Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2017

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU, Kamis (10/3), yang dihadiri para pengurus harian PBNU lengkap dan para ketua lembaga menyanpaikan sejumlah laporan. Menurut Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, forum yang acara ini merupakan rapat bulanan yang diagendakan oleh pengurus Syuriah untuk membahas berbagai masalah.

Namun pada kesempatan kali ini, kita jadikan rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah untuk membahas beberapa agenda termasuk laporan dari Ketua Umum (PBNU) terkait program kerjanya, jelasnya.

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)


Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melaporkan tiga hal. Pertama, laporan terkait dengan isu-isu terkini seperti sikap PBNU terhadap LGBT, radikalisme, Ahmadiyah, dan narkoba. Sikap PBNU sangat tegas terkait isu-isu tersebut, ujar kiai yang akrab dipanggil Kang Said itu.

Asli Muhammadiyah

Kedua, laporan terkait agenda PBNU International Summit of Moderate Islam Leaders (Isomil) yang akan dilaksanakan pada Mei. Acara ini, kata Kang Said, akan dihadiri para pemimpin moderat Islam dari 30 negara.

Dan yang ketiga, laporan Standard Operational Procedure (SOP) yang menyempurnakan atau sebagai panduan dari AD/ART, terutama sekali bidang keuangan, ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Selain tiga laporan tersebut, ada beberapa program PBNU yang dilaporkan seperti pengadaan Kartanu (Kartu Anggota NU), Ekspedisi Santri, dan pembahasan bagaimana NU menanggapi ujaran kebencian dari kelompok-kelompok luar.

Untuk pengadan Kartanu, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini melaporkan bahwa Kartanu masih dalam proses penyempurnaan. Menurutnya, Kartanu tidak hanya akan menjadi identitas diri, tapi juga memiliki kelebihan-kelebihan lain.

Kartanu memiliki 4 fungsi. Pertama sebagai identitas diri. Kedua sebagai e-payment atau sebagai alat transaksi elektronik. Ketiga koneksi dengan lembaga-lembaga yang ada seperti lembaga wakaf NU. Dan yang terakhir, warga NU yang belanja dengan Kartanu di beberapa brand yang kita kerja sama akan mendapatkan diskon, papar Helmy.

Setelah semua pengurus melaporkan program-programnya, Kiai Maruf Amin menutup rapat yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta itu dengan bacaan hamdalah dan kemudian mempersilakan KH Miftahul Akhyar untuk membacakan doa. (Ahmad Muchlishon/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66436/rapat-syuriah-tanfidziah-pbnu-bahas-kartanu-hingga-agenda-internasional

Asli Muhammadiyah

Selasa, 15 April 2014

Selain Wawasan, Pelajar NU Harus Jaga Hati dan Keterampilan

Brebes, Asli Muhammadiyah. Untuk menjadi kader Nahdlatul Ulama berkualitas, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU-IPPNU harus menjaga hati untuk tetap lembut di samping meningkatkan intelektualitas. Tetapi mereka juga perlu memiliki suatu bentuk keterampian tertentu.

Saran ini disampaikan Wakil Ketua PCNU Brebes H Sodikin Rachman saat membuka acara Latihan Kader Utama (Lakut) di Gedung PCNU Brebes, Jawa Tengah, Ahad (29/12).

Selain Wawasan, Pelajar NU Harus Jaga Hati dan Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Wawasan, Pelajar NU Harus Jaga Hati dan Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)


Selain Wawasan, Pelajar NU Harus Jaga Hati dan Keterampilan

Menurut Sodikin, pelajar NU harus memiliki otak cerdas. Mereka harus meningkatkan kemampuan membaca dan terus belajar. Kecuali itu, mereka juga perlu memelihara hati agar selalu lembut. Caranya, menetapkan hati sesuai tuntunan Al-Quran, hadits, dan nasihat ulama.

Asli Muhammadiyah

Hatinya harus selalu bening, tidak ada rasa berburuk sangka, tegas Sodikin.

Sedangkan keterampilan, sambung Sodikin, menjadi sumbangsih pelajar NU bagi warga dan dirinya sendiri. Karena, dengan keterampilan mereka dapat mendayagunakan sesuatu dari hal yang tidak berguna.

Sambutan Sodikin didengar sedikitnya 90 hadirin. Sebanyak 68 dari mereka adalah peserta Lakut sebagai utusan 17 PAC IPNU-IPPNU di Brebes. Lakut ini baru kali pertama digelar di PC IPNU-IPPNU Brebes, kata Ketua PC IPNU Brebes Ahmad Zaky Al-Aman.

Asli Muhammadiyah

Lakut berlangsung sejak Ahad-Rabu (29/12-1/1). Lakut menghadirkan pembina, PP IPNU-IPPNU, PW IPNU-IPPNU sebagai narasumber. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49118/selain-wawasan-pelajar-nu-harus-jaga-hati-dan-keterampilan

Selasa, 09 April 2013

Jelang PSB, MI Maarif NU Pojok Bangun Gedung Baru

Karanganyar, Asli Muhammadiyah. Menjelang penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2014-2015 pada bulan Juni-Juli nanti, Madrasah Ibtidaiyah Maarif NU yang beralamatkan di Dusun Sumberjo, Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membangun gedung baru yang rencananya akan dijadikan ruang kelas.

Pembangunan gedung baru ini dimulai awal bulan Februari kemarin dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian, ujar Wati salah satu guru MI Maarif kepada Asli Muhammadiyah di kediamannya, Kamis (27/2).

Jelang PSB, MI Maarif NU Pojok Bangun Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang PSB, MI Maarif NU Pojok Bangun Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang PSB, MI Maarif NU Pojok Bangun Gedung Baru

MI Maarif satu-satunya di Karanganyar ini baru mempunyai 3 ruang karena memang saat ini baru sampai kelas tiga. Sedangkan dari tiga ruang tersebut, satu ruang digunakan untuk kantor guru, satu ruang untuk kelas satu, serta satu ruangan lagi dipakai untuk siswa kelas dua dan kelas tiga yang antara kedua kelas tersebut dibatasi dengan kain.

Asli Muhammadiyah

Dengan 3 ruang tersebut maka untuk tahun ajaran baru nanti akan kekurangan ruang. Sebab itu untuk mengantisipasinya sebelum tahun ajaran baru gedung baru harus sudah jadi, sehingga siswa mempunyai tempat yang efektif dan nyaman untuk belajar, imbuhnya.

Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan cepat selesai agar kelas dua dan tiga yang saat ini masih dalam satu ruangan yang sama bisa segera ditempatkan di ruang yang berbeda, dan pada PSB nanti kami tidak lagi bingung memikirkan gedung, pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Asli Muhammadiyah

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50317/jelang-psb-mi-marsquoarif-nu-pojok-bangun-gedung-baru

Selasa, 01 Maret 2011

M Nuh Terima Penghargaan dari Kaisar Jepang

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Mantan Mendikbud Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA telah menerima penghargaan "The Order of The Rising Sun" dari Pemerintah Jepang yang diberikan oleh PM Jepang, Shinzo Abe, di Istana Kekaisaran Jepang di Tokyo.

Mohammad Nuh yang kini juga salah satu ketua PBNU itu mengemukakan hal itu melalui surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Rabu.

M Nuh Terima Penghargaan dari Kaisar Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
M Nuh Terima Penghargaan dari Kaisar Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)


M Nuh Terima Penghargaan dari Kaisar Jepang

Didampingi isteri, Drg Ny Laily Rachmawati, Nuh yang juga menjadi Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS itu menerima anugerah tersebut pada Selasa (10/5) siang waktu setempat, karena dianggap paling berjasa dalam upaya mengembalikan tulang tentara Jepang yang gugur pada Perang Dunia II di Papua.

Asli Muhammadiyah

"Bagi saya, soal tulang ini termasuk aneh, tapi saya memandang positif bahwa Pemerintah Jepang telah menunjukkan penghargaan yang sangat besar kepada nenek moyangnya, meski sudah menjadi tulang belulang," katanya.

Asli Muhammadiyah

Sebelumnya, Pemerintah Jepang merasa kesulitan untuk mengembalikan tulang belulang itu ke Jepang, karena itu dianggap sebagai benda cagar budaya, karena telah berusia di atas 50 tahun.

"Waktu saya Mendikbud, saya mencoba menggunakan pendekatan berbeda. Bagi Pemerintah Indonesia, tulang belulang itu tidaklah terlalu penting. Saya mencoba konsultasi ke Unesco dan mengatakan kalau tulang-tulang itu bukan bagian dari cagar budaya, melainkan urusan kemanusiaan dan hubungan baik antarnegara. Pihak Unesco menerima dengan usulan itu," katanya.

Jasa lain selama menjabat sebagai Mendikbud RI pada periode 2009-2014, Nuh juga dinilai telah berusaha merintis hubungan kerja sama antar - perguruan tinggi Indonesia dan Jepang.

"Salah satu bentuknya, saya membentuk Asosiasi Rektor Universitas Jepang-Indonesia dengan pertemuan pertama di Nagoya University pada tahun 2012 yang dihadiri para pejabat dan diplomat di Jepang dan mantan Presiden RI, B.J. Habibie sebagai pembicara utama," katanya.

Dalam periode yang sama antara tahun 2009-2014, minat siswa dan mahasiswa Indonesia untuk ikut kursus Bahasa Jepang juga meningkat pesat. "Mereka menilainya itu atas usaha dan jerih payah dari kebijakan yang saya siapkan," kata Nuh.

Setelah menerima penghargaan, Nuh dan isteri bersama dengan tujuh pasang penerima penghargaan serupa dari beberapa negara, bertemu dengan Kaisar Jepang.

Menurut Nuh, tahun 2016 ada 20 penerima penghargaan yang sama dari seluruh dunia, namun hanya delapan penerima yang diundang ke Jepang untuk menerima langsung dari Pemerintah Jepang.

Selain Nuh dari Indonesia, masing-masing dari India, Turki, Swedia, Thailand, dan Meksiko. "Alhamdulillah, saya termasuk salah satu dari penerima penghargaan yang diundang ke Jepang," katanya.

Untuk belasan penerima penghargaan lainnya akan menerimanya dari Kedutaan Jepang pada masing-masing negara. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68110/m-nuh-terima-penghargaan-dari-kaisar-jepang

Asli Muhammadiyah

Selasa, 04 Januari 2011

LPBI NU Perkuat Kelembagaan Kebencanaan di 8 Kabupaten

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Untuk menguatkan kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai aktor utama penanggulangan bencana, Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) menyelenggarakan Pelatihan Desain Perencanaan dan Moneri Bagi BPBD untuk Delapan Kabupaten di Jawa Timur.

Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) serta Pelatihan Rencana Kontingensi dan Standar Minimum untuk Pengungsi (Sphere).

LPBI NU Perkuat Kelembagaan Kebencanaan di 8 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Perkuat Kelembagaan Kebencanaan di 8 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBI NU Perkuat Kelembagaan Kebencanaan di 8 Kabupaten

Pelatihan ini diikuti oleh 32 (tiga puluh dua) peserta yang merupakan perwakilan BPBD dari delapan kabupaten; Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Lumajang, Tulungagung dan Trenggalek). Pelatihan ini akan berlangsung selama 5 (lima) hari, mulai 29 Januari 2013 sampai dengan 2 Februari 2013 di Surabaya.

Asli Muhammadiyah

Dalam Pelatihan Desain Perencanaan dan Moneri Bagi BPBD untuk Delapan Kabupaten di Jawa Timur ini akan dibahas tiga materi pokok, yaitu Desain Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi, serta Desain Pelaporan. Hadir sebagai narasumber sekaligus fasilitator dalam pelatihan ini, Henry Pirade dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR), dan Sultonul Huda dari Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB).

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun desain kegiatan pengurangan risiko bencana, membuat instrumen dan melakukan moneri, serta memahami strategi program dan memantau perkembangan kegiatan pengurangan risiko bencana di kabupaten masing-masing.

Asli Muhammadiyah

Pelatihan Desain Perencanaan dan Moneri ini dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Sudarmawan, Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa dalam konteks kebencanaan di tingkat lokal, jangan bicara siapa dan berbuat apa, tetapi apa yang dapat kita lakukan.

Perencanaan merupakan hal yang penting dalam sebuah program, karena tanpa perencanaan ibarat berjalan di tempat gelap tanpa cahaya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelatihan Desain Perencanaan dan Moneri ini sangat penting, karena dari aspek kelembagaan BPBD ibarat balita,tetapi pekerjaannya sudah pada tingkat ABG bahkan manula. Persoalan bencana memberikan banyak pekerjaan rumah, tetapi sumber daya yang ada di BPBD kurang memadai.

Berkaitan dengan hal ini, Sudarmawan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada LPBI NU yang sangat peduli dan memiliki komitmen yang kuat tentang kebencanaan, di antaranya melalui inisiasi Perda Penanggulangan Bencana dan pelaksanaan rangkaian pelatihan untuk meningkatkan kapasitas BPBD di delapan kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ketua PBNU, KH Abbas Muin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam sebuah program terdapat empat komponen, yaitu perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan. Berkaitan dengan hal itu, pelatihan ini menjadi penting karena akan dibahas semua komponen tersebut.

Abbas Muin juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan oleh peserta di wilayahnya masing-masing.

Ketua LPBI NU, Avianto Muhtadi menyampaikan upaya mengelola ekologi, ekonomi dan sosial sangat penting sehingga dapat mengurangi kerentanan yang ada. Selain itu, upaya penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan masyarakat dan dunia usaha.

Lebih lanjut Avianto menyampaikan bahwa LPBI NU bergerak dalam 3 (tiga) tataran, yaitu kesehatan lingkungan, perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat luas di Jawa Timur.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42197/lpbi-nu-perkuat-kelembagaan-kebencanaan-di-8-kabupaten

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mata Air Gandeng IPNU-IPPNU Demak Gelar Bimbingan Pasca UN

Demak, Asli Muhammadiyah. Tim Koordinator Mahasiswa Alumni Sanlat (MAS) Mata Air Jakarta di Demak menggandeng Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Demak untuk mengadakan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) tahun 2015.

BPUN digelar untuk mempersiapkan para pelajar yang duduk dikelas XII MA/SMA/SMK negeri dan swasta yang hendak melanjutkan studi di perguruan tinggi terkemuka.

Mata Air Gandeng IPNU-IPPNU Demak Gelar Bimbingan Pasca UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Gandeng IPNU-IPPNU Demak Gelar Bimbingan Pasca UN (Sumber Gambar : Nu Online)


Mata Air Gandeng IPNU-IPPNU Demak Gelar Bimbingan Pasca UN

Kami sangat bangga bisa turut berperan dalam kegiatan ini, karena ini merupakan salah satu langkah riil kami untuk mengawal kader-kader kita yang notabene kalangan pelajar, baik tingkat Ranting, Komisariat, Anak Cabang se-kabupaten Demak agar berdaya saing dikampus terkemuka nantinya, tegas Abdul Halim selaku Ketua PC IPNU Demak.

Asli Muhammadiyah

Ketua PC IPPNU Demak, Istiqomah menambahkan Kami merespon positif ajakan ini, dan kami berharap pihak terkait bisa turut mendukung kegiatan ini agar berjalan dengan sukses.

Asli Muhammadiyah

Mustajib, Koordinator Pelaksana/Manajer BPUN Demak, mengatakan, pihaknya mengadakan Pesantren Kilat BPUN dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi pelajar yang masih memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala ekonomi.

Karena itu kami ke depan juga akan melakukan advokasi beasiswa bagi yang bersangkutan, ungkapnya saat bersilaturahim dan meminta izin tempat ke Pondok Pesantren Putra Putri Al Maruf Candisari Mranggen Demak, Sabtu (11/4) malam.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terlebih kita sebagai warga Nahdliyin harus turut mengawal pendidikan kader pelajar NU, bagaimanapun persaingan global saat ini begitu ketat, maka jangan gagap dan kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang kita kata Pengasuh PP Al Maruf Kiai Masrum Kholil, Pengasuh PP Al Maruf, yang juga Rais Syuriah Pengurus Ranting NU Desa Candisari Mranggen.

BPUN merupakan program utama Yayasan Mata Air yang dalam pelaksanaanya melibatkan segenap Alumni yang dulu pernah turut serta kegiatan ini. Program bertujuan mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) dengan program studi beragam seperti kedokteran, teknik, ekonomi, psikologi, hubungan internasional, pertanian, dan lain-lain.

Mustajib menambahkan, Kami bersama alumni dibantu PC IPNU-IPPNU Demak telah melakukan sosialisasi ke MA/SMA/SMK di 14 Kecamatan Kabupaten Demak, sebagaimana brosur yang telah disebar. Seleksi akan berlangsung tanggal 19 April 2015 di Madarasah Aliyah Negeri Demak depan RSI NU Demak.

Dari sekian banyak peserta seleksi, Panitia akan mengambil 30 putra dan 30 putri (IPA dan IPS), yang akan dikarantina selama 1 bulan sejak 2 Mei-31 Mei 2015 di PP Al Maruf. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Tim BPUN Mata Air Demak di 089668829869. (Rifki Jamil/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58810/mata-air-gandeng-ipnu-ippnu-demak-gelar-bimbingan-pasca-un

Asli Muhammadiyah

Selasa, 17 Agustus 2010

Harga Lahan di Bawah Standar, Warga Kendal Minta Pendampingan PBNU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal KH Danial Royyan menyambut baik sejumlah pihak seperti PBNU, Serikat Petani Indonesia (SPI), dan pengasuh pesantren yang mendampingi upaya warga untuk menuntut kesetaraan harga pembebasan lahan untuk proyek jalan tol trans Jawa Semarang-Kendal-Batang.

Demikian disampaikan KH Danial Royyan pada pertemuan yang dihadiri ratusan warga di Sumbersari, Kendal, Ahad (16/4) sore.

Harga Lahan di Bawah Standar, Warga Kendal Minta Pendampingan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harga Lahan di Bawah Standar, Warga Kendal Minta Pendampingan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Harga Lahan di Bawah Standar, Warga Kendal Minta Pendampingan PBNU

Intinya, kata Kiai Danial, PCNU mendukung penuh upaya warga yang didampingi para pendamping, terutama tokoh desa selama ini tidak kelihatan dan menjadi kelihatan sampai-sampai muncul di internet, yaitu Abah Nawar.

KH Ahmad Al-Munawar (Abah Nawar) merupakan salah seorang tokoh masyarakat yang dengan gigih memperjuangkan nasib warga. Abah Nawar adalah Pengasuh Pesantren Al-Mawa Kabupaten Kendal.

Asli Muhammadiyah

Selain itu warga yang terkena jalan tol semuanya masuk golongannya para mustadhafin, golongan orang yang teraniaya dan itu wajib dibela, kata Kiai Danial pada pertemuan yang juga dihadiri berbagai elemen masyarakat dan Ketua PBNU H Imam Aziz.

Asli Muhammadiyah

Pertemuan ini diisi dengan dialog dan laporan warga Kendal. Kiai Jamaludin dari Ngawensari menyampaikan unek-uneknya. Ia mengatakan bahwa seluruh proses pendataan seharusnya dilakukan secara terbuka dan konsisten.

Keluh-kesah juga disampaikan Tholib yang mewakili Desa Kertomulyo. Ia juga menuntut transparansi pembebasan lahan warga untuk proyek jalan tol Semarang-Kendal-Batang.

Semua warga Kendal pada prinsipnya tidak menolak proyek pembangunan jalan tol, namun penyelesaiannya berdasarkan data lapangan sesuai aspirasi warga. Mereka juga meminta keterbukaan dan transparansi pihak-pihak terkait dalam menaksir tanah dan bangunan milik warga sehingga harga menjadi layak.

Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendampingi warga Kendal. Mereka memohon Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan segera mendorong secara informal pihak Dirjen Pengadaan Tanah agar dirjen segera turun langsung ke Kendal meskipun secara formal PBNU mengirim surat ke Presiden Jokowi.

Harga tanah mereka dibayar mulai dengan kisaran sebesar Rp220.000 hingga Rp300.000 per meter persegi. Sementara harga tanah pembebasan lahan di Semarang dan Batang sudah mencapai angka di atas Rp.1.000.000. Padahal pihak yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan pembebasan lahan tol adalah pihak yang sama baik di Semarang, Kendal, dan Batang.

Warga Kendal telah melewati proses pembebasan lahan yang tidak transparan ini sejak 2008. Segela bentuk mediasi yang melibatkan pemerintah setempat sudah pernah ditempuh meski tanpa ada perubahan ke arah yang lebih baik hingga 2017 ini. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77157/harga-lahan-di-bawah-standar-warga-kendal-minta-pendampingan-pbnu

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock