Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mendorong pemerintah agar tetap mengirimkan kontingen pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke Lebanon dan tidak terpengaruh dengan penolakan Israel.

"Sebagaimana kita ketahui, pemerintah telah siap mengirim seribu anggota TNI ke Lebanon. Ansor mendukung penuh pengiriman pasukan TNI ke Lebanon sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian," kata Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Abdul Malik Haramain di Jakarta, Selasa.

Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Dorong Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Lebanaon

Indonesia, kata Malik, memiliki hak dan kewajiban untuk turut menciptakan perdamaian dunia, termasuk dalam konteks agresi militer Israel ke Lebanon. Israel, katanya, tidak berhak mencegah dunia internasional untuk membantu terjadinya perdamaian di Lebanon.

"Pemerintah Israel tidak punya otoritas untuk menolak keterlibatan pasukan negara internasional sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu.

Sebelumnya, Duta Besar Israel untuk PBB Dan Gillerman mengatakan pemerintahnya keberatan dengan keikutsertaan Indonesia dan Malaysia dalam pasukan perdamaian PBB. "Sulit bagi Israel untuk menerima pasukan dari negara yang tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," kata Gillerman seperti dilansir harian Washington Post. Pernyataan senada juga dikemukakan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di harian terbitan Israel.

Asli Muhammadiyah

Menanggapi itu, Deputi Sekjen PBB Mark Malloch Brown kepada pers di markas besar PBB di New York, Jumat (18/8), menegaskan bahwa hanya PBB lah yang berhak memutuskan siapa yang boleh ikut ambil bagian atau tidak dalam pasukan perdamaian di bawah bendera PBB.

"Hanya kami (PBB) yang memiliki kata akhir siapa yang dapat ikut dalam pasukan perdamaian. Dan pasukan ini akan kami kirim ke wilayah Lebanon, bukan ke wilayah Israel," katanya.

PBB sendiri memasukkan Indonesia dalam daftar negara yang diminta paling awal mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon. Pasukan Garuda TNI akan bergabung dalam 5 ribu dari rencana 15 ribu pasukan perdamaian PBB dari berbagai negara.

Pasukan yang dikirim terdiri atas batalyon mekanis dan zeni tempur. Mereka dilengkapi empat Panser Komando (V-150 CO), empat Panser Angkut Personel (V-150 AP), 12 Panser Intai (V-150 Tai), 14 unit Panser Serbu (VAB), serta 12 Panser Serbu (Panhard).

Asli Muhammadiyah

Selain itu, satu unit jip Kia, satu tangki air, dua Taft GT (jip), sepuluh unit truk Isuzu, dan dua kendaraan pemeliharaan (Ranhar). TNI juga menyertakan satu alat berat back loader, satu forklift (AT), 10 truk Liaz, satu kendaraan bengkel, dua unit ambulans, tiga unit jip Kia, dan satu unit tangki BBM.

Menyinggung masalah pengiriman relawan sipil yang akan berjihad ke Lebanon, Malik mengatakan hal itu merupakan hak setiap individu. Namun, lanjutnya, sebaiknya rakyat Indonesia menyerahkan masalah krisis Timur Tengah kepada pemerintah yang telah menunjukan keseriusannya dengan menyiapkan pasukan perdamaian ke Lebanon.

"Menurut Ansor, rakyat Indonesia, baik atas nama pribadi atau kelompok, tidak perlu berjihad ke Lebanon. Kita percayakan saja kepada pemerintah dan TNI. TNI saya kira telah cukup untuk mewakili bangsa Indonesia yang memang mendambakan perdamaian," katanya. (ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Budaya, Quote Asli Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Libatkan Bursa Efek, Fatayat NU Pringsewu Pelajari Investasi Bodong

Pringsewu, Asli Muhammadiyah - Untuk lebih memberikan bekal dan mengingatkan akan pentingnya sadar ekonomi dan investasi, Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Pringsewu menggelar kajian investasi bagi para pengurus dan anggotanya di Gedung NU Pringsewu, Jumat (21/7). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Fatayat Pringsewu dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Panitia mengangkat tema Mengatur Keuangan Menjauhkan Kemudharatan. Kajian ini dibuka oleh Bupati Pringsewu H Sujadi.

Libatkan Bursa Efek, Fatayat NU Pringsewu Pelajari Investasi Bodong (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan Bursa Efek, Fatayat NU Pringsewu Pelajari Investasi Bodong (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan Bursa Efek, Fatayat NU Pringsewu Pelajari Investasi Bodong

Bupati Sujadi yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu ini menyambut baik kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan tersebut.

Asli Muhammadiyah

"Biasanya warga NU ngaji kitab kuning, Al-Quran dan sejenisnya. Masih jarang belajar pasar modal syariah," kata Sujadi pada Ngaji yang dihadiri oleh Pemateri dari BEI Jakarta, Pimpinan Pusat Fatayat NU dari Jakarta, PWNU Provinsi Lampung, dan Pengurus PCNU Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dan menjadi modal khususnya bagi Fatayat agar lebih waspada dan tidak terjebak pada investasi bodong. Ia mengingatkan, di Kabupaten Pringsewu sudah sering beredar investasi yang mengiming-imingi masyarakat dengan hasil instan dan menggiurkan.

Asli Muhammadiyah

Investasi ini, menurutnya, sering berganti-ganti dan mengatasnamakan berbagai macam hal seperti agama seperti investasi amalilah atau kedok koperasi yang pada ujungnya merupakan sebuah penipuan.

Sementara itu di sela-sela kehadiran Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufik Qurrohim menyampaikan, pengetahuan tentang ekonomi dan bisnis saat ini perlu dikuasai oleh masyarakat khususnya warga NU. Hal ini bertujuan agar warga NU dapat beraktivitas di bidang ekonomi sesuai dengan aturan agama.

"Kita masih perlu belajar wawasan bisnis kekinian termasuk pasar modal, saham, dan obligasi dilihat dari perspektif hukum syariah sehingga bisa membedakan mana bisnis yang halal dan riba sesuai tuntutan agama," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Quote, Kyai, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah

Blitar, Asli Muhammadiyah

Kabar duka dari Madinah. Rubiyah, salah seorang Jemaah Haji asal Kauman, Srengat, Kabupaten Blitar dikabarkan wafat pukul 23.00 waktu setempat di Rumah Sakit Al-Ansor Madinah Munawaroh. Subuh tadi jenazah yang merupakan kader Muslimat NU Srengat itu di sholati di Masjid Nabawi Madinah.

Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah

Kabar ini disampaikan oleh Ketua KBIH Al-Kamal ? Kunir Wonodadi Blitar, H Muhammad Lutfi. “Siangnnya dibawa ke rumah sakit. Karena mengeluh badannya tidak enak. Tepat pukul 23.00 waktu Madinah beliau di kabarkan wafat,” ungkap Gus Upik panggilan akrab Ketua LKKNU Kabupaten Blitar ? itu melalui telepon selulernya, Sabtu (20/8).

Menurut Gus Upik, saat berangkat 16 Agustus lalu, almarhumah masih tampak sehat. Begitu juga ketika tiba di Madinah, Rubiyah masih sehat. “Bahkan bersama-sama 217 ? jamaah Al-Kamal, saat melaksanakan Arbain masih tampak sehat. Baru kemarin sore mengeluh sakit dan langsung dirujuk ke RS Al-Anshor Madinah,” ungkap Lutfi.

Tahun ini Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Blitar yang berangkat ada 689 orang. 190 ikut jamaah KBIH Al-Kamal Kunir Wonodadi Blitar, sisanya ikut KBIH lain dan ada juga yang mandiri. Sebelum berangkat 6 orang dinyatakan gagal berangkat dengan berbagai sebab. Tiga orang meninggal dan 3 orang lantaran sakit.

Kepala Seksi Haji Kemenetrian Agama Kabupaten Blitar, Syaichul Munib saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Tadi pagi saya mendapat informasi itu. Semoga khusnul khotimah dan masuk sebagai hajjah yang mabrur,” ungkap Syaichul Munib. (Imam Kusnin/Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Quote, Bahtsul Masail Asli Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Rahasia Dakwah Bisa Diterima dengan Baik

Bogor, Asli Muhammadiyah. Menyampaikan dakwah tentu harus memperhatikan sasarannya. Sasaran yang dimaksud yaitu tingkat pemahaman sebuah masyarakat sehingga seorang dai dapat menentukan strategi dakwah agar mudah diterima.

Rahasia Dakwah Bisa Diterima dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Dakwah Bisa Diterima dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Dakwah Bisa Diterima dengan Baik

Terkait hal itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur KH Abdullah Syamsul Arifin menjelaskan, strategi dakwah dengan memahami tingkat pemahaman atau struktur sosial sebuah masyarakat menentukan dakwah tersebut mudah diterima atau sebaliknya.

Gus Aab, sapaanya, membagi tiga golongan berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat sehingga sebuah dakwah dapat mudah dipahami dan diterima.

“Pertama, Al-Awam, dakwahnya dengan mauidzoh hasanah. Tidak perlu pakai dalil. Di tingkat masyarakat awam, beragama sangat sederhana. Mereka mengikuti kiai dan ulama zaman dulu termasuk bagaimana menyikapi sesuatu yang baru,” jelas Gus Aab saat mengisi materi penguatan Aswaja dalam Rapimnas Muslimat NU di Sentul, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.?

Asli Muhammadiyah

Kedua, kelompok khowas. Menurutnya, kelompok ini membutuhkan lebih dari sekadar mauidzoh hasanah. Karena di samping kebaikan-kebaikan yang disampaikan dalam dakwah, mereka juga butuh dalil-dalil untuk memperkuat argumentasi.

“Kelompok khowas ini di antaranya akademisi, kalangan pesantren, dan ustadz. Mereka jangan sekadar diceramahi dengan mauidzoh hasanah, tetapi dengan bil hikmah, dengan dalil,” urai kiai yang pernah aktif di Aswaja Center PWNU Jawa Timur ini.

Selain itu, kata dia, untuk kelompok khowas penyampaian dakwah harus rasional dan kuat-kuatan dalil. Dalam hal ini, tidak cukup hanya rasional saja, tetapi sesuatu yang rasional itu harus diperkuat dengan dalil sehingga dakwah bisa diterima.

Asli Muhammadiyah

“Ketiga, kelompok pembangkang, orang yang memang dari awal berutujuan tidak baik, solusinya didudukkan. Diskusi bareng. Kalau bisa disepakati dari awal. Contoh, jika nyatanya kamu salah, kamu harus ikut saya dan sebaliknya,” ujarnya.

Dia menandaskan, dakwah menghadapi kelompok pembangkang ini harus kuat dulu ilmu dan penguasaan dalilnya. Kalau pun terjadi debat, timnya harus kuat. Secara akademis, ilmu juga harus kuat disamping dalil-dalil kitabnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Quote Asli Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro

Oleh Fathan Subchi



Istighotsah kubro tak hanya meninggalkan kekaguman sebab ratusan ribu orang berjubel dari berbagai kalangan. Kegiatan itu pun tak sekadar eksistensi sebuah jam’iyah yang menuntut perubahan radikal dan penuh paksaan. Istighotsah kubro ialah perenungan dan pencarian jawaban atas segala persoalan baik sosial, politik, agama yang berhubungan dengan negara dan kepentingan kebangsaan. Istighotsah kubro menyisakan pesan perdamaian, persatuan dalam bingkai perbedaan.

Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendalami (Pelajaran) Istighotsah Kubro

Ketika seseorang telah mengakui diri sebagai Muslim tentu melekat pada dirinya kepercayaan bahwa semua (kekacauan) yang terjadi tidak lepas dari ketentuan Allah SWT sebagai Tuhan. Dari situ muncul kesadaran untuk merenungi segala persoalan secara arif tanpa memunculkan kekacauan dibidang lainnya. Maka, sikap intoleransi yang mewujud dalam berbagai bentuk, semisal, menyesatkan, mengkafirkan bukanlah suatu yang dibenarkan.

Asli Muhammadiyah

Merujuk pemikiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bahwa dalam berdakwah kita tidak diperkenankan menggunakan cara yang keras. Di zaman Rasulullah, larangan itu muncul ketika ada seorang sahabat yang mengancam akan membunuh anaknya jika tidak masuk Islam. Kemudian turunlah ayat la ikraha fiddin, yaitu jangan ada paksaan dalam agama (Islam) (www.nu.or.id).

Ulama NU paham betul ayat ini sehingga Istighotsah kubro tidak dilaksanakan secara sporadis dan memanaskan tensi kenyamanan publik. Kegiatan dalam rangka Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama yang digagas oleh PWNU Jawa Timur itu sekaligus meneguhkan kesadaran bahwa ritual keagamaan tidak selayaknya dimanfaatkan sebagai eksistensi belaka. Buktinya tidak banyak media yang “membesar-besarkan” peristiwa tersebut dalam produk jurnalistiknya. Itu murni sebagai sarana berdoa, menjalin kemesraan dengan Tuhan secara berjamaah bersama jutaan makhluq-Nya.

Asli Muhammadiyah

Meminjam istilah KH Musthofa Bisri, pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, peristiwa sakral pada Ahad (09/04) lalu merupakan manifestasi wajah Islam yang saleh ritual dan saleh sosial. Yaitu sebuah sikap yang mampu mengadopsi semua kepentingan tanpa mencederai pihak lain. Sebuah ritual keagamaan yang dilandasi dengan balutan komitmen saling mengasihi sesama dan menghargai aneka perbedaan.

Merujuk pada artikel Fathurrahman Ghufron di harian Kompas (12/04/17) bahwa dalam kondisi perbedaan, rasa saling memahami (mutual understanding) akan membuat kita supaya selalu waspada diri untuk mencegah cara otoritarian dan despotik dalam menyampaikan ajaran agama. Dengan itu kita juga akan sadar untuk tidak mencaci dan memaki orang lain hanya karena berbeda pendangan atau kepercayaan. Sebab sajian yang seperti itu hanya akan memperbesar konflik horizontal yang mengancam keutuhan NKRI.

Dalam hal ini, sesungguhnya kita tidak hanya berbicara tentang keagamaan tetapi juga kenegaraan yang wajib kita jaga demi satu keutuhan. Demikian bisa kita lihat dalam maklumat yang dibacakan di dalamnya. (1) Menjaga agama dari hal-hal yang merusak (hifdzud din amma yufsid) adalah wajib, sebagaimana sebelumnya dilakukan oleh para ulama. (2) Menjaga negara dari hal-hal yang merusak tatanan (hifdzud daulah amma yufsid) adalah wajib, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harta terbesar bangsa dan negara ini. (3) Menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran (amr bil-maruf wa nahy anil munkar) wajib ditegakkan secara bijaksana untuk menjunjung tinggi marwah agama dan martabat manusia demi kemajuan bangsa dan negara ini.

Tiga poin pertama gagasan syuriah PWNU Jawa Timur itu telah menegaskan bahwa (gagasan) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harta terbesar bangsa dan negara. Yang wajib dirawat dan dipertahankan sebagai ideologi dengan semangat keagamaan yang menyertainya. Selanjutnya itu disokong oleh tiga point berikutnya agar berbagai kepentingan harus dilaksanakan demi sebuah kesejahteraan untuk umat yang mashlahat.

Yaitu, (4) Seluruh pemimpin bangsa dan negara ini wajib menjalankan amanah dan menegakkan keadilan secara bersamaan sebagai prinsip untuk mencapai kebajikan bersama. (5) Menjaga umat (riayatul ummah) dari kebangkrutan moral adalah tanggung jawab yang wajib ditunaikan oleh seluruh pemimpin agama, bangsa, dan negara ini. (6) Seluruh komponen umat wajib untuk semakin mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah sebagai bentuk tanggung jawab pribadi dan keumatan.

Terlihatlah bahwa Islam sesungguhnya tidak melulu tentang ibadah syar’i yang mengharuskan kita agar mengabaikan yang lainnya. Ibarat bangunan Islam adalah batu terakhir sebagai penyempurna suatu pondasi. Ia merupakan komponen untuk menciptakan kearifan yang penuh dengan damai dan ketentraman untuk tatanan kehidupan nyaman.

Maklumat Istighotsah Kubro mengingatkan kita pada amanat yang tidak disadari akan hilang. Yaitu berupa akal, kemampuan dan badan yang harusnya dibalut dengan akhlaq mulia. Sebagaimana diajarkan oleh Rasul dan para sahabatnya, yang rela hidup sengsara untuk kepentingan umat dan negaranya. Ada keseimbangan hubungan baik dengan Tuhan maupun antar sesama manusia. []

Penulis adalah Wasekjend DPP PKB dan Anggota F-PKB DPR RI



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Quote, Kajian Asli Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Asli Muhammadiyah

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Asli Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Asli Muhammadiyah

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Quote Asli Muhammadiyah

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan digelarnya workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Muslimat NU, di Hotel Kaisar, Jakarta, 7-8 Juni.

Workshop ini juga sebagai persiapan menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2014 mendatang. Penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) dan diikuti Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, YKM-NU Wilker I Provinsi, YKM-NU Wilker II Kabupaten dan Kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan potensial di lingkungan YKM-NU.

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi tolok ukur dalam penentuan tingkat Human Development Index (HDI) suatu negara.?

Asli Muhammadiyah

“Dicanangkannya MDGs (Millenium Development Goals) makin memperjelas sangat pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, khususnya kesejahteraan Ibu dan Anak,” ungkapnya pada acara pembukaan workshop, Kamis (7/6).?

Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pola pembangunan yang partisipatif menjadi sangat penting. Pemerintah harus mendengar dan mengakomodir keinginan masyarakat dalam membuat suatu kebijakan publik.?

Asli Muhammadiyah

“Di lain pihak dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat harus berpartisipasi secara aktif dan tidak hanya menyerahkan semuanya kepada Pemerintah,” jelasnya.

YKM NU, katanya, saat ini telah memiliki 76 fasilitas pelayanan yang terdiri dari rumah sakit, rumah bersalin, klinik dan balai pelayanan kesehatan. Disamping itu, YKM NU juga punya 106 panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tentu itu merupakan potensi yang tidak sederhana. Namun masih diperlukan konsolidasi internal, khususnya di setiap Fasyankes. Diperlukan konsolidasi antara struktur internal organisasi, yaitu Pengurus YKM NU di masing-masing tingkatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, dan YKM NU Pusat melalui pertemuan di tingkat Nasional,” tuturnya.?

Lebih lanjut, Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, workshop kali ini diharapkan mampu mewujudkan penguatan jejaring pengurus YKM NU di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan YKM-NU dalam menghadapi perubahan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS.?

“Perlu ada pemahaman yang sama terhadap perubahan yang telah dan akan terus terjadi di sektor kesehatan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS,” jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pendidikan, Quote Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock