Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2018

Resolusi Jihad Belum Tercantum, Buku Sejarah Harus Ditulis Ulang

Bawean, Asli Muhammadiyah - Ketua PCNU Bawean, Jawa Timur KH Fauzi Rouf menyatakan bahwa sejarah bangsa ini harus banyak berterima kasih kepada peran besar ulama dan santri, karena itulah sejarah harus ditulis ulang.

"Peran ulama dan santri sangatlah besar, sehingga melahirkan Resolusi Jihad. Namun, hal ini belum ditulis dalam buku-buku sejarah yang dipelajari para pelajar dan santri. Karena itu sejarah ini harus ditulis ulang," ujarnya di hadapan sekitar dua ribu santri dalam peringatan Hari Santri Nasional bertajuk Semarak Hari Santri 22 Oktober Resolusi Jihad NU, yang diselenggarakan PCNU Bawean di Pesantren Mambaul Falah, Bawean, Sabtu malam (22/10) melalui siaran pers.

Resolusi Jihad Belum Tercantum, Buku Sejarah Harus Ditulis Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad Belum Tercantum, Buku Sejarah Harus Ditulis Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad Belum Tercantum, Buku Sejarah Harus Ditulis Ulang

Sementara itu Direktur Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto yang didapuk sebagai penceramah puncak acara peringatan HSN menegaskan bahwa tidak ada hari pahlawan tanpa ada Resolusi Jihad.

Asli Muhammadiyah

"Hari Pahlawan 10 November itu adalah kelanjutan dan efek dari Resolusi Jihad 22 Oktober. Bung Tomo dan para pecinta kemerdekaan menyebarkan fatwa atau resolusi jihad ini ke seluruh penjuru negeri. Para ulama prihatin karena Indonesia akan kembali dijajah tentara sekutu dan Belanda.? Inilah di antara bukti nyata bahwa para santri dan ulama mencintai negeri ini, dan karenanya mempertahankan kemerdekaan yang merupakan kewajiban bersama," ujar Sekretaris Pergunu Jombang ini di hadapan para kiai jajaran PCNU, lembaga, banom, MWCNU dan santri seluruh Bawean.

Ia menambahkan, langkah para ulama dalam mengawal negeri ini dapat kita saksikan misalnya pada tahun 1916 Kiai Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Wathon yang artinya kebangkitan tanah air atau kebangkitan kebangsaan. Kemudian disusul dengan pemberian nama yang beragam di berbagai daerah agar tidak diketahui penjajah, misalnya di Gresik dinamai Farul Wathon (Elemen Bangsa), di Jombang dinamai Hidayatul Wathon Pencerah Bangsa).

“Inilah juga bukti kecintaan para kiai atas negeri ini. Pada tahun 1918 didirikan Nahdatut Tujjar (Kebangkitan para saudagar) yang merupakan bukti kemandirian para ulama dalam perjuangan kemerdekaan," ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Karena itu, lanjutnya, kita harus bangga menjadi santri. Ustadz, dan ulama otomatis adalah santri. Dan santri diharapkan berperan seperti para ustadz dan kiai. Ia mengajak untuk menjadikan Hari Santri ini dengan berbuat nyata bagi bangsa ini. Mengisinya dengan menerapkan Islam moderat, Ahllussunnah wal Jamaah ala Nahdlatil Ulama."

Puncak acara ini dirangkai dengan pembacaan wasilah dan Shalawat Nariyah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars santri, pembacaan Ikrar Santri, dan aneka tampilan kesenian santri. Doa dibacakan Mustasyar PCNU Bawean yang juga pengasuh Pesantren Mambaul Falah, Tambak Bawean, KH Abdul Aziz? Ismail. Sosok Kiai Abdul Aziz adalah kiai aktivis, terhitung sejak 1963 sudah terlibat dalam aktivitas dan gerakan NU. Untuk menggenapi keikutsertaan dalam muktamar dengan volume Sembilan kali, Kiai yang menyaksikan para kiai berkumpul di jalan Matraman (rumah Bu Nyai Sholihah Binti KH. Bisri Syansuri) ini menjadi saksi fatwa NU tentang pembubaran PKI.

?

Sementara itu pada pagi harinya, Sabtu pagi (22/10) bersama Direktur Aswaja NU Center Bawean, Kiai Syamsuddin, dan pengasuh Persantren Hasan Jufri, KH. Ali Asyhar, Yusuf juga mengisi peringatan hari santri di Pesantren Hasan Jufri Bawean. Dalam acara ini format acaranya berupa diskusi Tanya jawab seputar Aswaja, NU dan Hari Santri.

"Semula Hari Santri diusulkan pada satu Muharram, kemudian diubah menjadi 22 Oktober, karena momen 22 Oktober ini adalah yang paling tepat, di mana para santri mewujudkan gerakan secara massif dalam mempertahankan NKRI," ujarnya disusul dengan pembacaan bersama Shalawat Nahdhiyyah yang disusun oleh Kiai Abdul Wafi Paiton, yang dipimpin Kiai Syamsuddin.

Adapun terjemah shalawat itu adalah, "Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, yang dengan berkah bacaan shalawat ini, jadikanlah kami senang, rajin, dan semangat dalam berjuang menghidupkan dan meninggikan agama Islam serta menampakkan syiar-syiarnya menurut cara Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Ya Allah, teguhkanlah pendirian dan berikanlah kemenangan bagi warga Jamiyyah Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) untuk meninggikan Kalimatillah (agama Islam dan seluruh ajarannya)". (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pondok Pesantren, AlaNu Asli Muhammadiyah

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia

Jakarta, Asli Muhammadiyah?

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, menggelar kuliah tamu dengan tema Psikologi Prasangka, ? Kamis (9/6). Kuliah tamu berlangsung di Kampus UNU, Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat, dihadiri mahasiwa UNU Indonesia dan STAINU Jakarta dari berbagai jurusan, serta mahasiswa dari kampus lain.?

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia

Any Rufaedah, Ketua Prodi Psikologi UNU Indonesia menyampaikan, kuliah tamu diselenggarakan sebagai salah satu metode pembelajaran, di luar kuliah reguler dan kajian literatur perpustakaan.?

Asli Muhammadiyah

Hadir sebagai pembicara adalah Idamsyah Eka Putra, Peneliti Senior bidang Psikologi Sosial di Universitas Persada Indonesia, dan Doktor alumni Johannes Keppler University Austria.

Asli Muhammadiyah

Dalam paparannya, Idham menyampaikan bahwa psikologi prasangka merupakan bagian dari psikologi sosial, yang merupakan perspektif yang berupaya memahami bagaimana manusia berpikir, mempengaruhi dan saling berelasi dengan lainnya. Psikologi prasangka menandakan adanya koneksi terhadap hal di luar diri seseorang atau kelompok yang berprasangka.

Lebih lanjut, Idham menyampaikan ada empat hal terkait dengan prasangka. Pertama, prasangka selalu berkenanan dengan kelompok lain; Kedua, prasangka berenaan dengan salah persepsi; Ketiga prasangka merupakan kualitas negatif ? terhadap orang atau kelompok lain; dan Keempat prasangka berkenaan dengan bagaiama atribut yang ada pada kelompok lain dipahami sebagai suatu hal yang mengancam atau tidak disukai.

Prasangka biasanya menimbulkan anggapan atau sikap yang tidak seharusnya dari kelompok atau seseorang terhadap kelompok/orang lain. Oleh karena itu sebagai akademisi dituntut untuk menumbuhkan sikap kritis dan hati-hati serta tidak mudah terpengaruh oleh stigma.

Di sisi lain, penggunaan istilah tertentu (pelabelan) juga mempengaruhi anggapan orang terhadap sesuatu. Untuk meminimalisir timbulnya prasangka negatif, penggunaan istilah yang positif sangat perlu untuk ditingkatkan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Tegal Asli Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran

Cianjur, Asli Muhammadiyah. Dalam rangka menggali dan mengasah semangat para mahasiswa dalam menghafal dan menjaga hafalan Al-Quran, STAI Imam Syaii Cianjur kembali mengadakan Musabaqoh Hifdzul Quran (MHQ) untuk yang kedua kalinya, Rabu (2/11), di Masjid Jami STAI Imam Syafii.

"Kali ini yang dilombakan cuma 10 juz pertama aja, sebelumnya 3 juz, insya Allah seterusnya akan nambah secara bertahap jumlah juz yang akan dilombakan hingga 30 juz," ujar Muhammad Iqbal, satu dari 16 peserta yang ikut lomba.

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran

MHQ yang dilangsungkan usai shalat maghrib berjamaah ini juga turut dihadiri oleh para mahasiswa serta Rektor STAI Imam Syafii, Muhammad Hasan Hito dan para tamu dari Kuwait, Abdusyafi dan Muhalhil al-Mudif. Mereka adalah guru besar Universitas Kuwait yang ikut menghadiri wisuda perdana dihari sebelumnya.

Syekh Mahir Al-Munajjed, salah seorang dosen di STAI yang juga pakar Qiroat dan pakar Ilmu Ushul Fiqih menyampaikan mengungkapkan, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya selalu menjaga hubungan kita dengan Al-Quran secara terus menerus, terutama bagi mereka yang sudah dan sedang menghafal Al-Quran.?

"Sebagaimana seseorang tidak akan memberikan rahasianya kepada orang yang baru dikenal, begitu juga Al-Quran, ia tidak akan memperlihatkan rahasianya kecuali kepada mereka yang sudah bersahabat lama dengannya, rahasia Al-Quran tidak akan terputus dan keajaibannya tidak akan sirna" tegasnya.

Selain kuliah formal yang dilakukan di dalam kelas, para mahasiswa STAI Imam Syafii juga dianjurkan bertalaqqi Al-Quran dengan Syekh Mahir dan para masyaikh lainnya disela-sela waktu kosong seperti bada maghrib dan bada subuh. Tidak kurang dari 20 mahasiswa telah mengkhatamkan Al-Quran bersanad dengan qiroah hafs an Ashim maupun Qiroah Asyroh. (Jafar Muttaqin/Zunus)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan

Kediri, Asli Muhammadiyah. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini mengajak para santri untuk berperan serta dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Nantinya, kontribusi para santri terhadap pengentasan kemiskinan ini akan diimplementasikan lewat program santri mengabdi.

"Tentu para santri sudah paham bahwa kemiskinan itu lebih dekat kepada kekufuran. Karena itu, saya mengajak para santri turut dalam upaya pengantasan kemiskinan di Indonesia," tegas Helmy saat menghadiri peringatan satu abad Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad, (24/1).

Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri PDT Ajak Santri berperan Entaskan Kemiskinan

Helmy menjelaskan, dalam program santri mengabdi itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pesantren untuk mengirimkan santrinya di daerah-daerah tertinggal. "Santri yang akan lulus dari pesantren diminta untuk magang dan mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi pendamping pemberdayaan ekonomi," tandasnya.

Asli Muhammadiyah

Helmy menambahkan, selama ini program magang santri Lirboyo sudah ada setiap tahunnya, namun lingkupnya masih di sekitar pesantren di Kediri. Dengan kerjasama yang dibangun Kementerian PDT dan Depnakertrans dengan Pesantren Lirboyo, nantinya santri-santri Lirboyo ini akan dikirim ke daerah-daerah tertinggal yang tersebar di seluruh nusantara.

Asli Muhammadiyah

"Jadi santri di zaman modern ini harus multifungsi, selain bisa berdakwah juga harus menjadi penggerak ekonomi mikro masyarakat," ujarnya.

Para ulama pada zaman dulu, kata Helmy, sudah berjuang keras untuk memperkuat perkeonomian masyarakat. Terbukti dengan berdirinya Nahdlatut Tujjar (kebangkitan pedagang), yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

"Ini tugas para santri untuk meneruskan cita-cita ulama dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," tukasnya.

Helmy memandang pentingya urgensi dakwah para santri di daerah tertinggal. Sebab, selain penguatan keagamaan di daerah tertinggal, santri juga bisa memberikan pendampingan dalam berbagai masalah yang dihadapi  masyarakat tertinggal.

"Santri harus keluar dari sarang dan berperan aktif untuk pembangunan bangsa di masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki menyatakan, Pesantren Lirboyo yang sudah berusia satu abad sudah banyak pengalaman yang dialaminya. Namun, Pesantren Lirboyo masih mampu menjadi penjaga dalam moralitas bangsa.

"Alhamdulillah selama itu Lirboyo tidak pernah surut dalam upaya membangun bangsa," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Syura PKB, yang juga Ketua Alumni Lirboyo KH Aziz Mansyur, Rektor Al-Ahqaf University of Yaman,Prof Abdullah Muhammad Baharun, KH Imam Yahya Mahrus dan KH Kafabihi Mahrus. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ulama, Nasional, AlaNu Asli Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Bandung, Asli Muhammadiyah. Ketua Tanfidiziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah imbau warga Nahdlyin untuk membaca "Qunut Nazilah" selepas shalat dalam menyikapi aksi 4 November yang dilakukan berbagai kelompok Muslim di Indonesia.

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Baik perorangan maupun berjamaah, Ketua PWNU yang terpilih dari Konferwil NU Jabar di Garut beberapa waktu lalu itu bisa dilaksanakan di tempat masing-masing.

"Kita warga NU Jabar harus patuh pada maklumat resmi PBNU. Soal aksi 4 November kita demonya kepada Allah SWT saja. Membaca Qunut Nazilah, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia khususnya umat Islam diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan kecil maupun besar, sekaligus mendoakan agar Negara Republik ? Indonesia menjadi negara yang diridlai Allah SWT serta terjaga persatuan dan kesatuan Bangsanya," kata KH Hasan Nuri, Kamis (3/11/2016).

Menurut Kiai Muda Kelahiran 1978 Banyuwangi Jawa Timur yang "mukim" Karawang Jawa Barat ini perlu sikap bijak dan arif dari para pendukung maupun yang tidak ikut dalam aksi. Sebagai Umat Islam yang berada di negara yang berpegang teguh pada asas persamaan di depan hukum, tentu berharap penyelesaian hukum yang melilit Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) berlaku secara proposional dan profesional, tidak terintervensi oleh kepentingan politik siapapun.

Asli Muhammadiyah

"Aparat hukum harus menunjukkan kapasitasnya sebagai pengayom dan pelindung ? masyarakat, tidak hanya sekedar tajam ke bawah tumpul ke atas. Pasalnya aksi tersebut sudah lepas dari kepentingan politik pasca Pilpres 2014 maupun Pilkada DKI 2017. Karena saya pandang lebih cenderung pada fenomena gunung es kekecewaan yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

KH Hasan Nuri pun berharap, aksi berjalan aman dan damai sesuai aturan ? yang berlaku. Dan berdoa agar tujuan utama aksi yakni mengawal proses hukum Ahok tidak ditunggangi kelompok tertentu yang hobi memecah belah umat dan bangsa. (Nurjani/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah AlaNu Asli Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras

Probolinggo, Asli Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat (LAZ) di bawah binaan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo membagikan puluhan ton beras kepada fakir miskin dan kaum dhuafa di sebelas kecamatan di Probolinggo, Sabtu (25/2). Setiap orang penerima mendapatkan sebanyak lima kilogram.

Pendistribusian beras ini melibatkan seluruh pengurus GP Ansor mulai dari tingkat cabang hingga anak cabang, termasuk juga jajaran personel Banser. Mereka mendatangi tiap-tiap rumah warga miskin yang sudah didata sebelumnya.

Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras

Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan, pihaknya memang sengaja mendistribusikan beras ini dengan mendatangi langsung rumah warga miskin dan tidak mengundangnya ke satu tempat. Hal ini dilakukan untuk memuliakan para warga miskin.

"Mereka adalah warga miskin yang harus kita santuni dan didatangi. Bukan mereka yang harus mendatangi kita untuk mendapatkan bantuan. Kami tidak ingin mereka berdesak-desakan dan menunggu hanya untuk mendapatkan bantuan," katanya.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Menurut Muchlis, puluhan ton beras itu merupakan hasil pengumpulan yang didapat dari para dermawan yang diberikan kepada LAZ GP Ansor Kabupaten Probolinggo. Para dermawan itu terdiri atas PNS, kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda Ansor dan Banser sendiri.

"Kegiatan semacam ini akan terus kita lakukan demi membantu masyarakat miskin yang membutuhkan. Karena itu kami terus mengharapkan dukungan dari para dermawan, khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, AlaNu Asli Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram

Mataram, Asli Muhammadiyah - Presiden Jokowi dipastikan hadir dan membuka acara Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Islamic Center Mataram 23 November mendatang. Kehadiran Jokowi ini akan disertai sejumlah menteri dan  pejabat tinggi negara yang berasal dari NU sekitar belasan orang. Ketua DPP PDIP Megawati Soekarno Putri beserta putrinya Puan Maharani diperkirakan turut hadir dalam acara ini.

Demikianlah disampaikan oleh Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU Lalu Winengan usai pertemuan dengan Sekda NTB, Rosiadi Sayuti, Senin  sore (16/10) di ruang rapat Pemrov NTB.

Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram

Adapun tampak hadir dari panitia Munas dan Konbes NU pertemuan koordinasi dengan Setda NTB yakni Ketua PWNU NTB Tgh Taqiuddin Mansyur, Pengasuh Pesantren Al-Halimy Tgh Munajid Khalid, H Jamiluddin, Pengasuh Ponpes Nurul Islam Hajjah Wartiah,  Bendum PWNU NTB Ustadz Faizin Yaqub, Suaib Quri, Agus Mulyadi, dan sejumlah panitia lainnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut Winengan, pertemuan antara panitia Munas dan Konbes NU 2017 dan Sekda NTB membahas tentang protap penyambutan kehadiran presiden Jokowi dan  mekanisme penggunaan dan laporan dana hibah dari Pemprov NTB untuk mendukung sekaligus menyukseskan Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini.

Presiden Jokowi dan rombongan akan tiba di Mataram pada tanggal 23 Oktober pagi. Selanjutnya rombongan akan menuju Pendopo Gubernur NTB. Siang usai Zuhur, Presiden Jokowi dan rombongan akan start menuju Islamic Center dengan cara berjalan kaki didampingi Gubernur NTB beserta sejumlah tokoh dan kiai NU.

Sepanjang  perjalanan menuju Islamic Center tersebut, rombongan Presiden akan disambut sekitar 10 ribu siswa dan santri NU sembari mengumandangkan Shalawat Badar.

Asli Muhammadiyah

"Rencananya pihak Pemprov NTB akan menyediakan mobil terbuka tapi diurungkan," sambung Sekretaris Panitia Marinah Hardi.

Sementara itu persiapan pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU perkiraan peserta resmi yang hadir berkisar 500 orang yang akan ditampung di lima pondok pesantren, Pesantren Darul Hikmah, Darul Quran, Darul Fallah, Nurul Islam dan Ponpes Al Halimi Sesela Lombok.

"Itu belum terhitung peserta yang hadir di luar undangan yang bisa mencapai ribuan kaum nahdliyin dari berbagai daerah," lanjut Marinah Hardi.

Ia mengatakan pihaknya  akan tetap melayani dengan baik seluruh kaum nahdliyin yang hadir di acara ini.

Sementara untuk acara pembukaan dan penutupan akan dipusatkan di Islamic Center Mataram, termasuk even bazar dan pasar murah selama acara ini."

“Persiapan Seksi Bazar dan Pasar Murah sudah mencapai 50 persen rampung untuk menyukseskan gawe ini," ujar Ketua Bazar dan Pasar Murah Nuairi.

Koordinator seksi transportasi Agus Mulyadi mengatakan, seksinya akan menyiapkan 65 kendaraan selama berlangsungnya acara Munas dan Konbes NU ini yang terdiri atas berbagai kendaraan baik bus, minibus maupun jenis Innova dan Avanza. Saat ini sudah ready sekitar 40 mobil.

"Adapun untuk Presiden dan tamu VVIP akan disiapkan oleh Pemprov NTB dan Paspampres," ujarnya.

Selanjutnya koordinator akomodasi Abdul Majid mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan sekitar 300 kasur ke beberapa pesantren yang dijadikan lokasi acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

"Selain itu panitia sudah memesan  150 kamar di Golden Palace Mataram," pungkasnya. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah, AlaNu, Doa Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock