Tampilkan postingan dengan label Netizen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Netizen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor

Waykanan, Asli Muhammadiyah. Gebrakan GP Ansor melalui pesantren kilat bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) betul-betul bisa dirasakan masyarakat kecil kurang mampu. Karenanya, program ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat luas.

Demikian penilaian Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Waykanan H Helmi.

Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor

"Kami selaku Kasi Pendidikan Madrasah sangat mendukung program pendidikan itu mengingat masyarakat Waykanan ini untuk masalah ekonomi masih banyak perlu uluran tangan," ujar Helmi di Blambangan Umpu, Jumat (23/10).

Asli Muhammadiyah

BPUN merupakan program yang mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam.

Di Waykanan, BPUN pertama kali dihelat melalui GP Ansor Waykanan di pesantren Tahfidzul Quran km 5 Blambangan Umpu yang diikuti 14 peserta dari SMAN 1 dan 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gunung Labuhan, dan mengantar lima peserta memasuki PTN idaman mereka.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan itu sukses dengan dukungan sejumlah pihak baik lembaga atau individu seperti Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Tim Penggerak PKK, akademisi DR Rina Marlina, praktisi kesehatan dr Yusuf J Mustofa, pengusaha Khairul Huda hingga tokoh tarekat al-Qadiriyah wa al-Naqshabandiyah Ustadz Husnan Ghofur.

"Kalau melihat dari jumlah siswa yang ikut, itu prestasi sangat besar. Jumlah yang ikut ada 14 orang dan lolos seleksi lima orang. Itu sudah hampir 40 persen yang berhasil masuk PTN, itu sudah hasil luar biasa. Artinya gerakan dan gebrakan Ansor Waykanan ini memang betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat kecil kurang mampu, mari kita lanjutkan program ini. Kami sangat mendukung," kata Helmi. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63045/kemenag-waykanan-dukung-kelanjutan-bpun-gp-ansor

Asli Muhammadiyah

Selasa, 31 Desember 2013

Hasil Survei: 58,8% Muslim Kota Mengaku NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Persebaran warga NU (nahliyin) semakin merata, tidak hanya di wilayah pedesaan. Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Alvara Research Center di 10 kota besar di Indonesia menunjukkan sebanyak 58,8 warga muslim di perkotaan mengaku nahdliyin.

Direktur Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Cikini Jakarta, Kamis (5/6) siang menjelaskan, survei dilakukan pada tanggal 18-28 Mei 2014 di 10 kota terhadap 1.400 responden muslim berusia 20-54 tahun.

Hasil Survei: 58,8% Muslim Kota Mengaku NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Survei: 58,8% Muslim Kota Mengaku NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasil Survei: 58,8% Muslim Kota Mengaku NU

10 kota ang dituju adalah Jakarta, Bandung,Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin dan Makassar. Metode sampling yang digunakan adaah stratified random dengan margin error sebesar 2,4%.

Dari hasil survei juga diketahui 30,2% muslim kota mengaku tidak memiliki kedekatan dengan ormas Islam manapun. Sisanya mengaku warga Muhammadiyah (9,2%), Persis (0,7%), LDII (0,3%), HTI (0,2%), FPI (0,1%) dan ormas lainnya (0,4%).

Asli Muhammadiyah

Ada hal yang tidak kalah menarik. Tim survei juga menanyakan kepada responden muslim kota apakah mereka mempraktikkan ritual tahlilan, mauludan, qunut subuh, ziarah kubur dan berapa rakaat mereka menjalankan shalat tarawih?

Asli Muhammadiyah

Mayoritas muslim kota mempraktikkan ritual keagamaan seperti tahlilan 81,5%, mauludan 89,2%, qunut subuh 77,3% seperti biasa dilakukan warga nahdliyin. Namun untuk ziarah kubur hanya 48,7% yang mengaku menjalankannya, kata Ihsan.

Yang lebih menarik lagi, meskipun mayoritas menjalankan ritual nahdliyin, sebagian besar muslim kota lebih memilih shalat tarawih-witir 11 rakaat (64,8%) dari pada 23 rakaat (35,2%.) Mengapa demikian? Kata Ihsan, karena merasa capek bekerja dan tidak punya waktu, orang muslim kota lebih memilih shalat tarawih yang rakaatnya sedikit. (A. Khoirul Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52495/hasil-survei-588-muslim-kota-mengaku-nu

Asli Muhammadiyah

Selasa, 05 Juni 2012

Twitter Mestinya Bekukan Akun Terafilitasi ISIS

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Laman saluran televisi berbasis di Arab Saudi, Al-Arabiya, berpendapat bahwa akun-akun Twitter yang terafiliasi kepada para aktivis gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kini singkat menyebut Negara Islam (IS), mesti ditutup.

Salma El Shahed dari Al Arabiya menulis dalam laman stasiun televisi saingan Aljazeera ini bahwa kaum militan ISIS terus menciptakan kegemparan di seluruh Irak dan menyebarluaskan aksi-aksinya melalui media sosial, terutama Twitter, termasuk menyebarluaskan foto-foto mengerikan.

Twitter Mestinya Bekukan Akun Terafilitasi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Twitter Mestinya Bekukan Akun Terafilitasi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)


Twitter Mestinya Bekukan Akun Terafilitasi ISIS

Satu akun Twitter yang diyakini milik pengguna yang berkaitan dengan kelompok ekstremis itu, tulis Salma El Shahed, menjadi pusat perhatian karena memposting kantong-kantong janasah berlumuran darah berisi kepala-kepala manusia terpenggal.

Asli Muhammadiyah

Iraq al-Farouq Omar (dalam akun @aws_fasfas) telah memposting foto-foto pemenggalan manusia. Kendati belum jelas apakah ini akun individual atau kolektif, namun menurut wartawan Al-Arabiya itu akun tersebut jelas didedikasikan untuk ISIS.

Asli Muhammadiyah

Twitter punya kebijakan bahwa pengguna tidak boleh mengeluarkan ancaman atau kekerasan tidak langsung kepada pengguna lainnya, termasuk ancaman terhadap orang atau kelompok berdasarkan ras, etnik, suku bangsa dan agama, kutip Al-Arabiya dari Twitter.

Namun faktanya, kata Salma El Shahed, Twitter tak dapat menghapus akun Twiter penyebar ancaman itu.

Akun Iraq al-Farouq Omar telah mencuit ancaman kepada orang-orang tak seiman dengannya pembantaian, dan memposting foto-foto komunitas minoritas Yazidi sebagai "penyembah iblis.

Menurut Al-Arabiya, Twitter menolak mengomentari privacy and security purposes (demi privasi dan keamanan) yang ada pada mereka.

Mengutipkan para analis, Al-Arabiya mengatakan ada pertanyaan mengenai apakah perusahaan-perusahaan media sosial mesti bertanggung jawab atas tersebarnya konten-konten jahat itu.

Abeer Najjar, profesor komunikasi massa dari Universiah Syariah Amerika, menilai cuitan-cuitan semacam itu tidak perlu ditutup sepanjang tak melanggar hukum internasional.

Platform-platform seperti Twitter dan Facebook menjadi pedang bermata dua, sebut Al-Arabiya.

Kedua platform ini telah mempengaruhi keberadaan ISIS dan memperluas dukungan kepada mereka, kata profesor Najjar.

Namun ISIS tak selalu meraih simpati lewat media sosial, justru kegemaran beberapa aktivisnya dalam menyebarkanluaskan aksi-aksi sadisnya membuat masyarakat menjauh dari mereka.

"Kemungkinan besar itu malah membuat masyarakat menentang mereka karena jijik," kata David Mack, peneliti senior pada Institut Timur Tengah kepada Al Arabiya News. (antara/mukafi niam)

Foto: Al Arabiya

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53888/twitter-mestinya-bekukan-akun-terafilitasi-isis

Asli Muhammadiyah

Minggu, 22 April 2012

Melihat Tradisi Kecurangan Pemilu di Sampang

Oleh Faisol Ramdhoni

--Inspirasi tulisan ini berawal dari ramainya pemberitaan akan adanya praktek-praktek kecurangan di Sampang pasca pelaksanaan pemungutan suara Pilpres 9 Juli kemarin. Komentar miring dan statement negatif terkait kecurangan tersebut termuat di sejumlah surat kabar harian, di situs-situs berita online serta di media-media sosial lainnya.

Banyak tokoh dan pengamat politik negeri ini mencatat bahwa Sampang dan Bangkalan adalah dua kabupaten yang acapkali bermasalah dalam setiap kali dilaksanakan pemilihan umum.

Melihat Tradisi Kecurangan Pemilu di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
Melihat Tradisi Kecurangan Pemilu di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)


Melihat Tradisi Kecurangan Pemilu di Sampang

Dalam tulisan ini, penulis sengaja mengkhususkan pembahasan hanya di wilayah Sampang. Hal ini dikarenakan ternyata kecurangan pemilu di Sampang memiliki akar sejarah yang tidak pendek. Berbeda dengan Bangkalan, praktek-praktek kecurangan pemilu di Sampang tidak hanya terjadi pada kali ini saja namun juga pernah terjadi jauh di tahun-tahun sebelumnya.

Berbicara kecurangan pemilu di Sampang, sepertinya mengajak kita untuk melihat praktek-praktek curang yang sudah menjelma sebagai tradisi dengan basis historis. Dalam catatan sederhana penulis, setidaknya terdapat sejumlah peristiwa politik terkait pemilu di Sampang yang bisa dijadikan klaim legitimasi bahwa kecurangan demi kecurangan sudah terjadi lama. Apalagi kecurangan pemilu di Sampang telah di mulai sejak tahun 1997 di saat republik ini hanya mengenal tiga partai dan orde reformasi belum lahir.

Di tahun 1997, Sampang menjadi satu-satunya daerah tingkat II di Indonesia kala itu yang dilakukan pemilu ulang. Peristiwa yang terjadi saat orde baru berkuasa ini dilatar belakangi oleh praktek-praktek rekayasa dan manipulasi suara oleh penguasa untuk memenangkan Golkar. Kecurangan secara massif dan sistematis dilakukan oleh panitia pelaksana pemilu di beberapa TPS dan PPS/kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sampang kala itu. Praktek-praktek curang seperti mencoblos surat suara sendiri, banyaknya warga yang tidak didaftar sebagai pemilih dan tidak diberikannya form CA/CA-1 ke saksi-saksi PPP telah memicu kemarahan sebagian besar kyai dan masyarakat Sampang.

Akibatnya, pada tanggal 29 Mei 1997 terjadilah kerusuhan massal di kota maupun desa dengan membakar kotak suara dan tempat-tempat lainnya untuk menuntut pemilu ulang di Sampang. Banyak korban luka dan meninggal dalam kerusuhan saat ini yang sampai saat ini belum jelas penanganannya. Pasca kerusuhan tersebut, barulah pemerintah menyetujui digelar pemilu ulang pada tanggal 4 Juni 1997 walaupun dalam pelaksanaannya kemudian masih sarat tipu daya.

Asli Muhammadiyah

Selanjutnya,pada Pemilu 2004, Mahkamah Konstitusi memerintahkan penghitungan ulang di enam kecamatan di Sampang. Keenam kecamatan itu ialah Robatal, Sampang (khusus di Gunung Maddah), Kedungdung, Banyuates, Sokobanah, dan Ketapang. Persitiwa pemilu ulang ini didasarkan pada Laporan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap adanya penggelembungan suara di Kabupaten Sampang. Menurut saksi PKB, hasil penghitungan suara untuk DPRD II Sampang seharusnya berjumlah 181.095 suara, namun hasil penghitungan suara yang tercatat di KPUD Sampang berjumlah 178.884 suara.

Menanggapi laporan ini kemudian MK memberikan perintah pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sampang berdasarkan Surat Ketetapan Nomor 031/PHPU.C1-II/2004 untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sertifikat penghitungan suara.Kala itu, MK memerintahkan KPU membawa kotak suara dari Madura ke Jakarta untuk dihitung ulang. Begitu sampai di Jakarta, ternyata kotak suara tidak utuh dan ternyata separuh kotaknya kosong.

Temuan praktek kecurangan kembali mencuat saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur tahun 2008, Sampang kembali mencatat rekor baru dalam pesta demokrasi tingkat provinsi di Indonesia. Di provinsi lain belum ada pemilihan gubernur sampai dihelat sebanyak tiga putaran. Hanya di Jawa Timur fenomena semacam itu terjadi dan tempatnya di Kabupaten Sampang dan Bangkalan.

Sengketa ini melibatkan duet cagub-cawagub Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) versus KPU Jatim dan Panwas. Pihak terkait dengan kasus ini adalah duet cagub-cawagub Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa). Pihak Kaji menemukan adanya penggelembungan suara di tiga kabupaten. Beda suara Kaji versus Karsa pada Pilgub putaran II di 3 kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan)sekitar 220.000 suara untuk kemenangan Karsa. Namun, setelah turun putusan MK justru Kaji lebih unggul 138.746 suara dibanding Karsa. Bahkan MK mengatakan dalam Putusan MK nomor 41/PHPU-D-VI/2008 bahwa bentuk pelanggaran itu bersifat terstruktur, sistematis, dan masif.

Asli Muhammadiyah

Setahun kemudian,tepatnya pada pelaksanaan Pemilu DPRD I/DPRD II/DPR dan DPD tahun 2009, salah satu kasus yang mencuat di permukaan adalah tuntutan terhadap penggelembungan suara DPD yang terjadi di kabupaten Sampang. Adalah Abdul Jalil Latuconsina, salah seorang kontestan yang menggugat perolehan tidak wajar calon lainnya yakni Haruna memperoleh 119.000 suara dan Badruttamam memperoleh 135.448 suara di Kabupaten Sampang sedangkan di daerah lainnya hanya mencapai 3.000 an suara. Dugaan ini juga diperkuat oleh adanya sms singkat dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Sampang kepada saudara Abdul Jalil Latuconsina untuk meminta uang sebesar 15 Juta guna menambah suara. Walaupun tuntutan itu akhirnya kandas, namun keterangan tersebut bisa dijadikan catatan sebagai modus adanya praktek-praktek manipulasi suara di Sampang.

Di tahun 2013, Saat pelaksanaan Pilgub Jatim, Tim pasangan Khofifah Indar Paranwasa dan Herman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Berkah menemukan kecurangan tidak disebarkannya undangan pada pemilih secara merata terutama di kantong-kantong pendukung pasangan ini. Di Salah satu desa di Kabupaten Sampang, Tim Berkah menemukan tidak disebarnya undangan sebanyak 12.000 kepada pemilih . Di samping itu, indikasi kecurangan juga didapat dari temuan perolehan suara nol untuk pasangan ini di sejumlah desa di Kabupaten Sampang.

Pada saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif di tahun 2014 yang barusan di gelar, Ada dua peristiwa yang semakin menambah daftar kecurangan pelaksanaan pemilu di Sampang. Pertama,Pemungutan Suara Ulang untuk 19 TPS di Dua Kecamatan yakni Kecamatan Robatal dan Ketapang. Rekomendasi Bawaslu soal pemungutan suara ulang dikeluarkan setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam Pemilu legislatif 9 April 2014 lalu.

Dari hasil investigasinya, Bawaslu mendapati TPS yang tidak layak di Desa Bira Barat Kecamatan Ketapang dan Desa Pandiyangan Kecamatan Robatal. Selain itu, 100 persen pemilih di hampir 17 TPS memberikan suara untuk satu calon tertentu. Padahal, di sana terdapat pemilih yang buta huruf.Mengetahui hal itu, Bawaslu memutuskan terjadinya pelanggaran substansial sehingga harus dilakukan pemungutan suara ulang. Walaupun sempat ditunda beberapa kali karena mendapatkan penolakan, akhirnya KPU berhasil melaksanakannya pada tanggal 28 April 2014.

Kedua, Penghitungan surat suara ulang 9 (sembilan) desa di Kecamatan Kedungdung pada tanggal 06 Juli 2014. Perintah hitung ulang itu sesuai hasil Keputusan MK dalam sidang kasus perselisihan hasil pemilihan umum yang dilayangkan oleh Partai Nasdem Sampang.Ada sembilan desa di Kecamatan Kedungdung yang diperintahkan MK untuk dilakukan proses penghitungan surat suara ulang, karena diduga terjadi pencurian dan penggelembungan suara. Perolehan Partai Nasdem di beberapa desa kosong padahal versi partai nomor urut 1 tersebut, perolehan suara partai tidak kosong. Hasilnya, ketika dilakukan hitung ulang banyak ditemukan surat suara yang tidak tercoblos dan tidak sah sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran suara yang cukup signifikan. Dua caleg yang sebelumnya masuk dalam daftar pemilik jatah kursi akhirnya tergusur.

Melihat catatan peristiwa di atas, maka tidak salah jika kemudian dikatakan bahwa praktek-praktek kecurangan telah menjelma dari perilaku penyimpangan menjadi perilaku tradisi. Layaknya posisi sebuah konstruksi tradisi dalam masyarakat, maka praktek-praktek tersebut amat sulit dihilangkan. Praktek kecurangan telah menjadi bagian yang melekat dari oknum-oknum penyelenggara maupun kelompok masyarakat lainnya. Praktek kecurangan telah terdengar sebagai kabar biasa bukan lagi kabar yang memalukan. Praktek kecurangan telah menjadi titik temu antara kelompok kepentingan, kelompok modal dan kelompok penyelenggara yang sulit untuk dilawan. Bahkan perlawanan pada kecurangan hanya dianggap sebagai teriakan di hutan belantara.

Kondisi ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa selama ini pelaku-pelaku curang belum pernah tersentuh oleh hukum. Walaupun beberapa catatan peristiwa pemilu ulang di atas menampakkan dengan jelas telah terjadi kecurangan, namun tidak pernah ada seorangpun yang mendapatkan hukuman. Akhirnya, oknum-oknum pelaku curang merasa kebal hukum dan tak pernah akan jera. Tidak hanya itu, bahkan dalam pengamatan penulis di lapangan, oknum-oknum pelaku curang yang berada di dalam sistem masih tetap saja dipakai dan difungsikan sebagai penyelenggara pemilu. Meskipun di momentum-momentum pemilu sebelumnya sangat jelas bahwa oknum-oknum tersebutlah pelakunya.

Oleh karena itu, guna melakukan amputasi terhadap tradisi curang dalam setiap pemilu di Kabupaten Sampang maka sangat diperlukan komitmen dan tindakan tegas dari aparatur penegak hukum, pengawas dan penyelenggara pemilu. Ketiga elemen ini menjadi wajib menjadi pioner dan penggerak utama dalam upaya melakukan amputasi kecurangan pemilu di Sampang. Bagi aparatur penegak hukum hendaknya dapat melakukan investigasi secara mendalam dan melakukan penindakan hukum secara tegas tatkala melihat terjadinya kecurangan yang subtansial semisal pencurian dan penggelembungan suara baik di TPS,PPS maupun PPK. Hal ini dimaksudkan agar menimbulkan efek jera bagi pelaku apalagi saat ini sudah ada aturan tindak pidana pemilu yang menguatkannya.

Bagi aparatur pengawas pemilu juga harus bertindak lebih cepat dan proaktif dalam melakukan identifikasi dan investigasi pelanggaran maupun penyimpangan pelaksanaan pemilu. Apabila dalam pemantauan mendapatkan praktek-praktek kecurangan yang mengarah pada pidana pemilu maka Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mesti sesegara mungkin memberikan rekomendasi pada aparat penegak hukum untuk menindaklajuti temuan tersebut.

Dan yang terakhir, bagi Aparatur penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) wajib memperketat sistem rekrutmen panitia di bawahnya dengan jalan melakukan pembersihan terhadap oknum-oknum penyelenggara terbukti bermasalah mulai dari tingkat PPK sampai KPPS. KPUD harus berani menghilangkan prasyarat bahwa untuk menjadi PPS di tingkat desa harus mendapatkan rekomendasi dari kepala desa. Kesemuanya ini hanya langkah awal dari sekian banyak langkah yang harus ditempuh untuk menjaga kualitas demokrasi di Sampang. Wallahu alam bis showab

Faisol Ramdhoni, Ketua Lakpesdam NU Sampang

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53330/melihat-tradisi-kecurangan-pemilu-di-sampang

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 25 Februari 2012

Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren

Pringsewu, Asli Muhammadiyah. Di depan ribuan jamaah yang memenuhi Lapangan Sepak Bola wates Gadingrejo Pringsewu, KH Sholikhin Yusuf dari Surabaya Jawa Timur mengingatkan kepada warga NU untuk lebih selektif dalam memilih Pesantren sebagai tempat pendidikan putera-puterinya.

Menurutnya, saat ini sudah muncul berbagai macam pesantren yang di dalamnya mengajarkan paham di luar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyyah. Ada pesantren yang begitu keluar dari dalam lulusannya menjadi orang yang anti Tahlil dan anti Yasin yang merupakan salah satu amaliyah Warga NU.

Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Pesantren

"Dengan memondokkan putera-puterinya di Pesantren yang jelas berkurikulum Aswaja An-Nahdliyyah, berarti kita telah menyiapkan kader-kader NU," katanya saat memberikan Mauidzotul Hasanah pada Pengajian Akbar Pelantikan MWC dan Ranting NU Se Kecamatan Gadingrejo, Selasa (9/5/17).

Dengan mendidik para penerus bangsa di Pondok Pesantren NU, tambahnya, para orang tua tidak akan rugi dunia dan akhirat. Selain itu dengan adanya pondok pesantren yang merupakan pabrik pencetak kader NU, Jamiyyah NU akan tetap terjaga dengan baik.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

"Kalau ingin NU maju dan terus tetap eksis, ayo masukkan putera-puterinya di pesantren NU," ajaknya sekaligus menjelaskan perbedaan antara pondok zaman dahulu dengan zaman sekarang.

Menurutnya saat ini kurikulum pesantren berbeda dengan yang dulu. "Pesantren sekarang tidak seperti pesantren zaman dulu. Saat ini banyak pesantren yang sudah memiliki lembaga pengembangan dan keterampilan bagi para santri yang memberikan peluang untuk sukses dengan keterampilan hidup yang dimiliki," katanya.

Mengutip Hadits Nabi, Kiai Sholikhin mengatakan bahwa keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat harus dilakukan. Dan menurutnya Pondok Pesantrenlah yang dapat menjadi solusi dari semu ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77804/masyarakat-diimbau-lebih-selektif-pilih-pesantren

Asli Muhammadiyah

Minggu, 14 Maret 2010

Win the election without greed

Jakarta, Asli Muhammadiyah. General Chairman of the Indonesias largest Muslim organization, Nahdlatul Ulama (NU), KH Said Aqil Siroj, made an appeal to all parties contesting in the next general election to restrain and win the 2014 election without greed.

He said that greed would only cause the damage to the nations life.

Win the election without greed (Sumber Gambar : Nu Online)
Win the election without greed (Sumber Gambar : Nu Online)


Win the election without greed

"Hopefully in this years political (race), we all can win without greed," he said here recently.

Asli Muhammadiyah

"The bigger the capital, the bigger the chance to win," he added, making the audience burst into laughter.

Kang Said hoped that "whoever wins the election will remember the NUs role."

Asli Muhammadiyah

He also warned that the recent disasters were signs from God because human beings were so greedy. During the Creation, mankind accepted Gods mandate to take the dominion over the whole earth. The mandate, Siraj said, asked mankind to uphold truth despite difficulties.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49940/039win-the-election-without-greed039

Selasa, 16 Februari 2010

NU Tidak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang akrab disapa Kang Said mengimbau para pengurus NU, lembaga, lajnah, dan badan otonomnya untuk tidak menumpangi kepentingan politik di tubuh organisasi NU.

Perihal ini dikatakan Kang Said saat jumpa pers di Kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (28/8) siang.

NU Tidak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Tidak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik

NU tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik. Sayang-sayang. NU itu lebih mulia dari kepentingan politik, kata Kang Said ketika ditanya perihal dugaan pengurus NU yang melibatkan organisasi NU dalam politik praktis.

Asli Muhammadiyah

Pengurus PBNU pun tidak mengarahkan warganya untuk mendukung si A, si B atau siapa saja, tegas Kang Said.

NU tidak memberikan arahan dukungan politik terhadap peserta kandidat manapun. Hanya saja, tambah Kang Said, NU mengarahkan warganya untuk turut serta menyukseskan pemilihan secara damai dan tertib.

Asli Muhammadiyah

Menurut Kang Said, NU tidak bisa mendukung kepentingan politis. Kendaraannya apa? Kendaraan politik kan partai politik? Sedangkan NU bukan partai politik. Jadi NU tidak boleh dijadikan mesin politik.

NU, sambung Kang Said, hanya bisa mendoakan dan memberi restu. NU mendoakan agar pemenang pemilihan baik pemilihan presiden, gubernur, maupun bupati agar mendapat ridho Allah dan juga memberikan manfaat kepada banyak orang.

Kecuali itu, NU mengimbau warganya untuk berhati-hati dalam memilih pemimpinnya kelak, tukang Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46695/nu-tidak-boleh-ditumpangi-kepentingan-politik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock