Attijani


info Attijani
Attijani bahasa
Attijani bahasa nasional
Attijani bahasa indonesia
Attijani belah bambu
Attijani busuk
Attijani berasal dari bahasa yunani yaitu
Attijani belanda
Attijani busuk sby
Attijani berasal dari kata
Attijani global
Attijani gus dur
Attijani golkar
Attijani gender
Attijani gorontalo
Attijani global amerika serikat
habib Attijani mp3
video Attijani full
Attijani gerakan non blok
rahasia Attijani terbaru
Attijani g 30 s pki
Attijani konfrontasi
Attijani kerajaan kutai
Attijani kampus
Attijani kerajaan majapahit
Attijani kotor
Attijani kerajaan tarumanegara
Attijani kompasiana
Attijani luar negeri indonesia
Attijani luar negeri bebas aktif
Attijani luar negeri indonesia adalah
Attijani liberal
Attijani yang membedakan warna kulit disebut
Attijani yang dianut bangsa indonesia
Attijani yang baik
Attijani yahudi
Attijani yang dianut bangsa indonesia adalah
Attijani merupakan
Attijani yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Attijani. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Attijani. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Oktober 2017

Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ menyampaikan ceramahnya dalam Sarasehan Nasional Kritik Film Senyap dan Sejarah PKI yang digelar Direktorat Sejarah Kemendikbud Jatim dan Masyarakat Sejarawan Indonesia Jatim di Surabaya, Sabtu (30/5) kemarin.

Menurut Mun’im simpati kepada para korban PKI jangan sampai melupakan kekejamannya. "Sejarah harus ditulis secara proporsional,” kata penulis buku Benturan NU-PKI 1948-1965 ini.

Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional

Terkait penyebaran film bertajuk “Senyap” atau The Look of Silence yang antara lain berkisah tentang kisah hidup para keluarga eks PKI, menurut Mun’im, film ini malah mengacaukan sejarah.

Asli Muhammadiyah

“Film ini lemah secara sinematografi karena alurnya jauh dari skenario yang dimaui sendiri, tak ada pendalaman peristiwa, tak ada ketegangan,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Secara historiografi, tambahnya, film Senyap lemah karena hanya menampakkan penggalan sejarah yang tak tersambung satu sama lain. Film karya sutradara Amerika Serikat Joshua Oppenheimer ini tidak layak disebut film tapi reportasi jurnalistik yang gagal, katanya.

“Satu-satunya kekuatan film ini hanyalah karena mendapatkan dukungan politik dunia internasional,” kata Mun’im DZ dalam sarasehan yang dihadiri sejarawan Unesa Surabaya Prof Aminuddin Kasdi, Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Restu gunawan dan beberapa saksi sejarah peristiwa 1965. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ulama,Attijani Asli Muhammadiyah

Rabu, 11 Januari 2017

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

Asli Muhammadiyah

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

Asli Muhammadiyah

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Budaya, Aswaja, Tegal,Attijani Asli Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai

Serang, Asli Muhammadiyah. Ratusan kiai melakukan doa bersama di halaman kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten di Serang, Sabtu (5/4). Kegiatan diselenggarakan mendekati pelaksanaan pemilu legislatif 9 April mendatang.

Hadir, antara lain KH Hasyim Muzadi, KH Malik Madani, dan sejumlah pejabat dari unsur TNI/Polri dan partai politik peserta pemilu. Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh para aktivis NU dari unsur Muslimat NU, Ansor Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai

Acara istighotsah dan doa bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan Sarasehan Ulama dan Cendekiawan yang diprakarsai oleh KH Hasyim Muzadi. Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, diantaranya Ketua DKPP, Jimly Assidiqie, dan Mantan Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri.

Asli Muhammadiyah

Wakapolda Banten, Joko Irianto, mengatakan, pihaknya berharap semua pihak turut menciptakan suasana kondusif pada pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014. "Mari kita ciptakan suasana damai di Banten pada pelaksanaan pemilu tahun ini," katanya.

Asli Muhammadiyah

Usai acara istighotsah, acara dilanjutkan dengan sarasehan ulama dan cendekiawan. Pada sesi, hadir sebagai pembicara mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Katib Aam PBNU KH Malik Madani.  Sedang sesi kedua akan menghadirkan narasumber Jimly Assidiqie dan Gumilar Ruslima Soemanteri.

Sarasehan ini akan mengupas problem yang dihadapi bangsa Indonesia, terkait persoalan politik ekonomi, keagamaan dan hukum. "Acara seperti ini akan digelar keliling daerah. Dengan demikian, para ulama diharapkan tahu kondisi bangsa ini yang sebenarnya," kata Hasyim Muzadi.

Sasehan ulama di Banten kali ini adalah kegiatan kelima, setelah sebelumnya kegiatan yang sama digelar di Depok, Bandung, Semarang, dan Jakarta. (Ahmad Millah/Anam)

 

Foto: KH Malik Madani dan KH Hasyim Muzadi usai acara istighotsah dan doa bersama.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Cerita,Attijani Asli Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Makassar, Asli Muhammadiyah. Dewan Pembina PP GP Ansor, Habib Puang Makka membaiat peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV PP GP Ansor, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). ? ?

Kepada peserta berasal dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Habib Puang Makka meminta kader inti Pemuda Ansor itu untuk selalu menjaga Indonesia dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Usai lagu Indonesia Raya berakhir, pemilik nama lengkap Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama itu melangkah yakin menuju empat bendera, merah putih, Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser. Lalu dengan khusyuk mencium bendera-bendera itu secara berurutan dan kemudian kembali ke tempat semula.

"Banser senantiasa menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasullullah SAW. Dan tanpa pamrih mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 tanpa pamrih dan konsekuen," ujar Puang Makka diikuti peserta.

Pasca pembaiatan, tindakan Puang Makka mencium empat bendera diikuti anggota Banser dan jamaah Khalwatiyah Yusuf Makassari yang menghadiri prosesi. Lantunan sholawat dan tangis haru memenuhi ruangan.

Asli Muhammadiyah

"Jajaran Satkornas Banser mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW GP Ansor Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kaderisasi di Makassar," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian,Attijani Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 08 Juli 2017

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

Lamongan, Asli Muhammadiyah. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri Paciran mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tahap Pertama (Diklatama) di bumi perkemahan Ngebrak Tunggul, Lamongan, Kamis-Jumat (24-25/10). Sayap kepanduan IPNU-IPPNU ini melatih sedikitnya 70 kader baru utusan ranting dan komisariat sekecamatan Paciran.

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

Pelatihan dasar ini dipandu DKW CBP KPP Jatim. DKW CBP Jatim Komandan Jay mengatakan, diklatama ini adalah sebagai tahap pertama rekan dan rekanita untuk menjadi anggota CBP-KPP.

“Jumlah peserta kali ini terbilang besar untuk tingkatan anak cabang,” kata Jay, rekan IPNU asal Jember.

Asli Muhammadiyah

Sepakat dengan Jay, Ketua IPNU Paciran Ruri menegaskan bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan. Di luar ruangan juga bisa belajar.

“Pada Diklatama yang bertepatan dengan pergantian tahun Hijriyah, peserta membaca bersama doa akhir dan awal tahun. Kita menutup doa untuk Indonesia ke depan lebih baik,” kata Ruri.

Asli Muhammadiyah

Sementara Ketua IPNU Jatim Imam Fadli kader asal Paciran mengingatkan, pelajar NU dan anggota kepanduan IPNU-IPPNU ini memberikan sumbangsih besar dalam rangka kaderisasi.

“Pengurus IPNU-IPPNU Paciran perlu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kaderisasi,” tutup Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Hikmah,Attijani Asli Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Demak, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Demak, Sabtu (5/4) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) digedung PCNU Demak Jl. Sultan Fattah Bintoro Demak. Rapimda tersebut diikuti 300 peserta yang terdiri dari Pengurus Cabang NU, MWC NU dan LTM NU se-kabupaten Demak serta pengurus Ranting NU se-Kabupaten Demak.

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Rapimda ini dihadiri juga oleh Ketua Pimpinan Pusat LTMNU KH Abdul Manan Ghani dan Wakil Ketua Agus Wustho. 

Asli Muhammadiyah

Ketua NU Demak H Musadad Syarif mengatakan, Rapimda diselenggarakan atas instruksi dari PP LTMNU dalam rangka mengamankan aset-aset NU dari serobotan kelompok lain yang berusaha menguasai Masjid-masjid yang dibangun orang NU.

“Rapimda ini memang salah satu program dari LTMNU cabang Demak atas instruksi dari pimpinan pusat sebagai salah satu setrategi pengamanan aset-aset NU, dalam hal ini Masjid,” tutur Musadad.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Ketua PP LTMNU H Abdul Manan A Ghani menyambut baik atas inisiatif LTMNU Demak yang telah menindaklanjuti rapimnas region VI wilayah Jawa Tengah dan DIY yang telah berlangsung 21-22 April lalu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tegal Randu Srumbung Magelang.

Lebih lanjut, Abdul Manan menjelaskan, Rapimda ini merupakan upaya antisipasi dini dari kelompok lain yang telah berupaya mengambilalih serta alih fungsi yang tidak sesuai dengan misi NU dan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Demak adalah cabang yang pertama kali mengadakan Rapimda. Saya selaku pimpinan pusat sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya rapimda ini, semoga cabang cabang yang lain nantinya juga bisa mengikuti langkah LTMNU Demak,” harapnya.

Sedangkan Wakil Ketua PP LTMNU Agus Wustho,usai mendampingi pimpinan sidang  dengan PC LTMNU Demak, menyampaikan 9 poin hasil Rapimda yang kebetulan selaras dengan hasil rapimnas region 6 Jateng dan DIY di Magelang.

Yakni sertifikasi Masjid dan musholla, papanisasi, pembekalan dengan diklat dan pembinaan takmir, optimalisasi peran struktur LTMNU sampai ranting, meningkatkan kegiatan masjid, memakmurkan masjid dan musholla dengan kegiatan ahlussunnah waljamaah, meningkatkan kegiatan semarak Ramadhan, menyelenggarakan rapimda, membentuk lembaga amil zakat dan shodaqoh

“Alhamdulillah Rapimda Demak telah menyepakati hal-hal yang selaras dengan Rapimnas Magelang. Kita semua harus mengamankan dan menindaklanjutinya,” imbuh Agus Wustho.

Sementara itu bendahara NU Demak H Zainuddin menandaskan, NU Demak berupaya semaksimal mungkin dalam pengamanan aset-aset NU. Program ini mendapat sambutan baik dari pengurus MWC sampai Ranting sehingga perlu adanya tiondak lanjut dalam upaya sosialisasi di semua tingkat kepengurusan NU.

"Kami selaku pengurus cabang sangat senang melihat para kyai dan pengurus yang hadir sat ini merasa tergugah dan mempunyai kesamaan semangat dan misi Aswaja,” tandasnya.

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Halaqoh, Sholawat,Attijani Asli Muhammadiyah

Sabtu, 28 April 2012

Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Lebih dari 100 orang Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dikukuhkan, Ahad (1/10). Jumlah tersebut merupakan pengurus harian, baik PB PMII maupun KOPRI PB PMII.  Di saat yang bersamaan diperingati juga Hari Kesaktian Pancasila. 

Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang menegaskan Pancasila sebagai azas tunggal dalam berorganiasi.  

Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus

“Tidak ada lagi azas lainnya dalam berorganisasi dan bernegara," ungkap Agus.

Ia menyoroti berbagai organisasi yang ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negera, bahkan muncul juga gerakan radikalisme di berbagai kalangan, termasuk dalam dunia pendidikan. Untuk itu, dirinya berkomitmen agar PMII menjadi penangkal deradikalisasi di kampus. 

Dengan keberadaan PMII yang sudah memiliki 230 cabang  dan 24 Koordinator Cabang di seluruh Indonesia, bukan tak mungkin PMII bisa menangkal deradikalisasi di kampus seluruh Indonesia. 

Asli Muhammadiyah

"PMII akan mampu memperkenalkan Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin," katanya. 

Kepengurusan ke depan, PB PMII memiliki empat agenda besar. Di antaranya, membumikan ahlusunnah wal jamaah di internal kampus, fokus modulasi dalam gerakan advokasi, mendorong gerakan Enterprenership dan memperkenalkan Islam yang ramah dalam ranah Internasional, terutama di forum-forum internasional.  

Asli Muhammadiyah

"Diharapkan para pengurus bisa menjaga kekompakan. Di mana kekompakan menjadi syarat dan modal dalam bergerak," tuturnya. 

Begitu juga dengan cara pandang di internal dan eksternal. Para Pengurus Besar (PB) PMII harus menjadi teladan kepada tiap cabang dan Koordinator Cabang di setiap daerah. Selain itu, sebelum pengukuhan dilaksanakan, digelar juga Festival Hadroh se-Jabodetabekabanten dan Istighotsah. 

Direncanakan akan hadir juga Abdul Muhaimin Iskandar selaku Ketua Mabinas PMII, M. Hanif Dakhiri Menteri Ketenagakerjaan, Eko Putro Sandjojo Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Imam Nahrawi Menteri Pemudan dan Olahraga serta Khofifah Indar Parawansa selaku  Menteri Sosial. 

Ketua Pelaksana Pengukuhan PB PMII Mukhtar Ansori Attijani mengungkapkan, berdoa merupakan cara terbaik dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Diakui olehnya, Pengukuhan dan Rakernas PB PMII adalah pijakan awal untuk melangkah kedepan membangun organisasi. 

"Tentunya diawali dengan Istighotsah dan doa bersama untuk bangsa. Serta PMII senantiasa mampu mengawal bangsa ini dengan penuh semangat mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pendidikan, Kajian, Tegal Asli Muhammadiyah

Jumat, 26 Agustus 2016

Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik

Banda Aceh, Asli Muhammadiyah

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh masa khidmat 2015-2020 akan dilantik oleh PBNU. Pelantikan itu akan berlangsung di Anjong Mon Mata, Meuligo Gubernur Aceh, Jumat (18/3).

Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik

Iskandar Zulkarnain, Ketua Panitia pelantikan dan Mukerwil NU Aceh menyebutkan persiapan acara sudah mencapai 90 persen. Ia mengharapkan doa dan dukungan warga nahdliyin agar kegiatan itu berlangsung sukses dan tertib. 

“Jika tidak ada halangan, acara pelantikan NU Aceh ini juga akan dihadiri dan dilantik oleh Wakil Ketua PBNU, M Maksum Mahfudz,” ujarnya disela persiapan panitia di Sekretariat PWNU Aceh, Bayu, Lamcot.

Sabtu (19/3) seluruh PCNU se-Aceh beserta pengurus wilayah akan melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) NU Aceh yang akan berlangsung di Aula Majelis Permusyawartan Ulama (MPU) Aceh, Lampeuneurut, Banda Aceh. 

Asli Muhammadiyah

Adapun susunan PWNU Aceh, diantaranya Ketua Tanfidziyah Tgk H Faisal Ali, Sekretaris Tgk Asnawi M Amin, sedangkan untuk posisi Rais Syuriyah Tgk H Nuruzzahri Yahya dan posisi katib (sekretaris) Tgk H Husaini A Wahab. 

Iskandar berharap, acara pelantikan itu dapat berjalan dengan lancar. Ia juga mengundang seluruh warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar untuk dapat hadir pada pelantikan itu. (Muhadzier/Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib,Attijani Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

MATAN Jateng Deklarasi di Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawi

Semarang, Asli Muhammadiyah. Ketua Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Almutabarah an-Nahdliyyah (MATAN) KH Dr Hamdani Muin melantik pengurus MATAN Jawa Tengah, Rabu (4/2). Deklarasi dan pelantikan yang berlangsung di pesantren Sunan Gunung Jati Balawi, Gunung Pati, Semarang ini, menjadi penutup rangkaian maulid Nabi dan haul para wali yang berlangsung sejak Ahad (1/2) kemarin.

MATAN yang berasas nasionalis-religius memiliki keinginan untuk mengembalikan cita-cita para pendiri. Mereka ialah ulama yang telah membantu kemerdekaan ini. "Kita tidak boleh melupakan masa lalu, bahwa negara ini tidak bisa lepas dari peran pesantren," ungkap Sekretaris Wilayah Jateng M Thoriq Husen. Sebagai contoh, Husen menyebutkan Kodam IV dengan nama Kodam Diponegoro yang termasuk dari kalangan santri.

MATAN Jateng Deklarasi di Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawi (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN Jateng Deklarasi di Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawi (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN Jateng Deklarasi di Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawi

Saat dihubungi Asli Muhammadiyah, Husen menyataka bahwa pihaknya sebenarnya agak malu karena baru mengadakan pelantikan kepengurusan. Sebab kepengurusan wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Jakarta dan di luar Jawa, sudah terbentuk.

Asli Muhammadiyah

Dosen Universitas Sains Al-Quran Wonosobo DR Muh Syakir diamanahkan sebagai Ketua MATAN Jateng. Husen yang masih kuliah di jurusan ilmu politik Universitas Wahid Hasyim merencanakan rapat kerja pada Mei mendatang.

“Kami pengurus akan mengawalinya dengan pemantapan organisasi terlebih dahulu sebelum raker nanti,” kata Husen.

Asli Muhammadiyah

Kantor sekretariat MATAN Jateng berlokasi di Pesantren Sunan Gunung Jati Balawi Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah News, Meme Islam,Attijani Asli Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Bogor, Asli Muhammadiyah. Harga cabai yang sempat mencapai kisaran Rp130.000 menyebabkan masyarakat menjerit. Hal ini membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan beberapa langkah untuk menekan harga setinggi langit itu.

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Menurutnya, penurunan harga cabai ini dikarenakan meningkatnya produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai rawit merah. Hal ini menyebabkan jumlah cabai tersebut melimpah sehingga masyarakat pun tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.

“Saya sampaikan kepada ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk menanam cabai. Jadi ini berkat peranan ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu adalah tiangnya negara,” kata Amran saat memberikan materi di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ahad (26/3) di Hotel Lor-In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Amran mengakui, jika 120 juta perempuan Indonesia menanam cabai dan memelihara ayam yang hasilnya 2 juta per hari, itu bisa menghasilkan 120 triliun setiap bulannya, sedangkan jika 1 tahun bisa 1000 triliun.

Asli Muhammadiyah

“Luar biasa dahsyatnya dan saya yakin akan terjadi swasembada terbaik atas kontribusi besar ibu-ibu Muslimat NU,” jelas Amran yang menyebut harga cabai saat ini dikisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.

Ia mengakui jika swasembada pangan muncul dari peran tangguh para ibu. Sebab itu menurutnya, jika lahir pemimpin yang tangguh, itu pasti lahir dari peran ibu-ibu.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berupaya mewujudkan inovasi produk pertanian. Hal ini tidak terlepas dari peran ibu-ibu Muslimat yang sebagian besar juga petani di desanya masing-masing.

“Saya mendorong kepada ibu-ibu Muslimat untuk memperbarui langkah. Saya tekankan agar hasil panen tidak hanya sekadar petik dan jual, tetapi petik, olah, kemas, dan jual,” terang Khofifah.

Inovasi ini, lanjut dia, tentu akan menghasilkan profit lebih sehingga usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai. Dia tidak memungkiri, hal ini memerlukan keterampilan khusus yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

Asli Muhammadiyah

“Kita kerja sama dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian dalam Rapimnas ini. Mereka mempunyai balai-balai latihan yang bisa dimanfaatkan ibu-ibu Muslimat di wilayah dan cabang untuk meningkatkan keterampilan olah dan kemas tadi,” tandas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah PonPes, Warta,Attijani Asli Muhammadiyah

Minggu, 03 September 2017

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia

Oleh Idris Sholeh



Abu Madyan Al Ghauts, siapa yang tidak kenal dengan nama ini? Dialah sufi agung dari wilayah Islam paling barat. Nama lengkapnya adalah Abu Madyan Syuaib bin Husein Al Anshari Al Andalusi. Para pengagumnya menyebut dia sebagai sang sufi terbesar sepanjang sejarah, dia dianggap sebagai syaikhul masyayikh (mahaguru) karena keberhasilannya dalam menggabungkan antara syariat dan hakikat. Dia termasuk salah satu wali abdal pada masanya, dan sangat dikenal karena memiliki sifat takwa, wara, dan zuhud. Ia lahir di kota Qunthiyanah Sevilla Andalusia pada tahun 509 H. Pernah menempuh pendidikan di kota Fez Maroko, dan menetap di kota Bejaia.

Abu Madyan terlahir menjadi anak yatim dan menjalani kehidupan yang sangat sederhana sehingga telah membentuk kepribadian yang memiliki tekad sangat kuat. Al Tadili meriwayatkan cerita dari Muhammad Al Anshari yang mendengar langsung dari Abu Madyan tentang awal mula kehidupannya. "Aku adalah seorang anak yatim dari Andalusia, saudara-saudaraku mempekerjakanku sebagai penggembala ternak mereka. Setiap kali aku melihat orang shalat atau membaca Al-Quran, aku selalu tertarik dan terpesona, maka aku mendekati dan memperhatikan mereka. Namun, aku seringkali berduka lantaran tidak bisa menghafal Al-Quran dan tidak tahu cara shalat. Seketika itulah muncul keinginan yang sangat kuat dalam diriku untuk meninggalkan gembalaan agar aku bisa belajar Al-Quran dan mempelajari syariah."

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia

Salah satu guru Abu Madyan di kota Fez adalah seorang pakar fikih bernama Abu Hasan Ali bin Ghalib (w 592 H), kepada beliau juga, Abu Madyan belajar ilmu hadits yaitu kitab As-Sunan karya Abu Isa Al Tirmizi. Sedangkan mengenai ilmu tasawuf, beliau berguru kepada Abu Abdullah Al Daqqaq dan Abu Yaza Yalnur bin Maimun. Tentang guru-gurunya, Abu Madyan pernah bercerita "Saya mendengarkan cerita-cerita orang shaleh sejak zaman Uwais Al Qarni hingga sekarang, tidak ada yang menakjubkan bagiku selain tentang sosok Abi Yaza, dan tidak ada kitab yang menakjubkan bagiku selain kitab Ihya Ulumuddin karya Al Ghazali."

Karena kemasyhuran Abu Madyan atas keluasan ilmu dan karamahnya, akhirnya banyak orang-orang yang menimba ilmu kepadanya. Di antara murid-murid beliau adalah : 

1. Abdurrazaq Al Jazuli, kuburan beliau terletak di kota Alexandaria Mesir. Seperti dilansir oleh Ibnu Qanfazd dalam kitab Al Wafayat, beliau adalah salah satu guru dari Sidi Abi Muhammad Abdul Aziz Al Mahdawi dan Abi Baqa Abdullah.

Asli Muhammadiyah

2. Jafar bin Sidi Bunnah Al Khazai. Murid Abu Madyan ini pernah yang disebutkan oleh Lisanudin Ibnu Khatib dalam kitab Al Ihathah fi Akhbar Al Gharnathah.

3. Abdussalam bin Masyisy, beliau adalah salah satu guru dari tokoh besar yaitu Abu Hasan Al Syazili.

Asli Muhammadiyah

Diakhir hidupnya, beliau difitnah oleh orang-orang yang dengki dan iri atas kemasyhuran namanya, sehingga mereka memprovokasi penguasa Muwahidin pada saat itu yaitu Yakub Al Mansur dengan menyematkan kepadanya sebutan ulama Zindiq. Akhirnya beliau meninggalkan kota Bejaia menuju kota Tlemcen sampai akhir hayatnya pada tahun 594 H.

Salah satu karya beliau yang sangat terkenal adalah qasidah Ma Lazdah Al Isy . Berikut sebagian kutipan dan pesan-pesan yang terkandung didalamnya :

1. ? ? ? ? ? ? *** ? ? ? ?

Tidak ada kenikmatan hidup kecuali berteman dengan orang-orang fakir

Mereka adalah para sultan, para pemimpin dan para penguasa



2. ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

Maka bertemanlah dan bersikap baiklah di dalam majelis-majelis mereka

Dan tinggalkanlah kepentingan pribadimu sekalipun mereka menawarkan kepadamu



3. ? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ? ?

Manfaatkanlah waktu, dan hadirlah selalu bersama mereka

Ketahuilah! sesungguhnya keridhaan itu tercurahkan khusus bagi orang yang hadir



4. ? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

Ikutilah seorang guru dalam segala hal, semoga

Kebaikannya akan memberikan pengaruh kepadamu.

Penulis adalah wakil ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), kepala Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah Ciganjur Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Ahlussunnah, Kyai, Sejarah,Attijani Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

Batang, Asli Muhammadiyah. Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman Harits Dimyathi mengajak kalangan pesantren untuk pandai bersyukur. Sebab sekarang ini pesantren dan kitab kuning sebagai pilar utamanya mempunyai hak yang sama dalam sistem pendidikan nasional.?

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

“Kita patut bersyukur, karena negara sudah hadir. Ijazah lulusan pesantren yang selama puluhan tahun lalu hanya masuk di keranjang sampah, kini legalitasnya telah diakui pemerintah,” kata Kiai Luqman dalam seminar bertema Prospek Pesantren Salafiyah dalam Sistem Pendidikan Nasional? yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang, Jawa Tegah, Rabu (1/6) malam.

Asli Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu menjelaskan, perjuangan para pengasuh pesantren untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama hingga diterbitkanya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren, dilakukan setelah melewati proses panjang dan berliku.

Asli Muhammadiyah

“Sejak tahun 2004, kami bergelut dengan pasal-pasal. Tarik menarik kepentingan. Kami bersama para kiai terus mengawal dan memperjuangankan PMA ini dengan berdarah-darah,” ungkapnya dengan nada berapi-api dihadapan 200 kiai muda pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

Hingga tahun 2014 lalu, imbuh Kiai Luqman, pesantren benar-benar mendapatkan payung hukum (regulasi) yang jelas, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. PMA ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pesantren.

“Regulasi yang ada kemudian diperkuat dengan terbitnya PMA No 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren. Dimana pesantren berhak mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren masing-masing dengan basis kitab kuning,” jelas Sekretaris Forum Komunikasi Pesantren Muadalah se-Indonesia itu.

Satuan pendididikan muadalah terdiri atas dua jenis, Salafiyah yang berbasis kitab kuning dan Mu’allimin yang berbasis dirasah islamiyah. PMA tentang satuan muadalah ini pada akhirnya berhasil menyatukan dan memperkuat peran pesantren salaf dengan pesantren modern, yang selama ini antara keduanya terdapat tembok pemisah.

“Hikmahnya melalui pemyusunan PMA ini, antara pesantren salafiyah dengan pesantren modern menjadi sangat solid,” ungkapnya.

Katib Syuriyah PBNU itu menekankan pentingnya menjaga jatidiri pesantren melalui penerapan PMA tentang satuan pendidikan muadalah. Kepada para pengasuh pesantren, ia berpesan untuk tetap istiqamah menjaga kitab kuning sebagai kurikulum pesantren.

“Pesantren jangan mempersulit diri sendiri, setelah adanya PMA muadalah ini pesantren tetap bisa mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulumya dan lulusan pesantrenya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena ijazahnya sudah diakui oleh negara,” pungkasnya.?

Silaturarahmi yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang diikuti sekitar 200 pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Tampak hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Batang Soetadi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Pembina Pondok Tazakka H Muzammil Basyuni, dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi.

Selain KH Luqman Harits Dimyathi, beberapa tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Habib Luthfy Bin Yahya, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abu Hafsin Umar, Gus Idror Maimun Zubair dan KH Hasyim Muzadi. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional,Attijani Asli Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Tangerang, Asli Muhammadiyah



Dalam setiap aksi, mahasiswa terkesan beringas nyaris tanpa ampun demi menyampaikan tuntutan. Kadang mereka dianggap tidak beretika kepada pihak yang dituntut.?

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Namun berbeda dengan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang. Ketika berdemo, mereka sempat mencium tangan salah satu pejabat dinas di Pemerintah Kota Tangerang.?

Abdul Qodir, salah satu peserta aksi melakukan hal itu. Menurut dia, aksi harus mengedepankan etika.

"Berpendapat tetap harus mengedepankan etika dan moral. Tidak harus dengan marah marah,” kata mahasiswa semester 1 STISNU pada Jumat (21/10) melalui siaran pers.

Kami, kata dia, berdemonstrasu untuk menemukan solusi. Dengan cara santun, terbukti membuahkan hasil. Pada Senin mendatang, peserta aksi diajak rapat bersama pemkot untuk menselaraskan pemikiran agar Tangerang bebas radikalisme.

Asli Muhammadiyah

“Kita menghormati yang lebih tua karena kami mahasiswa NU, Santri Tangerang Raya (Nusantara). Kewajiban yang muda menghormati yang tua," katanya. ?

Setelah menyampaikan tuntutan Tangerang bebas dari paham radikalisme, BEM STISNU yang berjalan kaki 6 km dari kampus Cikokol sampai Balai Kota, mereka diantar Satpol PP kembali ke kampus. ? (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah IMNU, Humor Islam, AlaSantri,Attijani Asli Muhammadiyah

Rabu, 19 Desember 2012

Makna dan Fadhilah Bulan Sya’ban

Sya’ban dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf. Syin, ain, ba’, alif dan nun. Huruf syin mewakili kata syaraf yang bermakan kemuliaan. Huruf ain adalah singkatan dari ‘uuwwi yang berarti tingkat tinggi. Huruf ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. Adapun alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang. Sedangkan nun dari kata nur yang berarti cahaya. Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan sy’ban yang disediakan oleh Allah swt. untuk hamba-hambanya.Pada bulan Sya’ban inilah Allah swt. membuka pintu-pintu kebaikan dan menurunkan berkah-Nya dan pada bulan inilah Allah swt bershalawat kepada Rasulullah saw selaku khairul bariyyat (makhluk yang paling mulia).

? ? ? ? ? ?, ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dalam sebuah pendapat sebagaimana dinuqil oleh Quthbur Rabbani Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya ‘al-Ghunyah’ di katakan:

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

Makna dan Fadhilah Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna dan Fadhilah Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna dan Fadhilah Bulan Sya’ban

Shalawat yang berikan Allah kepada Muhammad adalah sebuah penghormatan, shalawat atas nabi dari para malaikat merupakan pengejawantahan dari karamah, sedangkan shalawat atas nabi dari kita selaku ummat adalah permohonan syafaat dan pertolongan.

Tentang keutamaan bulan sya’ban, dalam kitab yang sama diterangkan lebih lanjut bahwa Allah swt selalu memilih satu dari empat hal:

Allah  memililih empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail. Dan Allah mengutamkan untuk memilih malaikat Jibril. Allah memilih empat nabi yaitu Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Dan Allah mengutamkan untuk memilih Nabi Muhammad saw. Allah memilih empat sahabat Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Dan Allah mengutamakan kuntuk memilih Abu Bakar. Allah memilih empat masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, dan Masjid Turisina. Dan Allah mengutamakan untuk memilih Masjidil Haram. Begitulah seterusnya hingga Allah memilih empat bulan yaitu Rajab, Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. Dan Allah mengutamakan untuk memilih Sya’ban. Kemudian Allah jadikan Sya’ban sebagai Syahrun nabi bulannya Rasulullah saw. Sebagaimana posisi Rasululullah sebagai afdhlul anbiya’ maka bulan sya’ban pun sebagai afdhalus syuhur.

Asli Muhammadiyah

Dijelaskan dalam hadits secara eksplisit:

? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?, ? ? ?, ? ?, ? ? ?, ? ? ?.

Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah bulan pemberangus dosa dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri.     

Mengenai bulan Sya’ban ini seorang ulama berkata bahwa “Bulan itu ada tiga. Pertama Bulan Rajab telah lampau, Rajab telah pergi tidak akan kembali. Kedua Bulan Ramadhan, ia belum datang dan terus kita nanti. Apakah esok kita masih mendapatkan Ramadhan? tidak ada yang tahu. Dan ketiga bulan sya’ban yang ada sekarang ini. Sya’ban sebagai perantara antara Rajab dan Ramadhan maka jagalah keta’atan selama berada di dalamnya (falyaghtanim at-th’at fiha).

Asli Muhammadiyah

Dalam konteks menjaga ketaatan selama Sy’aban inilah kemudian Rasulullah saw mengeluarkan hadits yang cukup terkenal. Diceritakan bahwa suatu ketika nabi memberikan mauidhah kepada seorang lelaki yang ternyata adalah Abdullah bin Umar bin Khattab. Rasulullah saw berkata “jagalah lima perkara sebelum datangnya lima yang lainnya, masa mudamu sebelum masa tuamu. Sehatmu sebelum masa sakitmu. Kayamu sebelum datang miskinmu. Kelonggaranmu sebeblum waktu sumpekmu dan hidupmu sebelum matimu.

Demikianlah makna bulan Sya’ban bagi umat muslim sebagai momentum peringatan diri menjadga ketatan kepada Ilahi. Sebegitu pentingnya hingga Rasulullah saw merumuskan dengan lima hal praktis yang cukup jelas. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam, Daerah,Attijani Asli Muhammadiyah

Senin, 11 September 2017

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid

Bagaimana gerak derap langkah kaki Anda ketika melewati anak tangga masjid? Mungkin Anda akan melangkahkan salah satu kaki Anda ke anak tangga pertama. Kemudian disusul langkah kaki selanjutnya dengan posisi menginjak anak tangga kedua.

Hal itu lumrah dan umum dilakukan. Tetapi, berbeda dengan Kiai Turaihan Kudus. Kiai yang terkenal akan sifat ihtiyath, kehati-hatian dalam segala hal ini, sangat memperhatikan sekali langkah kakinya ketika memasuki area masjid. Di mana pun ia berada.

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid

"Mbah Kiai Turaihan Kudus itu kalau melewati anak tangga masjid, ketika masuk, maka ia langkahkan kaki kanannya menuju anak tangga yang pertama, kemudian ia melangkahkan kaki kirinya dengan menyejajarkan kaki kiri di anak tangga yang pertama," tutur KH Muhammad Shofi Al-Mubarok, Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo Grobogan di sela sela pengajian kitab bersama para santri.

Asli Muhammadiyah

Ya, betapa kehati-hatian Kiai Turaihan Kudus tercermin dalam penuturan tersebut. Jadi ia tidak serta merta hanya mengawali langkah kakinya menapaki anak tangga dengan kaki kanan di awalnya saja. Melainkan dalam setiap derap kakinya meniti anak tangga itu, selalu dia awali dengan kaki kanan dan kemudian ia akhiri dengan menyejajarkan kaki kirinya di anak tangga yang telah dipijak kaki kanan.

Sang kiai begitu sabarnya meniti anak tangga satu per satu dengan kaki kanan sebagai awalan dan ditutup dengan kaki kiri. Begitu seterusnya hingga ia mencapai atas, puncak dari anak tangga tersebut.

Asli Muhammadiyah

Dan lebih hebatnya lagi, kiai asal kudus tersebut tidak hanya melakukan ritual tersebut saat memasuki masjid. Melainkan ia juga mengulangi cara tersebut ketika pulang dengan metode yang berkebalikan. Dalam artian, langkah pertama kaki kiri, kemudian turun ke anak tangga yang sama dengan menutupnya menggunakan kaki kanan. Subhanallah.

Betapa Kiai Turaihan begitu memiliki perhatian yang sangat mendalam. Hingga hal terkecil seperti melangkahkan kaki ke masjid pun, sangat ia perhatikan. Lalu, bagaimana dengan kita, meski kita tahu bahwa hal tersebut sunah. Sudahkah kita mengamalkannya? Wallahu alam. (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Berita, Warta, Budaya,Attijani Asli Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

Membaca Batas Kekufuran dan Keimanan dalam Al-Iqthisad fi Al-I’tiqad Karya Imam Al-Ghazali

Mendialogkan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam berbagai literatur khazanah keislaman adalah mencari parameter yang pas untuk mengetahuan esensi yang terkandung di dalam beberapa karyanya pra dan pasca berjibaku dalam dunia tasawuf. Hal ini menurut penulis penting, karena ada perbedaan yang sangat fundamental mengenai arah pemikiran Al-Ghazali tatkala beliau masih aktif sebagai akademisi, dan setelah beliau melepaskan jabatan akademik di Universitas Al-Nidzamiah.

Hari ini, kebetulan penulis mendapat tawaran sebuah kitab yang ditulis oleh Al-Ghazali tatkala beliau masih aktif sebagai pemangku rektor di Al-Nidzamiyah dari salah satu WAG, yaitu LDNU Jakarta Utara. Kitab yang secara esensial membahas persoalan akidah dalam kacamata mutakallimin (teolog), ini kemudian ia beri nama “al-Iqtishad fi al-I’tiqad”. Kebetulan kitab tersebut, pernah penulis baca dan penulis telaah pada pertengahan tahun 2014, maka sedikit banyak pemahaman mengenai isi kitab tersebut masih tersimpan di dalam memori otak.

Al-Ghazali dalam kacamata penulis merupakan sosok ulama yang unik. Keunikan tersebut tertuang di dalam beberapa karya tulisnya yang menurut penuturan Dr. Abdurrahman Al-Badawi mencapai 457 buah. Angka yang sangat fantastis, mengingat dari empat ratusan karya tersebut, tidak semuanya lahir dari pendekatan dan metodologi yang sama. Artinya, dari karya-karya yang telah penulis sebut di atas, Al-Ghazali menggunakan ragam pendekatan dengan metodologi yang bermacam-macam, tergantung kepada siapa karya itu nantinya akan ditawarkan.?

Bahkan pegiat kajian Al-Ghazali (Ghazalian), Hamid Dabaysi menuturkan, topik yang diangkat oleh Abu Hamid (Al-Ghazali) sudah melewati dimensi-dimensi diskursus yang otoritatif pada masanya. Katakanlah multidimensi yang termaktub di muka meliputi persoalan teologi, yurisprudensi, filsafat, tasawuf, bahkan sampai pada persoalan politik. Dalam konteks politik, kajian yang diangkat oleh Al-Ghazali yang patut dikaji secara serius adalah al-Tibrul Masbuuq fi Nashihati al-Muluk. Sebuah pandangan jenius Al-Ghazali mengenai problematika pemimpin (Muslim dan non-Muslim) yang jauh menembus alam bawah sadar cara pandang orang-orang saat itu.

Membaca Batas Kekufuran dan Keimanan dalam Al-Iqthisad fi Al-I’tiqad Karya Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Batas Kekufuran dan Keimanan dalam Al-Iqthisad fi Al-I’tiqad Karya Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Batas Kekufuran dan Keimanan dalam Al-Iqthisad fi Al-I’tiqad Karya Imam Al-Ghazali

Di dalam al-Iqtishad fi al-I’tiqad, Al-Ghazali mencoba untuk memformulasikan batasan kufur dan iman, di mana keduanya tidak akan bisa disingkap lewat uraian yang mendalam, jika hati masih terkontaminasi oleh ambisi untuk meraih jabatan dan urusan duniawi. Sebaliknya, keduanya akan tersingkap dengan jelas jika didasarkan pada (1) hati yang bersih dari noda kotoran dunia, (2) penempaan (riyadhah? yang sempurna, (3) dzikir yang istiqamah, (4) adil dalam pemikiran, dan (5) tersingkron dengan batasan-batasan syariat.?

Dalam kacamata penulis, jika merujuk pada argumentasi Al-Ghazali di atas, maka keabsahan term kufur yang sering terlontar karena berangkat dari ambisi untuk meraih jabatan duniawi perlu ditinjau ulang, karena sarat akan muatan-muatan politis. Di mana hal itu bertentangan dengan poin nomor satu sebagaimana dijelaskan di atas.?

Dari sini kemudian Al-Ghazali mempertanyakan secara serius, bagaimana seseorang mampu membedakan antara kekufuran dengan keimanan seseorang? Dengan ilham ilahi-kah, sementara kita belum mengosongkan hati dari kotoran-kotoran ambisi duniawi? Atau dengan kemampuan intelektual, sementara batas pengetahuan seseorang lebih didominasi oleh pendekatan rasionalis positivistik?

Asli Muhammadiyah

Selanjutnya di dalam karya itu pula Al-Ghazali banyak mengulas soal perdebatan yang terjadi di antara teolog, baik yang berafiliasi pada Al-Asy’ari, Al-Maturidi, Muktazilah, Qadariah, Jabariah, dan sebagainya. Tetapi yang paling menarik dalam kacamata penulis adalah perdebatan di kalangan Asy’arian itu sendiri. Di mana Al-Baqillani memilih pendapat yang berseberangan dengan konsensus para Asy’arian yang kala itu sudah dirasa cukup mapan. Pokok persoalan tersebut bermula dari pandangan Al-Baqillani soal sifat Baqa (kekal) Allah s.w.t., menurutnya sifat baqa tersebut hanya komplementer atas zat.

Dari kasus itulah, kemudian Al-Ghazali berdiri di tengah, untuk mengenengahi polemik yang terjadi di kalangan para Asy’arian. Menurut Al-Ghazali, pandangan Al-Baqillani yang dianggap keluar dari rumusan teolog Asy’arian sebenarnya hanya menyangkut lafal yang tidak esensial, di mana masalah zat atau atribut tambahan merupakan persoalan sepele yang tidak perlu diributkan.?

Asli Muhammadiyah

Itulah mengapa Al-Ghazali kerap menjadi sosok mediator handal, yang mampu meredam berbagai gejolak yang lahir dari perbedaan. Dalam rekonsiliasi antara para ahli fiqih dan ahli tasawuf pun, peran Al-Ghazali juga tidak sedikit. Kerukunan antar kedua belah pihak mampu kita rasakan sampai pada detik ini juga karena perjuangan Al-Ghazali. Wallahu A’lam.

Mohammad Khoiron

Akademisi di Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama, dan Sekretaris Aswaja Center NU DKI Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sejarah, Tegal, Pesantren,Attijani Asli Muhammadiyah