Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Januari 2018

Tolak Lima Hari Sekolah, Gus Kamil Maimoen: Anak Didik Bukan Robot

Rembang, Asli Muhammadiyah. KH Majid Kamil Maimoen yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Rembang ikut berorasi dalam acara Aksi Damai Tolak Five Days School (FDS) yang diselenggarakan warga NU, Rabu (30/8) di alun-alun setempat.

Tolak Lima Hari Sekolah, Gus Kamil Maimoen: Anak Didik Bukan Robot (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Lima Hari Sekolah, Gus Kamil Maimoen: Anak Didik Bukan Robot (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Lima Hari Sekolah, Gus Kamil Maimoen: Anak Didik Bukan Robot

Putra dari Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang KH Maimoen Zubair ini mengungkapkan ketidaksetujuannya dalam penerapan lima hari sekolah di Indonesia. Menurutnya, kebijakan ini dapat merugikan anak-anak karena merampas hak mereka belajar agama di sore hari di madrasah diniyah dan TPQ.

"Kita rugi kalau lima hari sekolah diteruskan. Kalau saat ini pemerintah (pusat) masih memberi kesempatan untuk memilih, tapi nanti bakal ditentukan kebijakannya," ujar Gus Kamil sapaan akrabnya.

Menyoal beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Rembang yang telah melaksanakan program FDS, ia memberikan penjelasan kepada para peserta aksi. Bahwa SMA sederajat penentuan kebijakan ditentukan oleh pemerintah provinsi. Sedangkan SMP sederajat ke bawah baru bisa ditentukan pemerintah kabupaten.

"Jadi kalau masih ada SMA atau SMK di Kabupaten Rembang yang masih menerapkan program FDS, itu semata-mata bukan kesalahan dari pemerintah kabupaten. DPRD Rembang bersama pak Hafidz menolak kebijakan ini," jelasnya di depan ribuan peserta aksi.

Asli Muhammadiyah

Ia menambahkan, bahwa murid-murid yang sekolah lima hari juga tidak setuju, mereka bukan robot. Libur dua hari mau dipakai apa. Sekolah diniyah tidak cukup dua hari. Yang tepat diniyah di sore hari.

"Mereka masih perlu belajar agama, ngaji diniyah. Mereka perlu dipantau, dipantau orang tua, kiai-kiai lewat pendidikan diniyah," tutupnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, KH Sunarto mengatakan, perjuangan kiai dimulai jauh sebelum orde baru. Dan kiai-kiai ini juga ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan.

Asli Muhammadiyah

"Para kiai dan madrasah ini didirikan bukan berharap BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Adanya FDS ini ingin mematikan diniyah. Kalau ada program Pak Jokowi yang baik, perlu kita dukung. Tapi yang bertentangan dengan kiai kita tolak," ujar Ketua PCNU Rembang tersebut. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Jadwal Kajian, Halaqoh, Daerah Asli Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Asli Muhammadiyah

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU

Rembang, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan, di Timur Tengah tidak ada ulama yang nasionalis, sedangkan di Indonesia seorang ulama juga dikenal sebagai nasionalis.

Kiai asal Cirebon Jawa Barat ini kemudian menyebut beberapa nasionalis Timur Tengah yang bukan ulama, diantaranya Saddam Husain, dan Muammar Khadafi. Sementara dari kalangan ulama yang tidak nasionalis diantaranya, Hasan Banna dan pemikir sekaligus aktivis Islam politik Mesir, Muhammad Ghozali.

Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Bedanya Ulama Indonesia dengan Timur Tengah Menurut Ketum PBNU

"Mereka ulama besar tapi bukan nasionalis. Yang nasionalis bukan ulama," jelas Kiai Said saat peresmian Masjid Al-Amin, Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, Selasa (17/5) kemarin.

Di Indonesia, lanjut kiai Said, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari adalah ulama nasionalis. Begitu juga Kiai Wahab Chasbullah.?

"Sampai-sampai KH Hasyim Asyari mengatakan, membela tanah air fardlu ain. Setiap orang wajib (membela tanah air), sama dengan shalat. Siapa orang yang meninggal dalam rangka membela tanah air, mati sahid. Dan siapa yang membela dan memihak penjajah, boleh dibunuh. Walaupun kiai Hasyim tidak mengatakan kafir," ungkapnya.

"Dari sini KH Hasyim Asyari mempunyai jargon, hubbul wathon minal iman. Ini bukti betapa nasionalismenya ulama Indonesia," jelas alumus Universitas Umm al-Qura, Mekkah ini. (Aan Ainun Najib/Zunus)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Santri, Jadwal Kajian, Cerita Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama

Probolinggo, Asli Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pertama (Diklatama) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) di SMK Ma’arif NU Gending, Jumat hingga Ahad (12-14/5).

Dalam kegiatan bertema Cinta Indonesia, Jiwa Sosialis ini, IPNU Kota Kraksaan mengajak para pelajar NU sebagai warga Indonesia untuk menumbuhkan jiwa cinta terhadap Indonesia. Selain itu kader ini dibentuk untuk mempunyai jiwa kepedulian baik untuk masyarakat maupun lingkungan.

Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari pimpinan komisariat (PK), pimpinan anak cabang (PAC), dan ranting IPNU-IPPNU se-Kota Kraksaan. Selain Aswaja dan ke-NUan, mereka juga diajari untuk membantu masyarakat seperti penanggulangan bencana, PMI, dan ke-Indonesiaan.

Asli Muhammadiyah

Ketua IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran para pelajar akan tugas beratnya dalam meneruskan tongkat estafet perjuangan ulama NU.

Asli Muhammadiyah

“Saya berharap kegiatan ini nantinya dapat menelurkan kader-kader yang punya kredibilitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi,” ujarnya.

Menurut Imam, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepanduan, kedisiplinan, kemanusiaan, pengabdian alam, dan lingkungan hidup serta menciptakan generasi militan serta mampu mengemban amanah NU sesuai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Dalam kesempatan tersebut IPNU Kota Kraksaan bekerja sama dengan instansi tersebut terlebih GP Ansor dan Satkorcab Banser. Selain PBB, Banser juga mengajari bela diri.

“Harapannya agar bisa menjadi pengawal dari IPNU,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pertandingan Asli Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an

Yogyakarta, Asli Muhammadiyah. Menandai terbentuknya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Fakultas MIPA UGM, Sabtu (11/10), diselenggarakan acara khotmil Qur’an dan do’a bersama menjelang Ujian Tengah Semester (UTS).

Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an

“Acara ini bertujuan melestarikan tradisi khataman Al Qur’an dan mensyiarkannya di lingkungan kampus UGM,” kata Hamim selaku panitia.

Acara ini juga diisi dengan tausyiah dari Malik Khidir, mahasiswa berprestasi UGM yang meraih medali emas pada kontes robot Internasional di Boston, AS, tahun 2013.

Asli Muhammadiyah

“Kalau mempunyai keinginan atau hajat, selain dengan ikhtiar dhohir, kita juga harus ikhtiar batin, seperti dzikir, sholawat, tirakat, dan lain-lain,” terang Malik Khidir, Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi FMIPA UGM yang juga santri di pesantren Al Barokah, Yogyakarta.

Asli Muhammadiyah

Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta Al Qur’an dan secara khusus dapat menjadi titik awal masifisasi dakwah aswaja di tiap fakultas. Sejauh ini, KMNU UGM sedang merintis cabang-cabang di tiap fakultas di UGM sebagai sarana syiar ahlussunah wal jama’ah agar lebih massif dan berkembang. (mukhanif yasin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Ketika Sufi Belajar dari Anjing

Dalam kitab Raudl al-Rayahin fi Hikayah al-Shalikhin, Imam Afifuddin Abdullah bin As’ad al-Yafi’i (696-768 H)menceritakan sekelompok sufi yang datang ke sebuah kota dan melihat seekor anjing mengikutinya. Diceritakan:

Ketika Sufi Belajar dari Anjing (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sufi Belajar dari Anjing (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sufi Belajar dari Anjing

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Asli Muhammadiyah

Seorang sufi berkata: Kami berada di sebuah kota. Suatu ketika kami keluar menuju gerbang kota tersebut. Seekor anjing mengikuti kami. Saat kami sampai di gerbang, kami melintasi bangkai hewan. 

Asli Muhammadiyah

Ketika anjing itu melihatnya, dia kembali ke dalam kota. Beberapa saat kemudian dia datang bersama sekitar dua puluh anjing lainnya mendekati bangkai hewan itu. Anjing-anjing itu memakannya.

Namun, anjing yang mengikuti kami itu hanya berdiri memandang dari kejauhan hingga teman-temannya selesai makan, memenuhi kebutuhannya dan pergi.

Kemudian anjing yang mengikuti kami itu mendekat dan memakan sisa-sisa daging di tulangbangkai itu dan apa yang tersisa darinya, lalu dia pergi. (Afifuddin Abi al-Sa’adat Abdullah bin As’ad al-Yafi’i al-Yamani, Raudl al-Rayahin fi Hikayah al-Shalihin, Kairo: Maktabah Taufiqiyyah, tt, hlm 147-148).

****

Belajar bisa dari mana saja. Semua yang ada di dunia ini adalah madrasah. Dari mulai dedaunan yang gugur, ikan yang berenang, hingga kisah Iblis yang menentang. Semuanya dapat dijadikan pelajaran, apalagi seekor anjing, yang namanya diharumkan dalam al-Qur’an, sahabat Ashab al-Kahfi yang membantu dan menolong mereka. Binatang yang diakui kemuliaannya oleh al-Qur’an (baca Q.S al-Kahfi [18]: 18).

Anjing yang mengikuti para sufi itu menampakkan kedermawanan, kesetia-kawanan dan akhlak yang baik. Dia tidak memakan bangkai hewan itu sendirian, mengenyangkan dirinya terlebih dahulu, baru memanggil teman-temannya. Dia bergegas kembali, memanggil teman-temannya dan membiarkan mereka makan terlebih dahulu, sedangkan dia memandang dari kejauhan. Setelah teman-temannya kenyang dan pergi, dia baru menghampiri bangkai itu dan memakan apa yang tersisa.

Tidak semua manusia dapat melakukan apa yang anjing itu lakukan. Mungkin sangat sedikit manusia yang dapat melakukannya. Manusia memiliki kerakusan di atas rata-rata, yang membuatnya bisa lebih mulia dari binatang—jika dapat mengendalikannya—atau lebih hina dari mereka. Binatang tidak pernah menimbun persediaan makanan atau harta benda, tapi manusia, meski telah berlimpah harta, untuk memenuhi gaya hidupnya masih butuh korupsi, berbohong dan menipu. Maka penting bagi manusia untuk belajar dari anjing dalam kisah di atas, yang menunggu kenyang demi teman-temannya.

Belajar sama saja dengan menuntut ilmu, hukumnya wajib bagi siapa saja. Memperhatikan cara alam semesta bekerja adalah belajar memperkaya persepsi, mengambil hikmah darinya, serta membuka banyak kemungkinan tentang kebenaran. Begitu beragamnya tafsir satu ayat al-Qur’an adalah bukti banyaknya kemungkinan tentang kebenaran. Wajar saja jika belajar selalu dikawinkan dengan kata “tiada akhir”, belajar tiada akhir, dari mulai buaian hingga masuk ke liang lahat. Karena ilmu Allah begitu luas, yang tidak akan habis dipelajari dari mulai dunia ini diciptakan sampai kiamat didengungkan.

Meski demikian, belajar tidak boleh serampangan. Imam Ibrahim bin Adham memberi saran:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Carilah ilmu untuk beramal, kebanyakan manusia telah keliru, sehingga menjadikan ilmunya setinggi gunung tapi amalnya sekecil debu.” (Abdul Wahab al-Sya’rani, Thabaqat al-Kubra, Kairo: Maktabah al-Tsaqah al-Diniyyah, 2005,  hlm 129)

Dengan kata lain, mencari ilmu harus bertujuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik (beramal), bukan sekadar memperluas cakrawala pengetahuan. Pengetahuan tanpa amal tak ubahnya rumah megah tanpa orang, suwung. Amal harus dijadikan tujuan dalam menuntut ilmu. Tanpa amal, ilmu akan kurang manfaatnya. Sedangkan, “khairun-nâs anfa’uhum lin-nâs—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Apa yang dilakukan anjing dalam kisah di atas patut kita pelajari, kemudian memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika Nabi Sulaiman saja berkenan mendengar penjelasan dari burung hud-hud (baca Q.S. an-Naml: 22), kenapa kita enggan mengambil pelajaran dari kemurahan hati seekor anjing? Bukankah Kanjeng Rasul memerintahkan kita untuk bertafakkur atas semua ciptaan Allah? Dan anjing adalah salah satu ciptaanNya. Lalu kenapa kita harus membatasi diri? Rasulullah bersabda (H.R. Imam Abu Nu’aim):

? ? ? ? ? ? ? ?

“Berpikirlah tentang makhluk Allah, jangan berpikir tentang Allah (karena akal manusia tidak akan mampu).”

Hadits tersebut adalah pendorong bahwa kita harus mengambil pelajaran dari semua makhluk Allah. Setiap ciptaan Allah adalah buku yang harus dibaca, diambil manfaatnya, dan disebarkan kegunaannya.Sudahkah kita melakukannya? Wallahu a’lam..

Muhammad Afiq Zahara, alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh Asli Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas

Pemalang, Asli Muhammadiyah. Pada hari Ahad 26 April Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor di desa Kendaldoyong, kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang telah ditutup secara resmi dengan peserta lulus 98 orang.

Dalam diklat yang diselenggarakan selama 3 hari ini diberikan bermacam-macam ilmu yang diharapkan mencetak kader inti dari GP Ansor yang cakap dan berkualitas.

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas

Hari pertama materi yang diberikan lebih kepada materi PKD diantaranya adalah ke-NU-an, ke-Ansor-an, keaswajaan dilanjutkan dengan baiat Ansor.

Asli Muhammadiyah

Di hari kedua dan selanjutnya diisi materi kecakapan dari mulai manajemen organisasi, kepemimpinan, militansi organisasi, serta materi penunjang lain.

"Kita memang mengharapkan diklat di Petarukan ini menghasilkan kader yang militan terhadap organisasi, aswaja dan NKRI. Kami merasa punya kewajiban untuk menghasilkan kader yang berkualitas secara moral dan spiritual," ungkap Muammar, ketua PAC GP Ansor Petarukan.

Asli Muhammadiyah

Agus Zamroni selaku kasatkorcab menambahkan "Untuk meningkatkan kualitas peserta, kami mendatangkan pelatih dari satkorcab, dan satkornas, biar inovasi dan implentasinya bisa diterapkan di lapangan."

"Di lapangan peserta terlihat antusias dalam menerima materi ? baik materi ruangan maupun dalam ruangan. Karena kami memakai metode take and give dengan inovasi yang berbeda di masing-masing sesi. Bagaimana peserta senyaman mungkin dalam menerima materi," ungkap Agus Subekti, ketua tim pelatih satkorcab.?

Kami sedang membentuk kader diberbagai kecamatan yang ada di kecamatan-kecamatan yang ada di pemalang," tambahnya mengahiri pembicaraan dengan Asli Muhammadiyah. (herry bh/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Jadwal Kajian Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock