Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2018

Aktivis Muslim ASEAN: Keberadaan NU Penting Bagi Dunia

Hampir sama dengan Indonesia, Malaysia juga berpenduduk mayoritas Muslim. Selain itu warga Malaysia dikenal amat majemuk. Namun, pelaksanaan Islam di Malaysia agak berbeda dengan di Indonesia. Perempuan asal Malaysia Ratna Osman dari ASEAN Progresif Moslem Movement, mengutarakan Islam moderat yang dikembangkan di Indonesia pantas diterapkan di Malaysia dan dunia.?

Berikut wawancara Kontributor Asli Muhammadiyah Kendi Setiawan dengan perempuan berperawakan tinggi besar itu sesaat setelah kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil), Senin-Rabu (9-11/5) lalu di Jakarta. Versi wawancara ini sudah disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Ibu, saya ingin tahu Islam di Malaysia seperti apa?

Aktivis Muslim ASEAN: Keberadaan NU Penting Bagi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Muslim ASEAN: Keberadaan NU Penting Bagi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Muslim ASEAN: Keberadaan NU Penting Bagi Dunia

Islam di Malaysia ada beberapa versi. Kalau versi kerajaannya yang harus dipatuhi warga muslim di Malaysia, agak konservatif dan agak mendiskriminasikan kaum wanita dan anak-anak. Dan kalau versi yang lebih sedikit agak progresif dan moderat, tapi agak susah untuk mengeluarkan pendapat atau menjalankan aktivitas karena agak dikekang, dikontrol oleh kerajaan.

Jadi berbeda dengan di Indonesia begitu?

Asli Muhammadiyah

Banyak berbedanya, sebab di Indonesia terutama yang dilakukan NU yang saya dengar terutama Gus Dur, (lewat) kata-kata, pemikiran, kepemimpinan dalam NU itu teramat progresif. Dan Gus Dur, contoh pemimpin yang saya rasa diperlukan di Malaysia. Memang di Malaysia ada ulama-ulama yang progresif, mungkin di dalam kerajaan juga ada yang progresif, tetapi mereka minoritas dan suara mereka tidak boleh menjadi keputusan kerajaan.

Kalau melihat NU dengan kegiatan Isomil yang salah satu agendanya ingin mengembangkan Islam moderat, menurut Ibu bagaimana?

Asli Muhammadiyah

Pertama saya rasa itu adalah satu usaha yang saya amat baik, tetapi memang terlalu rumit, karena (ajaran) Islam memang ada beberapa versi, yang sepatutnya memberi rahmat. Tapi malangnya ada orang Islam yang merasa versi atau interpretasi mereka saja yang diterima oleh Allah. Dan ini bahaya ya, kalau melihat unsur-unsur terorisme dari ISIS misalnya, mereka mengatakan bahwa versi mereka saja yang benar dan Allah menginginkan mereka mendirikan khilafah di muka bumi.

Jadi, mereka melakukan kekerasan dan terorisme di seluruh dunia. Dan ini bukan pelaksanaan Islam. Ini sudah keluar dari Islam. Malangnya seakan-akan seluruh orang muslim juga sudah terjebak di dalamnya kalau kita lihat Islamofobia.

Kira-kira NU dengan Isomil akan berpengaruh untuk Malaysia?

Saya baru ingin mengatakan bahwa yang utama, saya rasa NU ini sangat penting bagi dunia saat ini. Terutama di bagian negara-negara Asia Selatan. Sebab itu saya wakil dari ASEAN Progresif Moslem Movement, mau bekerja sama dengan NU dan strategi awal adalah dari Asia Tenggara. Karena saya rasa dunia Arab dan Timur Tengah mereka punya strategi sendiri dan boleh kerja sama dengan NU, tapi lebih diutamakan lagi kalau diprioritaskan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, Filipina.?

Contohnya saya dengar wakil dari kerajaan Malaysia saat ini tidak ada satu pun yang datang ke Isomil. Jadi Malaysia yang terdekat dan sepatutnya menyambut kerja sama Isomil ini, tapi malangnya tidak ada wakil dari Malaysia, kecuali saya. Itu pun dengan keinginan sendiri.

Ibu dapat bertemu dan berdiskusi dengan para peserta dari berbagai negara di forum ini. Bagaimana kesannya?

Alhamdulillah saya amat gembira melihat dan bertemu banyak ulama yang hadir di Isomil ini. Saya berbicara dengan mereka, mereka amat progresif. Jadi kalau NU ini akan meneruskan ke tahap berikutnya, saya mau strateginya dilakukan ke negara-negara ASEAN, dan membawa ulama-ulama yang progresif untuk mengadakan konferensi untuk menyatakan misi penting (Islam moderat). Itu akan lebih mendapat perhatian terutama di Malaysia yang memang memerlukan banyak ulama progresif bukan yang regresif.

Ibu, apakah di Malaysia ada pondok pesantren?

Pesantren yang kita sebut madrasah ada, tetapi tidak seprogresif di Indonesia. Di Indonesia pesantren mempelajari kitab-kitab yang baru yang modern, ulama-ulama yang baru dan bukan hanya kitab kuning. Madrasah di Malaysia tidak modern, juga Universitas Islam Antar Bangsa, pengajarannya dogmatis. Mungkin ada juga yang pumya perhatian terhadap masalah realitas sosial di Malaysia, tetapi lagi-lagi mereka itu minoritas dan mungkin suara mereka tidak didengar atau akan membahayakan diri mereka bila ditunjukkan.





Tentang Muslimat NU Cabang Malaysia. Apa pendapat Ibu?

Itu yang saya tidak tahu itu, saya baru tahu saat berjumpa teman NU dari Malaysia di Isomil ini. Saya berharap bisa bekerjasama denagn mereka. Saya ingin Isomil diadakan lagi di Malaysia dan mengundang para ulama dari kerajaan dan lembaga non pemerintah, supaya kita dapat melakukan dialog yang sehat, yang intelektual dan bukan menuduh-nuduh, bukan ? memberi fatwa orang itu sesat. Saya rasa Islam tidak akan berantakan dan terjadi disintegrasi, jika umat negara kuat.?

Masyarakat Malaysia itu majemuk. Islam di Malaysia mayoritas, tapi tidak seperti di Indonesia. Kita memerlukan satu resolusi agar masyarakat Islam di Malaysia bisa membaur dengan non-Islam, bukan membeda-bedakan ini yang Islam ini bukan Islam. Hal ini tidak baik untuk masa depan negara dan masyarakat Malaysia juga.

Kalau soal terorisme di Malaysia bagaimana?

Ancaman teroris di Malaysia memang nyata. Alhamdulilllah, dalam hal ini pihak Kerajaan terus berusaha membatasi aktivitas mereka. Kerajaan bagus dalam pemberantasan terorisme, tapi ada unsur-unsur yang konservatif, ekstrimis dalam Undnag-Undang di Malaysia juga. Misalnya UU Islam yang diterapkan bisa menimbulkan ? ekstrimisme yang memang disukai oleh pihak ISIS, misalnya.

Walau hukum tersebut ada dalam Al-Quran, tapi banyak hukum-hukum keluarga dalam Al-Quran tidak dijalankan dengan baik. Kesengsaraan wanita dan anak-anak yang sepatutnya dijaga, haram menyakiti wanita dan anak-anak, itu disebutkan di dalam Al-Quran.

Jadi yang ingin saya katakan bahwa ada unsur-unsur terorisme bukan saja seperti yang kita lihat di luar seperti dengan senjata dengan pengebomam yang dilakukan ISIS. Benih-benih dari ajaran ektrimisme yang ada sekarang ini di Malaysia, ini yang kita mau coba ungkapkan.

Tadi Ibu menyebut Gus Dur, pernah bertemu dengan Gus Dur?

Saya tidak pernah ketemu, tapi banyak rekan-rekan menceritakan tentang Gus Dur, betapa hebatnya Gus Dur. Di kantor saya terpasang Quote Gus Dur, “Islam yang indah bukan menghukum orang.”

(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pertandingan Asli Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama

Brebes, NU Onlline. Pengasuh Pesantren al-Arifah Buntet Cirebon, KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim mengingatkan, bahwa bangsa yang besar jangan sampai melupakan sejarah, karena hal itu penting untuk dipahami. Terutama sejarah peran ulama dalam merebut dan mempertahankan NKRI. Ulama memiliki andil yang terbesar ? atas berdiri tegaknya NKRI.

Hal tersebut disampaikan KH Fariz pada Halalbihalal Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Songgom, Brebes di halaman Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Tegalurung Nahdliyin desa Gegerkunci, Songgom, Senin (27/7) lalu.

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama

Kang Fariz, demikian panggilan akrabnya, menunjukan bukti kalau peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 merupakan hasil keputusan dari Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya. Puncaknya, atas fatwa KH Hasyim Asy’ari menggeloralah peristiwa pada 10 November di Surabaya yang dikenal sebagai Hari Pahlawan.?

Asli Muhammadiyah

“Atas fatwa dari KH Hasyim Asy’ari, seluruh Ulama dan Santri serta elemen masyarakat lainnya bahu membahu mempertahankan dan mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi,” tegas Kang Fariz.?

Dia juga menerangkan, bahwa salah satu cara menghancurkan Indonesia adalah menjauhkan masyarakat dari Ulama. Masyarakat dijauhkan dari ilmu ulama, dibuat bodoh. agar bisa di propaganda oleh pihak lain yang tidak suka dengan keberadaan NKRI. Oleh karena itu. IPNU–IPPNU ? harus jadi garda terdepan mengawal Ulama.

Asli Muhammadiyah

Beliau juga berpesan, agar ukhuwah Islamiyah, wathoniyah, basyariyah, dan nahdliyah harus terus dipertahankan. “Insya Allah Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur,” tandasnya.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Songgom Imam Hadi Saputra menjelaskan, bahwa momentum halalbihalal ini dijadikan sebagai media untuk saling memafkan setelah ditempa 1 bulan lamanya berpuasa. Halalbihalal adalah tradisi Nahdlatul Ulama yang dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah yang merupakan Pahlawan Nasional untuk mempererat tali silaturahmi.?

“Acara Halalbihalal ini kita akan kembali fitri sebagai modal kita melaksanakan aktivitas kedepan yang lebih baik,” ujar Imam.

Turut Hadir dalam acara tersebut Ketua MWCNU Songgom Harun SAg, Camat Songgom Gunarto, Ketua PC IPNU Brebes Ferial, PC GP Ansor Brebes, Pembina, Alumni IPNU-IPPNU dan ratusan kader IPNU–IPPNU di Kecamatan Songgom. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, AlaSantri Asli Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Capaian Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Tenaga Teknis Keagamaan 2016

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pada tahun 2016, kegiatan Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Tenaga Teknis Keagaamaan berhasil melaksanakan kegiatan prioritas RKP dengan capaian 95,12%. 

Capaian Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Tenaga Teknis Keagamaan 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Capaian Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Tenaga Teknis Keagamaan 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Capaian Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Tenaga Teknis Keagamaan 2016

Diklat tersebut terdiri dari Diklat Pembentukan Calon Penghulu (2.099 orang), Diklat Teknis Substantif Penugasan Tambahan Kepala Madrasah (837 orang), Diklat Teknis Fungsional Pembentukan Jabatan Fungsional Calon Pengawas (1.069 orang) dan Diklat Prajabatan (15.310 orang).

Di samping capaian RKP-N tersebut, Kegiatan Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Diklat Tenaga Teknis Keagamaan tahun 2016 juga mempunyai capaian target yang dikategorisasi menjadi alumni diklat, pengembangan sistem, dan layanan kediklatan. 

Secara umum capaian Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Diklat Tenaga Teknis Keagamaan pada tahun 2016 ini sangat baik (98,85%). 

Asli Muhammadiyah

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan ditargetkan jumlah alumni diklat tenaga teknis pendidikan dan keagamaan sebanyak 43.629 orang dalam tahun 2016 ini tercapai 97,46% (42.592 orang), yang terdistribusi  pada:

Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dengan target sebanyak 38.559 orang tercapai 96,95%, yaitu: Pertama, Diklat Fungsional Pendidikan (3.506 orang) meliputi; Pembentukan Jabatan Fungsional sebanyak 1.080 orang dan tercapai 1.099 orang atau 101, 7%, dan Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional Berjenjang sebanyak 2.440 orang dan tercapai 2. 407 orang atau 98, 60%. 

Kedua, Diklat Teknis Substantif Pendidikan (34.101 orang) meliputi; Teknis Substantif Tenaga Pendidik sebanyak 13. 230 orang dan tercapai 13. 085 atau 98, 90%, Teknis Substantif Tenaga Kependdidikan sebanyak 5. 575 orang dan tercapai 5. 471 orang atau 98, 13%, dan Diklat Prajabatan sebanyak 16. 234 orang tercapai 15. 545 orang atau 95, 76 %. 

Untuk Diklat Tenaga Teknis Keagamaan sebanyak 5.133 orang tercapai 97,32% (34.101 orang), yaitu Diklat Fungsional Keagamaan (2.836 orang), meliputi; Pembentukan Jabatan Fungsional Pengawas sebanyak 2. 309 orang tercapai 2. 193 orang atau 94, 98%, dan Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional 654 orang dan tercapai 643 orang atau 98, 32% 

Asli Muhammadiyah

Pada Diklat Teknis Substantif Keagamaan (2.155 orang) atau 99, 31 orang, meliputi; Teknis Substantif Keagamaan Kepenghuluan sebanyak 170 orang tercapai 169 orang atau 99, 41%, Teknis Substantif Keagmaan Kepenyuluhan sebanyak 170 orang  tercapai 170 orang atau 100%, dan Teknis Substantif Keagamaan Lainnya sebanyak 1. 830 orang dan tercapai 1.816 orang atau 99, 23 %. 

Sedangkan jumlah dokumen pengembangan diklat tenaga teknis pendidikan dan keagamaan ditargetkan sebanyak 453 dokumen tercapai 451 dokumen atau 99,55% meliputi; Pengembangan Diklat Tenaga Teknis Pendidikan sebanyak 375 dokumen dan tercapai 375 dokumen atau 100%, Pengembangan Diklat Tenaga Teknis Keagamaan sebanyak 78 dokumen dan  tercapai 76 dokumen atau 97, 43%.

Sementara Layanan Kediklatan 49 dokumen tercapai 49 dokumen atau 100%, meliputi; Layanan Kediklatan Tenaga Teknis Pendidikan sebanyak 36 dokumen tercapai 36 dokumen atau 100%, dan Layanan Kediklatan Tenaga Teknis Keagamaan sebanyak 13 dokumen tercapai 13 dokumen atau 100%. 

Secara umum, target Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama Tahun 2016 dapat dicapai dengan baik, bahkan dalam kegiatan tertentu dapat melampaui target yang telah ditetapkan.

Namun, disadari masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan sehingga beberapa kegiatan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi catatan bagi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, untuk dapat menyiapkan langkah-langkah penyempurnaan sistem kerja dalam rangka peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program dan anggaran di tahun anggaran 2017. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Kajian Islam Asli Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah

Tulungagung, Asli Muhammadiyah - Tantangan dakwah sudah berkembang hingga ke ranah dunia maya (cyber). Hal inilah yang mendorong Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Tulungagung menggelar Pelatihan Cyber Dakwah, Sabtu (24/12), di Aula Kantor PCNU setempat.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta perwakilan dari seluruh badan otonom NU dan pesantren se-Kabupaten Tulungagung.

NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tulungagung Siapkan Kader Cyber Dakwah

Ketua PCNU Tulungagung H Abdul Hakim yang membuka acara ini mengapresiasi langkah Lakpesdam NU dalam memperkuat bidang dakwah NU di dunia maya. Pihaknya mengaku sadar bahwa tantangan NU ke depan sangat berat, terutama dalam dunia cyber.

Asli Muhammadiyah

“Sekarang banyak website atau pihak-pihak tertentu yang menyebarkan berita tidak benar atau yang tidak sesuai dengan garis Ahlussunnah wal Jama’ah. Makanya saya pribadi sangat mendukung dan mengapresiasi agenda ini untuk membendung arus informasi tersebut,” paparnya.

Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Akbar Bahaulloh dari Puskomedia Indonesia IT Developer. Kegiatan dititikberatkan pada cara menyebarluaskan secara maksimal di dunia maya. (Ikbar Al Asyari/Mahbib)

Asli Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, Kajian Sunnah Asli Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an

Yogyakarta, Asli Muhammadiyah. Menandai terbentuknya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Fakultas MIPA UGM, Sabtu (11/10), diselenggarakan acara khotmil Qur’an dan do’a bersama menjelang Ujian Tengah Semester (UTS).

Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau UTS, KMNU FMIPA UGM Adakan Khotmil Qur’an

“Acara ini bertujuan melestarikan tradisi khataman Al Qur’an dan mensyiarkannya di lingkungan kampus UGM,” kata Hamim selaku panitia.

Acara ini juga diisi dengan tausyiah dari Malik Khidir, mahasiswa berprestasi UGM yang meraih medali emas pada kontes robot Internasional di Boston, AS, tahun 2013.

Asli Muhammadiyah

“Kalau mempunyai keinginan atau hajat, selain dengan ikhtiar dhohir, kita juga harus ikhtiar batin, seperti dzikir, sholawat, tirakat, dan lain-lain,” terang Malik Khidir, Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi FMIPA UGM yang juga santri di pesantren Al Barokah, Yogyakarta.

Asli Muhammadiyah

Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta Al Qur’an dan secara khusus dapat menjadi titik awal masifisasi dakwah aswaja di tiap fakultas. Sejauh ini, KMNU UGM sedang merintis cabang-cabang di tiap fakultas di UGM sebagai sarana syiar ahlussunah wal jama’ah agar lebih massif dan berkembang. (mukhanif yasin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Asli Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren

Jember, Asli Muhammadiyah - Pondok pesantren yang bertebaran di Nusantara ini secara umum kondisinya masih sederhana. Namun kesederhaan itu, sungguh menjadi kekuatan tersendiri. Santri tidak hanya siap hidup mandiri, tapi juga lebih unggul dalam daya tahan hidup dibanding dengan yang lain. Pola hidup sederhana, dan dengan fasilitas hidup yang terbatas serta harus berbagi dengan sesama telah membentuk karakter santri menjadi kuat fisik dan mentalnya.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch Eksan saat mengisi pengajian di Lembaga Pendidikan Miftahul Arifin, Dusun Sumberpinang, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember, Rabu (17/5) malam.

Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren

Menurutnya, fisik santri memiliki daya imunitas atas berbagai serangan penyakit. Sebab, mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan yang kurang sehat sekalipun.

"Sistem sanitasi yang kurang baik, air dan asrama yang di bawah standar kesehatan lingkungan, justru membentuk antibodi untuk melawan penyakit."

Asli Muhammadiyah

Sementara dari sisi mental, lanjutnya, para santri terus-menerus digembleng dengan serangkaian kegiatan ibadah dan pembelajaran agama selama 24 jam penuh. Kegiatan tersebut tentu saja menempa santri memiliki kesehatan mental yang prima.

Asli Muhammadiyah

"Jiwanya selalu ingat kepada Allah, biasa hidup mandiri, dan daya imunitasnya tinggi. Itulah kelebihan dari kesederhaan santri," tambahnya.

Walaupun demikian, pesantren harus selalu berbenah. Inovasi dan kreasi perlu terus dikembangkan. Terutama dalam meningkatkan kompetensi dan? keterampilan. Salah satunya adalah dengan cara mengembangkan metode pembelajaran yang lebih partisipatif.

"Saya kira pesantren pasti terus berusaha menyempurnakan apa yang telah ada,"? pungkasnya. (Aryudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Hikmah, Aswaja Asli Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah

Bondowoso, Asli Muhammadiyah. Konferensi anak cabang IPNU dan IPPNU Jambesari kabupaten Bondowoso masa Periode 2015-2017 menetapkan Abdur Rohim dan Anis sebagai pemimpin pelejar NU Jambesari dua tahun ke depan. Forum yang berlangsung di MI Mistahul Ulum 01 Desa Pecanganom ini, menunjuk kedua melalui mekanisme musyawarah.

IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah

Musyawarah ini melibatkan 9 ranting IPNU dan IPPNU, Ahad (8/11). Mereka adalah pengurus pelajar NU di desa Krujugan lor, desa Jambesari, desa Pejagan, desa Sumber Jeruk, desa Sumber Anyar, desa Pucanganom, desa Jambeanom, desa Tegal Pasir dan desa Pengarang.

Ketua IPNU masa khidmah 2013-2015 Moh Andy menjelaskan bahwa selama menjadi pengurus selama kurang lebih 2 tahun ia telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di antaranya Lakmud, Makesta, pondok ramadhan, lomba-lomba, seminar-seminar dan pembinaan-pembinaan yang nantinya bisa dilanjutkan untuk pengurus selanjutnya.

Asli Muhammadiyah

"Alhamdulillah telah terbentuk 4 komasariat di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Imam, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Aziz dan SMK Al-Fulqron, “ kata Andy.

Asli Muhammadiyah

Ketua IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi berpesan agar pemimpin IPNU dan IPPNU Jambesari ke depan dapat mengembangkan amanah dengan baik dan bekerja sama pastinya.

Sebelum konferensi dimulai, peserta musyawarah terlebih dahulu membaca sholawat Nariyah bersama-sama yang dipimpin oleh Wakil Rais Syuriyah MWCNU Jambesari Ustadz Samsul.

Ustadz Samsul berpesan agar IPNU dan IPPNU dapat menjadi kader NU sekaligus ? kader bangsa yang akan meneruskan perjuangan generasi tua nantinya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Quote Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock