Tampilkan postingan dengan label Pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pustaka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor

Waykanan, Asli Muhammadiyah. Gebrakan GP Ansor melalui pesantren kilat bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) betul-betul bisa dirasakan masyarakat kecil kurang mampu. Karenanya, program ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat luas.

Demikian penilaian Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Waykanan H Helmi.

Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor

"Kami selaku Kasi Pendidikan Madrasah sangat mendukung program pendidikan itu mengingat masyarakat Waykanan ini untuk masalah ekonomi masih banyak perlu uluran tangan," ujar Helmi di Blambangan Umpu, Jumat (23/10).

Asli Muhammadiyah

BPUN merupakan program yang mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam.

Di Waykanan, BPUN pertama kali dihelat melalui GP Ansor Waykanan di pesantren Tahfidzul Quran km 5 Blambangan Umpu yang diikuti 14 peserta dari SMAN 1 dan 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gunung Labuhan, dan mengantar lima peserta memasuki PTN idaman mereka.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan itu sukses dengan dukungan sejumlah pihak baik lembaga atau individu seperti Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Tim Penggerak PKK, akademisi DR Rina Marlina, praktisi kesehatan dr Yusuf J Mustofa, pengusaha Khairul Huda hingga tokoh tarekat al-Qadiriyah wa al-Naqshabandiyah Ustadz Husnan Ghofur.

"Kalau melihat dari jumlah siswa yang ikut, itu prestasi sangat besar. Jumlah yang ikut ada 14 orang dan lolos seleksi lima orang. Itu sudah hampir 40 persen yang berhasil masuk PTN, itu sudah hasil luar biasa. Artinya gerakan dan gebrakan Ansor Waykanan ini memang betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat kecil kurang mampu, mari kita lanjutkan program ini. Kami sangat mendukung," kata Helmi. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63045/kemenag-waykanan-dukung-kelanjutan-bpun-gp-ansor

Asli Muhammadiyah

Rabu, 04 Mei 2016

Soal Pokemon GO, Sekretaris PCNU Sidoarjo Imbau Orang Tua Dampingi Anak

Sidoarjo, Asli Muhammadiyah. Sekretaris Pengurus Cabang Nahdltul Ulama (PCNU) Sidoarjo H M Zuhdi Mansur mengimbau warga NU terutama orang tua agar senantiasa memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Dengan begitu ia berharap generasi nahdliyin tidak terpengaruh dengan adanya game online Pokemon atau permainan yang kurang bermanfaat lainnya.

"Anak-anak itu perlu mendapatkan pendidikan agama, terlebih yang masih kecil. Anak-anak juga perlu dibentengi dengan agama agar terhindar dari perbuatan yang bersifat negatif. Seperti game online Pokemon yang saat ini lagi ramai dimainkan oleh masyarakat, terutama kalangan anak muda. Yang bikin bahaya itu, jika pemain game itu naik motor sambil mantau HP," kata Abah Zuhdi kepada Asli Muhammadiyah, Kamis (21/7).

Soal Pokemon GO, Sekretaris PCNU Sidoarjo Imbau Orang Tua Dampingi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pokemon GO, Sekretaris PCNU Sidoarjo Imbau Orang Tua Dampingi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)


Soal Pokemon GO, Sekretaris PCNU Sidoarjo Imbau Orang Tua Dampingi Anak

Pria yang diamanahi sebagai Wakil Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo ini mengatakan, bukan hanya anak-anak yang perlu diawasi, tetapi orang tua juga perlu mendapatkan imbauan.

Asli Muhammadiyah

"Perkembangan IT tidak bisa dibendung. Yang harus diperhatikan adalah peran orang tua bagaimana mendidik dan mengarahkan anaknya kepada perbuatan yang positif. Karena, apapun yang dilakukan orang tua meskipun itu baik maupun buruk, tentu akan ditiru anaknya," katanya.

Asli Muhammadiyah

Menurutnya, meski saat ini perkembangan teknologi begitu pesat, namun masih ada fitur keagamaan yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari atau mengisi waktu luang dengan membaca berita dari HP, atau melihat konten Islami," pungkasnya.

Di tempat terpisah, salah satu orang tua, Hartatik mengatakan, permainan game online Pokemon itu kurang mendidik. Pasalnya, permainan itu membahayakan bagi keselamatan pemainnya jika kurang waspada di sekitarnya.

"Jika seseorang sudah terlena dengan permainan itu tanpa melihat kondisi di sekitarnya, bisa membahayakan diri sendiri dan sekitarnya. Saat ini, sudah ada sekolah-sekolah yang melarang siswanya untuk main game online Pokemon," ucap salah satu nahdliyin ini. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69875/soal-pokemon-go-sekretaris-pcnu-sidoarjo-imbau-orang-tua-dampingi-anak

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Maret 2013

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Genuk, Asli Muhammadiyah. Masyarakat Genuk Semarang merupakan masyarakat pesisir yang rentan dengan persoalan lingkungan seperti banjir yang setiap tahun selalu menjadi langganan dan tentunya kebersihan lingkungkan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

Keprihatinan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta perhatian terhadap masyarakat yang masih kurang, hal inilah yang membuat PAC GP Ansor Genuk mencanangkan Gerakan Toilet Gratis untuk Masyarakat, Ahad (12/5).

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Bertempat di rumah Bambang warga Genuksari RT 3 RW 3 Semarang, toilet atau jamban ini mulai dibangun dengan gotong royong bersama pemilik rumah dan para penggurus Ansor Genuk.

Nampak suasana kebersamaan dan guyup rukun dalam kerja bersama tersebut. Rasa kesaamaan inilah yang selalu ditanamkan guna menjalin kebersamaan antara Ansor Genuk dengan Masyarakat.

Asli Muhammadiyah

Gerakan toilet gratis untuk masyarakat dicanangkan pengurus Ansor sebagai program pokok kegiatan yang berupa pembangunan fisik, selain program non fisik.

Asli Muhammadiyah

Seluruh dana kegiatan jambanisasi ini dukungan dari donatur dan pengurus Ansor. Semoga dengan menikmati Jamban yang layak pakai, kehidupan lingkungan masyarakat menjadi sehat dan bersih, tutur Ketua Ansor Genuk M Sodri.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44434/ansor-canangkan-gerakan-toilet-gratis

Senin, 10 Desember 2012

IKA PMII Bondowoso Gelar Sekolah Wirausaha

Bondowoso, Asli Muhammadiyah. Pengurus Cabang Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso menggelar sekolah wirausaha. Kegiatan bertema "Revilitasi Nilai-nilai Pergerakan dalam Pemberdayaan Umat" tersebut diikuti puluhan kader dan pengurus dari tingkat cabang hingga rayon serta perwakilan Koppri PMII se-Bondowoso.

Ketua pantia Samsul Tahar menjelaskan, kegiatan tersebut ditunjukkan untuk menjaring, melatih dan mewadahi kader-kader PMII dalam dunia wirausaha, agar siap berkompetisi, mandiri dan mampu bersaing di dunia bisnis.

IKA PMII Bondowoso Gelar Sekolah Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA PMII Bondowoso Gelar Sekolah Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)


IKA PMII Bondowoso Gelar Sekolah Wirausaha

"Sekolah wirausaha ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh anggota dan kader PMII untuk berkompetisi di era kompetisi global," jelasnya di aula Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso, Ahad (2/4).

Selain itu, kegiatan yang dimaksudkan untuk menyambut harlah ke-57 PMII ini juga dirangkai dengan lomba orasi ilmiah, lomba menulis, sayembara wirausaha pemuda, khotmil Quran, seminar nasional serta pelantikan IKA PMII Bondowoso.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

"Terus nanti juga ada agenda peletakan batu pertama pembangunan sekretariat permanen IKA PMII Bondowoso dan malam puncak Harlah PMII ke-57,"tambah Tahar.

Ketua IKA PMII Bondowoso, Asnawi Sabil mengingatkan, saat ini masyarakat sedang mengahadapi persaingan Ekonomi Asean (MEA). Tantangan IKA PMII ke depan adalah bagaimana mangasah diri dalam mencetak kader-kader enterprenur untuk kemandirian organisasi.

"Kader dan anggota PMII saat ini jangan hanya fokus pada kajian-kajian sosialogis, teologis, politis saja, namun harus mampu di bidang interpreneur sehingga mampu menghidupi diri sendiri dan organisasi tanpa bergantung ke orang lain lagi," ujar Sabil.

Ia berharap kader-kader PMII menjadi pelopor penggerak ekonomi kreatif. (Ade Nurwahyudi/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76765/ika-pmii-bondowoso-gelar-sekolah-wirausaha

Jumat, 09 November 2012

Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj masuk menjadi jajaran tokoh paling berpengaruh di dunia. Ia Menduduki urutan ke 20. Posisi ini lebih tinggi daripada beberapa presiden di negara Muslim seperti presiden Mesir Abdul Fatah Al-Sisi yang berada di urutan (21), Sultan Muhammadu Saadu Abubakar III, Nigeria (Sultan of Sokoto) (21), Sheikh Tamim bin Hamad (28), President Mahmoud Abbas. Ulama populer Dr Yusuf Al Qaradawi berada di urutan 31.

Penghargaan ini sudah diselenggarakan untuk ke-8 kali yang meliputi para pimpinan negara, tokoh agama, tokoh politik, sosial, budaya, akademisi, pengusaha, ilmuwan, seniman, atlet. tokoh ekstremis Muslim juga dimasukkan.

Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said Masuk Jajaran Tokoh Islam Berpengaruh Dunia, Kalahkan Presiden Mesir

Presiden Joko Widodo sebagai orang yang memimpin negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia berada di urutan ke 13. Tokoh Indonesia lainnya yang masuk dalam jajaran tokoh berpengaruh 50 besar adalah Din Syamsuddin (41), Habib Luthfi bin Yahya (45).

Asli Muhammadiyah

Berikut urutan tokoh berpengaruh 50 besar

1. HE Professor Dr Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb, Egypt (Grand Sheikh of the Al-Azhar University, Grand Imam of AlAzhar Mosque

Asli Muhammadiyah

2. HM King Abdullah II ibn Al-Hussein, Jordan (King of the Hashemite Kingdom of Jordan and Custodian of the Holy Sites of Jerusalem)

3. HM King Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud, Saudi Arabia (King of Saudi Arabia, Custodian of the Two Holy Mosques)

4. HE Grand Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei, Iran (Supreme Leader of the Islamic Republic of Iran)

5. HM King Mohammed VIMorocco, King of Morocco, His Majesty Amir al-Muminin)

6. HE Justice Sheikh Muhammad Taqi Usmani, Pakistan (Leading Scholar of Islamic Jurisprudence)

7. HE Grand Ayatollah Sayyid Ali Hussein Sistani, Iraq (Marja of the Hawza, Najaf, Iraq)

8. HE Recep Tayyip Erdogan, Turkey (President of the Republic of Turkey)

9. HE Sheikh Abdullah Bin Bayyah, Mauritania (President of the Forum for Promoting Peace in Muslim Societies)

10. Amir Hajji Muhammad Abd Al Wahhab, Pakistan (Amir of Tablighi Jamaat, Pakistan)

11. HM Sultan Qaboos bin Said Aal Said, Oman (Sultan of Oman)

12. HH General Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, United Arab Emirates (Crown Prince of Abu Dhabi and Deputy Supreme Commander of the UAE Armed Forces)

13. HE President Joko Widodo, Indonesia (President of Indonesia)

14. Prince Muhammad bin Naif bin Abdul-Aziz Al-Saud and Prince Muhammad bin Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud Saudi Arabia

15. HE Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh, Saudi Arabia (Grand Mufti of the Kingdom of Saudi Arabia)

16. Sheikh Ahmad Tijani bin Ali Cisse, Senegal (Leader of the Tijaniyya Sufi Order

17. HE President Muhammadu Buhari, Nigeria (President of Nigeria)

18. HE Sheikh Dr Ali Gomaa, Egypt (Former Grand Mufti of the Arab Republic of Egypt)

19. Sheikh Salman Al-Ouda, Saudi Arabia, (Saudi Scholar and Educator)

20. Dr KH Said Aqil Siradj, Indonesia, (Chairman of Indonesias Nahdlatul Ulama)

21. HE President Abdel Fattah Saeed Al-Sisi, Egypt

22. Amirul Muminin Sultan Muhammadu Saadu Abubakar III, Nigeria (Sultan of Sokoto)

23. Mufti Muhammad Akhtar Raza Khan Qaadiri Al-Azhari, India (Barelwi Leader and Spiritual Guide)

24. HE Mohammad bin Mohammad Al-Mansour, Yemen (Imam of the Zaidi Sect of Shia Muslims)

25. Habib Umar bin Hafiz, Yemen (Director of Dar Al Mustafa, Tarim, Yemen)

26. HE Sheikha Munira Qubeysi, Syria (Leader of the Qubeysi Movement)

27. Rached Ghannouchi, Tunisia (Tunisian Politician))

28. HH Emir Sheikh Tamim bin Hamad, Qatar (Emir of Qatar)

29. Dr Amr Khaled, Egypt (Preacher and Social Activist)

30. HE. President Mahmoud Abbas, Palestinian Territories (President of the Palestinian National Authority)

31. Sheikh Dr Yusuf Al Qaradawi, Qatar (Head of the International Union of Muslim Scholars)

32. HM Queen Rania Al-Abdullah, Jordan (Queen of the Hashemite Kingdom of Jordan)

33. Sheikh Hamza Yusuf Hanson, United States of America, (Teacher and Co-founder of Zaytuna College, USA)

34. Moez Masoud, Egypt

35. Seyyed Hasan Nasrallah, Lebanon, (Secretary General of Hezbollah)

36. Habib Ali Zain Al Abideen Al-Jifri, United Arab Emirates (Director General of the Tabah Foundation, UAE)

37. HRH Shah Karim Al-Hussayni, France (The Aga Khan IV, 49th Imam of Ismaili Muslims)

38. HE Sheikh Ibrahim Salih, Nigeria (The Grand Mufti of Nigeria)

39. Maulana Mahmood Madani, India (Leader and Executive Member of Jamiat Ulema-e-Hind, India)

40. Professor Dr Seyyed Hossein Nasr, United States of America (Philosopher & University Professor)

41. Professor Dr M Din Syamsuddin, Indonesia (former Chairman of Muhammadiyah, Indonesia)

42. HH. Amir Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, United Arab Emirates

43. Sheikh Usama al-Sayyid Al-Azhari, Egypt

44. Khaled Mashal, Palestinian Territories, (Leader of Hamas)

45. Habib Luthfi bin Yahya, Indonesia (Preacher)

46. Abdul-Malik Al-Houthi, Yemen (Leader of the Houthi Movement)

47. Mustafa Hosny Egypt, (Preacher)

48. Hodjaefendi Fethullah Glen, Turkey (Turkish Muslim Preacher)

49. Sheikh Mahmud Effendi, Turkey

50. Dr Aref Ali Nayed, Libya

(Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71870/kiai-said-masuk-jajaran-tokoh-islam-berpengaruh-dunia-kalahkan-presiden-mesir

Asli Muhammadiyah

Rabu, 01 Agustus 2012

Hambat Bantuan, Pemerintah Diminta Revisi UU Pemerintahan Daerah

Subang, Asli MuhammadiyahPemerintah diminta untuk merevisi aturan yang ada dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, karena memuat aturan yang mengharuskan kepada penerima dana hibah agar memiliki badan hukum nasional.

Sementara di sisi lain, banyak sekali masyarakat kecil yang mempunyai lembaga namun tidak memiliki badan hukum nasional, seperti masjid, mushala, majelis talim, madrasah diniyah, taman pendidikan Al-Quran (TPQ), dan lainnya.

Hambat Bantuan, Pemerintah Diminta Revisi UU Pemerintahan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hambat Bantuan, Pemerintah Diminta Revisi UU Pemerintahan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)


Hambat Bantuan, Pemerintah Diminta Revisi UU Pemerintahan Daerah

Pandangan ini muncul dalam Rapat Reboan PCNU Subang di Kantor PCNU setempat, Subang, Jawa Barat, Rabu (3/2). "Masa mushala kecil yang mau roboh, yang setiap hari dipakai untuk shalat berjamaah warga sekitar harus punya SK Menkumham (Menteri Hukum dan HAM). Di sekitar mushola itu paling ada sepuluh KK (Kepala Keluarga)," ungkap Andi Lukman Hakim, Ketua DPC PKB Subang yang hadir dalam forum itu.

Asli Muhammadiyah

Menurut Andi, hal ini menjadi alasan anggota DPRD tidak bisa membantu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dana untuk perbaikan gedung mushala, majelis talim, dan lain sebagainya.

Asli Muhammadiyah

Ditambahkannya, UU No.23 Tahun 2014 cenderung merugikan umat Islam yang ada di akar rumput karena keterbatasan mereka untuk mengantongi SK Menkumham. "Pemerintah harus merivisi regulasi itu," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Satibi, salah seorang Awan PCNU Subang mengusulkan agar Presiden segera membuat Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) yang bisa mendefinisikan UU No.23 Tahun 2014.

"Mestinya ada Perppu agar mushala atau masjid yang ada di masyarakat kecil dapat menerima dana hibah dari pemerintah," tutup mantan anggota DPRD Subang itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65513/hambat-bantuan-pemerintah-diminta-revisi-uu-pemerintahan-daerah

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 25 Februari 2012

Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren

Pringsewu, Asli Muhammadiyah. Di depan ribuan jamaah yang memenuhi Lapangan Sepak Bola wates Gadingrejo Pringsewu, KH Sholikhin Yusuf dari Surabaya Jawa Timur mengingatkan kepada warga NU untuk lebih selektif dalam memilih Pesantren sebagai tempat pendidikan putera-puterinya.

Menurutnya, saat ini sudah muncul berbagai macam pesantren yang di dalamnya mengajarkan paham di luar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyyah. Ada pesantren yang begitu keluar dari dalam lulusannya menjadi orang yang anti Tahlil dan anti Yasin yang merupakan salah satu amaliyah Warga NU.

Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren

"Dengan memondokkan putera-puterinya di Pesantren yang jelas berkurikulum Aswaja An-Nahdliyyah, berarti kita telah menyiapkan kader-kader NU," katanya saat memberikan Mauidzotul Hasanah pada Pengajian Akbar Pelantikan MWC dan Ranting NU Se Kecamatan Gadingrejo, Selasa (9/5/17).

Dengan mendidik para penerus bangsa di Pondok Pesantren NU, tambahnya, para orang tua tidak akan rugi dunia dan akhirat. Selain itu dengan adanya pondok pesantren yang merupakan pabrik pencetak kader NU, Jamiyyah NU akan tetap terjaga dengan baik.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

"Kalau ingin NU maju dan terus tetap eksis, ayo masukkan putera-puterinya di pesantren NU," ajaknya sekaligus menjelaskan perbedaan antara pondok zaman dahulu dengan zaman sekarang.

Menurutnya saat ini kurikulum pesantren berbeda dengan yang dulu. "Pesantren sekarang tidak seperti pesantren zaman dulu. Saat ini banyak pesantren yang sudah memiliki lembaga pengembangan dan keterampilan bagi para santri yang memberikan peluang untuk sukses dengan keterampilan hidup yang dimiliki," katanya.

Mengutip Hadits Nabi, Kiai Sholikhin mengatakan bahwa keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat harus dilakukan. Dan menurutnya Pondok Pesantrenlah yang dapat menjadi solusi dari semu ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77804/masyarakat-diimbau-lebih-selektif-pilih-pesantren

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock