Kyai


info Kyai
Kyai bahasa
Kyai bahasa nasional
Kyai bahasa indonesia
Kyai belah bambu
Kyai busuk
Kyai berasal dari bahasa yunani yaitu
Kyai belanda
Kyai busuk sby
Kyai berasal dari kata
Kyai global
Kyai gus dur
Kyai golkar
Kyai gender
Kyai gorontalo
Kyai global amerika serikat
habib Kyai mp3
video Kyai full
Kyai gerakan non blok
rahasia Kyai terbaru
Kyai g 30 s pki
Kyai konfrontasi
Kyai kerajaan kutai
Kyai kampus
Kyai kerajaan majapahit
Kyai kotor
Kyai kerajaan tarumanegara
Kyai kompasiana
Kyai luar negeri indonesia
Kyai luar negeri bebas aktif
Kyai luar negeri indonesia adalah
Kyai liberal
Kyai yang membedakan warna kulit disebut
Kyai yang dianut bangsa indonesia
Kyai yang baik
Kyai yahudi
Kyai yang dianut bangsa indonesia adalah
Kyai merupakan
Kyai yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kyai. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kyai. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2009

Kyai Muda NU Pengajian di Newcastle

Newscastle, Asli Muhammadiyah. Atas undangan dari masyarakat muslim Indonesia di Newcastle, 7 orang peserta Education Management Training Program yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 4 orang pria menghadiri silaturrahmi bersama yang diadakan di rumah Bapak Fakih, Mustasyar PCI NU UK di rumahnya yang asri di Newcastle.

Acara yang dilaksanakan Minggu pagi (16/01) tersebut dihadiri sekitar 30 orang komunitas muslim Indonesia di Newscastle dan daerah sekitarnya seperti Birmingham. Hadir juga ketua PPI UK dan PPI Newcastle. Turut serta dalam pertemuan tersebut para ibu-ibu dan anak-anak yang mengikuti suami mereka yang sedang belajar di berbagai universitas di Inggris. Juga tampak Sulaiman, salah seorang muslim kulit hitam yang istrinya berasal dari Aceh.

Dengan format acara ala NU, pertemuan diawali dengan tahlil bersama, khususnya bagi masyarakat Aceh serta negara lainnya yang saat ini baru saja terkena bencana tsunami yang menewaskan lebih dari seratus ribu jiwa. Tak lupa alunan bacaan tilawatil quran juga dilakukan oleh salah satu hadirin.

Kyai Muda NU Pengajian di Newcastle (Sumber Gambar : Nu Online)
Kyai Muda NU Pengajian di Newcastle (Sumber Gambar : Nu Online)


Kyai Muda NU Pengajian di Newcastle

Selanjutnya, diadakan ceramah dan diskusi bersama. Dalam hal ini, rombongan PBNU diwakili oleh Cholil Nafis, mantan sekretaris Lajnah Bahsul Masail dan Neng Ida Nurhalida dari Pesantren Cipasung Tasikmalaya dengan tema masalah gender dan membahas peristiwa Aceh.

Neng Ida menjelaskan bahwa Islam tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan dan derajat mereka tergantung dari amal perbuatan mereka sendiri. Diskusi yang menarik adalah hikmah yang bisa dipetik dari tsunami di Aceh.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah tsunami itu merupakan ujian atau laknat yang diturunkan oleh Allah kepada rakyat Aceh. Seandainya yang terkena bencana ini di Pukhet, Jakarta, atau tempat-tempat maksiat lainnya, saya tidak perlu bertanya, tetapi ini terjadi di Aceh, ada apa sebenarnya dengan masyarakat Aceh, ungkap salah satu peserta.

Diskusi ini banyak merujuk pada bencana-bencana besar yang terjadi pada masa lalu yang banyak diceritakan dalam al Quran. Salah satu peserta diskusi berpendapat apa yang dialami rakyat Aceh adalah seperti peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir terhadap seorang anak kecil yang tidak berdosa karena ia tahu bahwa jika anak kecil tersebut hidup sampai besar, maka ia akan durhaka kepada orang tuanya.

Asli Muhammadiyah

Dalam hal ini, rakyat Aceh sudah lama menderita dan mungkin saja Allah mengambil mereka dengan cepat dengan alas an jika hidup lebih lama, maka mereka akan tambah menderita dikemudian hari. Banyak diantara korban tersebut yang menderita akibat konflik antara GAM dan TNI. Allah mengambilnya agar tidak menderita lebih lama, ungkap peserta tersebut.

Namun, terdapat perbedaan pendapat dengan merujuk pada pemusnahan kaum Luth, peristiwa Sodom dan Gomora, banjir nabi Nuh atau lain-lainnya dengan melepaskan pertimbangan faktor-faktor alam, kaum-kaum tersebut terkena bencana karena durhaka kepada Allah.

Asli Muhammadiyah

Yang jelas, semua peserta sepakat bahwa peristiwa tersebut merupakan peringatan bagi kita semua bahwa bencana bisa datang kapan saja dan oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadap Allah kapan saja.

Sebelumnya masyarakat Indonesia di Newcastle juga sudah mengadakan acara pengumpulan dana dan dalam forum tersebut sumbangan dan titipan dana masih terus mengalir. Silaturrahmi tersebut sekaligus digunakan untuk menyusun format acara pengumpulan dana yang lebih besar bagi masyarakat Aceh.(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2644/kyai-muda-nu-pengajian-di-newcastle

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 20 November 2010

NU dan Edukasi Kelas Bawah

Oleh  Agus Wibowo

--Jika tidak ada aral melintang, Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) akan dihelat di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015. Paling tidak, ada hal penting yang perlu dipertegas kembali dalam muktamar tersebut, yaitu komitmen edukasi pada masyarakat kelas bawah. Sejak didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari 89 lalu, NU telah menjadi bagian pencerah masyarakat khususnya melalui jalur pendidikan tradisional.

Menurut Zuhairini (1997), ketika kita membaca  kiprah NU di bidang pendidikan, seperti halnya membaca sejarah tumbuh dan tegaknya pendidikan bagi bangsa ini. Itu karena cikal bakal pendidikan rakyat dirintis oleh pesantren milik para kyai NU. Pesantren, lanjut Zuhairini, merupakan cikal-bakal model pendidikan yang memberi kesempatan rakyat miskin  membuka tabir kebodohan menuju pencerahan. Didikan pesantren mula-mula, melahirkan banyak pejuang kemerdekaan, serta  para pemimpin bangsa dengan ketinggian budi dan karakter. Singkatnya, pesantren milik NU mampu memberikan model pendidikan alternatif bagi masyarakat bawah, yang kala itu tidak bisa mengakses pendidikan di sekolah-sekolah milik pemerintah Kolonial Belanda.

Pemihakan Kelas Bawah

NU dan Edukasi Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Edukasi Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Edukasi Kelas Bawah

Banyak sejarawan mencatat betapa gerakan NU untuk pendidikan bangsa terutama masyarakat kelas bawah, telah dimulai sejak rintisan awal berdirinya ormas keagamaan ini. Dimulai dengan gerakan ekonomi kerakyatan melalui Nadlatut Tujjar (1918), disusul dengan Tashwirul Afkar (1922) sebagai gerakan keilmuan dan kebudayaan, hingga Nahdlatul Wathan (1924) yang merupakan gerakan politik di bidang pendidikan. Sementara menurut Didik Supriyanto (2010), kiprah NU di bidang pendidikan telah dimulai sejak Muktamar ke-2 NU tahun 1927. Dalam muktamar itu, sebagian besar pesertanya melakukan terobosan yang luar biasa, yaitu dengan mengadakan penggalangan dana secara nasional untuk mendirikan madrasah/sekolah.

Pada Muktamar NU berikutnya, muncul gerakan serupa yaitu gerakan peduli pendidikan dan membentuk sebuah organisasi khusus yang diharapkan konsen mengurusi bidang pendidikan. salah satu organisasi khusus di bidang pendidikan itu adalah Hoof Bestur Nahdlatul Oelama (HBNO). Pada perkembangan selanjutnya, terbentuklah Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LPMNU), tepatnya tercetus pada Muktamar ke-20 NU (1959) di Jakarta.

Asli Muhammadiyah

Menurut data Kementrian Agama (Kemenag, 2013), sampai saat ini Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU sudah memiliki tidak kurang dari 6000 lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air; mulai dari TK, SD, SLTP, SMU/SMK, MI, MTs, MA, dan 73 perguruan tinggi (PT). Sementara untuk pondok pensantren NU, sampai saat ini belum ada data yang akurat mengingat jumlahnya yang banyak dan terus bertambah.

Sepanjang sejarahnya, NU lebih banyak berpihak pada pendidikan masyarakat bawah, seperti petani desa, pedagang, buruh, nelayan dan sebagainya. Itu bisa dilihat pada lembaga pendidikan NU, baik berbentuk pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah, umumnya menampung kelas bawah ini. Lembaga pendidikan NU itu tidak memasang tarif yang mahal, bahkan sebagian memberikan pendidikan secara cuma-cuma alias gratis.

Sementara  untuk madrasah dan sekolah NU, memiliki karakter yang khas yaitu diakui sebagai milik masyarakat, selalu bersatu dengan masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Guru-guru madrasah adalah juga guru-guru masyarakat, yang tingkah lakunya dinilai, diawasi, dan ditiru oleh masyarakat. Pendek kata, sepanjang sejarahnya, madrasah/sekolah NU menjadi role of model bagi masyarakat di sekitarnya. Madrasah NU juga merupakan pusat kegiatan masyarakat pada beberapa bidang tertentu, khususnya pada bidang keagamaan.

Oleh karena besarnya peran serta masyarakat dalam membesarkan madrasah dan sekolah NU ini, konon pada zaman penjajahan, ormas keagamaan terbesar pertama ini tegas-tegas menolak bantuan pemerintah Belanda baik bagi madrasah, maupun segala bidang kegiatannya.

Dipertahankan?

Asli Muhammadiyah

Sebagaimana ditulis Zuhairini, pondok pesantren NU sejak lama dikenal sebagai pendidikan alternatif. Pendidikan pesantren yang dirintis, dikelola, dan dikembangkan secara individual oleh para ulama dan tokoh NU, telah memberikan sumbangsih besar pada masyaratat, pemerintah, dan bangsa Indonesia ini.

Pendidikan pesantren kental dengan pembentukan karakter mulia yang disebut sebagai akhlakhul karimah atau akhlak mulia. Pesantren misalnya, mengajarkan agar peserta didiknya yang disebut santri, memiliki dan melaksanakan karakter mulia seperti tawadhu, ta’at, ridho, barakah, hurmah, dan sebagainya dalam kehidupan sehari-hari. Jauh sebelum pendidikan nasional kita menganjurkan pendidikan karakter, pesantren sudah mendahului dengan tindakan nyata.

Pendidikan NU yang dilaksanakan oleh para kiai,  diarahkan untuk mencapai tingkatan ideal, yaitu santri dengan ketinggian akhlakhul karimah. Pendidikan bagi kyai, bukan sebatas menstransfer ilmu pengetahuan, tetapi  tetapi juga transfer kepribadian. Berbeda dengan sekolah umum, para santri di pesantren bertempat tinggal bersama kyai atau pengasuh sepanjang waktu.

Pendidikan di pesantren dikatakan berhasil, jika melahirkan orang yang penuh tawadhu’ tha’at, dan hurmah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yang mampu menjadi sosok ideal itu, akan mendapatkan ridha dan barakah dalam kehidupannya. Ketika seseorang mendapat ridha dan barakah, ia akan merasakan ketentraman dalam hidup. Pribadi bersangkutan tidak akan melakukan tindakan tercela, apalagi sampai melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Kita berharap isu pendidikan kelas bawah tetap diangkat dalam muktamar NU. Apakah ke depan NU akan tetap berada pada jalur pendidikan tradisionalnya atau ada upaya memodernisasi lembaga-lembaga pendidikannnya. Modernisasi lembaga pendidikan di bawah NU menjadi penting, tetapi jangan sampai terjebak pada komersialisasi pendidikan. Jika sudah demikian, maka siapa lagi yang akan mengurus pendidikan rakyat miskin? 

Agus Wibowo, Pengurus Lajnah Ta’lif Wan Nasr Nahdlatul Ulama (LTNNU), Dosen Universitas Negeri Jakarta.

 

Ilustrasi: Suasana di pintu gerbang Pondok Pesantren Babussalam, Mojoagung, Jombang (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Halaqoh, Amalan, Ahlussunnah Asli Muhammadiyah

Sabtu, 31 Mei 2014

Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan

Oleh Anggi Afriansyah

Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki peran yang strategis dalam konstruksi pendidikan di Indonesia. Yudi Latif (2013) dalam bukunya Genealogi Intelegensia: Pengetahuan dan Kekuasaan Intelegensia Muslim Indonesia Abad XX mengungkapkan bagaimana kontribusi lembaga pendidikan Islam salah satunya pesantren dalam mencipta tradisi politik intelektual kalangan muslim. Ia mencontohkan bagaimana keberhasilan Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur yang menurutnya merupakan pusat teladan dari modernisasi komunitas epistemik tradisionalis di Jawa.

Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan

Seperti yang kita ketahui bersama pengaruh besar Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Hadratu Syeikh Hasyim Asyari telah memunculkan intelektual muslim yang memiliki kapasitas mumpuni seperti KH Muhamad Iljas, KH Abdul Wachid Hasyim, sampai KH Abdurrahman Wahid.

Pendidikan pesantren yang tidak hanya mengedepankan penguatan kemampuan kognitif sesungguhnya dapat menjadi pilihan utama bagi para orang tua. Di pesantren tidak hanya intelektualitas yang ditempa, tetapi juga kreativitas, empati, toleransi, juga kemandirian.

Asli Muhammadiyah

Idealnya lulusan pesantren akan menjadi uswah hasanah bagi masyarakat sekitar. Nilai-nilai keteladanan yang disemaikan lewat ketokohan ulama merupakan salah satu daya tarik pesantren.

Asli Muhammadiyah

Legitimasi seorang ulama pesantren tidak dinilai sebatas pendidikan formal yang dimilikinya tetapi jauh dari itu. Seorang Ulama adalah patron bagi santri-santri maupun masyarakat luas. Pengakuan yang tidak serta merta didapat setelah menempuh pendidikan formal. Seorang Ulama lebih dari itu, posisi yang diukur dari kematangan intelektual keagamaan maupun kebermanfaatan kepada sesama manusia. Bukan gelar akademik semata. Oleh karenanya posisi ulama dalam kehidupan masyarakat memegang peran yang sangat strategis.

Erosi keteladanan dewasa ini dapat dimunculkan kembali melalui proses pendidikan pesantren. Dikotomi pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan harus benar-benar dikesampingkan. Apalagi sudah banyak pesantren yang dapat menyinergikan pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan. Bukankah salah satu tujuan pendidikan adalah membuat kemaslahatan bagi umat. Pesantren harus menjadi garda terdepan untuk memberikan pencerahan bagi umat. Lulusan pesantren apapun latar belakang sosial ekonomi dan budayanya harus mampu berdaya dan memberdayakan umat.

Karakteristik santri pesantren yang beragam juga mampu menjadi ruang di mana pembiasaan terhadap perbedaan dihadapi dalam keseharian. Selama 24 jam para santri bergaul dengan mereka yang berbeda suku bangsa, kelas sosial, dan status ekonomi. Mereka tentu dapat belajar keragaman Indonesia. Internalisasi pemahaman keragaman dimulai di lingkup yang sangat mikro. Tentu ini dapat menjadi pembelajaran berharga ketika mereka kembali ke masyarakat.

Di samping kontribusinya dalam penciptaan intelektual muslim dan kesadaran mengenai keragaman, pesantren dalam sejarahnya memiliki keberpihakan pada pendidikan penduduk miskin, mereka yang terpinggirkan secara ekonomi, sosial budaya maupun politik. Kaum yang tak bisa mengjangkau pendidikan yang berkualitas. Para santri yang masuk ke pesanten tidak selalu berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi.

Keluarga miskin dari kalangan muslim yang tidak mampu mengakses pendidikan di sekolah umum mejatuhkan pilihan ke pesantren karena adanya kecenderungan keterbukaan dunia pesantren menerima mereka yang terpinggirkan. Ditambah sudah banyak pesantren yang memiliki juga lembaga persekolahan yang mengajarkan muatan pendidikan umum. Biaya pendidikan yang relatif lebih murah menjadi daya tarik bagi keluarga yang tidak mampu. Para orang tua menitipkan anak-anaknya ke pimpinan pondok pesantren karena ingin dididik menjadi manusia yang berguna di masa depan. Dengan berbagai harapan agar anak mereka menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Ada kalanya Kyai di pesantren dititipkan anak-anak yang orangtua yang sudah tidak mampu membiayai kehidupan keseharian anak-anaknya. Mereka dititipkan ke pesantren karena mereka tak berdaya. Mereka mengikhlaskan anak-anak mereka untuk didik oleh Kyai di pesantren. Secara terbuka pesantren menerima anak-anak yang yang terpinggirkan tersebut.

Seperti temuan Makmuri Sukarno (2013) dalam tulisannya Penuntasan Wajib Belajar 9 tahun di Daerah Seribu Pesantren: Masalah Sosial-Ekonomi, Politik, dan Budaya yang merupakan hasil penelitian di Kabupaten Bangkalan menjelaskan bahwa pesantren sebagai identitas kultural masyarakat dipandang sebagai public good yang terbuka bagi umat, biaya terjangkau, namun cukup menjanjikan jalur mobilitas vertikal untuk mencapai status sosial yang tinggi jika santri berhasil menjadi tokoh agama.

Bagi keluarga miskin, belajar di pesantren dengan biaya yang murah menjadi pilihan yang lebih rasional. Apalagi sudah ada role model lulusan pesantren yang berhasil menjadi tokoh masyarakat baik itu pengusaha, TKI yang sukses, maupun pejabat di lingkup pemerintah daerah. Kondisi ini kian mengukuhkan pesantren adalah pilihan luhur, praktis dan ekonomis bagi masyarakat di Kabupaten Bangkalan. Dari penelitian tersebut juga diungkapkan bagaimana pesantren menjadi lembaga jaring-penyelamatan sosial (social safety net institution) di bidang pendidikan ketika krisis ekonomi berlangsung.

Kaum terpinggirkan tentu wajib mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pesantren menjadi salah satu bagian dalam proses pencerdasan masyarakat yang terpinggirkan tersebut. Melaui pesantren mereka ditempa untuk menjadi sosok-sosok yang baik pemahaman keagamaannya, mampu bersosialisasi dengan baik, juga berkontribusi terhadap kemanusiaan.

Anak-anak dari kalangan keluarga miskin merupakan aset bangsa yang seringkali dilupakan. Seringkali mereka terjerembab kepada problematika dunia remaja. Mereka tak punya pilihan karena tak mendapatkan pendidikan yang baik. Pesantren memiliki pengalaman panjang dalam menempa anak-anak yang terpinggirkan tersebut untuk menjadi manusia yang lebih baik. Ketika tak ada yang perduli terhadap nasib anak bangsa yang kurang beruntung tersebut. Pada pendidikan pesantrenlah banyak keluarga miskin menyematkan mimpinya.

Penulis adalah Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan, Alumi Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66588/pesantren-dan-pendidikan-kaum-terpinggirkan

Asli Muhammadiyah

Minggu, 20 Agustus 2017

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Jember, Asli Muhammadiyah - Kiai Umar selain sebagai ulama dan pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono, Jember, Jawa Timur, juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Bahkan rumahnya yang menyatu dengan asrama santri pada zaman revolusi itu menjadi markas berkumpulnya para pejuang, khususnya di Jember bagian timur.

Hal tersebut diungkap oleh penulis buku "Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan" KH Sholeh Hayat saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Bedah Buku “Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan” di auditorium IAIN Jember, Sabtu (29/10).

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Menurutnya, jasa Kiai Umar dalam merebut kemerdekaan Indonesia juga tidak kecil. Bersama Kiai As’ad Syamsul Arifin, ia bahu-membahu mengusir penjajah. Oleh karena itu, Kiai Sholeh berharap kepada pemerintah agar rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya. “Sudah selayaknya rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya, karena punya nilai historis, lebih-lebih terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Asli Muhammadiyah

Sepenggal cerita sempat dikuak oleh Kiai Sholeh. Katanya, suatu ketika rumah Kiai Umar dikepung oleh serdadu Belanda. Mereka curiga bahwa rumah tersebut menjadi tempat persembunyian para pejuang. Dengan pongahnya, mereka memasuki pekarangan rumah ayahanda Kiai Khotib itu. Namun Kiai Umar tak kurang akal. “Semua pejuang dan tentara, disuruh ganti baju dan pakai kopiah layaknya santri. Sehingga Belanda tidak menemukan apa yang mereka cari,” urainya.

Harapan serupa juga dilontarkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustadz MN. Harisudin. Menurutnya, apa yang diharapkan Kiai Sholeh tidaklah berlebihan. Sebab, Kiai Umar memang figur pejuang yang menjadi penggerak rakyat untuk melawan penjajah. “Dan rumahnya difungsikan sebagai markas, yang menjadi sentral perjuangan di wilayah tersebut,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Pertandingan, IMNU, Budaya Asli Muhammadiyah

Kamis, 26 Oktober 2017

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis

Jakarta, Asli Muhammadiyah
Budaya tulis harus mulai dilakukan warga dan tokoh NU, bukan sekadar budaya lisan, karena tradisi tulis inilah yang merupakan bukti kongkrit peran kyai dalam mengembangkan umat dan masyarakat di sekitarnya.

Demikian diungkapkan, pekerja Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Supriyadi, dalam acara diskusi? pengelolaan manajemen kearsipan dilingkungan PBNU, yang diselenggarakan NU. Online, Jumat (19/8). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PBNU, Abdul Aziz Ahmad, segenap badan otonom NU dan pengurus kesekretariatan PBNU.

"Melalui tradisi tulisan maka semua pikiran, kebijakan, fatwa atau gerak langkah para kyai akan tercatat dan terekam dengan baik, sehingga informasi yang diperoleh lebih akurat dan kredibel," ungkapnya.

Perlunya kesadaran meningkatkan tradisi tulis para tokoh NU, lanjut alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini? karena Nahdlatul Ulama dan segenap tokoh-tokohnya yang amat beragam memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan republik ini, sehingga segala yang telah dilakukannya memiliki nilai sejarah yang tinggi dan ini harus diketahui oleh generasi yang akan datang."Karena ilmu pengetahuan sepenuhnya dapat ditelusuri dari sejarah, jadi kalau sampai NU tidak memiliki dokumentasi yang baik, dikhawatirkan literatur tentang NU akan sulit dilacak," tuturnya.

Dikatakan Supriyadi, selama ini, data-data kearsipan NU yang masuk masih sedikit, ketimbang yang dilakukan Muhammadiyah. NU, lanjutnya, hanya sekali menyerahkan arsip yakni ketika gedung PBNU pindah. "Meskipun data itu masih bisa terselamatkan, namun jumlahnya masih sangat sedikit dibanding kekayaan atmosfir intelektualitas NU yang sangat beragam," ujar lelaki kelahiran Surabaya ini.

Ketika ditanyakan mungkinkah NU memiliki kearsipan sendiri, dia mengatakan bisa saja itu dilakukan, tetapi membutuhkan dana yang besar, ketelitian dan investasi yang mahal. Namun, secara tekhnis bisa dilakukan, sepanjang bisa dikelola dengan baik dan mengerti bagaimana mengelolanya. "Bisa saja NU melakukan itu, karena ada juga beberapa lembaga swasta yang melakukan fungsi-fungsi kearsipan, seperti indoarsip dan lainnya," katanya.

Namun dia juga mengingatkan apabila tradisi tulisan sudah dimulai dikembangkan maka perlu dicarikan solusi untuk mengelolanya dengan baik dan benar sehingga secara tekhnis mudah ditemukan dan informasi yang penting dapat dilestarikan dengan baik.

Dalam diskusi kedua dari empat diskusi yang direncanakan oleh Asli Muhammadiyah, terungkap lebih dari 25 km data berupa kertas jika dijejer memanjang, 1 juta data photo, ribuan data dalam bentuk CD, mikro film, kaset dan jutaan data lain yang terkumpul sejak? tahun 1602-2005 yang dimiliki Arsip Nasional Republik Indonesia. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Lomba, RMI NU Asli Muhammadiyah

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis

Selasa, 29 Agustus 2017

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

London, Asli Muhammadiyah. Dubes RI di London, Dr Rizal Sukma mengatakan Inggris selalu menjadi negara favorit tujuan belajar mahasiswa Indonesia karena Inggris menawarkan program pascasarjana yang cepat dan dapat diselesaikan dalam satu tahun, sehingga dari segi pembiayaan lebih rendah dibanding belajar di negara lain.?

Hal itu diungkapkan Dubes Rizal Sukma pada kuliah umum, Update on Indonesia di Universitas Edinburgh, yang dihadiri Wakil Rektor bidang Internasional dan Dekan Internasional bidang studi Asia Timur dan Asia Tenggara serta sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Edinburgh serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. E. Amunudin Aziz, ? demikian Sekretaris Pertama KBRI London, Gita Loka Murti kepada Antara London, Sabtu (24/9).

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

Dubes Rizal Sukma menjelaskan mengenai perkembangan kondisi dalam negeri Indonesia khususnya di bidang politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan, arah kebijakan luar negeri Indonesia dan beberapa aspek bidang kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Inggris.?

Dikatakannya Pemerintah RI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan perlunya perluasan kerjasama pendidikan antar kedua negara.

Dalam kesempatan itu Dubes Rizal Sukma mengundang dosen dan peneliti Skotlandia melakukan kerja sama riset dan pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia. Hal ini dalam upaya mensinergikan langkah bersama menuju perguruan tinggi Indonesia yang unggul sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional Indonesia.?

Asli Muhammadiyah

Pada kesempatan bertemu dengan Pimpinan Univeraitas Edinburgh, Dubes Rizal Sukma menawarkan peluang untuk pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Edinburgh dengan fasilitasi dari KBRI London.

Sementara pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Skotlandia dan sekitarnya, Dubes Rizal Sukma menekankan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat lainnya sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk terus mempromosikan capaian yang diraih Indonesia.?

Pada saat yang sama KBRI London membuka layanan kekonsuleran bagi warga Indonesia yang berdomisili di Skotlandia dan sekitarnya. Tercatat 132 orang menerima pelayanan kekonsuleran dari KBRI London, mulai dari lapor diri dan pembuatan paspor baru, hingga pencatatan kelahiran.?

Kebanyakan peserta yang memanfaatkan layanan ini tidak saja berasal dari Edinburgh tetapi juga masyarakat dari di sekitar, seperti York, Stirling dan Glasgow. (Antara/Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai Asli Muhammadiyah

Sabtu, 14 Juni 2008

Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya

Jepara, Asli Muhammadiyah. Ulama yang telah meninggal secara lahir sudah “wafat”, namun sejatinya masih “hidup”. Hal ini lantaran ilmu yang diajarkan ulama masih ditularkan hingga sekarang. Demikian diuraikan KH Dzikron Abdullah, pengasuh pesantren Addainuriyah Semarang saat menyampaikan mauidloh dalam Haul I KH Ahmad Cholil di Desa Bakalan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jum’at (28/8) sore.

KH Ahmad Cholil almarhum menurut Ketua Idaroh Wustho Jatman Provinsi Jawa Tengah ini merupakan sosok ulama yang tawadlu’, mukhlis (ikhlas) dan aliman (alim) serta khusnin niyat (baik niatnya).?

Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya

“Sehingga pantas panjenengan hadir di maqbarah ini,” tuturnya kepada ribuan jamaah yang hadir.

Asli Muhammadiyah

Hal lain ditambahkan Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi. Haul menurutnya merupakan tradisi Aswaja yang harus diuri-uri (dilesatarikan). Mewakili shohibul bait, Marzuqi mengutip sebuah sabda yang artinya barang siapa yang dibingungkan dengan beragam urusan, solusinya agar memohon kepada Allah lewat wasilah kepada ahli kubur.

Senada dengan Kiai Dzikron, tujuan dari hormat Haul yakni sebagai bukti berbakti kepada guru dan kiai. Harapannya yang ditinggalkan bisa meneruskan perjuangan dan mengambil manfaat serta nasihat yang telah diberikan oleh ulama. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Kyai, Hikmah, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Jumat, 07 September 2012

LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Banser dan warga di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan sepanjang hari membersihkan rumah dari endapan lumpur berbaur sampah sisa banjir, Rabu (25/1). LPBI NU juga memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir berupa paket Cleaning Kits dan Family Kits untuk kurang lebih 500 warga.

Pemberian bantuan ini didasarkan pada assessment yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat PP LPBI NU selama di lokasi bencana.

LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan

Menurut Tim Tanggap Darurat PP LPBI NU Asbit Panatagara, berdasarkan informasi dari masyarakat, kejadian banjir bandang di daerah Cibingbin disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan salah satu saluran air berupa transporter mengalami kerusakan. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada. Walaupun berdasarkan perkiraan cuaca, intensitas hujan hari ini ringan.

Asli Muhammadiyah

Ketua PP LPBI NU Muhamad Ali Yusuf mengajak semua pihak terutama pemerintah, masyarakat, dan lembaga usaha di Kuningan khususnya di daerah terdampak banjir untuk melakukan kajian risiko bencana agar didapatkan gambaran menyeluruh dan terukur tentang ancaman, dampak, risiko, dan juga kapasitas yang dimiliki oleh para pihak di daerah tersebut.

Hasil kajian risiko bencana itu nantinya dapat dijadikan acuan semua pihak dalam melakukan upaya pengurangan risiko bencana dan mengintegrasikannya dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Asli Muhammadiyah

Dengan begitu, Ali Yusuf berharap ke depan rencana dan tindakan konkret untuk penanggulangan bencana banjir dapat segera dirumuskan agar kejadian yang sangat merugikan itu tidak terulang lagi di masa mendatang.

Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan terendam banjir akibat luapan Sungai Jangkelok, Desa Cibingbin. Tujuh desa itu adalah Sindang Jawa, Cipondok, Sukaharja, Cibingbin, Citenjo, Ciangir, dan Dukuhbadag.

“Banjir ini disebabkan luapan air Sungai Jangkelok. Air sungai mulai meluap ke pemukiman warga sejak pukul 16.30 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, Ahad (22/1).

Banjir arus sungai berbaur lumpur dan sampah juga sempat menggenangi sejumlah kantor desa, sekolah, masjid, mushalla, serta fasilitas umum dan sosial lainnya. Bahkan kantor kecamatan dan markas Koramil Cibingbin di Desa Sukaharja juga turut terkena banjir tersebut, dengan kedalaman bervariasi, mulai semata kaki hingga lebih dari satu meter. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai Asli Muhammadiyah

Kamis, 16 Februari 2012

Panitia Lokal Luncurkan Website Muktamar

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Panitia Daerah (Panda) Muktamar ke-33 NU, Jumat (5/6/2015) melaunching website resmi yang dimiliki. Website yang beralamat www.muktamarnu.com itu diresmikan langsung oleh H Saifullah Yusuf.

"Website ini secara resmi diluncurkan dalam rangka ikut mensukseskan muktamar yang akan digelar di Jombang awal Agustus mendatang," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya di hadapan para wartawan. "Mohon bantuan kepada teman-teman media," pinta Gus Ipul.

Panitia Lokal Luncurkan Website Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Lokal Luncurkan Website Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Lokal Luncurkan Website Muktamar

Pada kesempatan yang sama, koordinator redaksi, Tomy C Gutomo menjelaskan rubrikasi dari website antara lain warta mukmatar, kilas muktamar, suara nahdliyin, opini, khazanah, humor, bahtsul masail. "Dan ada juga kuliner khas Jombang," jelas Tomy, sapaan akrabnya.

Asli Muhammadiyah

Acara yang dilangsungkan di salah satu rumah makan di Surabaya ini juga menjadi ajang pengenalan sejumlah pengelola website. Dari mulai pelindung yakni rais syuriah dan ketua tanfidziyah PWNU Jatim, pengarah yakni H Syaifullah Yusuf, H Abdul Halim Iskandar, H Hakim Jayli, dan H Fauzi Priambodo.?

Asli Muhammadiyah

"Koordinatornya saya sendiri," jelas Tomy saat mengenalkan dirinya kepada insan media yang hadir. Sekretaris redaksi dipercayakan kepada Shalahuddin.

Sedangkan yang bertugas sebagai redaktur adalah Nur Hidayat dengan anggota Saifullah An Nawawi dan Rijal Mumazziq Zionis.?

"Ada reporter yang namanya sama persis dengan pendiri NU yaitu M Hasyim Asyari," jelas Tomy disambut penasaran Gus Ipul. Di jajaran webmaster dan fotografer tercatat nama Choirul Anam yang juga pemilik AK Studio. Seluruh nama diperkenalkan satu-persatu yang dilanjutkan foto bersama dengan jajaran Panda. (rofii boenawi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai, Warta, Aswaja Asli Muhammadiyah

Rabu, 05 Agustus 2015

Nusantara Mengaji untuk Jawab Kerinduan Pada Quran

Jakarta, Asli Muhammadiyah



Kegiatan Nusantara Mengaji yang mengkhatamkan Al-Quran lebih dari 300 ribu kali, semakin menjawab kerinduan umat Islam akan hadirnya Al-Quran.

Nusantara Mengaji untuk Jawab Kerinduan Pada Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Mengaji untuk Jawab Kerinduan Pada Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Mengaji untuk Jawab Kerinduan Pada Quran

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar saat menutup kegiatan Nusantara Mengaji di Kota Banda Aceh, Ahad (8/5).

"Kita semua sesungguhnya sangat rindu akan Al-Quran. Demi Al-Quran kita dipersatukan dari berbagai macam golongan, etnis, jabatan, struktur sosial tanpa pandang bulu. Al-Quran telah menyatukan kita semua hari ini," ujarnya dalam keterangan resminya.

Menurutnya, gerakan nusantara mengaji yang diinisiasi oleh Muhaimin Iskandar tersebut, bertujuan demi kelancaran proses berjalannya berbangsa dan bernegara. Ia berharap, gerakan tersebut akan melahirkan gerakan-gerakan mengaji di masjid dan mushala demi kembali membumikan Al-Quran.

Asli Muhammadiyah

"Kita harus membumikann Al-Quran. Agar masalah yang mendera bangsa ini dapat terselesaikan. Bacaan Al-Quran ini, adalah demi keluhuran, kemakmuran, dan kesejahteran bagi Indonesia. Ini tentu relevan, bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman," ujarnya.

Ia menegaskan, gerakan nusantara mengaji digelar tanpa mengandung unsur-unsur politik. Gerakan tersebut murni digelar, hanya untuk bermunajat kepada Allah SWT.

"Kita lepaskan semua baju politik kita. Ini adalah murni gerakan untuk meraih ridho Allah SWT," ujarnya.

Menteri Marwan berpesan pada pemuda Islam di Indonesia, agar turut membudayakan bacaan Al-Quran setiap harinya. "Jangan waktunya habis untuk main game dan nonton tv. Tapi waktu habis untuk membaca Al-Quran," ujarnya.

Pada penutupan nusantara mengaji ini menurutnya, sengaja ditempatkan di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa Banda Aceh. Hal tersebut sekaligus mengenang bencana tsunami yang pernah melanda Aceh, di mana masjid tersebut tetap berdiri kokoh meski diterpa bencana tsunami pada 2004.

Asli Muhammadiyah

"Saya yakin, masjid ini digunakan untuk mengaji, dan shalat berjamaah setiap harinya. Saya juga yakin, masjid ini didirikan oleh orang-orang ikhlas yang berjihad di jalan Allah SWT," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai, Cerita, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Selasa, 04 Desember 2012

Politik Uang Tak Mampu Kalahkan Kaderisasi Ansor

Way Kanan, Asli Muhammadiyah. Konferensi Cabang (Konfercab) IV PC GP Ansor Way Kanan, Lampung, berlangsung sukses dengan mengedepankan musyawarah mufakat dan kekeluargaan tanpa menanggalkan hakikat demokrasi. Dua kandidat, Wakasatkorcab Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gatot Arifianto dan Sekretaris Banser Arifin direkomendasikan oleh pimpinan anak cabang untuk menggantikan Supri Iswan sebagai Ketua PC GP Ansor setempat masa khidmah 2010-2014.

Politik Uang Tak Mampu Kalahkan Kaderisasi Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Uang Tak Mampu Kalahkan Kaderisasi Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Uang Tak Mampu Kalahkan Kaderisasi Ansor

"Kemenangan sahabat Gatot ialah kemenangan kader yang asal katanya berasal dari bahasa Yunani cadre berarti bingkai," ujar Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Bumi Agung Hasyim Asari didampingi Kasatkoryon Banser Kecamatan Rebangtangkas Arif Makfudin, di Way Kanan, Rabu (8/10).

Hasyim meyakini, Gatot yang memiliki gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu merupakan kader yang benar-benar kader yang memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian sehingga akan mampu menjalankan amanat.

Asli Muhammadiyah

"Kami optimistis sahabat Gatot yang merupakan alumnus Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama bisa memegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan organisasi pemuda NU di Way Kanan ini," katanya.

Pemilihan Ketua PC GP Ansor Way Kanan diikuti 103 pimpinan ranting (kampung) dan 10 pimpinan anak cabang (kecamatan). Gatot Arifianto yang juga Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) diajukan 9 PAC, yakni Bumiagung, Buaybahuga, Bahuga, Waytuba, Blambanganumpu, Banjit, Rebangtangkas, Negeribesar dan Pakuanratu. Adapun satu PAC yakni Baradatu berikut tiga ranting, mengajukan Arifin. Sejumlah pengurus anak cabang pada Konfercab itu mengaku ditawari uang untuk memenangkan salah satu kandidat oleh tim sukses kandidat tersebut.

Asli Muhammadiyah

"Ada beberapa nama yang sebelumnya mengemuka menjelang Konfercab, sahbat-sahabat yang ada di Ansor namun tidak berbuat untuk Ansor," kata Hasyim menjelaskan.

Terkait dengan gagalnya politik uang dalam Konfercab tersebut, Hasyim menegaskan bahwa Ansor ialah organisasi kader dan sekaligus benteng ulama. Menurutnya, sangat memalukan jika benteng ulama dikalahkan oleh rupiah.

"Tidak perlu pula ada kaderisasi jika orang yang tidak pernah berbuat untuk Ansor memimpin Ansor. Karena itu kami percayakan Ansor Way Kanan pada Gatot yang juga santri Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah almarhum KH Jamaluddin Al-Busthomi, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin, Purwosari, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah," kata Hasyim lagi.

Ketua Ketua PAC Banjit Bustom Yazid didampingi PAC Rebang Tangkas Triwanto menegaskan pihaknya mendukung apa yang menurut mereka benar dan pantas.

"Kami juga yakin sahabat Gatot yang juga bergiat di Gusdurian Lampung bisa memimpin lebih baik sehingga Ansor akan menjadi kebanggaan bersama. Kami juga selalu siap berjuang bersama sahabat Gatot dan sahabat Ansor lainnya untuk membesarkan organisasi," kata Yazid.

Konfercab IV GP Ansor Way Kanan berlangsung di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan, pada Selasa (7/10). Sejumlah undangan yang hadir dari organisasi kepemudaan di daerah tersebut antara lain Wakil Ketua I Karang Taruna Way Kanan R Kuncoro SP, Eko Prasetyo dari Pemuda Muhammadiyah dan Wakil Ketua DPD KNPI Randi Farada.

Adapun hadir dari unsur pemerintahan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Gino Vanollie, Sekretaris Badan Diklat dan Kepegawaian Khairul Huda yang juga Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Syahrul Syah, Camat Gunung Labuhan Edi Supriyanto dan Komisioner KPU Darul Hafiz. Hadir pula Ketua PC Muslimat NU Binti dan pengurus NU Way Kanan, Kyai Nur Huda selaku Ketua, Totok Dwi Pambudi selaku Sekretaris dan Mustajab selaku Bendahara.

Ketua PCNU Way Kanan berharap ketua GP Ansor Way Kanan terpilih bisa mengemban amanah dan selalu dekat dengan ulama. (Heri Amanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pesantren, Fragmen Asli Muhammadiyah

Rabu, 06 Juli 2016

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru

Jakarta, Asli Muhammadiyah
Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi, mengatakan korupsi merupakan pangkal penurunan kesejahteraan bangsa Indonesia, sehingga mesti segera dituntaskan.

"Setelah reformasi bukan berarti kita terbebas dari problema, dulu sistem sentralisme, maka korupsi terpusat, sekarang sistem desentralisasi ternyata juga menghasilkan desentralisasi sehingga korupsi juga? merata di daerah-daerah," kata Hasyim dalam acara Launching Buku Pengkaderan IPNU di gedung PBNU, Jakarta, kemarin.
? ? ?
Dulu waktu sistem terpusat, kata Hasyim, orang menjadi nakal di atas, sekarang dengan adanya otonomi daerah juga muncul "raja" kecil di daerah, yang juga dengan perilaku korupsinya. "Ternyata ada sesuatu yang terpendam dan belum beres yakni moral yang lebih dalam daripada sekedar sistem dan mekanisme," papar Mantan Cawapres PDIP ini.

Jadi tidak aneh jika sekarang orang sudah tidak lagi bicara tentang hukum dagang, tetapi dagang hukum. Ia mencontohkan, ketika berkunjung di daerah ada? seorang yang ditangkap karena korupsi Rp 65 juta, tapi supaya dia tidak ditangkap sogokannnya Rp 450 juta rupiah. "Perilaku sogok menyogok ini sudah merebak kemana-mana. Jadi ini sudah melampaui batas moralitas, bangsa kita sudah kehilangan arah, akibat ditinggalkannya nilai-nilai agama," kata Hasyim.

Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang ini juga mengatakan, akibat tindak korupsi yang terjadi dimana-mana ini telah menjadikan Indonesia terus menurun tingkat kesejahteraannya, sehingga secara otomatis menimbulkan konflik-konflik sosial di tataran masyarakat. "Pemerintahan SBY harus mampu membuktikan bahwa korupsi adalah musuh bersama, sehingga pemberantasannya bisa dilakukan di semua lini," katanya dihadapan kader IPNU dan IPPNU.

Selain itu, masih menurut Hasyim, kebijakan politik tingkat nasional yang keliru juga menimbulkan konflik-konflik sosial di tataran masyarakat luas. "Sebagai contoh kebijakan pemerintah mengurangi subsidi yang otomatis menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di tataran masyarakat justru menimbulkan konflik baru karena tujuan mengurangi kemiskinan belum bisa dibuktikan, namun harga-harga sudah pasti naik," katanya.
? ? ? ?
Menurut adik kandung Kyai Muchit Muzadi, kebijakan pengurangan subsidi yang tidak disertai dengan kejelasan program dana kompensasi memperparah beban masyarakat setelah harga BBM naik. "Kebijakan itu memang bertujuan mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia, namun pada kenyataannya, kenaikan harga BBM justru melahirkan orang-orang miskin baru," katanya.
? ? ? ?
Jadi sebenarnya sedang apa negeri kita ? dan akan menuju kemana ? tanya Hasyim, seraya mengajak semua elemen masyarakat bahu-membahu menjadi solusi untuk bangsa sendiri. "Bencana demi bencana yang datang menimpa kita, sudah sepatutunya menjadi pelajaran bersama, agar kembali menata diri dengan akhlakul karimah, dalam konteks hablum minallah dan hablum minannas. Insya Allah dengan niat tulus, maunah (petolongan) Allah akan menyertai bangsa ini," pungkas Hasyim. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Sejarah, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru

Rabu, 27 Januari 2016

Kupatan

Kupatan berasal dari bahasa Jawa kupat. Bahasa Indonesia menyebutnya Ketupat. Kupat atau juga ketupat adalah makanan berasal dari beras yang dibungkus daun kelapa muda (jawa:janur) berbentuk prisma segi empat. Lalu ditanak hingga masak, sehingga hasilnya adalan nasi gumpalan yang menyatu dan padat, persis seperti lontong.?

Tiap daerah memiliki tradisi tertentu berhubungan dengan ketupat. Di Betawi ketupat menjadi makanan khas yang dihidangkan tiap hari, dengan istilah ketupat lontong. Sedangkan di sepanjang patai utara Jawa, ketupat atau kupat hanya bisa dinikmati ketika lebaran idul fitri telah genap delapan hari.

Kupatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kupatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kupatan

Pada hari kedelapan ini, 8 Syawal, masyarakat hiruk pikuk membuat ketupat. Mereka saling bantu, kaum lelaki mempersiapkan daun kelapa yang muda, sedangkan kaum perempuan sibuk menyiapkan dan memasaknya. Tidak ketinggalan anak-anak sibuk dengan mainannya sendiri. Semuanya dalam suasana bersuka ria. Inilah suasana yang disebut kupatan.

Praktik kupatan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Di sebagian daerah, acara kupatan diramaikan dengan cara membawa ketupat ke masjid atau ke mushalla terdekat untuk berdoa bersama, lalu makan ketupat bersama pula.?

Asli Muhammadiyah

Di lain tempat praktik kupatan dilakukan dengan saling hantar ketupat sesama tetangga dan keluarga. Namun ada juga yang merayakan kupatan dengan cara melarung ketupat di pantai, acara ini biasanya dilakukan sekaligus dalam rangka sedekah laut, dan masih banyak lagi bentuk tradisi dalam rangka kupatan.

Kupat merupakan bentuk jamak dari kafi, yaitu kuffat yang berarti cukup, jelasnya, cukup akan pengharapan hidup ini setelah berpuasa satu bulan di bulan Ramadhan.?

Asli Muhammadiyah

Kemudian setelah lebaran pada tanggal satu Syawal dilanjutkan puasa sunah enam hari Syawal. Karena itu kupatan juga dinamakan ‘bodo kupat’ yaitu lebaran kupat bagi orang yang puasa sunah enam hari dari tanggal 2-7 syawal. Dengan demikian kupatan juga mempunyai momentumnya tersendiri dalam Islam. ?

Kupat mempunyai makna filosofis yang mendalam. Kupat merupakan singkatan dari ‘ngaku-lepat’, artinya mengaku salah, mengakui pernah berbuat salah. Karena saling mengaku salah maka haruslah saling memaafkan antara satu dan lainnya. Sehingga hati menjadi putih bersih seputih nasi ketupat.?

Dalam sejarahnya tradisi kupatan merupakan upaya walisongo merangkul kebudyaan Jawa melalui pendekatan kultural. Mereka ingin memperkenalkan Islam sebagai agama yang membumi, agama semua manusia. Islam adalah agma yang meniadakan kelas sosial di dalamnya.?

Islam harus hadir sesuai dengan kebutuhan rakyatnya, bukan kebutuhan penguasa. Karena itu mereka harus menunjukkan bahwa dalam Islam juga ada semacam pesta suka cita sebagai rasa syukur akan keberhasilan berpuasa selama satu bulan penuh.

Sebagai penanda dalam pesta itu, para wali menggunakan kupat yang terbungkus dari janur. Mulai saat itulah janur menjadi simbol suasana suka cita seperti pesta perkawinan. Janur sendiri secara etimologi berasal dari bahasa Arab yaitu ja-a nur artinya cahaya telah datang.?

Dengan demikian, kupat yang memanfaatkan janur sebagai bungkusnya dapat dimaknai datangnya sebuah cahaya pengharapan menuju rahmat Allah. Semoga masa depan menjadi lebih baik. Maka kupatan sebagai tradisi adalah usaha merawat semangat dan pengharapan akan adanya hari esok yang lebih baik karena selalu diberkahi Yang Maha Kuasa. (Ulil Abshar Hadrawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai Asli Muhammadiyah

Kamis, 19 Oktober 2017

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana

Solo, Asli Muhammadiyah. Hari Lahir (Harlah) NU ke-91, diperingati secara sederhana oleh warga Nahdliyin di Surakarta, Jawa Tengah. Mereka menggelar acara potong tumpeng serta sarasehan, yang dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Surakarta, Ahad (5/2).

Kegiatan yang bertema “NU 91th Berkhidmah Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI” ini dihadiri pengurus dan anggota NU serta Forbanusa (Forum Banom NU Surakarta). Turut hadir pula perwakilan Muspika Kecamatan Serengan, TNI, dan POLRI.

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Surakarta A Helmy Sakdillah, menyampaikan bahwa dalam menyikapi isu-isu sosial yang ada, baik di media sosial maupun masyarakat, perlu adanya koordinasi yang baik antar pengurus dan anggota.

Asli Muhammadiyah

“Solo sebagai kota shalawat, juga mesti kita ramaikan dengan pengembangan budaya Aswaja. Alat rebana juga sudah dibagikan ke setiap kelurahan di kota Surakarta,” papar Helmy.

Senada dengan Helmy, Ketua Plt PC GP Ansor Solo H Arif Syarifuddin juga berharap generasi NU saat ini dapat menjadi penerus perjuangan para pendiri NU, yang dengan penuh keikhlasan memimpin NU dalam berkhidmah untuk bangsa indonesia dan menjaga keutuhan NKRI.

Asli Muhammadiyah

“Semoga acara yang sederhana ini mampu memupuk semangat kader-kader NU untuk terus berjuang dan mengembangkan Aswaja,” ungkapnya.

Usai potong tumpeng, acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU Jatengm KH M Dian Nafi. Acara pada malam hari tersebut, ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai Asli Muhammadiyah

Selasa, 10 Oktober 2017

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!

Bogor, Asli Muhammadiyah - Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar pengajian rutin di Masjid Al Hikmah. Pada rutinan tersebut, pemuda NU mengikuti pengajian kitab Qami Thughyan, Syarah Kitab Syubul Iman dan Washiyyatul Musthofa yang diampu KH Zainil Achyar.

“Sebuah pisau tak akan tajam jika tak sering diasah. Begitu pula dengan ilmu yang tak akan matang jika tak selalu dikaji,” ujar Heru Hermawan Ketua PAC Klapanunggal di sela kegiatan pada (23/3) tersebut.

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!

Menurut dia, dasar dari pergerakan dimulai dari kajian-kajian. Itulah mengapa Majlis Rijalul Ansor diadakan sebagai tempat refleksi untuk mengkaji ilmu-ilmu agama.

Asli Muhammadiyah

Dewan Penasehat GP Ansor Klapanunggal Yayat Ruhiyat memberikan arahan dan masukan agar pengajian tersebut senantiasa berjalan dengan istiqomah.

Sementara KH Zainil Achyar, selepas pengajian berpesan untuk bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia.

Asli Muhammadiyah

“Banggalah jadi NKRI. Tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia,” tegasnya.

Ajengan yang akrab disapa Kang Haji itu mengaku senang NU sekarang aktif di Klapanunggal. Namun, ia menekankan agar pemudanya sesuai dengan nama organisasi induknya, yakni nahdlah, harus bangkit.

"Alus NU kiwari tos berjalan di Klapanunggal, ulah he’es wae. Sesuai atuh jeung ngaran, kudu nahdlah, bangkit komo pemudana. Kudu nahdlah kiwari mah (bagus, NU sekarang sudah berjalan di Klapanunggal. Tapi harus sesuai dengan namanya, nahdlah, harus bangkit, jangan tidur melulu. Harus nahdlah sekarang mah, terutama bagi pemuda),” pesan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarokah tersebut.

Kegiatan itu diinisiasi PAC GP Ansor dengan MWCNU Klapanunggal di setiap Kamis malam pada minggu ketiga dan keempat setiap bulan. (Ajis Ian/Dhamiry/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai, Ahlussunnah, Sholawat Asli Muhammadiyah

Jumat, 15 Oktober 2010

PAC IPNU-IPPNU Winong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Pati, Asli Muhammadiyah. “Genggam Dunia Dengan Tulisan.” Demikianlah tertulis besar sebagai tema pelatihan jurnalistik yang diadakan PAC IPNU-IPPNU Winong, pada 21 Juli dan  bertempat di ruang multimedia MA Darul Ma’la. 

Dengan antusias, sekitar 32 peserta mengikuti acara akbar tersebut. Hal ini terlihat saat pembicara membawa suasana pelatihan menjadi sedemikian menyenangkan. 

PAC IPNU-IPPNU Winong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC IPNU-IPPNU Winong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC IPNU-IPPNU Winong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Keprofesionalan pembicara juga mendukung kesuksesan acara tersebut. Sebut saja Effendi, pembicara kelahiran Kudus ini tak tanggung-tanggung menceritakan sejuta pengalamannya saat menekuni bidang jurnalistik sebagai wartawan Suara Merdeka. Menyusul dari kalangan pemuda ada Andrik yang sudah berhasil mencetak puluhan edisi majalah Sajadah PAC Kayen. 

Asli Muhammadiyah

Tak luput dari sastra, mbah Pujiono, sastrawan Pati juga turut andil meramaikan pelatihan tersebut. Pria berpenampilan sederhana tersebut tak tanggung-tanggung membagi pengalaman dan motivasinya kepada peserta untuk terus menulis. 

Asli Muhammadiyah

Pembicara juga hadir dari kalangan pemuda, M Sofyan al-Nashr yang kini mengenyam pendidikan strata 2 UIN Suka dengan berkobar mengkritik beberapa sistem yang ada dan perlu dibenahi oleh generasi penerus termasuk peserta yang hadir pada pelatihan tersebut. Dan pembicara terakhir ada Asmuin. 

Follow up

Sebagai moderator, Mubarok yang tengah menjabat sebagai ketua PC IPNU-IPPNU Pati mengungkapkan kesan yang luar biasa atas antusiasme peserta. 

“Semangat seperti ini tidak boleh berhenti sampai di sini, harus ada follow up atas pelatihan hari ini,” tandasnya. 

Materi berlangsung dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00. materi yang disampaikan akan ditindaklanjuti dengan membuat sebuah buletin bayangan. 

“Kami diminta membuat tulisan kemudian mengumpulkannya menjadi sebuah buletin dalam waktu 30 menit,” ungkap Asih salah satu peserta dari MA Raudlatusysyubban. 

Suasana ruang pun sekejap berubah bak ruang redaksi di mana masing-masing peserta sibuk mempersiapkan tulisan, editing, lay out, dan finishing. Ke depan, diharapkan PAC IPNU-IPPNU Winong mampu menerbitkan sebuah buletin mingguan dengan rutin. 

“Tentu, kami menargetkan dua Minggu ke depan, buletin perdana PAC IPNU IPPNU Winong harus bisa terbit,” harap Arif Nadliroh ketua IPPNU PAC Winong. 

Usai acara, kegiatan ini dimeriahkan oleh grup Rebana Al-Ikhwani dan dilanjutkan dengan buka bersama.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Nada

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kyai Asli Muhammadiyah

Senin, 15 Agustus 2016

Katib PBNU Baiat 1500 Banser

Kudus, Asli Muhammadiyah. Katib PBNU KH Yahya Tsaquf membaiat 1500 anggota Banser se eks Karesidean Pati di halaman Makodim Kudus Ahad (23/12). Dalam acara yang dikemas apel Banser itu, Gus Yahya mengucapkan kalimat baiat yang ditirukan anggota Banser.

Katib PBNU Baiat 1500 Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib PBNU Baiat 1500 Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib PBNU Baiat 1500 Banser

Di antaranya, senantaian taat kepada Allah dan Rasul, mengisi kemerdekaan NKRI,yang sesuai Pancasila dan UUD 1945, berjuang mengembangkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, selalu setia dan patuh pada pimpinan Ansor dan Banser.

Ketua Umum PP GP Ansor H. Nusron Wahid yang didapuk sebagai irup apel mengatakan pembaiatan ini merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh pimpinan banser disemua sesuai keputusan konbes Ansor ke 18 pada 26 -28 Mei lalu.

Asli Muhammadiyah

“Dalam konbes ditetapkan semua pimpinan banser di semua tingkat wajib ikut baiat kubro yang dilakukan oleh kyai. Tujuannya agar kita selalu  direstui oleh alim ulama, dan apa yang kita lakukan mendapat barokah dan maunah dari  Allah,” jelasnya.

Nusron mengutarakan para alim ulama zaman dulu mendirikan sebuah perkumpulan anak  muda Nahdlatul Ulama dengan harapan doa anak-anak muda NU mirip dengan dengan sahabat Ansor pada zaman Nabi.

Asli Muhammadiyah

“Mengapa dengan nama Ansor, karena diharapkan organisasi ini sebagai reinkarnasi/tetesan perwujudan sahabat ansor pada zaman Rasulullah dengan meneruskan perjuangannya terutama mempertahan Aswaja dan NKRI,” tegas pria Kelahiran Kudus ini.

Dalam usia 8I tahun, kata Nusron, GP Ansor masih tetap eksis dengan kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan di semua Cabang kabupaten/kota di Indonesia.

“Ini membuktikan Ansor menjadi organisasi yang selalu barokah. Kalau tidak barokah, tidak akan bertahan sampai sekarang,”tegas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Terkait kegiatan apel banser ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati tiga tahun wafatnya Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Nusron, Gus Dur telah menjadi sosok yang telah banyak memberikan inspirasi gerakan kemanusian di Indonesia. 

“Bukan hanya untuk Nahdlatul ulama, bangsa Indonesia, melainkan juga memberikan inspirasi kepada masyarakat dunia," tandas Nusron

Usai Apel Banser, malam harinya, rangkaian kegiatan haul tiga tahun wafatnya Gus Dur ini diadakan PC GP Ansor Kudus ini dilanjutkan dengan pengajian kebangsaan di Gedung JHK Kudus.

Selain ribuan umat, Ulama, kiai dan tokoh lokal dan nasional turut  hadir membaur di tengah-tengah jamaah. Di antaranya, Putri Gus Dur Alissa Wahid, Katib PBNU KH. Yahya Tsaquf, Duta Besar Al Jazair, Niam Salim, ajudan Gus Dur Aris Junaidi dan ketua PCNU Kudus KH.Chusnan Ms.

Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat KH Ali Mashoeri dan Rois am jamiyyah Ahlith Thariqoh an-Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali bin Yahya, turut hadir dan menyampaikan mauidlah hasanah.

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Jumat, 01 September 2017

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Berbahagialah bagi warga NU dan umat Islam secara umum. Karena sejumlah bacaan dan doa-doa ibadah keseharian, termasuk tahlil, kini bisa dinikmati melalui perkakas berupa tablet maupun telepon genggam yang mendukung sistem andorid.

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Usai meluncurkan aplikasi berbasis android “TV Aswaja” dan “Rawi",? Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja kembali meluncurkan aplikasi android baru berupa “Majmu Lathif & Doa Harian”.

Menurut anggota Tim Developer PPM Aswaja, Ichwanul Muslim, peluncuran aplikasi baru tersebut bertujuan untuk mempermudah kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka terutama dalam hal akses doa-doa serta bacaan-bacaan Al-Quran lewat media elektronik.

Asli Muhammadiyah

"Kami yakin aplikasi ini sangat bermanfaat, karena di dalamnya berisi berbagai doa penting mulai dari bacaan dan doa Tahlil, Yasin, al-Waqiah, al Mulk, doa awal tahun, doa Nisyfu Sya’ban dan Asyura, serta doa lainnya," terang Ichwan, Kamis (12/6).

Ditambahkan, peluncuran aplikasi “Majmu Lathif & Doa Harian” memang sengaja dilakukan menjelang Nisfu Syaban sebagai bagian dari isi yang terangkum dalam aplikasi.

Asli Muhammadiyah

"Kami berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat dan kemudahan kepada seluruh warga nahdiyyin hususnya dan ummat islam pada umumnya," lanjut Ichwan.

Seperti aplikasi android sebelumnya, aplikasi Majmu Lathif & Doa Harian ini juga bisa diunduh gratis oleh pengguna android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajanu.majmulathif. Atau cari di Play Store dengan kata kunci "Majmu Lathif".

"Bagi yang sudah mengunduh dan mencoba aplikasi ini, jika berkenan bisa disebarkan informasi ini kepada teman, saudara dan pemakai android lainnya agar lebih bermanfaat bagi khalayak muslim lainnya," pungkasnya. (Mukhlisin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja, Sejarah, Kyai Asli Muhammadiyah

Kamis, 19 Oktober 2017

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pemerintah didesak untuk memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) secara optimal. Pemanfaatannya diminta juga difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pertanian dan peningkatan kesejahteraan buruh pabrik rokok.

"Ditegaskan saja untuk dua hal, yaitu untuk petani dan buruh tembakau serta buruh pabrik rokok. Mereka-mereka itu yang menjadikan bisa keluarnya DBHCHT, tapi pada kenyataannya selama ini belum merasakannya dengan baik," tegas Ketua PBNU Prof Dr Maksum Mahfoedz di Jakarta, Jumat (11/5).?

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani

Desakan yang sama juga disampaikan Maksum saat menjadi keynote speech dalam seminar bertema "DBHCHT Hak Petani dan Buruh" yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) bekerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim, di Semarang (10/5). Pemanfaatan DBHCHT terfokus akan menghasilkan dana yang lebih dari cukup untuk membangun infrastruktur pertanian secara berkelanjutan.?

Asli Muhammadiyah

Pemanfaatan DBHCHT terfokus juga akan memudahkan kontrol, serta dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan.?

"Yang terpenting ini akan menghasilkan efek domino, dimana infrastruktur pertanian dan fasilitas buruh yang memadai dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Yang tak kalah pentingnya juga, petani tembakau dan buruh pabrik rokok memang memiliki hak untuk merasakan DBHCTHT," jelas Maksum yang juga menjabat sebagai guru besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.?

Asli Muhammadiyah

Pemanfaatan DBHCHT selama ini ditengarai masih jauh dari kata tepat. Penyalurannya juga dinilai belum melibatkan masyarakat secara luas. Ini setidaknya disampaikan oleh Warsiman, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, salah seorang pembicara dalam seminar yang sama.?

Sementara Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai belum terlaksananya pemanfaatan DBHCHT secara tepat tak lepas dari regulasi yang gagal mengatur persoalan pertanian dan buruh. Konsep perpajakan yang masih lemah juga diindikasikan menjadi penyebab kondisi tersebut.?

"Temuan kami, pungutan DBHCHT itu tidak didukung oleh basis argumentasi yang kuat, sehingga patut dicurigai hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan. Termasuk juga beberapa jenis pajak yang lain, seperti Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)," tuntas Andi tegas.

Penulis: Emha Nabil Haroen?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Quote, Kyai, Syariah Asli Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Demak, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Demak, Sabtu (5/4) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) digedung PCNU Demak Jl. Sultan Fattah Bintoro Demak. Rapimda tersebut diikuti 300 peserta yang terdiri dari Pengurus Cabang NU, MWC NU dan LTM NU se-kabupaten Demak serta pengurus Ranting NU se-Kabupaten Demak.

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Rapimda ini dihadiri juga oleh Ketua Pimpinan Pusat LTMNU KH Abdul Manan Ghani dan Wakil Ketua Agus Wustho. 

Asli Muhammadiyah

Ketua NU Demak H Musadad Syarif mengatakan, Rapimda diselenggarakan atas instruksi dari PP LTMNU dalam rangka mengamankan aset-aset NU dari serobotan kelompok lain yang berusaha menguasai Masjid-masjid yang dibangun orang NU.

“Rapimda ini memang salah satu program dari LTMNU cabang Demak atas instruksi dari pimpinan pusat sebagai salah satu setrategi pengamanan aset-aset NU, dalam hal ini Masjid,” tutur Musadad.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Ketua PP LTMNU H Abdul Manan A Ghani menyambut baik atas inisiatif LTMNU Demak yang telah menindaklanjuti rapimnas region VI wilayah Jawa Tengah dan DIY yang telah berlangsung 21-22 April lalu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tegal Randu Srumbung Magelang.

Lebih lanjut, Abdul Manan menjelaskan, Rapimda ini merupakan upaya antisipasi dini dari kelompok lain yang telah berupaya mengambilalih serta alih fungsi yang tidak sesuai dengan misi NU dan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Demak adalah cabang yang pertama kali mengadakan Rapimda. Saya selaku pimpinan pusat sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya rapimda ini, semoga cabang cabang yang lain nantinya juga bisa mengikuti langkah LTMNU Demak,” harapnya.

Sedangkan Wakil Ketua PP LTMNU Agus Wustho,usai mendampingi pimpinan sidang  dengan PC LTMNU Demak, menyampaikan 9 poin hasil Rapimda yang kebetulan selaras dengan hasil rapimnas region 6 Jateng dan DIY di Magelang.

Yakni sertifikasi Masjid dan musholla, papanisasi, pembekalan dengan diklat dan pembinaan takmir, optimalisasi peran struktur LTMNU sampai ranting, meningkatkan kegiatan masjid, memakmurkan masjid dan musholla dengan kegiatan ahlussunnah waljamaah, meningkatkan kegiatan semarak Ramadhan, menyelenggarakan rapimda, membentuk lembaga amil zakat dan shodaqoh

“Alhamdulillah Rapimda Demak telah menyepakati hal-hal yang selaras dengan Rapimnas Magelang. Kita semua harus mengamankan dan menindaklanjutinya,” imbuh Agus Wustho.

Sementara itu bendahara NU Demak H Zainuddin menandaskan, NU Demak berupaya semaksimal mungkin dalam pengamanan aset-aset NU. Program ini mendapat sambutan baik dari pengurus MWC sampai Ranting sehingga perlu adanya tiondak lanjut dalam upaya sosialisasi di semua tingkat kepengurusan NU.

"Kami selaku pengurus cabang sangat senang melihat para kyai dan pengurus yang hadir sat ini merasa tergugah dan mempunyai kesamaan semangat dan misi Aswaja,” tandasnya.

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Halaqoh, Sholawat,Attijani Asli Muhammadiyah