Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2018

Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro

Oleh Fathan Subchi



Istighotsah kubro tak hanya meninggalkan kekaguman sebab ratusan ribu orang berjubel dari berbagai kalangan. Kegiatan itu pun tak sekadar eksistensi sebuah jam’iyah yang menuntut perubahan radikal dan penuh paksaan. Istighotsah kubro ialah perenungan dan pencarian jawaban atas segala persoalan baik sosial, politik, agama yang berhubungan dengan negara dan kepentingan kebangsaan. Istighotsah kubro menyisakan pesan perdamaian, persatuan dalam bingkai perbedaan.

Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro

Ketika seseorang telah mengakui diri sebagai Muslim tentu melekat pada dirinya kepercayaan bahwa semua (kekacauan) yang terjadi tidak lepas dari ketentuan Allah SWT sebagai Tuhan. Dari situ muncul kesadaran untuk merenungi segala persoalan secara arif tanpa memunculkan kekacauan dibidang lainnya. Maka, sikap intoleransi yang mewujud dalam berbagai bentuk, semisal, menyesatkan, mengkafirkan bukanlah suatu yang dibenarkan.

Asli Muhammadiyah

Merujuk pemikiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bahwa dalam berdakwah kita tidak diperkenankan menggunakan cara yang keras. Di zaman Rasulullah, larangan itu muncul ketika ada seorang sahabat yang mengancam akan membunuh anaknya jika tidak masuk Islam. Kemudian turunlah ayat la ikraha fiddin, yaitu jangan ada paksaan dalam agama (Islam) (www.nu.or.id).

Ulama NU paham betul ayat ini sehingga Istighotsah kubro tidak dilaksanakan secara sporadis dan memanaskan tensi kenyamanan publik. Kegiatan dalam rangka Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama yang digagas oleh PWNU Jawa Timur itu sekaligus meneguhkan kesadaran bahwa ritual keagamaan tidak selayaknya dimanfaatkan sebagai eksistensi belaka. Buktinya tidak banyak media yang “membesar-besarkan” peristiwa tersebut dalam produk jurnalistiknya. Itu murni sebagai sarana berdoa, menjalin kemesraan dengan Tuhan secara berjamaah bersama jutaan makhluq-Nya.

Asli Muhammadiyah

Meminjam istilah KH Musthofa Bisri, pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, peristiwa sakral pada Ahad (09/04) lalu merupakan manifestasi wajah Islam yang saleh ritual dan saleh sosial. Yaitu sebuah sikap yang mampu mengadopsi semua kepentingan tanpa mencederai pihak lain. Sebuah ritual keagamaan yang dilandasi dengan balutan komitmen saling mengasihi sesama dan menghargai aneka perbedaan.

Merujuk pada artikel Fathurrahman Ghufron di harian Kompas (12/04/17) bahwa dalam kondisi perbedaan, rasa saling memahami (mutual understanding) akan membuat kita supaya selalu waspada diri untuk mencegah cara otoritarian dan despotik dalam menyampaikan ajaran agama. Dengan itu kita juga akan sadar untuk tidak mencaci dan memaki orang lain hanya karena berbeda pendangan atau kepercayaan. Sebab sajian yang seperti itu hanya akan memperbesar konflik horizontal yang mengancam keutuhan NKRI.

Dalam hal ini, sesungguhnya kita tidak hanya berbicara tentang keagamaan tetapi juga kenegaraan yang wajib kita jaga demi satu keutuhan. Demikian bisa kita lihat dalam maklumat yang dibacakan di dalamnya. (1) Menjaga agama dari hal-hal yang merusak (hifdzud din amma yufsid) adalah wajib, sebagaimana sebelumnya dilakukan oleh para ulama. (2) Menjaga negara dari hal-hal yang merusak tatanan (hifdzud daulah amma yufsid) adalah wajib, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harta terbesar bangsa dan negara ini. (3) Menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran (amr bil-maruf wa nahy anil munkar) wajib ditegakkan secara bijaksana untuk menjunjung tinggi marwah agama dan martabat manusia demi kemajuan bangsa dan negara ini.

Tiga poin pertama gagasan syuriah PWNU Jawa Timur itu telah menegaskan bahwa (gagasan) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harta terbesar bangsa dan negara. Yang wajib dirawat dan dipertahankan sebagai ideologi dengan semangat keagamaan yang menyertainya. Selanjutnya itu disokong oleh tiga point berikutnya agar berbagai kepentingan harus dilaksanakan demi sebuah kesejahteraan untuk umat yang mashlahat.

Yaitu, (4) Seluruh pemimpin bangsa dan negara ini wajib menjalankan amanah dan menegakkan keadilan secara bersamaan sebagai prinsip untuk mencapai kebajikan bersama. (5) Menjaga umat (riayatul ummah) dari kebangkrutan moral adalah tanggung jawab yang wajib ditunaikan oleh seluruh pemimpin agama, bangsa, dan negara ini. (6) Seluruh komponen umat wajib untuk semakin mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah sebagai bentuk tanggung jawab pribadi dan keumatan.

Terlihatlah bahwa Islam sesungguhnya tidak melulu tentang ibadah syar’i yang mengharuskan kita agar mengabaikan yang lainnya. Ibarat bangunan Islam adalah batu terakhir sebagai penyempurna suatu pondasi. Ia merupakan komponen untuk menciptakan kearifan yang penuh dengan damai dan ketentraman untuk tatanan kehidupan nyaman.

Maklumat Istighotsah Kubro mengingatkan kita pada amanat yang tidak disadari akan hilang. Yaitu berupa akal, kemampuan dan badan yang harusnya dibalut dengan akhlaq mulia. Sebagaimana diajarkan oleh Rasul dan para sahabatnya, yang rela hidup sengsara untuk kepentingan umat dan negaranya. Ada keseimbangan hubungan baik dengan Tuhan maupun antar sesama manusia. []

Penulis adalah Wasekjend DPP PKB dan Anggota F-PKB DPR RI



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Quote, Kajian Asli Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Taipei Economic and Trade Office menyelenggarakan pertunjukan bertajuk "Dinamic Youth, Friendly Taiwan".

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Senin (5/9) itu menyuguhkan pertunjukan budaya dari Taiwan dan Indonesia. Tampak hadir pada acara yang banyak diisi pengenalan kebudayaan Taiwan itu, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini dan Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Liang-Jen Chang.

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Anggia Ermarini dalam sambutannya berterima kasih kepada pihak Taipei Economic and Trade Office yang berkenan bekerja sama dalam kegiatan kali ini. "Dari acara ini kita bisa saling belajar tentang budaya masing-masing negara," ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Pada ajang kali ini PP Fatayat NU menampilkan para santri pesantren yang unjuk gigi menari tarian khas Aceh, Tari Saman. Selain itu, datang pula perwakilan dari santri Pesantrean An-Nahdhoh, dan mahasiswa UNU Indonesia.

"Dari kegiatan ini pula kita bisa mempromosikan skill para pemuda pesantren, apalagi Indonesia merupakan pemeluk Islam tertinggi di Dunia," ucapnya.

Asli Muhammadiyah

Diakui Anggi, kerja sama dengan kedutaan besar memang baru perdana dilaksanakan. Meski demikian, selama ini Fatayat NU sudah banyak mengikuti forum-forum internasional.

"Selama ini, kami sudah pernah mengikuti kegiatan diskusi salah satunya di Amerika, tepatnya April lalu," imbuhnya.

Harapannya, kerja sama antara PP Fatayat NU dan Kedutaan Besar Taiwan berlanjut dengan agenda-agenda lain. "Intinya kegiatan ini acara awal yang targetnya ke mana-mana," tandasnya.

Acara yang usai tepat pukul 21.00 itu lebih banyak menyajikan tampilan-tampilan khas Taiwan. Di antaranya budaya petik teh tradisional ala Kampung Hakka, budaya nikah tradisional, serta kebudayaan tari Chen Tiao. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU Asli Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai

Blitar, Asli Muhammadiyah

Ragam cara dilakukan pondok pesantren dan sekolah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Kabupaten Blitar untuk memperingati Hari Santri. Dari pantauan? Asli Muhammadiyah, hampir semua kecamatan di Kabupaten Blitar menggelar peringatan Hari Santri ini.

Ada yang menggelar upacara dengan mengenakan baju koko plus sarung dan kopiah serta sandal. Ada yang menggelar jalan santai dan sore dan ada keliling? dari kampung ke kampung.

Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai

Misalnya yang diselenggarakan Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu Blitar. Mereka kembali menggelar sepeda pancal dari kampung ke kampung. Seluruh santri dan siswa Diniyah Mambaul Hikam besarta? kiai, dewan asatidz dan asatidzah menggayuh sepeda onthel dari berbagai tipe. Mereka menampilkan beberapa tema, baik masalah ajakan memondok maupun masalah nasionalisme.

Asli Muhammadiyah

Mancal bareng dipimpin langsung Pengasuh Pesantren KH Diya’uddin Azam-zami beserta sang istri dan para putra-putrinya. Para pengurus Jam’iyahThoroqoh Naqshobadi Kholidiyah yang berpusat di pesantren tersebut juga tidak ketinggalan ambil bagian.

Asli Muhammadiyah

Sebelum berangkat, Gus Diya’panggilan akrabnya, memimpin doa. Kemudian mengajak para santrinya membaca Shalawat Nariyah dulu.

“Setelah baca Fatihah, ayo mari kita baca Shalawat Nariyah dulu,’’ ajak Gus Diya’, yang? selanjutnya langsung dilaksanakan bersama ratusan santrinya.

Setelah selesai bersepeda ria, untuk memberi semangat pada para santri, Gus Diya’ membagikan door prize dan hadiah sepeda gunung kepada para santri yang beruntung.

Sementara Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar mengelar upacara bendera di halaman pondok. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari MI, MTs, MA maupun SMK, Sabtu (22/10).

Hampir sama dengan Mambaul Hikam, seluruh santri Darul Huda juga mengenakan sarung dan baju gamis. Sementara santri putri mengenakan pakaian baju muslimah.

"Sebagai santri, kita harus menjaga tradisi-tradisi kesantrian dengan selalu berpegang teguh kepada ajaran Ahlus sunnah wal Jamaah sebab keberadaan santri terbukti dari zaman dahulu, mampu menjadi pondasi yang kuat bagi keutuhan bangsa," pesan Asyharul Muttaqin selaku pembina upacara.

Ia menambahkan, peran santri sangat besar dalam memperebutkan dan menjaga kemerdekaan Indonesia.

Usai upacara bendera, acara dilanjutkan dengan kirab sepanjang sekitar 5 km dengan berjalan kaki melewati jalan-jalan utama di desa Wonodadi.

"Darul Huda adalah sebuah pesantren salaf, yang berkembang menjadi pesantren modern. Sejak dahulu kami melahirkan santri-santri yang keberadaan mereka sangat dibutuhkan di tengah masyarakat," Kata Asyharul sambil kirab.

Meski cuaca mulai panas, namun seluruh peserta nampak antusias mengikuti acara tersebut.

"Alhamdulillah saya sangat senang? dan menikmati mengikuti acara ini. Tidak setiap hari juga kan kami dapat mengenakan pakaian seperti ini dalam proses pembelajaran," ujar Nurul Indah salah satu siswa SMK Darul Huda.

Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga besar MTs Ma’arif Udanawu Blitar. Sejak jam sekolah mereka menggelar upacara dalam rangka hari santri. ”Siapa lagi kalau bukan kita yang merayakan hari bahagia ini,’’ ungkap Kepala Sekolah MTs Ma’arif? Moh. Haidar.

Sebelumnya, Pemkab Blitar bersama dengan PCNU Kabupaten Blitar menggelar acara jalan sore bersama. Acara berlangsung di jalan PendapaKabupaten Blitar di Kanigoro yang diikuti tidak kurang dari 10 ribu perserta. Acara diawali dengan apel Banser se Blitar.

Setelah usai shalat magrib bersama acara dilanjutkan dengan membaca shoalat nariyah? yang dipimpin langsung oleh KH Sunhaji Nawal Karim Zubaidi dari pesantren Mambaul Hikam Mantenan yang sekaligus? pimpinan jamiyah shoalawat dan majlis ta’lim mughitsu almughits. Hadir pada acara tersebut Bupati Blitar H Rijanto beserta seluruh anggota Forpinda Kabupaten Blitar. Pengurus PCNU Kabupaten Blitar dan lainnya.

“Alhamdulillah pembacaan Shalawat Nariyah dan peringatan hari santri di Blitar sangat meriah dan sukses. Apalagi ditambah kehadiran Ki Ageng Ganjur dan Mbak Evie Tamala saat ini,’’ungkap Gus Dain panggilan akrabnya. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Grobogan, Asli Muhammadiyah. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-288 Kabupaten Grobogan dan Harlah ke-68 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan mengadakan takhtimul qur’an bil ghaib (hafalan). Acara ini diikuti kader Muslimat penghafal Al-Qur’an se-Grobogan.

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Acara yang bertajuk “Grobogan Bertakhimul Qur’an” ini, berlangsung di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kuripan, Grobogan, Senin (3/3) pagi.

Sebanyak 19 khataman dirampungkan oleh para hafidzah per 19 Anak Cabang. Sebanyak 6 hafizhah yang mewakili masing-masing anak cabang ini melantunkan ayat demi ayat di hadapan para mustami’in.

Asli Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, PC Muslimat NU Grobogan membentuk dan mengesahkan pengurus hafizhah di masing-masing anak cabang. Pembentukan unit ini bertujuan untuk mengembangkan potensi cinta Al-Qur’an di masing-masing kecamatan, bahkan di desa yang belum terjamah Al-Qur’an.

Seorang hafizhah perwakilan anak cabang Tawangharjo Eka Novianti menyatakan rasa senangnya terhadap acara khataman ini.

Asli Muhammadiyah

“Acara seperti ini ke depan bisa istiqomah tiap tahun sehingga Grobogan bisa menjadi kabupaten yang Qur’ani,” harap Eka usai acara. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Hikmah Asli Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras

Probolinggo, Asli Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat (LAZ) di bawah binaan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo membagikan puluhan ton beras kepada fakir miskin dan kaum dhuafa di sebelas kecamatan di Probolinggo, Sabtu (25/2). Setiap orang penerima mendapatkan sebanyak lima kilogram.

Pendistribusian beras ini melibatkan seluruh pengurus GP Ansor mulai dari tingkat cabang hingga anak cabang, termasuk juga jajaran personel Banser. Mereka mendatangi tiap-tiap rumah warga miskin yang sudah didata sebelumnya.

Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Zakat GP Ansor Probolinggo Distribusikan Puluhan Ton Beras

Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan, pihaknya memang sengaja mendistribusikan beras ini dengan mendatangi langsung rumah warga miskin dan tidak mengundangnya ke satu tempat. Hal ini dilakukan untuk memuliakan para warga miskin.

"Mereka adalah warga miskin yang harus kita santuni dan didatangi. Bukan mereka yang harus mendatangi kita untuk mendapatkan bantuan. Kami tidak ingin mereka berdesak-desakan dan menunggu hanya untuk mendapatkan bantuan," katanya.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Menurut Muchlis, puluhan ton beras itu merupakan hasil pengumpulan yang didapat dari para dermawan yang diberikan kepada LAZ GP Ansor Kabupaten Probolinggo. Para dermawan itu terdiri atas PNS, kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda Ansor dan Banser sendiri.

"Kegiatan semacam ini akan terus kita lakukan demi membantu masyarakat miskin yang membutuhkan. Karena itu kami terus mengharapkan dukungan dari para dermawan, khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, AlaNu Asli Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU

Jombang, Asli Muhammadiyah. Sebanyak 15 pasien mulai menjalani pemeriksaan untuk dilakukan operasi bibir sumbing yang digelar Rumah Sakit (RS) NU Jombang. Operasi akan di lakukan oleh 12 dokter selama tiga hari mulai Jum’at (22/6) hingga Ahad (24/6).

Ketua Panitia operasi bibir Sumbing, Saifulloh Isbari mengatakan, awalnya pasien yang mendaftar untuk mengikuti operasi sebanyak 17 orang. Namun selanjutnya dua orang mengundurkan diri.  “Jadi tinggal 15 pasien, mereka mulai umur 3 bulan bahkan ada yang telah berumur 37 tahun,” ujarnya disela-sela pemeriksaan awal calon pasien di RSNU Jombang.

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU

Para pasien, lanjutnya mulai hari diharuskan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana bibir sumbing mereka yang akan dibedah.” Tadi mereka sudah diperiksa, dan mulai nanti malam mereka sudah masuk karantina sebelum dilakukan operasi oleh tim medis,”imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Saipul Isbari menambahkan dalam kegiatan operasi bibir sumbing bagi warga miskin ini, RSNU Jombang melibatkan sebanyak 12 tenaga medis yang khusus didatangkan dari Surabaya. 

Asli Muhammadiyah

“Kegiatan ini digelar memang rangkaian kegiatan menyongsong Konferensi PCNU Jombang yang akan dilaksanakan awal bulan Juli mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSNU Jombang, Bambang D. Hayunanto mengatakan, dalam kegiatan operasi bibir sumbing ini pihaknya bekerjasama dengan RS Al Irsyad Surabaya. ” Kegiatan ini untuk membantu warga miskin. Dan kita melibatkan beberapa dokter spesialis di RS NU sendiri dan juga dari Al Irsyad,” ujarnya.  

Tidak hanya operasi saja, lanjut mantan Direktur RSUD Jombang ini, namun setelah pelaksanaan operasi pasien juga mendapatkan perawatan di RS milik NU Jombang ini hingga proses penyembuhan.” Jadi mereka akan dirawat dan dipantau terus perkembangan operasinya hingga sembuh,”tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Habib Asli Muhammadiyah

Kamis, 16 November 2017

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu

Lampung Tengah, Asli Muhammadiyah. Bertempat di komplek halaman pesantren Darussaadah Kelurahan Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, ribuan warga Muslim wabil khusus warga nahdiyyin Lampung Tengah akan mengikuti pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah, Jumat (21/10) malam.

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu

?

"Pesantren Darussaadah adalah salah satu 9 lokasi yang ditunjuk PBNU untuk lokasi konsentrasi 1 Milyar Sholawat secara serentak," ujar Sekretaris PWNU Lampung Aryanto Munawar. ? ?

?

"Ditengah-tengah persiapan pembacaan 1 Milyar Sholawat Naryah, Bank Mandiri cabang Bandar Lampung bekerjasama dengan PWNU Lampung sejak tadi pagi hingga malam ini membuka pendaftaran Kartanu," imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

?

Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah Saryono mengaku senang bisa mengakses dan mendaftar langsung untuk Kartanu. Program ini sudah lama disosialisasikan ? PBNU namun baru kali ini bisa mendaftar langsung. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah RMI NU Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock