Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mendorong pemerintah agar tetap mengirimkan kontingen pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke Lebanon dan tidak terpengaruh dengan penolakan Israel.

"Sebagaimana kita ketahui, pemerintah telah siap mengirim seribu anggota TNI ke Lebanon. Ansor mendukung penuh pengiriman pasukan TNI ke Lebanon sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian," kata Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Abdul Malik Haramain di Jakarta, Selasa.

Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon

Indonesia, kata Malik, memiliki hak dan kewajiban untuk turut menciptakan perdamaian dunia, termasuk dalam konteks agresi militer Israel ke Lebanon. Israel, katanya, tidak berhak mencegah dunia internasional untuk membantu terjadinya perdamaian di Lebanon.

"Pemerintah Israel tidak punya otoritas untuk menolak keterlibatan pasukan negara internasional sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu.

Sebelumnya, Duta Besar Israel untuk PBB Dan Gillerman mengatakan pemerintahnya keberatan dengan keikutsertaan Indonesia dan Malaysia dalam pasukan perdamaian PBB. "Sulit bagi Israel untuk menerima pasukan dari negara yang tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," kata Gillerman seperti dilansir harian Washington Post. Pernyataan senada juga dikemukakan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di harian terbitan Israel.

Asli Muhammadiyah

Menanggapi itu, Deputi Sekjen PBB Mark Malloch Brown kepada pers di markas besar PBB di New York, Jumat (18/8), menegaskan bahwa hanya PBB lah yang berhak memutuskan siapa yang boleh ikut ambil bagian atau tidak dalam pasukan perdamaian di bawah bendera PBB.

"Hanya kami (PBB) yang memiliki kata akhir siapa yang dapat ikut dalam pasukan perdamaian. Dan pasukan ini akan kami kirim ke wilayah Lebanon, bukan ke wilayah Israel," katanya.

PBB sendiri memasukkan Indonesia dalam daftar negara yang diminta paling awal mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon. Pasukan Garuda TNI akan bergabung dalam 5 ribu dari rencana 15 ribu pasukan perdamaian PBB dari berbagai negara.

Pasukan yang dikirim terdiri atas batalyon mekanis dan zeni tempur. Mereka dilengkapi empat Panser Komando (V-150 CO), empat Panser Angkut Personel (V-150 AP), 12 Panser Intai (V-150 Tai), 14 unit Panser Serbu (VAB), serta 12 Panser Serbu (Panhard).

Asli Muhammadiyah

Selain itu, satu unit jip Kia, satu tangki air, dua Taft GT (jip), sepuluh unit truk Isuzu, dan dua kendaraan pemeliharaan (Ranhar). TNI juga menyertakan satu alat berat back loader, satu forklift (AT), 10 truk Liaz, satu kendaraan bengkel, dua unit ambulans, tiga unit jip Kia, dan satu unit tangki BBM.

Menyinggung masalah pengiriman relawan sipil yang akan berjihad ke Lebanon, Malik mengatakan hal itu merupakan hak setiap individu. Namun, lanjutnya, sebaiknya rakyat Indonesia menyerahkan masalah krisis Timur Tengah kepada pemerintah yang telah menunjukan keseriusannya dengan menyiapkan pasukan perdamaian ke Lebanon.

"Menurut Ansor, rakyat Indonesia, baik atas nama pribadi atau kelompok, tidak perlu berjihad ke Lebanon. Kita percayakan saja kepada pemerintah dan TNI. TNI saya kira telah cukup untuk mewakili bangsa Indonesia yang memang mendambakan perdamaian," katanya. (ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Budaya, Quote Asli Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984

Jakarta, Asli Muhammadiyah. 10.000 jamaah yang memadati kediaman Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam peringatan haul keluarganya, Senin (24/4) di Jemursari, Surabaya mendadak terhenyak ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an yang sedang didengungkan merdu oleh Ustadz Jakfar Abdurrahaman terhenti dari tenggorokannya.

Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984

Terlihat dalam video yang dirilis Sonni Video Production, seorang pria yang ditugaskan menjadi pembawa acara dibantu oleh beberapa orang di panggung seketika membaringkan badan Ustadz Jakfar yang sudah tak bersuara dengan kondisi kepala menunduk tapi masih memegang mikrofon. Video tersebut saat ini sedang viral di media sosial.

“Yang ada dokter, dokter. Kalau ada dokter silakan ke depan. Jamaah (mohon) tenang,” ujar salah seorang pria di panggung memberikan perhatian dengan mikrofon.

Dalam hitungan menit, petugas medis menaiki panggung untuk memapah Ustadz Jakfar menggunakan tandu menuju Rumah Sakit Jemursari yang terletak tepat di samping rumah Khofifah. Raut muka sedih dan prihatin dari para jamaah terlihat ketika Ustadz Jakfar ditandu, tak terkecuali Khofifah. Beberapa saat kemudian, Khofifah mendapatkan informasi, Ustadz Jakfar meninggal dunia.

Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut mengenang ketika Ustadz Jakfar menjadi Qori di Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Menurutnya, Muktamar NU tersebut merupakan perhelatan paling bersejarah karena pada saat itu NU adalah satu-satunya Ormas yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal organisasi. ?

Asli Muhammadiyah

“Maka pembukaan Muktamar bersejarah itu tak sembarang orang. Mau cari orang yang baca Al-Qur’an dan suaranya bagus banyak sih, tapi disetujuilah Ustadz Jakfar Abdurrahman,” kenang Khofifah seperti dikutip Asli Muhammadiyah dari laman PWNU Jawa Timur.

Asli Muhammadiyah

Khofifah memang sering meminta Ustadz Jakfar untuk menjadi Qori setiap dia mengadakan kegiatan besar. Menurutnya, Kiai Jakfar tidak pernah menolak ketika diminta olehnya.

Namun, tidak ada yang menyangka, ayat-ayat suci dari Surat Al-Mulk yang dibaca Ustadz Jakfar di kediaman Khofifah tersebut merupakan lantunan ayat terkahirnya. Simpati dan kesan mendalam pun terus mengalir sehingga kisah wafatnya Ustadz Jakfar kini ramai diperbincangkan di media sosial. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Halaqoh, Kajian Islam, Budaya Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

OJK Berharap NU Bantu Pahamkan Masyarakat soal Jasa Keuangan

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Haddad mengatakan bahwa perluasan jasa keuangan akan menyejahterakan umat. Hal ini membutuhkan sebuah organisasi yang mempunyai jamaah hingga ke kalangan bawah. NU mempunyai potensi tersebut. Sebab itu, OJK berharap NU dapat membantu memahamkan jasa keuangan ini.

Hal ini disampaikan Muliaman dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara OJK dan PBNU, Senin (29/2) di Gedung PBNU Jakarta. (Baca:? PBNU-OJK Teken MoU 3 Sektor Pengembangan Jasa Keuangan)

OJK Berharap NU Bantu Pahamkan Masyarakat soal Jasa Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
OJK Berharap NU Bantu Pahamkan Masyarakat soal Jasa Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

OJK Berharap NU Bantu Pahamkan Masyarakat soal Jasa Keuangan

“NU bisa bergerak melalui lembaga ekonomi NU, koperasi pesantren untuk bisa mengedukasi lebih jauh dan mendalam kepada masyarakat mengenai berbagai fasilitas jasa keuangan,” ujar Muliaman.

Menurutnya, koperasi pesantren bisa menjadi sarana edukasi keuangan yang strategis karena pesantren secara luas dapat memberdayakan peran ekonomi masyarakat. Dia juga berharap pola pikir masyarakat terkait jasa keuangan perlu diubah melalui edukasi tersebut.

Asli Muhammadiyah

“Semoga MuO ini dapat menjadi kendaraan untuk mewujudkan jasa keuangan yang lebih berkualitas sehingga kesejahteraan masyarakat bisa juga terwujud,” ucap Muliaman.

Dalam hal ini, OJK juga mendorong inklusi keuangan. Jadi jasa keuangan tidak bersifat eksklusif, tetapi masyarakat bisa mengaksesnya secara luas. Karena itu, menurut Muliaman, Bank tidak harus membuka kantor, tetapi memanfaatkan agen-agen yang bisa dijadikan perantara bank agar masyarakat mudah dalam memanfaatkan jasa keuangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, dan pengurus PBNU lain. Adapun dari OJK Ketua Dewan Komisioner dan jajaran pejabat OJK lain. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Cerita, Budaya Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Dari Infaq dan Sedekah, PCNU Ngawi Segera Miliki Gedung

Ngawi, Asli Muhammadiyah. Keinginan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ngawi memiliki Gedung NU baru tiga lantai akan segera menjadi nyata. Gedung tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi di Jl Soekarno-Hatta atau Ring Road Ngawi. Di tanah tersebut dibangun kantor, masjid, pusat studi, plus gedung serbaguna.

Dari Infaq dan Sedekah, PCNU Ngawi Segera Miliki Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Infaq dan Sedekah, PCNU Ngawi Segera Miliki Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Infaq dan Sedekah, PCNU Ngawi Segera Miliki Gedung

Pembangunan tersebut direncanakan menghabiskan biaya senilai 17 miliar rupiah dan diperkirakan akan selesai 3 tahun. Jumlah tersebut dihimpun NU dan Banom dari jalan infaq atau sedekah dari kedermawanan pengurus sendiri serta masyarakat luas.

“Alhamdulillah, saat ini sesuai keinginan kita bersama, warga NU bakal memiliki gedung baru. Dana itu kami peroleh dari jihad amwal (harta, red.) warga NU,” jelas KH A. Ulinnuha Rozi, Ketua Pengurus Cabang NU Ngawi. Ia juga membuka kesempatan bagi siapa pun yang berkemauan membantu menyukseskan proyek ini.

Asli Muhammadiyah

Dana yang sudah ada dan terkumpul oleh panitia pembangunan, langsung dibelikan tanah uruk berupa tanah padas sebab kondisi tanah menjorok ke bawah sedalam 1 meter.

Dari pantauan Asli Muhammadiyah, pembangunan sedang pada tahap pengurukan dan pemerataan menggunakan tanah padas. Penggurukan dimulai pada tanggal 5 Maret 2016. Dan hampir setiap hari, tampak warga bergiliran di lokasi.

Asli Muhammadiyah

Di tempat yang berbeda, Jum’at, (11/3), Ketua LP Ma’arif KH Istamar membenarkan perihal hajat besar dan i’tikad perjuangan Nahdliyyin Ngawi mengembangkan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Pembangunan sedang dalam pengurukan. Kalau hendak lihat gotong royong warga NU, silahkan langsung datang ke lokasi, Banser sedang ro’an,“ katanya sembari menambahkan, “kita berharap pembangunan gedung baru tersebut lancar-lancar; baik secara visi maupun finansial,” katanya. (Ali Makhrus/Abadullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Budaya, Quote Asli Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Umat Bertanya, NU Jatim Menjawab

Kebangkitan masyarakat terhadap kesadaran beragama di abad ini cenderung meningkat, baik dalam aspek hukum, sosial budaya, politik, ekonomi, maupun pendidikan. Namun di balik kebangkitan tersebut menyisakan keprihatinan tersendiri, sebab kebangkitan agama oleh sebagian umat mengarah kepada pemahaman syariat secara tekstual dan literal, yakni merujuk langsung kepada teks al-Qur’an dan al-Hadis tanpa merujuk kepada kitab-kitab karya ulama yang otoritatif di bidangnya, sehingga berpotensi memunculkan pemahaman yang keliru. Lebih memprihatinkan lagi, dengan semakin familiarnya umat Islam dengan internet, masyarakat banyak merujuk “fatwa-fatwa” yang tidak jelas sumbernya. Tentu saja fenomena ini dapat mereduksi hakikat syariat Islam dan berakibat sesatnya umat.

Melihat fenomena di atas, ulama, santri serta cendekiawan muslim baik perorangan maupun melalui lembaga dituntut untuk responsif dan senantiasa pro aktif menampung serta mencarikan solusi dari setiap permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat dengan metode dan strategi yang tepat, sehingga kebangkitan kesadaran ber-Islam berbanding lurus dengan pemahaman Islam yang sesuai dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah pengikut ajaran ulama salafus shalih.

Umat Bertanya, NU Jatim Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Bertanya, NU Jatim Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Bertanya, NU Jatim Menjawab

Adalah Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) PWNU Jatim, sebagai lembaga yang berkutat dalam ranah pengambilan keputusan tentang hukum-hukum Islam, baik yang terkait dengan permasalahan bidang akidah, masa’il fiqhiyyah, maupun tasawuf, menerbitkan dua jilid buku kumpulan hasil Bahtsul Masa’il. Jilid kesatu hasil Bahtsul Masa’il tahun 1979- 2009, sedangkan jilid kedua mulai 2009-2014 M. Isi buku jilid kesatu memuat kategori keputusan Bahtsul Masail waqi’iyah (faktual) saja, sedangkan jilid kedua selain memuat keputusan hukum waqi’iyyah, juga berisi hasil keputusan hukum maudhu’iyyah (tematik) dan qanuniyyah (perundang-undangan).

Asli Muhammadiyah

Hadirnya buku hasil Bahtsul Masail ini menjadi obat kerinduan semua fihak terhadap dokumen rumusan hukum Islam aktual yang akurat dan mu’tamad ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah yang merujuk kepada kutubul mu’tabarah. Sehingga masyarakat selain mudah dalam mencari jawaban hukum atas setiap permasalahan yang dihadapi, begitu juga buku ini sebagai alternatif pilihan yang dapat menyelamatkan umat Islam dari bahaya mengikuti “fatwa-‘fatwa” liar di luar arus utama Ahlussunnah Waljamaah, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Terkait dengan tema pembahasan, hampir seluruh aspek permasalahan umat terekam dalam buku ini. Buku satu berisi 19 tema meliputi akidah dan fikih madzhab, fikih taharah, shalat, al-Qur’an, doa dan bacaan, fikih jenazah dan kuburan, fikih zakat, puasa, haji dan umrah, muamalah, wakaf dan fasilitas umum, munakahat, akhlaq dan pendidikan, fikih makanan, medis, warisan, sosial, seni dan budaya, yustisi (peradilan) serta fikih siyasah politik kenegaraan dan kebangsaan. Buku kedua berisi 18 tema, yakni akidah dan fikih madzhab, fikih thaharah, shalat, bacaan al-Qur’an, fikih jenazah, zakat, haji dan umrah, fikih muamalah, wakaf dan fasilitas umum, fikih munakahat, akhlaq dan fikih tarbiyah, fikih makanan, medis, wasiat, sosial, seni budaya, yustisi (peradilan), serta fikih siyasah.

Asli Muhammadiyah

Menjawab Polemik Konsep Khilafah

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang memberikan kontribusi besar terhadap terbentuknya negara Indonesia, sekaligus menjadi penyokong utama absahnya konsep kebangsaan menurut perpektif syari’at Islam, dewasa mendapatkan tantangan besar dengan masuknya ide-ide Islam transnasional yang menggembar-gemborkan konsep khilafah dan memperjuangkan berlakunya syari’at Islam di bumi Indonesia. Kelompok Islam transnasional ini secara vulgar menolak konsep nasionalisme Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan konsep yang diajarkan Nabi Muhammad Saw.

Dalam menjawab polemik konsep khilafah dan formalisasi syariat ini, LBM NU Jatim menguraikan dalam buku jilid I halaman 706. Menurut keputusan musyawirin bahwa konsep khilafah dalam ketatanegaraan Islam tidak terdapat pijakan dalil nash, karena keberadaan sistem khilafah adalah bentuk ijtihadiyah. Sehingga hukum mengubah bentuk negara Indonesia dengan bentuk yang lain sebagaimana khilafah hukumnya tidak boleh selama akan menimbulkan mafsadah yang lebih besar. Sedangkan upaya mengubah dasar hukum negara diperbolehkan dengan syarat dengan menggunakan cara yang konstitusional. Dalam upaya penerapan syariat di Indonesia tepat jika digunakan dengan strategi tadrij (gradual).

Menjawab Polemik Konsep Salaf

Nahdlatul Ulama sebagai pengamal dan pengawal ideologi Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia juga mendapatkan resistensi begitu kuat dari faham-faham keagamaan yang mengklaim pengikut ulama salaf dan kemudian mendefiniskan dirinya sebagai kelompok Salafi. Kelompok ini berslogan mengembalikan pemahaman umat Islam kepada Al-Qur’an dan Hadis, sehingga amaliyah Nahdlatul Ulama yang mengikuti pemikiran ulama madzhab dianggap jauh dari perilaku ulama salaf. Untuk menyikapi hal tersebut, LBM NU Jatim dalam buku ini memberikan panduan yang tepat dalam berakidah. Dalam jilid I halaman 594 dijelaskan bahwa Islam memiliki tiga aspek yang dalam hal ini didasarkan kepada hadis Nabi saw. dari jalur riwayat Umar bin Khattab ra., yakni konsep Iman yang kemudian dielaborasi dalam ilmu tauhid, yang kedua aspek Islam yang kemudian direpresentasikan dalam ilmu fikih, serta aspek Ihsan yang kemudian tererabolari dalam ilmu tasawuf.

Dari tiga konsep ini, Ahlussunnah Waljamaah menyandarkan pada rumusan delapan Imam, yakni dalam ilmu tauhid berpegangan kepada Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, dalam ilmu fikih bersandar pada Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali, sedangkan dalam ilmu tasawuf berpijak kepada pemikiran Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali.

Diharapkan dengan hadirnya buku himpunan hasil Bahtsul Masa’il LBM PWNU Jatim ini bisa memberikan panduan kepada umat Islam. Tentu saja hasil Bahtsul Masa’il ini telah melalui proses diskusi yang panjang dan melibatkan para pakar fikih yang kapabel dan kredibel dalam lingkungan Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Keputusan yang disepakati dalam buku ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga sangat sangat layak dijadikan solusi bersyari’at, apalagi di tengah-tengah bermunculannya fatwa-fatwa perorangan maupun lembaga keagamaan di luar Ahlussunnah wal Jamaah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Judul : NU Menjawab Problematika Umat; Keputusan Bahtsul Masa’il PWNU Jawa Timur. Jilid I: 1979-2009 M. Jilid II: 2009-20014 M.

Penyusun: TIM PW LBM NU Jatim

Penerbit: PW LBM NU Jatim

Hal: jilid I; xxix + 936. Jilid II; xxi +850.

ISBN: 978-602-97112-9-5

Peresensi: Fathul Qodir (Pegiat Aswaja NU Jatim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Budaya, Pemurnian Aqidah Asli Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme

Jepara, Asli Muhammadiyah. Nasionalisme pemuda saat ini bisa dibilang mengalami penurunan. Karena mereka menganggap sekarang sudah tidak ada perjuangan mengangkat senjata lagi. Sebab mereka hanya tinggal menikmati hasil perjuangan.?

Keprihatinan itu diuraikan Dwi Suryoatmojo, Peneliti Madya Kementerian Pertahanan RI dalam seminar bertajuk “Islam Nusantara di Tengah Ancaman Radikalisme” yang berlangsung di aula SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, kompleks Pesantren Az Zahra, Jalan Jepara - Bangsri Km.12 Sekuro Mlonggo Jepara, Sabtu (17/10).?

Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme Pemuda Tangkal Radikalisme

Dengan keprihatinan itu alhasil pemuda hanya bisa seenaknya sendiri. Misalnya meminta uang untuk sekolah maupun kuliah. Meskipun pemuda tidak hidup di era penjajahan seyogianya pemuda dituntut memberikan kontribusi yang kreatif dan progresif.?

Asli Muhammadiyah

Melalui cara itu menurut lelaki kelahiran Jepara, 14 Agustus 1967 radikalisme yang makin berkembang di Indonesia bisa dicegah. Ia menjelaskan sebenarnya pelaku tindak radikal ialah pemuda sehingga yang patut menanggal hal negatif itu juga di tangan pemuda. Sebab pemuda lebih tahu tentang lingkungannya.?

Untuk itu pemuda harus disiapkan menjadi generasi potensial untuk menangkal pengaruh-pengaruh yang kurang bagus tersebut sebagai generasi perubahan.?

Asli Muhammadiyah

“Pemuda sekarang harus disiapkan dengan dibekali dengan ilmu yang ? baik dan cukup,” kata Kepala Bagian Operasi Intelegen AD.?

Hal itu menurutnya sejalan dengan apa yang pernah Soekarno yang meminta pemuda untuk mengubah dunia. Selain peran dari pemuda agar nasionalisme tetap berkobar perlu ditopang dengan peran pemerintah. Juga peran serta dari ulama yang senantiasa untuk dimintai pendapat tentang permasalahan yang dihadapi bangsa.?

Dalam kegiatan hasil kerjasama PAC IPNU-IPPNU Mlonggo Jepara dan SMK Az Zahra Mlonggo Jepara hadir juga sebagai pembicara Hamzal Sahal, aktifis NU di Jakarta dan KH Nuruddin Amin pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara.

Selain Seminar kegiatan yang berlangsung 2 hari ini juga diisi dengan Latihan Kader Muda (Lakmud) dan Pentas Padang Bulan. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Nahdlatul, Budaya Asli Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Rakernas 3 KMNU Bahas Peran Strategis dalam Kampanye Islam Nusantara

Bantul, Asli Muhammadiyah. Ahad (2/4) lalu menjadi pagi yang tidak biasa di Aula Pondok Pesantren Al-Mahalli, Brajan, Bantul. Sekitar pukul 06.30 WIB ruangan telah penuh oleh para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).?

Rakernas 3 KMNU Bahas Peran Strategis dalam Kampanye Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas 3 KMNU Bahas Peran Strategis dalam Kampanye Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas 3 KMNU Bahas Peran Strategis dalam Kampanye Islam Nusantara

Hari terakhir dari serangkaian kegiatan Rakernas ke-3 KMNU pagi itu diisi dengan kegiatan diskusi yang bertajuk “Peran Strategis KMNU dalam Mengampanyekan Islam Nusantara”.

Para peserta nampak antusias dalam mengikuti diskusi meskipun sehari sebelumnya kegiatan berlangsung hingga tengah malam. Diskusi pagi itu juga menghadirkan narasumber seorang mahasiswa University College London, Irfan L. Sarhindi yang mengangkat Islam Nusantara dalam tesisnya.

Irfan menjelaskan, sebenarnya Islam Nusantara merupakan ide lama yang menurut Historical Narrative telah dibawa sejak masa Walisongo dan para Ulama Indonesia yang mengajar di Makkah pada abad 17-an. Adanya ide ini di masa lalu juga berhasil mengakomodir proses akulturasi budaya dan islam di Indonesia, sehingga islam bisa diterima oleh masyarakat.

Asli Muhammadiyah

Meski demikian, nama Islam Nusantara baru dimunculkan belakangan ini oleh Nahdlatul Ulama setelah merasakan semakin masifnya gerakan golongan radikal di Indonesia. Terutama melalui kampus-kampus sekuler dan media massa dengan membawa kemasan yang cukup menarik masyarakat yaitu purifikasi Islam.?

“Menjadikan Islam sebagai ekspresi simbol bersifat formal terutama yang terlihat kearab-araban,” tukas Irfan.

Sayangnya, masih banyak yang menolak Islam Nusantara dengan anggapan adanya pengotak-kotakan Islam. Terutama oleh berbagai pihak yang masih mempertanyakan kata ‘Nusantara’ yang berada dibelakang kata ‘Islam’.?

“Padahal sebenarnya Nusantara merupakan pemaknaan dari Islam yang hidup dan berkembang, baik secara kultural maupun geografis di Indonesia. Islam yang selama ini dijalankan dan diterima oleh muslim Indonesia,” jelasnya.

Menurut Irfan, KMNU yang mayoritas berasal dari mahasiswa perguruan tinggi umum harus menjadi penyeimbang dan meningkatkan militansi dalam menangkal gerakan islam radikal. Dengan ikut serta dalam mengampanyekan Islam Nusantara baik dalam lingkungan kampus maupun masyarakat luas melalui pengoptimalan media sosial.

Asli Muhammadiyah

“Sebenarnya manusia ada di dunia itu karena sebuah alasan serta membawa satu misi. Kehidupan kita saat ini adalah proses untuk menemukan alasan dan mencapai misi tersebut. Semoga di sini adalah jalan kalian untuk mencapai misi itu,” kata Irfan sebagai penutup diskusi. (Nabila/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam, Budaya Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock