Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2018

Santri dan Warga NU Diminta Kawal Program Dana Desa

Demak, Asli Muhammadiyah

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) dan Transmigrasi? Marwan Ja’far meminta kepada santri, warga NU, dan masyarakat secara umum untuk ikut mengawal proses pembangunan desa yang dibiayai Dana Desa dari kementerian yang dipimpinnya. Hal tersebut untuk agar proses perencanaan hingga pelaksanaan program membuahkan hasil maksimal sesuai dengan amanat Undang Undang.

“Kami mengharap para santri, kiai dan warga NU untuk senantiasa mengawal dana desa yang sudah dicairkan ke desa-desa,” katanya pada acara Haul Masyayikh Pondok Pesantren Fathul Huda Karanggawang Sidorejo Sayung, Demak, Jawa Tengah, Ahad (1/5).

Santri dan Warga NU Diminta Kawal Program Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Warga NU Diminta Kawal Program Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Warga NU Diminta Kawal Program Dana Desa

Marwan menambahkan, program yang berpihak pada desa tersebut dianggapnya sangat membantu perkembangan dan peningkatan ekonomi, karena selain untuk pembangunan infrastruktur, Dana Desa juga bisa untuk Badan Udaha Milik Desa (BUMDes) yang hasilnya akan dikembalikan untuk desa tersebut.

Asli Muhammadiyah

“Dengan jadinya jalan-jalan di desa memudahkan transportasi dikarenakan itu merupakan persyaratan utama kelangsungan ekonomi perdesaan,” tambahnya.

Sementara itu panitia yang juga dewan guru Pesantren Fathul Huda Taslim Arif mengatakan, haul yang berjalan tiap tahunnya tersebut sebelumnya sudah diawali dengan berbagai kegiatan di antaranya khatmil qur’an bil ghaib (hafalan) dan bin nadhar (tartilan) putra dan putri, serta tahlil secara bergiliran yang dilakukan baik oleh santri maupun alumni sejak tanggal 28 April lalu.

Asli Muhammadiyah

“Alhamdulillah tiap tahun sebelum acara puncak seperti hari ini sudah dilakukan semaan Al-Qur’an dan tahlil terlebih dahulu baik bil ghaib maupun bin nadhar secara bergantian selama 3 hari yang dibaca oleh santri, alumni maupun masyarakat sekitar,” terang Taslim.

Selain Mendes Marwan Ja’far, Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Jatman Jawa Tengah KH Zaini Mawardi, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Dzikron Abdullah, anggota DPRRI H Fahan Subchi, bupati terpilih H Moh Natsir, ketua DPRD H Nurul Muttaqin, dan Muspida Demak. (A. Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Fragmen, PonPes Asli Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun

Purwakarta,Asli Muhammadiyah. Ribuan Nahdliyin dari berbagai daerah di Kabupaten Purkawarta, Jawa Barat akan memenuhi Alun-alun Purwakarta pada Sabtu (29/4) mendatang. Mereka bukan untuk menggelar unjuk rasa, melainkan melakukan istighotsah memperingati Harlah ke-94 NU.

Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Akhir Bulan Ini, Ribuan Nahdlyin Purwakarta Siap Penuhi Alun-alun

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta saat ini sedang menyiapkan ribuan massa tersebut. Panitia Harlah, Ramlan Maulana mengatakan, alun-alun Purwakarta dipilih karena bisa menampung ribuan massa.

"Dan selain istighotsah sekaligus akan ada pelantikan MWCNU se-Kabupaten Purwakarta," ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Istighotsah, kata Ramlan, untuk meminta yang terbaik kepada Allah SWT sebagai refleksi harakah NU di Purwakarta. Serta meminta pertolongan agar tahun politik di Purwakarta karena 2018 Pilkada yang bersamaan dengan Pilgub Jabar tak seperti di DKI Jakarta.

"Kami warga NU ingin Purwakarta tentram dan damai. Jawa Barat juga. Jangan sampai karena urusan politik, umat dipecah belah dengan isu-isu SARA," ucapnya.

Asli Muhammadiyah

Untuk itu, istighostah nanti intinya meminta yang terbaik bagi perjalanan Purkawarta, Jawa Barat dan Indonesia agar tidak bercerai-berai.

Selain diikuti Nahdlyin, kegiatan itu akan diikuti para birokrat, politisi dan elemen masyarakat di Purwakarta. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah PonPes Asli Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Boyolali, Asli Muhammadiyah - Pengurus Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Boyolali Jawa Tengah masa khidmat 2017-2022 dilantik, Ahad (29/10). Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali H Masruri menitipkan tiga pesan untuk para pengurus baru.

“Pertama. Pagar Nusa Boyolali segera merapat ke pesantren, jadikan pesantren basis Pagar Nusa. Jangan sampai bela dirinya dari kelompok lain,” tegas H Masruri.

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Amanat yang kedua, agar bersinergi dengan para pengurus Ma’arif NU di Boyolali. “Ekstrakurikuler yang ada di Ma’arif, mulai dari tingkatan MI sampai Aliyah ataupun SMK, sudah mulai kita hubungkan dengan Pagar Nusa,” imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Terakhir, ia berpesan kepada generasi muda Pagar Nusa pada khususnya, untuk menyiapkan diri mereka menjadi calon pemimpin NU di masa depan. “Kami titip NU, generasi NU yang akan datang adalah Pagar Nusa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa KH M Nabil Harun. Senada dengan Ketua PCNU Boyolali, Gus Nabil juga memandang penting pengembangan Pagar Nusa di berbagai lini.

Asli Muhammadiyah

“Harus dikembangkan di semua lini. Sekolah, pesantren, dan jadikan masjid sebagai basis Pagar Nusa,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaSantri, PonPes Asli Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk

Pati, Asli Muhammadiyah. Gundul-gundul pacul-cul gembelengan, nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan wakul glempang segone dadi sak latar. Tembang Gundul-gundul Pacul ditembangkan oleh Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa CakNun saat datang ke Suluk Maleman yang bertemakan Mampir Mabuk, Sabtu (15/4) hingga Ahad (16/4) pagi .?

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Maleman; Peradaban Mabuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk

Bukan tanpa alasan, Cak Nun menilai ada kesamaan hal yang terjadi antara tembang Gundul-gundul Pacul itu dengan tema yang dibawakan Suluk Maleman edisi ke-64 itu. Baginya para penguasa ibarat bocah gundul yang tengah nyunggi (membawa di kepala, Red) wakul itu.

Jika sang penguasa gembelengan atau diartikan mabuk baik secara tekstual maupun kontekstual maka yang terjadi juga akan sama. Wakulnya glempang. Padahal wakul yang berisi nasi itu bisa diartikan kesejahteraan maupun amanah dari rakyat.

“Padahal sekarang yang terjadi ini wakulnya glempang. Kedaulatannya glempang, akal pikiran bangsa ini glempang, termasuk budaya politik juga telah glempang,” ujar lelaki pimpinan Kiai Kanjeng itu.

Cak Nun pun menegaskan agar setiap individu dapat segera mencarikan solusi dan bukannya menambah masalah. Bahkan dalam mengambil penyelesaian masalah itupun juga harus hati-hati agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

Asli Muhammadiyah

“Kita bisa belajar dari tembang e dayohe teko. Di situ diceritakan cara menangani masalah dengan cara yang kurang tepat dan justru menimbulkan masalah demi masalah baru. Seperti saat menambal tikar dengan jadah yang sudah busuk. Tentu itu akan membuat dayoh atau tamu menjadi tidak nyaman bahkan bisa saja marah,” ujar Cak Nun.

Meski begitu Cak Nun tetap mengisyaratkan agar umat Muslim tak perlu khawatir. Karena Allah telah menjamin dalam surat Alam Nasyrah bahwa dalam setiap kesulitan selalu disertakan kemudahan.

Asli Muhammadiyah

“Bahkan bukan sesudahnya namun berbarengan dengan kesulitan itu sendiri. Itu sudah jelas disebutkan,” ujarnya yang kemudian dilanjutkan dengan mengajak para hadirin membaca surat tersebut.

Sementara Anis Sholeh Ba’asyin menambahkan, dalam menghadapi zaman seperti saat ini agar masyarakat jangan mau dijadikan jangkrik aduan. Karena dalam fenomena jangkrik aduan itu jelas bahwa jangkriknya harus berkelahi mempertaruhkan hidup dan matinya sedangkan pengadunya tertawa cengingisan saat menggelitik jangkrik aduannya itu.

“Begitulah kalau mau menghancurkan Indonesia tinggal mengadu domba orang Islam dengan orang Islam dan sekarang itu tengah dilakukan,” tambahnya.

Penggagas Suluk Maleman tersebut juga menambahkan bahwa dalam era peradaban mabuk ini yang justru perlu diwaspadai adalah orang-orang yang sengaja yang memabukkan diri. Seperti halnya kecenderungan manusia untuk menjadi Tuhan.

“Banyak yang justru mudah melihat ketidak sempurnaan orang lain sedangkan ketidaksempurnaan diri sendiri tidak terlihat. Padahal tidak ada orang yang benar-benar sempurna,” ujarnya.

Kedatangan Cak Nun sebagai salah satu ulama sepuh di Indonesia ini rupanya mampu menarik perhatian ribuan warga masyarakat Pati dan sekitarnya. Bahkan mereka tetap khusyuk menikmati diskusi dan ngaji budaya yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia hingga Ahad sekitar pukul 03.30.

Apalagi dalam diskusi kali ini tak hanya menghadirkan Cak Nun namun juga Presiden Jancukers Sujiwo Tedjo dan Dr Ilyas sebagai narasumbernya. Presiden Jancukers itu juga sempat membawakan sejumlah lagu bersama Sampak GusUran yang tentu kian menghangatkan suasana. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah PonPes, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

Rembang, Asli Muhammadiyah. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rembang, Jawa Tengah AKBP Sugiarto memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Sarang Rembang.?

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

“Kita sangat apresiasi (acara silaturahim tersebut),” katanya.?

Menurutnya, peran ulama dalam menjaga dan mengawal republik ini tidak diragukan lagi. Ia mengakui, dalam merebut kemerdekaan Indonesia, peran ulama tidak bisa diremehkan. “Nasionalisme dengan ulama itu tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Di dalam mengamankan acara silaturahim tersebut, ia mengerahkan lima puluh dua personilnya. “Lima puluh dua,” jawabnya singkat.

Ia berharap, acara ini bisa meneguhkan kembali nasionalisme terhadap Indonesia karena akhir-akhir ini banyak kelompok yang secara terang-terangan anti Pancasila dan anti NKRI.

Asli Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, orang sudah terang-terangan menghina pemerintah dan anti Pancasila. “Mengkritik pemerintah boleh, kalau menghina nggak boleh dong. Kalau mengina harus kita lawan,” jelas Kiai Said.

Ia menilai, lambang negara kita seperti pemerintah, polisi, hakim dan lainnya tidak boleh dihina. “Tetapi kalau mereka salah harus kita kritik. Ada aturannya lah, ada akhlaknya” katanya.

“Kalau kita tidak mau menghormati presiden kita, terus kita mau percaya kepada pemerintah siapa,” paparnya.

Dalam acara silaturahim Alim Ulama Nusantara tersebut, hadir juga Bupati Rembang Moch. Salim. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri, Khutbah, PonPes Asli Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

“GP Ansor Bukan Organisasi Kemarin Sore”

Kencong-Jember, Asli Muhammadiyah. Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 GP Ansor Kencong Jember diadakan dalam bentuk Apel Kebangsaan. Apel yang dipusatkan di Alun-alun kota Puger itu diikuti 300 anggota Ansor dan 250 anggota Banser serta ratusan warga nahdliyyin, Ahad (23/6).

Kegiatan yang dirangkai dengan pelantikan 6 PAC dan 53 Pimpinan Ranting se Cabang Kencong tersebut diawali dengan kirab panji-panji Ansor dan Banser keliling kota Puger, dilanjutkan dengan penampilan atraksi pencak silat dan gebyar shalawat.

“GP Ansor Bukan Organisasi Kemarin Sore” (Sumber Gambar : Nu Online)
“GP Ansor Bukan Organisasi Kemarin Sore” (Sumber Gambar : Nu Online)

“GP Ansor Bukan Organisasi Kemarin Sore”

Tampil juga menghibur masyarakat kota Puger, tim Paduan Suara anak-anak Pesantren Kilat (Bimbingan Pasca Ujian Nasional) yang melantunkan lagu-lagu penyemangat GP Ansor, seperti Mars Ansor, Yaah Lalwathan dan Pusaka Ulama.

Asli Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Bupati Jember, yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Jember, H. Wiji Prastyo, menyampaikan apresiasi kepada Ansor, khususnya Ansor Kencong yang selalu tampil di Garda Depan dalam Perjuangan membela tanah air.

Asli Muhammadiyah

“Ansor bukanlah organisasi kemarin sore. Ansor adalah organisasi yang lahir sebelum bangsa ini lahir, dan perjuangan Ansor tak lapuk oleh hujan dan tak lekang karena panas,” jelas Kakesbangpol yang kader NU tersebut di lapangan kota Puger yang diguyur hujan gerimis.

Selain para tokoh NU dan para ulama se kota Puger, hadir juga Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, ketua PC GP Ansor Banyuwanagi, para ketua Badan Otonom NU, kader Ansor yang menjadi anggota DPRD, yaitu Agus Widianto, ketua Fraksi PAN DPRD Jember dan HM Imam Ghozaly Aro, anggota DPRD Jawa Timur dan sejumlah undangan lainnya.

KH Khoir Zad Maddah, Rais Syuriyah PCNU Kencong dalam amanahnya menyampaikan agar GP Ansor selalu berada dalam garis perjuangan ulama NU, yaitu islam ala ahlissunnah wal jamaah.

Pesan Gus Ya’ (panggilan akrab KH Khoir Zad) tersebut mempertegas instruksi kepada kader Ansor, agar persoalan aliran menyimpang yang selama ini mengganggu kerukunan warga NU dan umat Islam kota Puger selalu menjadi fokus perhatian Ansor. 

Sementara itu, Abd. Rohim, ketua PC GP Ansor dalam laporannya menyampaikan berbagai program kegiatan dalam rangka Harlah 79 GP Ansor, yang meliputi berbagai kegiatan, Seminar, Gebyar Shalawat, Bahtsul Masail, Pelatihan Koperasi Syariah, Sanlat, Turnamen Tenes Meja, dan ditutup dengan Apel Kebangsaan di Alun-Alun Kota Puger.

“Pokoknya sejak April 2013 sampai jelang malam Nisfu Sya’ban sore ini Ansor Kencong benar-benar bergerak,” tutup ketua cabang yang akan mengakhiri Masa Khikmadnya tahun depan ini.

Red: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kiai, PonPes, Sunnah Asli Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan para Calon Presiden (Capres) untuk tidak melupakan visi misi kebangsaan yang diusungnya, di tengah upaya mencari pasangan dalam koalisi.?

PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ingatkan Capres Jangan Hanya Sibuk Bermanuver Cari Teman

“Beberapa hari belakangan yang dipertontonkan hanya berpasangan dengan siapa dan dapat apa. Itu pendidikan politik yang tidak baik untuk masyarakat,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (19/4/2014).

?

Kiai Said mengingatkan kembali visi misi kebangsaan yang diusung masing-masing Capres, yang dinilai lebih penting untuk terus dipertontonkan kepada calon pemilih.?

Asli Muhammadiyah

"Jangan sampai masyarakat yang ? sebelumnya ? bersimpati berbalik arah,” tandas Kiai Said.

Asli Muhammadiyah

?

Ditanya kemungkinan peringatan yang diberikan PBNU menyentil Capres tertentu, Kiai Said dengan tegas membantah.?

“Semua Capres sudah silaturahim ke PBNU. Peringatan ini untuk semua Capres, jangan memberikan pendidikan politik yang tidak baik ke masyarakat,” tegasnya.

?

Ketika ditanya mengenai arah dukungan PBNU, kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura’, Mekah, tersebut menegaskan netralitas pihaknya. PBNU memberikan kebebasan kepada Nahdliyin, sebutan warga NU, untuk memilih berdasarkan hati nurani dan kriteria yang ditetapkan masing-masing.

?

“Semua Capres sudah silaturahim ke PBNU, semua kami doakan. NU bukan partai politik, jadi hanya doa yang bisa diberikan. Kami doakan Capres yang bisa menjalankan visi misi kebangsaannya bisa menang,” pungkas Kiai Said.

Dua Capres yang saat ini digadang-gadang akan bertarung, yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo, sama-sama sudah pernah bersilaturahim ke PBNU dan mengutarakan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang. Prabowo datang ke PBNU pada akhir 2013 dan ke kediaman pribadi Kiai Said selaku Ketua Umum PBNU belum lama ini, sementara Joko Widodo dalam dua kesempatan datang ke PBNU dengan didampingi fungsionaris PDIP dan jajaran stafnya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja, PonPes, Syariah Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock