IMNU


info IMNU
IMNU bahasa
IMNU bahasa nasional
IMNU bahasa indonesia
IMNU belah bambu
IMNU busuk
IMNU berasal dari bahasa yunani yaitu
IMNU belanda
IMNU busuk sby
IMNU berasal dari kata
IMNU global
IMNU gus dur
IMNU golkar
IMNU gender
IMNU gorontalo
IMNU global amerika serikat
habib IMNU mp3
video IMNU full
IMNU gerakan non blok
rahasia IMNU terbaru
IMNU g 30 s pki
IMNU konfrontasi
IMNU kerajaan kutai
IMNU kampus
IMNU kerajaan majapahit
IMNU kotor
IMNU kerajaan tarumanegara
IMNU kompasiana
IMNU luar negeri indonesia
IMNU luar negeri bebas aktif
IMNU luar negeri indonesia adalah
IMNU liberal
IMNU yang membedakan warna kulit disebut
IMNU yang dianut bangsa indonesia
IMNU yang baik
IMNU yahudi
IMNU yang dianut bangsa indonesia adalah
IMNU merupakan
IMNU yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri IMNU. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri IMNU. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Pariaman, Asli Muhammadiyah. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus didorong untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan penguatan nilai-nilai Islam moderat yang berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Penguatan ini semakin penting dirasakan mengingat makin kuatnya tantangan yang dihadapi kader PMII di tengah pergulatan pemikiran global.

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Ketua Umum PKC PMII Sumatera Barat Afriendi mengungkapkan hal itu pada puncak Harlah PMII ke-54 di PC PMII Kota Pariaman yang berlangsung, Kamis (17/4/2014) malam di sekretariat PCNU Kota Pariaman, Desa Simpang , Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Hadir Sekretaris Tanfizdiyah PCNU Kota Pariaman Muhammad Nur, MA, Bendahara PW GP Ansor Sumbar Armaidi Tanjung, Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi, Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, mantan Ketua Umum PMII Kota Pariaman Hendri dan Idris.

Menurut Afriendi, upaya yang harus dilakukan kader PMII dalam meningkatkan penguatan nilai-nilai Aswaja adalah melakukan kegiatan lebih banyak di pondok pesantren. Artinya, kader PMII harus lebih dekat dengan para ulama yang menjadi panutan di tengah masyarakat.

Asli Muhammadiyah

“Kader PMII ke depan yang diharapkan adalah yang memiliki kekuatan Aswaja dan kepemimpinan. Kekuatan Aswaja ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan di pondok pesantren, selain melalui pengkajian, diskusi dan pendalaman nilai dasar perjuangan (NDP). Sedangkan kekuatan kepemimpinan dibentuk melalui kekuatan organisasi. Dimana kader berproses di PMII ini,” kata Afriendi yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat ini.

Asli Muhammadiyah

Afriendi juga menambahkan, sudah saatnya kader PMII memperbanyak zikir. Jangan hanya aksi di lapangan seperti demo, bakti sosial dan sebagainya. “PMII harus memiliki karakter tersendiri. Kehadiran PMII hendaknya sesuai dengan misi kelahiran PMII 54 tahun lalu,” kata Afriendi.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 9 April lalu, Afriendi menilai masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan masih banyaknya masalah yang ditemui saat pelaksanaan pemunggutan suara. Diantara masalah yang ditemui, adanya kertas suara yang tertukar satu daerah pemilihan dengan daerah pemilihan lain, pencoblosan ramai-ramai oleh pihak tertentu, dan banyaknya indikasi money politik (politik uang) yang dilakukan caleg.  

PMII yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, turut mendukung pelaksanaan Pemilu 9 April yang bersih, jujur, aman dan mendorong tingkat partisipasi pemilik. Namun upaya yang dilakukan baru sebatas himbauan dan ajakan di media massa agar semua pihak dapat menjalankan peran masing-masing sehingga pelaksanaan Pemilu 9 April berjalan lancar, aman, tertib dan sesuai dengan undang-undang.

PMII sangat prihatin adanya gejolak pasca Pemilu 9 April. Baik protes tim sukses caleg yang berujung dengan tindakan kekerasan, pembakaran kantor penyelenggara Pemilu karena tidak menerima kekalahan sebagai caleg,  sampai adanya caleg yang mengalami gangguan jiwa hingga masuk rumah sakit jiwa, kata Afriendi.

Dikatakan Afriendi, agenda Pemilu 2014 yang di depan mata adalah pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pada Mei 2014 sudah mulai pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden. “Kader PMII di semua tingkatan diminta untuk turut mengawal pelaksanaan pilpres sehingga dapat berjalan lancer. Kader PMII harus berperan aktif menyukseskan Pilpres tersebut,” kata Afriendi. (Armaidi Tanjung/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Halaqoh, IMNU, Pesantren Asli Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Setelah lama tidak pernah direnovasi, akhirnya Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya yang berada di Jalan A Yani dirombak total. Hal ini dilakukan agar gedung terlihat lebih modern dan cantik.

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Hal ini disampaikan Kepala RSI Surabaya kepada sejumlah media saat peresmian kamar operasi baru yang diharapkan bisa menjadi tempat rujukan pasien gawat darurat di wilayah Surabaya selatan dan sekitarnya.

"Kamar operasi baru ini terdiri dari tiga kamar operasi dan dua ruangan perawatan pascaoperasi. Kami juga tengah merenovasi gedung agar lebih modern, seperti yang ada pada ruang kamar operasi kami,” kata Kepala RSI A Yani, dr Samsul Arifin MARS, Sabtu (24/5).

Asli Muhammadiyah

Gedung baru ini, lanjutnya, akan merombak total wajah RSI A Yani dengan desain minimalis modern, sehingga diharapkan wajah RSI akan tampak semakin cantik ketika dilihat dari flyover Wonokromo.

Asli Muhammadiyah

“Bangunan kami belum pernah direnovasi sejak tahun 70-an. Kami pikir, perubahan yang progresif harus dilakukan untuk semakin menumbuhkan sikap pelayanan kepada pasien,” sambungnya.

Samsul yang juga Humas Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim ini mengungkapkan, pembangunan ini dilakukan untuk menyambut pasar bebas dimana Surabaya menjadi kota percontohan di Indonesia untuk masuknya rumah sakit asing. “Kalau tidak melakukan perubahan progresif, kita akan tertinggal ketika AFTA nanti,” ujarnya.

Ketua Yayasan RSI, M Nuh, menyatakan, meski RS tipe C, standarisasi fasilitas kamar operasi baru RSI A Yani ini hampir setara dengan kamar serupa di RSUD Dr Soetomo. “Di bawah satu tingkat dari RSUD Dr Soetomo. Untuk pembangunan gedung baru berlantai 9 kami perkirakan akan selesai dua tahun mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono, menambahkan, penambahan fasilitas dan pembangunan renovasi Gedung RSI A Yani merupakan hal yang tepat dilakukan.

Saat ini, ungkapnya, ada sekitar 450 RS di Jatim, 53 di antaranya merupakan RS Pemerintah. Menurutnya, RS swasta lainnya harus terus melakukan peningkatan fasilitas agar siap ketika nanti mulai masuk RS-RS asing ke Surabaya.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Rais PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. (Syaifullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Ahlussunnah Asli Muhammadiyah

Senin, 15 April 2013

KH Marzuki: PMII, Contohlah Gus Dur!

Blitar, Asli Muhammadiyah. Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar mengimbau supaya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mencontoh sikap dan gerakan mantan Ketua Umum PBNU 1984-1999, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

KH Marzuki: PMII, Contohlah Gus Dur! (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Marzuki: PMII, Contohlah Gus Dur! (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Marzuki: PMII, Contohlah Gus Dur!

Ia menegaskan hal itu pada pelantikan PC PMII Blitar, Jawa Timur  masa khidmat 2013-2014 dan pengajian akbar di Pondok Pesantren Tarbiyatus Solihin Blitar, Kamis (17/10).

Menurut Kiai Marzuki, Gus Dur, merupakan sosok yang fenomenal, cerdas dan tangguh, juga tokoh yang berjuang sangat ikhlas. 

Asli Muhammadiyah

Kontribusi Gus Dur bagi bangsa ini dan umat Islam di Indonesia maupun di dunia sangat besar. “Untuk itu, kader PMII harus mencontoh sikap dan gerakan seperti Gus Dur,” katanya dalam ceramahnya.

Asli Muhammadiyah

Hadir pada kesempatan itu Kapolres Blitar Indarto, Ketua IKAPMII Jatim Mujahid Ansori, Wakil PWNU Jatim KH. Nurhadi Ridwan, Gus Tamim, Syaiful Maarif,  Ketua PB PMII Abdul Aziz, Ketum PKC Fairous Huda. 

Selain itu, hadir juga Ketua Umum PMII se-Jatim di antaranya PC PMII Kediri, Bangkalan, Pamekasan, Sidoarjo, Jombang, Bondowoso, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Tulungagung. (Imam Kusnin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Pesantren Asli Muhammadiyah

Minggu, 22 Mei 2016

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Telah berpulang ke rahmatullah Mustasyar PWNU DI Yogyakarta KH A Arwan Bauis pada Selasa (11/8) malam. Pejuang NU di Yogyakarta ini dipanggil oleh Allah pada pukul 22.00 setelah beberapa tahun terakhir menderita Leukemia.

Salah seorang pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta KH Hilmi Muhammad mengatakan bahwa KH Arwan merupakan pejuang tulen NU yang tak tertandingi, lahir dan batin. Komitmennya terhadap NU tidak perlu diragukan. Pengabdiannya di GP Ansor di masanya juga memberikan bekas tersendiri.

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul

“Beliau adalah murid Simbah almarhum KH Ali Maksum, dan juga sahabat sekaligus pengawal almarhum KH Abdurrahman Wahid bila sedang di Yogya,” kata KH Hilmi dalam akun fesbuknya, Rabu (12/8).

Asli Muhammadiyah

Ustadz Hilmi mengajak warga NU untuk meneladani KH Arwan terkait pengabdiannya untuk NU. Ia bercerita bahwa di era awal reformasi, almarhum mengalami puncak karier dan senioritas di Kanwil Depag DIY. Almarhum semestinya berhak untuk menjabat sebagai Kakanwil, namun ia dengan logowo menyerahkan posisinya untuk kalangan Muhammadiyah.

Asli Muhammadiyah

“Ini menjadi pelajaran besar bagi kita bahwa jabatan bukan segala-galanya, dan bahwa NU sebagai lembaga dakwah dan pengabdian tidak sepatutnya dijadikan pijakan guna mendapatkan suatu kedudukan tertentu,” ujar Ustadz Hilmi seraya mengajak warga NU untuk berdoa agar Allah mengampuni almarhum dan melipatgandakan amalnya. Allah yarhamuh. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU Asli Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

Kudus, Asli Muhammadiyah. Tahun kelahiran Nahdlatul Ulama sudah tercatat pada soko (tiang penyangga) Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jawa Tenah. Pada soko tersebut tertulis kalimat Arab yang berbunyi “matatil bid’ah biqiyami hujjah liahlis sunniyah" yang ditulis oleh pengusaha ubin Kudus KH Ahmad Kamal.

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

“Kalimat itu kalau dihitung per huruf abjadnya berjumlah 1344 sesuai tahun kelahiran NU dari hitungan Hirjiyah. Bila sampai tahun 1435 H ini? berarti sudah tepat NU diperingati harlah ke-91,” kata Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dalam acara Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU di Aula MANU Banat Kudus, Kamis (15/5) malam.

Mbah Syaroni, sapaan akrabnya, mengingatkan kembali supaya harlah NU diperingati berdasarkan hitungan Hijriyah, yakni pada 16 Rajab 1344 yang bertepatan 31 januari 1926. Di sampaing itu, peringatan harlah NU tidak perlu diubah menggunakan kata “Hari Ulang Tahun (HUT)”.

Asli Muhammadiyah

“Rahasianya, istilah harlah itu dari kata maulid, sedangkan HUT itu sama saja dengan Haul. Kalau haul berarti memperingati kematian padahal NU tidak mati,”jelas.

Hikmah peringatan harlah NU, menurut pengasuh pengajian rutin Jum’at pagi di Masjid Menara Kudus, adalah untuk mengulangi semangat baru dalam berjuang. Biasanya nafsu seseorang itu senang hal? baru sehingga harlah NU sangat penting diperingati.

Asli Muhammadiyah

“Semoga perjuangan ke depan, NU tetap menjadi jam’iyyah yang besar dan jaya memperjuangkan kemaslahatan ummat,” ujar Mbah Sya’roni yang diamini semua pengurus NU yang hadir.

Sementara itu, Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi menegaskan, NU pada masa kepemimpinannya ini akan menata kepengurusan di semua tingkatan serta memperkuat lembaga.

“PCNU Kudus juga akan membangun sumber daya manusia yang kuat melalui penguatan bidang pendidikan,” tandasnya saat menyampaikan sambutan harlah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Fragmen Asli Muhammadiyah

Minggu, 01 Mei 2016

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Pak ustadz, saya adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, dan tinggal beserta anak-istri di sebuah rumah yang sederhana. Kami memiliki tetangga non-muslim yang berkecukupan dan sangat baik. Setiap menjelang lebaran tetangga saya yang non-muslim itu membagi-bagikan sarung, sirup, dan sembako bahkan uang kepada kami yang muslim.

Dia selalu bilang: “Ini THR dari kami, mohon diterima dengan baik meski seadanya”. Saya sering kali ragu untuk menerimanya karena yang memberikan adalah orang non-muslim. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukumnya menerima THR dari orang non-muslim? Mohon kiranya pak ustadz memberikan penjelasan hukumnya. Atas penjelasannya saya ucapkan terimakasih. Dedy/Jakarta          

Jawaban

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menerima THR dari Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setelah mencermati pertanyaan di atas, kami berkesimpulan bahwa THR yang diberikan orang non-muslim tersebut pada dasarnya masuk dalam kategori hadiah. Karena pemberian tersebut tanpa konpensasi. Maka sebelum menjawab pertanyaan tersebut kami akan menjelaskan sedikit tentang hukum memberikan hadiah.

Asli Muhammadiyah

Pada dasarnya hukum memberikan hadiah adalah sunnah, karena hadiah bisa memberikan efek positif. Yaitu menumbuhkan welas-asih dan menjauhkan permusuhan. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh al-Qurthubi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Asli Muhammadiyah

“Hukum hadiah itu disunnahkan, dan hadiah itu bisa mewariskan kasih sayang dan menghilangkan permusuhan. Imam Malik telah meriwayatkan dari ‘Atha` bin Abdillah al-Khurasani, ia berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, Hendaknya kalian saling bersalaman maka kedengkian akan sirna, dan hendaknya kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling menyayangi satu sama lainnya dan permusuhan akan sirna”.(Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Kairo-Dar al-Kutub al-Mishriyyah, cet ke-2, 1384 H/1964 M, juz, 13, h. 199).

Sampai disini sebenarnya tidak ada persoalan. Namun kemudian muncul persoalan sebagaimana pertanyaan di atas. Yaitu, bagaimana jika yang memberikan hadiah adalah orang non-muslim?

Imam Bukhari pakar hadits terkemuka dan hadits riwayatnya diakui paling shahih di antara riwayat-riwayat ahli hadits yang lainya, dalam kitab Shahih-nya menulis bab khusus mengenai qabul al-hadiyah min al-musyrikink (kebolehan menerima hadiah dari non muslim).

Dalam bab ini Imam Bukhari menyuguhkan beberapa hadits yang menunjukkan kebolehan menerima hadiah dari non-muslim. Di antaranya adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? --? ?

“Said berkata, dari Qatadah dari Anas ra, sesungguhnya Ukaidira Dumah pernah memberikan hadiah kepada Nabi saw”. (HR. Bukhari).

Hadits lain yang juga bisa dijadikan dasar hukum kebolehan menerima hadiah dari orang non-muslim adalah hadits riwayat at-Tirmidzi yang mengisahkan bahwa Salman al-Farisi pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah saw berupa ruthab (kurma basah). Pada saat Salman al-Farisi memberikan hadiah tersebut, ia belum masuk Islam. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Zainuddin al-‘Iraqi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam hadits tersebut mengandung pengertian kebolehan menerima hadiah dari orang kafir. Sebab, Salman al-Farisi ketika memberikan hadiah kepada Rasulullah saw belum masuk Islam. Ia masuk Islam setelah mengentahui tiga tanda kenabian yaitu penolakan Rasulullah saw terhadap shadaqah (zakat), memakan hadiah, dan khatam an-nubuwwah. Hanya saja Salman al-Farisi ra melihat khatam an-nubuwwah setelah Rasulullah saw menerima hadiahnya”. (Zainuddin al-‘Iraqi, Tharh at-Tatsrib fi Syrah at-Taqrib, Bairut-Mu`assah at-Tarikh al-‘Arabi, tt, juz, 4, h. 40).

Penjelasan singkat ini jika ditarik ke dalam kontesk pertanyaan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum menerima THR dari orang non-muslim adalah boleh sebagaimana bolehnya menerima hadiah dari orang non-muslim.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga bermanfaat. Dan saran kami adalah hargailah pemberian orang lain meski tidak seiman, hormati keyakinan orang lain, balasalah perbuatan baik orang lain dengan kebaikan pula. Karena, tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)         

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pesantren, IMNU Asli Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Diskusi Haul Gus Dur Ungkap Sembilan Nilai Pemikiran

Sumenep, Asli Muhammadiyah. Memperingati delapan tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Pragaan Sumenep Jawa Timur mengadakan diskusi pemikiran tokoh yang dikenal dengan Gus Dur tersebut. 

Diskusi Haul Gus Dur Ungkap Sembilan Nilai Pemikiran (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi Haul Gus Dur Ungkap Sembilan Nilai Pemikiran (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi Haul Gus Dur Ungkap Sembilan Nilai Pemikiran

Kegiatan dilaksanakan di kantor Majlis Wakil Cabang atau MWC NU Pragaan, Kamis (4/1). Hadir pada kegiatan tersebut rais syuriyah dan ketua tanfidziyah NU setempat, Pimpinan Cabang Ansor Sumenep, Polsek Prenduan, pengurus ranting NU dan anggota Ansor Pragaan.

Dalam sambutannya, Mohammad Muhri mengatakan bahwa pemuda Ansor harus bangga dengan ideologi Ahlussunnnah wal Jama’ah atau Aswaja. Ideologi ini tidak hanya dianut warga Nusantara, bahkan dipelajari di belahan dunia.

"Sebagai pemuda, kita harus bangga karena NU telah go internasional,” kata Ketua PC GP Ansor Sumenep tersebut. Islam moderat tidak hanya milik NU, tetapi banyak negara merindukan damai, persaudaraan, dan itu bisa dijawab lewat ajaran ini. Bahkan Aswaja NU dapat memadukan konsep negara dan agama menjadi Islam yang ramah serta santun, lanjutnya.

Sementara Rais Syuriyah MWC NU Pragaan KH Zarkasyi Rokhim dalam pengakuannya tentang Gus Dur mengingatkan pemuda Ansor mewaspadai banyak gerakan trans nasional. Keberadaannya bergerak begitu cepat untuk memutus generasi muda dari akar kesejarahan bangsa. 

Asli Muhammadiyah

"Idiom kebudayaan kita yang diperas dengan darah dan air mata akan dihapus oleh bentuk penjajahan modern," katanya. Bahkan, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI lahir dari akar budaya bangsa yang harus dijaga dan dipelihara.

Dalam paparannya, empat pilar itu oleh Gus Dur dijaga dengan sembilan nilai pemikiran. Yaitu nilai ketauhidan dalam kebangsaan, penghargaan nilai kemanusiaan, keseimbangan dengan tidak ekstrim kanan dan kiri. Juga nilai pembebasan, kesederhanaan yang ditempatkan secara wajar dan patut, tiga persaudaraan yakni islamiyah, wathaniyah dan basyariyah, kesatriaan,  kesetaraan, serta kearifan lokal, urainya.

"Kalau budaya kita sudah tercerabut dari akarnya, maka putuslah  ketersambungan dengan para pendiri bangsa, dan pada saatnya hancurlah bangsa ini," kata Kiai Zarkasyi yang juga putra pejuang NU Pragaan KH Abdurrahiem di akhir penjelasannya.

Haul juga diisi deklarasi dimulainya kajian kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya Hadratussyekh KH. Hasyim Asyari yang kajiannya dipandu Drs. KH. Warits Anwar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Pakamban Laok.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin Kiai Luqman Hamdi. (Zubaery Kareem/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Bahtsul Masail Asli Muhammadiyah

Selasa, 12 November 2013

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha

Padang Pariaman, Asli Muhammadiyah. Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman, Sumatera Barat, masa khidmat 2013-2014 berjalan sukses di Aula BLK Kabupaten Padang Pariaman, Ahad (23/1).

Dalam acara yang dirangkai dengan Seminar Kewirausahaan “Interprenership sebagai Solusi Perekonomian Bangsa di Piaman Laweh” ini, ketua baru PC PMII Pariaman, Satria Efendi, menyatakan bahwa sebagai organisasi kemahasiswaan, PMII harus sanggup hidup mandiri secara ekonomi dalam merealisasikan berbagai programnya.

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha

Menurut dia, PMII yang lahir sejak tahun 1960 seharusnya mempunyai kematangan dalam berbagai hal, termasuk dalam menghadapi tantangan di tengah-tengah masyarakat. Modal yang kuat, katanya, sangat dibutuhkan terutama bagi para kader PMII yang memilih jalur politik di masa mendatang.

Asli Muhammadiyah

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga PB PMII Ulil Amri menginstruksikan agar pengurus PMII di berbagai level harus selalu memperkuat organisasi dan kaderisasi agar kader-kader PMII mampu menghadapi tantangan global. Dalam hal kewirausahaan PB PMII sangat mendukung agar kader-kader PMII secara finansial kuat dan mampu menjadi pengusaha dan politisi ke depannya.

Dukungan juga datang dari Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar. Dalam sambutannya, Genius mengatakan, pemerintah kota akan bekerja sama dengan PMII dalam mewujudkan pengusaha muda di Pariaman. 

Asli Muhammadiyah

Pemkot punya program pemberdayaan dan latihak kerja di Disnaker, sementara untuk penguatan modal dapat disalurkan melalui Kopperindag Kota Pariaman. 

Hadir sebagai narasumber dalam seminar kewirausahaan pengusaha muda asal Pariaman Zulkardi, Kepala Dinas Koperasi Pariaman Gusniyetti Zaunit, tokoh masyarakat Pariaman, H. Martiyas Mahyudin. 

Peserta terdiri dari para kader PMII, organisasi siswa intra sekolah (OSIS), organisasi kepemudaan (OKP), dan utusan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Pariaman. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU Asli Muhammadiyah

Kamis, 24 November 2016

Ansor Gending Ajari Siswa PAUD Manasik Haji

Probolinggo, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Sabtu (1/11) mengajari siswa TK/PAUD se-Kecamatan Pajarakan praktik manasik haji di wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Ansor Gending Ajari Siswa PAUD Manasik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gending Ajari Siswa PAUD Manasik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gending Ajari Siswa PAUD Manasik Haji

“Alhamdulillah, kami diberi kepercayaan untuk melatih siswa dari kecamatan lain. Ini membuktikan bahwa kami dianggap mampu mengajari ilmu manasik haji sejak dini,” ungkap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Syaba.

Dalam pelatihan tersebut, para pemuda Ansor Gending ini juga memberikan fasilitas manasik haji mulai dari kain ihram dan buku panduan manasik yang dapat dipelajari lagi di rumah masing-masing.

Asli Muhammadiyah

“Pelatihan praktik bimbingan manasik haji ini dimaksudkan untuk melatih ibadah haji sejak dini serta memberikan pengalaman dengan praktik secara langsung. Sehingga setelah dewasa mereka sudah memahami ilmu manasik haji,” jelasnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut Muslimin praktik manasik haji ini sengaja diberikan sebagai salah satu upaya pemuda Ansor dalam menanamkan ilmu haji sejak dini. “Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ibadah tahunan yang dilakukan oleh kaum muslim dan muslimin sedunia yang mampu,” terangnya.

Sebelum sebelum berangkat haji jelas Muslimin, ilmu haji harus benar-benar dikuasai dengan baik agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. “Ini merupakan upaya kami agar ilmu haji bisa dikuasai sejak dini. Dan kegiatan ini masuk dalam salah satu program kerja PAC GP Ansor Kecamatan Gending,” tambahnya.

Muslimin menambahkan bahwa ibadah haji harus dilakukan secara urut dan sistematis. “Harapan kami setelah mengikuti pelatihan ini para siswa TK/PAUD ini semakin rajin dan terpacu untuk beribadah dan menjadi siswa Islami yang berkualitas,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Sunnah Asli Muhammadiyah

Jumat, 26 Februari 2010

Desentralisasi Pendidikan Masih Setengah Hati

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menilai, kebijakan pemerintah tentang desentralisasi pendidikan masih belum jelas. Meski secara peraturan lembaga pendidikan diberi otonomi, proses pengelolaan dirasakan tetap terpusat.

“Tampaknya, baik pemerintah pusat maupun provinsi tidak rela menyerahkan sepenuhnya pengelolaan pendidikan kepada kabupaten atau kota,” kata Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi di Jakarta, Senin (26/11).

Desentralisasi Pendidikan Masih Setengah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Desentralisasi Pendidikan Masih Setengah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Desentralisasi Pendidikan Masih Setengah Hati

Menurut dia, ketidakrelaan melepas otoritas ini menyebabkan konsep desentralisasi pendidikan menjadi setengah hati. Lembaga pendidikan yang memiliki keunikan tak leluasa mengembangkan diri lantaran dikendalikan oleh sistem yang mengikat, seperti Ujian Nasional.

Asli Muhammadiyah

Belum lagi, sambung Syauqi, ada ketidakseimbangan perhatian di antara satuan pendidikan, baik sekolah, madrasah, pesantren, atau lainnya. “Masih terjadi diskriminasi terhadap pengelolaan satuan pendidikan dalam aspek pembiayaan, ketenagaan, sarana, dan seterusnya,” imbuhnya.

Ditambahkan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dicanangkan pemerintah sejatinya mengarah pada otonomi pendidikan. Namun, pemerintah terlihat belum siap karena berbagai unsur penunjang kebijakan ini masih diabaikan.

Asli Muhammadiyah

“Idealitasnya tidak diimbangi dengan peningkatan sarana, prasarana, mutu guru, dan pemberian pemahaman yang holistik tentang kurikulum tersebut. Implikasinya, pendidikan dasar dan menengah mengalami kemerosotan kualitas hasil belajar,” ujarnya.

Redaktur  : Hamzah Sahal

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU Asli Muhammadiyah

Jumat, 19 April 2013

Selain Ulama Besar, Mereka Juga Seniman

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, ada banyak ulama besar di dalam sejarah peradaban Islam yang juga seorang seniman seperti peletak dasar mazhab Syafi’iyyah, Imam Syafi’i.

“Imam Syafi’i sebelum menjadi seorang ulama besar, penyair,” kata Kiai Said saat memberikan sambutan dalam acara Pameran Tunggal Seni Rupa Nabila Dewi Gayatri di Grand Syahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (8/5).

Selain Ulama Besar, Mereka Juga Seniman (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Ulama Besar, Mereka Juga Seniman (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Ulama Besar, Mereka Juga Seniman

Kiai Said menambahkan, Sayyidina Ali bin Abi Tholib adalah juga seorang seniman sebelum menjadi seorang khalifah. “Sayyidina Ali sebelum jadi khalifah, penyair, seniman,” terangnya.

Asli Muhammadiyah

Kiai lulusan Ummul Quro Mekkah itu mengutip apa yang disampaikan oleh Dzun Nun Al Misri bahwa seni adalah suara kebenaran yang tidak bisa bohong dan bisa menghantarkan seseorang untuk menuju kepada Allah.

“Dengan seni seseorang bisa mencapai makrifat karena seni tidak bisa bohong,” ucapnya.

Lebih jauh, pengasuh Pesantren Luhur Al Tsaqafah itu memberikan apresiasi yang tinggi kepada Nabila Dewi Gayatri karena sudah melukis ulama-ulama Nusantara. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa sang pelukis benar-benar cinta kepada ulama.

Asli Muhammadiyah

“Yang dilukis nggak komersil, nggak menarik, nggak nyahwati. Tapi karena Mbak Nabila cinta ulama, kagum dengan para ulama, maka yang dilukis ulama,” urainya.

Hadir dalam acara tersebut Kapolri Tito Karnavian, Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan Robikin Emhas, dan sejumlah seniman.

Dalam pameran tersebut, ada empat puluh tujuh sosok kiai atau ulama yang dipamerkan. Sebagian besarnya adalah kiai-kiai NU mulai dari Hadratussyekh Hasyim Asyari sampai KH Said Aqil Siroj. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Warta, Pertandingan, IMNU Asli Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

Gus Dur Siapkan Kuasa Hukum untuk Bela Republik Mimpi

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Rencana pemerintah melalui Menteri Negara Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofjan Djalil yang melakukan somasi terhadap tayangan Republik Mimpi di Metro TV mendapat perlawanan dari mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bahkan Gus Dur sudah menyiapkan kuasa hukum dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa untuk membela tayangan tersebut jika Sofjan Jalil serius melakukan somasi.

Demikian diungkapkan Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali Effendi Ghazali kepada wartawan, usai mengunjungi Gus Dur yang sedang menjalani perawatan di Ruang Cenderawasih Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat (2/3) lalu.

Gus Dur Siapkan Kuasa Hukum untuk Bela Republik Mimpi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Siapkan Kuasa Hukum untuk Bela Republik Mimpi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Siapkan Kuasa Hukum untuk Bela Republik Mimpi

Dikatakan Efendi, Gus Dur yang juga mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu mengaku terkejut dengan rencana Menkominfo yang melakukan somasi terhadap tayangan parodi tersebut. Pasalnya, para mantan presiden yang ditirukan dalam acara itu justru sama sekali tidak merasa terganggu.

Gus Dur, seperti dituturkan Effendi sangat mendukung acara parodi politik. “Parodi politik yang merupakan humor politik itu relatif tidak ada batasnya,” ujar Effendi menirukan Gus Dur. Masih mengutip Gus Dur, Effendi mengatakan, pemimpin dan bangsa yang kuat adalah mereka yang mampu menertawakan dirinya sendiri.

Menyoal dukungan yang diberikan Gus Dur, Effendi sendiri merasa terkejut. Karena, kata Effendi, ketika bertemu di rumah sakit Gus Dur tidak membicarakan soal bantuan kuasa hukum tersebut. “Setelah pulang dari rumah sakit, tiba-tiba Pak Ikhsan Abdullah SH (kuasa hukum Gus Dur dan PKB, red) menelepon saya dan menyatakan siap membantu jika pemerintah serius melakukan somasi,” ungkap Effendi.

Munculnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari mantan presiden tersebut membuat Effendi dan kawan-kawan tetap bersemangat menelorkan kreatifitas yang memberikan proses pendidikan dalam melakukan komunikasi politik pada era demokrasi.

Asli Muhammadiyah

“Ini hadiah dari Gus Dur untuk kreatifitas dan dukungan keluarga news.com di seluruh Indonesia. Ini betul-betul surprise. Terima kasih patut kami sampaikan kepada Gus Dur, Ibu Mega dan keluarga Pak Harto yang bisa memahami dan menerima tayangan parodi politik itu,” imbuh Effendi.

Pemerintah Telinga Tipis

Sebelumnya, pendapat senada juga keluar dari mantan Presiden Megwati Soekarnoputri. Megawati, seperti dituturkan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Pramono Anung, tak mempermasalahkan penampilan tokoh Megakarti yang menirukan sosok Megawati. Menurutnya, hal itu masih dalam batas yang wajar.

“Ibu tidak pernah komentar dan senyum-senyum saja melihat tontonan yang menampilkan sosok Megakarti,” ungkap Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jumat (2/3) lalu.

Asli Muhammadiyah

Rencana somasi itu, lanjut Pramono, menunjukkan betapa pemerintah memiliki telinga tipis dan tidak siap menerima kritik. “Ini konsekuensi pemimpin dan pemerintah yang lahir dalam era reformasi yang menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan berekspresi. Para pemimpin itu harus siap menghadapi parodi politik seperti yang ditampilkan dalam tayangan Republik Mimpi,” papar Pramono.

Apalagi, lanjutnya, parodi yang ditampilkan itu mengungkapkan realitas yang selama ini dirasakan dalam masyarakat. Sebab itu, jika alasan somasi yang bakal diajukan pemerintah itu berkaitan dengan soal etis atau tidak etis, sebaiknya masyarakatlah yang memberikan penilaian. “Silakan tanya masyarakat dong, apa betul acara itu tidak etis. Masyarakat itu sudah pintar dan punya swa-sensor dalam dirinya untuk menentukan etis tidaknya sebuah tayangan televisi,” tandas Pramono. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Bahtsul Masail Asli Muhammadiyah

Sabtu, 05 Maret 2016

16 Tahun Terlalu Dini, UU Pernikahan Perlu Direvisi

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Penolakan Mahkamah Konstitusi untuk menaikkan batas minimal pernikahan bagi perempuan dari 16 tahun menjadi 18 tahun, menuai reaksi banyak kalangan. Hasil judicial review MK atas UU Perkawinan 1974 pada Kamis 18 Juni kemarin, dinilai tidak berpihak pada kesehatan reproduksi perempuan.

“Saya sangat menyesalkan penolakan MK untuk menaikan batas minimal usia pernikahan perempuan itu,” kata anggota DPR RI komisi IX Nihayatul Wafiroh di Jakarta, Jumat (19/6) siang.

16 Tahun Terlalu Dini, UU Pernikahan Perlu Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tahun Terlalu Dini, UU Pernikahan Perlu Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tahun Terlalu Dini, UU Pernikahan Perlu Direvisi

Padahal, perempuan berhak mendapatkan jaminan perlindungan kesehatan reproduksi.  Sebab, sesuai penelitian medis, perempuan di usia 16 tahun itu masih tergolong anak-anak. Seharusnya, MK mengabulkan permintaan masyarakat untuk menaikkan batas usia perkawinan bagi perempuan, kata Nihayah.

Asli Muhammadiyah

"Saya menolak batas usia menikah perempuan pada usia 16 tahun dalam UU nomor 1 1974, karena berkontribusi pada Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Risiko lain yang tak kalah mengerikan adalah  kelahiran premature yang berujung pada lahirnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Karenanya, keputusan itu tidak memihak pada kepentingan kesehatan perempuan dan bayi yang dilahirkan," tegas Nihayah.

Kecuali itu, regulasi juga perlu memerhatikan kesehatan serta kesiapan mental  kedua belah pihak calon mempelai terutama perempuan yang mengandung dan melahirkan, ujar Nihayah yang juga bermitra kerja dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Asli Muhammadiyah

Ia menuturkan bahwa pihaknya sering kali menjumpai anak-anak yang lahir prematur akibat pernikahan dini. Selain itu yang perlu diperhatikan juga UU nomor 35 tahun 2014 pasal 26 poin C yang menyebutkan bahwa dalam rangka melindungi anak-anak, negara harus mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak.

BKKBN dalam konteks ini menetapkan batas minimal menikah pada usia 20 tahun agar melahirkan generasi yang sehat. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehan Indonesia (SDKI) 2012, AKI mencapai 359 per 100.000 kelahiran atau meningkat sekitar 57 persen  dibandingkan dengan kondisi pada 2007 yang hanya 228 per 100.000 kelahiran.

Indonesia masuk dalam peringkat ke-37 dalam usia pernikahan dini dari seluruh negara di dunia. Di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah Kamboja. Pernikahan dini dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi, tutup Nihayah. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Pendidikan Asli Muhammadiyah

Senin, 08 November 2010

Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning

Jombang, Asli Muhammadiyah. Asrama Al-Hambra pesantren Darul ‘Ulum Jombang di bawah asuhan Gus Binhad Nurrohmat dan Hj Ma’murotus Sa’diyah yang juga rektor Universitas Darul ‘Ulum Jombang) mengadakan Pelatihan Membaca Kitab Kuning Kilat.

Ditemui Asli Muhammadiyah, Gus Binhad Nurrohmat menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah agar belajar para santri lebih meningkat.

Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning

“Tujuan pelatihan ini adalah memperkenalkan metode pembelajaran tata bahasa Arab yang berbeda agar santri lebih antusias belajar bahasa Arab. Ini penting dilakukan agar santri lebih semangat dan makin mumpuni berbahasa Arab dan bisa mengakses isi kitab-kitab langsung melalui bahasa aslinya,” ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Pelatihan yang terus berlanjut selama beberapa sesi  ini dipandu pengasuh pesantren Darul ‘Ulum Karangpandan Pasuruan Gus Haidar Hafidz. Gus Haidar yang juga pengurus Lesbumi Pasuruan menamai metodenya “Ar-Rumuz”.

Asli Muhammadiyah

“Para santri jangan takut membaca kitab. Caranya langsung baca kitab mukhtashar jiddan, kosongan,” ujarnya dalam pelatihan di Pendopo Thoriqoh, Sabtu (22/3) malam.

Menurutnya, kunci membaca kitab itu dua, ketepatan i’rab dan bina’. Santri tak perlu menghafal. Cukup menulis dan membaca secara terus menerus diagram sistematika i’rab dan bina.

Gus Haidar mengatakan, cukup tiga hingga lima pertemuan para santri sudah mahir membaca kitab dasar semacam mukhtashar jiddan. “Pokoknya santri harus berani belajar membaca. Jangan disalahkan. Kita pandu. Biarkan santri mencari sendiri pemahamannya, dan ini membutuhkan kamus semacam Al-Munawwir.”

Di setiap selesai pemahaman metode, para santri diminta menghadiahi fatihah kepada masyayikh. “Agar ada yang mendampingi secara spiritual,” ujar Gus Haidar serius.

Fitrah, seorang santri ketika ditanya kesan pelatihan ini menyampaikan, “Saya senang dengan pelatihan ini. Saya bisa lebih mudah membaca dan mengartikan  kitab. Lebih percaya diri.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU Asli Muhammadiyah

Sabtu, 13 Mei 2017

Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes

Brebes, Asli Muhammadiyah. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti nguri-nguri tradisi nyadran sebelum datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi nyadran merupakan salah satu tradisi dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan nyekar dan membaca yasin, tahlil dan doa di pemakaman para leluhur Bupati.

“Sebagai anak, saya berusaha untuk birul walidain kepada orang tua dengan nyadran,” ungkap Bupati usai melaksanakan kegiatan nyadran di Makam Keluarga Pesurungan Lor, Kota Tegal, Jumat (3/6).

Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes

Bupati menjelaskan, kegiatan nyadran bagi pegawai di lingkungan Pemkab Brebes sudah menjadi kebijakan yang dikeluarkan sejak dulu. Bahkan mereka diberi hak cuti nyadran selama dua hari terutama bagi pegawai yang rumahnya di luar kota. Pemkab telah membuat surat edaran tentang pengaturan cuti tahunan keperluan nyadran dan penetapan jam kerja PNS selama bulan Ramadhan tahun 2016.?

“PNS diberi hak untuk cuti dua hari bagi yang menginginkan, tetapi kebanyakan tidak diambil cuti tersebut,” kata Bupati.

Saat nyadran, Bupati dan Suami Kompol H Warsidin serta anaknya Elshinta membaca surat Yasin, Tahlil dan Doa yang dipimpin KH Muzani. Tampak juga para pejabat di lingkungan Pemkab Brebes turut mendampingi nyadran keluarga Bupati.?

Asli Muhammadiyah

Mereka tampak kusyu memanjatkan doa disamping makam H Ismail bin H Ali Jabidi di pemakaman keluarga Desa Pesurungan Lor. Sebelumnya, mereka juga membaca yasin, tahlil dan doa diatas pusara makam ayah dan Ibu dari Kompol Warsidin yakni Hj Rejeh binti Salwi dan H Siryad bin Daman di Pemakaman Umum Desa Krandon, Kota Tegal.

Menurut catatan sejarah, Nyadran berasal dari tradisi Hindu-Budha. Sejak abad ke-15 para Walisongo menggabungkan tradisi tersebut dengan dakwahnya, agar agama Islam dapat dengan mudah diterima. Pada awalnya para wali berusaha meluruskan kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa saat itu tentang pemujaan roh yang dalam agam Islam dinilai musrik.?

Asli Muhammadiyah

Agar tidak berbenturan dengan tradisi Jawa saat itu, maka para wali tidak menghapuskan adat tersebut, melainkan menyelaraskan dan mengisinya dengan ajaran Islam, yaitu dengan pembacaan ayat Al-Qur’an, tahlil, dan doa. Nyadran dipahami sebagai bentuk hubungan antara leluhur dengan sesama manusia dan dengan Tuhan. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah IMNU, Quote, Hikmah Asli Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Tangerang, Asli Muhammadiyah



Dalam setiap aksi, mahasiswa terkesan beringas nyaris tanpa ampun demi menyampaikan tuntutan. Kadang mereka dianggap tidak beretika kepada pihak yang dituntut.?

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Namun berbeda dengan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang. Ketika berdemo, mereka sempat mencium tangan salah satu pejabat dinas di Pemerintah Kota Tangerang.?

Abdul Qodir, salah satu peserta aksi melakukan hal itu. Menurut dia, aksi harus mengedepankan etika.

"Berpendapat tetap harus mengedepankan etika dan moral. Tidak harus dengan marah marah,” kata mahasiswa semester 1 STISNU pada Jumat (21/10) melalui siaran pers.

Kami, kata dia, berdemonstrasu untuk menemukan solusi. Dengan cara santun, terbukti membuahkan hasil. Pada Senin mendatang, peserta aksi diajak rapat bersama pemkot untuk menselaraskan pemikiran agar Tangerang bebas radikalisme.

Asli Muhammadiyah

“Kita menghormati yang lebih tua karena kami mahasiswa NU, Santri Tangerang Raya (Nusantara). Kewajiban yang muda menghormati yang tua," katanya. ?

Setelah menyampaikan tuntutan Tangerang bebas dari paham radikalisme, BEM STISNU yang berjalan kaki 6 km dari kampus Cikokol sampai Balai Kota, mereka diantar Satpol PP kembali ke kampus. ? (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah IMNU, Humor Islam, AlaSantri,Attijani Asli Muhammadiyah

Rabu, 09 Agustus 2017

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Yogyakarta, Asli Muhammadiyah. Gunungan wayang merupakan salah satu simbol kebudayaan Jawa dan Keraton Yogyakarta. Sebab itu, ikon yang terdapat wayang kulit itu juga menghiasi pembukaan ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu digunakan untuk membuka kegiatan.

Dalam pembukaan yang diikuti oleh sekitar 12.000 hadirin yang memenuhi tribun stadion Mandala Krida itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mencabut gunungan wayang sebagai tanda dibukanya kegiatan Aksioma-KSM. Lalu ia memberikannya kepada Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Lukman mendorong agar siswa madrasah bisa menjadi bagian dari kemajuan zaman. Untuk menjawab semua itu, kompetisi seni dan sains digelar setiap tahunnya.

Menurut Menang, siswa madrasah harus memperkuat nilai, naik yang bersifat akademik maupun akhlak. Kecerdasan tersebut akan mengantarkan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik dalam menghadapi zaman yang semakin maju.

"Ini bagian dari pembelaan nusa dan bangsa," tegas Menag di hadapan sekitar 1178 kontingen dari 34 Provinsi, Senin (7/8). Selain Aksioma dan KSM, juga diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo.

Asli Muhammadiyah

Selain para pejabat Kementerian Agama lintas eselon, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X juga hadir untuk mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono yang berhalangan hadir.

?

Acara pembukaan juga dimeriahkan sejumlah pentas seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para siswa madrasah. Di antara penampilan mereka ialah, tari kolosal, peragaan pakaian daerah dari 34 provinsi, dan pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Fahri Shodiq dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul, Yogyakarta. (Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Ulama, IMNU Asli Muhammadiyah

Jumat, 11 Oktober 2013

Pagar Nusa Ciamis Bentuk PAC dan Perbanyak Pelatih

Ciamis,Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan-kecamatan (PAC). Pembentukan tersebut diperkuat dengan memperbanyak pelatih melalui kegiatan pelatihan untuk pelatih yang berlangsung di kantor PCNU Kabupaten Ciamis sejak Sabtu (1/10) sampai Ahad (2/10).

Ketua PC PSNU Pagar Nusa Ciamis, H. Rasyidi MM mengatakan, kegiatan yang diikuti 50 peserta tersebut merupakan sikap taat organisasi atas hasil kongres Pagar Nusa di Lamongan, Jawa Timur. Kongres tersebut mengamanatkan agar Cabang Pagar Nusa membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan.

Pagar Nusa Ciamis Bentuk PAC dan Perbanyak Pelatih (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Ciamis Bentuk PAC dan Perbanyak Pelatih (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Ciamis Bentuk PAC dan Perbanyak Pelatih

Ia berharap anggota Pagar Nusa memiliki mental ilmu padi yang semakin berisi yang semakin tawadhu, serta terpelihara dalam sikap dan perilaku.

Asli Muhammadiyah

Pelatih Pagar Nusa ciamis Nanang Yoman Humaeni berharap dengan pelatihan tersebut akan menambah gairah berorganisasi dan latihan sehingga pembentukan pengurus bisa berkembang sampai ke tingkat desa (Ranting).

Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Jawa Barat Acara KH Ubaydillah Ruhiat membuka kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, ia meminta Pagar Nusa mampu memperkuat fisik dan menjaga pertumbuhan mental anggota. Hal itu penting agar anggota bisa hidup mandiri menuju generasi muda NU ke depan mampu menjaga tradisi amaliah NU.

Asli Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana. Ia berharap Pagar Nusa Ciamis mampu ke gelanggang walau hanya seorang. (Aryo Naldo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Bahtsul Masail, IMNU Asli Muhammadiyah

Jumat, 04 Agustus 2017

Tendangan Kapolda Tandai Kickoff LSN Sumatera V Zona Lampung

Bandar Lampung, Asli Muhammadiyah. Liga Santri Nusantara Regional Sumatera V Zonal Lampung telah dimulai ditandai dengan tendangan kickoff Kepala Kepolisian Daerah Lampung, Brigjen Pol Dr Ike Edwin SH, MH, di Lapangan Sepakbola Pahoman Bandar Lampung, Senin (19-09-2016).

Tendangan Kapolda Tandai Kickoff LSN Sumatera V Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tendangan Kapolda Tandai Kickoff LSN Sumatera V Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tendangan Kapolda Tandai Kickoff LSN Sumatera V Zona Lampung

Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 23 September 2016 ini, turut dihadiri Sekretaris LSN 2016 Khoirudin Abbas, Kakanwil Kemenag Lampung, Fokompinda Lampung (yang mewakili), serta Ketua KNPI, serta panpel regional Sumatera V Zona Lampung.

Dalam Sambutannya, Brigjen Pol Ike Edwin mengapresiasi langkah Kemenpora dalam menyelenggarakan kompetisi sepakbola untuk pesantren dan santri. "Kami sangat mengapresiasi i’tikad baik Menpora Imam Nahrawi dalam menyelenggarakan Liga Santri ini," katanya sebagaimana siaran pers yang diterima Asli Muhammadiyah Selasa (20/9).

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Menurut Cak Din, panggilan akrab Sekretaris LSN ini saat membacakan sambutan atas nama Menpora Imam Nahrawa berpesan, untuk terus menjaga sportivitas, fair play, dan akhlakul karimah. "Tunjukkan perilaku kalian di dalam pesantren di atas lapangan hijau ini. Selamat bertanding," tambahnya.

Ada kejadian menarik saat kickoff LSN untuk Regional Sumatera V Zona Lampung ini. Ketika secara spontanitas Kapolda Provinsi Lampung Brigjen Pol Ike Edwin membuat sejumlah pertanyaan kepada para santri yang ikut memadati stadion saat kikcoff, dan ketika berhasil menjawab si penjawab tersebut mendapatkan hadiah dari Pak Kapolda.

Asli Muhammadiyah

Berikut hasil pertandingan LSN Sumatera V Zona Lampung pada hari pertama:

1. Pondok Pesantren Al Hikmah Balam vs Ponpes Darul Hidayah? Tubabar? (0-3)

4. Pondok Pesantren As-Syaroniyyah Lampung Timur vs Ponpes Istiqlal Lampung Utara (6-0). (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Cerita, IMNU, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Pariaman, Asli Muhammadiyah. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman sebagai bagian dari generasi muda Indonesia diharapkan terus meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang berhasil mengubah kondisi masyarakat yang jahiliyah kepada yang beradab.

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Melalui peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, PMII Pariaman berupaya memuliakan dan memahami perjuangan Nabi.

Ketua PC PMII Kota Pariaman Idris mengungkapkan hal itu, Kamis (24/1), pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Pinago, Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Asli Muhammadiyah

Tampil sebagai penceramah Deri Effendi Tuanku Sutan Bagindo. Ikut memberikan sambutan Katib PCNU Kota Pariaman Mardison, S.Ag, M.Si, Tuanku  Simarajo dan tokoh masyarakat H. Burhanuddin Zein, SH, sejumlah Mabincab PMII Kota Pariaman,  Ory Satifa Sakban, S.Pdi dan Hendri.

Asli Muhammadiyah

Menurut  Idris, sebagai organisasi berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah, peringatan maulid Nabi merupakan kegiatan penting dilaksanakan. Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi dalam rangka mensyiarkan Islam.

“Jadi kalau ada pihak yang membid’ahkan maulud Nabi Muhammad Saw, itu karena mereka tidak paham perbedaan tersebut,” kata Idris yang baru saja menyelesaikan pendidikan di STIT Syekh Burhanuddin ini.

Katib PCNU Kota Pariaman Mardison memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar PMII Kota Pariaman ini. Kegiatan ini tentu menjadi sumbangan berharga terhadap pembinaan generasi muda. Sebagai anak muda NU yang selalu kreatif dan inovatif, PMII Pariaman sudah menunjukkan jati dirinya. 

“Maulid Nabi Muhammad SAW penting disemangati oleh anak-anak muda kita. Sehingga mereka tidak salah memahami agama. Jangan sampai mereka terpengaruh oleh tindakan-tindakan radikal yang belakangan ini marah terjadi di Indonesia,” kata Mardison yang juga guru di SMA 4 Pariaman.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Hadits, IMNU, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah