Senin, 20 November 2017

Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Masa kampanye pemilu legislatif telah berlalu. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta semua partai politik melaksanakan janji-janjinya kepada rakyat.

Kepada partai nasionalis, pengasuh pondok pesantren Al-Hikam ini meminta mereka melakukan tindakan sesuai dengan asas nasionalis yang dipakai. Mereka harus mengedepankan masalah bangsa Indonesia ketimbang kepentingan asing di Indonesia.

Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Asas Nasionalis Jangan Hanya Jargon

"Asas nasionalis jangan hanya menjadi jargon. Karena itu, caleg dan politisi yang berasal dari partai nasionalis hendaknya mengedepankan kepentingan bangsa ketimbang yang lain, baik dalam konteks kebijakan ekonomi, politik, kebudayaan, dan lainnya," katanya di sela sarasehan ulama dan cendekiawan di kantor PWNU Banten, Ahad (6/4).

Asli Muhammadiyah

Kiai kelahiran Bangilan Tuban ini mencontohkan, dalam kasus kebijakan ekonomi, selama ini Indonesia lebih condong menguntungkan asing ketimbang bangsa sendiri. Sumber daya alam yang ada seharusnya digunakan untuk kepentingan bangsa sendiri.

"Tri Sakti yang digagas Bung Karno dulu meski belum bisa mewujudkan setidaknya mengarah ke sana. Karena itu harus ada usaha mereview kembali UU yang sangat pro asing," ujar Sekjen International Conference Of Islamic Scholars (ICIS) ini.

Asli Muhammadiyah

Untuk partai Islam, Kiai Hasyim berpesan agar perilaku para politisinya mewakili keluhuran ajaran Islam. Keluhuran yang dimaksud adalah tidak melakukan korupsi atau mencuri uang negara, bersikap adil, dan rahmatan lil alamin. "Nilai-nilai itulah yang harus diwujudkan oleh politisi partai semacam ini," terangnya.

Kiai Hasyim menegaskan, menurunnya citra partai Islam di mata masyarakat? karena perilaku menyimpang para politisi, bukan karena Islamnya. Para politisi itu tidak bisa mengikuti keluhuran Islam. Karena itu, katanya,? pekerjaan rumah yang harus dilakukan para politisi Islam adalah berperilaku islami.

"Para politisi parpol islam saat sudah menjabat bukan berdakwah tentang ajaran agama, tetapi harus bisa merealisasikan ajaran itu dalam bentuk teknis. Tidak mengajari annadofatu minal iman, tetapi langsung membentuk pasukan kuning," katanya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ubudiyah, Meme Islam Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock