Tampilkan postingan dengan label NetizenNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NetizenNu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

Kebenaran Tak Terorganisir Tidak Akan Bisa Selesaikan Masalah

Banten, Asli Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, kembali mengingatkan pentingnya kalangan ulama untuk berorganisasi. Ditegaskannya, kebenaran yang diusung ulama tidak akan banyak memiliki manfaat jika tidak diorgainisir dengan baik.

"Contoh paling gampang di Timur Tengah. Kurang alim bagaimana ulama di sana, tapi tetap saja negaranya bergejolak. Itu karena kebenaran dan kealiman mereka tidak banyak membantu penyelesaian masalah," tegas Kiai Said saat menghadiri seminar dan dialog Kontekstualisasi Kitab Kuning di Era Kontemporer yang diselenggarakan PWNU Banten di Aula Kementerain Agama Banten, Senin (7/5).

Kebenaran Tak Terorganisir Tidak Akan Bisa Selesaikan Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebenaran Tak Terorganisir Tidak Akan Bisa Selesaikan Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)


Kebenaran Tak Terorganisir Tidak Akan Bisa Selesaikan Masalah

Kiai Said menambahkan, peran ulama sangat dibutuhkan dalam tata kehidupan sebuah negara. "Kalau ada (ulama) yang berpendapat untuk apa berorganisasi, itu salah. Ulama berorganisasi itu penting, karena kebenaran yang tidak terorganisir tidak akan banyak bermanfaat. Tidak akan bisa membantu menyelesaikan masalah," tambahnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama Kiai Said juga memberikan semangat kepada para ulama di Banten secara khusus, dan umumnya kepada semua yang menjadi pengurus di daerah untuk terus membesarkan NU.

Asli Muhammadiyah

"Jangan pernah lelah membesarkan NU. Insya Allah akan bermanfaat. Dan jangan pernah juga ragu, asalkan kita sungguh-sungguh masih banyak pihak yang siap memberikan bantuan," pungkas Kiai Said.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37811/039kebenaran-tak-terorganisir-tidak-akan-bisa-selesaikan-masalah039

Senin, 02 Januari 2017

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Jadwal perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih lebih dari lima bulan lagi. Namun sejumlah nama sudah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada forum tertinggi di NU tersebut.

Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub mengaku memiliki harapan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, baik di sektor ekonomi maupun penguatan kaderisasi umat. Ketika ditanya kesiapannya maju atau tidak pada Muktamar NU pada Agustus mendatang, sembari tersenyum ia menjawab, "Iya, saya mau maju, akan tetapi saya lebih mementingkan pengabdian saya kepada NU dan umat."

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Menurut kiai kelahiran Tanah Betawi ini, yang terpenting saat ini adalah mengabdi kepada NU sebagaimana yang telah diperjuangkan para pendiri dan pejuang NU, juga memikirkan bagaimana agar warga NU bias lebih sejahtera.

Asli Muhammadiyah

"Mengabdi untuk NU itu lebih penting bagi saya ketimbang maju pada Muktamar 2015. Untuk mengabdi, kita sudah diberikan contoh oleh pendiri dan pejuang NU, sekarang harus lebih memikirkan bagaimana warga NU lebih sejahtera," jelas Zuhri, di kediamannya di Jalan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (17/2).

Selain Zuhri, nama lain sudah lebih dahulu menyampaikan ke media terkait kesediaannya maju di Muktamar ke-33 NU, di antaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Asli Muhammadiyah

Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, ini akan menjadi sejarah baru perhalatan akbar tersebut terselenggara di kabupaten kelahiran para pendiri NU. Dalam forum itu, para muktamirin diwacanakan akan menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau semacam tim formatur dalam proses penetapan pemimpin. (Junaidi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57700/kiai-betawi-ini-siap-maju-di-muktamar-ke-33-nu

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Maret 2013

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Genuk, Asli Muhammadiyah. Masyarakat Genuk Semarang merupakan masyarakat pesisir yang rentan dengan persoalan lingkungan seperti banjir yang setiap tahun selalu menjadi langganan dan tentunya kebersihan lingkungkan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

Keprihatinan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta perhatian terhadap masyarakat yang masih kurang, hal inilah yang membuat PAC GP Ansor Genuk mencanangkan Gerakan Toilet Gratis untuk Masyarakat, Ahad (12/5).

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Bertempat di rumah Bambang warga Genuksari RT 3 RW 3 Semarang, toilet atau jamban ini mulai dibangun dengan gotong royong bersama pemilik rumah dan para penggurus Ansor Genuk.

Nampak suasana kebersamaan dan guyup rukun dalam kerja bersama tersebut. Rasa kesaamaan inilah yang selalu ditanamkan guna menjalin kebersamaan antara Ansor Genuk dengan Masyarakat.

Asli Muhammadiyah

Gerakan toilet gratis untuk masyarakat dicanangkan pengurus Ansor sebagai program pokok kegiatan yang berupa pembangunan fisik, selain program non fisik.

Asli Muhammadiyah

Seluruh dana kegiatan jambanisasi ini dukungan dari donatur dan pengurus Ansor. Semoga dengan menikmati Jamban yang layak pakai, kehidupan lingkungan masyarakat menjadi sehat dan bersih, tutur Ketua Ansor Genuk M Sodri.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44434/ansor-canangkan-gerakan-toilet-gratis

Selasa, 23 Februari 2010

Haul Kiai Wahab Diperingati di Maroko

Kenitra, Asli Muhammadiyah. Warga Indonesia di Maroko memperingati haul KH Abdul Wahab Chasbullah ke-43 di Kenitera, Kamis (11/9) kemarin. Kegiatan diisi dengan pembacaan dibai, doa bersama dan pembacaan manakib atau biografi KH Abdul Wahab Chasbullah.

Dalam pembacaan biografi, Ketua Lembaga Dakwah PCINU Maroko, Muhammad Makhludi memberikan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah hidup dan pemikiran Mbah Wahab. Sementara materi diskusi disampaikan oleh H Nasrulloh Afandi, kandidat Doktor Maqasid Syariah di Universitas Al-Qurawiyin, Marok.

Haul Kiai Wahab Diperingati di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Kiai Wahab Diperingati di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul Kiai Wahab Diperingati di Maroko

Menurut Nasrullah, secara garis besar ada tiga prisnsip perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah yang masih sangat releven mulai masa kolonial hingga saat ini. Tiga prinsip tersebut adalah nasionalisme, intelektualitas dan kemapanan ekonomi.

Asli Muhammadiyah

"Tiga prinsip perjuangan itu sejatinya adalah pilar-pilar menopang kebangkitan bangsa di manapun juga. Karena tanpa nasionalisme kita akan kehilangan arah, tak tahu akan kemana arah perjuangan kita. Tanpa nasionalisme juga, orang akan dengan mudah meninggalkan cita-citanya. Nasionalismelah pondasi utama berdirinya sebuah cita-cita besar bangsa. Gagasan nasionalisme Mbah Wahab pada saat itu tidak hanya sekadar retorika belaka, lebih jauh beliau tuangkan lewat organisasi Nahdlatul Wathan yang beliau dirikan pada tahun 1916 bersama KH. Mas Mansur, " ujarnya.

Selanjutnya adalah intelektualitas, lanjut Nasrulloh, sepulang dari Mekah menimba ilmu Mbah Wahab mendirikan kelompok diskusi bernama Tashwirul Afkar atau dikenal dengan Nahdlatul Fikri (kebangkitan berfikir) pada tahun 1918 sebagai wahana pendidikan sosial politik sekaligus upaya untuk mengembangkan intelektualitas masyarakat khususnya santri guna menghadapi problematika yang tengah terjadi dimasyarakat.

Ini tak kalah penting, karena semangat yang menggebu-gebu hanya bagaikan tumpukan kayu tanpa adanya intelektualitas. Kita tak bisa maju hanya dengan semangat saja. Apa jadinya nasionalisme tanpa orang-orang berpendidikan. Kita hanya akan di bodohi tanpa sadar, katanya.

Asli Muhammadiyah

Terakhir adalah kemapanan ekonomi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap perjuangan. Tak mungkin hanya memiliki kendaraan tanpa mempunyai bahan bakarnya. Dan bahan bakar dari mesin penggerak itu adalah perputaran ekonomi yang teratur. "Demikianlah tiga prinsip perjuangan mbah Wahab yang masih sangat relevan semenjak masa kolinial hingga saat ini," pungkasnya.

Acara ini sebagaimana yang diungkapkan oleh ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Kusnadi El Ghezwa, bertujuan untuk mengenal lebih dekat sosok KH Abdul Wahab Chasbullah. Semoga kita bisa meneladani perjalanan hidup mbah Wahab sebagai tokoh penggerak dan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama yang juga terkenal dengan ketawaduannya, kata Kusnadi.

Acara tersebut dihadiri Duta Besar RI untuk kerajaan Maroko, KH Tosari Widjaya yang juga tokoh kesepuhan NU yang memiliki kedekatan sejarah dengan KH Abdul Wahab Chasbullah.

Ia menyampaikan pentingnya keberanian dalam bersikp dan bergerak. Karena tanpa keberanian tak mungkin berdiri NU dengan segala dinamikanya. Tiga perinsip mbah Wahab itu akan percuma tanpa keberanian yang di miliki setiap pejuang.

Duta Besar mengingatkan pentingnya berpikir untuk kemajuan bangsa, terutama bagi setiap manusia. Karena keberadaan manusia itu di tentukan dengan apakah dia berpikir atau tidak. Sebagaimana Aristoteles pernah mengatakan al-insan al-hayawan an-nathiq (Manusia adalah hewan yang berfikir), katanya

Acara ini berlangsung di Griya STAINU Kenitra. Turut hadir pula Dewan Mustasyar PCINU Maroko H Husnul Amal, ketua PPI Maroko Afif Husen beserta anggotanya dan warga Nahdliyyin di Maroko. Sebagai pamungkas acara ditutup dengan doa yang di pimpin oleh Ust Abdul Karim dari kota Kenitra-Maroko. (Aniq Nawawi/Anam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54456/haul-kiai-wahab-diperingati-di-maroko

Jumat, 01 Januari 2010

Jadi Ujung Tombak, Ranting NU Punya Peran Signifikan

Jember, Asli MuhammadiyahPersoalan umat tidak bisa hanya diselesaikan oleh segelintir pengurus NU. Tapi butuh kerja sama dan soliditas antarpengurus NU, termasuk Pengurus Ranting NU (PRNU). Bahkan pengurus ranting inilah yang punya peran penting dan langsung terintegrasi dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.

Demikian diungkapkan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin saat memberikan taushiyah dalam acara pengajian Aswaja di halaman kantor PCNU Jember, Senin (18/7) malam.

Jadi Ujung Tombak, Ranting NU Punya Peran Signifikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Ujung Tombak, Ranting NU Punya Peran Signifikan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jadi Ujung Tombak, Ranting NU Punya Peran Signifikan

Menurut Gus Aab, sapaan akrabnya, Pengurus Ranting NU merupakan kekuatan NU yang sesungguhnya dan menjadi ujung tombak yang langsung berhubungan dengan jamaah. Yang punya jamaah di masyarakat itu, ya pengurus ranting. Kalau MWC (Majelis Wakil Cabang NU), jamaahnya pengurus ranting. Sedangkan pengurus cabang, jamaahnya adalah pengurus MWC. Begitu juga pengurus wilayah jamaahnya adalah pengurus cabang. Demikian seterusnya, ujarnya.

Gus Aab menambahkan, dewasa ini cukup banyak persoalan keumatan yang perlu mendapat perhatian NU. Mulai dari soal keterbelakangan hingga maraknya aliran radikalisme. Karena itu, katanya, menjalin kebersamaan dan memupuk soliditas adalah sebuah keniscayaan. Ke dalam, NU harus terus menerus memberikan pembinaan di internal pengurus. Keluar, harus selalu memberikan pencerahan seputar Aswaja dan ancaman-ancaman yang berpotensi menggerogoti NU. Sebab, sasaran bidik dari aliran radikal memang mayoritas warga NU.

Asli Muhammadiyah

Jadi pasti mereka lambat atau cepat, akan menggerogoti NU sekaligus jamaahnya. Tapi kalau kita solid, Ranting juga solid, penggerogotan itu tak akan terjadi, jelasnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam pangajian Aswaja yang dihadiri para pengurus ranting, MWCNU dan tentu saja pengurus Cabang NU Jember tersebut, ada sesi tanya jawab. Begitu sesi tanya jawab dibuka, banyak hadirin yang angkat tangan untuk bertanya. Namun karena dibatasi oleh waktu, hanya beberapa penanya yang bisa diakomodasi. Jawaban dan ulasan detail dari Gus Aab membuat hadirin betah berlama-lama, tak beranjak dari tempat duduk lesehan itu. Tanpa terasa jam sudah merangkak hingga menjelang pukul 24.00 WIB, dan pengajian pun disudahi. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69820/jadi-ujung-tombak-ranting-nu-punya-peran-signifikan

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 24 Oktober 2009

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana

Rembang, Asli Muhammadiyah. Ketua PCNU Lasem KH Shalahudin Fattawi mengeluarkan imbauan agar masyarakat Lasem dan Rembang pada umumnya untuk tetap tenang terkait isu mistis meresahkan jelang gerhana matahari yang beredar di masyarakat. Imbauan ini dimaksudkan untuk menghindari masyarakat dari hal-hal negatif.

Terkait gerhana, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi gerhana yang konon mengandung nilai mistis.

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana

"Saya berharap masyarakat tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi dengan isu yang tidak benar dan belum jelas sumbernya, kata Kiai Shalah.

PCNU Lasem juga akan mengeluarkan maklumat yang berisi imbauan warga untuk menggelar shalat gerhana. Dengan menggunakan cokek atau pengeras suara yang terpasang di atas kendaraan roda empat, PCNU Lasem mengingatkan warga untuk melaksanakan shalat gerhana pada 9 Maret mendatang.

Asli Muhammadiyah

Sekretaris PCNU Lasem Attabik kepada Asli Muhammadiyah menjelaskan shalat gerhana dilakukan agar warga senantiasa memohon keselamatan kepada Allah, serta menghilangkan kesan mitos-mitos negatif yang sering menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Asli Muhammadiyah

"Kami akan menginstruksikan MWCNU dan Ranting NU untuk melaksanakan shalat gerhana. Tetapi pengurus juga berinisiatif untuk memberikan instruksi yang bersifat pengumuman dengan menggunakan toa secara keliling sampai ke penjuru pelosok desa.

PCNU Lasem akan mengadakan shalat gerhana di Masjid Jami Lasem yang dimulai pada pukul setengah tujuh pagi. Sementara PCNU Rembang bersama Kementrian Agama dan ormas lain akan mengadakan shalat gerhana di Masjid Agung Rembang yang dimulai pada 06.00 wib. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66348/pcnu-lasem-imbau-warga-tetap-tenang-atas-kabar-mistis-sekitar-gerhana

Asli Muhammadiyah

Selasa, 01 September 2009

LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus

Jombang, Asli Muhammadiyah. Lembaga pendidikan yang dinaungi Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU di luar pulau Jawa yang masih memprihatinkan perlu mendapatkan perhatian khusus dari Nahdlatul Ulama melalui Pimpinan Pusat LP Maarif NU. Apalagi ketika PW/PCNU yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan, lembaga pendidikan tersebut sangat sulit berkembang, lantaran LP Maarif bukan badan otonom NU, tapi hanya lembaga yang banyak tergantung dari perhatian PW/PCNU.

Wakil Ketua PW LP Maarif Sumatera Barat Sudirman Syair Datuak Simulo Nan Balopiah kepada Asli Muhammadiyah, Ahad (2/8), di sela-sela persiapan menghadiri sidang pleno pertama Muktamar Ke-33 NU, di alun-alun Jombang, mengatakan, kendala utama dalam pengembangan pendidikan Maarif di daerah adalah rendahnya sumber daya manusia yang dipercaya memimpim LP Maarif NU.

LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)


LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus

"Mereka yang dipercaya NU memimpin LP Maarif di tingkat provinsi/kabupaten/kota seharusnya eksis dengan pendidikan. Memiliki jiwa Nahdliyin, ulama dan seorang mubalig. Jika dari berasal dari PNS, juga harus mementingkan mengelola pendidikan Maarif. Artinya punya waktu, tidak menggantungkan hidupnya pada NU yang berarti cukup mapan dari sisi ekonomi," kata Sudirman yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Maarif As Saadiyah, Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Asli Muhammadiyah

Secara nasional, kata Sudirman, PP LP Maarif cukup perhatian terhadap lembaga pendidikan Maarif NU di daerah. Hal ini terbukti jika PW LP Maarif-nya konsisten melakukan kerja sama dan koordinasi dengan PP LP Maarif, maka pendidikan Maarif-nya tumbuh berkembang. Sebaliknya, yang tidak konsisten dan terputusnya komunikasi dengan PP LP Maarif memang pendidikan Maarif tidak berkembang.

Untuk itu, kata Sudirman, bagaimana ke depan PP LP Maarif juga dapat mendorong PW/PC lebih memperhatikan lembaga pendidikan Maarif di daerah. Beberapa daerah yang dibina oleh PP LP Maarif berkembang pesat. Contoh lembaga pendidikan Maarif yang terdapat di Jawa Timur, DKI, Jawa Barat dan daerah lainnya.

Di Sumatera Barat sendiri diakui Sudirman belum memenuhi syarat untuk mampu mengembangkan lembaga pendidikan Maarif yang diharapkan masyarakat. LP Maarif Sumatera Barat belum bisa berperan utuh mengelola lembaga pendidikan Maarif.

Asli Muhammadiyah

Ke depan, PP LP Maarif perlu mendorong dan mengembangkan sekolah percontohan di wilayah-wilayah yang minus lembaga pendidikan Maarif. Mulai dari tingkat MI/SD, Tsanawiyah/SMP, Madrasah Aliyah/SMA/SMK dan pondok pesantren, tambah Sudirman.

Melalui muktamar ke-33 NU ini, kata Sudirman, kita berharap ada program peningkatan perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan Maarif di luar pulau Jawa yang masih minus. Jika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) hadir di jenjang pendidikan tinggi, maka Maarif ini mempersiapkan pelajar bernuansa NU dari tingkat MI/SD hingga menengah. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61314/lp-ma039arif-sumbar-pendidikan-nu-luar-jawa-perlu-perhatian-khusus

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock