena itu, NU sebagai organisasi sosial keagamaan harus bisa memainkan perannya secara signifikan dalam rangka menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara. Jangan sampai aset kebudayaan yang begitu banyak dimiliki Indonesia di masa lalu hilang ditelan globalisasi budaya. Negara kita dikenal dengan negara multikultural, kita tidak ingin julukan ini hanya manis di masa lalu, namun sekarang kita hanya gigit jari karena kelalaian dalam menjaga kebudayaan tersebut.

* Penulis adalah Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (Ambisi) dan Pustakawan Pesantren Mahasiswa (Pesma) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja, Daerah, Nasional Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock