Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Januari 2018

Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah - “Dilangit ada matahari//Bersinar menerangi bumi//Dilangit ada matahari //Bersinar menerangi bumi//Cahayanya yang tajam//Menembus kegelapan//Menerangi Seluruh alam.”

Suara gemuruh memenuhi ruang Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (25/11) begitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berada di atas panggung. Muhadjir menyanyikan lagu “Nabi Muhammad Mataharinya Dunia” yang dipopulerkan grup musik Nasidaria.

Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU

Lirik lagu tersebut dilantunkan sampai tuntas dan diikuti ribuan ibu-ibu yang memadati ruangan kongres. Tepuk tangan pun membahana. Muhadjir menyanyikannya sebelum menjadi narasumber pada sesi diskusi soal pendidikan. Menurutnya, simbol matahari dan dunia dalam lagu itu mewakili dua ormas Islam, yakni Muhammadiyah dan NU.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud mengisi materi bertema “Kebijakan Kemendikbud RI dalam membentuk Akhlak Mulia melalui Penguatan Kurikulum dan Peningkatan Kualitas Guru”. Ia menjelaskan tentang orientasi kebijakan pendidikan pemerintah era Presiden Joko Widodo yang menekankan pendidikan karakter.

Asli Muhammadiyah

Muhadjir menerangkan bahwa persentase materi pendidikan karakter untuk jenjang sekolah dasar sebesar 70 persen sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama sebesar 60 persen. Melalui cara ini, Pemerintah berharap budi pekerti seperti cinta tanah air, kejujuran, penghargaan terhadap prestasi, dan sejenisnya dapat tertanam sejak dini.

Asli Muhammadiyah

“Di Kemendikbud ada P3K, Program Penguatan Pendidikan Karakter, yang kemudian diplesetkan wartawan dengan full day school,” ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Muhadjir berbicara singkat dalam forum dengan alasan akan memenuhi undangan Presiden. Diskusi dilanjutkan dengan paparan narasumber lain, di antaranya Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Hikmah Asli Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Capaian Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi 2016

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Pada tahun 2016, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi pada Balitbang Diklat Kemenang, terdapat kegiatan prioritas RKP yang dilaksanakan oleh Satker Pusat, dan tercapai dengan baik (99,89%), yaitu Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III, dan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV.

Capaian Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Capaian Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Capaian Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi 2016

Selain capaian kegiatan prioritas RKP tersebut, Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi tahun 2016 mempunyai capaian target yang dikategorisasi menjadi diklat dan pengembangan. Secara umum, target pada tahun 2016 dicapai dengan baik (98,20%). 

Berikut capaian kegiatan Diklat Tenaga Administrasi tahun 2016.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi ditargetkan alumni diklat sebanyak 10.355 orang dalam tahun 2016, tercapai 99,01% (10.233 orang). Kegiatan Diklat meliputi Diklat Kepemimpinan dengan target sebanyak 575 orang tercapai 100% (574 orang); Diklat Fungsional Administrasi dengan target sebanyak 130 orang tercapai 97,69% (127 orang); dan Diklat Teknis Administrasi dengan target sebanyak 9.630 orang tercapai 98,98% (9.532 orang).

Capaian tersebut terdistribusi pada 14 (tiga belas) Unit Kediklatan di lingkungan Badan Litbang dan Diklat. 

Asli Muhammadiyah

Sedangkan jumlah dokumen pengembangan ditargetkan sebanyak 37 dokumen tercapai 97,30% (36 dokumen). Dokumen Pengembangan Sistem Kediklatan Tenaga Administrasi terbagi sebagai berikut:

Asli Muhammadiyah

Pertama, Dokumen Pengembangan Program berjumlah 17 dokumen. Kegiatannya terdiri dari Penyusunan/Pembahasan/Pengembangan: Seleksi Peserta Diklat PIM IV (5 dokumen); Kursil Diklat Teknis Administrasi (7 dokumen); Penyusunan Majalah Suara Diklat (1 dokumen); Penyusunan Profil Pusdiklat Tenaga Administrasi (1 dokumen); Penyusunan Jurnal Kompetensi (1 dokumen); Penyusunan Pedoman Penghitungan dan Penilaian Angka Kredit DJJ (1 dokumen); Penyusunan Pedoman Diklat di Wilayah Kerja/Diklat di Tempat Kerja (1 dokumen). 

Kedua, Dokumen Peningkatan Tenaga Kediklatan berjumlah 11 dokumen, yaitu Orientasi Pengembangan Wawasan Kediklatan (2 dokumen); Peningkatan Kualitas Kinerja Tenaga Kediklatan (1 dokumen); Orientasi Kebijakan Baru (4 dokumen); Saresehan Diklatpim Tingkat III (3 dokumen); Sosialisasi Produk Kediklatan (1 dokumen).

Ketiga, Dokumen Evaluasi Kediklatan Tenaga Administrasi berjumlah 8 dokumen, terdiri dari Evaluasi Komponen Perencanaan Kediklatan Administrasi (1 dokumen), Monitoring/Evaluasi/Pembinaan/Pemantauan dan Pengawasan Ujian (1 dokumen), Rapat Evaluasi Kediklatan (1 dokumen).

Berikutnya Monitoring Proyek Perubahan Diklat PIM Tingkat III (1 dokumen), Evaluasi Pasca Diklat (1 dokumen), Rapat Koordinasi Kediklatan (1 dokumen), Seleksi Peserta Diklat PIM Tingkat III dan Penyusunan Dokumen Akreditasi (1 dokumen).  (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Warta, Hikmah, Anti Hoax Asli Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an

Yogyakarta, Asli Muhammadiyah. Dalam rangka menyambut Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 Ikatan Alumni (IKA) PMII yang akan dilangsungkan awal Juli nanti, Pengurus Besar (PB) IKA PMII menyelenggarakan pra munas pada Rabu (26/6). Acara yang mengusung tema “Khittah Kebudayaan Nusantara” ini bertempat di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta. 

Dalam sambutannya, Zaini Rahman, ketua panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa panitia penyelenggara acara ini terbagi dalam dua kategori. “Pertama ada tim pelaksana munas. Yang kedua, tim materi. Tim materi ini sampai delapan kali rapat. Sedangkan tim munas hanya empat kali,” ujarnya, menunjukkan betapa pembahasan soal materi dilakukan secara serius. 

Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra Munas IKA PMII Lakukan Telaah Kebangsaan dan ke-NU-an

Pihaknya menyampaikan bahwa ada dua faktor yang menjadi alasan mengapa perlu dirumuskan berbagai pembahasan oleh tim materi. “Pertama, kebangsaan dan keanekaragaman. Indonesia ada, tapi dikhawatirkan tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya. Yang kedua, pendangkalan di kalangan NU dalam melihat NU itu sendiri. Ini terlihat dari pola pikir dan pola sikap dalam ekonomi, budaya, dan kebangsaan,” imbuhnya. 

Asli Muhammadiyah

Dia menambahkan bahwa hasil pembahasan dari tim materi akan disampaikan kepada publik melalui pra munas yang diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu di Surabaya, di Jakarta, dan di Yogyakarta. Oleh karenanya, maka pra munas ini merupakan pra Munas ke-2 setelah dilaksanakan pra munas ke-2 di Surabaya. Pihaknya mengungkapkan pula bahwa pembahasan tersebut dalam rangka menindaklanjuti keputusan munas NU di Cirebon.

Asli Muhammadiyah

Redaktur     : Mukafi Niam 

Kontributor : Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Grobogan, Asli Muhammadiyah. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-288 Kabupaten Grobogan dan Harlah ke-68 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan mengadakan takhtimul qur’an bil ghaib (hafalan). Acara ini diikuti kader Muslimat penghafal Al-Qur’an se-Grobogan.

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Acara yang bertajuk “Grobogan Bertakhimul Qur’an” ini, berlangsung di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kuripan, Grobogan, Senin (3/3) pagi.

Sebanyak 19 khataman dirampungkan oleh para hafidzah per 19 Anak Cabang. Sebanyak 6 hafizhah yang mewakili masing-masing anak cabang ini melantunkan ayat demi ayat di hadapan para mustami’in.

Asli Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, PC Muslimat NU Grobogan membentuk dan mengesahkan pengurus hafizhah di masing-masing anak cabang. Pembentukan unit ini bertujuan untuk mengembangkan potensi cinta Al-Qur’an di masing-masing kecamatan, bahkan di desa yang belum terjamah Al-Qur’an.

Seorang hafizhah perwakilan anak cabang Tawangharjo Eka Novianti menyatakan rasa senangnya terhadap acara khataman ini.

Asli Muhammadiyah

“Acara seperti ini ke depan bisa istiqomah tiap tahun sehingga Grobogan bisa menjadi kabupaten yang Qur’ani,” harap Eka usai acara. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Hikmah Asli Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren

Jember, Asli Muhammadiyah - Pondok pesantren yang bertebaran di Nusantara ini secara umum kondisinya masih sederhana. Namun kesederhaan itu, sungguh menjadi kekuatan tersendiri. Santri tidak hanya siap hidup mandiri, tapi juga lebih unggul dalam daya tahan hidup dibanding dengan yang lain. Pola hidup sederhana, dan dengan fasilitas hidup yang terbatas serta harus berbagi dengan sesama telah membentuk karakter santri menjadi kuat fisik dan mentalnya.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch Eksan saat mengisi pengajian di Lembaga Pendidikan Miftahul Arifin, Dusun Sumberpinang, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember, Rabu (17/5) malam.

Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesederhanaan Jadi Kekuatan Pesantren

Menurutnya, fisik santri memiliki daya imunitas atas berbagai serangan penyakit. Sebab, mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan yang kurang sehat sekalipun.

"Sistem sanitasi yang kurang baik, air dan asrama yang di bawah standar kesehatan lingkungan, justru membentuk antibodi untuk melawan penyakit."

Asli Muhammadiyah

Sementara dari sisi mental, lanjutnya, para santri terus-menerus digembleng dengan serangkaian kegiatan ibadah dan pembelajaran agama selama 24 jam penuh. Kegiatan tersebut tentu saja menempa santri memiliki kesehatan mental yang prima.

Asli Muhammadiyah

"Jiwanya selalu ingat kepada Allah, biasa hidup mandiri, dan daya imunitasnya tinggi. Itulah kelebihan dari kesederhaan santri," tambahnya.

Walaupun demikian, pesantren harus selalu berbenah. Inovasi dan kreasi perlu terus dikembangkan. Terutama dalam meningkatkan kompetensi dan? keterampilan. Salah satunya adalah dengan cara mengembangkan metode pembelajaran yang lebih partisipatif.

"Saya kira pesantren pasti terus berusaha menyempurnakan apa yang telah ada,"? pungkasnya. (Aryudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Sunnah, Hikmah, Aswaja Asli Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos

Tangerang, Asli Muhammadiyah. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk berkonsentrasi pada dunia pendidikan tampaknya bukan omong kosong belaka. Organisasi berbasis pelajar NU ini, Kamis (14/9) malam kemarin memberikan penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos) atas komitmennya terhadap pengembangan dunia pendidikan terutama di propinsi yang ia pimpin.

Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Bang Yos, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta telah merealisasikan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yakni pemenuhan anggaran 20 persen dari APBN/APBD untuk pendidikan. Bahkan di tahun 2006 ini, anggaran pendidikan DKI Jakarta telah mencapai 21 persen. Bang Yos menjadi satu-satunya gubernur di Indonesia yang telah menjalankan amanat UUD tersebut.

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos

Acara bertajuk “Malam Anugerah Pejuang Pendidikan” yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Pusat IPNU dan IPPNU (Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama) masa khidmat 2006-2009 itu digelar di Pondok Pesantren (ponpes) As-Shiddiqiyah, Batuceper, Tangerang, Banten. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, anggota DPR-RI Taufiqurrahman Saleh dan Abdullah Azwar Anas serta sejumlah mantan aktivis IPNU lainnya.

Usai menerima penghargaan, Bang Yos mengungkapkan, dirinya benar-benar menyadari pentingnya pendidikan bagi nasib generasi bangsa mendatang. “Jumlah rakyat Indonesia yang banyak jika tidak terdidik maka tidak akan produktif. Kemajuan Indonesia ditentukan oleh mutu pendidikan sekarang. Oleh karena itu, kami memberikan prioritas tinggi kepada dunia pendidikan,” terangnya.

Tidak hanya itu. Terdapat juga insentif sebesar Rp 2 juta di luar gaji bagi guru PNS di DKI Jakarta. “Tahun depan (2007, red) kami mengusulkan tambahan insentif lagi sebesar Rp 1 juta. Mudah-mudahan disetujui oleh DPR. Kalau tidak, ya Rp 500 ribu saja,” kata Bang Yos.

Asli Muhammadiyah

?

Selain Bang Yos, terdapat empat tokoh yang juga turut meraih penghargaan bergengsi tersebut. Antara lain, Prof Dr I Gde Winasa (Bupati Jembrana, Bali), KH Noer Muhammad Iskandar SQ (Pengasuh Ponpes As-Shiddiqiyah, Jakarta), Drs Bahruddin (Direktur SMP Alternatif Qoryah Thayyibah, Salatiga, Jawa Tengah) dan Dr Arief Rahman (Pakar dan Praktisi Pendidikan)

Prof Dr I Gde Winasa menerima penghargaan tersebut karena di bawah kepemimpinannya, sejak tahun 2001, Kabupaten Jembrana telah menerapkan wajib belajar 12 tahun secara gratis bagi anak usia sekolah. Dari sekitar 400 kabupaten dan kota se-Indonesia, Jembrana terbukti lebih progresif dalam pengembangan pendidikan.

Sementara itu, KH Noer Muhammad Iskandar SQ dinilai berhasil menggerakkan pendidikan pesantren dan mengawinkannya dengan pendidikan formal. Saat ini, telah berdiri 8 cabang Ponpes As-Shiddiqiyah di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan ribuan santri dari segala penjuru tanah air. Keberhasilannya mengembangkan pesantren di ibukota negara juga menjadi penilaian tersendiri.

“Sedikit banyak, berkat beliau (KH Noer Muhammad Iskandar SQ, red) masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata kepada pondok pesantren. Pesantren tidak hanya pendidikan non-formal agama saja,” kata Ketua PP IPNU Idy Muzayyad dalam sambutannya.

Asli Muhammadiyah

Drs Bahruddin, pendiri sekaligus pengembang sekolah alternatif yang dekat dengan umat di daerah Salatiga, Jawa Tengah. Penghargaan diberikan kepadanya karena sekolah tersebut menerapkan pola “pembebasan” dan “pencerahan” yang unik bagi peserta didik, plus pemanfaatan teknologi komunikasi mutakhir meski berlokasi di pedesaan.

Sedangkan kepada Dr Arief Rahman, PP IPNU menilai, tokoh yang juga Kepala Pengembang Pendidikan Labschool ini merupakan sosok yang konsen dengan dunia pendidikan. Kiprahnya dalam bidang pendidikan di tingkat internasional, yakni menjadi Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sejak tahun 2001. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Hikmah Asli Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

GP Ansor Sidoarjo Mengutuk Keras Insiden Bom di Jakarta

Sidoarjo, Asli Muhammadiyah. Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengutuk keras atas insiden ledakan bom yang diduga sebagai bom bunuh diri meledak di kawasan Sarinah, Jalam MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

"Atas nama GP Ansor Sidoarjo kami mengutuk dengan keras adanya tindakan teroris yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab," tegas Slamet.

GP Ansor Sidoarjo Mengutuk Keras Insiden Bom di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Mengutuk Keras Insiden Bom di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Mengutuk Keras Insiden Bom di Jakarta

Slamet menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi tugas berat bagi pemerintah. Dengan kejadian tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah terutama Pemkab Sidoarjo, penegak hukum di wilayah Sidoarjo serta ormas lainnya sehingga insiden itu tidak terulang kembali di Sidoarjo.

Asli Muhammadiyah

"Dengan adanya kejadian ini maka kami akan mengantisipasi dari Banser dan Satkorcab Sidoarjo supaya ada rasa aman dan nyaman dan bisa bekerjasama dengan pemerintah, ormas, OKP lain dan pemeluk agama lain (selain non-Islam)," ucap Slamet.

Menurutnya, pemerintah harus mampu mengakomodir adanya kelompok-kelompok seperti dulu ketika zamannya Gus Dur. Yakni perlu pendekatan dan terfasilitasi sedemikian rupa dan tidak melakukan tindakan perlawan kepada pemerintah.

Asli Muhammadiyah

"GP Ansor Sidoarjo sudah mencoba menerjemahkan apa yang telah diamanatkan oleh KH Abdurrahman Wahid untuk menghormati adanya plularisme. Namun hal itu sulit diterima oleh kelompok-kelompok yang menghendaki tidak adanya plularisme sehingga ada kelompok yang harus Indonesia ini menjadi negara Islam, kristen dan lain sebagainya," pungkas Slamet. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Hikmah Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock