Minggu, 20 Agustus 2017

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Jember, Asli Muhammadiyah - Kiai Umar selain sebagai ulama dan pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono, Jember, Jawa Timur, juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Bahkan rumahnya yang menyatu dengan asrama santri pada zaman revolusi itu menjadi markas berkumpulnya para pejuang, khususnya di Jember bagian timur.

Hal tersebut diungkap oleh penulis buku "Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan" KH Sholeh Hayat saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Bedah Buku “Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan” di auditorium IAIN Jember, Sabtu (29/10).

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Menurutnya, jasa Kiai Umar dalam merebut kemerdekaan Indonesia juga tidak kecil. Bersama Kiai As’ad Syamsul Arifin, ia bahu-membahu mengusir penjajah. Oleh karena itu, Kiai Sholeh berharap kepada pemerintah agar rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya. “Sudah selayaknya rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya, karena punya nilai historis, lebih-lebih terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Asli Muhammadiyah

Sepenggal cerita sempat dikuak oleh Kiai Sholeh. Katanya, suatu ketika rumah Kiai Umar dikepung oleh serdadu Belanda. Mereka curiga bahwa rumah tersebut menjadi tempat persembunyian para pejuang. Dengan pongahnya, mereka memasuki pekarangan rumah ayahanda Kiai Khotib itu. Namun Kiai Umar tak kurang akal. “Semua pejuang dan tentara, disuruh ganti baju dan pakai kopiah layaknya santri. Sehingga Belanda tidak menemukan apa yang mereka cari,” urainya.

Harapan serupa juga dilontarkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustadz MN. Harisudin. Menurutnya, apa yang diharapkan Kiai Sholeh tidaklah berlebihan. Sebab, Kiai Umar memang figur pejuang yang menjadi penggerak rakyat untuk melawan penjajah. “Dan rumahnya difungsikan sebagai markas, yang menjadi sentral perjuangan di wilayah tersebut,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Pertandingan, IMNU, Budaya Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock