Meme Islam


info Meme Islam
Meme Islam bahasa
Meme Islam bahasa nasional
Meme Islam bahasa indonesia
Meme Islam belah bambu
Meme Islam busuk
Meme Islam berasal dari bahasa yunani yaitu
Meme Islam belanda
Meme Islam busuk sby
Meme Islam berasal dari kata
Meme Islam global
Meme Islam gus dur
Meme Islam golkar
Meme Islam gender
Meme Islam gorontalo
Meme Islam global amerika serikat
habib Meme Islam mp3
video Meme Islam full
Meme Islam gerakan non blok
rahasia Meme Islam terbaru
Meme Islam g 30 s pki
Meme Islam konfrontasi
Meme Islam kerajaan kutai
Meme Islam kampus
Meme Islam kerajaan majapahit
Meme Islam kotor
Meme Islam kerajaan tarumanegara
Meme Islam kompasiana
Meme Islam luar negeri indonesia
Meme Islam luar negeri bebas aktif
Meme Islam luar negeri indonesia adalah
Meme Islam liberal
Meme Islam yang membedakan warna kulit disebut
Meme Islam yang dianut bangsa indonesia
Meme Islam yang baik
Meme Islam yahudi
Meme Islam yang dianut bangsa indonesia adalah
Meme Islam merupakan
Meme Islam yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Meme Islam. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Meme Islam. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 November 2017

Negara Bangsa dan Negara Syariat: Sebuah Perdebatan

Oleh: A Muchlishon Rochmat





Negara Bangsa dan Negara Syariat: Sebuah Perdebatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Bangsa dan Negara Syariat: Sebuah Perdebatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Bangsa dan Negara Syariat: Sebuah Perdebatan

Riak-riak perjuangan untuk menerapkan konsep negara Islam atau khilafah kembali ramai di jagat bumi Indonesia. Ada sekelompok orang yang menganggap bahwa Indonesia akan maju kalau menggunakan sistem khilafah atau negara yang mengadopsi syariat Islam secara legal-formal. Hal ini bukanlah kejadian yang pertama bagi Indonesia. Para pendiri bangsa pada saat merumuskan ideologi negara ini pun juga berdebat sengit terkait dengan model dan dasar negara ini. Namun akhirnya, mereka menyepakati Pancasila sebagai dasar negara karena dinilai mampu menjadi pemersatu antar pemeluk agama yang eksis di Indonesia.?

Adalah sebuah kenyataan sejarah bahwa model negara-bangsa (nation-state) banyak diadopsi oleh bangsa-bangsa di dunia saat ini, termasuk Indonesia. Model negara-bangsa menjadi pilihan karena dengan menerapkan konsep inilah persoalan pluralisme bisa diatasi dengan baik. Selain itu, konsep negara-bangsa juga dinilai cocok di era global ini.?

Asli Muhammadiyah

Sebagai sebuah negara-bangsa (nation-state), Indonesia menerapkan sistem demokrasi di dalam menjalankan roda pemerintahannya. Dengan sistem ini, semua orang memiliki hak yang sama untuk dipimpin maupun menjadi pemimpin. Dan yang menjadi panglima tertinggi adalah hukum positif yang telah disepakati bersama. Instrumen hukum tersebut bisa bersumber dari warisan hukum masa lalu, ajaran agama, maupun dari hukum tradisi masyarakat lokal.

Negara bangsa dibangun di atas perbedaan masyarakatnya, mulai dari agama, budaya, suku, dan bahasanya. Mereka hidup rukun damai dalam sebuah wadah yang disebut dengan negara-bangsa. Meski demikian, tidak sedikit yang mayoritas menjadi ‘semena-mena’ atas yang minoritas. Tetapi, bukankan Bung Karno menyatakan bahwa Indonesia bukanlah dibangun untuk golongan-golongan, tetapi Indonesia dibangun untuk semua. Ini yang harus menjadi perhatian kita.

Asli Muhammadiyah

Meski sudah diputuskan bersama bahwa Indonesia adalah negara yang berideologi Pancasila menjelang kemerdekaannya, namun di dalam sejarahnya, ada beberapa gejolak berdarah antara yang memperjuangkan konsep negara bangsa yang berdasarkan Pancasila dan yang memperjuangkan konsep negara Islam dengan syariat Islam sebagai dasarnya. Tidak tanggung-tanggung, mereka melawan pemerintah yang sah dan melakukan tindakan-tindakan militeristik demi mewujudkan konsep negara yang mereka sepakati, yaitu Negara Islam Indonesia. Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh Kartosuwiryo dengan DI/TII nya.

Singkatnya, di dalam negara bangsa masyarakat ‘menjadi satu’ karena persamaan sejarah dan kesamaan visi, misi, dan tujuan, bukan karena se-agama, se-suku, se-bahasa, ataupun se-budaya.

Sementara, negara syariat menjadikan syariat agama tertentu sebagai sumber dan dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau di Indonesia, Negara Syariat didasarkan kepada penerapan syariat agama Islam. Menurut saya, setidaknya ada tiga alasan mengapa mereka keukeuh ingin menerapkan konsep negara syariat di Indonesia ini. Pertama, mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam. Sebagai mayoritas, mereka mengganggap bahwa sudah sepatutnya syariat Islam dijalankan di bumi nusantara ini.?

Kedua, Islam adalah agama yang kaffah (lengkap). Menurut mereka, Islam adalah agama yang mengatur segala macam urusan manusia. Mulai dari urusan pribadi sampai urusan tata negara. Maka dari itu, menjadikan Islam sebagai dasar negara adalah sebuah keharusan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Mereka meyakini bahwa dengan menerapkan syariat secara legal-formal atau sistem negara khilafah, maka Indonesia akan bisa maju dan sentosa.

Ketiga, mereka berpandangan bahwa konsep negara-bangsa mencerai-beraikan umat Islam yang ada di satu negara dengan yang ada di negara lainnya. Mereka menganggap bahwa umat Islam tidak akan bisa bersatu selama konsep-negara bangsa masih ada.?





Tiga Paradigma Relasi Agama dan Negara

Setidaknya ada tiga macam paradigma dalam melihat relasi antara agama dan negara. Pertama, integralistik. Pola hubungan dimana agama dan negara itu satu dan tidak bisa dipisahkan. Mereka yang memperjuangkan Islam sebagai dasar negara menilai pandangan integralistik inilah yang seharusnya diterapkan di Indonesia. Dimana semua konsep kehidupan diatur di dalam Islam.

Kedua, mutualistik. Di dalam paradigma ini, agama dan negara berhubungan timbal balik dan saling melengkapi. Hukum-hukum agama bisa diadopsi menjadi hukum positif negara. Begitupun sebaliknya, negara membutuhkan agama agar kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki etik dan moral. Sebagaimana yang kita tahu, pola hubungan agama dan negara di Indonesia adalah pola hubungan yang kedua ini.?

Ketiga, sekularistik. Dimana agama dan negara benar-benar dipisah. Urusan agama adalah urusan privat, sementara urusan negara adalah urusan publik. Maka dari itu, apapun yang berbau agama tidak diperbolehkan untuk ditampilkan di ruang-ruang publik. Banyak negara-negara Eropa yang menerapkan pandangan ketiga ini.

Saya yakin, apapun konsep negara yang diterapkan, entah itu negara bangsa berlandaskan Pancasila ataupun negara syariat berdasarkan syariat Islam, yang terpenting adalah persatuan dan kesejahteraan masyarakatnya.?

Sekarang, kita sudah punya ‘pondasi’ Pancasila. Tinggal bagaimana kita membangun Indonesia yang makmur sentosa. Kalau kita bongkar pondasi tersebut dan mengganti pondasi baru, butuh berapa lama untuk membangun Indonesia. Pun, belum tentu cocok dan berhasil diterpakan di Indonesia.?

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah

Salah satu yang menyemangati Agus Sunyoto menyusun Atlas Wali Songo adalah ketika ia membuka Ensiklopedia Islam terbitan Ikhtiar Baru van Hoeve. Dalam ensiklopedi yang berjilid-jilid itu ternyata Wali Songo, tokoh-tokohnya, dan karya tidak dicantumkan. Artinya Wali Songo dianggap bukan bagian dari sejarah Islam Nusantara.

Padahal para penyebar Islam di Indonesia yang datang belakangan dituliskan secara panjang lebar. “Yang muncul dalam Ensiklopedia Islam itu malah tiga serangkai yang membawa faham Wahabi ke Indonesia: Haji Miskin, Haji Sumanik, Haji Piabang,” kata Agus Sunyoto pada Peluncuran Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto di PBNU Jakarta, Juli 2012 lalu.

Sementara khazanah kebudayaan Islam Nusantara pada zaman Wali Songo seperti karya sastra, seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, seni suara, desain, arsitektur, filsafat, tasawuf, hukum, tata negara, etika, ilmu falak, sistem kalender, ilmu pengobatan yang lahir dan berkembang pada masa Wali Songo tidak disinggung.

Bukan hanya “orientalis” yang mencampakkan sejarah Wali Songo. Yang agak lucu, aspek kesejarahan Wali Songo ini juga digugat secara terang-terangan dalam berbagai karya tulis para akademisi dari kampus-kampus Islam yang memakai nama Wali Songo dan tokoh-tokohnya sebagai nama kampus mereka.

Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah

Mengapa Wali Songo tidak dianggap sejarah, hanya dianggap sekedar mitos dan bukan fakta? Apakah ada upaya-upaya sistematis untuk menghilangkan Wali Songo dan ajaran-ajarannya dari sejarah peradaban umat Islam? Silakan menyusun sendiri jawaban untuk pertanyaan itu.

Atlas Wali Songo yang disusun selama bertahun-tahun itu bermaksud untuk menghadirkan Wali Songo sebagai fakta sejarah. Dengan dilengkapi berbagai bukti sejarah, buku ini telah menjawab berbagai keraguan para sejarawan konvensional.

Asli Muhammadiyah

Dan barangkali usaha Agus Sunyoto tidak sia-sia. Tak kurang, arkeolog kenamaan dari Universitas Indonesia Mundardjito dalam pengantar buku itu memberikan apresiasi yang cukup positif terhadap karyanya. Harian umum Kompas (6/7/2012) juga tak segan mengebut Atlas Wali Songo sebagai buku pertama yang menuliskan Wali Songo sebagai fakta sejarah.

Paling tidak, sekarang ini, para para peziarah yang datang ke makam para tokoh Wali Songo setiap waktu dan silih berganti tidak hanya berhadapan dengan mitos dan kisah-kisah karomah, tetapi juga warisan luhur berupa khazanah, karya-karya, ajaran-ajaran dan metode dakwah dari para penyebar Islam Nusantara itu.

?

A. Khoirul Anam

Serial ini ditulis dalam rangka menyambut kegiatan Pengajian dan Bedah Buku Atlas Walisongo untuk memperingati Harlah NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman PBNU, Jakarta, 31 Januari dan 1 Februari 2013.

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Masa kampanye pemilu legislatif telah berlalu. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta semua partai politik melaksanakan janji-janjinya kepada rakyat.

Kepada partai nasionalis, pengasuh pondok pesantren Al-Hikam ini meminta mereka melakukan tindakan sesuai dengan asas nasionalis yang dipakai. Mereka harus mengedepankan masalah bangsa Indonesia ketimbang kepentingan asing di Indonesia.

Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon

"Asas nasionalis jangan hanya menjadi jargon. Karena itu, caleg dan politisi yang berasal dari partai nasionalis hendaknya mengedepankan kepentingan bangsa ketimbang yang lain, baik dalam konteks kebijakan ekonomi, politik, kebudayaan, dan lainnya," katanya di sela sarasehan ulama dan cendekiawan di kantor PWNU Banten, Ahad (6/4).

Asli Muhammadiyah

Kiai kelahiran Bangilan Tuban ini mencontohkan, dalam kasus kebijakan ekonomi, selama ini Indonesia lebih condong menguntungkan asing ketimbang bangsa sendiri. Sumber daya alam yang ada seharusnya digunakan untuk kepentingan bangsa sendiri.

"Tri Sakti yang digagas Bung Karno dulu meski belum bisa mewujudkan setidaknya mengarah ke sana. Karena itu harus ada usaha mereview kembali UU yang sangat pro asing," ujar Sekjen International Conference Of Islamic Scholars (ICIS) ini.

Asli Muhammadiyah

Untuk partai Islam, Kiai Hasyim berpesan agar perilaku para politisinya mewakili keluhuran ajaran Islam. Keluhuran yang dimaksud adalah tidak melakukan korupsi atau mencuri uang negara, bersikap adil, dan rahmatan lil alamin. "Nilai-nilai itulah yang harus diwujudkan oleh politisi partai semacam ini," terangnya.

Kiai Hasyim menegaskan, menurunnya citra partai Islam di mata masyarakat? karena perilaku menyimpang para politisi, bukan karena Islamnya. Para politisi itu tidak bisa mengikuti keluhuran Islam. Karena itu, katanya,? pekerjaan rumah yang harus dilakukan para politisi Islam adalah berperilaku islami.

"Para politisi parpol islam saat sudah menjabat bukan berdakwah tentang ajaran agama, tetapi harus bisa merealisasikan ajaran itu dalam bentuk teknis. Tidak mengajari annadofatu minal iman, tetapi langsung membentuk pasukan kuning," katanya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ubudiyah, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Sabtu, 04 Juni 2016

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menyediakan kebutuhan informasi terkait ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama‘ah. Layanan itu dihadirkan dalam rangka menyediakan informasi alternatif keislaman.

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja

Demikian dikatakan oleh Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi pada Khotbah Teknologi dalam rangka peringatan kedua harlah ke-10 Asli Muhammadiyah di Gedung PBNU lantai delapan, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (15/4) malam.

Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan informasi keislamannya melalui dua layanan, Search Engine Aswaja dan Ensiklopedia Digital Aswaja NU. Keduanya merupakan produk PPM Aswaja yang diluncurkan pada malam Khotbah Teknologi di lokasi yang sama.

Asli Muhammadiyah

“Dua layanan itu diharapkan menjadi rujukan utama masyarakat terutama warga NU agar tidak salah menuju layanan informasi keislaman yang tidak bertanggung jawab,” kata Hari Usmayadi di podium.

Asli Muhammadiyah

Menurut Hari Usmayadi, Komunitas PPM Aswaja berinisiatif membuat dua layanan itu mengingat kecenderungan instan masyarakat belakangan ini dalam memenuhi kebutuhan informasi.

Kami pun beranggapan, tegas Hari Usmayadi, dua layanan itu dimaksudkan juga untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan informasi keislaman bagi masyarakat urban atau pedesaan yang tidak sempat mengenyam pengajian tradisional sebagai pendidikan informal agama pada ustadz dan para kiai melalui sumber-sumber kitab yang otoritatif.

Sementara internet kini hanya dipenuhi oleh layanan-layanan informasi keislaman yang bersemangat pecah-belah dan menebar kebencian. Kenyataan itu, lanjut Hari Usmayadi, merupakan masalah yang butuh penanganan serius.

Setidaknya dua layanan itu bisa menjadi mencusuar peradaban Islam di tengah layanan informasi keislaman yang bersifat propaganda, tambah Hari Usmayadi.

Karena, dua layanan itu mengandung sejumlah konten keislaman yang dipertanggungjawabkan mulai dari daftar kitab para ulama, sanad keguruan para ulama sebelum, sezaman, dan sesudah Walisongo yang bersambung hingga ke Rasulullah, video streaming, dan para kiai Aswaja Nusantara hingga kini, tandas Hari Usmayadi.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Sholawat Asli Muhammadiyah

Senin, 02 Desember 2013

Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Mengapa Nahdlatul Ulama kukuh menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia? atau NKRI dan tidak bisa ditawar? Bahkan siapa saja yang berkeinginan mengubahnya, akan berhadapan dengan NU.

Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU

Hal inilah yang menjadi pembahasan dalam diskusi rutin PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (2/5). Narasumber yang dihadirkan adalah KH Ahmad Azhar Shofwan yang juga Ketua PW Lembaga Bahtsul Masail NU Jawa Timur.

Bagi Kiai Azhar, setidaknya ada tiga alasan mendasar yang akhirnya menjadikan NU tetap berkomitmen untuk menjadikan NKRI sebagai harga mati. Bagi NU, negara bukanlah sebagai tujuan. "Selama negara bisa menjamin bagi terlindunginya lima hal pokok atau ushulul khams, maka sudah seharusnya keberadaan negara didukung," katanya.

Asli Muhammadiyah

Kelima hal pokok tersebut adalah terjaganya akal, agama, harta, keturunan serta jiwa atau nyawa. Sehingga, tujuan hakiki dari sebuah negara adalah maslahah ammah atau kemaslahatan publik, tanpa harus mempersoalkan bentuk dari negara yang ada, lanjutnya.

Pertimbangan kedua adalah, secara substantif keberadaan NKRI sesuai dengan syariat. "Karena dalam praktiknya, masyarakat muslim atau warga negara bisa menjalankan syariat Islam secara penuh," katanya.

Asli Muhammadiyah

Kiai Azhar, memerinci bahwa selama ini banyak undang-undang atau peraturan di negara Indonesia yang bisa mengakomodir pelaksanaan syariat Islam. "Seperti berlakunya undang-undang perkawinan, waris, zakat, juga pengelolaan fakir dan miskin," katanya. Bahkan untuk yakng terakhir ini yakni penanganan fakir miskin di tanah air sesuai dengan tatanan yang disyariatkan dalam Islam, lanjutnya.

"Yang ketiga adalah NU menyadari akan kebhinekaan dari bangsa Indonesia, karenanya menghadapi keberagaman itu harus dihadapi dengan arif agar kemajemukan yang ada bisa terjaga dengan baik," terangnya. Karenanya, NKRI menjadi solusi terbaik bagi upaya menebarkan rasa aman dan damai, tanpa harus ada pihak yang diciderai.

Dalam pandangan pengasuh bahtsul masail di sejumlah media ini, bagi NU formalisasi syariah apalagi dalam bentuk negara tidaklah penting. "Yang lebih penting adalah bagaimana rasa aman dan nyaman dalam menjalankan syariat bisa terlindungi dengan baik oleh negara," tandasnya.

Di akhir pemaparannya, Gus Azhar mengemukakan bahwa titik tekan sebuah negara adalah bagaimana hukum Islam dapat teraplikasi secara penuh dalam kehidupan sehari-hari, tanpa mempersoalkan status negaranya.

Diskusi ini merupakan kegiatan mingguan yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur. Para peserta adalah utusan dari pengurus setempat dan juga dihadiri masyarakat umum yang ingin mendalami masalah keaswajaan dalam banyak sudut pandang.

"Untuk Sabtu depan, kami akan menghadirkan Ustadz Maruf Khozin dengan tema bahasan seputar ijtihad ulama NU dalam menerima Pancasila dan demokrasi," kata Ustadz Ahmad Muntaha, AM, koordinator Kajian Islam ala Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Kiswah. Kegiatan dilangsungkan di perpustakaan PWNU Jatim dari jam 14.00 hingga 16.00 WIB. (Syaifullah/Abdullah)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam Asli Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

Aliansi Nahdliyin-Marhaenis

Dalam urusan sosial-politik, NU mengembangkan prinsip ukhuwah wathoniyah atau solidaritas kebangsaan. Karena itu sejak awal tokoh NU seperti Kiai Hasyim Asy’ari dan Kiai Wahab Chasbullah bekerjasama dengan para tokoh nasionalis penggerak kebangkitan nasional, seperti Dr Sutomo, Muhammad Yamin, termasuk Bung Karno sendiri. Ketika masa kemerdekaan, kelompok nasionalis ada dalam PNI, sementara NU juga menjadi parpol tersendiri, tetapi hubungan keduanya sangat erat. Tahun 1950-an, hubungan ini terjalin semakin intensif.

Kerjasama Nahdliyin dengan kelompok nasionalis zaman pergerakan nasional tahun 1920-an itu kemudian berlanjut pada masa Revolusi Kemerdekaan. Dalam menghadapi masa peralihan dari penjajahan Belanda ke Penjajahan Jepang itu, kerjasama semakin erat. Sebab? kedua kelompok yang sama-sama non kooperatif dengan Belanda itu justru mendapatkan angin pada masa Jepang. Saat itulah keduanya leluasa bergerak menyiapkan kemerdekaan Indonesia, baik menyiapkan tentara nasional dengan membentuk tentara Pembela tanah Air (PETA) serta Hizbullah dan Sabilillah, yang sebagian besar komandannya adalah dari kaum santri. Kerjasama dua kelompok itu kemudian bisa mempercepat Proklamasi.

Ketika Belanda hendak merebut kembali negeri ini, dua kelompok itu bersatu padu menghadapi penjajah. Kerjasama ini semakin erat ketika di tengah gejolak revolusi itu ada sekelompok orang PSI dan PKI melakukan pemberontakan terhadap RI. Dengan tegas NU mendukung RI Pimpinan Bung Karno dan menyerukan segera melenyapkan pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 itu. Pada saat bersamaan sekelompok Islam modernis yang puritan dan radikal mendirikan Darul Islam (DI) bahkan kemudian membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) dalam rangka mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), sebagai tandingan dari NKRI, maka dengan tegas NU menolak gagasan yang dipimpin oleh Kartosuwiryo yang mengaku sebagai amirul mukminin atau pemimpin umat Islam. Untuk menegaskan komitmennya pada NKRI justru NU mengukuhkan Presiden Soekarno sebagai amirul mukminin yang sebenarnya, yakni sebagai waliyul amri (tokoh yang mendapatkan amanah) menjalankan pemerintahan.

Pada awal Orde Baru terjadi penyederhanaan partai politik, NU dikumpulkan dengan kelompok modernis eks Masyumi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pertamanya kerjasama ini berjalan lancar, walaupun NU dengan bermodal 18,6 persen suara,? sementara Masyumi (Parmusi) hanya 7,3 persen, tapi pimpinan PPP? dipegang Parmusi HMS Mintardja, seorang tokoh Masyumi, demi ukhuwah Islamiyah tadi NU menerima keputusan tidak adil itu. Tetapi Pergantian ketua PPP dari Mintardja ke HJ Naro juga dari Parmusi (Masyumi) tidak dilakukan secara demokratis melalui Muktamar, melainkan diserahkan begitu saja. Ini yang membuat NU kecewa terhadap perilaku politik Masyumi itu.

Aliansi Nahdliyin-Marhaenis (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Nahdliyin-Marhaenis (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Nahdliyin-Marhaenis

Langkah selanjutnya Naro sebagai kelompok kecil Masyumi menyingkirkan para elit politik NU dari PPP, para pendiri seperti HM Yusuf Hasyim, Khalik Ali, KH Saifuddin Zuhri, Mahbub Djunaidi satu per satu disingkirkan. Mereka juga dihapus sebagai daftar calon DPR. Calon DPR didominasi kelompok Masyumi pimpinan Naro. Tentu saja perilaku unsur Masyumi dalam PPP itu merugikan keutuhan Partai, sehingga partai pecah, kelompok NU akhirnya tersingkir. Ini tragedi Masyumi di tahun 1950-an terulang lagi. Masyumi tidak menjalankan organisasi kesepakatan dan sesuai aturan, maka retak dan bubarlah partai. Akhirnya pada tahun 1984 NU secara organisatoris kembali ke Khittah sebagai ormas keagamaan, maka NU secara otomatis keluar dari PPP.

Setelah itu, NU menjalankan peran sosial lebih efektif tanpa partai di bawah kepemimpinan KH Ahmad Shiddiq dan KH Abdurrahman Wahid. Kepemimpinan yang efektif NU menjadikan NU secara? nasional sangat solid. Solidnya NU sebagai organisasi besar ini dengan sendirinya memiliki resonansi politik yang besar, karena itulah dengan sikap tegas dari KH Abdurrahman wahid sejak pertengahan 1980-hingga akhir 1980-an itu dalam membela rakyat kecil dalam menghadapi represi Orde Baru, maka tiba-tiba NU tampil sebagai rival Orde Baru yang paling depan.

Ketika partai kelompok Nasionalis PDI pecah di awal 1990-an, Megawati sebagai keluarga Bung Karno tampil sebagai penyelamat partai nasionalis ini, tetapi kehadiran Megawati merisaukan Orde Baru, maka dibuatlah musuh tandingan dari dalam, antara lain Surjadi yang dipaksa memimpin PDI atas dukungan Orde Baru, sehingga Megawati tersingkir. Saat itulah Gus Dur mulai menjalin aliansi dengan Megawati, sebagai pendatang baru dalam kancah politik nasional. Megawati banyak mengikuti kegiatan Gus Dur sebagai mitra baru dan banyak belajar pada guru bangsa ini, bersama-sama, menggerakkan rakyat bawah dan berjuang menghadapi represi Orde Baru. Akhirnya PDI Megawati yang bernama PDI Perjuangan (PDIP) bisa menyingkirkan rivalnya, sehingga menjadi partai yang kuat dan disegani yang bisa kembali mengonsolidasi pendukung Bung Karno.

Asli Muhammadiyah

Aliansi ini begitu kuat, apalagi saat itu orde baru sedang membangun aliansi dengan kelompok Islam modernis dengan membuat ICMI. Aliansi ini dengan sendirinya semakin memperkuat posisi Orde Baru dalam menghadapi aliansi kelompok Islam-Nasionalis yang dipimpin Gus Dur. Aliansi kedua kelompok itu yang mampu menggetarkan fondasi kekuasaan Orde Baru, karena itu kedua kelompok ini dihancurkan dengan halus atau dengan kekerasan. Maka pada pertengahan 1990-an digelarlah aksi untuk menghancurkan NU dan nasionalis. Untuk menghancurkan NU digelar Operasi Naga Hijau yang membantai para kiai di Jawa yang menelan korban 140 orang Kiai NU. Sementara itu untuk menghancurkan PDI digelar Operasi Naga Merah yang membantai ratusan kader PDI saat mempertahankan kantor mereka di jalan Diponegoro pada 27 Juli 1996.

Aliansi itu NU-Nasionalis itu berpuncak saat Reformasi sehingga membentuk “Kelompok Ciganjur” kemudian membuat deklarasi yang melibatkan semua elemen bangsa termasuk ikut dalam aliansi nasional itu Sultan Hamengkubuwono, juga Amin Rais yang selama ini aktif di ICMI bersama Soeharto, setelah situasi berubah, maka kini mulai masuk dalam gerakan melawan Soeharto.

Aliansi NU PDI itu pada masa Reformasi berubah format, ketika NU telah membuat partai baru yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), maka secara alami kedua partai berbasis kebangsaan dan kerakyatan itu selalu bersatu padu menyusun agenda perubahan. Duet Gus Dur-Mega semakin erat, karena itu keduanya menjadi tokoh terkemuka di negeri ini. Ketika kehadiran Mega ditolak oleh kelompok Islamis yang menampakkan diri sebagai kelompok tengah yang ingin menggeser Megawati, akhirnya menampilkan Gus Dur sebagai penyelamat untuk tetap menyelamatkan dwitunggal Gus Dur-Mega, di saat kelompok lain bakal mencuri di tikungan.

Asli Muhammadiyah

Mega dicoba digeser dengan Gus Dur tetapi tidak berhasil, karena Mega dijadikan wapres oleh Gus Dur. Tetapi kelompok Islamis itu tidak puas akhirnya mencoba menggeser Gus Dur dengan menggunakan Megawati. Suasana ruwet sehingga menyebabkan Gus Dur jatuh dan secara otomatis Mega dinaikkan menjadi presiden. Namun demikian hubungan NU dan PKB dengan PDIP tidak cukup terganggu, bahkan setelah itu segera pulih, karena kedua belah pihak tahu bahwa pelaku di balik semua perhelatan itu selain sisa-sisa Orde Baru, adalah kelompok pimpinan Amin Rais.

Hingga saat ini, kelihatan NU dan PDIP telah rukun kembali. Kebencian Nahdliyin dan Marhaenis pada umumnya dialamatkan pada Amin Rais sebagai dalang kekacauan ini. Karena itu kedua kelompok ini masih selalu waspada terhadap manuver politik Amin Rais, yang cenderung mengusik aliansi Nahdliyin dan Nasionalis-Marhaenis, yang sama-sama gigih menjaga NKRI dan Pancasila serta kebhinnekaan Indonesia dengan sikap moderat dan toleran. (H Masyhuri Malik)

?

Foto: Rais Aam NU Kiai Wahab Chasbullah berbisik dengan Bung Karno saat menghadiri Muktamar ke-22 Nahdlatul Ulama di Jakarta, 1959. (Doc. PP Lakpesdam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Cerita, Meme Islam, Santri Asli Muhammadiyah

Sabtu, 07 Oktober 2017

IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik

Makassar,Asli Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan PW Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) provinsi Sulawesi Selatan periode 2016-2018 dilantik pada Rabu, 7 Desember 2016 di Auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.

Pada kesempatan tersebut turut dilantik Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU kabupaten Takalar, Bulukumba dan Bantaeng. Pelantikan dilakukan Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anre Gurutta KH Sanusi Baco.

IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik

Ketua PW IPNU Sulsel Andy Muhammad Idris dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar NU yang hadir, kegiatan ini menjadi ajang silaturrahim warga Nahdliyyin untuk pengembangan Badan Otonom (Banom) NU.

Asli Muhammadiyah

Sekretaris PWNU Sulsel Prof. Arfin berpesan agar kader IPNU-IPPNU dapat kembali ke mesjid dan pesantren sebagai basis NU.

Wakil Gubernur Sulsel Ir. H. Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan bahwa IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi kader-kader NU dan diharapkan ke depan dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang berkulalitas khususnya di Sulawesi Selatan.

“Di era sekarang merupakan era persaingan, IPNU-IPPNU diharapkan mampu menyiapkan program-program peningkatan diri bagi kadernya serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar pembina IPNU Sulsel tersebut.

Asli Muhammadiyah

Anre Gurutta Sanusi Baco dalam tausiahnya berpesan bahwa pengurus IPNU-IPPNU mendapat amanah baru dan dapat menjaga dan memelihara amanah tersebut.

Wakil Ketua Umum IPNU Muh. Ramli mengatakan, setiap periode kepengurusan mempunyai tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, IPNU-IPPNU yang baru dilantik tersebut diharapkan mampu mengatasi tantangan tersebut sesuai dengan tuntutan zaman.

Tampak hadir pada pelantikan tersbeut, Rektor Universitas Islam Makassar yang juga Ketua Muslimat NU Sulsel Dr. Ir. Hj. A. Majdah M Zain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Wakil Rektor II UIM Dr. Saripuddin Muddin, Dekan FKIP UIM Dr. H. M. Arfah Shiddiq, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Lasumange, Ketua Pagar Nusa Sulsel Drs. H. M. Said, Wakil Dekan III Fak. MIPA H. Yasnidar Yasir, dan beberapa pengurus Badan Otonom (BANOM) NU serta pejabat struktural lingkup UIM. (Muh. Nur/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Minggu, 29 November 2015

Rektor UIM Hadiri Tadabur Al-Quran Remaja Masjid Maros

Maros, Asli Muhammadiyah. Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Majdah M Zain hadir pada Tadabbur Al-Quran Perkampungan Pemuda dan Remaja Masjid se-Kabupaten Maros. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pabentengang, Maros, tersebut bertema"Kembali Ke Masjid dari Masjid Wujudkan Islam Rahmatan lilalmin."

Rektor UIM Hadiri Tadabur Al-Quran Remaja Masjid Maros (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UIM Hadiri Tadabur Al-Quran Remaja Masjid Maros (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UIM Hadiri Tadabur Al-Quran Remaja Masjid Maros

Ketua Pembina Forum Kajian Cinta Al Quran Sulawesi Selatan tersebut mengatakan, pada tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yakni sumber daya manusia produktif lebih banyak dibanding warga belum atau tak memiliki produktivitas.

"Kemudian pada tahun 2030, Indonesia diprediksi menjadi 7 (tujuh) negara tersejahtera di dunia,” katanya pada kegiatan yang berlangsung 11 Oktober 2015 itu.

Asli Muhammadiyah

Prediksi ini, menurut rektor salah satu Perguruan Tinggi NU tersebut, harus dihadapi dengan mengubah pola hidup dengan pemmaliwi maboe (jauhi miras), pemmaliwi botoe (jauhi judi), pemmaliwi mennau (jauhi korupsi/mencuri), pemmaliwi kedosalae (jauhi prostitusi), dan pemmaliwi narkobae (jauhi narkoba).

Pada pembukaan kegiatan tersebut hadi Staf Ahli Bupati Maros Nasiruddin Rasyid, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ilham Azikin, Kepala Desa Pabentengang, Ketua DPD KNPI Maros Marjan Massere, Ketua BKPRMI Maros Asri Said, 300 remaja masjid se-kabupaten maros.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan berlangsung 11-14 Oktober 2015 tersebut diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Maros bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros, DPD KNPI Maros, dan APDESI Maros. (Andi Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Berita Asli Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Asli Muhammadiyah. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Asli Muhammadiyah

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Asli Muhammadiyah

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Aswaja, Doa Asli Muhammadiyah

Jumat, 23 Juni 2017

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan keprihatinannya atas menguatnya konflik horisontal yang terjadi di Irak antara kelompok Sunni dan Syiah.

“Irak merupakan negara seribu satu malam, sungguh memprihatinkan jika diantara kelompok masyarakat saling bertikai,” katanya, di gedung PBNU, Selasa (24/7).

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak

Ia mengatakan, konflik yang terjadi saat ini, jika ditelusuri ke belakang, merupakan akibat dari invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 lalu, yang sampai saat ini telah menelan ratusan ribu korban dan menjadikan Irak tidak stabil.

Asli Muhammadiyah

“Saddam Hussein tidak disukai karena kediktatorannya, tapi penyerbuan yang diakibatkan oleh Amerika Serikat menelan korban yang jauh lebih banyak,” tandasnya.

Sebelum invasi tersebut, kata Said Aqil yang menyelesaikan doktornya di Arab Saudi, hubungan antara Sunni dan Syiah cukup baik, sebagaimana hubungan antara kedua kelompok tersebut di Lebanon. Beberapa waktu lalu, ia berkunjung ke Lebanon, dan dua orang yang menjemput adalah orang Sunni dan Syiah, yang menunjukkan hubungan yang baik antara dua kelompok tersebut.?

Asli Muhammadiyah

Karena itu, ia tidak setuju atas keterlibatan pihak asing dalam upaya mengatasi konflik sektarian ini. Upaya memfasilitasi diplomasi kelompok yang bertikai di dalam negeri Irak sendiri merupakan langkah paling tepat.?

Untuk menstabilkan Irak, Kang Said berpendapat, negara tersebut harus dipimpin oleh orang kuat yang mampu bertindak tegas, meskipun bukan berarti harus menjadi diktator seperti Saddam Hussein, tetapi stabilitas merupakan prioritas utama yang harus dipenuhi.

Sejumlah analis mengatakan, merebaknya konflik ini dipicu oleh ketidakmampuan PM Irak Nuri al Maliki dalam mengakomodasi kepentingan semua kelompok. Kabinet dan posisi penting pemerintahan Irak didominasi oleh kalangan Syiah dan meminggirkan kelompok Sunni. Kelompok Sunni dan suku-suku yang tersingkir akhirnya melakukan perlawanan, bergabung dengan gerilyawan Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL). Mereka telah merebut sejumlah kota penting seperti Mosul dan Tikrit serta terus bergerak maju menuju Bagdad. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Nahdlatul Ulama Asli Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah - “Dilangit ada matahari//Bersinar menerangi bumi//Dilangit ada matahari //Bersinar menerangi bumi//Cahayanya yang tajam//Menembus kegelapan//Menerangi Seluruh alam.”

Suara gemuruh memenuhi ruang Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (25/11) begitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berada di atas panggung. Muhadjir menyanyikan lagu “Nabi Muhammad Mataharinya Dunia” yang dipopulerkan grup musik Nasidaria.

Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Nyanyi Lagu Nasida Ria di Kongres Muslimat NU

Lirik lagu tersebut dilantunkan sampai tuntas dan diikuti ribuan ibu-ibu yang memadati ruangan kongres. Tepuk tangan pun membahana. Muhadjir menyanyikannya sebelum menjadi narasumber pada sesi diskusi soal pendidikan. Menurutnya, simbol matahari dan dunia dalam lagu itu mewakili dua ormas Islam, yakni Muhammadiyah dan NU.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud mengisi materi bertema “Kebijakan Kemendikbud RI dalam membentuk Akhlak Mulia melalui Penguatan Kurikulum dan Peningkatan Kualitas Guru”. Ia menjelaskan tentang orientasi kebijakan pendidikan pemerintah era Presiden Joko Widodo yang menekankan pendidikan karakter.

Asli Muhammadiyah

Muhadjir menerangkan bahwa persentase materi pendidikan karakter untuk jenjang sekolah dasar sebesar 70 persen sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama sebesar 60 persen. Melalui cara ini, Pemerintah berharap budi pekerti seperti cinta tanah air, kejujuran, penghargaan terhadap prestasi, dan sejenisnya dapat tertanam sejak dini.

Asli Muhammadiyah

“Di Kemendikbud ada P3K, Program Penguatan Pendidikan Karakter, yang kemudian diplesetkan wartawan dengan full day school,” ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Muhadjir berbicara singkat dalam forum dengan alasan akan memenuhi undangan Presiden. Diskusi dilanjutkan dengan paparan narasumber lain, di antaranya Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Hikmah Asli Muhammadiyah

Senin, 10 Juli 2017

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

NU memiliki riwayat pemilihan pemimpin tertinggi atau Rais ‘Aam dengan nuansa tawadhu. Pada Muktamar ke-24 NU di Bandung, Juli 1967 KH Bisri Sansoeri dipilih muktamirin menjadi Rais ‘Aam menggantikan KH Wahab Chasbullah.?

Namun, Kiai Bisri menolaknya. Selama Kiai Wahab, seniornya, masih hidup, dia tak sudi menyandangnya. Lalu, setelah Kiai Wahab wafat, Kiai Bisri baru bersedia menggantikan jabatan tersebut pada 1971. Sebelumnya, Kiai Wahab sendiri mau menggantikan pemimpin tertinggi di NU dengan syarat mengganti istilah Rais Akbar menjadi Rais Aam. Bagi dia, istilah itu hanya cocok untuk satu orang, gurunya, Hadratussyek KH Hasyim Asyari.

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang 2015, KH A. Mustofa Bisri juga menolak menjadi Rais ‘Aam PBNU meski muktamirin memilihnya. Media sosial begitu ramai menyambutnya dengan trending topic. Namun dia menolak hingga akhirnya KH Ma’ruf Amin yang mengembannya.?

Hal serupa diperlihatkan beberapa kiai saat disodori posisi Rais ‘Aam yang kosong saat Kiai Bisri wafat. KH R Asad Syamsul Arifin Situbondo dan KH Machrus Ali Lirboyo tak mau menyandangnya.

”Meski Malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksa, saya tetap akan menolak, yang pantas itu Kiai Machrus Ali, Lirboyo,” tukas Kiai As’ad.

Asli Muhammadiyah

Jawaban Kiai Machrus pun tak kalah ‘angker’, ”Jangankan Malaikat Jibril, kalaupun Malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!

Di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), memiliki sejarah kepemimpinan yang kurang lebih sama. Ketua Umum pertama PB PMII dipilih ketika orangnya tidak hadir pada kongres itu. Sementara 13 orang pendiri tidak ada yang mau mencalonkan diri. Padahal H. Mahbub Djunaidi saat itu justru berada di teras kepamimpinan organisasi mahasiswa lain. Ia kemudian memimpin PMII beberapa periode yaitu 1960-1961,1961-1963, dan 1963-1967. ?

Asli Muhammadiyah

Ketua Umum PB PMII selanjutnya, Zamroni, juga terpilih ketika dia sedang tidak mengikuti kongres karena sedang berobat di Jepang. Ia kemudian memimpin organisasi itu pada 1967-1970 dan 1970 -1973.?

Lalu bagaimana organisasi yang memiliki slogan “dzikir, pikir, dan amal saleh” pada Kongres Ke-19 di Palu, Sulawesi Tengah saat ini? Konon calon Ketua Umum-nya saja ada 15 orang. Luar biasa! Padahal orang-orang yang mendirikannya tidak pernah ada yang pernah menjadi ketua umum.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, News Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Direktur NU Online: Generasi Muda Hati-hati dengan Website Konservatif

Bandar Lampung, Asli Muhammadiyah - Dalam era dunia digital saat ini, setiap orang dengan mudah dan sangat cepat mencari sumber-sumber informasi dalam kehidupan keagamaan. Karena itu generasi muda harus hati-hati dengan website-website atau situs-situs yang konservatif.

Demikian disampaikan Direktur Asli Muhammadiyah Savic Ali dalam forum dialog dan literasi media dengan mengusung tema Jaga Dunia Maya, Jaga Akhlaq Bangsa Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah di Meeting Room Hotel Novotel Kota Bandar Lampung, Sabtu (14/10).

Direktur NU Online: Generasi Muda Hati-hati dengan Website Konservatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur NU Online: Generasi Muda Hati-hati dengan Website Konservatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur NU Online: Generasi Muda Hati-hati dengan Website Konservatif

“Sebagian besar pengguna media sosial (medsos) di Indonesia adalah mayoritas generasi muda. Jangan sampai mereka dipengaruhi dengan ujran-ujaran kebencian dalam bermedsos. Mereka harus memahami dan memilah mana-mana akun yang pro kekerasan, dan yang mana akun-akun yang pro nilai-nilai kebangsaan, kebhinekaan dan perdamaian,” ujar pengelola website Islami.co sekaligus mantan aktivis Reformasi 1998 ini.

Asli Muhammadiyah

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang aman. Wajah masyarakat Indonesia ke depan khususnya generasi muda harus diisi dengan hal-hal positif.

Wajah generasi muda yang bertanggung jawab bukan yang menyebarkan ujaran-ujaran kebencian (hate speech), kata alumnus Pesantren Mathali’ul Falah asuhan Rais Aam PBNU 1999-2014 KH MA Sahal Mahfudh ini.

Hadir dalam Forum Dialog dan Literasi Media antara lain Ketua MUI Lampung KH Khairudin Tahmid, Pimpinan Redaksi Majalah Risalah PBNU sekaligus Wakil Ketua Infokom MUI Pusat KH Musthafa Helmy, Sekretaris Ditjen Infokom Kekominfo Siti Meiningsih, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PMII, IMM, LDII, Utusan MUI Kota/Kabupaten, pengelola media online, dosen-dosen UIN Raden Intan Bandar Lampung, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Lomba, Berita, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Senin, 06 November 2017

Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia

Jakarta, Asli Muhammadiyah, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan pemerintah Filipina akan mengadakan perundingan penjajakan pada hari Jumat besok (9/5) bertempat di Malaysia. Perundingan ini merupakan perundingan kedua yang diadakan di sana pada tahun 2001. Diharapkan perundingan ini dapat menumbuhkan kepercayaan antar kedua belah pihak.

"Pada akhirnya, satu perjanjian menyeluruh dapat ditandatangani antara kedua pihak," kata kata Menteri Pertahahan Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Minggu.
kepada wartawan di Kota Kinibalu sehingga dapat diciptakan perdamaian yang abadi antar kedua belah pihak.

Namun demikian, ditengah upaya perundingan ini, pasukan Filipina melakukan serbuan ke markas gerilyawan setelah kelompok ini melakukan serangan yang mengakibatkan 25 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

MILF yang berkekuatan 12.500 orang merupakan kelompok gerilyawan Muslim terbesar yang berjuang di Filipina Selatan. Mereka melancarkan serangan ke Siocon, Minggu, menyandera sejumlah anggota militer dan 15 warga sipil sebagai "Tameng hidup", termasuk istri dan putra walikota Siacon.

Pihak gerilyawan  akhirnya membebaskan sandera setelah mereka melarikan diri. Juru bicara MILF, Eid Kabalu, Senin, mengatakan bahwa serangan itu dirancang untuk melumpuhkan markas besar militer di wilayah itu dan tidak untuk melukai warga sipil.

"Terdapat korban warga sipil karena pertempuran meluas ke wilayah lainnya di kota itu," katanya melalui telapon kepada AFP dari kediamannya di Filipina selatan.

Serangan pada hari Minggu itu juga merupakan aksi balas dendam atas suatu serangan militer pada Februari lalu yang menyebabkan hancurnya suatu kamp penting MILF di komplek Buliok di Filipina(kcm/rep/md/mkf).


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Syariah, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia

Kamis, 31 Mei 2007

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme

Mataram, Asli Muhammadiyah - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian di Mataram, Kamis (3/8). Kegiatan ini diadakan untuk menstimulasi kelompok perempuan memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme di lingkungannya.

Kepala Badan Kesbangpol NTB Lalu Muhammad Syafii dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan, kelompok perempuan sengaja dipilih sebagai peserta karena posisinya yang memiliki aktivitas lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme

"Ibu-ibu ketika melihat ada aktifitas mencurigakan di sekitar rumah, segera laporkan ke Babinsa, laporkan ke Babinkamtibmas, laporkan ke Linmas," kata Syafii.

Beberapa tanda ancaman terorisme yang harus diwaspadai, lanjut Syafii, antara lain aktivitas kelompok yang? cenderung tertutup dan penyebarluasan ajaran Islam yang menjurus ke ideologi radikal terorisme.

Asli Muhammadiyah

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT Andi Intang Dulung turut menyampaikan dorongan yang sama. Peran serta masyarakat, termasuk kelompok perempuan, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan terorisme.

Asli Muhammadiyah

"BNPT tidak bisa sendirian melakukan pencegahan terorisme. Keterlibatan masyarakat, tidak terkecuali ibu-ibu di sini sangat kami harapkan," kata Andi Intang.

Memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme, lanjut Andi Intang, penting dimiliki oleh kelompok perempuan tidak hanya untuk turut serta dalam pencegahan. Disebutkannya, perempuan juga memiliki kerentanan terpapar ideologi radikal terorisme. "Sudah banyak kasus keterlibatan perempuan dalam jaringan terorisme. Kenali ciri-ciri terorisme bisa menghindarkan ibu-ibu dari jaringan mereka," urainya.

Akan tetapi Andi Intang juga menyampaikan permohonan maaf karena jumlah perempuan yang bisa dijadikan peserta dalam kegiatan tersebut sangat terbatas.

"Harapan kami ibu-ibu yang hadir sekarang bisa membagikan apa yang diterima di sini ke tetangga, ke komunitas dan ke kelompok-kelompok lainnya. Semakin banyak ibu-ibu yang bisa bersikap waspada, akan menghambat penyebarluasan ideologi radikal terorisme," pungkas Andi Intang.

Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian merupakan salah satu metode yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Workshop BNPT Video Festival,? sebuah pelatihan pembuatan video bagi pelajar peserta kegiatan lomba video pendek BNPT. Kegiatan ini sudah dan akan diselenggarakan di 32 provinsi se-Indonesia. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Jadwal Kajian Asli Muhammadiyah

Jumat, 04 April 2014

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Gorontalo, Asli Muhammadiyah



Ratusan masyarakat desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Provinsi Gorontalo berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turut serta di tengah-tengah masyararkat Pone pada demonstrasi Rabu (29/3) itu.?

Masyarakat desa Pone menuntut agar kepala desa mereka, Halid Kau, segera dicopot dari jabatannya. Masyarakat menilai bahwa kepemimpinan Halid Kau tidak sesuai dengan peraturan Undang-Undang, serta terindikasi melakukan korupsi atas pembebasan lahan untuk pembangunan Bio Gas di dusun Lantungo.

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Koordinator lapangan, Melky Bangga, mengatakan, untuk terciptanya kembali masyarakat Pone yang tentram dan dapat memperlancar pembangunan di desa, masyarakat berharap DPRD kabupaten Gorontalo mengakomodir dan memproses pengaduan itu.

“Apabila tuntutan masyarakat desa Pone tidak direspon oleh pemerintahan terkait maka situasi yang kondusif di desa Pone tidak dapat dijamin," tegas kader PMII Kota Gorontalo itu.

Dalam aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Samid Hemu belum mengambil keputusan. Namun, ia akan mengundang perwakilan masyarakat Pone pada 30 maret 2017 untuk melakukan rapat khusus sebagai upaya pengawalan bersama terkait kasus itu. (Reza Fauzi/Abdullah Alawi)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Olahraga Asli Muhammadiyah

Minggu, 30 Juli 2017

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Tulungagung, Asli Muhammadiyah. Setelah berjibaku dalam medan pelatihan selama empat hari, para Dosen Muda peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda Gerakan Pemuda Ansor menelorkan Piagam Tulungagung. Piagam ini ditetapkan menjelang penutupan pelatihan.

?

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Latar belakang munculnya Piagam Tulungagung dilandasi keprihatinan betapa NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia sedang berada dalam ancaman. Para dosen muda itu menyoroti bahwa terdapat upaya sistematis yang merongrong dan berusaha memecah belah NKRI.?

Upaya-upaya itu dilatarbelakangi politik sektarian berbasis perbedaan suku, ras, agama, dan golongan. Dampaknya, benih-benih disintegrasi mulai muncul di mana-mana.

Lebih lanjut, para dosen muda itu berpandangan bahwa perbedaan adalah sebuah fakta yang tak mungkin dihilangkan. Karena sejatinya perbedaan adalah rahmat. Perbedaan bukanlah laknat.?

Asli Muhammadiyah

Tinggal bagaimana segenap komponen bangsa dengan beragam perbedaan itu mampu merawat persatuan dan kesatuan. Sehingga, NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia masih tetap utuh dan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Piagam Tulungagung itu, Dosen Muda GP Ansor menyampaikan sikap:

Asli Muhammadiyah

1. Bangsa Indonesia harus terus merawat, memupuk dan menumbuh-kembangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan adalah rahmat dan merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

2. Mengajak segenap komponen bangsa untuk terus berperan aktif dalam mengkampanyekan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam setiap lini kehidupan.

3. Melawan radikalisme yang mulai berkembang di berbagai lapisan masyarakat dan membahayakan bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Menjadikan kampus/perguruan tinggi sebagai basis perjuangan dalam upaya melawan berkembangnya radikalisme.

5. Mendorong pemerintah untuk menindak tegas kelompok/golongan yang melakukan gerakan merongrong kedaulatan dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adung Abdul Rochman, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor menyampaikan apresiasi atas ditelorkannya Piagam Tulungagung. “Kami menyampaikan penghargaan terhadap para Dosen Muda yang telah menelorkan Piagam Tulungagung, ini merupakan upaya tepat dan langkah awal melawan radikalisme yang berkembang di perguruan tinggi,” tegas pria asal Jombang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Adung, komitmen para civitas akademika sangat penting dalam melawan infiltrasi gerakan radikal yang hari-hari ini mengalami eskalasi di berbagai tempat. "Kampus harus menjadi pusat moderasi bagi tumbuhnya Islam yang terbuka, damai dan toleran" kata Adung Abdul Rochman

Sebagaimana diketahui, 148 Dosen Muda GP Ansor mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus IAIN Tulungagung dibuka pada Kamis, 30 Maret 2017 dan ditutup pada Ahad, 2 April 2017. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Cerita, Meme Islam, IMNU Asli Muhammadiyah

Minggu, 08 April 2012

PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal

Depok, Asli Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar pelatihan hisab dan rukyatul hilal di sekretariat PCNU Kota Depok, Jl. Raya Kalimulya No, 5 B Kalimulya, Kec, Cilodong- Kota Depok, Rabu ? (17/5).

PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal

Sekretaris PCNU Kota Depok Ust. Nasihun Syahroni menyatakan pelatihan tersebut sangat tepat karena bersamaan waktunya dengan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dalam penetapan awal puasa. Menurutnya, warga Nahdliyin mengetahui bahwa penetapan awal bulan komariyah yang digunakan NU dengan menggunakan metode rukyatul hilal. Namun, lanjutnya, masih banyak yang belum mengetahui prosesnya seperti apa.?

Pihaknya menyelenggarakan pelatihan tersebut untuk pengurus NU, badan otonom seperti: IPNU-IPPNU, GP Ansor NU, Fatayat NU, Muslimat NU, Lazisnu, JQH NU, LTM NU dan lainnya.?

"Sebagai narasumber adalah KH M. Yusuf Hidayat, yang juga katib syuriah PCNU Kota Depok. Ini adalah kegiatan perdana di Depok dan selanjutnya, akan menyusul," ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Menurutnya, dari pelatihan tersebut diharapkan agar peserta yang ? mengikuti pelatihan bisa mengenal dan menghitung bagaimana cara melakukan hisab dan rukyatul hilal. Paling tidak, lanjutnya, memahami metode ini dalam menentukan awal dan akhir bulan puasa.?

"Tidak hanya memahami saja, tapi secara sederhana bisa mengikuti metode dan dipelajari di situ. Tentunya, tidak berhenti sampai di sini saja tapi ada tingkatan lanjutan untuk lebih dalam lagi," paparnya.?

Sementara itu, Yusuf Hidayat mengungkapkan bahwa peserta mendapatkan beragam materi seputar metode hisab dan rukyatul hilal. Menurutnya, materi diambil dari ilmu falak.

Kursus singkat hisab dan rukyatul hilal (metode 2 jam) menghitung awal bulan komariyah, terjemahan dari Kitab Fathul Rauf Al-Mannan Syeikh Abu Hamdan Abdul Jalil bin Abdul Hamid Qudus.

Asli Muhammadiyah

"Materi memang disusun untuk memudahkan bagi peserta dikarenakan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ada bagan falak dan buku panduannya. Diharapkan, ilmu yang sebagian orang susah memahaminya dengan pelatihan ini bisa dengan mudah dan mampu," harapnya. (Aan Humaidi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Humor Islam, Kajian Asli Muhammadiyah

Sabtu, 05 Oktober 2013

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta

Padangpariaman, Asli Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman berkomitmen dan konsisten untuk melanjutkan perintah ulama, tuanku dan kiyai dalam ? mencetak kader NU ke depan. Karena IPNU merupakan ? garda terdepan dari NU.

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad mengungkapkan hal itu pada penutupan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I dan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IPNU Padangpariaman di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Istiqamah, Sungai Abang, Lubuk Alung, Senin (17/8) malam.

"NU adalah organisasi yang sangat membutuhkan SDM. Munculnya ? kekuatan liberalisme dan radikalisme, sedangkan IPNU ? akan tetap pad komitmen berahlussunnah wal jamaah yang tawasuth, tasammuh, tawazun dan i tidal. ? Dengan Makesta dan hasil Rakercab ? yang ? dapat menjadi perjuangan IPNU Padangpariaman ke depan," kata Fauzan, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, VI Lingkung ? ini.?

Asli Muhammadiyah

Dikatakan, momen HUT Kemerdekaan RI ke-70, tepatnya 17 Agustus ini sengaja kita lakukan ? untuk memperingati jasa para pahlawan dan ulama-ulama yang membela tanah air dengan semangat jihadnya. "Nilai-nilai perjuangan kemerdekaan ini yang perlu kita tanamkan pada kader IPNU agar memiliki rasa loyalitas untuk berjuang bersama organisasi," kata Fauzan.

Sementara itu, kata Fauzan, ? dalam menjawab tantangan masa depan berbasis Islam nusantara, IPNU harus tetap istiqamah menjalankan tugas ? kaderisasi dan menata potensi kader. Untuk itu pentingnya Makesta bagi seluruh pengurus IPNU Padangpariaman dan ? pelajar lainnya.

Asli Muhammadiyah

Ketua PCNU Padangpariaman Drs H Masrichan yang menutup Rakercab dan Makesta sangat mengapresiasi cara ini. IPNU Padangpariaman adalah organisasi yang aktif menjalankan acara benilai positif. ? "Kita dari NU ? sangat mendukung kegiatan ini. Karena IPNU ? anak kandung NU, maka ? NU siap kerjasama dengan IPNU ? yang berbasis tingkat pelajar ini," kata Masrican.

Rakercab I dan MAKESTA ? dengan tema ‘Dengan semangat kemerdekaan, kita tumbuhkan loyalitas kader untuk kejayaan IPNU’. Kegiatan ? dibuka Pembina IPNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaimn yang sekaligus menjadi pemateri. Juga tampil Ketua MUI Padangpariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, sekaligus mantan Ketua PW IPNU Sumbar. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nusantara, Meme Islam, Ulama Asli Muhammadiyah

Rabu, 28 November 2012

Sekolah untuk Semua

Oleh A. Muchlishon Rochmat

Sejatinya fungsi sekolah adalah bukan seberapa cerdas anda, melainkan bagaimana anda menjadi cerdas. (Howard Gardner)

Sekolah merupakan institusi dimana proses belajar dan mengajar secara formal berlangsung. Seiring dengan berkembangnya waktu, posisi sekolah menjadi sentral dan utama di masyarakat kita. Hal tersebut bisa kita lihat dari persepsi masyarakat dan kesempatan mendapatkan kerja –baik di institusi negeri maupun swasta- bahwa orang baru dianggap berpendidikan kalau dia menamatkan sekolah formal dan orang bisa mendapatkan pekerjaan kalau ia memiki selembar kertas ijazah meski terkadang tidak ada skill. Bukankah pendidikan formal merupakan salah satu jenis pendidikan saja, selain informal dan non-formal?

Sekolah untuk Semua (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah untuk Semua (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah untuk Semua

Seiring dengan peran pendidikan formal yang begitu vital di masyarakat, maka menjamur lah sekolah-sekolah formal itu mulai dari tingkat SD (Sekolah Dasar) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). Sekolah-sekolah tersebut berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, karena dengan menjadi sekolah terbaik tentu akan memberikan keuntungan ‘privilege’ dan sekaligus keuntungan materi. Keduanya saling terkait. Dimana sekolah yang memiliki ‘privilege’ tentu akan mudah mendapatkan keuntungan ‘materi’. 

Dengan demikian, banyak stakeholder dan manajemen sekolah yang berbondong-bondong untuk mengembangkan manajemen sekolahnya agar menjadi sekolah terbaik seperti menerapkan konsep sekolah unggulan, sekolah model, sekolah berstandar nasional dan sekolah berstandar internasional –kedua model terakhir sudah dihapuskan.

Asli Muhammadiyah

 

Ironisnya, konsep sekolah terbaik yang dicetuskan oleh para stakeholder dan manajemen sekolah tersebut mengakar kuat di masyarakat kita. Sehingga tertanamlah di otak mereka sebuah paradigma bahwa sekolah terbaik adalah sekolah yang dihuni oleh siswa-siswi yang memiliki kecerdasan kognitif di atas rata-rata, sekolah terbaik adalah sekolah yang siswa-siswinya unggul dalam ilmu-ilmu eksakta seperti fisika, biologi, kimia, matematika dan lainnya. Paradigma tersebut tumbuh subur di masyarakat kita.

Asli Muhammadiyah

Kalau konsep sekolah terbaik adalah hanya untuk siswa-siswi yang memiliki kecerdasan kognitif semata, tentu sebagai akibatnya akan lahir pula konsep-konsep sekolah rendahan atau buangan. Sekolah dimana siswa-siswinya adalah orang-orang yang gagal masuk ke sekolah unggulan tersebut, sekolah dimana siswa-siswinya tidak memiliki kecerdasan kognitif, dan sekolah yang menampung orang-orang yang tidak memiliki kecerdasan kognitif. 

Konsep sekolah unggulan tersebut tentu menafikan dan mengabaikan siswa-siswi yang dianggap tidak cerdas karena hanya menerima dan mengakui siswa-siswi yang cerdas kognitifnya saja. Bukankah setiap individu itu cerdas sebagaimana yang disampaikan oleh Gardner di dalam teori multiple intelligence-nya? Konsep sekolah unggulan sudah menggurita di Indonesia. 

Menurut Munif Chatib, seorang konsultan pendidikan, konsep tersebut memiliki dampak negatif yang sangat luar biasa seperti mendiskriminasi kecerdasan siswa, tidak menghargai kecerdasan setiap individu, membuat individu tidak percaya diri dengan kecerdasannya –bagi mereka yang tidak lolos seleksi ke sekolah unggulan, dan lainnya. 

Konsep sekolah unggulan yang ada tersebut bukankan sekolah yang manusiawi. Karena sebagaimana yang dikatakan Gardner bahwa sejatinya fungsi sekolah adalah bukan seberapa cerdas anda, melainkan bagaimana anda menjadi cerdas. Sekolah yang manusiawi adalah sekolah yang menerima setiap individu dengan kecerdasannya masing-masing. 

Di buku Sekolah Anak-anak Juara, Chatib menawarkan sebuah konsep sekolah unggulan yang manusiawi dan menghargai setiap kecerdasan individu. Menurutunya, ada tiga tahapan untuk mewujudkan sekolah unggulan yang manusiawi; Pertama, sekolah tanpa seleksi tes masuk. Kebanyakan sekolah ungulan yang ada adalah sekolah yang menerapkan tes standar masuk dengan begitu ketatnya, menjadikan hasil tes tersebut untuk memetakan kelas –yang pintar satu kelas dengan yang pintar dan begitu sebaliknya, dan tidak menerima siswa yang berkebutuhan khusus. 

Adapun konsep sekolah unggulan manusiawi yang ditawarkan oleh Chatib adalah sekolah yang menerima semua siswa yang mendaftar tanpa tes yang ketat–tentu dengan memperhatikan kuota ruangan kelas, menjadikan hasil tersebut sebagai database, memetakan kelas sesuai dengan gaya belajar siswa, dan menerima siswa yang berkebutuhan khusus.

Kedua, menerapkan proses belajar terbaik (the best process learning). Yang dimaksud dengan sekolah the best process learning adalah sekolah yang menerapkan metode pengajaran yang bervariasi (multiple intelligence strategy) sesuai dengan kecerdasan dan gaya belajar siswa. Model pengajaran monoton dan satu arah tentu hanya akan membuat siswa tidak antusias dan malas untuk menyerap setiap materi yang disampaikan.

 

Maka dari itu, seorang guru harus menggunakan strategi multiple intelligence agar materi yang disampaikan bisa diserap oleh siswa dengan baik. Langkah-langkah penerapan the best process learning adalah dengan membuat lesson plan (rencana pengajaran) yang variatif dan menarik, serta tidak hanya menerapkan metode ceramah.

Terakhir, menerapkan the best output. Sekolah the best output adalah sekolah sekolah yang menerapkan metode penilaian terhadap kondisi kognitif maupun jenis kecerdasan siswa lainnya. Kalau sekolah unggulan yang ada sekarang hanya menerima kondisi kognitif siswa semata, dan menyangkal kecerdasan lainnya. 

Maka sekolah the best output menerima siswa-siswi dari berbagai kecerdasan, mulai dari siswa tipe pembelajar cepat (fast learner) hingga pembelajar lambat (slow learner) bahkan siswa yang membutuhkan siswa yang berkebutuhan khusus. Sekolah the best output juga menerapkan penilaian yang autentik yakni penilaian yang bukan menekankan pada sisi kognitif semata, tapi juga psikomotorik dan afektif secara seimbang.

Dengan demikian kita berharap bahwa konsep sekolah unggulan adalah bukan hanya untuk mereka saja yang memiliki kecerdasan kognitif yang tinggi, melainkan untuk setiap individu dengan kecerdasannya masing-masing. 

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Meme Islam, Kiai, Nasional Asli Muhammadiyah