Rabu, 13 Desember 2017

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Hashtag

Tegal,Asli Muhammadiyah

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, budaya adalah suatu kebiasaan yang tertancap dalam hati. Meninggalkan budaya akan lebih berat daripada meninggalkan hukum. NU mempunyai cara-cara tertentu dalam menerima budaya.

"Jika budaya itu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka langsung diterima, namun jika budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai, kemudian dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat," ujarnya pada Halal Bihalal Warga Desa Kalijambe, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, di Masjid Jami Asy-Syukur, Sabtu (1/7).

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Marsudi mencontohkan, prosesi aqiqah adalah budaya yang telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah SAW. Pada saat itu, jika ada anak yang lahir, memotong kambing atau unta. Kemudian darahnya diusapkan di wajah.

Asli Muhammadiyah

"Setelah Islam datang, maka budaya mengusap darah itu diganti dengan mengusap minyak wangi. Begitulah jugs cara NU menerima budaya," ungkapnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut dia, di Indonesia, banyak sekali budaya masyarakat yang cocok dengan ajaran Islam. Budaya tahlil pun sudah disterilisasi sedemikian rupa oleh ulama terdahulu sehingga ajaran tersebut cocok diterapkan umat Islam di Indonesa.

"Dewasa ini, banyak sekali sebagian umat Islam yang menganggap bahwa budaya-budaya Indonesia tidak cocok untuk umat islam sehingga melarang kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan berusaha memaksa memasukkan budaya-budaya Timur Tengah ke Indonesia, yang tidak cocok diterapkan di Indonesia," bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta Nahdliyin selektif memilih ajaran-ajaran tersebut agar tidak merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Warga NU harus selektif memilih budaya-budaya itu," tandasnya.

Acara yang digagas Forum Kalijambe Foundation (FKF) itu menghadirkan qori internasional H. Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF), santunan puluhan yatim dan dhuafa serta peletakan batu pertama pembangunan MI dan Ponpes Terpadu Kalijambe. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock