Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Xenophon Dideportasi: Agenda Geopolitik yang Gagal?

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Senator Nick Xenophon telah kembali ke Australia setelah dideportasi dari Malaysia. Ia sempat ditahan di bandara Kuala Lumpur kemarin (17/2) dan dilarang masuk wilayah Malaysia karena dianggap mengancam keamanan.

Seperti dilaporkan Kantor radio Australia ABC News, Xenophon yang sering berbicara lantang mengenai masalah hak asasi manusia di Malaysia itu naik pesawat pulang tadi pagi (18/2).

Xenophon Dideportasi: Agenda Geopolitik yang Gagal? (Sumber Gambar : Nu Online)
Xenophon Dideportasi: Agenda Geopolitik yang Gagal? (Sumber Gambar : Nu Online)


Xenophon Dideportasi: Agenda Geopolitik yang Gagal?

Dilaporkan oleh berbagai media di tanah air, Xenophon adalah anggota sebuah delegasi Australia yang akan bertemu pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, serta menteri Malaysia yang bertanggung jawab atas urusan parlemen, Mohammed Nazri, dan anggota kelompok Bersih, Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil.

Asli Muhammadiyah

Xenopone diberitakan bermaksud membicarakan isu transparansi untuk pemilu Malaysia yang harus dilaksanakan sebelum akhir Juni. Setelah kepulangannya di Adelaide, Senator Xenophon mendesak pemerintah Australia mengambil tindakan menyangkut apa yang disebutnya sebagai proses pemilu yang tidak demokratis di Malaysia (18/2).

Namun menurut penulis dan pengamat geopolitik Amerika berbasis di Bangkok Tony Cartalucci sebagaimana dilansir di Press TV (17/2), kenyataannya Xenophon adalah bagian dari upaya Barat untuk membantu opisisi Malaysia yang didukung Wall Street-London untuk meraih kekuasaan sebagai bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas untuk membendung Cina di kawasan Asia Tenggara.

Sudah mafhum bahwa Koalisi Bersih telah didanai oleh Departemen Luar Negeri AS melalui National Endowment for Democracy (NED) serta Open Society milik George Soros .

Asli Muhammadiyah

Menurut laporan Malaysia Insider, pada 27 Juni 2011, figure utama Koalisi Bersih Ambiga Sreenevassan "mengakui Bersih menerima sejumlah uang dari dua organisasi AS -National Democratic Institute (NDI) dan Open Society Institute (OSI) - untuk proyek-proyek lainnya, yang ia nyatakan sebagai tidak terkait dengan demonstrasi 9 Juli (2011).

Kunjungan Xenophon di Malaysia dan rencana pertemuan dengan Anwar Ibrahim, menurut Cartalucci, pada kenyataannya menunjukkan campur tangan Australia terhadap urusan internal di negara jiran tersebut.

Juga sudah lazim diketahui, Anwar Ibrahim adalah Ketua Komite Pembangunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada tahun 1998. Ia juga seorang konsultan Bank Dunia, dan panelis pada Democracy Award di National Endowment for Democracy yang sehaluan dengan kelompok Neo-Konservatif, serta panelis pada NED donation ceremony- anak perusahaan dari organisasi yang sama yang mendanai dan menyokong Bersih dalam mendukung agenda pemilu yang bersih dan adil".

Sejumlah pernyataan oleh anggota Bersih sendiri menyatakan bahwa Anwar Ibrahim sedang membajak gerakan mereka karena menerima dukungan politik luar negeri dan asing.

Dunia Arab dan Malaysia

Dalam dua tahun terakhir, promosi demokrasi di berbagai negara Arab seperti Mesir, Libya, dan Suriah telah meninggalkan aneka kerusakan dan kekacauan, peningkatan despotisme dan ekstrimis di belakangnya. Langkah pencegahan serupa juga dilakukan oleh Rusia awal tahun lalu, dan kini diikuti jejaknya oleh Malaysia.

Kunjungan Xenophon ke Malaysia disinyalir tidak sekadar melakukan pemantauan, tetapi mengecek elemen-elemen subversif dan kelompok-kelompok lain yang bisa didanai asing yang beroperasi di balik kedok prinsip kejujuran pemilu.

Lebih lanjut menurut analis geopolitik Amerika ini, pengamat HAM dan PBB di berbagai belahan dunia terbukti menyalahgunakan isu HAM untuk menuruti agenda Barat dan kepentingan perusahaan-pemodal besar.

Pernyataan ini juga didukung oleh Seymour M. Hersh, wartawan pemenang Pulitzer dalam artikelnya berjudul The Redirecitonyang pernah ditulis di New Yorker (5/3/2007) dan artikel To Check Syria, U.S. Explores Bond With Muslim Brothersyang ditulis Jay Salomon wartawan Wall Street Journal (25/7/2007).

Mengacu pada peristiwa tahun 2007, keduanya mengungkapkan bahwa negara-negara Barat ikut berencana menempatkan ekstrimis bersenjata, dan para despotis serta pelaku kekerasan yang kini berlangsung di seluruh Dunia Arab bukanlah hasil konsekuensi tak terencana.

Sebaliknya, keberadaan mereka benar-benar sesuai agenda yang telah direncanakan sebelumnya. Rencana serupa dengan menggunakan gerakan demokrasi-semu dan bahkan kekerasan di Asia Tenggara juga pernah dilakukan untuk melayani keinginan Barat dalam memprovokasi pergantian rezim.

Ini semua terjadi di Malaysia, Myanmar dan Thailand. Begitu pula rencana menggunakan Asia Tenggara untuk melawan Cina ini juga terdokumentasikan sejak akhir tahun 1990-an.

Di Malaysia, sebagai seorang Senator Australia, Xenophon telah melampaui mandat dan tanggung jawabnya untuk mewakili kepentingan rakyatnya di Australia, melanggar kedaulatan Malaysia, dan membuang-buang waktu dan sumber daya rakyat Australia dengan mencampuri kedaulatan bangsa negara lain.

Dewasa ini, para kritikus geopolitik mengungkapkan bahwa "demokrasi" dan "hak asasi manusia hanyalah festival, yang digunakan negara-negara Barat untuk menutupi kedok neo-imperialisme. Paling tidak ini terlihat dari dukungan Barat terhadap aksi kelompok pelaku kekerasan yang melakukan pembunuhan massal warga sipil di Libya dan Suriah.

Dalam konteks Malaysia, analis geopolitik ini mempertanyakan bagaimana mungkin Anwar Ibrahim dan Koalisi Bersih mempromosikan demokrasi namun pada saat yang sama mereka menerima uang tunai dan dukungan dari pihak-pihak yang berkepentingan yang menopang kekerasan dan despotisme di luar negeri.

Kepentingan apa di balik kehadiran Senator Nick Xenophon yang menggunakan uang dan reputasi Australia untuk membantu dan kampanye orang-orang di Malaysia?

Redaktur: Hamzah Sahal

Kontributor: Mh Nurul Huda

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42605/xenophon-dideportasi-agenda-geopolitik-yang-gagal

Jumat, 06 Maret 2015

Ahmadinejad challenges Bush to TV debate

Tehran, Asli Muhammadiyah. President Mahmoud Ahmadinejad challenged his US counterpart George W. Bush to a live television debate as he shrugged off the threat of sanctions two days ahead of a UN deadline for Iran to halt sensitive atomic work.

"I suggest we talk with Mr Bush, the president of the United States, in a live television debate about world issues and ways out of these standoffs. We would voice our opinions and they would too," he told a news conference.

The debate "should be uncensored, above all for the American public," said Ahmadinejad, who earlier this year sent Bush a letter in the first contact in decades between leaders of the two arch-foes.However a White House official rejected the debate offer outright, dismissing Ahmadinejads move as "just a diversion from the legitimate concerns that the international community, not just the US, has about Irans behavior."

Ahmadinejad said Iran would be prepared to restore ties frozen by the United States after the seizure of the US embassy in Tehran in 1979, but Washington would first have to change its tone towards the Islamic republic.

Ahmadinejad challenges Bush to TV debate (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad challenges Bush to TV debate (Sumber Gambar : Nu Online)


Ahmadinejad challenges Bush to TV debate

"We would like to have relations with all countries except for the one country which we see as illegitimate and imposed," he said, referring to Israel which Tehran refuses to recognize.

"The US is not an exception, but United States cut the ties to pressure us. The US administration is still dreaming about returning the Iranian nation to 30 years back.

"They have to wake up from this dream, correct their behaviour and language, take a fair stance. They cut the ties, they should provide the conditions themselves," he told only his third news conference since taking power.

Asli Muhammadiyah

Ahmadinejad was speaking as the clock ticked down to a Thursday deadline from the UN Security Council to suspend all uranium enrichment and reprocessing activities, with Iran facing possible sanctions if it fails to comply.

The Vienna-based International Atomic Energy Agency (IAEA) is to report to the Security Council the same day on Irans compliance with its demands. Iran has insisted it has no intention of abandoning such work.

But Ahmadinejad said he believed it was "unlikely" the Security Council would act against Iran over its nuclear program, which the US maintains is cover for a weapons drive.

"We have said everything in our response. I think the time to use the instrument of the Security Council has expired," he said.

Asli Muhammadiyah

He was referring to Irans answer to a Western package of incentives over its nuclear program, which Iran says is for civilian energy purposes only.

"I see it as unlikely that they want to use it (the Security Council). Using nuclear energy is Irans right and we want to use it according to international law," Ahmadinejad said. (afp/dar)

Dari (News) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/28192/ahmadinejad-challenges-bush-to-tv-debate

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 22 November 2014

Gus Yahya: Korban Kejiwaan Perang Dunia Maya Tak Terhitung

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Hanya dalam lima tahun saja, perang telah membuat Syria kehilangan hampir tujuh juta warganya. Ratusan ribu mati sia-sia, lainnya lari mengungsi. Mereka yang masih tinggal di negeri porak-poranda itu pun terpaksa hidup tanpa kelayakan manusia.

Demikian gambaran yang dijelaskan oleh Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengaitkan tragedi perang di Suriah dengan hiruk pikuk dunia maya, terutama media sosial yang penuh dengan pertengkaran, ujaran kebencian (hate speech), dan konten-konten palsu (hoax).

Gus Yahya: Korban Kejiwaan Perang Dunia Maya Tak Terhitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Korban Kejiwaan Perang Dunia Maya Tak Terhitung (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Yahya: Korban Kejiwaan Perang Dunia Maya Tak Terhitung

Dunia maya hari ini adalah juga dunia yang sedang dilanda perang. Secara fisik mungkin semua orang kelihatan baik-baik saja, ujar Gus Yahya menerangkan dalam akun Facebook miliknya, Kamis (8/12).

Tapi, lanjut putra KH Cholil Bisri itu, korban-korban kejiwaan (mental casualties) berjatuhan tak terhitung jumlahnya. Mereka yang kurang pintar sejak lahir dan belum pernah punya pengalaman menjadi pintar, jelas merupakan kelompok yang paling rentan.

Asli Muhammadiyah

Tapi bencana di kalangan berpendidikan tak kalah dahsyatnya. Kehilangan segala manfaat pendidikan, bahkan kehilangan kewarasan secara drastis, tulis Gus Yahya.

Asli Muhammadiyah

Apa boleh buat, ini perang. Dan para pendatang baru dunia maya yang beli HP-nya belum lama, kalian itu imigran-imigran kesasar, sindirnya.

Makin maraknya pertengkaran, ujaran kebencian, dan berita palsu juga mendapat perhatian dari Davis Kushner. Menurut Penulis Jacked: The Outlaw of Grand Theft Auto serta Kontributor untuk Rolling Stone dan The New York Time ini, berita palsu (hoax) hanyalah gejala.

Penyakit sesungguhnya adalah berkurangnya keinginan mencari bukti, mempertanyakan sesuatu, dan berpikir kritis, kata Davis Kushner dikutip Jawa Pos, Ahad (4/12/2016).(Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73595/gus-yahya-korban-kejiwaan-perang-dunia-maya-tak-terhitung

Asli Muhammadiyah

Senin, 13 Mei 2013

Kenapa Islam Menganjurkan Qurban?

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Agama Islam memerintahkan pemeluknya yang mampu, untuk berqurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya atau hari Tasyrik. Menurut KH Said Aqil Siroj, qurban akan memperkuat rohani seorang Muslim. Tapi, ada syaratnya.

Dari sisi spiritul, setiap amal sholeh, amal baik dengan ikhlas, dengan tulus, akan memperkuat nuansa kerohanian. Itulah ajaran Islam yang sebenarnya, kata kiai yang akrab disapa Kang Said itu, di gedung PBNU, Jakarta pada Rabu, (9/10).

Kenapa Islam Menganjurkan Qurban? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Islam Menganjurkan Qurban? (Sumber Gambar : Nu Online)


Kenapa Islam Menganjurkan Qurban?

Ketua Umum PBNU itu kemudian menggeser makna spiritul qurban ke makna sosial. Jadi, kata dia, Islam bukan hanya bicara ritual yang hanya bersifat individual seperti shalat, puasa, tapi membangun ritual sosial yaitu zakat, qurban, untuk membangun kebersamaan umat.

Asli Muhammadiyah

Ia kemudian bercerita tentang asal-usul qurban. Menurut kiai asal Kempek, Cirebon, Jawa Barat tersebut, qurban itu ritual agama kuno. Dulu qurban itu manusia, tumbal ya. Ketika sistem kerajaan, raja itu berkuasa penuh. Rakyat itu tidak memiliki apa-apa.

Asli Muhammadiyah

Bahkan, kata dia, penguasa raja itu bisa saja memerintahkan seorang anak untuk dilempar ke jurang, untuk dijadikan tumbal. Kemudian dalam sejarah dikatakan, Nabi Ibrahim pun diperintahkan Allah menyembelih putranya, Ismail, karena waktu itu tradisinya kurban itu dengan manusia, tapi dibatalkan ketika Nabi Ismail siap disembelih. Dibatalkan, menjadi kambing, katanya.

Makna qurban itu, kata kiai yang pernah nyantri di Lirboyo dan Krapyak tersebut, di hari yang bahagia, Islam mengajarkan pemerataan. Hari itu semua makan daging lah. Jangan ada yang kaya makan daging, yang miskin makan tempe, ungkapnya.

Lagi-lagi Kang Said menegaskan, bahwa dengan adanya ibadah qurban itu artinya Islam agama yang memerhatikan pemerataan.

Ia kemudian menceritakan temuannya tentang sejarah Idul Fitri dan Idul Adha. Menurutnya, di Madinah pada masa jahiliyah ada perayaan atau festival yang disana disebut mahrojan. Kemudian datang Islam, tidak mengubah acaranya, tapi isinya. Nabi Muhammad mengatakan, mahrojannya kita teruskan, tapi acaranya beda kontennya, subtansinya; Idul Fitri dan Idul Adha.

Mahrojan pada masa Islam, tambah Kang Said, diisi dengan shalat, takbir. Tapi tidak hanya sampai di situ, Islam mementingkan pemerataan umat, Kalau Idul Fitri bagi-bagi zakat fitrah. Kalau Idul Adha bagi-bagi daging, pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47666/kenapa-islam-menganjurkan-qurban

Asli Muhammadiyah

Senin, 10 Desember 2012

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

Lampung Tengah, Asli Muhammadiyah. Sebelum aktif memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016/2017, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah telah sukses melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), selama 3 hari, Selasa-Kamis lalu, 19-21 Juli 2016.

Badil Aqif Aroni selaku Sekretaris MWC NU Bumi Nabung mengatakan, saat ini Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah menaungi empat unit pendidikan, yakni MTs Maarif 05 Bumi Nabung, MTs Maarif 08 Bumi Nabung, MA Maarif 14 Bumi Nabung, dan SMA Maarif 8 Bumi Nabung.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

MPLS melibatkan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Lampung Tengah. Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan MPLS kali ini antara lain pengenalan lingkungan dan tata taertib madrasah, Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, dan kedisiplinan, ditambah dengan beberapa permainan dan lomba-lomba.

Asli Muhammadiyah

Edi Hermawan selaku Ketua PC IPNU Lampung Tengah, di hadapan puluhan peserta mengatakan, siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di bangku madrasah di bawah naungan LP Maarif NU secara otomotisi menjadi kader IPNU dan IPPNU. Para siswa akan digembleng secara lebih mendalam dalam jenjang kaderisasi tingkat peajar, yakni Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) dan Lakmud (Latihan Kader Muda).

"Kami dari keluarga besar PC IPNU-IPPNU Lampung Tengah mengaku bangga Pimpinan Komisariat hidup di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, dan semoga ini terus berkelanjutan dan melahirkan kader-kader NU muda yang berkualitas dan berakhlaqul karimah," tambah alumni S1 IAIM NU Metro-Lampung ini.

Asli Muhammadiyah

"Dalam proses MPLS ini kami dari PC IPNU - IPPNU Lampung Tengah lebih menekankan kepada materi Ahlussunnah wal Jamaah. Karena (Awaja) sebagai nilai harus ditanamkan kepada murid-murid sejak dini baik MTs maupun MA khususnya di lingkungan LP Maarif NU. Aswaja adalah ciri khas, karakter pendidikan yang di bawah naungan jamiyyah Nahdlatul Ulama," imbuh mahasiswa Pascasarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69909/ipnu-ippnu-lampung-tengah-kawal-mpls-di-bumi-nabung-

Asli Muhammadiyah

Senin, 24 September 2012

Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora

Depok, Asli Muhammadiyah. Menpora Imam Nahrawi mengunjungi SMA Islam Dian Didaktika di Cinere-Depok, Rabu (12/10) pagi. Dalam kunjungannya, Menpora didampingi oleh Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Staf Khusus Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin dan Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan.

Dalam kunjungannya ke SMA Islam Dian Didaktika, Menpora Imam Nahrawi menyerahkan langsung Surat Keputusan Menpora No. 82 Tahun 2016 tentang Penunjukkan dan Pengangkatan Duta Pemuda Pelajar Kemenpora tahun 2016 kepada Gloria Natapradja Hamel.

Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora (Sumber Gambar : Nu Online)


Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora

"Penunjukkan Gloria sebagai Duta Pemuda Pelajar Kemenpora adalah karena dia memberikan inspirasi dan pengaruh kepada para pemuda dan pelajar dalam keteladanan dan rasa nasionalisme yang tinggi," ujar Menpora.

Asli Muhammadiyah

"Gloria adalah cermin dari hasil pendidikan sekolah yang baik, inilah karakter pemuda masa depan yang kita harapkan, dengan integritas yang tinggi dia menunjukkan kepada pemuda dan pelajar rasa patriotisme dan nasionalisme yang sejatinya harus dimiliki oleh anak-anak muda bangsa ini, " lanjut Imam.

Menpora mengharapkan dengan penunjukkan Gloria sebagai Duta Pemuda pelajar ini dapat memotivasi anak-anak muda di Indonesia. "Dibalik kegagalan ada hikmah, dan ada sukses yang tertunda, saya berharap Gloria dapat mendorong teman-temannya untuk selalu berfikir positif dan berbuat yang terbaik, " tutup Imam.

Asli Muhammadiyah

Sebelumnya Ketua Yayasan Dian Didaktika Nunuk Murdiati Sulastomo menyampaikan rasa bangga kepada Gloria Natapradja Hamel yang telah dipilih oleh Menpora Imam Nahrawi menjadi Duta Menpora.

"Hal ini merupakaan kebanggaan bagi sekolah kami, biarpun Gloria tidak ikut dalam pengibaran bendera di Istana Negara Jakarta, tapi dia tetap sabar dan menunjukkan kedewasaan dan kematangannya bahwa hal itu bukanlah akhir dari segalannya," ujar Nunuk. (Hasanudin/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71963/imam-nahrawi-angkat-gloria-jadi-duta-pemuda-pelajar-kemenpora

Asli Muhammadiyah

Rabu, 11 April 2012

Forum Kepemudaan Tolak Operasi Militer di Aceh

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Organisasi yang berada di bawah naungan FKPI (Forum kebangsaan Pemuda Indonesia) di Jakarta, Sabtu, mengeluarkan pernyataan bersama menolak operasi militer di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang siap digelar pemerintah dalam menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Operasi militer tak akan memecahkan masalah, terdapat sejumlah alternatif lain," kata Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang baru terpilih, A Malik Haramain.

Selain dari PMII, pernyataan bersama itu juga disampaikan oleh Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Wahyu Revi, pimpinan Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Maria Restu Hapsari,dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kholis Malik.

Forum Kepemudaan Tolak Operasi Militer di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Kepemudaan Tolak Operasi Militer di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)


Forum Kepemudaan Tolak Operasi Militer di Aceh

Selain itu juga Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kriten Indonesia (GMKI) Andre Manusiwa, Presidium Keluarga Muda Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) I Made Udiantara, dan Pimpinan Pusat Hikmabudhi Lestari.

Sejumlah alternatif lain yang perlu dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan masalah Aceh, menurut mereka, antara lain menutup akses GAM di dunia internasional, melakukan pendekatan kesejahteraan, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya.

Penegakan supremasi hukum dan lobi-lobi internasional mestinya menjadi skala prioritas untuk menyelesaikan konflik di Aceh dan pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah konkret kepada masyarakat Aceh. Langkah tersebut harus segera dilakukan, untuk mengimbangi kampanye yang gencar dilakukan GAM di dunia internasional. Menurutnya, janji-janji pemerintah untuk menegakkan supremasi hukum, melindungi hak-hak rakyat Aceh, memperbaiki sarana-prasarana yang rusak, memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, sudah saatnya direalisasikan. Selain itu, pemerintah harus tetap terbuka dalam melayani perundingan yang diselenggarakan pihak ketiga.

"Kalau jeli, pemerintah bisa melakukan lobi-lobi internasional untuk menutup akses GAM. Itu yang belum pernah dilakukan pemerintah. Ketimbang memaksakan operasi militer, kami kira pemerintah perlu menutup akses GAM," kata Malik yang masih Kuliah di Pasca Sarjana UI itu.

Asli Muhammadiyah

Mengenai soal penegakan hukum yang seadil-adilnya, dengan sendirinya dapat mengundang simpati bagi seluruh rakyat Aceh.

Sementara itu, Andre menegaskan bahwa pendekatan militeristik dengan melancarkan operasi militer, tidak akan membuahkan hasil.

"Justru yang terjadi adalah korban sipil yang berjatuhan dan tipologi masyarakat di sana akan semakin menentang, sehingga akan muncul antipati terhadap militer," tandasnya. (Ant/Mi/Cih)

Asli Muhammadiyah

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/126/forum-kepemudaan-tolak-operasi-militer-di-aceh

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock