Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Desember 2017

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Demak, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Demak, Sabtu (5/4) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) digedung PCNU Demak Jl. Sultan Fattah Bintoro Demak. Rapimda tersebut diikuti 300 peserta yang terdiri dari Pengurus Cabang NU, MWC NU dan LTM NU se-kabupaten Demak serta pengurus Ranting NU se-Kabupaten Demak.

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Rapimda ini dihadiri juga oleh Ketua Pimpinan Pusat LTMNU KH Abdul Manan Ghani dan Wakil Ketua Agus Wustho. 

Asli Muhammadiyah

Ketua NU Demak H Musadad Syarif mengatakan, Rapimda diselenggarakan atas instruksi dari PP LTMNU dalam rangka mengamankan aset-aset NU dari serobotan kelompok lain yang berusaha menguasai Masjid-masjid yang dibangun orang NU.

“Rapimda ini memang salah satu program dari LTMNU cabang Demak atas instruksi dari pimpinan pusat sebagai salah satu setrategi pengamanan aset-aset NU, dalam hal ini Masjid,” tutur Musadad.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Ketua PP LTMNU H Abdul Manan A Ghani menyambut baik atas inisiatif LTMNU Demak yang telah menindaklanjuti rapimnas region VI wilayah Jawa Tengah dan DIY yang telah berlangsung 21-22 April lalu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tegal Randu Srumbung Magelang.

Lebih lanjut, Abdul Manan menjelaskan, Rapimda ini merupakan upaya antisipasi dini dari kelompok lain yang telah berupaya mengambilalih serta alih fungsi yang tidak sesuai dengan misi NU dan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Demak adalah cabang yang pertama kali mengadakan Rapimda. Saya selaku pimpinan pusat sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya rapimda ini, semoga cabang cabang yang lain nantinya juga bisa mengikuti langkah LTMNU Demak,” harapnya.

Sedangkan Wakil Ketua PP LTMNU Agus Wustho,usai mendampingi pimpinan sidang  dengan PC LTMNU Demak, menyampaikan 9 poin hasil Rapimda yang kebetulan selaras dengan hasil rapimnas region 6 Jateng dan DIY di Magelang.

Yakni sertifikasi Masjid dan musholla, papanisasi, pembekalan dengan diklat dan pembinaan takmir, optimalisasi peran struktur LTMNU sampai ranting, meningkatkan kegiatan masjid, memakmurkan masjid dan musholla dengan kegiatan ahlussunnah waljamaah, meningkatkan kegiatan semarak Ramadhan, menyelenggarakan rapimda, membentuk lembaga amil zakat dan shodaqoh

“Alhamdulillah Rapimda Demak telah menyepakati hal-hal yang selaras dengan Rapimnas Magelang. Kita semua harus mengamankan dan menindaklanjutinya,” imbuh Agus Wustho.

Sementara itu bendahara NU Demak H Zainuddin menandaskan, NU Demak berupaya semaksimal mungkin dalam pengamanan aset-aset NU. Program ini mendapat sambutan baik dari pengurus MWC sampai Ranting sehingga perlu adanya tiondak lanjut dalam upaya sosialisasi di semua tingkat kepengurusan NU.

"Kami selaku pengurus cabang sangat senang melihat para kyai dan pengurus yang hadir sat ini merasa tergugah dan mempunyai kesamaan semangat dan misi Aswaja,” tandasnya.

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Halaqoh, Sholawat,Attijani Asli Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Tegal,Asli Muhammadiyah

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, budaya adalah suatu kebiasaan yang tertancap dalam hati. Meninggalkan budaya akan lebih berat daripada meninggalkan hukum. NU mempunyai cara-cara tertentu dalam menerima budaya.

"Jika budaya itu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka langsung diterima, namun jika budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai, kemudian dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat," ujarnya pada Halal Bihalal Warga Desa Kalijambe, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, di Masjid Jami Asy-Syukur, Sabtu (1/7).

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Marsudi mencontohkan, prosesi aqiqah adalah budaya yang telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah SAW. Pada saat itu, jika ada anak yang lahir, memotong kambing atau unta. Kemudian darahnya diusapkan di wajah.

Asli Muhammadiyah

"Setelah Islam datang, maka budaya mengusap darah itu diganti dengan mengusap minyak wangi. Begitulah jugs cara NU menerima budaya," ungkapnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut dia, di Indonesia, banyak sekali budaya masyarakat yang cocok dengan ajaran Islam. Budaya tahlil pun sudah disterilisasi sedemikian rupa oleh ulama terdahulu sehingga ajaran tersebut cocok diterapkan umat Islam di Indonesa.

"Dewasa ini, banyak sekali sebagian umat Islam yang menganggap bahwa budaya-budaya Indonesia tidak cocok untuk umat islam sehingga melarang kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan berusaha memaksa memasukkan budaya-budaya Timur Tengah ke Indonesia, yang tidak cocok diterapkan di Indonesia," bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta Nahdliyin selektif memilih ajaran-ajaran tersebut agar tidak merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Warga NU harus selektif memilih budaya-budaya itu," tandasnya.

Acara yang digagas Forum Kalijambe Foundation (FKF) itu menghadirkan qori internasional H. Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF), santunan puluhan yatim dan dhuafa serta peletakan batu pertama pembangunan MI dan Ponpes Terpadu Kalijambe. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib Asli Muhammadiyah

Yang Bawa HP Dibunuh

Udin sebenarnya sudah berada di masjid dan siap menunaikan shalat Jum’at. Tapi tiba-tiba pulang setelah ada pengumuman pengurus ta’mir masjid perihal jamaah yang bawa telepon genggam.

Sesampai di rumah, ibunya bertanya: "Gak Jum’atan, Din?"

Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Bawa HP Dibunuh

"Mboten, Buk (Tidak, Bu)!"

"Kenapa?"

Asli Muhammadiyah

“Karena saya bawa HP,” jawab Udin polos.

"Lah! Kenapa membawa HP kok tidak Jum’atan?" Sang ibu heran.

Asli Muhammadiyah

"Tadi pengurus ta’mir masjid kasih pengumuman, “Sing betho HP tolong dipatheni (Yang bawa HP harap dibunuh/dimatikan)". Ya, saya lari!”

“Hoh?”

(Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Amalan, Warta Asli Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU

Jombang, Asli Muhammadiyah. Sebanyak 15 pasien mulai menjalani pemeriksaan untuk dilakukan operasi bibir sumbing yang digelar Rumah Sakit (RS) NU Jombang. Operasi akan di lakukan oleh 12 dokter selama tiga hari mulai Jum’at (22/6) hingga Ahad (24/6).

Ketua Panitia operasi bibir Sumbing, Saifulloh Isbari mengatakan, awalnya pasien yang mendaftar untuk mengikuti operasi sebanyak 17 orang. Namun selanjutnya dua orang mengundurkan diri.  “Jadi tinggal 15 pasien, mereka mulai umur 3 bulan bahkan ada yang telah berumur 37 tahun,” ujarnya disela-sela pemeriksaan awal calon pasien di RSNU Jombang.

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU

Para pasien, lanjutnya mulai hari diharuskan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana bibir sumbing mereka yang akan dibedah.” Tadi mereka sudah diperiksa, dan mulai nanti malam mereka sudah masuk karantina sebelum dilakukan operasi oleh tim medis,”imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Saipul Isbari menambahkan dalam kegiatan operasi bibir sumbing bagi warga miskin ini, RSNU Jombang melibatkan sebanyak 12 tenaga medis yang khusus didatangkan dari Surabaya. 

Asli Muhammadiyah

“Kegiatan ini digelar memang rangkaian kegiatan menyongsong Konferensi PCNU Jombang yang akan dilaksanakan awal bulan Juli mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSNU Jombang, Bambang D. Hayunanto mengatakan, dalam kegiatan operasi bibir sumbing ini pihaknya bekerjasama dengan RS Al Irsyad Surabaya. ” Kegiatan ini untuk membantu warga miskin. Dan kita melibatkan beberapa dokter spesialis di RS NU sendiri dan juga dari Al Irsyad,” ujarnya.  

Tidak hanya operasi saja, lanjut mantan Direktur RSUD Jombang ini, namun setelah pelaksanaan operasi pasien juga mendapatkan perawatan di RS milik NU Jombang ini hingga proses penyembuhan.” Jadi mereka akan dirawat dan dipantau terus perkembangan operasinya hingga sembuh,”tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Habib Asli Muhammadiyah

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Perhelatan Haul Gus Dur setiap tahun selalu menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat, berbagai organisasi, para tokoh berbagai agama dan keyakinan, hingga tokoh nasional, tak terkecuali di Haul Ke-6 Gus Dur 2015, Sabtu (26/12) malam. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, selain di Ciganjur, Haul juga digelar di beberapa tempat seperti Tebuireng Jombang, Surabaya, Kudus, dan daerah-daerah lain.

Haul Ke-6 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan menghadirkan tokoh nasional, pejabat, seniman, ulama, dan ribuan masyarakat dari berbagai penjuru.?

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur

Tokoh-tokoh tersebut diantaranya, Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, KH Hasyim Muzadi, Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015, H As’ad Said Ali, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Menteri Agama, H Lukman Hakim Saifuddin, Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bin Yahya, dan tokoh-tokoh lainnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam testimoni yang berhasil dihimpun Asli Muhammadiyah, KH Maruf Amin mengatakan, Gus Dur itu buku bacaan yang tak ada habisnya. “Beliau yang merintis dinamisasi pemikiran kritis di lingkungan NU, tetapi sangat menguasai instrumen fiqh dan ushul fiqh. Bahkan beliau sangat menguasai Al-Hikam yang disebut kaada al-hikamu an-yakuna quraanan,” ujar Kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini.

Asli Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj juga menuturkan, Gus Dur mengajari dirinya untuk memahami ilmu ahwal, kondisi di sekitar kita. “Gus Dur memang tampaknya menganggap enteng masalah, tapi sebenarnya beliau berusaha menyelesaikan masalah itu dengan tepat. Termasuk juga dalam mendistribusikan tugas kepada yang lain,” ungkap Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kemudian, penulis buku Al-Qaeda, H Asad Said Ali menjelaskan, Gus Dur tak hanya seorang kiai, tetapi juga guru politik yang senantiasa teguh menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai tujuan utama. “Gus Dur merupakan guru politik yang mengajari saya untuk bisa bersikap loyal sekaligus kritis kepada pemimpin,” jelas As’ad.

Lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam testimoninya mengenang masa pencalonanannya di Pilkada Gubernur Bangka Belitung (Babel) yang didukung Gus Dur. “Dulu saya berucap kepada Gus Dur, Keturunan Tionghoa nggak bisa jadi Gubernur Gus. Beliau langsung menimpali, siapa bilang? Jadi Presiden juga bisa,” kenang Ahok. Dia pun tidak memungkiri bahwa jabatan Gubernurnya saat ini tak lepas dari berkah dan inspirasi Gus Dur.

Senada dengan yang lain, Menag H Lukman Hakim Saifuddin memaparkan tiga jasa utama Gus Dur . “Pertama, sejak tahun 70-an, Gus Dur mampu mengangkat kembali nilai-nilai tradisi dan institusi pesantren. Kedua, tokoh terdepan dalam menyelesaikan debat hubungan Islam dan Pancasila. Ketiga, mengingatkan dan memahamkan kita bahwa kemajemukan Indonesia adalah Sunnatullah, bukan kelemahan melainkan anugerah dari Allah,” terang Menag.

Sementara itu, Menko Kemaritiman yang juga Menteri Perkonomian di era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli juga menuturkan dalam testimoninya bahwa dirinya banyak belajar dari Gus Dur. “Beliau mengerem rasionalitas saya dan mengajarkan hal-hal yang beyond rationality,” ungkap Rizal.

Menurutnya, kharisma Gus Dur juga sangat besar. Tidak ada pemimpin di Indonesia setelah Bung Karno yang pengaruh dan pendukungnya sebesar Gus Dur. “Mendiang Ben Anderson mengunjungi makam-makam para Presiden RI, dan membuktikan bahwa Gus Dur adalah pemimpin yang paling dicintai rakyatnya,” jelasnya.?

Setiap tahun, tak kurang dari 3 juta orang berziarah ke makam Gus Dur di pemakaman keluarganya di Pesantren Tebuireng Jombang. Dari jumlah tersebut, kotak amal yang disediakan Pesantren juga menghasilkan sedekah milyaran rupiah dari para peziarah. Saat ini hasil sedekah tersebut dikelola oleh Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) dan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan.

Momentum bersatu

Di sesi terakhir testimoni, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan, ikan di laut tidak terpengaruh akan keasinan air laut. Bahkan saat dimasak ikan laut harus diasinkan. Begitulah seharusnya Indonesia. Berbeda namun bisa bersatu.

“Percuma haul-haul melulu jika masih begitu-begitu saja. Pasca haul kita harus bisa belajar dan meneladani Gus Dur. Semestinya teriakan takbir memunculkan rumah sakit, sekolah, madrasah, dan pesantren. Bukan malah dipakai untuk hal-hal buruk,” tuturnya.

Gus Dur, tambahnya, tidak hanya sekadar menikmati harmonisasi musik klasik. Melaluinya ia menunjukkan arti penting dari demokrasi. Sunan Kudus melarang memotong sapi. Hal tersebut membuat Pangeran Poncowati tertarik belajar Islam hingga memberikan kerajaannya untuk Sunan.

Mursyid Thariqah asal Pekalongan ini menerangkan, wali itu mampu berdakwah walau sudah meninggal. Buktinya? Banyak orang-orang berdoa dan mengaji di makam mereka. “Gus Dur meninggal saja mampu mengayomi umat muslim dan non-muslim. Bagaimana ketika hidup?” jelasnya.

“Amplop yang ada di Gus Dur itu mengalir pindah. Tak jarang Gus Dur harus menambal uang transport sendiri. Salah satu karomah Gus Dur, sampai sekarang beliau masih ramai diziarahi,” ungkapnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Pondok Pesantren, Sholawat Asli Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah

Lombok Tengah, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat periode? 2016-2021 resmi dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di halaman Bencingan Tastura, Kabupaten Lombok Tengah. Pelantikannya ini tepat di hari perayaan tradisi Lebaran Ketupat, Rabu (13/7).

Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah

Pada kesempatan itu, KH Said Aqil Siroj mengajak seluruh pengurus NU untuk saling mengisi dan saling menyempurnakan."Hubungan harmonis kita adalah penting, boleh kita berbeda asalkan tidak merusak insaniyah," imbuhnya.

Ribuan warga nahdyin tampak khidmat mengikuti semus proses dari awal sampai akhir. Sejumlah tokoh tampak hadir di antaranya TGH Turmudzi Badaruddin, TGH Taqiuddin Mansur, TGH Maarif Makmun dan yang lainnya.

Asli Muhammadiyah

Hadir juga Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, Ketua DPRD Lombok Tengah dan sejumlah? Kepala SKPD Lombok Tengah. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Ubudiyah, Habib, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHA Hasyim Muzadi menilai terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri baru Australia akan dapat memperbaiki pandangan Australia kepada Islam di Indonesia.

"Sekalipun tidak besar tetap ada pengaruhnya, karena Partai Buruh yang merupakan asal Rudd merupakan partai yang pernah menolak Australia mengirim pasukan ke Irak," katanya di Jakarta, Senin (26/11).

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam

Ia mengemukakan hal itu menanggapi hubungan Australia dengan umat Islam di Indonesia setelah John Howard (Partai Liberal) yang sempat menuduh Indonesia sebagai "sarang teroris" itu kalah dari Kevin Rudd (ALP / Partai Buruh Australia).

Howard yang merupakan politisi senior (68) dan menjadi perdana menteri ke-25 Australia selama lebih dari 11 tahun itu kalah dalam Pemilu Federal yang diikuti 13,6 juta pemilih pada 24 November 2007.

Menurut Hasyim Muzadi yang beberapa kali mengunjungi Australia itu, Partai Liberal di Australia memang konservatif terhadap Islam, sedangkan Partai Buruh lebih fleksibel.

Asli Muhammadiyah

"Jadi, Rudd akan lebih fleksibel dalam memandang Islam di Indonesia, tapi kita harus mampu mengelola pandangan yang ada dengan menjalin kerjasama lebih baik dan jangan sampai melakukan kesalahan," katanya.

Tentang tuduhan "sarang teroris" kepada Indonesia, pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang itu mengatakan hal itu tidak dapat dihilangkan secara cepat. "Tapi, hal itu dapat dihilangkan secara perlahan-lahan," kata mantan Cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2004.

Presiden Konferensi Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (WCRP) itu mengatakan kekerasan bukan identik dengan agama dan agama sama sekali tidak memerintahkan kekerasan.

"Tapi, penyalahgunaan orang yang beragama terhadap agama itulah yang menyebabkan malapetaka, karena itu saya tidak percaya ada konflik agama, kecuali konflik kepentingan politik yang menggunakan agama dan umat beragama," katanya. (mad)



Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah, Pesantren, Habib Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock