Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2018

Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah. Meskipun menjalankan ibadah puasa, tidak membuat aktivis pergerakan yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro bersikap apatis terhadap perkembangan politik yang ada. Sehingga untuk mendidik para kadernya, PMII mengadakan Ngaji Politik di Bulan Ramadhan.

Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan

Acara yang dikemas Ngaji Politik itu diluncurkan di kantor PC PMII Bojonegoro Jalan Pondok Pinang 2A Bojonegoro, Selasa (7/6). Selain diikuti puluhan pangurus cabang dan komisariat serta rayon se-Bojonegoro, juga mengundang Mustogfirin salah satu komisioner KPU Kabupaten sebagai Narasumber dalam ngaji tersebut.?

Ketua umum PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid mengatakan, bahwa Ngaji Politik didesain sebagai wadah pendidikan politik disaat pemuda apatis berbicara politik. "Ini bagian dari transformasi nilai khazanah keilmuan untuk ngomong masalah politik kekinian. Agar kader PMII pasca ? berproses mampu menjadi bagaian anti solusi di tengah kebuntuan politik nasional maupun lokal," jelas Syahid sapaan akrabnya.

Mantan Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro itu juga menjelaskan, selain ngaji politik, PC PMII Bojonegoro juga mengagendakan ngaji anggaran dan ngaji migas. Ini bagian dari inovasi kaderisasi dalam mengemas kajian keilmuan yang harus dikuasai kader-kader PMII. "Bahkan di setiap sore kami juga mengajar ngaji anak jalanan dan masyarakat sekitar di Kantor PC PMII Bojonegoro," jelas aktivis asal Tuban itu.

Asli Muhammadiyah

Sementara itu, Mustogfirin yang mengisi Ngaji Politik menuturkann bahwa pendidikan politik sangat penting bagi aktivis muda, terutama kaum pergerakan. "Konsen di dunia politik, baik di penyelenggara maupun di pelaksana politik merupakan bagian dari pilihan politik. Sudah saatnya sistem politik dibangun dan dihuni oleh kaum aktivis yang sudah serius untuk kepentingan rakyat. Sehingga politik akan berdampak pada kemaslahatan umat," tandasnya. (M. Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sholawat, Kyai, Amalan Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Lapindo Jangan Ingkar Janji

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Jawa Timur, KH. Mujib Imron mendesak PT Lapindo Brantas Inc segera menyelesaikan seluruh tanggungjawabnya sesuai kesepakatan. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban semakin menderita.

“Lapindo jangan pura-pura tidak pernah berjanji untuk menyelesaikan ganti rugi. Kesepakatan sudah dicatat dan didengar seluruh masyarakat. Tidak ada alasan lagi untuk menundanya,” ujar Gus Mujib—demikian panggilan akrabnya—seperti dilansir ansor.org, Kamis (15/2) kemarin.

Lapindo Jangan Ingkar Janji (Sumber Gambar : Nu Online)
Lapindo Jangan Ingkar Janji (Sumber Gambar : Nu Online)

Lapindo Jangan Ingkar Janji

Gus Mujib menambahkan, pemerintah juga harus terus melakukan tekanan yang keras terhadap Lapindo. Tanpa tekanan, pihak Lapindo akan berleha-leha serta merasa tidak bersalah. “Pemerintah harus cepat bertindak melakukan tekanan. Bila tidak dilakukan, maka masyarakat Jawa Timur tidak akan percaya lagi pada pemerintahan sekarang,” imbuhnya.

Soal usulan agar pemerintah mengambilalih, Gus Mujib mengatakan tidak bisa begitu saja pemertintah mengambil alih. Dikatakan, harus dipertanyakan motif dan maksud di balik pihak yang mengusulkan hal tersebut. “Apa dasarnya? apa karena ada Aburizal Bakrie yang jadi menko? Apa maksudnya,” gugat Gus Mujib.

Menurut Gus Mujib, jangan gegabah memberi usulan karena dampaknya kepada uang rakyat. Penggunaan APBN punya mekanisme yang diatur oleh perundang-undangan. Oleh karena itu, tidak dapat digunakan sembarangan. Nanti pemerintah justru dituding telah melakukan pelanggaran terhadap undang-undang.

“Kalau pemertintah mau nalangin, ya monggo saja. Tetapi harus jelas dulu mekanismenya. Lapindo juga tidak boleh lepas dari beban tanggungjawab. Kerusakan ini kan karena kesalahan Lapindo,” ungkapnya.

Asli Muhammadiyah

Tentang kemampuan Lapindo? Gus Mujib mengatakan, perlu ada audit independen terhadap seluruh kekayaan Lapindo. Aset Lapindo tidak hanya ada di Porong tetapi tersebar luas dimana-mana. “Seluruh aset dan kekayaan Lapindo harus diumumkan. Apakah benar Lapindo sudah tidak mampu? Anehnya tidak ada pihak yang mendukung agar Lapindo diaudit,” tegasnya.

Karena itu, Gus Mujib mencurigai ada indikasi gerakan dari sebuah kekuatan tertentu yang mencoba menghilangkan tanggungjawab Lapindo. Apalagi Presiden Susilo Bambany Yudhoyono (SBY) sangat lambat dalam memutuskan. Tapi anehnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang biasanya lebih cepat dan kreatif dalam menangani masalah ikut-ikutan lambat.

Asli Muhammadiyah

“Saya tidak tahu kenapa? Biasanya Wapres sangat cepat mengatasai masalah. Dalam kasus Lapindo kok lambat. Ada apa ini? Pasti ada sesuatu yang tidak beres,” tukas Gus Mujib.

Gus Mujib menegaskan sebaiknya seluruh pihak sadar bahwa penyelamatan masyarakat korban Lapindo jauh lebih penting untuk diselamatkan. Dikatakan, masyarakat bukan hanya kerugian material seperti rumah, tanah, sawah dan sebagainya. Tetapi kerugian inmaterial nilainya jauh lebih mahal. “Masalah psikologis jauh lebih tak ternilai. Di situ (daerah yang jadi korban, Red) merupakan tanah kelahiran dan tumpah darah. Maka menyelesaikan perlu dengan keputusan yang bijak,” pungkasnya. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sholawat, AlaSantri, Pemurnian Aqidah Asli Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Demak, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Demak, Sabtu (5/4) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) digedung PCNU Demak Jl. Sultan Fattah Bintoro Demak. Rapimda tersebut diikuti 300 peserta yang terdiri dari Pengurus Cabang NU, MWC NU dan LTM NU se-kabupaten Demak serta pengurus Ranting NU se-Kabupaten Demak.

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Rapimda ini dihadiri juga oleh Ketua Pimpinan Pusat LTMNU KH Abdul Manan Ghani dan Wakil Ketua Agus Wustho. 

Asli Muhammadiyah

Ketua NU Demak H Musadad Syarif mengatakan, Rapimda diselenggarakan atas instruksi dari PP LTMNU dalam rangka mengamankan aset-aset NU dari serobotan kelompok lain yang berusaha menguasai Masjid-masjid yang dibangun orang NU.

“Rapimda ini memang salah satu program dari LTMNU cabang Demak atas instruksi dari pimpinan pusat sebagai salah satu setrategi pengamanan aset-aset NU, dalam hal ini Masjid,” tutur Musadad.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Ketua PP LTMNU H Abdul Manan A Ghani menyambut baik atas inisiatif LTMNU Demak yang telah menindaklanjuti rapimnas region VI wilayah Jawa Tengah dan DIY yang telah berlangsung 21-22 April lalu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tegal Randu Srumbung Magelang.

Lebih lanjut, Abdul Manan menjelaskan, Rapimda ini merupakan upaya antisipasi dini dari kelompok lain yang telah berupaya mengambilalih serta alih fungsi yang tidak sesuai dengan misi NU dan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Demak adalah cabang yang pertama kali mengadakan Rapimda. Saya selaku pimpinan pusat sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya rapimda ini, semoga cabang cabang yang lain nantinya juga bisa mengikuti langkah LTMNU Demak,” harapnya.

Sedangkan Wakil Ketua PP LTMNU Agus Wustho,usai mendampingi pimpinan sidang  dengan PC LTMNU Demak, menyampaikan 9 poin hasil Rapimda yang kebetulan selaras dengan hasil rapimnas region 6 Jateng dan DIY di Magelang.

Yakni sertifikasi Masjid dan musholla, papanisasi, pembekalan dengan diklat dan pembinaan takmir, optimalisasi peran struktur LTMNU sampai ranting, meningkatkan kegiatan masjid, memakmurkan masjid dan musholla dengan kegiatan ahlussunnah waljamaah, meningkatkan kegiatan semarak Ramadhan, menyelenggarakan rapimda, membentuk lembaga amil zakat dan shodaqoh

“Alhamdulillah Rapimda Demak telah menyepakati hal-hal yang selaras dengan Rapimnas Magelang. Kita semua harus mengamankan dan menindaklanjutinya,” imbuh Agus Wustho.

Sementara itu bendahara NU Demak H Zainuddin menandaskan, NU Demak berupaya semaksimal mungkin dalam pengamanan aset-aset NU. Program ini mendapat sambutan baik dari pengurus MWC sampai Ranting sehingga perlu adanya tiondak lanjut dalam upaya sosialisasi di semua tingkat kepengurusan NU.

"Kami selaku pengurus cabang sangat senang melihat para kyai dan pengurus yang hadir sat ini merasa tergugah dan mempunyai kesamaan semangat dan misi Aswaja,” tandasnya.

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Halaqoh, Sholawat,Attijani Asli Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Menaker: Kompetensi sebagai Kunci Masuk Dunia Kerja

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri? mendorong tenaga kerja Indonesia memiliki akses yang lebih baik untuk meningkatkan kompetensi.

Menaker: Kompetensi sebagai Kunci Masuk Dunia Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker: Kompetensi sebagai Kunci Masuk Dunia Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker: Kompetensi sebagai Kunci Masuk Dunia Kerja

"Kompetensi sangat penting untuk memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif," kata Menaker Hanif saat menghadiri Dialog Bersama Menteri Ketenagakerjaan bertajuk Lets Do Something for Nation yang diselenggarakan oleh IPMI International Business School, Jumat (17/11).

Pada kesempatan tersebut, Menaker mendorong agar dunia usaha lebih terlibat dalam masalah pendidikan vokasi.

"Salah satu masalah dunia kerja adalah miss-match kompetensi. Untuk mengurangi itu, maka industri harus terlibat dalam proses pendidikan, sehingga lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Menaker.

Asli Muhammadiyah

Dijelaskan lebih lanjut oleh Menaker, keterlibatan industri bisa dari berbagai sektor, misalnya dalam membuat kurikulum. Menaker juga menghimbau supaya lembaga pendidikan? memperhatikan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

"Karena perubahan teknologi, maka karakter pekerjaan juga berubah, sehingga keterampilan yang diperlukan juga berubah," tuturnya.

Dikatakan Menaker, perkembangan teknologi juga harus dimanfaatkan untuk mempermudah proses pembelajaran.

"Misalnya di BLK, proses pembelajaran di BLK 30% teori dan 70% praktik. Kedepannya, penyampaian teori tersebut akan dilakukan melalui e-learning, sehingga akan lebih efisien," jelas Hanif.

Asli Muhammadiyah

Selain itu, dalam upaya meningkatkan kompetensi di bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan juga membangun Politeknik Ketenagakerjaan.

"Saya ingin membangun perguruan tinggi yang bisa memfasilitasi berbagai pihak yang ingin mendalami tentang ketenagakerjaan," jelas Hanif.

Dasar dari Politeknik Ketenagakerjaan, paparnya, adalah sertifikasi profesi, sehingga mahasiswa ada pengamannya jika terjadi hal-hal yang buruk, karena mereka sudah memiliki sertifikat kompetensi di setiap jenjang.

Sementara itu, CEO IPMI International Business School Jimmy M. Rifai Gani mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas pekerja harus dilakukan bekerjasama antara pemerintah dengan berbagai pihak, salah satunya adalah para pengusaha.

"Cara paling cepat untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan cara meningkatkan kapasitas pekerja, dan disini diperlukan keterlibatan dunia usaha," kata Jimmy.

Dijelaskan Jimmy, daya saing pekerja Indonesia semakin membaik, dari rangking 41 di tahun 2016, saat ini menjadi rangking 36. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pesantren, Kiai, Sholawat Asli Muhammadiyah

Anggie Sebut 40% Rakyat Indonesia Kurang Gizi

Manado, Asli Muhammadiyah - Ketua Umum PP Fatayat NU Anggi Ermarini mengatakan, kondisi masyarakat Indonesia saat ini tercatat 40 persen dinyatakan kekurangan gizi. Menurut Anggi, kondisi ini diperparah dengan tingginya tingkat kematian ibu dan bayi sehingga target Millinium Development Goals (MDG) tidak tercapai di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Anggi Ermarini pada pelantikan Fatayat NU Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, di Hotel Sahid Kawanua Manado, Ahad (21/02).

Anggie Sebut 40% Rakyat Indonesia Kurang Gizi (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggie Sebut 40% Rakyat Indonesia Kurang Gizi (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggie Sebut 40% Rakyat Indonesia Kurang Gizi

"Karena itu menjadi tugas Fatayat NU untuk memperkuat program di bidang kesehatan. Kalau ibunya sehat, sudah pasti anak dan suami akan sehat."

Ia menyampaikan bahwa bulan Juli mendatang Fatayat NU diundang menjadi salah satu pembicara di forum PBB. “Karena itu kita patut berbangga dengan kepercayaan ini," ujar Anggi.

Asli Muhammadiyah

Anggi yang ditemani Efri Nasution dan Enung Maryati dari pengurus PP Fatayat NU menegaskan beberapa hal terkait program kerjanya selama memimpin Fatayat NU hingga lima tahun mendatang.

Asli Muhammadiyah

Selain persoalan gizi, masalah kekerasan terhadap anak makin marak akhir-akhir ini. Untuk itu Fatayat bertekad membebaskan perempuan Indonesia dari perlakuan diskriminatif yang dialami di berbagai lapangan kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial dan budaya. Serta memberikan kesempatan perempuan kita untuk mengembangkan kapasitas dirinya sebagai manusia.

“Untuk merealisasikan semua itu tentu ada syaratnya, yakni makan makanan yang cukup, kesehatan yang baik, pendidikan, dan kemerdekaan untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri," tegas Anggi.

Terkait dengan maraknya LGBT, peredaran narkoba dan prostitusi online, Anggi tak ingin berkomentar banyak. "Semua itu kembali kepada diri kita masing-masing sebagai perempuan. Kalau memang hal tersebut dilarang, sebaiknya jangan dilakukan dan sebisa mungkin dijauhi.” (Asep Sabar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sholawat, Amalan Asli Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

NU Akan Bentuk Banser Cyber

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Perubahan zaman menuntut pendekatan yang berbeda. Hal inilah yang juga dilakukan oleh NU dalam menghadapi perang maya. Beberapa situs radikal mendiskreditkan amaliah dan ubudiyah NU sebagai ajaran bid’ah. Untuk itu NU akan membentuk Banser Cyber untuk membela ajaran NU di dunia maya.?

“Ini merupakan kumpulan anak-anak NU yang ahli teknologi informasi dan pengelolaan media sosial. ketika amaliah NU disepelekan orang, juga siap. Sebagai contohnya ketika Teuku Wisnu mengatakan bahwa hadiah surat Fatihah tidak sampai, maka seluruh teman-teman NU yang punya keahlian ini harus melakukan pembelaan dalam bentuk klarifikasi, penerangan dan sebagainya,” kata Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

NU Akan Bentuk Banser Cyber (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Bentuk Banser Cyber (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Bentuk Banser Cyber

Selama ini komunitas NU di dunia maya sudah sangat banyak dan mendominasi perbincangan. Apa yang akan dilakukan lebih merupakan pengkoordinasian berbagai potensi yang mereka miliki agar gerakannya menjadi sinergis dengan PBNU.?

Asli Muhammadiyah

Kemampuan teknologi informasi ini akan menghasilkan hasil yang dahsyat jika dikombinasikan dengan anak-anak NU lulusan pesantren yang memiliki kemampuan agama yang mumpuni. Argumen yang diberikan dalam menjelaskan amaliah-amaliah NU di dunia maya menjadi sangat kuat.?

Asli Muhammadiyah

Slamet menegaskan, banyak situs agama yang menyerang NU dibiayai oleh asing. Kondisi ini tak boleh dibiarkan karena mereka memiliki misi tertentu sesuai dengan agenda pihak asing yang mendanai mereka. Ia mengingatkan kondisi Islam di Timur Tengah yang saat ini memprihatinkan dengan perang dan kekerasan.?

Ia menambahkan, yang perlu diklarifikasi saat ini adalah ajaran Aswaja an Nahdliyah. Pada tahun 80-90an, hanya NU yang menyatakan diri sebagai pengikut aswaja, tetapi saat ini kelompok Wahabi di Indonesia pun mengaku sebagai penganut aswaja, tentu minus ajaran Asy’ariah dan Maturidiyah yang menjadi pegangan NU.

“Kita harus pertahankan pendapat kita melalui sarana baru ini,” tegasnya. (Mukafi Niam) Ilustrasi: cryptosnews.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sholawat, Ulama Asli Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Perhelatan Haul Gus Dur setiap tahun selalu menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat, berbagai organisasi, para tokoh berbagai agama dan keyakinan, hingga tokoh nasional, tak terkecuali di Haul Ke-6 Gus Dur 2015, Sabtu (26/12) malam. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, selain di Ciganjur, Haul juga digelar di beberapa tempat seperti Tebuireng Jombang, Surabaya, Kudus, dan daerah-daerah lain.

Haul Ke-6 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan menghadirkan tokoh nasional, pejabat, seniman, ulama, dan ribuan masyarakat dari berbagai penjuru.?

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur

Tokoh-tokoh tersebut diantaranya, Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, KH Hasyim Muzadi, Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015, H As’ad Said Ali, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Menteri Agama, H Lukman Hakim Saifuddin, Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bin Yahya, dan tokoh-tokoh lainnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam testimoni yang berhasil dihimpun Asli Muhammadiyah, KH Maruf Amin mengatakan, Gus Dur itu buku bacaan yang tak ada habisnya. “Beliau yang merintis dinamisasi pemikiran kritis di lingkungan NU, tetapi sangat menguasai instrumen fiqh dan ushul fiqh. Bahkan beliau sangat menguasai Al-Hikam yang disebut kaada al-hikamu an-yakuna quraanan,” ujar Kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini.

Asli Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj juga menuturkan, Gus Dur mengajari dirinya untuk memahami ilmu ahwal, kondisi di sekitar kita. “Gus Dur memang tampaknya menganggap enteng masalah, tapi sebenarnya beliau berusaha menyelesaikan masalah itu dengan tepat. Termasuk juga dalam mendistribusikan tugas kepada yang lain,” ungkap Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kemudian, penulis buku Al-Qaeda, H Asad Said Ali menjelaskan, Gus Dur tak hanya seorang kiai, tetapi juga guru politik yang senantiasa teguh menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai tujuan utama. “Gus Dur merupakan guru politik yang mengajari saya untuk bisa bersikap loyal sekaligus kritis kepada pemimpin,” jelas As’ad.

Lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam testimoninya mengenang masa pencalonanannya di Pilkada Gubernur Bangka Belitung (Babel) yang didukung Gus Dur. “Dulu saya berucap kepada Gus Dur, Keturunan Tionghoa nggak bisa jadi Gubernur Gus. Beliau langsung menimpali, siapa bilang? Jadi Presiden juga bisa,” kenang Ahok. Dia pun tidak memungkiri bahwa jabatan Gubernurnya saat ini tak lepas dari berkah dan inspirasi Gus Dur.

Senada dengan yang lain, Menag H Lukman Hakim Saifuddin memaparkan tiga jasa utama Gus Dur . “Pertama, sejak tahun 70-an, Gus Dur mampu mengangkat kembali nilai-nilai tradisi dan institusi pesantren. Kedua, tokoh terdepan dalam menyelesaikan debat hubungan Islam dan Pancasila. Ketiga, mengingatkan dan memahamkan kita bahwa kemajemukan Indonesia adalah Sunnatullah, bukan kelemahan melainkan anugerah dari Allah,” terang Menag.

Sementara itu, Menko Kemaritiman yang juga Menteri Perkonomian di era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli juga menuturkan dalam testimoninya bahwa dirinya banyak belajar dari Gus Dur. “Beliau mengerem rasionalitas saya dan mengajarkan hal-hal yang beyond rationality,” ungkap Rizal.

Menurutnya, kharisma Gus Dur juga sangat besar. Tidak ada pemimpin di Indonesia setelah Bung Karno yang pengaruh dan pendukungnya sebesar Gus Dur. “Mendiang Ben Anderson mengunjungi makam-makam para Presiden RI, dan membuktikan bahwa Gus Dur adalah pemimpin yang paling dicintai rakyatnya,” jelasnya.?

Setiap tahun, tak kurang dari 3 juta orang berziarah ke makam Gus Dur di pemakaman keluarganya di Pesantren Tebuireng Jombang. Dari jumlah tersebut, kotak amal yang disediakan Pesantren juga menghasilkan sedekah milyaran rupiah dari para peziarah. Saat ini hasil sedekah tersebut dikelola oleh Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) dan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan.

Momentum bersatu

Di sesi terakhir testimoni, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan, ikan di laut tidak terpengaruh akan keasinan air laut. Bahkan saat dimasak ikan laut harus diasinkan. Begitulah seharusnya Indonesia. Berbeda namun bisa bersatu.

“Percuma haul-haul melulu jika masih begitu-begitu saja. Pasca haul kita harus bisa belajar dan meneladani Gus Dur. Semestinya teriakan takbir memunculkan rumah sakit, sekolah, madrasah, dan pesantren. Bukan malah dipakai untuk hal-hal buruk,” tuturnya.

Gus Dur, tambahnya, tidak hanya sekadar menikmati harmonisasi musik klasik. Melaluinya ia menunjukkan arti penting dari demokrasi. Sunan Kudus melarang memotong sapi. Hal tersebut membuat Pangeran Poncowati tertarik belajar Islam hingga memberikan kerajaannya untuk Sunan.

Mursyid Thariqah asal Pekalongan ini menerangkan, wali itu mampu berdakwah walau sudah meninggal. Buktinya? Banyak orang-orang berdoa dan mengaji di makam mereka. “Gus Dur meninggal saja mampu mengayomi umat muslim dan non-muslim. Bagaimana ketika hidup?” jelasnya.

“Amplop yang ada di Gus Dur itu mengalir pindah. Tak jarang Gus Dur harus menambal uang transport sendiri. Salah satu karomah Gus Dur, sampai sekarang beliau masih ramai diziarahi,” ungkapnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Pondok Pesantren, Sholawat Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock