Humor Islam


info Humor Islam
Humor Islam bahasa
Humor Islam bahasa nasional
Humor Islam bahasa indonesia
Humor Islam belah bambu
Humor Islam busuk
Humor Islam berasal dari bahasa yunani yaitu
Humor Islam belanda
Humor Islam busuk sby
Humor Islam berasal dari kata
Humor Islam global
Humor Islam gus dur
Humor Islam golkar
Humor Islam gender
Humor Islam gorontalo
Humor Islam global amerika serikat
habib Humor Islam mp3
video Humor Islam full
Humor Islam gerakan non blok
rahasia Humor Islam terbaru
Humor Islam g 30 s pki
Humor Islam konfrontasi
Humor Islam kerajaan kutai
Humor Islam kampus
Humor Islam kerajaan majapahit
Humor Islam kotor
Humor Islam kerajaan tarumanegara
Humor Islam kompasiana
Humor Islam luar negeri indonesia
Humor Islam luar negeri bebas aktif
Humor Islam luar negeri indonesia adalah
Humor Islam liberal
Humor Islam yang membedakan warna kulit disebut
Humor Islam yang dianut bangsa indonesia
Humor Islam yang baik
Humor Islam yahudi
Humor Islam yang dianut bangsa indonesia adalah
Humor Islam merupakan
Humor Islam yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Humor Islam. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Humor Islam. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

Peristiwa Akhir Sya’ban 1393 H

Pada 27 September 1973 bertepatan dengan 29 Sya’ban 1393 H, terjadi keributan di gedung DPR RI Jakarta. Saat itu sedang diadakan Pembicaraan Tingkat II mengenai RUU Perkawinan. Aksi-aksi solidaritas terjadi di berbagai daerah yang berbuntut penahanan beberapa aktivis muslim. Antusias umat Islam mengikuti proses pembahasan RUU ini luas biasa, mungkin persis seperti suasana pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 ini. NU melaui PPP berhasil memegang kemudi dan memainkan peran yang sangat taktis berhadapan dengan PDI, Golkar dan ABRI.

RUU Perkawinan yang kemudian disahkan menjadi UU No 1 Tahun 1974 merupakan ketentuan Undang-Undang yang sangat penting terkait eksistensi umat Islam di Indonesia. Hukum perkawinan yang diterapkan di suatu negara menunjukkan sejauh mana negara ini mendasarkan hukum positifnya pada ajaran agama. Hukum perkawinan atau lebih luas hukum keluarga terkait erat dengan ketentuan agama di satu sisi, dan urusan negara di di sisi lainnya. Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim yang taat beragama ketika itu berhadapan dengan kelompok nasionalis sekuler. Saat itu bahkan terdengar pernyataan miring yang membuat geram umat Islam, bahwa “kita tidak bisa membuat kemajuan-kemajuan bila selalu memegang ajaran agama”.

Peristiwa Akhir Sya’ban 1393 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Peristiwa Akhir Sya’ban 1393 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Peristiwa Akhir Sya’ban 1393 H

Proses pembahasan RUU Perkawinan itu sebenarnya merupakan titik puncak dari perdebatan mengenai hukum perkawinan yang terjadi sejak zaman kolonial.? Perdebatan tidak hanya terjadi antara kelompok Islam(is) dengan kelompok sekuler di satu sisi tetapi juga dengan para aktivis gender. Beberapa point dalam ketentuan hukum keluarga Islam dinilai memberikan perlakukan tidk adil terhdap kaum perempuan, terutama terkait poligami, talak, perwalian dan pembagian harta warisan.

Masalah UU perkawinan menjadi perhatian penting ketika Kementerian Agama didirikan pascakemerdekaan. Pada Oktober 1950, Menteri Agama KH Wahid Hasyim membentuk Panitia Penyelidik Hukum Nikah, Talak dan Rujuk yang diketuai oleh Mr. Teuku Muhammad Hasan. Hasilnya disusun tiga RUU perwinan: 1)RUU perkawinan yang berifat khusus, 2)RUU perkawinan untuk umat islam, dan 3)RUU Perkawinan untuk umat Kristen.

Asli Muhammadiyah

Berikutnya, pada 1954, Menteri Agama KH Muhammad Ilyas mengajukan RUU Perkawinan khusus untuk umat Islam. Menteri Agama dari perwakilan NU ini memilih “mendahulukan pemenuhan kebutuhan umat Islam yang merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia”. Namun RUU ini kandas karena DPR telah menandatangani RUU yang lebih bersifat umum di atas. RUU inisiatif ini ditandatangani oleh Ny. Sumantri dari Fraksi PNI.

Asli Muhammadiyah

Adanya dua RUU ini menyebabkan pembahasan RUU perkawian menemui jalan buntu. Pihak NU menegaskan bahwa bahwa dalam negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya perkawinan diatur menurut ajaran agama, bukan semata-mata segi keperdataannya seperti ikatan perjanjian pada umumnya. Sementara pengusul RUU inisiatif mempertimbangkan aspirasi dari kelompok nonmuslim di parlemen serta para aktivis gender.

Pada masa Orde Baru, 31 Juli 1973, pemerintah mengajukan RUU Perkawinan yang baru. Bersamaan dengan itu, dua RUU yang pernah diajukan ke DPR dinyatakan dicabut kembali. Namun peristiwa ini memicu reaksi yang luar biasa di kalangan umat Islam. Ada sebelas point dalam RUU dari pemerintah itu yang dinilai bertentangan dengan ajaran Islam. RUU itu juga mirip sekali dengan RUU perkawinan yang diajukan oleh Ny. Sumantri. Apalagi ditemukan bahwa ada bagian dalam RUU dari pemerintah itu yang merupakan terjemahan saja dari Burgerlijk Wetboek dan Huwelijksordonantie Christen Indonesier pada zaman Belanda dulu.

Gelombang penolakan RUU Perkawinan terus mengemuka. Buya Hamka di harian KAMI, antara lain menulis bahwa RUU perkawinan yang diajukan oleh pemerintah itu telah memaksa Kaum Muslimin sebagai golongan mayoritas di negeri ini untuk meninggalkan syariat agamanya sendiri. Para pelajar Islam yang menggabunga diri dalam Badan Kontak Generasi Pelajar Islam membuat pernyataan tertulis dengan judul “Jangan Ganggu Aqidah Kami”. Pernyataan senada juga disampaikan secara perseorangan maupun kelompok kepada Presiden Soeharto dan kepada DPR. Institut Agama Islam? Yogyakarta juga memberikan catatan akademis terkait RUU itu.

Kemudian atas prakarsa Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bisri Syansuri, pada 22 Agustus 1973, diadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Jombang yang menolak secara tegas RUU Perkawinan ini disertai dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits. Namun tidak hanya menolak, Munas Alim Ulama ini juga mengajukan beberapa usulan yang rinci terkait perubahan pasal demi pasal yang menjadi pegangan bagi Fraksi PPP di DPR RI.

Reaksi penolakan umat Islam itu pun membuat Presiden Soeharto gamang. Dalam peringatan Isra’Mi’rj di Masjid Istiqlal Jakarta ia menyampaikan pernyataan khusus bahwa, “tidak mungkin dan tidak masuk akal kalau pemerintah mengajukan RUU yang bertentangan dengan aspirasi dan pandangan masyarakat yang ada di Indonesia”.

Tibalah saat-saat yang ditunggu, yakni pemberian pemandangan umum oleh fraksi-fraksi di DPR dan tanggapan pemerintah, pada sesi Pembicaraan Tingkat II RUU Perkawinan, 17-18 Septembr 1973. Para aktivis Islam menyimak sidang dari balkon di sisi-sisi ruang sidang dalam suasana tegang. Tiga fraksi di DPR, yakni ABRI, Fraksi Golkar dan PDI cenderung “main aman” terhadap pembahasan RUU ini. Fraksi PDI yang paling disorot dalam pembahasan ini hanya menyampaikan pandangan normatif disertai imbauan agar masyarkat tenang dan menunggu proses sidang berlangsung.

Sementara itu fraksi PPP bersifat aktif menyampaikan catatan-catatan dan usulan perubahan beberapa pasal dalam RUU perkawinan. Salah satu bagian yang disoroti adalah bab dan pasal mengenai pertunangan yang antara lain menyebutkan bahwa ketika terjadi kehamilan dalam pertunangan itu, maka pria diharuskan kawin dengan wanita jika disetujui oleh pihak wanita. Kepada para aktivis gender, Fraksi PPP menegaskan bahwa peraturan tentang pertunangan itu justru merendahkan derajat wanita sebab merupakan perlindungan hukum terhadap pergaulan bebas yang hampir selalu merugikan kaum wanita.

Ketika memasuki pembacaan tanggapan pemerintah yang diwakaili oleh Menteri Agama, sidang tidak kondusif lagi. Pada saat pembicaraan mengenai pasal pertunangan, para aktivis Islam meneriakkan yel-yel menolak RUU perkawinan dari balkon-balkon sidang. Sidang dihentikan. Para anggota DPR dikawal keluar dari ruang sidang. Beberapa aktivis yang dianggap sebagai penggerak keributan itu ditahan.

Tidak untungnya, keributan di ruang sidang DPR yang berbuntut penahanan beberapa aktivis Islam itu memicu reaksi umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia sehingga dianggap menggangu “stabilitas politik dan pembangunan”. Penahanan para aktivis Islam itu sangat disesalkan dan memicu aksi solidaritas dari luar kota Jakarta. Umat Islam juga diserukan membacakan qunut nazilah untuk mereka yang ditahan oleh aarat keamanan. Peristiwa dalam Sidang DPR RI yang disebut sebagai “Peristiwa Akhir Sya’ban” itu menjadi titik balik bagi pemerintah dan Fraksi Golkar yan cukup dominan dengan 261 kursi ditambah 75 kursi ABRI. Sementara Fraksi PPP mempunyai 94 kursi dan PDI 30 kursi.

Namun kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh PPP untuk mengadakan lobbying tingkat tinggi di luar gedung DPR. PPP terus mengadakan serangkaian pertemuan dengan pimpinan politik, meskipun manuver di luar sidang itu dinilai oleh para politisi PDI tidak sesuai dengan asas-asas demokrasi. PPP merasa bertanggungjawab terhadap kondisi itu dan ingin memperjuangkan agar UU Perkawinan dapat disahkan tetapi sesuai dengan ajaran Islam. Rais Aam Majelis Syuro PPP KH Bisri Syansuri dan Ketua Fraksi PPP KH Masjkur juga secara khusus menemui Presiden Soeharto dengan membawa hasil Munas Alim Ulama NU di Jombang.

Serangkaian lobbying yang telah dilakukan oleh PPP telah menghasilkan perumusan-perumusan baru di dalam RUU perkawinan yang “mau tidak mau” harus disetujui oleh para anggota DPR, terutama dari kalangan mayoritas Fraksi Golkar.

Menjelang penyelesaian RUU Perkawinan, ratusan pemuda pemudi yang menamakan diri Kesatuan Ummat Islam Indonesia melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI dengan pengawalan ketat para petugas keamanan. Sementara para anggot fraksi lain terlihat tegang, para anggota Fraksi PPP terlihat tenang. KH Masjkur sendiri sebelumnya telah bertemu dengan beberapa pemimpin demonstran dan menyampaikan perkembangan terakhir dari hasil-hasil lobbying tingkat tinggi itu.

Pada 22 Desember 1973 dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh 369 dari 460 anggota DPR yang ada, RUU perkawinan ditetapkan secara aklamasi. Kemudian pada 2 Januri 1974 RUU ini disahkan oleh presiden RI sebagai Undang-Undang Perkawinan yang diundangkan pada tanggal yang sama. UU ini terdiri dari 14 bab dengan 67 pasal. Sistematika bab tidak berbeda dengan RUU yang diajukan oleh? pemerintah, namun bab tentang pertunangan dan pengangkatan anak telah dihapus. Sementara rumusan pasal-pasalnya merupakan “refisi yang berat” dari RUU versi pemerintah.

Meskipun UU Perkawinan No 1 tahun 1974 diperuntukkan bagi seluruh warga negara Indonesia, tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, namun rumusan-rumusannya dianggap telah memberikan “hak istimewa” terhadap hukum perkawinan Islam. Apalagi UU itu telah memberikan mandat yang jelas terhadap Pengadilan Agama yang “dimandulkan” sejak era kolonial. Sementara Pengadilan Agama sendiri adalah lembaga peradilan perdata yang khusus untuk umat Islam, terutama berkaitan dengan persoalan hukum keluarga. (A. Khoirul Anam)



*Disarikan dari Daniel S. Lev dalam Islamic Court in Indonesia: A Study in the Pollitical Bases of Legal Institution.


Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Islam, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji

Brebes, Asli Muhammadiyah. Pemerintah Kabupaten Brebes menggelontorkan dana bantuan untuk guru ngaji sebesar Rp 4 Milyar. Bantuan tersebut diberikan sebagai tanda terima kasih kepada para guru ngaji yang telah mengabdi selama 1 tahun.  Pemkab memandang guru ngaji telah berjasa membangun rohani sehingga melahirkan generasi qurani.

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji

Bantuan secara simbolis diberikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Narjo pada saat pembinaan guru ngaji di Aula Kantor Kecamatan Brebes, Rabu (8/10).

Bupati beralasan, menjadi guru mengaji di masjid dan mushola yang kerap dilakoni para ustadz dan kiai NU didasari atas niat ikhlas, tanpa berharap imbalan atau lillahi taala. Namun atas keikhlasan tersebut justru menjadi perhatian Pemkab Brebes sehingga digulirkanlah dana stimulan bagi guru ngaji.

Asli Muhammadiyah

Dalam kata sambutannya, Bupati mengucapkan terima kasih kepada para guru ngaji yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya mencurahkan ilmu kepada umat Islam yang belajar membaca Al Quran. Dengan telaten para guru ngaji setiap hari mentransfer ilmunya di masjid, mushola maupun rumah masing-masing. “Bantuan yang tidak seberapa ini, mudah-mudahan menambah barokah,” kata Bupati.

Idza menjelaskan, pemberian bantuan sebagai realisasi dari program enam pilar pemerintah kabupaten Brebes. Sekaligus sebagai penghargaan kepada para ngaji sebagai bukti penyeimbang antara pembangunan jasmani dan pembangunan rohani.

Asli Muhammadiyah

Bantuan diberikan kepada 8000 guru ngaji se-Kabupaten Brebes. Kalau tahun lalu hanya 5000 orang, tahun 2014 bertambah menjadi  8000 orang. “Ini berarti ada penambahan 3000 orang atau Rp 1,5 Milyar,” paparnya.

Tiap orang, lanjutnya, mendapatkan bantuan Rp 500 ribu per tahun. Para guru yang mendapatkan stimulan berdasarkan usulan dari lebe (kaur kesra) di masing-masing desa atas persetujuan kepala desa. Mekanismenya, yang bersangkutan, dipilih secara selektif. Selanjutnya diserahkan kepada Kecamatan masing-masing untuk diusulkan kepada Bupati. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Warta Asli Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar Liga Santri Nusantara (LSN) pada akhir Mei mendatang. “Rencananya akan digelar sampai bulan Oktober,” papar H Abdul Ghoffar Rozin di gedung PBNU, Rabu, (6/4).

Ketua RMI itu menuturkan, ada empat maksud dan tujuan diselenggarakannya agenda ini. Pertama, pesantren memiliki kader yang melimpah. Laki-laki yang akrab disapa Gus Rozin tersebut mengatakan bahwa selama ini orang menganggap pesantren itu hanya mempersiapkan kader ulama, padahal pesantren juga merupakan tempat yang berpotensi untuk mempersiapkan para calon atlet atau olah ragawan.

“Kalau kita melihat ada Atep (pemain Persib Bandung), Bustomi (pemain Arema Cronus), dan temen-temen yang lain. Itu adalah produk pesantren. Ini yang sering tidak tercover di media” jelas laki-laki asal Pati tersebut. ?

Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Siap Digelar Akhir Mei

Kedua, pesantren memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan kader bangsa. Ia menerangkan bahwa selama ini pesantren hanya berfokus pada keilmuan dan kurang memperhatikan sektor olah raga secara serius.

“Yang ketiga, ini (LSN) adalah sumbangan pesantren terhadap bangsa ini untuk memperbaiki kaderisasi atletnya. Dalam hal ini, LSN lebih fokus pada sepak bola tentunya,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Selanjutnya, kata Gus Rozin, semua olah raga menjunjung sportivitas. Maka dari itu, ia berharap adanya LSN ini bisa menerapkan nilai-nilai sportivitas yang selama ini sudah terbangun di pesantren ke dalam cabang olah raga sepak bola.?

“Pesantren dalam pendidikan cukup sportif. Sportif dalam artian ketika dia tidak mendapat dukungan (keuangan) dari pemerintah, sportif bahwa orang masuk ke pesantren itu tidak didasarkan pada standar pendidikan dimana dia lulus sebelumnya tapi dari kemampuannya,” ujar pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati tersebut.

Kalau tahun kemarin LSN diikuti sekitar dua ratusan pesantren, maka tahun ini LSN akan diikuti oleh seribu pesantren yang tersebar di 33 provinsi. “33 provinsi tersebut akan dibagi ke dalam 33 region. Kemudian mereka bertanding untuk menghasilkan 32 pemenang di masing-masing region, dan dari 32 pemenang tersebut bertanding untuk jadi yang terbaik,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus).

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Nahdlatul Ulama, Aswaja Asli Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai

Blitar, Asli Muhammadiyah

Ragam cara dilakukan pondok pesantren dan sekolah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Kabupaten Blitar untuk memperingati Hari Santri. Dari pantauan? Asli Muhammadiyah, hampir semua kecamatan di Kabupaten Blitar menggelar peringatan Hari Santri ini.

Ada yang menggelar upacara dengan mengenakan baju koko plus sarung dan kopiah serta sandal. Ada yang menggelar jalan santai dan sore dan ada keliling? dari kampung ke kampung.

Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ngonthel Bareng Kiai dan Bu Nyai

Misalnya yang diselenggarakan Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu Blitar. Mereka kembali menggelar sepeda pancal dari kampung ke kampung. Seluruh santri dan siswa Diniyah Mambaul Hikam besarta? kiai, dewan asatidz dan asatidzah menggayuh sepeda onthel dari berbagai tipe. Mereka menampilkan beberapa tema, baik masalah ajakan memondok maupun masalah nasionalisme.

Asli Muhammadiyah

Mancal bareng dipimpin langsung Pengasuh Pesantren KH Diya’uddin Azam-zami beserta sang istri dan para putra-putrinya. Para pengurus Jam’iyahThoroqoh Naqshobadi Kholidiyah yang berpusat di pesantren tersebut juga tidak ketinggalan ambil bagian.

Asli Muhammadiyah

Sebelum berangkat, Gus Diya’panggilan akrabnya, memimpin doa. Kemudian mengajak para santrinya membaca Shalawat Nariyah dulu.

“Setelah baca Fatihah, ayo mari kita baca Shalawat Nariyah dulu,’’ ajak Gus Diya’, yang? selanjutnya langsung dilaksanakan bersama ratusan santrinya.

Setelah selesai bersepeda ria, untuk memberi semangat pada para santri, Gus Diya’ membagikan door prize dan hadiah sepeda gunung kepada para santri yang beruntung.

Sementara Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar mengelar upacara bendera di halaman pondok. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari MI, MTs, MA maupun SMK, Sabtu (22/10).

Hampir sama dengan Mambaul Hikam, seluruh santri Darul Huda juga mengenakan sarung dan baju gamis. Sementara santri putri mengenakan pakaian baju muslimah.

"Sebagai santri, kita harus menjaga tradisi-tradisi kesantrian dengan selalu berpegang teguh kepada ajaran Ahlus sunnah wal Jamaah sebab keberadaan santri terbukti dari zaman dahulu, mampu menjadi pondasi yang kuat bagi keutuhan bangsa," pesan Asyharul Muttaqin selaku pembina upacara.

Ia menambahkan, peran santri sangat besar dalam memperebutkan dan menjaga kemerdekaan Indonesia.

Usai upacara bendera, acara dilanjutkan dengan kirab sepanjang sekitar 5 km dengan berjalan kaki melewati jalan-jalan utama di desa Wonodadi.

"Darul Huda adalah sebuah pesantren salaf, yang berkembang menjadi pesantren modern. Sejak dahulu kami melahirkan santri-santri yang keberadaan mereka sangat dibutuhkan di tengah masyarakat," Kata Asyharul sambil kirab.

Meski cuaca mulai panas, namun seluruh peserta nampak antusias mengikuti acara tersebut.

"Alhamdulillah saya sangat senang? dan menikmati mengikuti acara ini. Tidak setiap hari juga kan kami dapat mengenakan pakaian seperti ini dalam proses pembelajaran," ujar Nurul Indah salah satu siswa SMK Darul Huda.

Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga besar MTs Ma’arif Udanawu Blitar. Sejak jam sekolah mereka menggelar upacara dalam rangka hari santri. ”Siapa lagi kalau bukan kita yang merayakan hari bahagia ini,’’ ungkap Kepala Sekolah MTs Ma’arif? Moh. Haidar.

Sebelumnya, Pemkab Blitar bersama dengan PCNU Kabupaten Blitar menggelar acara jalan sore bersama. Acara berlangsung di jalan PendapaKabupaten Blitar di Kanigoro yang diikuti tidak kurang dari 10 ribu perserta. Acara diawali dengan apel Banser se Blitar.

Setelah usai shalat magrib bersama acara dilanjutkan dengan membaca shoalat nariyah? yang dipimpin langsung oleh KH Sunhaji Nawal Karim Zubaidi dari pesantren Mambaul Hikam Mantenan yang sekaligus? pimpinan jamiyah shoalawat dan majlis ta’lim mughitsu almughits. Hadir pada acara tersebut Bupati Blitar H Rijanto beserta seluruh anggota Forpinda Kabupaten Blitar. Pengurus PCNU Kabupaten Blitar dan lainnya.

“Alhamdulillah pembacaan Shalawat Nariyah dan peringatan hari santri di Blitar sangat meriah dan sukses. Apalagi ditambah kehadiran Ki Ageng Ganjur dan Mbak Evie Tamala saat ini,’’ungkap Gus Dain panggilan akrabnya. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Indonesia Segara Bentuk Forum Perdamaian Timur Tengah

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pemerintah Indonesia akan membentuk forum perdamaian yang bertujuan untuk melerai berbagi konflik yang terjadi di Palestina, Lebanon, maupun Irak. Rencananya forum tidak hanya melibatkan para pejabat negara-negara Islam namun juga para ulama yang berpengaruh di masing-masing negara yang sedang berkonflik.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi yang juga Sekretaris Jenderal Konferensi Ulama dan Cendekiawan Dunia Islam (ICIS) usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia yang juga Sekretaris Jenderal Organisasi Koferensi Islam (OKI) Abdullah Ahmad Badawi di Hotel Sangril La Jakarta, Kamis (22/2).

Forum perdamain itu sebelumnya diusulkan Hasyim Muzadi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai negara muslim terbesar di dunia Indonesia diharap melakukan upaya-upaya menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Indonesia Segara Bentuk Forum Perdamaian Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Segara Bentuk Forum Perdamaian Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Segara Bentuk Forum Perdamaian Timur Tengah

”Saya bertemu Presiden 27 Januari lalu. Saya katakan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia kog ada konflik seperti itu diam saja. Lalu diambil inisiatif Pak Menteri Luar Negeri yang bertemu para pejabat negara Islam, lalu saya yang bertemu para ulamanya,” kata Hasyim.

Menurutnya, konflik antara Hamas dengan Fattah di Palestina tidak bisa diselesaikan oleh negara tetapi oleh para ulama yang berpengaruh di sana. Dikatakan konflik yang terjadi di Irak, misalnya, sebenarnya bukan antara sunni-syiah.

”Konflik itu itu sebenarnya bukan urusan kedua aliran itu, tapi mereka dikonflikkan oleh para agresor yang masuk di Irak itu supaya mereka dapat menang secarta gratis ga pakai pluru, cuma saya sedang berkeliling supaya tokoh-tokoh berat (ulama berpengaruh, red) bisa hadir. Kalau diwakilkan ya ga jadi apa-apa, jadi seminar tentang perdamaian saja,” katanya.

Asli Muhammadiyah

Pada 27 Februari ini hasyim akan meluncur ke Makkkah untuk menemui dengan pimpinan Rabithah Alam Islami, forum Internasional di Saudi Arabia, lalu ke Iran menemui Ali At-Tazkiri dan Rafsanjani, salah seorang pemimpin Syiah yang paling berpengaruh di Irak.

”Konflik-konflik yang terjadi di Timur Tengah terbukti tidak dapat dihadapi oleh negara saja tapi harus dengan ulama yang menggerakkan rakyat di situ. Seperti Nasrollah pemimpin Hisbullah di yang di lebanon itu kan pasukannya 10 kali lipat dibanding yang dipunyai pemerintah,” kata Hasyim.

Sementara itu kepada Badawi, Hasyim menyatakan, hubungan antara OKI dengan ICIS akan memperkuat hubungan negara-negara Islam dengan ulama setempat. Dikatakan Hasyim, hubungan itu penting karena tidak selalu keputusan negara Islam itu selaras dengan Ulama.

Asli Muhammadiyah

”Konflik-konflik yang ada di Timur Tengah tidak dapat dihadapi oleh negara saja tapi harus dengan ulama yang menggerakkan rakyat di situ. Lagi pula Hamas dan Fatah yang bertengkar itu kan organisasi-organisasi yang ada ulamanya," katanya. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam Asli Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk

Pati, Asli Muhammadiyah. Gundul-gundul pacul-cul gembelengan, nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan wakul glempang segone dadi sak latar. Tembang Gundul-gundul Pacul ditembangkan oleh Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa CakNun saat datang ke Suluk Maleman yang bertemakan Mampir Mabuk, Sabtu (15/4) hingga Ahad (16/4) pagi .?

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Maleman; Peradaban Mabuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk

Bukan tanpa alasan, Cak Nun menilai ada kesamaan hal yang terjadi antara tembang Gundul-gundul Pacul itu dengan tema yang dibawakan Suluk Maleman edisi ke-64 itu. Baginya para penguasa ibarat bocah gundul yang tengah nyunggi (membawa di kepala, Red) wakul itu.

Jika sang penguasa gembelengan atau diartikan mabuk baik secara tekstual maupun kontekstual maka yang terjadi juga akan sama. Wakulnya glempang. Padahal wakul yang berisi nasi itu bisa diartikan kesejahteraan maupun amanah dari rakyat.

“Padahal sekarang yang terjadi ini wakulnya glempang. Kedaulatannya glempang, akal pikiran bangsa ini glempang, termasuk budaya politik juga telah glempang,” ujar lelaki pimpinan Kiai Kanjeng itu.

Cak Nun pun menegaskan agar setiap individu dapat segera mencarikan solusi dan bukannya menambah masalah. Bahkan dalam mengambil penyelesaian masalah itupun juga harus hati-hati agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

Asli Muhammadiyah

“Kita bisa belajar dari tembang e dayohe teko. Di situ diceritakan cara menangani masalah dengan cara yang kurang tepat dan justru menimbulkan masalah demi masalah baru. Seperti saat menambal tikar dengan jadah yang sudah busuk. Tentu itu akan membuat dayoh atau tamu menjadi tidak nyaman bahkan bisa saja marah,” ujar Cak Nun.

Meski begitu Cak Nun tetap mengisyaratkan agar umat Muslim tak perlu khawatir. Karena Allah telah menjamin dalam surat Alam Nasyrah bahwa dalam setiap kesulitan selalu disertakan kemudahan.

Asli Muhammadiyah

“Bahkan bukan sesudahnya namun berbarengan dengan kesulitan itu sendiri. Itu sudah jelas disebutkan,” ujarnya yang kemudian dilanjutkan dengan mengajak para hadirin membaca surat tersebut.

Sementara Anis Sholeh Ba’asyin menambahkan, dalam menghadapi zaman seperti saat ini agar masyarakat jangan mau dijadikan jangkrik aduan. Karena dalam fenomena jangkrik aduan itu jelas bahwa jangkriknya harus berkelahi mempertaruhkan hidup dan matinya sedangkan pengadunya tertawa cengingisan saat menggelitik jangkrik aduannya itu.

“Begitulah kalau mau menghancurkan Indonesia tinggal mengadu domba orang Islam dengan orang Islam dan sekarang itu tengah dilakukan,” tambahnya.

Penggagas Suluk Maleman tersebut juga menambahkan bahwa dalam era peradaban mabuk ini yang justru perlu diwaspadai adalah orang-orang yang sengaja yang memabukkan diri. Seperti halnya kecenderungan manusia untuk menjadi Tuhan.

“Banyak yang justru mudah melihat ketidak sempurnaan orang lain sedangkan ketidaksempurnaan diri sendiri tidak terlihat. Padahal tidak ada orang yang benar-benar sempurna,” ujarnya.

Kedatangan Cak Nun sebagai salah satu ulama sepuh di Indonesia ini rupanya mampu menarik perhatian ribuan warga masyarakat Pati dan sekitarnya. Bahkan mereka tetap khusyuk menikmati diskusi dan ngaji budaya yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia hingga Ahad sekitar pukul 03.30.

Apalagi dalam diskusi kali ini tak hanya menghadirkan Cak Nun namun juga Presiden Jancukers Sujiwo Tedjo dan Dr Ilyas sebagai narasumbernya. Presiden Jancukers itu juga sempat membawakan sejumlah lagu bersama Sampak GusUran yang tentu kian menghangatkan suasana. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah PonPes, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Tak Hanya Kaderisasi, PMII Bojonegoro Akan Fokus pada Tiga Hak Dasar Rakyat

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah

Usai Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bojonegoro masa khidmah 2016 dikukuhkan beberapa waktu lalu, organisasi kemahasiswaan ini melaksanakan rapat kerja cabang (rakercab).

Dalam pembahasan program kerja di sekretariat PC PMII Graha Ulul Albab, Jalan Pondok Pinang Bojonegoro, Ahad (14/2), yang selesai hingga larut malam, para pengurus sepakat dan berkomitmen akan menyoroti tiga hak dasar di Kota Ledre, sebutan lain Bojonegoro.

Tak Hanya Kaderisasi, PMII Bojonegoro Akan Fokus pada Tiga Hak Dasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Hanya Kaderisasi, PMII Bojonegoro Akan Fokus pada Tiga Hak Dasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Hanya Kaderisasi, PMII Bojonegoro Akan Fokus pada Tiga Hak Dasar Rakyat

Ketua PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid mengungkapkan akan memaksimalkan amanah satu periode ini. Ia bersama pengurus yang lain akan menguatkan ujung tombak kaderisasi dan pisau analisa para kader PMII setempat. Ia berharap ini menjadi langkah taktis dan strategi untuk memajukan organisasi.

Asli Muhammadiyah

"Selain konsen kaderisasi dan penguatan ideologi, kepengurusan hari ini akan lebih fokus dengan isu-isu kebijakan pemerintah terkait tiga hak dasar kebutuhan rakyat," ungkapnya kepada Asli Muhammadiyah.

Asli Muhammadiyah

Tiga hak dasar yang dimaksud di antaranya pendidikan, kesehatan, dan pembangunan fisik. Bahkan pengurus telah berencana membuat kajian mendalam terkait migas di Bojonegoro dan tentunya aksi turun jalan. "Sehingga rakercab ini untuk mempertegas gagasan PMII dalam mempertajam intelektual dan gerakan jalanan satu tahun ke depan," terangnya.

Lulusan IKIP PGRI Bojonegoro itu juga merinci, pengurus saat ini akan berorientasi pada penajaman intelektual dan gerakan jalanan PMII di Bojonegoro. Diharapkan, PMII akan bersinergi dengan pihak kampus dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan keagamaan mahasiswa, tanpa meninggalkan semangat untuk selalu mengontrol kebijakan pemerintah.

"Sudah saatnya kita kembali ke khittah. Khittah PMII adalah kaderisasi. Rakercab didesain dengan serius, berdasarkan hasil pra-rakercab sebelum pelantikan kemarin," jelas Syahid sapaan akrabnya.

Aktivis asal Tuban ini menambahkan, para pengurus benar-benar serius dalam mengemban amanah setahun ke depan. Hal itu terlihat dengan desain pelaksanaan rakercab yang berjarak sepekan dari pelantikan pengurus. Sebelum melaksanakan rakercab ini, PC PMII Bojonegoro menggelar pra-rakercab terlebih dahulu.

"Sehingga saat rakercab sudah ada bekal matang yang akan dibahas untuk mempertajam arah gerakan PMII satu tahun ke depan. Baik dalam konteks kaderisasi, analisa wacana dan distribusi kader PMII ke depanya," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pendidikan, Humor Islam, News Asli Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Jeddah, Asli Muhammadiyah

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari keluarga besar jamaah Masjid Indonesia Jeddah (MIJ) dan Nahdliyin di Arab Saudi. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi KH Muhammad Firdaus Abdul Manan wafat di Rumah Sakit Sulaiman Fakeh, Jeddah, Arab Saudi, disebabkan penyakit yang dideritanya.

Sebelumnya Kiai Firdaus menjalani rawat inap selama seminggu di rumah sakit, hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada Sabtu (20/8), pukul 7.30 pagi waktu Arab Saudi.

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Almarhum mengemban amanah sebagai rais syuriyah PCINU Arab Saudi setelah terpilih pada konferensi cabang istimewa II pada Juni 2014. Pria kelahiran kota Malang 26 Juni tahun 1962 ini sudah 15 tahun bermukim di Arab Saudi dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan di Masjid Indonesia Jeddah.

Asli Muhammadiyah

Ia meninggalkan seorang istri dan 3 anak putri serta 2 anak putra. Keluarga bersepakat almarhum dikebumikan di Al Asad, pekuburan tertua di Jeddah setelah pekuburan Ummina Hawa di Bab Makkah District.

Asli Muhammadiyah

Ketua PCINU Arab Saudi Ahmad Fuad serta Acting Konsulat Jendral RI Jenddah Dicky Yunus, para sahabat, ikut mendampingi keluarga mengantarkan almarhum ke pemakaman.

Semoga almarhum KH Firdaus Abdul Manan mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya, diampuni segala kekhilafan di terima semua amal kebaikan dan khusnul Khotimah. Amin. (Thobibuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Sholawat, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Tangerang, Asli Muhammadiyah



Dalam setiap aksi, mahasiswa terkesan beringas nyaris tanpa ampun demi menyampaikan tuntutan. Kadang mereka dianggap tidak beretika kepada pihak yang dituntut.?

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Namun berbeda dengan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang. Ketika berdemo, mereka sempat mencium tangan salah satu pejabat dinas di Pemerintah Kota Tangerang.?

Abdul Qodir, salah satu peserta aksi melakukan hal itu. Menurut dia, aksi harus mengedepankan etika.

"Berpendapat tetap harus mengedepankan etika dan moral. Tidak harus dengan marah marah,” kata mahasiswa semester 1 STISNU pada Jumat (21/10) melalui siaran pers.

Kami, kata dia, berdemonstrasu untuk menemukan solusi. Dengan cara santun, terbukti membuahkan hasil. Pada Senin mendatang, peserta aksi diajak rapat bersama pemkot untuk menselaraskan pemikiran agar Tangerang bebas radikalisme.

Asli Muhammadiyah

“Kita menghormati yang lebih tua karena kami mahasiswa NU, Santri Tangerang Raya (Nusantara). Kewajiban yang muda menghormati yang tua," katanya. ?

Setelah menyampaikan tuntutan Tangerang bebas dari paham radikalisme, BEM STISNU yang berjalan kaki 6 km dari kampus Cikokol sampai Balai Kota, mereka diantar Satpol PP kembali ke kampus. ? (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah IMNU, Humor Islam, AlaSantri,Attijani Asli Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.

Oleh karena itu sungguh ada manfaatnya apabila dalam tulisan ini diceritakan sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

Artinya:

Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. 

Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.

Asli Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.. Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat. (ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Sholawat, Kiai Asli Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Gus Yahya tentang Empat Hal Pokok yang Mesti Ditinjau Umat Islam

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya C Staquf (Gus Yahya) menyerukan kepada umat Islam untuk peka terhadap perkembangan realitas kekinian ketika dihubungkan dengan turats atau sumber teks tradisional.

Menurutnya, terminologi dalam turats terikat oleh fenomena pada saat terminlogi itu ditulis. Istilah imamah (kepemimpinan), misalnya. Realitas politik sekarang tentu berbeda dari kenyataan politik zaman dulu yang tak mengenal sistem negara-bangsa.

Gus Yahya tentang Empat Hal Pokok yang Mesti Ditinjau Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya tentang Empat Hal Pokok yang Mesti Ditinjau Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya tentang Empat Hal Pokok yang Mesti Ditinjau Umat Islam

Gus Yahya menyampaikan hal itu saat memberikan arahan pada peserta Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) Dawrah II yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar (Lakpesdam) NU, Jumat (13/10). 

“Ada banyak hal bila kita mau meninjau, tapi sekurang-kurangnya ada ada tiga atau empat pusat concern, yang bila tidak ada jalan keluarnya akan terjadi perang dunia,” ujarnya sebelum menutup PPWK itu.

Pertama, soal konsep hubungan antara Muslim dan non-Muslim. Islam harus mampu menjelaskan tentang kedudukan non-Muslim, apakah sebagai pihak kelas nomor dua setelah Muslim ataukah setara.

Asli Muhammadiyah

Kedua, tentang konsep dawlah atau negara. Dalam turats, ideal politik Islam adalah hadirnya imamah udhma atau kepemimpinan universal bagi seluruh umat Islam di dunia. Tentu ini berbeda dari kenyataan sekarang yang memasuki era struktur sosial politik negara bangsa.

Ketiga, soal batasan-batasan konflik agama. Yaitu mengurai sejauh mana suatu fenomena dikatakan konflik agama dan bukan. Keempat, kedudukan hukum positif di hadapan syariah. 

Asli Muhammadiyah

“Apakah kewajiban mematuhi lalu lintas termasuk kewajiban muamalah atau kewajiban syar’i? tanya Gus Yahya memancing berpikir forum.

“Kalau bukan syar’i, berarti kalau tidak polisi, terus kita melanggar, ya tidak dosa. Apa begitu?” tambahnya.

Ia bersyukur para kiai Nahdlatul Ulama sudah memberikan jalan keluar untuk sejumlah isu krusial itu. Tentang hubungan dengan non-Muslim, kata Gus Yahya, NU memiliki trilogi ukhuwah, yakni ukhuwah islamiyah (persadaraan keislaman), ukhuwah wathaniyah (persadaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persadaraan kemanusiaan).

Begitu juga dengan konsep kenegaraan menurut Islam. Bagi NU, NKRI sudah bukan masalah dalam ajaran Islam. “Kalau NKRI sah secara syariah berarti seluruh derivasinya, juga sah secarasyariah,” ujarnya. 

Menurut juru bicara presiden era KH Abdurrahman Wahid ini, keruntuhan peradaban sejumlah negara di Timur Tengah saat ini adalah lantaran belum tuntasnya empat persoalan itu untuk selaras dengan semangat membangun peradaban. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam Asli Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya

Rembang, Asli Muhammadiyah. Ketika seseorang sudah berani maju berkompetisi menjadi pemimpin di negeri ini seyogianya ia tak menunjukkan kelemahannya dengan hanya menumpang tenar dan menjelekkan lawan. Mereka harus berani menunjukkan kehebatan diri.

Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menegaskan hal tersebut, Kamis (20/3), saat menerima kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi yang telah diumumkan sebagai calon presiden dari PDI-P.

Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu menuturkan, selama dua jam berbicara bersama Jokowi, dirinya hanya berbicara seputar Indonesia dan tidak lebih dari pada itu. Pesan yang ia sampaikan juga berlaku untuk semua calon pemimpin.

Asli Muhammadiyah

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) tidak ikut pemilu, tetapi warga NU yang menjadi peserta pemilu. Hakikatnya NU merupakan Organisasi kemasyarakatan yang netral. Namun demikian, tambah Gus Mus, banyak para peserta pemilu yang dianggap kurang percaya diri sehingga masih mengenakan atribut NU, guna menarik simpati masyarakat.

Ulama yang juga merupakan sastrawan Indonesia ini menghimbau, Nahdliyin menggunakan hak suaranya dengan baik. Pasalnya, menurut Gus Mus, hak suara yang kita dapat merupakan amanah, yang akan menentukan nasib bangsa kedepan. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Budaya Asli Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

Empat Tim Kantongi Tiket Semifinal LSN Jatim 1, Dua Di Antaranya Tuan Rumah

Trenggalek, Asli Muhammadiyah - Prediksi tentang tim mana saja yang berhasil mengantongi tiket menuju babak Semifinal Liga Santri Nusantara Jatim 1 sudah terjawab. Pada laga Perempat Final yang digelar di hari ketiga ini (20/9) empat dari 8 tim berhasil lolos menuju babak paling sengit.

Dua tim tuan rumah yaitu skuad Sulaiman Trenggalek dan Qomarul Hidayah masih menjadi tim yang patut diperhitungkan. Skuad Sulaiman berhasil mengalahkan skuat Darul Ulum Poncol Magetan dengan skor akhir 2-0. Skuad Qomarul Hidayah berhasil memaksa pulang Al-Basyariyah Madiun dengan skor 1-0.

Empat Tim Kantongi Tiket Semifinal LSN Jatim 1, Dua Di Antaranya Tuan Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Tim Kantongi Tiket Semifinal LSN Jatim 1, Dua Di Antaranya Tuan Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Tim Kantongi Tiket Semifinal LSN Jatim 1, Dua Di Antaranya Tuan Rumah

Kesebelasan Daruttaibin menjadi satu-satunya tim yang mewakili Kabupaten Tulungagung lolos ke babak semifinal setelah memulangkan kesebelasan MIA yang sama-sama berasal dari Tulungagung, dengan skor tipis 1-0.

Kesebelasan Darul Huda Mayak Ponorogo pun demikian, mereka membelikan tiket pulang kampung kepada kesebelasan Darul Quran Ngawi, dengan skor 2-0.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Dari hasil pertandingan babak Perempat Final LSN Jawa Timur I, praktis tinggal empat pesantren yang akan beradu kuat pada laga Semifinal yang dihelat Rabu (20/9) pada pukul 15.00 di Stadion Menak Sopal Trenggalek dan Lapangan Sumber Gedong.

Ketua RMI Trenggalek yang sekaligus Ketua Panitia Lokal, Gus Nur memprediksi pertandingan pada babak semifinal ini akan berlangsung ketat, sebab keempat tim akan memperebutkan tiket untuk berlaga di babak Final seri region. Lebih-lebih dua tim dari tuan rumah akan berlaga. Keduanya juga memiliki rekam yang bagus dalam permainanya

"Tapi kita juga tidak berandai-andai. Sebab bola itu bundar dan juga banyak kemungkinan dalam pertandingan nanti. Siapapun nanti yang menang, mereka adalah teman kita semuanya," ucapnya kepada Asli Muhammadiyah.

Gus Nur berharap pelaksanaan semifinal nanti bisa berjalan lancar dan meriah."Kami kira nanti seluruh tim juga akan mencerahkan supporternya masing-masing, " imbuhnya. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pendidikan, Humor Islam, News Asli Muhammadiyah

Selasa, 07 November 2017

Lantik NU Makassar, Pengurus Baru Diminta Jaga Tradisi Ulama

Makassar, Asli Muhammadiyah. Dalam pelantikan PCNU Makassar di Hotel Clarion, Selasa (13/5), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj meminta pengurus baru untuk memelihara tradisi ulama terdahulu. Karena, perilaku keseharian ulama sarat dengan makna dan hikmah di balik semuanya.

Lantik NU Makassar, Pengurus Baru Diminta Jaga Tradisi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik NU Makassar, Pengurus Baru Diminta Jaga Tradisi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik NU Makassar, Pengurus Baru Diminta Jaga Tradisi Ulama

“Pakai sarung salah satu contohnya. Kopiah menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan kaum penjajah,” kata KH Said Aqil Siroj yang lazim disapa Kang Said di hadapan sedikitnya 1500 jemaah NU.

Sedangkan Rais Syuriyah PWNU Sulsel Gurutta Sanusi Baco dalam sambutannya mengingatkan pengurus baru akan amanah besar yang diemban. Menurut Gurutta Sanusi Baco, amanah ke-NUan ini harus dijaga sebaik-baiknya.

Asli Muhammadiyah

“Pengurus NU Makassar harus mengetahui dan memecahkan persoalan apa yang dipimpinnya,” katanya.

Hadir dalam acara pelantikan ini sesepuh NU, Rektor UIM Andi Majdah M Zain, Rektor UMI Masrurah Mochtar, pengurus lembaga, lajnah, dan badan otonom NU.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meminta arahan pengurus baru NU Makassar terkait kebijakan dan program kemasyarakatan yang akan diambil pemkot Makassar.

“Dengan harapan, arah kebijakan pemkot Makassar menjadi tepat sasaran dan terukur yang membuat kota ini menjadi dua kali lipat lebih baik,” kata Pomanto kepada Asli Muhammadiyah di sela pelantikan. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kembali membimbing seorang Nasrani memeluk Islam pada Kamis (19/1) di Kantor PBNU Jakarta. Dia adalah Ahmad Sudjono Teguh Widjaja (47) asal Kediri, Jawa Timur.

Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja

Pria yang lahir di Kediri keturunan Tionghoa bermarga Te ini mantap mengucapkan dua kalimat syahadat dibawah tuntunan Kiai Said dan disaksikan beberapa pengurus PBNU.?

Hati Sudjono khidmat, perasaannya khusyu, dan kepalanya menunduk ketika mendapat bimbingan Kiai Said sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat. Dia sadar betul lembaga dan seseorang yang ditujunya untuk membimbing dirinya masuk Islam.

“Pak Kiai Said adalah tokoh besar dan NU sendiri merupakan organisasi Islam yang konsisten mengajarkan bahwa Islam bukanlah agama kekerasan, Islam adalah agama yang ramah,” ujarnya kepada Asli Muhammadiyah usai proses mengucapkan syahadat.

Asli Muhammadiyah

Sudjono yang sebelumnya beragama Katolik ini mengungkapkan inspirasi Islam sehingga ia mantap memutuskan menjadi seorang Muslim. Dia sering berinteraksi dengan beberapa kiai pesantren di Kediri lewat pengajian dan forum-forum sejenis.

“Kiai-kiai kampung itu kalau ceramah sampai ke hati. Saya beberapa kali mengikuti ceramah mereka seolah ada pancaran sinar yang masuk ke lubuk hati yang paling dalam sehingga saya mantap memutuskan masuk Islam,” tutur Sudjono.

Asli Muhammadiyah

Dia tidak menampik, posisinya sebagai politisi memunculkan banyak pertanyaan masyarakat ketika dirinya masuk Islam. Karena tidak sedikit dari mereka yang beranggapan bahwa keputusannya itu tidak lepas dari kepentingan politik semata.

Selain menjadi pengusaha, Sudjono memang salah satu Anggota DPRD Kota Kediri di Komisi C yang membidangi pembangunan umum (PU) dan pendidikan. Dia wakil rakyat dari Partai Golkar, bahkan dirinya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Kota Kediri.

“Tidak ada unsur paksaan maupun kepentingan apa pun. Hal ini murni keputusan saya untuk lebih mendalami agama Islam dan keluarga pun mendukung,” ujar pria 3 anak ini.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dibuktikan secara jelas bahwa keputusannya tidak terkait kepentingan politik. Karena aktivitasnya dalam membantu masyarakat dalam kehidupan sosial sering dia lakukan.

“Dalam waktu dekat saya akan menjalankan ibadah umroh. Bahkan saya berpikir untuk melepaskan aktivitas saya sebagai politisi,” tegas Sudjono yang mempunyai beberapa bidang usaha yang tersebar di Kediri, Malang, Sidoarjo, dan Makassar.

Sebagai seorang Muslim, Sudjono mempunyai komitmen untuk membantu sesama, terutama membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dia sadar sebagai Muslim harus mengeluarkan zakat selain terus mempelajari Islam lebih mendalam.

Karena baginya, mewujudkan kehidupan sosial dan masyarakat yang sejahtera membutuhkan komitmen satu sama lain untuk saling membantu. Dia optimis dengan usaha yang digelutinya sejak 1992 itu dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Hadir beberapa saksi dalam proses mengucapkan syahadat diantaranya Wasekjen PBNU Andi Najmi Fuaidi, Ulil Abshar, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, pengurus LBM PBNU Mahbub Maafi, dan Pemred Asli Muhammadiyah Achmad Mukafi Niam. Sudjono juga didampingi oleh KH Oing Abdul Muid, salah satu saksi yang membawanya kepada Kiai Said. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri, Ubudiyah, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

LKNU Sumenep Sosialisasi Pentingnya Imunisasi DPT-HB-Hib

Sumenep, Asli Muhammadiyah. Untuk terus memberikan sumbangsih terhadap kehidupan masyarakat dalam bidang kesehatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep terus mengadakan acara sosialisasi tentang kesehatan kepada masyarakat.

Rabu (21/10), Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Sumenep mengadakan acara Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi DPT-HB-Hib (Vaksin Pentavalen). Acara yang bertempat di kantor PCNU itu bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI. Ini merupakan program imunisasi dasar pemerintah untuk semua bayi.

LKNU Sumenep Sosialisasi Pentingnya Imunisasi DPT-HB-Hib (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Sosialisasi Pentingnya Imunisasi DPT-HB-Hib (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Sumenep Sosialisasi Pentingnya Imunisasi DPT-HB-Hib

Ketua PCNU Sumenep, Pandji Taufiq mengatakan, acara tersebut merupakan salah satu langkah yang dilakukan pihaknya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Sumenep agar lebih memperhatikan pola hidup sehat.

Asli Muhammadiyah

Ia mengaku, ke depan pihaknya akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan ataupun acara yang bermanfaat untuk masyarakat Sumenep. "Semoga dengan acara semacam ini, warga Sumenep, Nahdhiyyin, lebih memperhatikan lagi pola hidup sehat," paparnya.

Acara tersebut melibatkan 100 peserta lebih. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut ialah perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI; Bupati Sumenep, dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam Asli Muhammadiyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Qurban dan Kisah Qabil-Habil

Ajaran qurban yang disyariatkan dalam Islam sesungguhnya telah jauh mengakar dalam sejarah umat manusia. Tercatat dalam sejarah, bahwa ibadah qurban telah dimulai sejak nenek moyang manusia pertama sebagaimana dikisahkan Al-Quran (Al-Maidah: 27).

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua (Habil) dan tidak diterima yang lain (Qabil)."

Qurban dan Kisah Qabil-Habil (Sumber Gambar : Nu Online)
Qurban dan Kisah Qabil-Habil (Sumber Gambar : Nu Online)

Qurban dan Kisah Qabil-Habil

Dari kisah yang dapat dijumpai, para ahli tafsir menyatakan bahwa peristiwa qurban yang dilakukan dua bersaudara dari putra Adam As adalah merupakan solusi dari polemik perang dingin yang terjadi antara keduanya dalam mempersunting wanita cantik rupawan bernama Iklimah sebagai pasangan hidup.

Ucapan Nabi Adam As. yang bersumber dari wahyu yang disampaikan kepada kedua putranya, seperti dikutip tafsir Ibnu Katsir: "Wahai anakku (Qabil dan Habil) hendaknya masing-masing diantara kalian menyerahkan qurban, maka siapa diantara kalian berdua yang qurbannya diterima Allah SWT dialah yang berhak menikahinva (Iklimah)."

Asli Muhammadiyah

Pada akhir kisah disebutkan, ternyata qurban yang diterima Allah SWT adalah yang didasarkan atas keihlasan dan ketaqwaan kepada-Nya, yaitu qurban Habil yang berupa seekor domba yang besar dan bagus. Sementara qurban Qabil ditolak karena dilakukan alas dasar hasud (kedengkian). Karena kebakhilannya, ia juga memilihkan domba peliharaannya yang kurus untuk untuk diqurbankan.

Asli Muhammadiyah

Qabil yang kalah dalam sayembara qurban akhirnya ia memutuskan untuk membunuh saudaranva sendiri. Peristiwa ini adalah awal kali terjadinya pembunuhan dalam sejarah umat manusia.

Patut kita renungkan, mengapa Al-Quran melukiskan Habil sebagai orang yang lemah? Mengapa ia tidak mau membela diri ketika hendak dibunuh saudaranya ? Mengapa pula qurban Habil menyebabkan ia menjadi korban?

Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Habil tidak membela diri karena ia sengaja memilih kematian di tangan saudaranya. Ia ingin memberikan pelajaran kepada umat manusia bahwa pelaku kezaliman dan kedengkian tidak akan pernah menang untuk selama-lamanya. Bahwa kedengkian dan ketamakan adalah akar perseteruan dan permusuhan umat manusia di muka bumi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Lomba Asli Muhammadiyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur

Jombang, Asli Muhammadiyah. Pesantren Tebuireng menyediakan layanan kesehatan gratis bagi para peziarah wisata religi makam Gus Dur. Layanan kesehatan itu disediakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan saat berkunjung.

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur

Pusat layanan kesehatan gratis bagi peziarah ini berada tidak jauh dari areal makam Gus Dur, berjarak sekitar 50 meter, yakni berada di lorong pintu masuk menuju makam.? Dilengkapi dua petugas medis kamar berukuran 2,5 meter x 4 meter itu juga dilengkapi tabung oksigen dan tempat tidur. "Dua petugas berjaga sejak pukul 08.00 hingga pukul 15. 00 WIB. Layanan ini paling tidak bisa membantu mereka yang kelelahan saat perjalan," ujar Ani Iswandari, salah satu petugas medis, ditemui usai memeriksa pasien, Kamis (25/12) siang.

Dikatakannya, dalam sehari tidak kurang 30 hingga 40 peziarah yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut. Bahkan dalam tiga hari terakhir layanan kesehatan menerima pasien peziarah hingga 60 orang. "Ada yang sempat pingsan dan ada juga yang hanya cek up karena lemas disebabkan makanan yang dikonsumsi saat perjalanan," bebernya.

Asli Muhammadiyah

Disamping melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan peziarah, LSPT juga memberikan obat gratis dan juga air mineral untuk mengembalikan stamina. "Jika kondisinya cukup parah, kita juga menyiapkan ambulan untuk mengantarkan peziarah dirujuk ke rumah sakit terdekat," imbuh perempuan berjilbab ini.

Asli Muhammadiyah

Sekadar diketahui, saat liburan sekolah makam mantan Ketua PBNU, Gus Dur semakin dipadati peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa bahkan juga Lombok NTB. "Ada yang rombongan 10 bus, ada yang 5 dan juga ada yang hanya sekeluarga," terang Hasan salah satu penjaga kawasan makam Gus Dur mengungkapkan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, RMI NU Asli Muhammadiyah

Senin, 25 September 2017

Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) telah menetapkan sekitar 144 orang sebagai pengurus di pimpinan pusat masa khidmah 2016-2021. Mereka secara resmi telah dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa (28/3) lalu di Masjid Istiqlal Jakarta.

Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021 (Sumber Gambar : Nu Online)
Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021 (Sumber Gambar : Nu Online)

Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021

“Di saat ibu pertiwi bersedih, di situlah Muslimat NU senantiasa hadir untuk terus berupaya membangun negeri dan menjaga NKRI lewat berbagai program dan layanan yang selama ini telah berjalan dengan baik,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan usai dilantik.

Susunan pengurus PP Muslimat NU terdiri dari sejumlah unsur di antaranya, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, Pengurus Harian, dan para pengurus di 9 bidang.

Berikut Susunan Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021:

Asli Muhammadiyah

Dewan Penasihat:

• Hj Aisyah Hamid Baidlowi

• Hj Machfudhoh Aly Ubaidi

Asli Muhammadiyah

• Hj Farida Sholahuddin Wahid

• Hj Makiyyah As’ad

• Dra Hj Nafisah Sahal

• Dra Hj Machsanah Asnawi Latif MSi

• Hj Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin

Dewan Pakar:

• Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid

• Prof Dr Chuzaemah Tahido Yanggo

• Prof Dr Zaetunah Subhan

• Prof Dr Hj. Masruroh Muchtar

• Prof Dr Hj. Nabilah Lubis

• Dra Hj Yies Sa’diyah Maksum

• Hj Siti Fathimah Nasihin Hasan

• Hj Roosmani Soedibyo MSc PhD

• Dra Hj Lilis Nurul Husna

• Dr Sururin Muslim MA

Pengurus Harian:

• Ketua Umum: Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi

• Ketua I: Dr Hj Sri Mulyati MA

• Ketua II: Dra Hj Nur Hayati Said Agil Siradj MA

• Ketua III: Dra Hj Mursyidah Thahir MA

• Ketua IV: Dra Hj Siti Aniroh Slamet Effendy

• Ketua V: Hj Zannuba Arifah Chapsoh Rahman Wahid

• Ketua VI: Dr Hj Ya’niah Wardani MA

• Ketua VII: dr Hj Erna Yulia Soefihara

• Ketua VIII: Hj Ariza Agustina SE MSi

• Sekretaris Umum: drg Hj Ulfah Mashfufah MKes

• Sekretaris I: dr Hj Wan Nedra Komarddin SpA

• Sekretaris II: Dra Hj Tuty Nurbaity Asri Siregar

• Sekretaris III: Dra Hj Marhamah Mujib MAg

• Sekretaris IV: Dr Hj Anna Mu’awanah

• Sekretaris V: Dra Hj Arifah Choiri Fauzi MSi

• Sekretaris VI: Dra Hj Zahratun Nihayah MSi

• Sekretaris VII: Hj Asna Nelli A Wahid

• Sekretaris VIII: drg Hj Fauziah M.Asih MKes

• Bendahara Umum: Dra Hj Andi Nurhiyari Jamaro MSi

• Bendahara I: Hj Noor Ritta R Samadhi SH

• Bendahara II: Hj Endang Sri Alina As’ad

• Bendahara III: Dra Hj Nurhasanah Arifin Djunaedi

• Bendahara IV: Hj Dily Rosi Timadar MM

Bidang–Bidang:

1. Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Anggota

• Koordinator: Hj Faizah Fachruddin

Anggota:

• Hj Ariana Wahidah SAg

• Hj Siti Haiyinah Wijaya SE MSi

• Hj Wafa Patria Ummah SPdI

• Hj Luluk Soraya SThI

• Hj Siti Nurmila SAg

• Hj Maghfiroh Hamid SAg MSi

• Dra Hj Karimah Hamid

• Hj Kokom Qomariyah

• Nurul Inayati SE

• Fairuz Bastari SAg

2. Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat

• Koordinator: Dra Hj Hanik Rofiqoh

Anggota:

• Dra Hj Helmi Halimatul Udhma Nasarudin Umar

• Dra Hj Khodidjah Solihah Muhaimin MA

• Hj Jazillah Nur Iskandar SQ BA

• Hj Sri Anisah Istati Junaedi

• Hj Ruhaesti Sayuti SPdI

• Dra Hj Fatchiyah Choiri SAg

• Dra Hj Sri Utari SF MA

• Hj Mahyanah Manarul Hidayat SAg

• Hj Astuty Zachronah Hambali

• Dra Hj Mila Jamila Ashari MM

• Dra Hj Muzaenah Zein

• Dra Hj Hilda R Hidayat

• Hj Masykuroh Abdul Manan

• Hj Mufizah Marsudi Syuhud MPdI

• Halimah Zainut Tauhid

3. Bidang Hukum, Advokasi dan Litbang

• Koordinator: Dr Hj Romlah Hidayati MA

Anggota:

• Dra Hj Maria Ulfah MA

• Hj Amilia Himawati SH

• Rizky Wijayanti SH

• Hj Husnul Nh Masdar MSi

• Dr Hj Wiwik Siti Sajaroh MA

• Susianah Affandy MSi

• Farida Hidayati SH MKn

• Dr Yunita Faela Nisa SPsi

• Hj Eptati Kamaruddin Sag MSi

• Mukaromah SPdI

4. Bidang Ekonomi, Koperasi dan Agrobisnis

• Koordinator: Hj Syarifah Noor Hidayati SE

Anggota:

• Dra Hj Umi Zahrok MSi

• Hj Eni Maulani Saragih

• Hj Dara Eriza Iswari

• Hj Ummy Rizkiyah SE

• Hj Sugindarwati Ichwan

• Purwidwiastuti ST

• Hj Harlina Ulwiyati SE

• Hj Ita Rahmawati SE MSi

• Hj Rachmayani Dewi Deding SH MKn

• Novia Rifada S.Kom

• Emma Hasanapa Thamrin SE

• Heny Hanifah

5. Bidang Hubungan Luar Negeri dan Pengembangan Kemitraan

• Koordinator: Dr Hj Rumtini Iksan

Anggota:

• Dra Emamatul Qudsiyah

• Dra Hj Mimin Austiyana MA

• Dr Hj Sobihah Lutfi

• Hj Mubayyinah MA

• Ana Sabhana Azmi MIP

• Hj Amalia Jayanti Abdullah SE BBA (Hons)

• Navhat Nuraniyah

• Rani Anggraeni

6. Bidang Pendidikan dan Pelatihan

• Koordinator: Setiawati Yusuf SE

Anggota:

• Dr Hj Ekawati SE

• Dr Cahya Buana

• Dra Hj Luluk Amnah Fitriyati MPd

• Dr Hj Nurhattaty Fuad

• Dra Hj Na’imah Fathoni Lc MA

• Nailil Huda Nuris MA

• Dede Nuripah SAg

• Hj Zulfa Fitri Ikatrinasari

• Dra Hj Noor Zubaedah Masykur

• Dra Hj Marnita Mar’oef

• Zaitu Asrilla SPsi

• Yuliwati MPd

7. Bidang Kesehatan dan Kependudukan

• Koordinator: Dr drg Helwiyah Umniyati MPH

Anggota:

• Dra Hj Yuminah Ramattullah

• Dr Hj Dasih Lasmirah

• Umi Wahyuni SPdI MM

• Etika Nailul Rahmah SAg

• Dr Devi Rachmayanti

• dr Winta Asisi Salaka

• dr Hj Anna Suraya MKK SpOk

8. Bidang Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup

• Koordinator: Hj Willawati

Anggota:

• Dra Hj Ifham Cholil

• Hj Iis Rochimah Machfuddin SPd

• Hj Parama Firdusia

• Hj Nani Suwarni Achar SH

• Hj Darna Agusriani Pasaribu

• Dra Hj Mudrikatul Jamiah

• Lulu Diany Zuhdiyya SE

• Khairina Mufida SPd

• Luk Luatun Yunani SE

• Mardiana Hafidz SAg

9. Bidang Tenaga Kerja

• Koordinator: Hj Laila Hanim SE

Anggota:

• Hj Fadhilatul Ilmi SPsi

• Dra Hj Fadilah Ahmad MM

• Hj Azzah Zumrud Sag MPd

• Dra Hj Ma’rifah Abdullah MSi

• Ir Hj Maria Advianti

• Hj Syarifah Lubis

• Dra Hj Siti Nurhidayati

• Dra Hj Tati Hartati MAg

• Hj Sri Ratnasari SE

• Khodidjah Anwar Ibrahim Lc MA

• Dra Lia Zahiroh Asrorun Niam MA

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Humor Islam, Pendidikan, Amalan Asli Muhammadiyah

Jumat, 22 September 2017

Pemanfaatan Hutan Kurang Diimbangi dengan Upaya Pelestarian

Bogor, Asli Muhammadiyah. Di banyak negara, termasuk di Indonesia, pemanfaatan hutan kurang diimbangi dengan upaya pelestarian yang memadai. Hal ini mengakibatkan banyak kawasan hutan yang rusak, mengalami degradasi dan deforestasi. Deforestasi dan degradasi hutan disebabkan oleh kebakaran, perambahan hutan, illegal loging, konversi untuk pertanian, perkebunan, pemukiman, dan lain-lain.?

Demikian pernyataan Ir Ari Wibowo, MSc dari Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Balitbang Kehutanan dan Inovasi Kementerian LH dan Kehutanan RI saat menyampaikan materi pada diskusi "Isu-Isu Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim", Kamis (21/05) di Hotel Parama Bogor pada kegiatan Rakornas LPBINU.?

Pemanfaatan Hutan Kurang Diimbangi dengan Upaya Pelestarian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemanfaatan Hutan Kurang Diimbangi dengan Upaya Pelestarian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemanfaatan Hutan Kurang Diimbangi dengan Upaya Pelestarian

Menurut keterangannya, perubahan iklim merupakan tantangan multidisiplin paling serius, kompleks dan dilematis yang dihadapi umat manusia pada awal abad ke-21, bahkan diperkirakan hingga abad ke-22. Tidak ada satu negarapun atau kelompok masyarakat dunia yang mampu menghindar dari ancaman terhadap peradaban bangsa tersebut.

Asli Muhammadiyah

"Dampak negatifnya cepat meluas dari tingkat global hingga ke tingkat lokal yang terpencil sekalipun. Dampak perubahan iklim ini semakin kita rasakan antara lain kenaikkan suhu udara, perubahan volume curah hujan dan pola musimannya, musim kering yang lama, hujan yang semakin lebat hingga kenaikkan permukaan air laut," ungkap Ari.

Sedangkan Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Lilik Kurniawan menyatakan, kementerian dan lembaga belum berintegrasi dalam implementasi program pengurangan risiko bencana. Padahal pengurangan risiko bencana membutuhkan koordinasi antarlembaga dan kementerian. Untuk mengoptimalkan pengurangan risiko bencana, maka kementerian dan lembaga harus berintegrasi, agar terarah dan komprehensif.?

Asli Muhammadiyah

“Pengurangan risiko bencana juga merupakan investasi yang sangat strategis, karena sudah pernah terjadi bencana dengan kerugian yang sangat besar. Peran serta masyarakat juga sangat diperlukan keterlibatannya untuk menopang program pemerintah dalam pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Diskusi ini juga menghadirkan pembicara lain, Arief Sumargi (Kasubdit Pembinaan Teknis Kementerian LH dan Kehutanan RI) dan Koko Wijanarko (Kasubdit Identifikasi dan Analisis Kerentanan Perubahan Iklim Kementerian LH dan Kehutanan RI).?

Pemaparan semua pemateri diskusi menambah semangat peserta Rakornas LPBINU dalam menggali ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin dari narasumber untuk bekal terjun ke lapangan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Tegal Asli Muhammadiyah