Jumat, 12 Januari 2018

Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama

Hashtag

Sumenep, Asli Muhammadiyah - Budayawan Celurit Emas Kiai D Zawawi Imron hadir sebagai penceramah dalam acara muludan yang digelar PAC. GP Ansor dan PWC ISNU Kecamatan Dungkek Sumenep, Jumat (30/12) malam. Kiai Zawawi yang hadir sebagai pengisi taushiyah mengulas hubungan ilmu dan keberkahan.

Kiai Zawawie memulainya dengan mengungkap pribahasa Madura “Cong, mon penter bede guruna, keng mon pojhur tadek guruna.” Artinya “Pandai itu ada gurunya, namun keberkahan tidak ada gurunya”.

Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, Budayawan D Zawawi Imron Jelaskan Hubungan Tradisi dan Agama

"Salah satu contoh sarjana hukum yang banyak menulis buku tentang hukum, namun sekarang sedang dipenjara. Mau masuk penjara saja harus sekolah dulu," candanya.

Asli Muhammadiyah

Keberkahan ilmu, ujarnya, sejauh mana memberi keselamatam pada diri dan lingkungannya.

Kiai Zawawi mengetengahkan, signifikansi dialog tradisi dan agama secara historis merupakan sebuah ibadah. Bahkan, beberapa tokoh Islam, penyebar agama daerah Kecamatan Dungkek, semasa Syaikhona Kholil Bangkalan, juga getol merawat tradisi bernilai agama.

"Sebut saja Kiai Qasdu (KH Moh Anwar), Buyut KH Fathullah Zaini Dusun Tarogen, Desa Bunpenang, Dungkek merupakan ulama yang nenek moyang kita. Beliau sangat besar jasanya dalam meleburkan tradisi ke dalam nilai agama," terangnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam aspek kebudayaan, Kraton Joko Tole ada di Kecamatan Dungkek, yakni ada di Lapa Taman.

"’Tore mon entara ben kaule, kaule tekkak pang tippang cara neka depak (Mari kalau mau ke sana, walaupun saya kurang sehat bisa mampu ke sana)," kata Kiai Zawawi.

Dari beberapa persoalan keagamaan dan kebudayaan di atas, menunjukkan bahwa menurutnya, kita lahir dari ragam suku dengan struktur yang jelas; memilki sanad yang bersambung kepada para ulama dan para wali. Karenanya, Islam kita adalah Islam yang jelas statusnya; Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)," tukasnya.

Acara muludan yang bertempat dj rumah Ketua PWC ISNU Dungkek Hosnan Nasirini ini dihadiri oleh Ketua GP Ansor Sumenep, ISNU Sumenep, Ketua MUI Dungkek, Ketua MWC NU Dungkek, Ketua Ansor, ISNU, tokoh masyarakat, dan ulama se-Kecamatan Dungkek. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Berita Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock