Habib


info Habib
Habib bahasa
Habib bahasa nasional
Habib bahasa indonesia
Habib belah bambu
Habib busuk
Habib berasal dari bahasa yunani yaitu
Habib belanda
Habib busuk sby
Habib berasal dari kata
Habib global
Habib gus dur
Habib golkar
Habib gender
Habib gorontalo
Habib global amerika serikat
habib Habib mp3
video Habib full
Habib gerakan non blok
rahasia Habib terbaru
Habib g 30 s pki
Habib konfrontasi
Habib kerajaan kutai
Habib kampus
Habib kerajaan majapahit
Habib kotor
Habib kerajaan tarumanegara
Habib kompasiana
Habib luar negeri indonesia
Habib luar negeri bebas aktif
Habib luar negeri indonesia adalah
Habib liberal
Habib yang membedakan warna kulit disebut
Habib yang dianut bangsa indonesia
Habib yang baik
Habib yahudi
Habib yang dianut bangsa indonesia adalah
Habib merupakan
Habib yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Habib. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Habib. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Januari 2018

500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional

Pekalongan, Asli Muhammadiyah. Sebanyak 500 personil Baser gabungan dari Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang selam tiga hari 27-29 Juli 2016 membantu kepolisian dan TNI amankan lokasi penyelenggaraan Konferensi ulama Internasional bela negara di Kota Pekalongan.

500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional

Pengerahan personil yang cukup besar ini dilakukan mengingat pelaksanaan kegiatan dibagi di tiga tempat, yakni Hotel Santika, Kanzus Sholawat dan Gedung Djunaid, apalagi ada delegasi peserta dari 39 negara yang hadir secara khusus pada event yang dihelat Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN).

Komandan Banser Kota Pekalongan Maftuchin kepada Asli Muhammadiyah mengatakan, untuk membantu pengamanan tiga lokasi yang dibackup penuh dari kepolisian dan TNI, pihaknya bekerjasama dengan Banser Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang.

"Dari 500 personil Banser bertugas secara bergiliran di tiga titik lokasi yang dibagi dalam 3 shift selama tiga hari," ujar Maftuchin.

Asli Muhammadiyah

Dikatakan, khusus untuk pengamanan di Hotel Santika, dari pihak kepolisian dan TNI dibantu alat khusus berupa security door di pintu masuk hotel. Pengetatan pengamanan, selain dengan penempatan personel berseragam dan berpakaian preman di sekitar lokasi, juga dengan langkah sterilisasi menggunakan ‘mirror detector’ dan ‘metal detector’. Pengamanan ketat ini dilakukan selama 24 jam, hingga perhelatan konferensi selesai, dan seluruh tamu undangan meninggalkan hotel.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kasat Sabhara AKP Ariakta Gagah Nugraha menjelaskan, sedikitnya ada 15 personel yang ditempatkan di hotel tersebut, mereka berpakaian seragam maupun preman.

Petugas juga melakukan sterilisasi bagi para pengunjung hotel, baik itu tamu, panitia, maupun umum. Para pengunjung dan barang bawaannya sebelum masuk terlebih dulu diperiksa menggunakan metal detector.

Ariakta menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan Polda Jawa Tengah untuk mendatangkan dua unit ‘security door’ yang ditempatkan di depan pintu masuk baik di Hotel Santika maupun Gedung Djunaid. “Ini kita lakukan untuk menjamin keamanan pelaksanaan konferensi. Sterilisasi dilakukan terhadap panitia, tamu, maupun umum,” imbuh dia.

Asli Muhammadiyah

Penyelenggaraan even tingkat internasional membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Kota Pekalongan. Pasalnya, tamu yang ribuan jumlahnya sebagian besar ditempatkan di rumah rumah penduduk di wilayah Pekalongan Selatan. Bagi warga yang rumahnya ditempati tamu selama acara berlangsung merupakan kebanggaan yang tidak bisa dihitung secara materi.?

"Ini suatu kebanggaan bagi kami dan masyarakat warga Buaran dan masyarakat Kota maupun Kabupaten Pekalongan, karena di samping bisa membantu menyediakan penginapan bagi tamu Habib Luthfi, juga mereka bisa beli oleh-oleh khas Pekalongan berupa batik untuk dibawa pulang usai acara," ujar Muhtarom. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Aswaja Asli Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Meski Tengah Hamil 8 Bulan, Pasangan Isnen-Munfarijah Ikut Nikah Maulid

Pekalongan, Asli Muhammadiyah. Meski usia kandungan sudah memasuki bulan kedelapan, pasangan pengantin Isnen-Munfarijah asal Kelurahan Kertoharjo, Pekalongan Selatan tetap mengikuti acara nikah maulid yang dihelat Habib Luthfi bin Yahya Jumat (22/12) di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Panitia nikah maulid, H Agus Yahya mengatakan, pasangan Isnen-Munfarijah sebelum mengikuti nikah maulid telah melakukan ijab sirri, sehingga keikutsertaannya tinggal pengesahan berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Meski Tengah Hamil 8 Bulan, Pasangan Isnen-Munfarijah Ikut Nikah Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Tengah Hamil 8 Bulan, Pasangan Isnen-Munfarijah Ikut Nikah Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Tengah Hamil 8 Bulan, Pasangan Isnen-Munfarijah Ikut Nikah Maulid

Dikatakan, nikah maulid merupakan wahana untuk membantu masyarakat yang ingin nikah secara resmi akan tetapi kesulitan biaya, sehingga nikah maulid yang merupakan agenda rutin tahunan Kanzus Sholawat selalu menjadi daya tarik dan diminati masyarakat. Kegiatan ini juga dikenal dengan sebutan itsbat nikah.

"Ke 21 pengantin oleh panitia disediakan perlengkapan baju penganten, mahar dan uang saku dan bahkan ada beberapa pengusaha muslim yang memberikan kado tambahan untuk masing masing pasangan pengantin,” ujar Agus.

Asli Muhammadiyah

Walikota Pekalongan H Saelany Mahfudz mengapresiasi kegiatan nikah maulid yang digelar secara rutin oleh Kanzus Sholawat. Pasalnya, kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk melaksanakan pernikahan.

Dikatakan, dirinya akan mendukung penuh setiap kegiatan yang digelar Kanzus Sholawat seperti nikah maulid, pawai pajang jimat, kirab merah putih maupun peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

"Apa yang telah dilakukan Habib Luthfi telah mampu menggerakkan roda ekonomi, seperti tingkat hunian hotel, batik Pekalongan dan segala jenis makanan menjadi laku karena yang hadir di acara Maulid di Kanzus Sholawat bisa ratusan ribu jumlahnya dan mereka akan membawa oleh oleh khas Pekalongan," ungkap Saelany. (Abdul Muiz/Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nusantara Asli Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim

Jakarta, Asli Muhammadiyah - Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf menegaskan tentang pentingnya nikmat rasa aman yang dimiliki bangsa Indonesia. Menurutnya, betapapun makmurnya hidup seseorang, tanpa rasa aman hal tersebut akan sia-sia. Karena itu, penting bagi bangsa Indonesia untuk mensyukuri anugerah luar biasa ini.

“Kita harus berterima kasih kepada orang pertama yang memberikan kita rasa aman, yaitu KH Hasyim Asy’ari,” katanya di hadapan ribuan warga yang memadati Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (21/10) malam, dalam acara pembacaan shalawat Nariyah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim

Habib Ali berbicara dalam konteks kisah perjuangan Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam menghadapi suasana genting sekitar dua bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 di Surabaya. Melalui fatwa Resolusi Jihad, pendiri Nahdlatul Ulama itu mampu membakar semangat para santri dan arek-arek Surabaya untuk melawan penjajah yang hendak merebut kembali kemerdekaan Indonesia.

Asli Muhammadiyah

Soal agenda pembacaan shalawat Nariyah yang digagas PBNU, Habib Ali yang merupakan pemimpin Majelis Ta’lim wal Mudzakarah al-Afaf ini mengaku mendukung penuh. Ia juga menjelaskan tentang sejumlah keutamaan dan manfaat membaca shalawat, mulai dari menghilangkan kesusahan sampai mendapatkan husnul khatimah.

Malam itu hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Mustasyar PWNU DKI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf, pejabat daerah setempat, dan segenap pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

Asli Muhammadiyah

Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun dalam sambutannya menyatakan bahwa penetapan Hari Santri Nasional menjadi wujud perhatian pemerintah sejarah perjuangan para santri. Menurutnya, santri bermakna lebih luas dari sekadar orang yang tinggal di pesantren. Siapa pun yang memiliki semangat mendalami ilmu yang tinggi, pelopor kebaikan, berakhlakul karimah, dan bertindak untuk mencapai ridha Allah, baginya adalah seorang santri.

Acara pembacaan shalawat Nariyah tersebut menjadi bagian dari agenda Pembacaan 1 Miliar Shalawat yang digelar secara serentak di Indonesia. Selain di Jakarta, pembacaan shalawat Nariyah juga dipusatkan di Lamongan, Lirboyo, Pasuruan, Situbondo, Lampung Tengah, Balikpapan, dan Samarinda. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Warta, Quote, Pesantren Asli Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

Rembang, Asli Muhammadiyah



Ribuan umat Islam Kabupaten Rembang, Ahad (13/11), memadati lapangan Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Rembang untuk mengikuti istighotsah dan?

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

manaqib kubra yang diadakan oleh Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Syubiyyah Lasem dan Rembang.?

Kegiatan itu diisi pembacaan manaqib dipimpin oleh KH Abdurrozaq Imam, KH Tamamuddin Mundji, KH Syauqi Wahab, KH Arif Zaenal Arifin, KH Ustukhri Irsyad, dan KH Zaim Ahmad Mashoem. Disertai pembacaan istighotsah oleh KH Najib, KH Mohammad Faqih Mudawwam dan KH Awani dilanjutkan mauidlah hasanah oleh KH Dzikron Abdullah dari Kabupaten Semarang dan diakhiri "Banggi Bersholawat" bersama Habib Helmi dari Kabupaten Pati.

"Ini wujud andil kita kepada negara, khususnya Kabupaten Rembang dan umumnya negara Indonesia menjadi sebuah negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur sesuai dengan cita-cita nasional yang tercantum di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata Mudir Jatman Idarah Syubiyyah Rembang, KH Arif Zaenal Arifin.

Bupati Rembang KH Abdul Hafidz dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para mursyid Jatman, yang telah menyelenggaraklan acara yang sangat bermanfaat di Kabupaten Rembang.?

Asli Muhammadiyah

"Berkat doa para alim dan kiai, bu nyai dan kita semuanya menunjukkan bersama-sama agar bangsa dan negara ini tetap utuh, tidak bercerai berai. Kalau kita menengok di negara-negara lain utamanya di Timur Tengah, negara Islam bercerai berai akibat ulah kelompok-kelompok yang sengaja memecah belah dengan mengatasnamakan Islam.(Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Quote, Nusantara, Anti Hoax Asli Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Jenderal Kok ‘Plonga-Plongo’

Suatu ketika Bupati Tegal bernama Enthus Susmono satu panggung dengan Habib Syech dalam peringatan Hari Santri pada tahun 2015 lalu.

Enthus yang juga jago ndalang ini bercerita ketika dirinya mengikuti sebuah kursus di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Ia mengikuti sebuah materi geopolitik global dan pasar bebas yang dibawakan oleh seorang tentara berstatus Jenderal.

Jenderal Kok ‘Plonga-Plongo’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenderal Kok ‘Plonga-Plongo’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenderal Kok ‘Plonga-Plongo’

Jenderal yang dimaksud Enthus tersebut memaparkan banyak materi terkait pertarungan geopolitik, khususnya di bidang ekonomi yang menyertai proses global tersebut.

“Jika rakyat Indonesia tidak bisa mengikuti perkembangan pasar bebas dan geopolitik global, maka akan banyak rakyat yang sengsara dan negara bisa hancur,” urai Enthus menirukan sang Jenderal.

Mendengar pemaparan tersebut, nalar kritis Enthus seketika terperanjat dan tunjuk jari untuk menanggapi poin penjelasan si Jenderal di tengah forum yang diikuti oleh banyak kepala daerah tersebut.

Asli Muhammadiyah

“Tunggu dulu,” sergah Enthus dalam ceritanya di panggung peringatan Hari Santri itu.

“Sampeyan kaya ora nduwe Tuhan bae (Anda seperti tidak punya Tuhan saja),” seloroh Enthus kepada sang Jenderal.

“Ulat Gendon saja yang hidupnya gak kelihatan di bawah tanah tiba-tiba kalau kita buka gemuk-gemuk kok,” jelasnya disambut tawa hadirin. Enthus ingin menegaskan bahwa mudah dan susahnya hidup manusia hanya Tuhan yang menentukan.

“Jenderal kok plonga-plongo (Jawa: ekspresi yang menunjukan tidak mengerti apa-apa),” ujar Enthus dibarengi tawa hadirin yang makin terpingkal-pingkal, tak terkecuali Habib Syech yang terlihat ikut ngakak. (Fathoni)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Tokoh, Pahlawan, Quote Asli Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Demak, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Demak, Sabtu (5/4) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) digedung PCNU Demak Jl. Sultan Fattah Bintoro Demak. Rapimda tersebut diikuti 300 peserta yang terdiri dari Pengurus Cabang NU, MWC NU dan LTM NU se-kabupaten Demak serta pengurus Ranting NU se-Kabupaten Demak.

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Demak Selenggarakan Rapimda

Rapimda ini dihadiri juga oleh Ketua Pimpinan Pusat LTMNU KH Abdul Manan Ghani dan Wakil Ketua Agus Wustho. 

Asli Muhammadiyah

Ketua NU Demak H Musadad Syarif mengatakan, Rapimda diselenggarakan atas instruksi dari PP LTMNU dalam rangka mengamankan aset-aset NU dari serobotan kelompok lain yang berusaha menguasai Masjid-masjid yang dibangun orang NU.

“Rapimda ini memang salah satu program dari LTMNU cabang Demak atas instruksi dari pimpinan pusat sebagai salah satu setrategi pengamanan aset-aset NU, dalam hal ini Masjid,” tutur Musadad.

Asli Muhammadiyah

Sedangkan Ketua PP LTMNU H Abdul Manan A Ghani menyambut baik atas inisiatif LTMNU Demak yang telah menindaklanjuti rapimnas region VI wilayah Jawa Tengah dan DIY yang telah berlangsung 21-22 April lalu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tegal Randu Srumbung Magelang.

Lebih lanjut, Abdul Manan menjelaskan, Rapimda ini merupakan upaya antisipasi dini dari kelompok lain yang telah berupaya mengambilalih serta alih fungsi yang tidak sesuai dengan misi NU dan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Demak adalah cabang yang pertama kali mengadakan Rapimda. Saya selaku pimpinan pusat sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya rapimda ini, semoga cabang cabang yang lain nantinya juga bisa mengikuti langkah LTMNU Demak,” harapnya.

Sedangkan Wakil Ketua PP LTMNU Agus Wustho,usai mendampingi pimpinan sidang  dengan PC LTMNU Demak, menyampaikan 9 poin hasil Rapimda yang kebetulan selaras dengan hasil rapimnas region 6 Jateng dan DIY di Magelang.

Yakni sertifikasi Masjid dan musholla, papanisasi, pembekalan dengan diklat dan pembinaan takmir, optimalisasi peran struktur LTMNU sampai ranting, meningkatkan kegiatan masjid, memakmurkan masjid dan musholla dengan kegiatan ahlussunnah waljamaah, meningkatkan kegiatan semarak Ramadhan, menyelenggarakan rapimda, membentuk lembaga amil zakat dan shodaqoh

“Alhamdulillah Rapimda Demak telah menyepakati hal-hal yang selaras dengan Rapimnas Magelang. Kita semua harus mengamankan dan menindaklanjutinya,” imbuh Agus Wustho.

Sementara itu bendahara NU Demak H Zainuddin menandaskan, NU Demak berupaya semaksimal mungkin dalam pengamanan aset-aset NU. Program ini mendapat sambutan baik dari pengurus MWC sampai Ranting sehingga perlu adanya tiondak lanjut dalam upaya sosialisasi di semua tingkat kepengurusan NU.

"Kami selaku pengurus cabang sangat senang melihat para kyai dan pengurus yang hadir sat ini merasa tergugah dan mempunyai kesamaan semangat dan misi Aswaja,” tandasnya.

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Halaqoh, Sholawat,Attijani Asli Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Tegal,Asli Muhammadiyah

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, budaya adalah suatu kebiasaan yang tertancap dalam hati. Meninggalkan budaya akan lebih berat daripada meninggalkan hukum. NU mempunyai cara-cara tertentu dalam menerima budaya.

"Jika budaya itu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka langsung diterima, namun jika budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai, kemudian dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat," ujarnya pada Halal Bihalal Warga Desa Kalijambe, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, di Masjid Jami Asy-Syukur, Sabtu (1/7).

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Marsudi mencontohkan, prosesi aqiqah adalah budaya yang telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah SAW. Pada saat itu, jika ada anak yang lahir, memotong kambing atau unta. Kemudian darahnya diusapkan di wajah.

Asli Muhammadiyah

"Setelah Islam datang, maka budaya mengusap darah itu diganti dengan mengusap minyak wangi. Begitulah jugs cara NU menerima budaya," ungkapnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut dia, di Indonesia, banyak sekali budaya masyarakat yang cocok dengan ajaran Islam. Budaya tahlil pun sudah disterilisasi sedemikian rupa oleh ulama terdahulu sehingga ajaran tersebut cocok diterapkan umat Islam di Indonesa.

"Dewasa ini, banyak sekali sebagian umat Islam yang menganggap bahwa budaya-budaya Indonesia tidak cocok untuk umat islam sehingga melarang kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan berusaha memaksa memasukkan budaya-budaya Timur Tengah ke Indonesia, yang tidak cocok diterapkan di Indonesia," bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta Nahdliyin selektif memilih ajaran-ajaran tersebut agar tidak merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Warga NU harus selektif memilih budaya-budaya itu," tandasnya.

Acara yang digagas Forum Kalijambe Foundation (FKF) itu menghadirkan qori internasional H. Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF), santunan puluhan yatim dan dhuafa serta peletakan batu pertama pembangunan MI dan Ponpes Terpadu Kalijambe. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib Asli Muhammadiyah

Yang Bawa HP Dibunuh

Udin sebenarnya sudah berada di masjid dan siap menunaikan shalat Jum’at. Tapi tiba-tiba pulang setelah ada pengumuman pengurus ta’mir masjid perihal jamaah yang bawa telepon genggam.

Sesampai di rumah, ibunya bertanya: "Gak Jum’atan, Din?"

Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Bawa HP Dibunuh

"Mboten, Buk (Tidak, Bu)!"

"Kenapa?"

Asli Muhammadiyah

“Karena saya bawa HP,” jawab Udin polos.

"Lah! Kenapa membawa HP kok tidak Jum’atan?" Sang ibu heran.

Asli Muhammadiyah

"Tadi pengurus ta’mir masjid kasih pengumuman, “Sing betho HP tolong dipatheni (Yang bawa HP harap dibunuh/dimatikan)". Ya, saya lari!”

“Hoh?”

(Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Amalan, Warta Asli Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Yang Mengatakan Maulid Bidah Perlu Belajar Agama Lagi

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, kelahiran Nabi Muhammad SAW atau dikenal dengan istilah Maulid Nabi merupakan peristiwa besar yang perlu dikenang dan diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia.

Yang Mengatakan Maulid Bidah Perlu Belajar Agama Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Mengatakan Maulid Bidah Perlu Belajar Agama Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Mengatakan Maulid Bidah Perlu Belajar Agama Lagi

Ia menyampaikan taushiyahnya di hadapan habib, tokoh masyarakat Betawi dan ratusan jamaah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami’ Al-Ilyas, Kampung Pulo Nangka Barat, Jakarta Timur, Ahad (20/1) malam. Masjid ini merupakan bagian dari Pondok Pesantren Al-Kenaniyah yang saat ini dipimpin oleh KH Hambali Ilyas.

Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, Nabi Muhammad dilahirkan di tengah dunia yang jahiliyah. Di sebelah barat ada kerajaan Romawi, dan di sebelah timur ada kerajaan Persia. Mereka bisa dikatakan maju dalam hal pengetahuan tapi jahiliyah atau bodoh dalam hal akhlak.

Asli Muhammadiyah

“Romawi memperlakukan budak lebih hina dari binatang. Para budak diadu sebagai gladiator. Ketika ada yang mati mereka bersorak gembira. Sementara orang Persia memperlakukan perempuan sangat rendah. Kalau ada anak perempuan lahir langsung dibunuh. Anak bisa mengambil ibunya sendiri untuk dinikahi jika ayahnya mati,” kata Kang Said.?

Asli Muhammadiyah

Peringatan atas anugerah kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan dengan membaca shalawat sebanyak-banyaknya sembari mengingat kembali dan mencontoh berbagai teladan beliau, terutama akhlak yang mulia.

Menurut Kang Said, peringatan Maulid Nabi merupakan sunnah taqririyah. Disampaikannya, ada tiga macam sunnah atau hadits nabi. Pertama berupa perkataan nabi (qouliyah). Kedua berupa perbuatan nabi (fi’liyah). Sementara sunnah taqririyah adalah perbuatan sahabat yang diketahui oleh nabi dan dibenarkan oleh beliau.

“Ada orang memuji-muji nabi dengan syair, mengagungkan nabi, dan beliau tidak melarang. Beliau malah menghadiahkan selimut tidurnya kepada orang tersebut; yakni selimut bergaris yang disebut sebagai burdah,” kata Kang Said sembari bercerita panjang lebar tentang Abu Said Al-Busiri dan shalawat Burdahnya.

Kang Said yang dikenal sangat kuat hapalannya itu sempat memukau hadirin saat melantunkan berbagai macam shalawat berikut nama pengarang dan tahun kelahiran dan wafatnya, serta merunut silsilah Nabi Muhammad SAW sampai kepada Nabi Adam AS tanpa membaca teks.

Menyikapi beberapa kalangan yang sinis dan mengatakan maulid nabi sebagai amalan bid’ah, Kang Said meminta jamaah untuk tidak usah menghiraukannya. Menurutnya, mereka yang suka mengatakan bid’ah itu biasanya belum belajar ilmu agama secara mendalam.

“Yang mengatakan Maulid Nabi itu bid’ah berarti dia masih perlu belajar agama lagi. Silakan datang ke NU atau belajar lagi di pesantren,” kata kang Said.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pertandingan, Bahtsul Masail Asli Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU

Jombang, Asli Muhammadiyah. Sebanyak 15 pasien mulai menjalani pemeriksaan untuk dilakukan operasi bibir sumbing yang digelar Rumah Sakit (RS) NU Jombang. Operasi akan di lakukan oleh 12 dokter selama tiga hari mulai Jum’at (22/6) hingga Ahad (24/6).

Ketua Panitia operasi bibir Sumbing, Saifulloh Isbari mengatakan, awalnya pasien yang mendaftar untuk mengikuti operasi sebanyak 17 orang. Namun selanjutnya dua orang mengundurkan diri.  “Jadi tinggal 15 pasien, mereka mulai umur 3 bulan bahkan ada yang telah berumur 37 tahun,” ujarnya disela-sela pemeriksaan awal calon pasien di RSNU Jombang.

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Rumah Sakit NU

Para pasien, lanjutnya mulai hari diharuskan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana bibir sumbing mereka yang akan dibedah.” Tadi mereka sudah diperiksa, dan mulai nanti malam mereka sudah masuk karantina sebelum dilakukan operasi oleh tim medis,”imbuhnya.

Asli Muhammadiyah

Saipul Isbari menambahkan dalam kegiatan operasi bibir sumbing bagi warga miskin ini, RSNU Jombang melibatkan sebanyak 12 tenaga medis yang khusus didatangkan dari Surabaya. 

Asli Muhammadiyah

“Kegiatan ini digelar memang rangkaian kegiatan menyongsong Konferensi PCNU Jombang yang akan dilaksanakan awal bulan Juli mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSNU Jombang, Bambang D. Hayunanto mengatakan, dalam kegiatan operasi bibir sumbing ini pihaknya bekerjasama dengan RS Al Irsyad Surabaya. ” Kegiatan ini untuk membantu warga miskin. Dan kita melibatkan beberapa dokter spesialis di RS NU sendiri dan juga dari Al Irsyad,” ujarnya.  

Tidak hanya operasi saja, lanjut mantan Direktur RSUD Jombang ini, namun setelah pelaksanaan operasi pasien juga mendapatkan perawatan di RS milik NU Jombang ini hingga proses penyembuhan.” Jadi mereka akan dirawat dan dipantau terus perkembangan operasinya hingga sembuh,”tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah RMI NU, Habib Asli Muhammadiyah

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Perhelatan Haul Gus Dur setiap tahun selalu menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat, berbagai organisasi, para tokoh berbagai agama dan keyakinan, hingga tokoh nasional, tak terkecuali di Haul Ke-6 Gus Dur 2015, Sabtu (26/12) malam. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, selain di Ciganjur, Haul juga digelar di beberapa tempat seperti Tebuireng Jombang, Surabaya, Kudus, dan daerah-daerah lain.

Haul Ke-6 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan menghadirkan tokoh nasional, pejabat, seniman, ulama, dan ribuan masyarakat dari berbagai penjuru.?

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur

Tokoh-tokoh tersebut diantaranya, Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, KH Hasyim Muzadi, Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015, H As’ad Said Ali, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Menteri Agama, H Lukman Hakim Saifuddin, Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bin Yahya, dan tokoh-tokoh lainnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam testimoni yang berhasil dihimpun Asli Muhammadiyah, KH Maruf Amin mengatakan, Gus Dur itu buku bacaan yang tak ada habisnya. “Beliau yang merintis dinamisasi pemikiran kritis di lingkungan NU, tetapi sangat menguasai instrumen fiqh dan ushul fiqh. Bahkan beliau sangat menguasai Al-Hikam yang disebut kaada al-hikamu an-yakuna quraanan,” ujar Kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini.

Asli Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj juga menuturkan, Gus Dur mengajari dirinya untuk memahami ilmu ahwal, kondisi di sekitar kita. “Gus Dur memang tampaknya menganggap enteng masalah, tapi sebenarnya beliau berusaha menyelesaikan masalah itu dengan tepat. Termasuk juga dalam mendistribusikan tugas kepada yang lain,” ungkap Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kemudian, penulis buku Al-Qaeda, H Asad Said Ali menjelaskan, Gus Dur tak hanya seorang kiai, tetapi juga guru politik yang senantiasa teguh menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai tujuan utama. “Gus Dur merupakan guru politik yang mengajari saya untuk bisa bersikap loyal sekaligus kritis kepada pemimpin,” jelas As’ad.

Lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam testimoninya mengenang masa pencalonanannya di Pilkada Gubernur Bangka Belitung (Babel) yang didukung Gus Dur. “Dulu saya berucap kepada Gus Dur, Keturunan Tionghoa nggak bisa jadi Gubernur Gus. Beliau langsung menimpali, siapa bilang? Jadi Presiden juga bisa,” kenang Ahok. Dia pun tidak memungkiri bahwa jabatan Gubernurnya saat ini tak lepas dari berkah dan inspirasi Gus Dur.

Senada dengan yang lain, Menag H Lukman Hakim Saifuddin memaparkan tiga jasa utama Gus Dur . “Pertama, sejak tahun 70-an, Gus Dur mampu mengangkat kembali nilai-nilai tradisi dan institusi pesantren. Kedua, tokoh terdepan dalam menyelesaikan debat hubungan Islam dan Pancasila. Ketiga, mengingatkan dan memahamkan kita bahwa kemajemukan Indonesia adalah Sunnatullah, bukan kelemahan melainkan anugerah dari Allah,” terang Menag.

Sementara itu, Menko Kemaritiman yang juga Menteri Perkonomian di era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli juga menuturkan dalam testimoninya bahwa dirinya banyak belajar dari Gus Dur. “Beliau mengerem rasionalitas saya dan mengajarkan hal-hal yang beyond rationality,” ungkap Rizal.

Menurutnya, kharisma Gus Dur juga sangat besar. Tidak ada pemimpin di Indonesia setelah Bung Karno yang pengaruh dan pendukungnya sebesar Gus Dur. “Mendiang Ben Anderson mengunjungi makam-makam para Presiden RI, dan membuktikan bahwa Gus Dur adalah pemimpin yang paling dicintai rakyatnya,” jelasnya.?

Setiap tahun, tak kurang dari 3 juta orang berziarah ke makam Gus Dur di pemakaman keluarganya di Pesantren Tebuireng Jombang. Dari jumlah tersebut, kotak amal yang disediakan Pesantren juga menghasilkan sedekah milyaran rupiah dari para peziarah. Saat ini hasil sedekah tersebut dikelola oleh Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) dan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan.

Momentum bersatu

Di sesi terakhir testimoni, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan, ikan di laut tidak terpengaruh akan keasinan air laut. Bahkan saat dimasak ikan laut harus diasinkan. Begitulah seharusnya Indonesia. Berbeda namun bisa bersatu.

“Percuma haul-haul melulu jika masih begitu-begitu saja. Pasca haul kita harus bisa belajar dan meneladani Gus Dur. Semestinya teriakan takbir memunculkan rumah sakit, sekolah, madrasah, dan pesantren. Bukan malah dipakai untuk hal-hal buruk,” tuturnya.

Gus Dur, tambahnya, tidak hanya sekadar menikmati harmonisasi musik klasik. Melaluinya ia menunjukkan arti penting dari demokrasi. Sunan Kudus melarang memotong sapi. Hal tersebut membuat Pangeran Poncowati tertarik belajar Islam hingga memberikan kerajaannya untuk Sunan.

Mursyid Thariqah asal Pekalongan ini menerangkan, wali itu mampu berdakwah walau sudah meninggal. Buktinya? Banyak orang-orang berdoa dan mengaji di makam mereka. “Gus Dur meninggal saja mampu mengayomi umat muslim dan non-muslim. Bagaimana ketika hidup?” jelasnya.

“Amplop yang ada di Gus Dur itu mengalir pindah. Tak jarang Gus Dur harus menambal uang transport sendiri. Salah satu karomah Gus Dur, sampai sekarang beliau masih ramai diziarahi,” ungkapnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib, Pondok Pesantren, Sholawat Asli Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

KH Abdul Hayyie Na’im, Santri Pengelana di Jazirah Arab

Jakarta, Asli Muhammadiyah



KH Abdul Hayyie Nai’m lahir di Cipete, Jakarta Selatan pada tahun 1940. Ia adalah putra ulama Betawi, KH Muhammad Na’im yang berasal dari Cipete, dan Hj Mardhiyah yang asal Mampang.?

Selepas menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, ia meneruskan ke Raudlatul Muta’alimin Mampang. Saat berusia 14 tahun, ia dikirim untuk menimba ilmu di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur atas anjuran Kiai Razzaq, pengasuh Raudlatul Muta’alimin Mampang.

KH Abdul Hayyie Na’im, Santri Pengelana di Jazirah Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abdul Hayyie Na’im, Santri Pengelana di Jazirah Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abdul Hayyie Na’im, Santri Pengelana di Jazirah Arab

Di Tebuireng, Abdul Hayyie muda menjadi santri istimewa dan merupakan santri kesayangan Kiai Idris, gurunya. Dianggap sebagai anak, Abdul Hayyie muda pun dilarang terlalu sering pulang ke Jakarta.

Pada tahun 1960, Abdul Hayyie diizinkan pulang dari Tebuireng. Ayahnya beralasan akan memberangkatkan Kiai Abdul Hayyie menunaikan ibadah haji. Kiai Muhammad Na’im sangat menginginkan anaknya belajar di Makkah.?

Asli Muhammadiyah

Di Makkah, Abdul Hayyie belajar di Pesantren Darul Ulum, asuhan Syekh Yasin Al-Padangi, ulama besar Makkah kelahiran Minangkabau. Ia satu kelas dengan Kholil Bisri putra KH Bisri Musthofa Rembang.

Tahun 1965, bersama Hambali Maksum dan Mahfudzh Ridwan, ia hijrah ke Baghdad, Irak berbekal tiket yang dibeli dengan uang terakhir yang mereka miliki. Mereka mendaftar di Fakultas Sastra Baghdad University. Di Baghdad pula, Abdul Hayyie bertemu dan kemudian bersahabat dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

KH Abdul Hayyie meraih gelar Lc pada tahun 1970. Tetapi ia tidak segera pulang ke Indonesia. Ia lebih dulu berkelana ke beberapa negara Timur Tengah, seperti Yordania, Turki, dan Beirut sebelum akhirnya pulang ke Indonesia tiga tahun kemudian.

Di Cipete, ia segera terjun dalam aktivitas dakwah dan taklimnya. Ia mengasuh pengajian dan Madrasah An-Nur, peninggalan ayahnya, dan berbagai madrasah dan majelis taklim lain di Jakarta Selatan dan Depok.

Kiai Abdul Hayyie mengaku miris menyaksikan kekejian dan kesadisan yang dilakukan oleh sesama manusia. Menurutnya, Jakarta sekarang ini ibarat hutan belantara yang dihuni binatang buas.

Asli Muhammadiyah

Ia sangat mengkhawatirkan perkembangan masyarakat mendatang. Kepeduliannya terhadap remaja itu menggerakkan hatinya mendampingi Habib Hasan bin Ja’far Assegaf mengasuh Majelis Taklim Nurul Mustafa, yang sebagian besar jamaahnya adalah para remaja. Diolah dari berbagai sumber. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Berita, Anti Hoax, Lomba Asli Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya

Demak, Asli Muhammadiyah - Rombongan tamu atas nama Majelis al-Muwashalah baina Ulama al-Muslimin yang dipimpin oleh Habib Abu Bakar Adni al-Masyhur bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Senin (10/4) malam. Ia juga membawa serta Habib Muhammad al-Junaid dan Syekh Mus’ab Penfound, seorang magister asal Menchester Inggris yang melanjutkan belajar di Mesir dan Yaman.

Silaturahmi yang juga dihadiri ratusan santri ini membuat Syeikh Mus’ab terenyuh hatinya, karena mengingat sepuluh tahun yang lalu saat ia belum mengenal Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya

Ia pun berbagi pengalaman mengapa tertatarik dengan Islam dan kemudian? memeluknya. Suatu ketika ia melihat para pemuda yang sungguh-sungguh belajar dan berdakwah dengan akhlak mulia. Melihat mereka ada perasaan kagum. Lalu bertanya-tanya apa Islam itu? Siapa Muslim itu?

Asli Muhammadiyah

Setelah mempelajari Islam akhirnya ia menyimpulkan bahwa inti ajaran dari Islam adalah akhlak yang mulia. Hal itulah yang membuka pintu hidayah sehingga ia memeluk Islam. Beberapa bulan kemudian orang tuanya pun mengikuti jejaknya memeluk Islam.

“Inilah bukti bahwa akhlak mulia dapat mengubah dan berpengaruh pada diri seseorang. Maka praktikkan dalam keseharian kalian. Mungkin nanti ada yang melanjutkan belajar ke mana-mana, yang terpenting adalah niat ikhlas dan sungguh-sungguh sehingga memberi dampak pada akhlak dan karakter masing-masing,” jelasnya kepada para santri.

Ia juga memberikan tips-tips khusus dalam menumbuhkan semangat belajar, yakni niat yang baik, mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan guru, berkumpul dengan oaring-orang yang shaleh, memilah dan memilih mana yang positif dalam belajar dan menghindari pergaulan yang negatif.

Asli Muhammadiyah

Habib Muhammad al-Junaid yang sudah beberapa kali bersilaturahim di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen mengungkapkan bahwa tujuan silaturahim ini adalah sebagai? wujud khidmah kepada ulama dan khidmah dakwah umat.

Bersyukurlah Menjadi Santri



Kepada para santri ia mengajak untuk tetap bersyukur manjadi santri, karena menjadi santri adalah wujud implementasi dari perintah Hadits Nabi SAW bahwa seoarang Muslim dituntut untuk menjadi orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan jangan menjadi tipe orang kelima yang tidak termasuk di antara keempat tipe di atas.

“Malam ini kita semua berkumpul di majlis ini, majlis yang tidak membedakan antara orang Arab dan non-Arab. Semua setara. Inilah nikmat agama,” tuturnya.

Tampak hadir menyambut rombongan segenap pimpinan Pondok Pesantren se-Suburan, Mranggen, Demak, di antaranya KH Muhammad Hanif Muslih, Prof Dr KH Abdul Hadi, KH Muhibbin Muhsin al-Hafidz, KH Ali Mahsun, KH Asif Makhdum, KH Helmi Wafa, KH Faizurrahman Hanif, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Hanif Muslih menyampaikan kegembiraanya dan berterima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Ia menuturkan sejarah berdirinya Pondok Pesantren dan perkembangannya sampai saat ini.

“Mudah-mudahan kedatangan beliau-beliau ini memberikan barakah kepada Pesantren Futuhiyyah, terutama kepada para santri khususnya,” harapnya. (Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul, Berita Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

Batang, Asli Muhammadiyah. Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman Harits Dimyathi mengajak kalangan pesantren untuk pandai bersyukur. Sebab sekarang ini pesantren dan kitab kuning sebagai pilar utamanya mempunyai hak yang sama dalam sistem pendidikan nasional.?

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

“Kita patut bersyukur, karena negara sudah hadir. Ijazah lulusan pesantren yang selama puluhan tahun lalu hanya masuk di keranjang sampah, kini legalitasnya telah diakui pemerintah,” kata Kiai Luqman dalam seminar bertema Prospek Pesantren Salafiyah dalam Sistem Pendidikan Nasional? yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang, Jawa Tegah, Rabu (1/6) malam.

Asli Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu menjelaskan, perjuangan para pengasuh pesantren untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama hingga diterbitkanya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren, dilakukan setelah melewati proses panjang dan berliku.

Asli Muhammadiyah

“Sejak tahun 2004, kami bergelut dengan pasal-pasal. Tarik menarik kepentingan. Kami bersama para kiai terus mengawal dan memperjuangankan PMA ini dengan berdarah-darah,” ungkapnya dengan nada berapi-api dihadapan 200 kiai muda pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

Hingga tahun 2014 lalu, imbuh Kiai Luqman, pesantren benar-benar mendapatkan payung hukum (regulasi) yang jelas, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. PMA ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pesantren.

“Regulasi yang ada kemudian diperkuat dengan terbitnya PMA No 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren. Dimana pesantren berhak mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren masing-masing dengan basis kitab kuning,” jelas Sekretaris Forum Komunikasi Pesantren Muadalah se-Indonesia itu.

Satuan pendididikan muadalah terdiri atas dua jenis, Salafiyah yang berbasis kitab kuning dan Mu’allimin yang berbasis dirasah islamiyah. PMA tentang satuan muadalah ini pada akhirnya berhasil menyatukan dan memperkuat peran pesantren salaf dengan pesantren modern, yang selama ini antara keduanya terdapat tembok pemisah.

“Hikmahnya melalui pemyusunan PMA ini, antara pesantren salafiyah dengan pesantren modern menjadi sangat solid,” ungkapnya.

Katib Syuriyah PBNU itu menekankan pentingnya menjaga jatidiri pesantren melalui penerapan PMA tentang satuan pendidikan muadalah. Kepada para pengasuh pesantren, ia berpesan untuk tetap istiqamah menjaga kitab kuning sebagai kurikulum pesantren.

“Pesantren jangan mempersulit diri sendiri, setelah adanya PMA muadalah ini pesantren tetap bisa mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulumya dan lulusan pesantrenya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena ijazahnya sudah diakui oleh negara,” pungkasnya.?

Silaturarahmi yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang diikuti sekitar 200 pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Tampak hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Batang Soetadi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Pembina Pondok Tazakka H Muzammil Basyuni, dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi.

Selain KH Luqman Harits Dimyathi, beberapa tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Habib Luthfy Bin Yahya, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abu Hafsin Umar, Gus Idror Maimun Zubair dan KH Hasyim Muzadi. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional,Attijani Asli Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Kekeringan Berkepanjangan, Warga NU Tunaikan Istisqo

Jepara, Asli Muhammadiyah. Jepara menjadi salah satu daerah yang sedang dilanda kekeringan berkepanjangan. Sebagai bentuk ikhtiar, ratusan warga NU yang diinisasi Rijalul Ansor GP Ansor Jepara mengadakan sembahyang istisqo yang berlangsung di alun-alun Jepara, Jum’at (18/9) pagi.

Kegiatan yang diikuti ratusan jamaah ini diimami Rais Majelis Hubbur Rasul Habib Abdullah Al-Hindwan dengan khotib Wakil Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Ubaidillah Nur Umar.

Kekeringan Berkepanjangan, Warga NU Tunaikan Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan Berkepanjangan, Warga NU Tunaikan Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan Berkepanjangan, Warga NU Tunaikan Istisqo

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi dalam paparannya mewakili panitia mengatakan, kegiatan merupakan bentuk ikhtiar ruhani dalam rangka keluar dari kekeringan.

Asli Muhammadiyah

“Negara kita, khususnya desa kita sedang dilanda kekurangan air bersih. Sementara sholat istisqa’ yang kita lakukan ini tidak lain untuk mengharapkan turunnya hujan dari sang pencipta,” terang Marzuqi.

Asli Muhammadiyah

Dengan ikhtiar tersebut, harapannya dalam waktu tidak lama segera turun hujan sehingga limpahan rahmat Allah turun. Dalam memandang kegiatan ini masyarakat menurutnya masih beda-beda persepsi.

“Bagi bakul kerupuk dan penjual batu bata tentu tidak ingin hujan di saat ini,” misalnya.

Tetapi masyarakat secara umum tentu menginginkan segera turun hujan. Sebagaimana yang dilakukan warga NU ini usaha tersebut bukanlah sia-sia. Sebab dalam kitab Jauharatut Tauhid disebutkan hamba Allah diwajibkan untuk berusaha soal keberhasilan itu menjadi kekuasaan sang pencipta. Ia juga menegaskan air merupakan kebutuhan untuk bercocok tanam. Karena hasil dari pangan ini untuk kebutuhan masyarakat.

Di sela-sela kegiatan kepada Asli Muhammadiyah, pihaknya berharap shalat dua gerhana rembulan dan matahari, khusufain juga perlu dilakukan secara jamaah dengan melibatkan banyak orang.

“Dengan kegiatan ini kami berharap menjadi media pembelajaran bagi kita maupun anak-anak kita. Sebab kita jarang melaksanakannya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, Makam Asli Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Rembang, Asli Muhammadiyah

Pemerintah Kabupaten Rembang Jawa Tengah pekan depan mengagendakan gelaran shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Rencananya acara tersebut diselenggarakan pada 10 September 2017 di alun-alun kabupaten setempat.

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat menghadiri acara Istighotsah dan Aksi Damai Tolak Five Days School (FDS) yang diselenggaran warga NU Rembang, Rabu (30/8), juga mengungkapkan tentang hal ini.

"Pemkab Rembang pada tanggal 10 September akan mengadakan shalawat bersama Habib Syech. Dan kami juga telah komunikasi dengan Pak Gubernur, insyaAllah akan hadir juga," terangnya.

Asli Muhammadiyah

Senada dengan Bupati Rembang, dalam halaman Facebook resmi Humas Setda Rembang juga dipaparkan tentang informasi ini.

"Rembang bersholawat, Minggu 10 September 2017 start pukul 19.00 WIB di Alun-alun Rembang bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Solo," tulis halaman Facebook tersebut.

Asli Muhammadiyah

Agenda ini mendapat sambutan positif dari warga Rembang. Hal ini tampak dari beberapa komentar dalam fanspage resmi Pemkab Rembang tersebut yang apresiatif terhadap kegiatan ini. (Aan Ainun Najib/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Halaqoh, Tokoh Asli Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah

Lombok Tengah, Asli Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat periode? 2016-2021 resmi dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di halaman Bencingan Tastura, Kabupaten Lombok Tengah. Pelantikannya ini tepat di hari perayaan tradisi Lebaran Ketupat, Rabu (13/7).

Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Lantik PCNU Lombok Tengah

Pada kesempatan itu, KH Said Aqil Siroj mengajak seluruh pengurus NU untuk saling mengisi dan saling menyempurnakan."Hubungan harmonis kita adalah penting, boleh kita berbeda asalkan tidak merusak insaniyah," imbuhnya.

Ribuan warga nahdyin tampak khidmat mengikuti semus proses dari awal sampai akhir. Sejumlah tokoh tampak hadir di antaranya TGH Turmudzi Badaruddin, TGH Taqiuddin Mansur, TGH Maarif Makmun dan yang lainnya.

Asli Muhammadiyah

Hadir juga Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, Ketua DPRD Lombok Tengah dan sejumlah? Kepala SKPD Lombok Tengah. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Ubudiyah, Habib, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHA Hasyim Muzadi menilai terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri baru Australia akan dapat memperbaiki pandangan Australia kepada Islam di Indonesia.

"Sekalipun tidak besar tetap ada pengaruhnya, karena Partai Buruh yang merupakan asal Rudd merupakan partai yang pernah menolak Australia mengirim pasukan ke Irak," katanya di Jakarta, Senin (26/11).

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam

Ia mengemukakan hal itu menanggapi hubungan Australia dengan umat Islam di Indonesia setelah John Howard (Partai Liberal) yang sempat menuduh Indonesia sebagai "sarang teroris" itu kalah dari Kevin Rudd (ALP / Partai Buruh Australia).

Howard yang merupakan politisi senior (68) dan menjadi perdana menteri ke-25 Australia selama lebih dari 11 tahun itu kalah dalam Pemilu Federal yang diikuti 13,6 juta pemilih pada 24 November 2007.

Menurut Hasyim Muzadi yang beberapa kali mengunjungi Australia itu, Partai Liberal di Australia memang konservatif terhadap Islam, sedangkan Partai Buruh lebih fleksibel.

Asli Muhammadiyah

"Jadi, Rudd akan lebih fleksibel dalam memandang Islam di Indonesia, tapi kita harus mampu mengelola pandangan yang ada dengan menjalin kerjasama lebih baik dan jangan sampai melakukan kesalahan," katanya.

Tentang tuduhan "sarang teroris" kepada Indonesia, pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang itu mengatakan hal itu tidak dapat dihilangkan secara cepat. "Tapi, hal itu dapat dihilangkan secara perlahan-lahan," kata mantan Cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2004.

Presiden Konferensi Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (WCRP) itu mengatakan kekerasan bukan identik dengan agama dan agama sama sekali tidak memerintahkan kekerasan.

"Tapi, penyalahgunaan orang yang beragama terhadap agama itulah yang menyebabkan malapetaka, karena itu saya tidak percaya ada konflik agama, kecuali konflik kepentingan politik yang menggunakan agama dan umat beragama," katanya. (mad)



Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah, Pesantren, Habib Asli Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Makassar, Asli Muhammadiyah. Dewan Pembina PP GP Ansor, Habib Puang Makka membaiat peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV PP GP Ansor, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). ? ?

Kepada peserta berasal dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Habib Puang Makka meminta kader inti Pemuda Ansor itu untuk selalu menjaga Indonesia dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Usai lagu Indonesia Raya berakhir, pemilik nama lengkap Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama itu melangkah yakin menuju empat bendera, merah putih, Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser. Lalu dengan khusyuk mencium bendera-bendera itu secara berurutan dan kemudian kembali ke tempat semula.

"Banser senantiasa menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasullullah SAW. Dan tanpa pamrih mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 tanpa pamrih dan konsekuen," ujar Puang Makka diikuti peserta.

Pasca pembaiatan, tindakan Puang Makka mencium empat bendera diikuti anggota Banser dan jamaah Khalwatiyah Yusuf Makassari yang menghadiri prosesi. Lantunan sholawat dan tangis haru memenuhi ruangan.

Asli Muhammadiyah

"Jajaran Satkornas Banser mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW GP Ansor Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kaderisasi di Makassar," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian,Attijani Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah

Pringsewu, Asli Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Al Muawanah Fajaresuk, Pringsewu KH Tamrin Mahera pada Ngaji Ahad (Jihad) pagi (30/8) mengupas kandungan makna yang termaktub dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 30. Yaitu dialog antara malaikat dengan Allah SWT tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah

Kiai Tamrin menerangkan bahwa pada mulanya para malaikat tidak setuju jika manusia didaulat sebagai khalifah di bumi karena akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah.

Hal ini berbeda jauh dengan para malaikat yang senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Allah SWT. Protes malaikat ini dijawab dengan firmanNya, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Asli Muhammadiyah

Mendengar hal itu, para malaikat pun merasa bersalah dan kemudian mengelilingi Arsy sebanyak tujuh kali sebagai upaya untuk menebus kesalahannya sembari mengucapkan tasbih mengagungkan Allah SWT.

dari penjelasan itu, menurut Kiai Tamrin, manusia seharusnya mencontoh para malaikat yang ketika berbuat kesalahan segera menebus kesalahannya dengan berbuat sesuatu. "Semakin takut kepada Allah semakin bagus. Ketakutan harus ditunjukkan dengan perilaku, tidak berdiam diri saja," ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Sikap seperti ini harus dilakukan siapapun dan dimanapun. "Mari Beristighfar sebagai upaya untuk menunjukkan rasa bersalah kita sekaligus mengharap apa yang sudah kita lakukan akan diampuni oleh Allah," ajaknya.

Nampak hadir pada Kegiatan Jihad Pagi tersebut Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi yang menjadi moderator, Wakil Ketua PWNU Lampung H. Heri Iswahyudi, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua PHBI Kabupaten Pringsewu H. Suyadi dan Ketua LBM NU Provinsi Lampung Ustadz Munawir. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Cerita, Khutbah, Habib Asli Muhammadiyah