AlaNu


info AlaNu
AlaNu bahasa
AlaNu bahasa nasional
AlaNu bahasa indonesia
AlaNu belah bambu
AlaNu busuk
AlaNu berasal dari bahasa yunani yaitu
AlaNu belanda
AlaNu busuk sby
AlaNu berasal dari kata
AlaNu global
AlaNu gus dur
AlaNu golkar
AlaNu gender
AlaNu gorontalo
AlaNu global amerika serikat
habib AlaNu mp3
video AlaNu full
AlaNu gerakan non blok
rahasia AlaNu terbaru
AlaNu g 30 s pki
AlaNu konfrontasi
AlaNu kerajaan kutai
AlaNu kampus
AlaNu kerajaan majapahit
AlaNu kotor
AlaNu kerajaan tarumanegara
AlaNu kompasiana
AlaNu luar negeri indonesia
AlaNu luar negeri bebas aktif
AlaNu luar negeri indonesia adalah
AlaNu liberal
AlaNu yang membedakan warna kulit disebut
AlaNu yang dianut bangsa indonesia
AlaNu yang baik
AlaNu yahudi
AlaNu yang dianut bangsa indonesia adalah
AlaNu merupakan
AlaNu yaitu

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri AlaNu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri AlaNu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Agustus 2017

Warga NU Diimbau Lakukan Shalat Khusuf

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Berdarkan data hisab Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), gerhana bulan total akan terjadi pada Ahad, tanggal 4 Maret 2007 M bertepatan dengan tanggal 14 Shafar 1428 H. Diperkirakan gerhana terjadi selama hampir empat jam, yakni antara pukul 04:30 sampai 08:12 WIB.

Menurut Ketua LFNU KH A Ghazalie Masroeri, gerhana bulan total ini dapat dilihat antara lain di Indonesia bagian barat, Asia bagian barat, Benua Afrika, dan Eropa. Gerhana mulai dapat disaksikan pada pukul 04:30 WIB di wilayah Indonesia bagian barat. Sementara gerhana total (mulai gelap) terjadi pukul 05:44 WIB dan dapat dilihat di sebagian Pulau Jawa dan di seluruh Pulau Sumatera.

Puncak gerhana (pertengahan gerhana) terjadi pukul 06:21 WIB, dapat dilihat di sebagian Pulau Sumatera. Akhir gerhana total (mulai bersinar) pukul 06:58 WIB dan gerhana berakhir (terang kembali) pukul 08:12 WIB dan tidak dapat dilihat di wilayah Indonesia karena matahari sudah terbit.

Warga NU Diimbau Lakukan Shalat Khusuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Diimbau Lakukan Shalat Khusuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Diimbau Lakukan Shalat Khusuf

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Saat itu bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dikatakan Kiai Ghazalie Masroeri, gerhana bulan adalah salah satu tanda kebesaran kekuasaan Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan dapat melakukan pengamatan terhadap gerhana bulan total ini untuk meningkatkan keimanan. Ketika melihat gerhana, disunatkan bertasbih, bertahmid, dan bertakbir serta beristighfar; kemudian melaksanakan shalat sunat Gerhana Bulan atau biasa disebut shalat Khusuful Qamar.

Asli Muhammadiyah

"Untuk daerah di sebelah timur Semarang, meskipun sudah Shalat Shubuh, masih ada kesempatan kurang lebih satu jam sampai menjelang matahari terbit, untuk menyaksikan gerhana dan menjalankan Shalat Gerhana Bulan," katanya.

Diserukan kepada umat Islam agar mensyi’arkan masjid-masjid dan mushalla-mushalla dengan melaksanakan shalat sunat Khusuful Qamar, khutbah dan berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara, agar terhindar dari bencana. (nam)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Halaqoh, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia

Jakarta, Asli Muhammadiyah?

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, menggelar kuliah tamu dengan tema Psikologi Prasangka, ? Kamis (9/6). Kuliah tamu berlangsung di Kampus UNU, Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat, dihadiri mahasiwa UNU Indonesia dan STAINU Jakarta dari berbagai jurusan, serta mahasiswa dari kampus lain.?

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Johannes Keppler University Isi Diskusi Psikologi Prasangka di UNU Indonesia

Any Rufaedah, Ketua Prodi Psikologi UNU Indonesia menyampaikan, kuliah tamu diselenggarakan sebagai salah satu metode pembelajaran, di luar kuliah reguler dan kajian literatur perpustakaan.?

Asli Muhammadiyah

Hadir sebagai pembicara adalah Idamsyah Eka Putra, Peneliti Senior bidang Psikologi Sosial di Universitas Persada Indonesia, dan Doktor alumni Johannes Keppler University Austria.

Asli Muhammadiyah

Dalam paparannya, Idham menyampaikan bahwa psikologi prasangka merupakan bagian dari psikologi sosial, yang merupakan perspektif yang berupaya memahami bagaimana manusia berpikir, mempengaruhi dan saling berelasi dengan lainnya. Psikologi prasangka menandakan adanya koneksi terhadap hal di luar diri seseorang atau kelompok yang berprasangka.

Lebih lanjut, Idham menyampaikan ada empat hal terkait dengan prasangka. Pertama, prasangka selalu berkenanan dengan kelompok lain; Kedua, prasangka berenaan dengan salah persepsi; Ketiga prasangka merupakan kualitas negatif ? terhadap orang atau kelompok lain; dan Keempat prasangka berkenaan dengan bagaiama atribut yang ada pada kelompok lain dipahami sebagai suatu hal yang mengancam atau tidak disukai.

Prasangka biasanya menimbulkan anggapan atau sikap yang tidak seharusnya dari kelompok atau seseorang terhadap kelompok/orang lain. Oleh karena itu sebagai akademisi dituntut untuk menumbuhkan sikap kritis dan hati-hati serta tidak mudah terpengaruh oleh stigma.

Di sisi lain, penggunaan istilah tertentu (pelabelan) juga mempengaruhi anggapan orang terhadap sesuatu. Untuk meminimalisir timbulnya prasangka negatif, penggunaan istilah yang positif sangat perlu untuk ditingkatkan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Tegal Asli Muhammadiyah

Rabu, 06 Juli 2016

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru

Jakarta, Asli Muhammadiyah
Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi, mengatakan korupsi merupakan pangkal penurunan kesejahteraan bangsa Indonesia, sehingga mesti segera dituntaskan.

"Setelah reformasi bukan berarti kita terbebas dari problema, dulu sistem sentralisme, maka korupsi terpusat, sekarang sistem desentralisasi ternyata juga menghasilkan desentralisasi sehingga korupsi juga? merata di daerah-daerah," kata Hasyim dalam acara Launching Buku Pengkaderan IPNU di gedung PBNU, Jakarta, kemarin.
? ? ?
Dulu waktu sistem terpusat, kata Hasyim, orang menjadi nakal di atas, sekarang dengan adanya otonomi daerah juga muncul "raja" kecil di daerah, yang juga dengan perilaku korupsinya. "Ternyata ada sesuatu yang terpendam dan belum beres yakni moral yang lebih dalam daripada sekedar sistem dan mekanisme," papar Mantan Cawapres PDIP ini.

Jadi tidak aneh jika sekarang orang sudah tidak lagi bicara tentang hukum dagang, tetapi dagang hukum. Ia mencontohkan, ketika berkunjung di daerah ada? seorang yang ditangkap karena korupsi Rp 65 juta, tapi supaya dia tidak ditangkap sogokannnya Rp 450 juta rupiah. "Perilaku sogok menyogok ini sudah merebak kemana-mana. Jadi ini sudah melampaui batas moralitas, bangsa kita sudah kehilangan arah, akibat ditinggalkannya nilai-nilai agama," kata Hasyim.

Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang ini juga mengatakan, akibat tindak korupsi yang terjadi dimana-mana ini telah menjadikan Indonesia terus menurun tingkat kesejahteraannya, sehingga secara otomatis menimbulkan konflik-konflik sosial di tataran masyarakat. "Pemerintahan SBY harus mampu membuktikan bahwa korupsi adalah musuh bersama, sehingga pemberantasannya bisa dilakukan di semua lini," katanya dihadapan kader IPNU dan IPPNU.

Selain itu, masih menurut Hasyim, kebijakan politik tingkat nasional yang keliru juga menimbulkan konflik-konflik sosial di tataran masyarakat luas. "Sebagai contoh kebijakan pemerintah mengurangi subsidi yang otomatis menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di tataran masyarakat justru menimbulkan konflik baru karena tujuan mengurangi kemiskinan belum bisa dibuktikan, namun harga-harga sudah pasti naik," katanya.
? ? ? ?
Menurut adik kandung Kyai Muchit Muzadi, kebijakan pengurangan subsidi yang tidak disertai dengan kejelasan program dana kompensasi memperparah beban masyarakat setelah harga BBM naik. "Kebijakan itu memang bertujuan mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia, namun pada kenyataannya, kenaikan harga BBM justru melahirkan orang-orang miskin baru," katanya.
? ? ? ?
Jadi sebenarnya sedang apa negeri kita ? dan akan menuju kemana ? tanya Hasyim, seraya mengajak semua elemen masyarakat bahu-membahu menjadi solusi untuk bangsa sendiri. "Bencana demi bencana yang datang menimpa kita, sudah sepatutunya menjadi pelajaran bersama, agar kembali menata diri dengan akhlakul karimah, dalam konteks hablum minallah dan hablum minannas. Insya Allah dengan niat tulus, maunah (petolongan) Allah akan menyertai bangsa ini," pungkas Hasyim. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Sejarah, Humor Islam Asli Muhammadiyah

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru

Kamis, 07 Desember 2017

Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram

Mataram, Asli Muhammadiyah - Presiden Jokowi dipastikan hadir dan membuka acara Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Islamic Center Mataram 23 November mendatang. Kehadiran Jokowi ini akan disertai sejumlah menteri dan  pejabat tinggi negara yang berasal dari NU sekitar belasan orang. Ketua DPP PDIP Megawati Soekarno Putri beserta putrinya Puan Maharani diperkirakan turut hadir dalam acara ini.

Demikianlah disampaikan oleh Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU Lalu Winengan usai pertemuan dengan Sekda NTB, Rosiadi Sayuti, Senin  sore (16/10) di ruang rapat Pemrov NTB.

Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Dipastikan Buka Munas dan Konbes NU 2017 di Mataram

Adapun tampak hadir dari panitia Munas dan Konbes NU pertemuan koordinasi dengan Setda NTB yakni Ketua PWNU NTB Tgh Taqiuddin Mansyur, Pengasuh Pesantren Al-Halimy Tgh Munajid Khalid, H Jamiluddin, Pengasuh Ponpes Nurul Islam Hajjah Wartiah,  Bendum PWNU NTB Ustadz Faizin Yaqub, Suaib Quri, Agus Mulyadi, dan sejumlah panitia lainnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut Winengan, pertemuan antara panitia Munas dan Konbes NU 2017 dan Sekda NTB membahas tentang protap penyambutan kehadiran presiden Jokowi dan  mekanisme penggunaan dan laporan dana hibah dari Pemprov NTB untuk mendukung sekaligus menyukseskan Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini.

Presiden Jokowi dan rombongan akan tiba di Mataram pada tanggal 23 Oktober pagi. Selanjutnya rombongan akan menuju Pendopo Gubernur NTB. Siang usai Zuhur, Presiden Jokowi dan rombongan akan start menuju Islamic Center dengan cara berjalan kaki didampingi Gubernur NTB beserta sejumlah tokoh dan kiai NU.

Sepanjang  perjalanan menuju Islamic Center tersebut, rombongan Presiden akan disambut sekitar 10 ribu siswa dan santri NU sembari mengumandangkan Shalawat Badar.

Asli Muhammadiyah

"Rencananya pihak Pemprov NTB akan menyediakan mobil terbuka tapi diurungkan," sambung Sekretaris Panitia Marinah Hardi.

Sementara itu persiapan pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU perkiraan peserta resmi yang hadir berkisar 500 orang yang akan ditampung di lima pondok pesantren, Pesantren Darul Hikmah, Darul Quran, Darul Fallah, Nurul Islam dan Ponpes Al Halimi Sesela Lombok.

"Itu belum terhitung peserta yang hadir di luar undangan yang bisa mencapai ribuan kaum nahdliyin dari berbagai daerah," lanjut Marinah Hardi.

Ia mengatakan pihaknya  akan tetap melayani dengan baik seluruh kaum nahdliyin yang hadir di acara ini.

Sementara untuk acara pembukaan dan penutupan akan dipusatkan di Islamic Center Mataram, termasuk even bazar dan pasar murah selama acara ini."

“Persiapan Seksi Bazar dan Pasar Murah sudah mencapai 50 persen rampung untuk menyukseskan gawe ini," ujar Ketua Bazar dan Pasar Murah Nuairi.

Koordinator seksi transportasi Agus Mulyadi mengatakan, seksinya akan menyiapkan 65 kendaraan selama berlangsungnya acara Munas dan Konbes NU ini yang terdiri atas berbagai kendaraan baik bus, minibus maupun jenis Innova dan Avanza. Saat ini sudah ready sekitar 40 mobil.

"Adapun untuk Presiden dan tamu VVIP akan disiapkan oleh Pemprov NTB dan Paspampres," ujarnya.

Selanjutnya koordinator akomodasi Abdul Majid mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan sekitar 300 kasur ke beberapa pesantren yang dijadikan lokasi acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

"Selain itu panitia sudah memesan  150 kamar di Golden Palace Mataram," pungkasnya. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah, AlaNu, Doa Asli Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Bandung, Asli Muhammadiyah. Ketua Tanfidiziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah imbau warga Nahdlyin untuk membaca "Qunut Nazilah" selepas shalat dalam menyikapi aksi 4 November yang dilakukan berbagai kelompok Muslim di Indonesia.

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Baik perorangan maupun berjamaah, Ketua PWNU yang terpilih dari Konferwil NU Jabar di Garut beberapa waktu lalu itu bisa dilaksanakan di tempat masing-masing.

"Kita warga NU Jabar harus patuh pada maklumat resmi PBNU. Soal aksi 4 November kita demonya kepada Allah SWT saja. Membaca Qunut Nazilah, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia khususnya umat Islam diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan kecil maupun besar, sekaligus mendoakan agar Negara Republik ? Indonesia menjadi negara yang diridlai Allah SWT serta terjaga persatuan dan kesatuan Bangsanya," kata KH Hasan Nuri, Kamis (3/11/2016).

Menurut Kiai Muda Kelahiran 1978 Banyuwangi Jawa Timur yang "mukim" Karawang Jawa Barat ini perlu sikap bijak dan arif dari para pendukung maupun yang tidak ikut dalam aksi. Sebagai Umat Islam yang berada di negara yang berpegang teguh pada asas persamaan di depan hukum, tentu berharap penyelesaian hukum yang melilit Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) berlaku secara proposional dan profesional, tidak terintervensi oleh kepentingan politik siapapun.

Asli Muhammadiyah

"Aparat hukum harus menunjukkan kapasitasnya sebagai pengayom dan pelindung ? masyarakat, tidak hanya sekedar tajam ke bawah tumpul ke atas. Pasalnya aksi tersebut sudah lepas dari kepentingan politik pasca Pilpres 2014 maupun Pilkada DKI 2017. Karena saya pandang lebih cenderung pada fenomena gunung es kekecewaan yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

KH Hasan Nuri pun berharap, aksi berjalan aman dan damai sesuai aturan ? yang berlaku. Dan berdoa agar tujuan utama aksi yakni mengawal proses hukum Ahok tidak ditunggangi kelompok tertentu yang hobi memecah belah umat dan bangsa. (Nurjani/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah AlaNu Asli Muhammadiyah

Selasa, 03 September 2013

Nahdliyin Karanganyar Gelar Tabligh Akbar “NU untuk Indonesia”

Karanganyar, Asli Muhammadiyah. Empat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di wilayah timur Kabupaten Karanganyar, antara lain dari Kecamatan Karangpandan, Matesih, Ngargoyoso, serta Tawangmangu, menyelenggarakan tabligh akbar bertema “NU untuk Indonesia, Membumikan Islam yang Ramah dan Damai”.

Nahdliyin Karanganyar Gelar Tabligh Akbar “NU untuk Indonesia” (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Karanganyar Gelar Tabligh Akbar “NU untuk Indonesia” (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Karanganyar Gelar Tabligh Akbar “NU untuk Indonesia”

Acara tersebut digelar di lapangan Desa Gerdu, Jalan Solo-Tawangmangu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (24/3) malam.

Ahmad Zarkowi salah satu panitia tabligh akbar menuturkan bahwa acara tersebut sengaja digelar di Karanganyar wilayah timur karena saat ini wilayah tersebut menjadi ladang subur berkembangnya paham Islam garis keras.

Asli Muhammadiyah

Selain itu lokasi tempat digelarnya acara merupakan lokasi terdekat dengan salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di kaki gunung Lawu dengan paham transnasional yang mengajarkan memanah dan berkuda sebagai olahraga yang dianjurkan Rasul.

Asli Muhammadiyah

“Kami ingin semua bisa menghargai pendapat/paham yang diyakini kebenarannya oleh masing-masing kelompok. Namun kami juga ingin warga Nahdliyin di sekitarnya tidak mudah terombang ambing, serta tetap memelihara tradisi serta budaya yang ada dalam kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Didaulat sebagai pemberi tausyiah yaitu Kiai M. Yusuf Chudlori atau yang kerap disapa Gus Yusuf, pengasuh Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Sementara pembacaan shalawat dilantunkan oleh grup rebana Ahbabul Mukhtar dari Tawangmangu. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Anti Hoax, AlaNu Asli Muhammadiyah

Rabu, 17 April 2013

PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan “Ensiklopedia NU” bersamaan dengan puncak acara peringatan hari lahirnya yang ke-91, Jumat (16/5) malam. Ensiklopedia tersebut terdiri dari empat jilid yang mengulas, di antaranya, nama-nama tokoh, tradisi, kelembagaan, budaya, dan momen bersejarah NU.

PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid

Prosesi peluncuran ditandai dengan penyerahan keempat jilid ensiklopedia oleh ketua tim penulis yang juga Ketua PBNU H Imam Azis, kepada Katib Aam PBNU KH Malik Madani. Turut mendampingi Kiai Malik Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU H Asad Said Ali, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Penulisan Ensiklopedia NU ini selesai setelah melalui proses selama kurang lebih tiga tahun dengan melibatkan sejumlah sejarahwan, aktivis muda, pelaku sejarah, kiai, budayawan, dan lain sebagainya.

Asli Muhammadiyah

“Terima kasih kepada Pak Imam Azis sebagai ketua tim atas kerja kerasnya yang luar biasa sehingga karya ini rampung,” kata ketua panitia Harlah Ke-91 NU, KH Masyhuri Malik dalam sambutan sesaat sebelum peluncuran.

Asli Muhammadiyah

Meski telah diluncurkan, PBNU menyadari masih terbukanya kemungkinan penerbitan kembali sejumlah revisi ensiklopedia ini. Perbaikan dilakukan melalui penamabahan entri, data, atau lainnya, setelah menerima masukan dan kritik dari berbagai pihak. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Anti Hoax, Halaqoh Asli Muhammadiyah

Kamis, 06 Juli 2017

Kembangkan Ekonomi, KKP Jalin Kemitraan dengan PBNU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pengembangan Ekonomi Umat melalui Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kamis (5/11l) siang, di Gedung Mina Bahari, Jalan Merdeka Timur 16, Jakarta.

Kembangkan Ekonomi, KKP Jalin Kemitraan dengan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Ekonomi, KKP Jalin Kemitraan dengan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Ekonomi, KKP Jalin Kemitraan dengan PBNU

Selain kedua institusi itu turut pula menandatangani Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Universitas Gadjah Mada (UGM), PT PAL (Persero), dan lembaga swadaya masyarakat Rare. Prosesi penandatanganan dilakukan masing-masing pimpinan lembaga tersebut.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu mengapresiasi kepercayaan KKP kepada PBNU dalam kerja sama ini. Mengutip hadits Nabi, ia menegaskan bahwa ada tiga hal yang mesti dikuasai negara, tak boleh dimonopoli segelintir orang, yakni air (laut), api (energi), dan hutan. Menurutnya, Indonesia dikarunia anugerah kekayaan laut yang luar biasa, yang mesti dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Asli Muhammadiyah

“Untuk mengelola kekayaan sebanyak itu, tidak mungkin kita berjalan sendirian. KKP harus bermitra dengan civil society, LSM (lembaga swadaya masyarakat), dan lainnya,” ujarnya.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti di hadapan forum mengatakan pihaknya akan bekerja total melindungi kedaulatan kekayaan laut Indonesia agar bisa dinikmati rakyat Indonesia sendiri, termasuk dengan menenggelamkan kapal-kapal asing seperti yang selama kepemimpinannya lakukan. Ia berharap lembaga mitra membantu mengoptimalkan sumber daya laut dan perkikanan Indonesia untuk kesejahteraan rakyat.

Asli Muhammadiyah

Menurut Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, PBNU bisa membantu dari segi budi daya ikan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Rencana KKP untuk membuat ribuan kapal bagi nelayan juga akan disambut dengan membuat kelompok-kelompok nelayan di sekitar pantai agar bantuan kapal tersebut berjalan efektif dan berbuah maksimal.

Hadir dalam forum MoU itu Rektor UGM Dwikorita Karnawati, Direktur Utama PT PAL M Firmansyah Arifin, Wakil Presiden Rare Taufiq Alimi, Ketua BNP2TKI Nusron Wahid, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, serta sejumlah pengurus PBNU dan staf KKP. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Cerita Asli Muhammadiyah

Minggu, 21 Mei 2017

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Bondowoso, Asli Muhammadiyah - Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengakui saat ini rata-rata tingkat pendidikan masyarakat di Kabupaten Bondowoso masih rendah. Untuk mendorong peningkatan pendidikan ini, katanya, peran Lembaga Pendidikan Ma’arif dan peran orang tua murid sangat penting.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara Wusuda Bersama Ke-6 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Bondowoso di Pendopo Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (25/5) pagi. Acara wisuda bersama tersebut diikuti 266 siswa dan siswi dari 20 sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU, yang terdiri dari jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Menurut Amin, kunci sukses adalah peningkatan iman dan ilmu. Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati Lembaga Pendidikan Maarif NU setempat untuk tidak berpuas diri apa yang sudah dicapai. Kelulusan harus direspon dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Asli Muhammadiyah

"Untuk itu yang sekolah MI atau SD untuk melanjutkan ke jenjang SMP atau ke tsanawiyah. Begitu juga yang tsanawiyah atau SMP untuk melanjutkan ke SMA atau SMK. Untuk yang sudah SMA atau SMK bisa terus melanjutkan ke perguruan tinggi," pintanya.

Pemerintah, katanya, berjanji memberikan dukungan, selain berkerja sama membuka kesempatan dengan berdirinya perguruan tinggi baru. Pemerintah juga berkomitmen menyiapkan beasiswa bagi murid yang memiliki prestasi.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Muniri berserta pengurus lainnnya, kepala-kepala sekolah-sekolah di bawah naungan L Ma’arif NU, wali murid yang diwisuda, dan para undangan yang lain. Acara tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah oleh H Matkur Damiri. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Asli Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Berita, AlaNu, Nasional Asli Muhammadiyah

Minggu, 19 Juni 2016

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

Brebes, Asli Muhammadiyah. Penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam, akan terlihat keberhasilannya manakala mampu meresap dan tertanam pemahaman agama sejak dini. Sehingga pada saat dewasa, memiliki kemampuan beribadah dengan benar dan tidak menyimpang dari syariat.

Untuk menguji kemampuan siswa dalam penerapan kurikulum, para siswa se-Kabupaten Brebes diuji kemampuan pendalaman agamanya lewat lomba mata pelajaran pendidikan agama Islam dan seni Islami (Mapsi). 

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

“Dengan intensitas lomba, maka akan terlihat sampai sejauh mana penyerapan dan penerapan siswa dalam menjalankan agamanya. Karena ada penanaman jiwa sportifitas dan pendalaman keimanan,” ujar Ketua Panitia lomba Mapsi ke-16 tingkat Kabupaten Brebes Amin Tolib MAg di Lapangan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes, Jawa tengah, Rabu (16/10).

Asli Muhammadiyah

Diupayakan, lanjut Amin Tolib, lewat lomba Mapsi siswa mampu meningkatkan ibadah shalat, menggairahkan belajar Al-Quran dan berlatih dakwah. Dan yang lebih utama, tercipta akhlakul karimah, budi pekerti luhur dan ukhuwah islamiyah. “Kalau sudah berakhlakul karimah, siswa siswi akan memiliki pondasi yang kuat sehingga tidak terpengaruh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Amin Tolib.

Asli Muhammadiyah

MAPSI dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dengan memukul kenthongan dan penyematan tanda peserta. Dalam sambutannya dia berharap ajang ini bisa dijadikan barometer keberhasilan penyerapan ilmu agama pada peserta didik. 

Lebih dari itu, kata Idza, lomba MAPSI agar dilakukan secara serius meskipun sudah menjadi agenda kegiatan tahunan. Sehingga pada akhirnya mampu membawa misi Kabupaten Brebes menjadi yang terbaik ditingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba diikuti 442 siswa SD/MI dari 17 Kecamatan se-Kab Brebes. Masing-masing kecamatan mengirimkan 26 siswa. Mereka mengikuti 9 mata lomba yakni Pengetahuan Agama dan BTQ, Ketrampilan Adzan, LCC PAI dan Umum, Seni Khot dan Kaligrafi, Cipta Khitobah dan Seni Berkhitobah, Cipta Cerita Islami dan Bercerita Islami, Seni Tilawah Al Quran, Seni Macapat Islami dan Seni Musik Rebana.  

Para pemenang lomba, akan menjadi duta Kab Brebes untuk tingkat Provinsi Jateng dalam lomba yang sama pada 21 November 2013 di Kabupaten Banjarnegara. (Wasdiun/Abdullah Alawi)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Khutbah, AlaNu Asli Muhammadiyah

Sabtu, 24 Agustus 2013

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari Bandung, Jawa Barat. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hafidz Utsman meninggal dunia, Senin (20/10) hari ini, sekitar pukul 10.11 WIB.

Sesaat setelah mendengar kabar dari sekretariat PBNU, Asli Muhammadiyah menghubungi nomor telepon pribadi Kiai Hafidz. Dari kejauhan terdengar suara seorang putranya, Al-Maki yang membenarkan kabar duka itu.

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Kiai Hafidz cukup mengejutkan karena sebelumnya ia masih sempat menjalankan ibadah haji dan dalam kadaan sehat wal afiyat. Al-Maki mengatakan, ayahnya meninggal dunia tanpa didahului sakit sedikitpun.

“Mewakili keluarga kami mohon maaf apabila beliau punya kesalahan. Kami juga mohon doanya,” katanya singkat.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Di kantor PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, KH Hafidz Usman adalah seorang ahli fiqih dan usul fiqih yang mulai langka di NU. Almaghfurlah adalah aktivis NU sejak muda hingga akhir hayatnya.

“Beliau pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Barat dan Ketua MUI. Saat Gus Dur menjadi ketua umum PBNU beliau menjadi salah satu ketua. Pada periode Pak Hasyim beliau menjad rais syuriyah. Jasa beliau sangat banyak, antara lain mengawal Muktamar Cipasung. Beliau juga yang memimpin pengumpulan dan penerbitan hasil bahtsul masai NU sejak 1926,” katanya.

Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, Kiai Hafidz adalah kader NU yang militan, ikhlas berjuang. “Kita kehilangan tokoh besar. Sulit dicari kader sehebat beliau. Mudah-mudahan beliau khusnul khotimah,” kata Kiai Malik Madani.

KH Hafidz Utsman lahir di Pandeglang Banten, 14 Januari 1940. Pada Muktamar NU 2010 di Makassar, ia menjadi pusat perhatian karena mendapatkan amanah sebagai ketua panitia nasional. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Doa, AlaNu, Ubudiyah Asli Muhammadiyah

Minggu, 05 November 2017

Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan pluralisme yang diterapkan di Indonesia berbeda nilai dengan pluralisme yang ada di dunia Barat. Jika diabaikan, perbedaan itu akan membawa bangsa ini ke arah yang bertentangan dengan khazanah budaya sendiri.

Hal itu disampaikan Asad saat menjadi pembicara kunci dalam dialog kebangsaan bertajuk “Menelisik Masa Depan Indonesia, Indonesia dalam Perspektif Sakralitas Budaya” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (30/10)

Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat

Menurutnya, sejak awal kebhinekaan di Nusantara tidak terlepas dari nilai-nilai solidaritas, tujuan hidup dan persatuan bangsa. Sikap ini berbeda dengan pluralisme Barat yang cenderung didominasi unsur individualisme dalam pengejawantahannya.

Asli Muhammadiyah

Karena itu, As’ad mengingatkan segenap elemen bangsa untuk lebih memperhatikan kenyataan ini. Selain sebagai cermin kemandirian budaya, pluralitas jenis ini juga termasuk penghargaan pada tradisi yang dimiliki.

Asli Muhammadiyah

“Jadi bagaimana pluralitas diarahkan menjadi kebersamaan,” katanya.

Wakil Ketua Umum PBNU juga menyinggung beberapa kesalahan cara pandang sejumlah orang dalam melihat kelompok tradisional di Indonesia, seperti NU. “Masih banyak yang mengatakan NU itu antiBarat, menolak modernitas, padahal tidak,” ujarnya.

Dia menegaskan, NU merupakan kelompok yang menjunjung tinggi tradisi, namun tidak menutup diri dengan masukan luar yang relevan dan baik untuk bangsa ini. Prinsip ini selaras dengan kaidah fiqh al-muhafadhah alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara unsur lama yang masih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik).

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Lomba, AlaNu Asli Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

KMNU Perkuat Kader Kemampuan Administrasi Keuangan

Bogor, Asli Muhammadiyah. Gelaran Nahdlatul Ulama Science and Cultural Art Olmpiad (Nusantara) 2015, yang berlangsung 16-18 Oktober, di Bogor, Jawa Barat, juga menyajikan pelatihan administrasi dan keuangan yang diikuti delegasi KMNU dari berbagai perguruan tinggi.

Pelatihan adminstrasi dan keuangan digelar pada hari kedua ini dengan narasumber dari Presidium 2 dan 3. Lewat pelatihan tersebut, pengurus KMNU memiliki keseragaman pola dalam pengelolaan administrasi dan keuangan di kampus masing-masing.

KMNU Perkuat Kader Kemampuan Administrasi Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Perkuat Kader Kemampuan Administrasi Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Perkuat Kader Kemampuan Administrasi Keuangan

Pelatihan administrasi dan keuangan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas pengelolaan administrasi, dan sesi kedua tentang menejemen keuangan KMNU perguruan tinggi.

Asli Muhammadiyah

“Pengelolaan administrasi di masing-masing KMNU PT sudah berjalan sesuai dengan aturan. Adanya pelatihan ini dimaksudkan untuk menstandarkan sehingga ada keseragaman,” ujar Azkiya Maisari dari Presidium 2 KMNU.

Pelatihan menejemen keuangan diharapkan membawa kemandirian bagi KMNU di perguruan tinggi masing-masing. “Kami berharap, setelah ini KMNU PT bisa mendapatkan sumberdana dari pemasukan dan usaha masing-masing. Selain itu, pengelolaan keuangan di PT masing-masing menjadi lebih rapi lagi,” tambah Abdulloh Rifqy dari Presidium 3 KMNU Nasional.

Asli Muhammadiyah

Setelah pelatihan, peserta diajak menyelenggarakan Focus Group Discussion untuk mengasah pemahaman terkait materi yang diberikan sekaligus mengumpulkan aspirasi dari para peserta. “Sepulangnya peserta dari Bogor, diharapkan mampu membagi ilmu yang diperoleh kepada teman-teman KMNU di perguruan tinggi masing-masing,” ujar Ian, salah satu Panitia Nusantara 2015. (Trini/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Hikmah Asli Muhammadiyah

Jumat, 08 September 2017

Tari Topeng di Tengah Pelajar NU Cirebon

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Kesenian Tari Topeng Cirebon akan dipentaskan dalam rangkaian kegiatan pelantikan pengurus baru PC IPPNU-IPNU Kabupaten Cirebon, akhir pekan ini, Sabtu (23/3) pagi. Pementasan itu digelar di aula gedung NU Center Sumber, Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai pertunjukan kesenian, Tari Topeng Cirebon mengawali pelantikan kepengurusan PC IPPNU-IPNU Kabupaten Cirebon. Tari Topeng menjadi suguhan utama bagi para tamu dan pengunjung yang menghadiri pelantikan.

Tari Topeng di Tengah Pelajar NU Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Tari Topeng di Tengah Pelajar NU Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Tari Topeng di Tengah Pelajar NU Cirebon

Perihal itu disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon Putri Hidayani kepada Asli Muhammadiyah per telepon, Rabu (20/3) petang. Putri Hidayani merupakan Ketua baru PC IPPNU Kabupaten Cirebon untuk masa periode 2013-2015.

Kesenian Tari Topeng dipentaskan pada jam 08.00 pagi di awal acara pelantikan. Sementara pelantikan pengurus baru berikut rangkaian acara terkait rencananya berlangsung hingga sore hari, tambah Putri Hidayani. 

“Pertunjukan Tari Topeng itu merupakan wujud kepedulian santri dan pelajar NU atas kekayaan seni tradisi lokal Cirebon,” ungkap Putri Hidayani.

Asli Muhammadiyah

Kami sengaja menghadirkan pementasan Tari Topeng Cirebon untuk menjaga kesadaran pelajar NU tentang kesenian tradisional. Pelajar NU sebagai generasi muda NU yang dikenal menjaga tradisi termasuk kesenian tradisi di dalamnya, harus berdiri di depan dalam perihal itu, kata Putri Hidayani.

Asli Muhammadiyah

Selain sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, pemberian panggung terhadap Tari Topeng Cirebon atau kesenian lainnya merupakan jalan satu-satunya dalam melestarikan kearifan-kearifan yang terkandung di dalamnya, pungkas Putri Hidayani.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Syariah Asli Muhammadiyah

Minggu, 09 Januari 2011

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, Asli Muhammadiyah

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

“Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila,” katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Asli Muhammadiyah

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

“Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil,” paparnya.

Asli Muhammadiyah

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

“Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya,” tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

“Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan,” jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu Asli Muhammadiyah

Senin, 03 Mei 2010

BMTNU Jombang Resmi Berdiri

Jombang, Asli Muhammadiyah. Setelah melalui persiapan teknis selama hampir 6 bulan, akhirnya Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang sukses memfasilitasi berdirinya Baitul Maal Wa Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU), yang secara resmi didirikan pada Ahad (31/3).

BMTNU Jombang Resmi Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Jombang Resmi Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Jombang Resmi Berdiri

Peresmian pendirian BMTNU Jombang yang akan beroperasi dengan prinsip-prinsip koperasi tersebut dilakukan melalui Rapat Anggota Pertama yang diadakan di Aula PCNU Jombang.

Hadir dalam pembukaan Rapat Anggota tersebut antara lain Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Abd Nashir Fattah, Wakil Rais PCNU Jombang, KH M Irfan Soleh dan KH Mahrus, Wakil Ketua Tanfidziyah HM Munif Khusnan dan Ir. H. Edy Labib Patriadin, serta sekitar 30-an calon anggota BMTNU Jombang yang terdiri dari pengurus NU dan guru-guru Maarif NU.

Asli Muhammadiyah

Dalam sambutannya, HM Munif Khusnan, penanggungjawab LPPNU Jombang berharap agar BMTNU yang didirikan ini bisa berjalan dengan baik. “Saya berharap BMTNU ini tidak seperti lembaga-lembaga ekonomi milik NU Jombang yang telah didirikan di masa lalu yang berhenti di tengah jalan,”  kata pria yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemkab Jombang itu.

Asli Muhammadiyah

Setelah pembukaan yang berlangsung cukup singkat, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Anggota Pertama BMTNU Jombang. Alur pertama dalam Rapat Anggota itu adalah pemilihan pimpinan rapat. Dalam pemilihan tersebut peserta menyepakati A Muhaimin sebagai pimpinan rapat dan Rusdiyah sebagai sekretaris rapat.

Sebelum membahas Anggaran Dasar, pimpinan rapat menawarkan kepada seluruh peserta rapat, apakah bersepakat untuk mendirikan BMTNU atau tidak. Setelah mendapat persetujuan dari seluruh peserta rapat, akhirnya secara resmi pimpinan rapat mengetok palu sidang, menandai berdirinya BMTNU pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2013 untuk waktu yang tidak ditentukan.

Rapat selanjutnya membahas dan menyepakati Anggaran Dasar termasuk menyepakati besaran Simpanan Pokok (Simpo) dan Simpanan Wajib (Simwa). Simpo disepakati sebasar Rp. 500.000 dan Simwa sebasar Rp. 10.000.

Di akhir acara, rapat tertinggi BMTNU Jombang tersebut juga memilih secara aklamasi H. Khoirul Anam S.Ag sebagai ketua pengurus BMTNU Jombang yang pertama untuk periode 2013-2016. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri, AlaNu, AlaSantri Asli Muhammadiyah

Jumat, 02 September 2011

Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras tindakan penganiayaan majikan terhadap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Arab Saudi. Dua kasus terakhir adalah penganiayaan yang menimpa Sumiati dan meninggalnya Kikim Komalasari.



Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia

“Saya minta Menakertrans segera menyelesaikan masalah ini. Pelakunya harus dituntut secara hukum,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj kepada Asli Muhammadiyah Jumat, 19 November.

Kejadian yang menimpa Sumiati, TKI asal Dompu, Nusa Tenggara Barat dan Kikim Komalasari TKI asal Cianjurm Jawa Barat harus bisa menjadi pelajaran berharga. Kasus penganiayaan majikan terhadap TKI di Arab Saudi memang kerap terjadi. Namun penyelesaian kasusnya seringkali tidak tuntas karena persoalan hukum.

Asli Muhammadiyah

“Menakertrans seharusnya bisa mengambil langkah-langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Kang Said.

Asli Muhammadiyah

TKI hingga saat ini masih menjadi penyumbang devisa terbesar untuk Indonesia. Namun jaminan keselamatannya masih terkesan diabaikan oleh Pemerintah. “Khususnya di Timur Tengah kasus semacam ini memang sering terjadi. Di era globalisasi semacam ini, perilaku semacam itu jelas-jelas melanggar HAM,” tegas Kang Said.

Kang Said berharap Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan tegas dalam menangani masalah ini. “Hal ini mutlak perlu dilakukan untuk menjaga martabat dan harga diri bangsa,” pungkasnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu Asli Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran

Cianjur, Asli Muhammadiyah. Dalam rangka menggali dan mengasah semangat para mahasiswa dalam menghafal dan menjaga hafalan Al-Quran, STAI Imam Syaii Cianjur kembali mengadakan Musabaqoh Hifdzul Quran (MHQ) untuk yang kedua kalinya, Rabu (2/11), di Masjid Jami STAI Imam Syafii.

"Kali ini yang dilombakan cuma 10 juz pertama aja, sebelumnya 3 juz, insya Allah seterusnya akan nambah secara bertahap jumlah juz yang akan dilombakan hingga 30 juz," ujar Muhammad Iqbal, satu dari 16 peserta yang ikut lomba.

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

STAI Imam Syafii Cianjur Susul Wisuda Perdana dengan Lomba Hafalan Al-Quran

MHQ yang dilangsungkan usai shalat maghrib berjamaah ini juga turut dihadiri oleh para mahasiswa serta Rektor STAI Imam Syafii, Muhammad Hasan Hito dan para tamu dari Kuwait, Abdusyafi dan Muhalhil al-Mudif. Mereka adalah guru besar Universitas Kuwait yang ikut menghadiri wisuda perdana dihari sebelumnya.

Syekh Mahir Al-Munajjed, salah seorang dosen di STAI yang juga pakar Qiroat dan pakar Ilmu Ushul Fiqih menyampaikan mengungkapkan, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya selalu menjaga hubungan kita dengan Al-Quran secara terus menerus, terutama bagi mereka yang sudah dan sedang menghafal Al-Quran.?

"Sebagaimana seseorang tidak akan memberikan rahasianya kepada orang yang baru dikenal, begitu juga Al-Quran, ia tidak akan memperlihatkan rahasianya kecuali kepada mereka yang sudah bersahabat lama dengannya, rahasia Al-Quran tidak akan terputus dan keajaibannya tidak akan sirna" tegasnya.

Selain kuliah formal yang dilakukan di dalam kelas, para mahasiswa STAI Imam Syafii juga dianjurkan bertalaqqi Al-Quran dengan Syekh Mahir dan para masyaikh lainnya disela-sela waktu kosong seperti bada maghrib dan bada subuh. Tidak kurang dari 20 mahasiswa telah mengkhatamkan Al-Quran bersanad dengan qiroah hafs an Ashim maupun Qiroah Asyroh. (Jafar Muttaqin/Zunus)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Rabu, 11 Oktober 2017

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Brebes, Asli Muhammadiyah. Menteri Agama H. Maftuh Basyuni meminta agar ormas-ormas Islam besar di Indonesia mengkaji ulang metode hisab dan rukyahnya dan melakukan akomodasi serta harmonisasi agar bisa diwujudkan kesatuan Ramadhan maupun Idul Fitri.

Pernyataan tersebut dikemukakan dalam Silaturrahmi Nasional Ahli Hisab dan Ahli Rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Bumiayu Brebes, Kamis malam (6/9).

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

“Perbedaan ini secara bertahap harus dihilangkan karena harmonisasi akan sangat berarti dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa penentuan awal bulan Hijriyah ini harus berdasarakan pada kebenaran obyektif, bukan sekedar taklid yang diperparah sikap bangga diri dan kelompok.

“Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri bukan hanya masalah keagamaan, tetapi juga menyangkut stabilitas, keamanan dan ketenteraman ummat,” katanya.

Maftuh menjelaskan bahwa negera-negera Muslim di dunia selalu satu keputusan dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitrinya seperti yang terjadi di Malaysia, Brunai, Arab Saudi atau Marokko dan masyarakat mematuhinya. Penentuan Ramadhan dan Idul Fitri diserahkan kepada masing-masing organisasi Islam terjadi di negara-negara yang penduduk muslimnya minoritas.

Asli Muhammadiyah

“Tiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, saya selalu deg-degan karena harus mengakomodir pertentangan yang tak berkesudahan,” tuturnya.

Dijelaskannya bahwa hisab dan rukyah tidak bisa dilaksanakan secara terpisah. Ilmu hisab berasal dari pengalaman panjang dalam melakukan hisab dan hisab sendiri tidak akan berarti jika tanpa pembuktian lewat rukyah. “Sebaik apapun metode hisab, kalau tidak bisa dibuktikan, tidak berguna,” tuturnya.

Asli Muhammadiyah

Karena itu Maftuh berpendapat bahwa harus ada harmoni antara hisab dan rukyah agar ilmu falak bisa berkembang dengan baik. “Hisab dan rukyah adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan,” tandasnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Olahraga Asli Muhammadiyah

Kamis, 18 Desember 2014

LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen

Sumedang, Asli Muhammadiyah - Pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Sumedang menemui pengurus LP Maarif NU Kabupaten Kebumen pada Ahad, (7/2). Mereka menggali informasi terkait manajemen dan perbaikan mutu pendidikan sekolah NU yang sudah berjalan di Kebumen.

Cucu Suhayat, “Kegiatan studi banding ini sengaja dilaksanakan untuk saling bersilaturahmi antara sesama warga nahdliyin. Selain itu maksud dari kunjungan ini yaitu pengurus LP Maarif NU Sumedang bisa mengadopsi program-program unggulan Maarif Kebumen yang sesuai dengan situasi dan kondisi di Sumedang. Maarif Sumedang ke depannya harus lebih baik dan lebih maju.”

LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Sumedang Gelar Studi Banding ke Kebumen

Ketua PCNU Sumedang Cucu Suhayat mengatakan, semua pengurus LP Maarif NU Sumedang dan kepala sekolah di lingkungan Ma’arif NU Sumedang mengikuti kunjungan studi banding ini. Mereka sengaja menyempatkan waktu di hari libur untuk menambah wawasan tentang pengeloaan Maarif NU dan pengelolaan sekolah di Kebumen.

Di Kebumen rombongan studi banding LP Maarif NU Sumedang diterima di SMK Maarif 1 Kebumen. Hadir di sana Ketua PCNU Kebumen, Ketua dan pengurus LP Maarif NU Kebumen, beserta kepala sekolah di lingkungan Maarif Kebumen. Rombongan Sumedang disambut antusias dengan keramah tamahan yang luar biasa.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan selama studi banding ini diisi dengan pertukaran informasi berbagai pengalaman dan program. Banyak hal yang dibicarakan dan disepakati. Setelah itu rombongan dari Sumedang diajak keliling melihat sekolah Maarif di Kebumen. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Asli Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah AlaNu, Sejarah, Humor Islam Asli Muhammadiyah