Selasa, 01 September 2009

LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus

Jombang, Asli Muhammadiyah. Lembaga pendidikan yang dinaungi Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU di luar pulau Jawa yang masih memprihatinkan perlu mendapatkan perhatian khusus dari Nahdlatul Ulama melalui Pimpinan Pusat LP Maarif NU. Apalagi ketika PW/PCNU yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan, lembaga pendidikan tersebut sangat sulit berkembang, lantaran LP Maarif bukan badan otonom NU, tapi hanya lembaga yang banyak tergantung dari perhatian PW/PCNU.

Wakil Ketua PW LP Maarif Sumatera Barat Sudirman Syair Datuak Simulo Nan Balopiah kepada Asli Muhammadiyah, Ahad (2/8), di sela-sela persiapan menghadiri sidang pleno pertama Muktamar Ke-33 NU, di alun-alun Jombang, mengatakan, kendala utama dalam pengembangan pendidikan Maarif di daerah adalah rendahnya sumber daya manusia yang dipercaya memimpim LP Maarif NU.

LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)


LP Maarif Sumbar: Pendidikan NU Luar Jawa Perlu Perhatian Khusus

"Mereka yang dipercaya NU memimpin LP Maarif di tingkat provinsi/kabupaten/kota seharusnya eksis dengan pendidikan. Memiliki jiwa Nahdliyin, ulama dan seorang mubalig. Jika dari berasal dari PNS, juga harus mementingkan mengelola pendidikan Maarif. Artinya punya waktu, tidak menggantungkan hidupnya pada NU yang berarti cukup mapan dari sisi ekonomi," kata Sudirman yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Maarif As Saadiyah, Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Asli Muhammadiyah

Secara nasional, kata Sudirman, PP LP Maarif cukup perhatian terhadap lembaga pendidikan Maarif NU di daerah. Hal ini terbukti jika PW LP Maarif-nya konsisten melakukan kerja sama dan koordinasi dengan PP LP Maarif, maka pendidikan Maarif-nya tumbuh berkembang. Sebaliknya, yang tidak konsisten dan terputusnya komunikasi dengan PP LP Maarif memang pendidikan Maarif tidak berkembang.

Untuk itu, kata Sudirman, bagaimana ke depan PP LP Maarif juga dapat mendorong PW/PC lebih memperhatikan lembaga pendidikan Maarif di daerah. Beberapa daerah yang dibina oleh PP LP Maarif berkembang pesat. Contoh lembaga pendidikan Maarif yang terdapat di Jawa Timur, DKI, Jawa Barat dan daerah lainnya.

Di Sumatera Barat sendiri diakui Sudirman belum memenuhi syarat untuk mampu mengembangkan lembaga pendidikan Maarif yang diharapkan masyarakat. LP Maarif Sumatera Barat belum bisa berperan utuh mengelola lembaga pendidikan Maarif.

Asli Muhammadiyah

Ke depan, PP LP Maarif perlu mendorong dan mengembangkan sekolah percontohan di wilayah-wilayah yang minus lembaga pendidikan Maarif. Mulai dari tingkat MI/SD, Tsanawiyah/SMP, Madrasah Aliyah/SMA/SMK dan pondok pesantren, tambah Sudirman.

Melalui muktamar ke-33 NU ini, kata Sudirman, kita berharap ada program peningkatan perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan Maarif di luar pulau Jawa yang masih minus. Jika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) hadir di jenjang pendidikan tinggi, maka Maarif ini mempersiapkan pelajar bernuansa NU dari tingkat MI/SD hingga menengah. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61314/lp-ma039arif-sumbar-pendidikan-nu-luar-jawa-perlu-perhatian-khusus

Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock