Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2018

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Asli Muhammadiyah

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Tiga Poin Penting Adanya Peringatan Hari Santri

Sragen, Asli Muhammadiyah - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen KH Agus Budiharto mengungkapkan, ada tiga poin penting, pada momentum Peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

“Pertama, bahwa santri merupakan bagian tak terpisahkan dari para pejuang kemerdekaan bangsa,” kata dia, pada peringatan HSN 2016, di Lapangan Alun-alun Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (22/10).

Tiga Poin Penting Adanya Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Poin Penting Adanya Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Poin Penting Adanya Peringatan Hari Santri

Sejarah mencatat, proses berdirinya bangsa Indonesia, mulai dari sebelum mencapai kemerdekaan, hingga sesudahnya, tidak lepas dari jasa dan kontribusi kaum santri.

Asli Muhammadiyah

Kedua, lanjutnya, kaum santri dianggap sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menumpas kemungkaran di negara ini. Sedangkan yang ketiga, keberadaan pondok pesantren dan santri dianggap sebagai lembaga dan komunitas yang memiliki komitmen tinggi terhadap bangsa dan negara.

“Komitmen ini terwujud, baik dalam perjuangan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan maupun melalui kiprah nyatanya di masyarakat,” ujar dokter yang juga mubaligh asal Gemolong, Sragen, itu.

Asli Muhammadiyah

Agus menambahkan, seorang santri selain harus bisa mengaji, semestinya juga tidak meninggalkan kewajiban mereka mengenyam pendidikan bangku sekolah. “Santri itu harus lengkap, sekolah dan mengaji,” kata dia.

Puncak peringatan HSN 2016, dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Sragen. Acara tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali para pengasuh pesantren dan tokoh NU di Sragen. Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pendidikan, Khutbah Asli Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan digelarnya workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Muslimat NU, di Hotel Kaisar, Jakarta, 7-8 Juni.

Workshop ini juga sebagai persiapan menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2014 mendatang. Penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) dan diikuti Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, YKM-NU Wilker I Provinsi, YKM-NU Wilker II Kabupaten dan Kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan potensial di lingkungan YKM-NU.

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi tolok ukur dalam penentuan tingkat Human Development Index (HDI) suatu negara.?

Asli Muhammadiyah

“Dicanangkannya MDGs (Millenium Development Goals) makin memperjelas sangat pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, khususnya kesejahteraan Ibu dan Anak,” ungkapnya pada acara pembukaan workshop, Kamis (7/6).?

Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pola pembangunan yang partisipatif menjadi sangat penting. Pemerintah harus mendengar dan mengakomodir keinginan masyarakat dalam membuat suatu kebijakan publik.?

Asli Muhammadiyah

“Di lain pihak dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat harus berpartisipasi secara aktif dan tidak hanya menyerahkan semuanya kepada Pemerintah,” jelasnya.

YKM NU, katanya, saat ini telah memiliki 76 fasilitas pelayanan yang terdiri dari rumah sakit, rumah bersalin, klinik dan balai pelayanan kesehatan. Disamping itu, YKM NU juga punya 106 panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tentu itu merupakan potensi yang tidak sederhana. Namun masih diperlukan konsolidasi internal, khususnya di setiap Fasyankes. Diperlukan konsolidasi antara struktur internal organisasi, yaitu Pengurus YKM NU di masing-masing tingkatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, dan YKM NU Pusat melalui pertemuan di tingkat Nasional,” tuturnya.?

Lebih lanjut, Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, workshop kali ini diharapkan mampu mewujudkan penguatan jejaring pengurus YKM NU di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan YKM-NU dalam menghadapi perubahan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS.?

“Perlu ada pemahaman yang sama terhadap perubahan yang telah dan akan terus terjadi di sektor kesehatan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS,” jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pendidikan, Quote Asli Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sulthonul Huda menilai, kelangkaan buku nikah yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini, seharusnya tidak terjadi. ?

Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga

“Aneh saja, hal sepele seperti itu kok bisa terjadi,” komentarnya kepada Asli Muhammadiyah di gedung PBNU, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta, Selasa (12/11).

Menurut Sulthon, memang buku nikah hanya masalah administrasi, bukan subtansi dalam pernikahan. Tapi, lanjut Sulthon, hal sepele ini terjadi menunjukkan pemerintah abai dalam melayani kebutuhan warganya.“Pemerintah harus segera mengatasi masalah ini,” imbaunya.

Asli Muhammadiyah

Ia juga meminta kepada KUA di berbagai daerah yang kekurangan buku nikah dengan mengeluarkan surat nikah sementara, segera mengeluarkan buku nikah asli. “Surat nikah sementara tidak terlalu lama diberikan, seminggu atau paling lambat dua minggu,” pintanya.

Asli Muhammadiyah

Seperti diketahui, belakangan ini stok buku nikah di beberapa daerah kosong. Misalanya di Depok Jawa Barat. Akibatnya pasangan yang menikah selama 2 bulan terakhir,? terpaksa hanya puas dengan sehelai surat keterangan nikah sementara.

Provinsi-provinsi lain yang? mengalami kekurangan buku nikah dengan jumlah peristiwa nikah yang tinggi antara lain Jawa? Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara? Barat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah News, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Depag Kaji Ulang Pengajaran Agama di Sekolah

Bandarlampung, Asli Muhammadiyah. Departemen Agama (Depag) tengah mengkaji ulang pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agama di sekolah, untuk dapat lebih memberikan bekal moral, budi pekerti dan perilaku yang baik kepada anak didik. Demikian disampaikan Menteri Agama (Menag) M Maftuh Basyuni di Bandarlampung, Sabtu (3/3) malam.

Menjawab wartawan pada dialog di Harian Umum Lampung Post, Menag mengakui adanya kekeliruan dalam penerapan kebijakan terkait pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah selama ini termasuk oleh departemennya.</font>

"Tapi saya tidak tahu, kapan dimulainya," katanya.

Depag Kaji Ulang Pengajaran Agama di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Kaji Ulang Pengajaran Agama di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Kaji Ulang Pengajaran Agama di Sekolah

Karena itu, mulai tahun 2005 lalu, Depag kembali membentuk direktorat yang mengurusi sekolah-sekolah umum dan agama, dengan melakukan banyak penyesuaian dan perbaikan di dalamnya.

Menurut dia, kondisi pengajaran pendidikan agama di sekolah relatif sangat rendah, tidak saja di sekolah umum tapi juga termasuk di sekolah agama sendiri.

"Tapi perlu kesungguhan semua pihak untuk dapat berpacu dengan waktu bisa mengembalikan pendidikan budi pekerti dan pendidikan agama di sekolah dengan baik," kata Maftuh.

Asli Muhammadiyah

Menag juga mengingatkan, para guru terutama guru agama di sekolah hendaknya tidak hanya menjadi pengajar bagi para siswanya tapi sekaligus menjadi pendidik dan panutan bagi mereka.

Asli Muhammadiyah

"Seharusnya para pendidik agama itu tidak hanya mengajarkan agama, tapi juga harus menjadi pendidik dan panutan dalam menjalankan ajaran agamanya dengan baik," tutur Maftuh lagi.

Karena itu, Menag sepakat untuk mendorong terus menerus adanya pengkajian dan perbaikan bagi penyempurnaan kurikulum dan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah umum maupun sekolah bernuansa agama.

Diharapkan dengan lebih besar porsi pengajaran agama di sekolah, dapat kembali menumbuhkan perilaku anak didik yang santun dan berbudi pekerti baik. (ant/rid)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ubudiyah, AlaSantri, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat tasawuf ditandai oleh kemunculan zuhhad (orang-orang zuhud) yang hatinya tidak tergantung pada dunia. Ada sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa ketika Islam telah berkembang luas dan kaum muslimin telah memperoleh kemakmuran, sahabat Umar bin Khattab RA berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika Umar telah masuk ke dalamnya, dia tertegun melihat isi rumah Beliau, yang ada hanyalah sebuah meja dan alasnya hanya anyaman daun kurma yang kasar. Sementara ada griba (tempat air) yang menggantung di dinding yang biasa Rasulullah pakai untuk berwudlu. Air mata Umar pun berlinang seketika. “Gerangan apakah yang membuatmu menangis, wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

Umar pun menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah? Hanya seperti ini keadaan yang aku dapati di rumah Tuan. Tidak ada perkakas, tidak ada kekayaan, padahal Tuan telah memegang kunci dunia timur dan dunia barat.” Lalu Beliau menjawab, “Wahai Umar, aku ini adalah Rasulullah. Aku bukan seorang kaisar Romawi dan juga bukan Kisra Persia. Mereka hanya mengejar duniawi, sementara aku mengutamakan ukhrowi.” Inilah jalan sufi Rasulullah.

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)
Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat atau thariqah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pertama-pertama ia muncul sekitar abad 10 M sebagai jalan yang ditempuh seorang sufi untuk sampai kepada Allah secara fardiyyah (individual). Kemudian pada abad 13 M, metode berkembang dari individual menjadi kolektif. Beberapa orang bersama-sama melakukan muraqabah kepada Allah. Dan sejak abad 15 M, terjadi transisi misi ajaran dari guru atau mursyid kepada para pengikutnya. Pada tahap ini tarekat dikenal dengan organisasi tasawuf yag melestarikan ajaran-ajaran syaikh tertentu. Karena itu pula muncul nama-nama tarekat seperti tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsyabandiyah, dan Tarekat Syadziliyah.

Asli Muhammadiyah

“Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf” ini disusun oleh Sang Kiai Ahli Dokumentasi –begitu Martin van Bruinessen menyebutnya— KH A Aziz Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyyah Denanyar Jombang. Ia sangat aktif menulis, hingga dalam usia 73 tahun ini telah menghasilkan lebih dari 200 karya buku dan ikhtishar dalam bahasa Indonesia maupun Arab. Ia rajin dalam mengumpulkan keputusan-keputusan Muktamar, Ahkamul Fuqaha’, selain juga pernah menulis 99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara.

Menurutnya, tarekat secara etimologi berarti jalan. Tarekat sama halnya dengan “madzhab” dalam disiplin Ilmu Fiqh, dan “firqah” dalam Ilmu Kalam. Sedangkan dalam istilah tasawuf, tarekat berarti perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri kepada Tuhan (hlm. 1). Tarekat kemudian dipakai dan dipahami banyak kalangan sebagai suatu bimbingan pribadi dan perilaku yang dilakukan oleh seorang mursyid kepada muridnya.

Fokus pembahasan dalam buku ini adalah golongan zuhhad (orang-orang zuhud). Karena mayoritas manusia lebih terpesona akan dunia (hubbud dunya) dan takut pada kematian (karahiyatul maut). Belajar dari kasus Daulat Bani Umayah yang ketika itu memiliki wilayah yang amat luas, terbentang dari Asia, Afrika Timur, sampai Eropa, namun seketika hancur karena tidak memiliki spiritualitas batiniah. Begitu juga yang dialami oleh Daulat Bani Abbasiyah (hlm. 5).

Asli Muhammadiyah

22 tarekat yang berhasil dihimpun oleh KH. A. Aziz Masyhuri adalah Tarekat Alawiyah, Ahmadiyah Badawiyah, Aidrusiyah, Chisytiyah, Dasuqiyah, Ghazaliyah, Haddadiyah, Idrisiyah, Khalwatiyah, Malamatiyah, Maulawiyah, Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Haqqaniyah, Qadiriyah, Rifa’iyah, Sammaniyah, Sanusiyah, Suhrawardiyah, Syadziliyah, Syattariyah, dan Tijaniyah. Pengurutan nama-nama tarekat tersebut berdasarkan abjad sebagaimana ensiklopedi pada umumnya. Semua tarekat tersebut termasuk dalam kelompok thariqah mu’tabarah, tarekat yang memiliki sanad yang muttasil (sambung) sampai kepada Rasulullah SAW.

Dalam tradisi tarekat, sebagai organisasi tasawuf, murid-murid biasanya berkumpul di suatu tempat yang disebut ribath, zawiyah, atau khanaqah untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikr Allah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat Nabi dan membaca dzikir nafi itsbat dan ism dzat secara bersama di bawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (’amaliyah), aturan-aturan (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursyid-murid, wasilah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual seperti baiat atau talqin, khususiyah, haul, dan manaqib (hlm. 8).

Kalangan Nahdiyin, walaupun tidak mengikuti organisasi tarekat tertentu, setidaknya harus memiliki jalan sufi untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran dunia yang kian hari semakin menjalar. Karena orientasi kehidupan yang sebenarnya bukanlah dunia dan harta benda, melainkan kebahagiaan hidup di kehidupan selanjutnya.

Data buku

Judul Buku : Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf

Penulis : KH. A. Aziz Masyhuri

Cetakan : II, Desember 2014

Penerbit : Imtiyaz Surabaya

Tebal : xvii + 396 halaman

Peresensi : Hilmi Abdillah, santri Pesantren Tebuireng

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Daerah, Tegal, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin

Probolinggo, Asli Muhammadiyah - Sebagai upaya lebih memantapkan organisasi, alumni Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo periode 2011 hingga 2015 rutin menjalin komunikasi. Mereka mengadakan pertemuan rutin setiap bulan di kediaman masing-masing alumni.

Pertemuan rutinan alumni IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo ini dilaksanakan di kediaman rekan Syifak Kecamatan Tongas, Ahad (8/1). Pertemuan rutin sendiri digagas oleh alumni Wakil Ketua IPNU Kabupaten Probolinggo Muhammad Qosim. “Awalnya, cuma lewat grup WhatsApp (WA) Oreng Konah, akhirnya bisa bertemu lewat darat,” ujar Indra Subiantoro, salah satu alumni IPNU Kabupaten Probolinggo.

Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin

Menurut Indra, pertemuan rutin tiap bulan ini dimulai Oktober 2016 lalu. Bahkan tiga nakhoda IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo demisioner juga hadir seperti Rudi Nabillah, Eko Cahyono dan Lika Kurniawati.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahim dari masing-masing alumni karena ingin melepas kangen. Sebab mereka sibuk di masing-masing profesi yang dijalankan. Ada yang berwirausaha, guru dan lain sebagainya. Pertemuan ini walaupun sederhana tapi maknanya luar biasa,” jelasnya.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Indra menegaskan, kegiatan ini bertujuan menyambung silahturahmi sesama alumni supaya tidak putus. Biasanya setiap pertemuan sebelum dimulai diawali tahlil yang dipimpin oleh Muhammad Qosim dilanjutkan rapat membahas perkembangan IPNU-IPPNU berikutnya setelah tidak menjadi pengurus serta membahas materi-materi keislaman.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan silaturahim sesama pengurus yang dulu berjuang di IPNU-IPPNU. Tentunya supaya rasa persaudaraan tidak putus walaupun sudah tidak menjadi pengurus lagi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Bahtsul Masail, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock