Habib


info Habib
Habib bahasa
Habib bahasa nasional
Habib bahasa indonesia
Habib belah bambu
Habib busuk
Habib berasal dari bahasa yunani yaitu
Habib belanda
Habib busuk sby
Habib berasal dari kata
Habib global
Habib gus dur
Habib golkar
Habib gender
Habib gorontalo
Habib global amerika serikat
habib Habib mp3
video Habib full
Habib gerakan non blok
rahasia Habib terbaru
Habib g 30 s pki
Habib konfrontasi
Habib kerajaan kutai
Habib kampus
Habib kerajaan majapahit
Habib kotor
Habib kerajaan tarumanegara
Habib kompasiana
Habib luar negeri indonesia
Habib luar negeri bebas aktif
Habib luar negeri indonesia adalah
Habib liberal
Habib yang membedakan warna kulit disebut
Habib yang dianut bangsa indonesia
Habib yang baik
Habib yahudi
Habib yang dianut bangsa indonesia adalah
Habib merupakan
Habib yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Habib. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Habib. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2017

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

Solo, Asli Muhammadiyah. Habib Novel bin Muhammad Alaidrus secara resmi menyatakan masuk anggota Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh majelis Ar-Raudah ini juga mengajak jamaah turut serta masuk jam’iyah yang didirikan para ulama di Surabaya tahun1926 tersebut.

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

“Malam ini saya resmi menjadi anggota NU. Saya mengajak seluruh jamaah untuk masuk menjadi anggota NU,” kata Habib Novel saat didaulat sebagai pembicara pada acara ‘Ansor Bersolawat’ yang diselenggarakan di depan kantor PCNU Surakarta, Selasa malam (23/4).

Dalam kesempatan tersebut, Habib Novel juga mewanti-wanti warga Nahdliyyin agar jangan mau bila digiring ke ranah politik, “Acara Rijalul Ansor untuk majelis ta’lim, dzikir dan sholawat, bukan untuk menggiring ke partai politik tertentu,“ tegas Habib, yang juga penasihat GP Ansor Solo ini.

Asli Muhammadiyah

Pengaruh Habib yang produktif menulis ini, bagi warga Solo dan sekitar, cukup besar. Terbukti di setiap majelis yang diadakan di Markas Ar-Raudah, dipadati ribuan jamaah. Pengaruhnya ini diharapkan nantinya akan bagus bagi perkembangan NU di Solo dan sekitar.

Apa yang diungkapkan Habib Novel terkait menggiring NU ke politik, diamini Ketua GP Ansor Solo, M Anwar, “Khittah harus dijaga betul. Jangan sampai terbawa ke politik,” tuturnya.

Asli Muhammadiyah

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-79 di Solo ini mengusung tema Perkuat Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan Dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Beberapa hari sebelumnya juga diadakan berbagai rangkaian kegiatan guna menyambut momentum harlah ini.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Amalan, Tegal Asli Muhammadiyah

Kamis, 01 September 2011

Habib Syech: Di Belakang Ansor Ada Kiai-kiai Besar, Jaga Nama Baik Itu!

Solo, Asli Muhammadiyah. Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf berpesan kepada para kader Ansor dan Banser untuk selalu menjaga nama baik organisasi pemuda milik NU tersebut.

Menurut pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu, di belakang Ansor terdapat nama-nama besar para kiai yang turut mendirikan dan membesarkannya. Untuk itu, para pemuda yang menyandang predikat kader Ansor dan Banser, sudah seyogyanya turut menjaga nama baik.

Habib Syech: Di Belakang Ansor Ada Kiai-kiai Besar, Jaga Nama Baik Itu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Di Belakang Ansor Ada Kiai-kiai Besar, Jaga Nama Baik Itu! (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Syech: Di Belakang Ansor Ada Kiai-kiai Besar, Jaga Nama Baik Itu!

Jaga nama besar para romo kiai, jaga nama besar Ansor dan Banser!, pesan dia, saat menerima kunjungan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, di Gedung Bustanul Asyiqin, Rabu (29/6) pagi.

Selain itu, Habib Syech juga mengajak para kader Ansor untuk saling membantu dalam menegakkan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, dengan mengedepankan adab dan akhlak yang baik.

Asli Muhammadiyah

Ansor dan Banser saudara saya, mari kita bangkitkan kecintaan masyarakat kita kepada Ahlussunah wal Jamaah dengan mengedepankan adab dan akhlakul karimah, tuturnya.

Asli Muhammadiyah

Tak lupa, Habib Syech menghaturkan terima kasih kepada para anggota Banser yang sering membantu dalam setiap kegiatannya.

Acara kunjungan sekaligus sahur bersama Habib Syech ini merupakan rangkaian kegiatan Pengurus PW GP Ansor Jateng di wilayah Soloraya. Pada sore harinya, juga digelar sejumlah kegiatan, antara lain buka bersama, penyerahan bantuan sosial dan penyerahan bendera kepada para Pimpinan Cabang Ansor di Soloraya. (Ajie Najmuddin/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69439/habib-syech--di-belakang-ansor-ada-kiai-kiai-besar-jaga-nama-baik-itu

Sabtu, 09 Juni 2007

Ribuan Jamaah Tunggu Pengajian Habib Umar di Tasdini

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah. Pengajian umum dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Rabu (14/5), dipadati ribuan jamaah. Kegiatan yang diadakan pondok pesantren Tasdini Desa Lengkong Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro itu, dihadiri Habib Umar Al-Muthohar dari Semarang.

Sejak acara dimulai dengan penampilan para santri, para pengunjung berdatangan satu per satu. Kemudian bergelombang sampai ribuan. Sekitar tiga ribu nasi yang disiapkan panitia habis dibagikan kepada para pengunjung.

Ribuan Jamaah Tunggu Pengajian Habib Umar di Tasdini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Tunggu Pengajian Habib Umar di Tasdini (Sumber Gambar : Nu Online)


Ribuan Jamaah Tunggu Pengajian Habib Umar di Tasdini

"Meskipun pengajian diundur, tetapi tidak mengurangi kecintaan yang hadir kepada Rasullullah," kata pengasuh Pesantren Tasdini, KH. Moh. Thohir.

Kiai yang familiar disapa Lek Thohir itu menuturkan dalam sambutannya, Tasdini merupakan tempat belajar mulai dini. Sehingga semua santri diajari dasar-dasar ilmu agama secara gratis tanpa terkecuali.

Asli Muhammadiyah

Keihlasan ribuan pengunjung pengajian sedikit diuji, dengan kehadiran Habib Umar Al-Muthohar sekitar pukul 23.30 WIB. Tetapi warga Nadhliyin tidak beranjak dari tempat duduknya. Bahkan mereka tumpah ruah memadati halaman dan menutup akses jalan di daerah tersebut.

"Kita ngaji di sini, agar hidupnya tidak kmeresek," ujar Habib tersebut kepada para jamaah yang sudah bersabar menunggu kedatangannya.

Asli Muhammadiyah

Habib asal Semarang itu juga menceritakan kisah Rasullullah dan keluarganya yang harmonis agar menjadi contoh umat Islam sampai kelak nanti. "Nabi sebagai penyempurna akhlak untuk kebaikan semuanya," sambungnya.

Dengan penyampaian yang sederhana, mudah dimengerti dan sedikit candaan, membuat para pengunjung tertawa. Sehingga ribuan jamaah yang hadir tidak terasa, kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (15/5/2014). Setelah acara selesai, ditutup dengan bacaan doa dan diamini seluruh jamaah.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52008/ribuan-jamaah-tunggu-pengajian-habib-umar-di-tasdini

Asli Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Makassar, Asli Muhammadiyah. Dewan Pembina PP GP Ansor, Habib Puang Makka membaiat peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV PP GP Ansor, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). ? ?

Kepada peserta berasal dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Habib Puang Makka meminta kader inti Pemuda Ansor itu untuk selalu menjaga Indonesia dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Usai lagu Indonesia Raya berakhir, pemilik nama lengkap Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama itu melangkah yakin menuju empat bendera, merah putih, Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser. Lalu dengan khusyuk mencium bendera-bendera itu secara berurutan dan kemudian kembali ke tempat semula.

"Banser senantiasa menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasullullah SAW. Dan tanpa pamrih mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 tanpa pamrih dan konsekuen," ujar Puang Makka diikuti peserta.

Pasca pembaiatan, tindakan Puang Makka mencium empat bendera diikuti anggota Banser dan jamaah Khalwatiyah Yusuf Makassari yang menghadiri prosesi. Lantunan sholawat dan tangis haru memenuhi ruangan.

Asli Muhammadiyah

"Jajaran Satkornas Banser mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW GP Ansor Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kaderisasi di Makassar," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian,Attijani Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Senin, 03 Maret 2014

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

Semarang, Asli Muhammadiyah. Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf kembali menegaskan pentingnya nasionalisme. Ia mengajak warga untuk tetap bersatu, saling menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi konstitusi.

“Saya ingin NKRI tetap utuh, maka dari itu hormatilah perbedaan, hormatilah pemimpin, hormatilah polisi, dan sebagainya,” katanya di hadapan ribuan jamaah yang memadati acara Pengajian Akbar dan Maulidur Rasul di halaman Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/10) malam.

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

Dalam acara bertema “Gunungpati Bershalawat” itu, Habib Syech berpesan agar warga Indonesia tetap bershalawat, supaya negara Indonesia tetap selamat. “Ayo kita bersatu dengan landasan agama dan UUD (Undang-Undang Dasar 1945). Semoga negeri kita selamat, Indonesia tetap kuat, tetap satu,” imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Di akhir pengajian, Habib Syech dan jama’ah menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh polisi setempat.

Asli Muhammadiyah

Pengajian akbar ini digelar Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati. Ribuan orang tampak antusias berbondong-bondong mengahdiri lokasi acara. Seperti M Syafiqul Umam, santri Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang yang saat itu ikut bershalawat. Dia mengaku merasa sangat bahagia bisa ikut bershalawat bersama Habib Syech.

“Saya merasa senang dan hati saya merasa sejuk ketika bershalawat, Mas,” kata mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang ini. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam Asli Muhammadiyah

Rabu, 19 Oktober 2016

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

Tegal, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU ) Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal menyatakan gerakan pelajar antiradikalisme dan narkoba. Deklarasi ini merupakan respon sekaligus langkah antisipasi merebaknya radikalisme yang belakangan mulai menyasar kalangan pelajar.

penanggung jawab acara sekaligus Ketua demisioner PAC IPNU Pangkah Moh Naenul Rizqoni mengatakan, deklarasi pelajar antiradikalisme dan narkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena mutakhir yang cukup memprihatinkan. Banyak masyarakat tak berdosa turut menjadi korban akibat radikalisme yang terus tumbuh hingga di tataran pelajar. Begitu pula akibat narkoba, tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

"Kita jelas bertekad bulat melawan segala bentuk radikalisme dan peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan. Mengingat jaringan radikalisme dan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. Baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi," katanya usai pelantikan kepengurusan yang baru dan deklarasi di lapangan Balamoa Kecamatan pangkah, Ahad (28/8).

Dalam waktu dekat, tutur Moh Naenul Rizqoni , pihaknya akan mengarahkan kepengurusan yang baru untuk menggalang dukungan dari seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Kecamatan Pangkah untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi radikalisme. Pelajar dan mahasiswa NU didorong untuk menjadi pelopor dalam mengampanyekan semangat anti radikalisme.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Masalah yang juga perlu mendapatkan perhatian serius menurut Rizqon adalah persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam. "Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasari yang memimpin jalannya deklarasi mengatakan strategi preventif sejak dini memang perlu dilakukan terutama bagi generasi muda. Penanaman nilai-nilai keagamaan dan kebangsaaan di sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga menengah turut memberikan dampak positif terhadap upaya menghadang radikalisme.

Ketua MWCNU Pangkah H Muntoyo mengatakan, Pesantren dan sekolah-sekolah NU bersama pemerintah Tegal selama ini cukup banyak bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk untuk menghadang radikalisme, tidak hanya di kalangan internal namun ke depan kampanye antiradikalisme lebih gencar dilakukan di masyarakat secara luas.

Radikalisme, menurut Muntoyo, di antara penyebab yang paling berpengaruh adalah karena memahami agama secara literal dan semakin gencarnya penyebaran paham-paham yang mengarah pada radikalisme melalui media sosial. Untuk itu, diharapkan IPNU-IPPNU kedepan dapat menjadi garda terdepan menanamkan sikap toleransi dan keberagaman di masyarakat.

Selain itu, menurut H Sofiyudin selaku pembina PAC IPNU Pangkah, untuk menghindari radikalisme dan bahaya Narkoba yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tentu diperlukan stakeholder untuk membentengi masing-masing anggota keluarga dari godaan radikalisme. "Guru agama di sekolah-sekolah dalam mengajarkan Islam harus proporsional dan komprehensif. Sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang keliru," jelasnya.

Deklarasi Pelajar NU Kecamatan Pangkah anti radikalisme dan anti narkoba diikuti sebanyak ratusan Pelajar dari seluruh Desa dan Sekolah sekolah se Kecamatan Pamgah dan di ikuti oleh ribuan pelajar yang turut hadir serta di meriahkan oleh Grup Hadroh Az-zahir dari pekalongan dan dihadiri oleh Al Habib Muhammad Lutfhi Bin Hasyim Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan dan Ufti Adenda Aulia (Aksi Indosiar).

Dalam peyampainya Habib Lutfhi menitipkan pesan kepada segenap pelajar dan kalangan muda yang ada untuk terus berkarya dalam mencintai Bangsa dan Tanah Air ini. Jangan sampai kalian menyakiti hati orang tua dan para pahlawan bangsa," tutur Habib Lutfhi. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya IPNU-IPPNU Pangkah yang telah mengajak masyarakat untuk melakukan hal baik dan positif. (Mughni/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70867/hadirkan-habib-luthfi-pelajar-nu-pangkah-deklarasi-antinarkoba-dan-radikalisme

Senin, 14 Agustus 2017

Habib Lutfi: Gus Dur Orang Saleh

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Ketua Umum Jamiyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Lutfi bin Yahya mengaku tidak bisa menyimpulkan apakah Gus Dur wali atau bukan, tetapi ia yakin Gus Dur orang yang sholeh.



Habib Lutfi: Gus Dur Orang Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Lutfi: Gus Dur Orang Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Lutfi: Gus Dur Orang Saleh

“Yang tahu wali hanya wali dan saya husnudhon billah beliau orang yang sholeh,” katanya seusai memberi tausiyah Maulid Nabi yang diselenggarakan Ansor NU Kamis (17/2) malam lalu.

Ia menjelaskan, kesalehan atau kewalian seseorang tidak bisa diukur atau dibandingkan layaknya emas berapa karat.

Asli Muhammadiyah

“Sholeh ya sholeh, kesalehan seseorang tidak bisa kita ukur, apalagi keauliaan. Tinggal prasangka baik kita, apalagi Gus Dur yang sudah berbuat untuk umat ini, untuk bangsa ini,” tandasnya.

Bagi banyak orang, Habib Lutfi sendiri dianggap sebagai wali, entah benar atau salah, tetapi dalam setiap pengajian yang dihadirinya, massa selalu berusaha memberi hormat kepadanya dengan mencium tangannya.

Asli Muhammadiyah

Dalam Munas Jatman yang dihadiri oleh Presiden SBY, yang berlangsung Juni, 2008 lalu di Asrama Haji Pondok Gede, para tukang foto mengeluh jualannya tidak laku untuk pose-pose yang berdampingan dengan Presiden sebagaimana biasanya. Para peserta ternyata lebih memilih berfoto bersama Habib Lutfi. Ia lebih dihormati daripada pejabat tertinggi negara. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pesantren, Lomba, Syariah Asli Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf menegaskan tentang pentingnya nikmat rasa aman yang dimiliki bangsa Indonesia. Menurutnya, betapapun makmurnya hidup seseorang, tanpa rasa aman hal tersebut akan sia-sia. Karena itu, penting bagi bangsa Indonesia untuk mensyukuri anugerah luar biasa ini.

“Kita harus berterima kasih kepada orang pertama yang memberikan kita rasa aman, yaitu KH Hasyim Asy’ari,” katanya di hadapan ribuan warga yang memadati Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (21/10) malam, dalam acara pembacaan shalawat Nariyah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim

Habib Ali berbicara dalam konteks kisah perjuangan Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam menghadapi suasana genting sekitar dua bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 di Surabaya. Melalui fatwa Resolusi Jihad, pendiri Nahdlatul Ulama itu mampu membakar semangat para santri dan arek-arek Surabaya untuk melawan penjajah yang hendak merebut kembali kemerdekaan Indonesia.

Asli Muhammadiyah

Soal agenda pembacaan shalawat Nariyah yang digagas PBNU, Habib Ali yang merupakan pemimpin Majelis Ta’lim wal Mudzakarah al-Afaf ini mengaku mendukung penuh. Ia juga menjelaskan tentang sejumlah keutamaan dan manfaat membaca shalawat, mulai dari menghilangkan kesusahan sampai mendapatkan husnul khatimah.

Malam itu hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Mustasyar PWNU DKI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf, pejabat daerah setempat, dan segenap pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

Asli Muhammadiyah

Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun dalam sambutannya menyatakan bahwa penetapan Hari Santri Nasional menjadi wujud perhatian pemerintah sejarah perjuangan para santri. Menurutnya, santri bermakna lebih luas dari sekadar orang yang tinggal di pesantren. Siapa pun yang memiliki semangat mendalami ilmu yang tinggi, pelopor kebaikan, berakhlakul karimah, dan bertindak untuk mencapai ridha Allah, baginya adalah seorang santri.

Acara pembacaan shalawat Nariyah tersebut menjadi bagian dari agenda Pembacaan 1 Miliar Shalawat yang digelar secara serentak di Indonesia. Selain di Jakarta, pembacaan shalawat Nariyah juga dipusatkan di Lamongan, Lirboyo, Pasuruan, Situbondo, Lampung Tengah, Balikpapan, dan Samarinda. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Warta, Quote, Pesantren Asli Muhammadiyah

Jumat, 25 Agustus 2017

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

Tegal, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU ) Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal menyatakan gerakan pelajar antiradikalisme dan narkoba. Deklarasi ini merupakan respon sekaligus langkah antisipasi merebaknya radikalisme yang belakangan mulai menyasar kalangan pelajar.

penanggung jawab acara sekaligus Ketua demisioner PAC IPNU Pangkah Moh Naenul Rizqoni mengatakan, deklarasi pelajar antiradikalisme dan narkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena mutakhir yang cukup memprihatinkan. Banyak masyarakat tak berdosa turut menjadi korban akibat radikalisme yang terus tumbuh hingga di tataran pelajar. Begitu pula akibat narkoba, tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

"Kita jelas bertekad bulat melawan segala bentuk radikalisme dan peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan. Mengingat jaringan radikalisme dan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. Baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi," katanya usai ? pelantikan kepengurusan yang baru dan deklarasi di lapangan Balamoa Kecamatan pangkah, Ahad (28/8).

Dalam waktu dekat, tutur Moh Naenul Rizqoni , pihaknya akan mengarahkan kepengurusan yang baru untuk menggalang dukungan dari seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Kecamatan Pangkah ? untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi radikalisme. Pelajar dan mahasiswa NU didorong untuk menjadi pelopor dalam mengampanyekan semangat anti radikalisme.

Masalah yang juga perlu mendapatkan perhatian serius menurut Rizqon ? adalah persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam. "Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba," ungkapnya.

Asli Muhammadiyah

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Tegal ? H Ahmad Wasari yang memimpin jalannya deklarasi mengatakan strategi preventif sejak dini memang perlu dilakukan terutama bagi generasi muda. Penanaman nilai-nilai keagamaan dan kebangsaaan di sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga menengah turut memberikan dampak positif terhadap upaya menghadang radikalisme.?

Asli Muhammadiyah

Ketua MWCNU Pangkah H Muntoyo mengatakan, Pesantren dan sekolah-sekolah NU bersama pemerintah Tegal selama ini cukup banyak bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk untuk menghadang radikalisme, tidak hanya di kalangan internal namun ke depan kampanye antiradikalisme lebih gencar dilakukan di masyarakat secara luas.

Radikalisme, menurut Muntoyo, di antara penyebab yang paling berpengaruh adalah karena memahami agama secara literal dan semakin gencarnya penyebaran paham-paham yang mengarah pada radikalisme melalui media sosial. Untuk itu, diharapkan IPNU-IPPNU kedepan dapat menjadi garda terdepan menanamkan sikap toleransi dan keberagaman di masyarakat.

Selain itu, menurut H Sofiyudin selaku pembina PAC IPNU Pangkah, untuk menghindari radikalisme dan bahaya Narkoba yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tentu diperlukan stakeholder untuk membentengi masing-masing anggota keluarga dari godaan radikalisme. "Guru agama di sekolah-sekolah dalam mengajarkan Islam harus proporsional dan komprehensif. Sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang keliru," jelasnya.

Deklarasi Pelajar NU Kecamatan Pangkah anti radikalisme dan anti narkoba diikuti sebanyak ratusan Pelajar ? dari seluruh Desa dan Sekolah sekolah se Kecamatan Pamgah dan di ikuti oleh ribuan pelajar yang turut hadir serta di meriahkan oleh Grup Hadroh Az-zahir dari pekalongan dan dihadiri oleh Al Habib Muhammad Lutfhi Bin Hasyim Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan dan Ufti Adenda Aulia (Aksi Indosiar).

Dalam peyampainya Habib Lutfhi menitipkan pesan kepada segenap pelajar dan kalangan muda yang ada untuk terus berkarya dalam mencintai Bangsa dan Tanah Air ini. “Jangan sampai kalian menyakiti hati orang tua dan para pahlawan bangsa," tutur Habib Lutfhi. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya IPNU-IPPNU Pangkah yang telah mengajak masyarakat untuk melakukan hal baik dan positif. (Mughni/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ulama, AlaNu, Doa Asli Muhammadiyah

Senin, 17 Agustus 2015

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Solo, Asli Muhammadiyah. Nama Majelis Ahbabul Musthofa yang diasuh oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf cukup populer bagi masyarakat Aswaja pecinta lantunan shalawat di Indonesia, bahkan dunia. Majelis dzikir dan shalawat yang sudah berdiri puluhan tahun lalu ini menginspirasi orang untuk semakin mencintai Nabi Muhammad saw. melalui pujian shalawat.

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Ahbabul Musthofa sendiri bermakna para pecinta Al-Musthofa, Rasulullah saw. “Kenapa dinamakan Ahbabul Musthofa? Supaya kita diakui menjadi kekasihnya dan di akhirat bersama Rasulullah saw.” kata Habib Syech pada acara Harlah Ke-18 Ahbabul Mustofa di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (9/1) malam.

Mustasyar PWNU Jateng itu menambahkan, majelis Ahbabul Musthofa dulu awalnya cuma lima sampai enam orang. “Sekarang alhamdulillah bertambah banyak,” ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam kesempatan ini Habib Syech berpesan kepada ribuan jamaah yang hadir untuk senantiasa menguatkan keyakinan kepada Allah. “Kita kuatkan keyakinan kita, husnuzzhan kepada Allah. Insya Allah selamat di dunia dan akhirat,” ungkap dia.

Asli Muhammadiyah

Ia juga berdoa agar Allah menghentikan pertikaian umat Islam di seluruh dunia. “Pertikaian umat Islam di Syiria, Yaman, dan di manapun semoga Allah menghentikan pertikaian yang ada di sana,” harap dia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ulama, Aswaja, Fragmen Asli Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Rembang, Asli Muhammadiyah

Pemerintah Kabupaten Rembang Jawa Tengah pekan depan mengagendakan gelaran shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Rencananya acara tersebut diselenggarakan pada 10 September 2017 di alun-alun kabupaten setempat.

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat menghadiri acara Istighotsah dan Aksi Damai Tolak Five Days School (FDS) yang diselenggaran warga NU Rembang, Rabu (30/8), juga mengungkapkan tentang hal ini.

"Pemkab Rembang pada tanggal 10 September akan mengadakan shalawat bersama Habib Syech. Dan kami juga telah komunikasi dengan Pak Gubernur, insyaAllah akan hadir juga," terangnya.

Asli Muhammadiyah

Senada dengan Bupati Rembang, dalam halaman Facebook resmi Humas Setda Rembang juga dipaparkan tentang informasi ini.

"Rembang bersholawat, Minggu 10 September 2017 start pukul 19.00 WIB di Alun-alun Rembang bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Solo," tulis halaman Facebook tersebut.

Asli Muhammadiyah

Agenda ini mendapat sambutan positif dari warga Rembang. Hal ini tampak dari beberapa komentar dalam fanspage resmi Pemkab Rembang tersebut yang apresiatif terhadap kegiatan ini. (Aan Ainun Najib/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Halaqoh, Tokoh Asli Muhammadiyah

Selasa, 14 Desember 2010

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

Asli Muhammadiyah

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

Asli Muhammadiyah

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Syariah Asli Muhammadiyah

Sabtu, 26 Agustus 2017

Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam?

Demak, Asli Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah KH Muhammad Hanif Muslih mengutip kalimat KH Muslih Abdurrahman Al-Maroqy dan Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al-Maliky.

“Rasullullah Muhammad SAW akan selalu hadir, ruh dan jasadnya, saat mahallul qiyam pada pembacaan maulid,” kutipnya pada pembukaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak pada Jumat malam (16/1).

Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam?

Peringatan tersebut merupakan Safari Maulid Majelis Al Muqorrobin pimpinan Habib Farid Abdillah bin Masyhur, Habib Fauzi bin Masyhur, dan Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur. Ketiganya merupakan penerus majelis ta’lim Muqorrobin yang dididirkan Habib Masyhur bin Toha Al Munawar.

Asli Muhammadiyah

Ribuan santri dan masyarakat hadir pada kesempatan itu. juga para ulama, habaib, pejabat pemerintah dari sipil maupun kepolisian. Hadir pula Habib Ali bin Hasan Bafaqih dari Tarim Yaman. Beliau mengajak kepada masyarakat untuk selalu meneladani akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW.

Asli Muhammadiyah

“Diutusnya Baginda Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia adalah sebuah rahmat yang agung, maka menjadi sebuah keniscayaan bagi kita umat Islam untuk selalu meneladani akhlak mulia beliau,” katanya dalam mauidhoh berbahasa Arab yang diterjemahkan KH Helmi Wafa. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Lomba, Aswaja Asli Muhammadiyah

Sabtu, 12 Agustus 2017

Belajar dari NU Australia-Selandia Baru

Pelan tapi pasti, kebanggan saya sebagai nahdliyin megembang kembali saat mengikuti Konfercab PCI NU Australia-Selandia Baru, 29-30 Agustus 2014. Perwakilan dari 5 negara bagian ikut hadir: Victoria (Melbourne), New South Wales (Sydney & Wollongong), South Australia (Adelaide), Western Australia (Perth), dan Australian Capital Territory (Canberra).

Sementara dari Selandia Baru dan Northern Territory (Darwin) berhalangan hadir dan di negara bagian Tasmania belum ada kepengurusan NU. Mereka rata-rata adalah calon master dan doktor dari berbagai kampus se-Australia. Sebagain lagi sudah menjadi warga tetap atau permanen residen.

Belajar dari NU Australia-Selandia Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari NU Australia-Selandia Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari NU Australia-Selandia Baru

Konfercab ini istimewa. Pesertanya datang dengan biaya sendiri, menyediakan waktu di sela-sela kesibukan studi dan bekerja. Tak ada janji dari calon ketua yang akan mengganti biaya tiket, misalnya. Begitu pula panitia lokal di Melbourne berjibaku selama sekitar dua minggu untuk menjadi tuan rumah yang baik. Untuk apakah gerangan mereka melakukan ini semua? Saya menemukan satu jawaban yang mungkin tidak canggih: tabarrukan. Ngalap berkah dari para pendiri NU yang sudah visioner menghendaki NU sebagai lembaga yang mengglobal, sebagaimana diperlihatkan oleh lambangnya. Kalau Wahabi yang lahir di Saudi bisa mendunia, Ahmadiyah dari Pakistan bisa mendunia, kini ISIS dari Iraq juga mengguncang dunia, mengapakah NU yang sejak awal berlambang bola dunia tak bisa meraih capaian yang sama? Apa yang kurang dari NU sehingga masih gagap untuk menjadi bagian integral dari warga dunia?

Tiga dari Habib Aji

Ismail Fajrie Alatas memberikan jawaban yang jernih dan jenial. Dalam teleconference (29/8/’14) sebagai prolog Konfercab, Habib Aji, demikian ia biasa disapa, menyampaikan tiga hal yang luput diperhatikan selama ini. Tiga hal yang tidak perlu dicari-cari karena sebenarnya melekat di dalam diri aktivis NU. Pertama, menjaga otoritas keilmuan sebagai ciri mandiri NU. Menjaga sanad keilmuan dan menyebarkannya kepada yang memerlukan. Otoritas keilmuan itu harus dijaga karena hanya dengan itulah nama NU masih layak dipergunakan. Menjadi berbahaya jika otoritas ini semakin tergerus dan setiap orang bisa mengklaim sebagai ulama. Bukankah dunia intelektual Barat itu kita hargai, hingga dikejar untuk kepentingan studi, karena mereka berhasil menjaga otoritas keilmuannya?

Asli Muhammadiyah

Implementasi dari sikap ini ialah menerapkan cara pengajaran ulama-ulama NU terdahulu, yaitu memberikan pengajian dengan membacakan kitab-kitab khas pesantren, misalnya kitab-kitab seperti Safinatun Naja, Sullamut Taufiq, Aqidatul Awam. Bukan hanya ceramah lepas yang baik pendakwah maupun pendengarnya susah mengingat-ingat kembali materinya. Kitab-kitab itu dibacakan kepada jamaah di lingkungan PCI NU dengan tidak lupa menjelaskan sanadnya. Dengan demikian, jamaah yang ikut mengaji akan merasa bangga karena mendapatkan ilmu yang sanadnya tersambung kepada ulama-ulama besar, para muallif penyebar berkah keilmuan itu.

Asli Muhammadiyah

Kedua, mulai bergabung dengan aliansi Aswaja internasional, misalnya dengan Tabah Foundation yang digerakkan oleh Habib Ali Aljufri (http://www.tabahfoundation.org/en) yang berpusat di Abu Dhabi. Lembaga ini menjadi thing tank? kelas global yang memberikan sumbangsih pemikiran dari perspektif Aswaja, untuk kehidupan yang lebih baik di tingkat dunia. Menurut Habib Aji, intelektual dan cendekiawan NU yang alumni dari mancanegara, sangat ditunggu kiprahnya untuk ikut membesarkan lembaga tersebut. Untuk tingkat Australia, ia menyarankan agar mulai dibangun kegiatan bersama dengan pendatang Malaysia, Brunai, Pattani, yang memiliki tradisi yang sama dengan NU.

Ketiga, pandai-pandai menyikapi perkembangan sosial-media untuk memperluas dakwah dan tidak terjebak dalam budaya baru yang dilahirkan oleh setiap perangkat sosial-media itu. Inilah tantangan yang sulit tapi bukan berati tidak mungkin untuk dilakukan.

Paparan kandidat doktor di Michingan University itu menyadarkan aktivis NU di luar negeri untuk kembali pada dirinya sendiri, pada khazanah pesantren. NU dengan basis pesantren, menurutnya, mempunyai semua modal untuk menjadi bagian dari kegiatan dakwah di tingkat global. Tentu terpulang pada aktivis NU sendiri, apakah peluang yang sebenarnya terbuka itu mau diambil atau disia-siakan. Apakah cukup sebagai jago kandang yang beraninya hanya dengan “pihak tertentu”, atau mulai siap berekspansi menjajal tantangan dan peluang dari warga lokal dan pendatang dari manca negara.

Konfercab Paling Sukses

Saat Konfercab berlangsung, saya lebih banyak diam. Tugas resmi saya adalah bidang media dan publikasi, jadi memang harus lebih banyak menyimak dan mencatat dari pada bicara. Saya menyimak beragam pendapat kawan-kawan dari berbagai latar belakang. Kagum karena tidak semua bergenetika NU, tapi mau bergabung sebagai nahdliyyin.

Ada dua orang utusan yang berhasil membetot perhatian saya: Muhammad Khodafi dari Canberra dan Kiai Muhammad Mubarok Omo dari Perth, yang populer dengan sebutan Ustadz Mumu. Saya kagum dengan idealisme Khodafi saat mengelola majalah Santri yang diterbitkan oleh PP RMI. Rasanya, idealisme saya selama ini tak ada apa-apanya dibandingkan Khodafi. Saya bisa tetap idealis karena jauh dari “godaan“, sementara dia tetap teguh tak tergoyahkan di tengah godaan-rayuan di depan matanya. Saya membayangkan dari tangannya kelak masih akan lahir media NU atau pesantren yang berwibawa dan sukses secara keredaksian dan komersial.

Sementara Ajengan Mumu mengagumkan karena pengalaman panjangnya berdakwah di luar negeri, mulai dari Malaysia hingga Australia. Ia mau "turun gunung“ untuk menghadiri Konfercab dan bersedia menjadi Mustasyar dalam kepengurusan PCI NU 2014-2016. Tanpa ragu ia menyatakan sebagai nahdliyyin dan mengakui berasal dari keluarga nahdliyyin. Ternyata ia asli dari Sukahurip, Galunggung, Tasikmalaya. Tak jauh dari Kikisik. Masih ingat letusan gunung Galunggung 1982 dan misteri sebuah kampung yang lolos dari terjangan lahar? Ajengan Kikisik yang fenomenal itu ternyata masih terhitung kakeknya. Tak heran jika ia menyampaikan bahwa ajakan dzikir bisa menyatukan umat. "Ajakan berdzikir itu bisa meredam konflik internal di antara umat Islam,“ ujarnya. Ia bukan sedang berteori, tapi memaparkan pengalamannya selama ini. Pengalaman ajengan yang tak kehilangan lentong Sunda-nya itu layak dipraktikkan dalam berdakwah di semua negara bagian di Australia.

Diam-diam saya coba mencari-cari suasana khas NU jika mengadakan acara. Suasana ger-geran ala pesantren memang mulai mencairkan suasana. Tapi kekhasan itu saya temukan saat Ustadz Mumu memipin doa penutup acara pembukaan di KJRI. Ia hanya membacakan surat Al-Fatihah, tapi suaranya itu, mengingatkan saya ke dalam suasana riungan NU di tanah air. Ia memang seorang qari yang bersuara berat nan mantap. Suasana NU itu semakin kental saat ia memimpin tahlilan di penghujung seluruh rangkaian Konfercab. Lantunan ayat suci dengan suara merdunya di tengah-tengah tahlilan, benar-benar me-refresh semua rasa lelah, lahir dan batin.

“Inilah Konfercab paling sukses selama ini,” ujar Gus Nadir mengapresiasi seluruh panitia dan peserta. Posisi intelektual dengan dua gelar doktor ini memang sentral bagi PCI NU. Sosoknya dapat menjadi pemacu sekaligus penyeimbang laju roda organisasi. Tanpa segan ia menuangkan minuman bagi para peserta, atau mencarikan kursi bagi yang tidak kebagian tempat duduk. Tak mengherankan jika pakar demografi dari Macquarie University, Dr. Salut Muhidin, mengamini ajakannya untuk bergabung membesarkan PCI NU.

Fase Ketiga

Terpilihnya Tufel Musyadad, alumni IAIN Walisongo Semarang, menandai fase ketiga perkembangan PCI NU. Ia mendampingi Gus Nadir selaku Rais Syuriyah dan Ustad Mumu sebagai salah satu Mustasyar. Fase pertama ialah kelahiran dan peresmian keberadaan PCI NU Australia-Selandia Baru di Canberra pada 2005. Banyak organisasi massa cabang luar negeri yang berhenti pada fase ini. Fase kedua ialah penyesuaian susunan kepengurusan sesuai kebutuhan, pencarian bentuk program, dan? penyesuaian gerak organisasi dengan lingkungan sekitar. Konflik dengan “pihak tertentu” merupakan bumbu dominan dalam fase ini. Tak sedikit ormas Islam yang terpaksa tiarap akibat deraan konflik internal ini. Lalu fase ketiga adalah fase konsolidasi, dimana tiga serangkai permanen residen menjadi figur sentral PCI NU. Sebelumnya, Ketua Tanfidziyah selalu dijabat oleh pelajar yang hanya memegang visa sementara.

Tantangan Tufel ialah mengawal PCI NU memasuki fase keempat, yaitu penguatan fondasi, yang ditandai dengan tampilnya seorang warga Australia, kelak di kemudian hari, sebagai pimpinan. Tidak harus bule, bisa saja ia adalah seorang Muslim Aborigin atau generasi kedua pedatang Indonesia yang sudah menjadi citizen. Namun, itu bukan hanya tugas alumni Stony Brook University, New York itu sendirian, melainkan tugas bersama-sama semua pengurus dan anggota PCI NU. Dengan tampilnya warga Australia sebagai pimpinan NU, maka dalil “NU yashluh li kulli zaman wa makan” menjadi sah adanya. Dan itulah bukti NU yang mendunia, yakni bergabungnya warga dunia ke dalam NU.

Dari Konfercab kali ini saya bisa mendapatkan gambaran yang nyaris utuh mengenai harapan perkembangan PCI NU ke depan. Potensi (kekuatan), tantangan, peluang, dan hambatan yang akan dihadapi terpapar melalui persidangan dan diskusi-diskusi kecil di luar acara resmi. Misalnya kegiatan non pengajian yang selama ini ditunggu-tunggu, dapat terwadahi dalam gagasan Gus Dur Memorial Lecture yang dilontarkan peneliti muda LIPI Muhammad Khoirul Muqtafa. Apalagi nama Gus Dur adalah jaminan mutu bagi dunia intelektual Australia.

PCI NU di seluruh dunia sesungguhnya merupakan aset besar NU. Menarik untuk melihat “pertarungan” di arena Muktamar NU XXXIII 2015 nanti. Apakah PCI NU akan mendapatkan perhatian besar dari induknya kembali atau lagi-lagi kurang dianggap? penting. Dengan dukungan penuh dari PBNU, PCI NU memang akan leluasa bergerak secara terstruktur, sistematis, dan masif. Namun, dengan dukungan seadanya pun, ruang gerak PCI NU tidak harus terhambat. Justru hal itu bisa mendorongnya untuk menjadi otonom dan menumbuhkan dirinya sendiri hingga mencapai tahap kematangan, baik secara organisasi maupun program. Insyaallah.

Rasanya, dengan figur karismatik Nadirsyah Hosen, nyala api harapan dari PCI NU Australia-Selandia Baru akan awet dan tahan dari tiupan angin, bahkan dapat menyinari rumah induknya. ?

Kini, tepat waktunya untuk berkirim hadiah fatihah kepada semua pendiri NU, khususnya Mbah Ridwan Abdullah, sang pencipta lambang NU yang futuristik itu. Alfatihah …

Iip Dzulkipli Yahya, penulis partikelir, saat ini tinggal di Clayton, Victoria, Australia.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai Asli Muhammadiyah

Kamis, 09 November 2017

Di Pontianak, Ribuan Warga Semarakkan Maulid Nabi

Pontianak, Asli Muhammadiyah. Ribuan warga Kota Pontianak semarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Betung Pontianak Timur.

Kegiatan Sabtu (17/1) malam ini diselenggarakan oleh Majlis Talim El-Betinqy serta Majlis Talim Asyrobut Tohur Pontianak.

Di Pontianak, Ribuan Warga Semarakkan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pontianak, Ribuan Warga Semarakkan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pontianak, Ribuan Warga Semarakkan Maulid Nabi

Hadir dalam peringatan malam ini Al-Habib Toha Bin Husain Al-Jufri (Pimpinan Majllis Asyrobut Tohur Pontianak), Al-Ustadz Haidar (Pimpinan Majis El-Betinqy),KH Qudus Ketapang, KH Bustanul Arifin Saigon, Habib Muhammad Al-Qadry, dan beberapa habaib, kiai, serta asatidzh lainnya.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan diawali dengan shalat isya berjamaah di Masjid Jami Kesultanan Qadriah Pontianak, kemudian dilanjut dengan konvoi serta arak-araan menuju lokasi majelis yang terletak di tengah-tengah perkampungan beting kecamatan Pontianak Timur yang kebetulan tak jauh dari lokasi Masjid Jami.

Asli Muhammadiyah

Masyarak pun larut dengan latunan Sholawat dan Qasiidah yang di bawakan oleh hadrah dari Majlis Asyrobut Tohur yang langsung di pandu oleh Habib Toha.

Dalam sambutannya ustaz Haidar selaku tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran segenap masyarakat.

"Kita berharap semoga hadirnya kita di majlis ini senantiasa mendapat keberkahan dari pada Allah SWT dan Rasul-Nya."

Pada kesempatan itu hadir sebagai penceramah beberapa ulama antara lain KH Qudus Ketang yang memberikann wejangan terkait keutamaan keluarga Nabi SAW., serta KH Bustanul Aifin Saigon yang mengulas tentang pentingnya mujahadatun nafs yakni menekan hawa nafsu yang terdapat dalam diri kita.

Habib Muhammad Al-Qadry yang mendapat kesemppatan terakhhir memberikan wejangan kepada segenap kaum Muslimin tentang tiga criteria orang-orang yang senantiasa bersama Nabi Muhammad SAW.

Pertama, orang-orang yang senantiasa keras tterhadap orang-orang atau perbuatan yang mendekatkan kepada kekufuran, kedua berlemah lembut atau berkasih sayang terhadap sesama, dan yang ketiga adalah orang-orang yang ruku dan sujud mengharap karunia Allah SWT sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Firman-Nya pada QS Al-Fath ayat 29.? (Ahmad Fauzi Muliji/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tegal Asli Muhammadiyah

Kamis, 09 Januari 2014

Wahai Bangsaku Relakah Negerimu Terpecah-belah?

Jakarta, Asli Muhammadiyah?

Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya menegaskan untuk tidak berbasa-basi mengakui negara Indonesia sebagai tanah air. Ia mengatakan hal itu di lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (30/11).?

Wahai Bangsaku Relakah Negerimu Terpecah-belah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahai Bangsaku Relakah Negerimu Terpecah-belah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahai Bangsaku Relakah Negerimu Terpecah-belah?

“NKRI harga mati, bukan basa-basi,” katanya pada Apel Kebhinekaan yang diikuti oleh aparat keamanan TNI dan Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum sebagaimana diberitakan Tribun Jateng.

Habib Luthfi kemudian meminta hadirin untuk menjadikan Indonesia sebagai tanah air dimana pun berada. “Kita hidup di Amerika, Indonesia tanah airku. Kita hidup di Timur Tengah, Indonesia tanah airku, kita hidup di negeri China, Indonesia tanah airku. Kita hidup di mana pun, Indonesia tanah airku,” tegasnya di video yang diunggah di Youtube hari ini oleh akun Syaroni As-Samfuriy.?

Kemudian habib asal Pekalongan tersebut mengajak untuk memahami keistimewaan laut. Menurutnya, ketika mendengar laut, yang terpikir adalah air, ikan, dan perahu. “Berapa anak sungai di Indonesia kalau musim kemarau, kalau musim penghujan; berapa juta kubik per detik mengalir ke laut dengan membawa limbah, membawa macam-macam.”?

Asli Muhammadiyah

Meski demikian, kata dia, benda-benda yang masuk ke laut tidak mampu mengubah rasa asinnya laut. Itu merupakan kehebatannya. “Ikan yang ada di laut tidak perlu diasini karena dia hidupnya sudah di tempat yang asin. Anehnya masih membutuhkan yang asin. “

Berarti, lanjutnya, ikan itu tetap tawar, tapi bisa bergaul dengan yang asin. Hal itu menandakan kerukunan yang sulit dipisahkan dari laut.?

Kemudian ia mengimbau kepada TNI, Polri, anak-anak muda untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Semua kalangan jangan mudah dipecah-belah.?

Menurutnya, pecah-belah itu bisa dilakukan dengan tekanan ekonomi. Tapi jika tekanan ekonomi tidak mempan, yang paling berbahaya adalah membenturkan artarumat bergama. “Wahai bangsaku, yang membanggakan, relakah negerimu berpecah-belah?”?

Menurut Tribun Jateng, pada apel tersebut, hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kajati Jateng, Rektor Universitas Diponegoro Semarang, serta musisi Iwan Fals. (Abdullah Alawi)?

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib Asli Muhammadiyah

Minggu, 13 November 2011

Belajar dari NU Australia-Selandia Baru

Pelan tapi pasti, kebanggan saya sebagai nahdliyin megembang kembali saat mengikuti Konfercab PCI NU Australia-Selandia Baru, 29-30 Agustus 2014. Perwakilan dari 5 negara bagian ikut hadir: Victoria (Melbourne), New South Wales (Sydney & Wollongong), South Australia (Adelaide), Western Australia (Perth), dan Australian Capital Territory (Canberra).

Sementara dari Selandia Baru dan Northern Territory (Darwin) berhalangan hadir dan di negara bagian Tasmania belum ada kepengurusan NU. Mereka rata-rata adalah calon master dan doktor dari berbagai kampus se-Australia. Sebagain lagi sudah menjadi warga tetap atau permanen residen.

Belajar dari NU Australia-Selandia Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari NU Australia-Selandia Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


Belajar dari NU Australia-Selandia Baru

Konfercab ini istimewa. Pesertanya datang dengan biaya sendiri, menyediakan waktu di sela-sela kesibukan studi dan bekerja. Tak ada janji dari calon ketua yang akan mengganti biaya tiket, misalnya. Begitu pula panitia lokal di Melbourne berjibaku selama sekitar dua minggu untuk menjadi tuan rumah yang baik. Untuk apakah gerangan mereka melakukan ini semua? Saya menemukan satu jawaban yang mungkin tidak canggih: tabarrukan. Ngalap berkah dari para pendiri NU yang sudah visioner menghendaki NU sebagai lembaga yang mengglobal, sebagaimana diperlihatkan oleh lambangnya. Kalau Wahabi yang lahir di Saudi bisa mendunia, Ahmadiyah dari Pakistan bisa mendunia, kini ISIS dari Iraq juga mengguncang dunia, mengapakah NU yang sejak awal berlambang bola dunia tak bisa meraih capaian yang sama? Apa yang kurang dari NU sehingga masih gagap untuk menjadi bagian integral dari warga dunia?

Tiga dari Habib Aji

Ismail Fajrie Alatas memberikan jawaban yang jernih dan jenial. Dalam teleconference (29/8/14) sebagai prolog Konfercab, Habib Aji, demikian ia biasa disapa, menyampaikan tiga hal yang luput diperhatikan selama ini. Tiga hal yang tidak perlu dicari-cari karena sebenarnya melekat di dalam diri aktivis NU. Pertama, menjaga otoritas keilmuan sebagai ciri mandiri NU. Menjaga sanad keilmuan dan menyebarkannya kepada yang memerlukan. Otoritas keilmuan itu harus dijaga karena hanya dengan itulah nama NU masih layak dipergunakan. Menjadi berbahaya jika otoritas ini semakin tergerus dan setiap orang bisa mengklaim sebagai ulama. Bukankah dunia intelektual Barat itu kita hargai, hingga dikejar untuk kepentingan studi, karena mereka berhasil menjaga otoritas keilmuannya?

Asli Muhammadiyah

Implementasi dari sikap ini ialah menerapkan cara pengajaran ulama-ulama NU terdahulu, yaitu memberikan pengajian dengan membacakan kitab-kitab khas pesantren, misalnya kitab-kitab seperti Safinatun Naja, Sullamut Taufiq, Aqidatul Awam. Bukan hanya ceramah lepas yang baik pendakwah maupun pendengarnya susah mengingat-ingat kembali materinya. Kitab-kitab itu dibacakan kepada jamaah di lingkungan PCI NU dengan tidak lupa menjelaskan sanadnya. Dengan demikian, jamaah yang ikut mengaji akan merasa bangga karena mendapatkan ilmu yang sanadnya tersambung kepada ulama-ulama besar, para muallif penyebar berkah keilmuan itu.

Asli Muhammadiyah

Kedua, mulai bergabung dengan aliansi Aswaja internasional, misalnya dengan Tabah Foundation yang digerakkan oleh Habib Ali Aljufri (http://www.tabahfoundation.org/en) yang berpusat di Abu Dhabi. Lembaga ini menjadi thing tank kelas global yang memberikan sumbangsih pemikiran dari perspektif Aswaja, untuk kehidupan yang lebih baik di tingkat dunia. Menurut Habib Aji, intelektual dan cendekiawan NU yang alumni dari mancanegara, sangat ditunggu kiprahnya untuk ikut membesarkan lembaga tersebut. Untuk tingkat Australia, ia menyarankan agar mulai dibangun kegiatan bersama dengan pendatang Malaysia, Brunai, Pattani, yang memiliki tradisi yang sama dengan NU.

Ketiga, pandai-pandai menyikapi perkembangan sosial-media untuk memperluas dakwah dan tidak terjebak dalam budaya baru yang dilahirkan oleh setiap perangkat sosial-media itu. Inilah tantangan yang sulit tapi bukan berati tidak mungkin untuk dilakukan.

Paparan kandidat doktor di Michingan University itu menyadarkan aktivis NU di luar negeri untuk kembali pada dirinya sendiri, pada khazanah pesantren. NU dengan basis pesantren, menurutnya, mempunyai semua modal untuk menjadi bagian dari kegiatan dakwah di tingkat global. Tentu terpulang pada aktivis NU sendiri, apakah peluang yang sebenarnya terbuka itu mau diambil atau disia-siakan. Apakah cukup sebagai jago kandang yang beraninya hanya dengan pihak tertentu, atau mulai siap berekspansi menjajal tantangan dan peluang dari warga lokal dan pendatang dari manca negara.

Konfercab Paling Sukses

Saat Konfercab berlangsung, saya lebih banyak diam. Tugas resmi saya adalah bidang media dan publikasi, jadi memang harus lebih banyak menyimak dan mencatat dari pada bicara. Saya menyimak beragam pendapat kawan-kawan dari berbagai latar belakang. Kagum karena tidak semua bergenetika NU, tapi mau bergabung sebagai nahdliyyin.

Ada dua orang utusan yang berhasil membetot perhatian saya: Muhammad Khodafi dari Canberra dan Kiai Muhammad Mubarok Omo dari Perth, yang populer dengan sebutan Ustadz Mumu. Saya kagum dengan idealisme Khodafi saat mengelola majalah Santri yang diterbitkan oleh PP RMI. Rasanya, idealisme saya selama ini tak ada apa-apanya dibandingkan Khodafi. Saya bisa tetap idealis karena jauh dari godaan, sementara dia tetap teguh tak tergoyahkan di tengah godaan-rayuan di depan matanya. Saya membayangkan dari tangannya kelak masih akan lahir media NU atau pesantren yang berwibawa dan sukses secara keredaksian dan komersial.

Sementara Ajengan Mumu mengagumkan karena pengalaman panjangnya berdakwah di luar negeri, mulai dari Malaysia hingga Australia. Ia mau "turun gunung untuk menghadiri Konfercab dan bersedia menjadi Mustasyar dalam kepengurusan PCI NU 2014-2016. Tanpa ragu ia menyatakan sebagai nahdliyyin dan mengakui berasal dari keluarga nahdliyyin. Ternyata ia asli dari Sukahurip, Galunggung, Tasikmalaya. Tak jauh dari Kikisik. Masih ingat letusan gunung Galunggung 1982 dan misteri sebuah kampung yang lolos dari terjangan lahar? Ajengan Kikisik yang fenomenal itu ternyata masih terhitung kakeknya. Tak heran jika ia menyampaikan bahwa ajakan dzikir bisa menyatukan umat. "Ajakan berdzikir itu bisa meredam konflik internal di antara umat Islam, ujarnya. Ia bukan sedang berteori, tapi memaparkan pengalamannya selama ini. Pengalaman ajengan yang tak kehilangan lentong Sunda-nya itu layak dipraktikkan dalam berdakwah di semua negara bagian di Australia.

Diam-diam saya coba mencari-cari suasana khas NU jika mengadakan acara. Suasana ger-geran ala pesantren memang mulai mencairkan suasana. Tapi kekhasan itu saya temukan saat Ustadz Mumu memipin doa penutup acara pembukaan di KJRI. Ia hanya membacakan surat Al-Fatihah, tapi suaranya itu, mengingatkan saya ke dalam suasana riungan NU di tanah air. Ia memang seorang qari yang bersuara berat nan mantap. Suasana NU itu semakin kental saat ia memimpin tahlilan di penghujung seluruh rangkaian Konfercab. Lantunan ayat suci dengan suara merdunya di tengah-tengah tahlilan, benar-benar me-refresh semua rasa lelah, lahir dan batin.

Inilah Konfercab paling sukses selama ini, ujar Gus Nadir mengapresiasi seluruh panitia dan peserta. Posisi intelektual dengan dua gelar doktor ini memang sentral bagi PCI NU. Sosoknya dapat menjadi pemacu sekaligus penyeimbang laju roda organisasi. Tanpa segan ia menuangkan minuman bagi para peserta, atau mencarikan kursi bagi yang tidak kebagian tempat duduk. Tak mengherankan jika pakar demografi dari Macquarie University, Dr. Salut Muhidin, mengamini ajakannya untuk bergabung membesarkan PCI NU.

Fase Ketiga

Terpilihnya Tufel Musyadad, alumni IAIN Walisongo Semarang, menandai fase ketiga perkembangan PCI NU. Ia mendampingi Gus Nadir selaku Rais Syuriyah dan Ustad Mumu sebagai salah satu Mustasyar. Fase pertama ialah kelahiran dan peresmian keberadaan PCI NU Australia-Selandia Baru di Canberra pada 2005. Banyak organisasi massa cabang luar negeri yang berhenti pada fase ini. Fase kedua ialah penyesuaian susunan kepengurusan sesuai kebutuhan, pencarian bentuk program, dan penyesuaian gerak organisasi dengan lingkungan sekitar. Konflik dengan pihak tertentu merupakan bumbu dominan dalam fase ini. Tak sedikit ormas Islam yang terpaksa tiarap akibat deraan konflik internal ini. Lalu fase ketiga adalah fase konsolidasi, dimana tiga serangkai permanen residen menjadi figur sentral PCI NU. Sebelumnya, Ketua Tanfidziyah selalu dijabat oleh pelajar yang hanya memegang visa sementara.

Tantangan Tufel ialah mengawal PCI NU memasuki fase keempat, yaitu penguatan fondasi, yang ditandai dengan tampilnya seorang warga Australia, kelak di kemudian hari, sebagai pimpinan. Tidak harus bule, bisa saja ia adalah seorang Muslim Aborigin atau generasi kedua pedatang Indonesia yang sudah menjadi citizen. Namun, itu bukan hanya tugas alumni Stony Brook University, New York itu sendirian, melainkan tugas bersama-sama semua pengurus dan anggota PCI NU. Dengan tampilnya warga Australia sebagai pimpinan NU, maka dalil NU yashluh li kulli zaman wa makan menjadi sah adanya. Dan itulah bukti NU yang mendunia, yakni bergabungnya warga dunia ke dalam NU.

Dari Konfercab kali ini saya bisa mendapatkan gambaran yang nyaris utuh mengenai harapan perkembangan PCI NU ke depan. Potensi (kekuatan), tantangan, peluang, dan hambatan yang akan dihadapi terpapar melalui persidangan dan diskusi-diskusi kecil di luar acara resmi. Misalnya kegiatan non pengajian yang selama ini ditunggu-tunggu, dapat terwadahi dalam gagasan Gus Dur Memorial Lecture yang dilontarkan peneliti muda LIPI Muhammad Khoirul Muqtafa. Apalagi nama Gus Dur adalah jaminan mutu bagi dunia intelektual Australia.

PCI NU di seluruh dunia sesungguhnya merupakan aset besar NU. Menarik untuk melihat pertarungan di arena Muktamar NU XXXIII 2015 nanti. Apakah PCI NU akan mendapatkan perhatian besar dari induknya kembali atau lagi-lagi kurang dianggap penting. Dengan dukungan penuh dari PBNU, PCI NU memang akan leluasa bergerak secara terstruktur, sistematis, dan masif. Namun, dengan dukungan seadanya pun, ruang gerak PCI NU tidak harus terhambat. Justru hal itu bisa mendorongnya untuk menjadi otonom dan menumbuhkan dirinya sendiri hingga mencapai tahap kematangan, baik secara organisasi maupun program. Insyaallah.

Rasanya, dengan figur karismatik Nadirsyah Hosen, nyala api harapan dari PCI NU Australia-Selandia Baru akan awet dan tahan dari tiupan angin, bahkan dapat menyinari rumah induknya.

Kini, tepat waktunya untuk berkirim hadiah fatihah kepada semua pendiri NU, khususnya Mbah Ridwan Abdullah, sang pencipta lambang NU yang futuristik itu. Alfatihah

Iip Dzulkipli Yahya, penulis partikelir, saat ini tinggal di Clayton, Victoria, Australia.

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54272/belajar-dari-nu-australia-selandia-baru

Asli Muhammadiyah

Jumat, 09 November 2012

Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj masuk menjadi jajaran tokoh paling berpengaruh di dunia. Ia Menduduki urutan ke 20. Posisi ini lebih tinggi daripada beberapa presiden di negara Muslim seperti presiden Mesir Abdul Fatah Al-Sisi yang berada di urutan (21), Sultan Muhammadu Saadu Abubakar III, Nigeria (Sultan of Sokoto) (21), Sheikh Tamim bin Hamad (28), President Mahmoud Abbas. Ulama populer Dr Yusuf Al Qaradawi berada di urutan 31.

Penghargaan ini sudah diselenggarakan untuk ke-8 kali yang meliputi para pimpinan negara, tokoh agama, tokoh politik, sosial, budaya, akademisi, pengusaha, ilmuwan, seniman, atlet. tokoh ekstremis Muslim juga dimasukkan.

Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir

Presiden Joko Widodo sebagai orang yang memimpin negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia berada di urutan ke 13. Tokoh Indonesia lainnya yang masuk dalam jajaran tokoh berpengaruh 50 besar adalah Din Syamsuddin (41), Habib Luthfi bin Yahya (45).

Asli Muhammadiyah

Berikut urutan tokoh berpengaruh 50 besar

1. HE Professor Dr Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb, Egypt (Grand Sheikh of the Al-Azhar University, Grand Imam of AlAzhar Mosque

Asli Muhammadiyah

2. HM King Abdullah II ibn Al-Hussein, Jordan (King of the Hashemite Kingdom of Jordan and Custodian of the Holy Sites of Jerusalem)

3. HM King Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud, Saudi Arabia (King of Saudi Arabia, Custodian of the Two Holy Mosques)

4. HE Grand Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei, Iran (Supreme Leader of the Islamic Republic of Iran)

5. HM King Mohammed VIMorocco, King of Morocco, His Majesty Amir al-Muminin)

6. HE Justice Sheikh Muhammad Taqi Usmani, Pakistan (Leading Scholar of Islamic Jurisprudence)

7. HE Grand Ayatollah Sayyid Ali Hussein Sistani, Iraq (Marja of the Hawza, Najaf, Iraq)

8. HE Recep Tayyip Erdogan, Turkey (President of the Republic of Turkey)

9. HE Sheikh Abdullah Bin Bayyah, Mauritania (President of the Forum for Promoting Peace in Muslim Societies)

10. Amir Hajji Muhammad Abd Al Wahhab, Pakistan (Amir of Tablighi Jamaat, Pakistan)

11. HM Sultan Qaboos bin Said Aal Said, Oman (Sultan of Oman)

12. HH General Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, United Arab Emirates (Crown Prince of Abu Dhabi and Deputy Supreme Commander of the UAE Armed Forces)

13. HE President Joko Widodo, Indonesia (President of Indonesia)

14. Prince Muhammad bin Naif bin Abdul-Aziz Al-Saud and Prince Muhammad bin Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud Saudi Arabia

15. HE Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh, Saudi Arabia (Grand Mufti of the Kingdom of Saudi Arabia)

16. Sheikh Ahmad Tijani bin Ali Cisse, Senegal (Leader of the Tijaniyya Sufi Order

17. HE President Muhammadu Buhari, Nigeria (President of Nigeria)

18. HE Sheikh Dr Ali Gomaa, Egypt (Former Grand Mufti of the Arab Republic of Egypt)

19. Sheikh Salman Al-Ouda, Saudi Arabia, (Saudi Scholar and Educator)

20. Dr KH Said Aqil Siradj, Indonesia, (Chairman of Indonesias Nahdlatul Ulama)

21. HE President Abdel Fattah Saeed Al-Sisi, Egypt

22. Amirul Muminin Sultan Muhammadu Saadu Abubakar III, Nigeria (Sultan of Sokoto)

23. Mufti Muhammad Akhtar Raza Khan Qaadiri Al-Azhari, India (Barelwi Leader and Spiritual Guide)

24. HE Mohammad bin Mohammad Al-Mansour, Yemen (Imam of the Zaidi Sect of Shia Muslims)

25. Habib Umar bin Hafiz, Yemen (Director of Dar Al Mustafa, Tarim, Yemen)

26. HE Sheikha Munira Qubeysi, Syria (Leader of the Qubeysi Movement)

27. Rached Ghannouchi, Tunisia (Tunisian Politician))

28. HH Emir Sheikh Tamim bin Hamad, Qatar (Emir of Qatar)

29. Dr Amr Khaled, Egypt (Preacher and Social Activist)

30. HE. President Mahmoud Abbas, Palestinian Territories (President of the Palestinian National Authority)

31. Sheikh Dr Yusuf Al Qaradawi, Qatar (Head of the International Union of Muslim Scholars)

32. HM Queen Rania Al-Abdullah, Jordan (Queen of the Hashemite Kingdom of Jordan)

33. Sheikh Hamza Yusuf Hanson, United States of America, (Teacher and Co-founder of Zaytuna College, USA)

34. Moez Masoud, Egypt

35. Seyyed Hasan Nasrallah, Lebanon, (Secretary General of Hezbollah)

36. Habib Ali Zain Al Abideen Al-Jifri, United Arab Emirates (Director General of the Tabah Foundation, UAE)

37. HRH Shah Karim Al-Hussayni, France (The Aga Khan IV, 49th Imam of Ismaili Muslims)

38. HE Sheikh Ibrahim Salih, Nigeria (The Grand Mufti of Nigeria)

39. Maulana Mahmood Madani, India (Leader and Executive Member of Jamiat Ulema-e-Hind, India)

40. Professor Dr Seyyed Hossein Nasr, United States of America (Philosopher & University Professor)

41. Professor Dr M Din Syamsuddin, Indonesia (former Chairman of Muhammadiyah, Indonesia)

42. HH. Amir Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, United Arab Emirates

43. Sheikh Usama al-Sayyid Al-Azhari, Egypt

44. Khaled Mashal, Palestinian Territories, (Leader of Hamas)

45. Habib Luthfi bin Yahya, Indonesia (Preacher)

46. Abdul-Malik Al-Houthi, Yemen (Leader of the Houthi Movement)

47. Mustafa Hosny Egypt, (Preacher)

48. Hodjaefendi Fethullah Glen, Turkey (Turkish Muslim Preacher)

49. Sheikh Mahmud Effendi, Turkey

50. Dr Aref Ali Nayed, Libya

(Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71870/kiai-said-masuk-jajaran-tokoh-islam-berpengaruh-dunia-kalahkan-presiden-mesir

Asli Muhammadiyah

Jumat, 17 Februari 2006

Tiga Teladan Metode Dakwah Rasulullah

Solo, Asli Muhammadiyah. Menurut catatan dalam sejarah Islam, dakwah Nabi Muhammad Saw dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yakni sebelum dan sesudah hijrah. Pada kedua fase tersebut, ada beberapa perbedaan pendekatan dakwah yang dilakukan nabi, yang penting untuk dipelajari umat Islam.

Mempelajari dakwah seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad yaitu pertama kita harus mengetahui ada dua fase yang dilewati oleh Rasulullah yaitu fase sebelum dan setelah hijrah, kata pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah, Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus, pada acara UNS Bersholawat, Kamis malam, (31/3).

Tiga Teladan Metode Dakwah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Teladan Metode Dakwah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)


Tiga Teladan Metode Dakwah Rasulullah

Pada fase pertama, lanjut Habib Novel, yakni masa sebelum hijrah dapat diketahui dengan melihat bahwa sikap Rasulullah meliputi seluruh sifat kebaikan. Meskipun terdapat perlakuan membenci maupun mengingkari dari beberapa orang kala itu, tapi Rasulullah membalasnya dengan kebaikan, tutur penasihat GP Ansor Solo ini.

Sedangkan fase setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah mengajarkan metode dakwah yang sangat luar biasa. Pertama, mengucapkan salam setiap bertemu dengan sesama. Kedua, memberi makan dan ketiga yaitu melakukan shalat malam dikala orang lain tertidur lelap, paparnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut Habib Novel berulang kali mengingatkan para jamaah untuk senantiasa menghiasi kebaikan dalam segala hal. Selain itu, ia mengajak para jamaah untuk bergerak bersama dalam melakukan dakwah Islam di kampus.

Kegiatan UNS Bersholawat terselenggara atas kerjasama Komunitas PMII Kentingan Bersholawat dengan Takmir Masjid NH dan Himakesja.

Asli Muhammadiyah

Ke depan komunitas bersholawat ini, diharapkan bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat mereka dalam seni. Rencana kita juga akan membuka dua kelas pelatihan yaitu masing-masing adalah kelas pelatihan rebana dan kelas pelatihan seni dan baca Al-Quran, terang Miftah, mahasiswa program studi Fisika UNS yang ditunjuk sebagai ketua panitia. (Ajie Najmuddin/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66986/tiga-teladan-metode-dakwah-rasulullah

Asli Muhammadiyah

Senin, 25 April 2016

Ribuan Ummat Islam Hadiri Haul Gus Dur

Pekalongan, Asli Muhammadiyah. Ribuan ummat Islam Pekalongan dan sekitarnya tadi malam menghadiri haul pertama Gus Dur yang dihelat oleh kader-kader Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan.



Ribuan Ummat Islam Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Ummat Islam Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Ummat Islam Hadiri Haul Gus Dur

Acara yang mengambil tempat di halaman Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 Kota Pekalongan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) Dr KH Zakky Mubarak, MA Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah Dr H Arja Imroni, MA dan Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya untuk memberikan tausyiyah.

Beberapa tamu undangan tampak hadir Wakil Walikota Pekalongan H Alf Arslan Junaid, SE, Kapolres Kota Pekalongan Kaden Por B, beberapa tokoh lintas agama dan jajaran Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan.

Asli Muhammadiyah

Ribuan ummat Islam yang hadir, larut dalam alunan pembacaan surat Yasin, dzikir dan doa untuk almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid mantan Ketua Umum PBNU dan presiden RI keempat. Bahkan saat diputarkan rekaman sholawat dengan suara Gus Dur, beberapa pengunjung putri menitikkan air mata.

 

Dalam tausyiyahnya Habib Luthfy meminta kepada yang hadir untuk dapat meneladani Gus Dur yang dengan tanpa pamrih berbuat untuk bangsa terutama dalam memberikan perlindungan kelompok minoritas selama dirinya dipercaya sebagai kepala negara.

Asli Muhammadiyah

"Meski beliau kini telah tiada, akan tetapi kepergian Gus Dur telah dapat memberikan manfaat kepada yang masih hidup, dimana setiap saat makamnya tidak pernah sepi dari para peziarah dan bahkan dapat menggerakkan roda ekonomi bagi warga sekitarnya," ujar habib di hadapan ribuan pengunjung.

Menurut Dr H Arja Imroni, MA, menceritakan kebaikan Gus Dur tidak akan pernah habis. Pasalnya, banyak sisi positif yang dapat ditauladani darinya, maka tidak heran meski Gus Du telah tiada, makamnya tidak pernah sepi dari peziarah.

Saat ini, ujar Arja Imroni, bagaimana generasi muda NU tidak sekedar bisa meneladani Gus Dur, akan tetapi lebih dari itu harus ada Gus Dur Gus Dur yang lain pada zamannya yang bisa bersikap, berperilaku dan berbuat seperti yang dilakukan Gus Dur pada masanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP LDNU mengatakan, Gus Dur adalah sosok pemimpin ummat yang tidak pernah neko neko. Meski keras dalam pendirian, akan tetapi jika dihadapkan pada persoalan ummat, beliau memilih mengalah semata-mata demi kebaikan. Makanya, sering kali pendapat Gus Dur banyak dianggap bertolak belakang dari kondisi umum,  ujarnya.

Ketua panitia pelaksana Ahmad Slamet Irfan, SH kepada Asli Muhammadiyah mengaku puas atas keberhasilan pelaksanaan Haul Gus Dur. Dimana yang semula ditargetkan pengunjung  hanya dihadiri sekitar 1500 orang, akan tetapi ternyata yang hadir lebih dari 3000 orang, sehingga banyak yang tidak kebagian makanan snack, apalagi tadi malam cuaca sangat cerah, sehingga sangat mendukung kelancaran dan kesuksesan acara.

Untuk mengantisipasi gangguan arus lalu lintas di Jalan Sriwijaya, Polres Pekalongan Kota melakukan buka tutup Jalan depan Gedung aswaja dan arus ke jurusan Jakarta dialihkan lewat KH. Mas Mansur. Dan untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung, panitia dibantu Banser, Corp Barisan Pemuda (CBP) IPNU dan Polsekta Pekalongan Barat serta Satlantas Polres Pekalongan Kota. (iz)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri Asli Muhammadiyah