Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2015

Banser Gunung Kidul Gelar Apel

Gunung Kidul, Asli Muhammadiyah. Sekitar 1.000 anggota Barisan Serbaguna (Banser) Ansor Gunungkidul menggelar apel pada pada Sabtu (17/3/2012).

Apel ini diadakan sebagai salah satu agenda kegiatan pra-Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Semin Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta dan pengambilan sikap terhadap adanya aliran Islam yang dirasa telah menyinggung warga Nahdliyin.

Banser Gunung Kidul Gelar Apel (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Gunung Kidul Gelar Apel (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Gunung Kidul Gelar Apel

Dalam amanatnya Ketua GP Ansor Gunung Kidul mengintruksikan kepada Banser agar tidak berjalan sendiri-sendiri namun harus menunggu perintah dari pimpinan/komandan. Selain itu, Banser juga diminta berhati-hati terhadap sejumlah kelompok masyarakat atau aliran Islam terutama MTA (Majlis Tafsir Alquran) yang ingin menganggu dan mengubah konsep dasar bernegara dan beragama yang sudah menjadi harga mati bagi warga nahdliyin

.

Asli Muhammadiyah

"Barang siapa yang akan menganggu dan mengubah konsep bernegara dan beragama maka akan berhadapan dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser)," ujar Ketua GP Ansor Gunungkidul ketika menjadi inspektur apel Banser pagi ini.

Redaktur: Mukafi Niam

Asli Muhammadiyah

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36984/banser-gunung-kidul-gelar-apel

Asli Muhammadiyah

Rabu, 06 Juli 2011

Mustolih: Kalau Tidak Transparan, Hentikan Pungutan Dana Publik

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Terkait keberatan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) disebut sebagai badan publik, Mustolih Siroj mengatakan tidak ada persoalan apakah Alfamart badan publik atau bukan. Menurutnya, menghimpun dana publik, harus memberikan transparansi dalam pelaporan dana yang dikumpulkan.

Kalau Alfamart tidak mampu memberikan transparansi kepada publik, padahal Alfamart harus mempertanggungjawabkan itu, maka hentikan pungutan sumbangan kepada publik, kata Mustolih, sesaat setelah menjadi pembicara dalam acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) yang digelar NU Care Tangerang Selatan, di Saung Cendol Huis, Ciputat, Ahad (26/2).

Mustolih: Kalau Tidak Transparan, Hentikan Pungutan Dana Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustolih: Kalau Tidak Transparan, Hentikan Pungutan Dana Publik (Sumber Gambar : Nu Online)


Mustolih: Kalau Tidak Transparan, Hentikan Pungutan Dana Publik

(Baca:Pengelola Jaringan Alfamart Tolak Disebut Badan Publik)

Mustolih menegaskan pihaknya tidak minta ketransparanan pada tata kelola Alfamart, misalnya terkait dengan transaksi bisnis, manajemen, gaji karyawan, maupun keuntungan.

Asli Muhammadiyah

Sejak awal saya tidak ingin mengotak-atik misalnya laba Alfamart berapa, gaji karyawan berapa, menajemen seperti apa. Itu kegiatan komersial Alfamart yang kita hargai dan tidak kita persoalkan, ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Mustolih, Alfamart meminta sumbangan kepada setiap konsumen yang datang, walaupun itu hanya uang kembalian bernilai seratus rupiah. Menjadi sangat penting bagi Alfamart untuk melakukan transparansi.

Asli Muhammadiyah

Alfamart sudah melakukan pungutan seperti yang dilakukan lembaga zakat seperti NU Care LAZISNU, Dompet Duafa, Lazismu. Apakah Alfamart juga sudah melakukan pelaporan seperti lembaga-lembaga zakat, ini yang tidak pernah. Mestinya setiap akhir tahun ada laporan neraca keuangan, lalu dimuat di koran. Alfamart tidak melakukan itu, terang Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mustolih juga menyampaikan tuntutannya agar Alfamart melakukan transparansi bukan menandakan bahwa ia antikedermawanan, tetapi justru mendorong profesionalisme. Sementara tindakan Alfamart yang melaporkannya ke pengadilan merupakan preseden buruk bagi konsumen dan kasus itu baru ada.

Jadi ada resiko dengan menjadi donatur Alfamaret diseret ke pengadilan, seloroh Mustolih.

Sebelumnya, beberapa pihak menyampaikan dukungan kepada Mustoloh atas perkara tersebut. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75783/mustolih-kalau-tidak-transparan-hentikan-pungutan-dana-publik

Asli Muhammadiyah

Jumat, 19 November 2010

Semarak Acara Jelang Konferwil NU Jatim

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Sejumlah acara telah disiapkan panitia untuk mensukseskan Konferwil NU Jatim. Seluruh kegiatan bermuara pada keinginan untuk kian mendekatkan kepada warga.

Konferensi Wilayah NU Jawa Timur tidak semata sebagai kegiatan rutin yang akan memilih kepengurusan baru, mengevaluasi kinerja serta mempersiapkan amanah untuk jangka waktu lima tahun kedepan. Diharapkan kegiatan ini juga bisa memperkenalkan NU kepada khalayak dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan mereka, kata H Ahmad Sudjono, SE kepada Asli Muhammadiyah (27/4).

Semarak Acara Jelang Konferwil NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Acara Jelang Konferwil NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


Semarak Acara Jelang Konferwil NU Jatim

Sekretaris panitia Konferwil ini menandaskan, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka mensukseskan konferensi. Untuk kegiatan sosial meliputi pengobatan medis dan alternatif serta donor darah.

Ini sebagai jawaban NU terhadap pentingnya layanan kesehatan warga, tandas Wakil Sekretaris PWNU Jatim ini. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa NU tidak hanya berkutat pada persoalan keagamaan, tapi aspek sosial sebagai pengejawantahan pesan keagamaan, tambahnya.

Asli Muhammadiyah

Kepedulian sosial lainnya adalah dengan memberikan sejumlah bea siswa kepada sekitar seratus anak dhuafa, fakir dan miskin. Yang kami siapkan masih seratus paket bea siswa untuk tingkat MI atau SD dan MTs atau SMP, katanya. Namun Haji Jono, sapaan akrabnya optimis angka itu akan bertambah dan bisa juga melayani siswa tingkat MA atau SLTA bahkan mahasiswa.

Kedekatan NU dengan masyarakat sekitar akan juga diformulasikan dengan kegiatan gowes dan jalan santai antara kiai dan santri dengan masyarakat umum. Kegiatan ini seakan membawa pesan bahwa para fungsionaris NU dan juga santri adalah bagian tidak terpisahkan dengan masyarakat sekitar, ungkapnya. Karena itu kedekatan yang selama ini terjalin hendaknya dapat semakin diintensifkan lewat kegiatan kayuh sepeda dan jalan santai antara kiai, santri dan masyarakat umum.

Asli Muhammadiyah

Aspek dakwah dan budaya juga merupakan satu paket yang telah diwariskan oleh para Wali Songo. Karena itu, pada kegiatan nanti akan juga diselenggarakan pagelaran wayang kulit di Pendapa Sidoarjo, tandasnya. Dalang yang akan tampil adalah Ki Enthus dengan mengambil judul, "Ditemukannya Jamus Kalimasadha".

Kegiatan seminar dan halaqah juga menjadi rangkaian pra konferensi. Beberapa tema yang siap untuk dibicarakan adalah masalah NU Masa depan, seminar ekonomi Islam dan hukum, seminar Aswaja dan NKRI serta bedah kitab kuning.

"Kita sangat prihatin, wacana Aswaja sudah mulai kurang diminati oleh warga, kata Haji Jono. Padahal kondisi mutaakhir, Aswaja kian menghadapi tantangan yang tidak ringan, lanjutnya. Ideologi penentang Aswaja tidak lagi mengindahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan cenderung untuk mengaburkannya. Ini adalah tantangan cukup telah bagi eksistensi NU dan juga NKRI, katanya.

Karenanya, kegiatan seminar yang akan diselenggarakan khusus masalah Aswaja dan NKRI ini ingin memberikan pesan tentang pentingnya melakukan revitalisasi bagi eksistensi Aswaja dan NKRI yang terus menerus mendapatkan tantangan dari ideologi transnasional.

Puncak dari kegiatan menjelang Konferwil adalah istigatsah dan gelar shalawat bersama Habib Syeikh. Setelah ikhtiar dhahir berupa kegiatan seminar, bhakti sosial, dan sosialisasi dengan warga sekitar, maka rangkaian acara Konferwil kita tutup dengan kegiatan bathin yakni istigatsah dan shalawatan ini, kata Haji Jono.

Diharapkan, seluruh kegiatan penunjang Konferwil mampu menginspirasi para peserta untuk tetap khidmat dan fokus dalam mensukseskan puncak acara lima tahunan di Pondok Pesantren Bhumi Shalawat. Kita berharap acarapenunjang akan berjalan sesuai harapan dan puncaknya nanti kegiatan Konferwil juga akan sukses, katanya penuh harap.

Foto: Sekretaris Panitia Konferwil NU Jatim, H Ahmad Sudjono, SE

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44069/semarak-acara-jelang-konferwil-nu-jatim

Senin, 12 Januari 2009

PMII UT Bojonegoro Pacu Mahasiswa Jadi Pengusaha

Bojonegoro, Asli Muhammadiyah. Setelah proses pemilihan berlangsung beberapa waktu lalu, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro resmi dilantik, Kamis (24/12/2015). Pengukuhan di Aula Kampus 2 PBI UT Bojonegoro itu juga dirangkai dengan seminar kewirausahaan.

Setidaknya ada sekitar 70 mahasiwa dari UT dan dari kampus lain di Kabupaten Bojonegoro yang terlibat dalam seminar tersebut. Sesuai tema pelantikan, seminar mengangkat tema "Membentuk Mahasiswa yang Aktif Dan Produktif dengan Menumbuhkan Karakter Entrepreneur".

PMII UT Bojonegoro Pacu Mahasiswa Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UT Bojonegoro Pacu Mahasiswa Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII UT Bojonegoro Pacu Mahasiswa Jadi Pengusaha

Ketua PK PMII UT Bojonegoro yang baru dilantik, Ika Arlina Safitri mengaku, PMII merupakan Organisasi Ekstra Kampus (Omek) yang mewadahi mahasiswa. Bagi mereka yang menginginkan pembelajaran lebih yang tidak di dapat di kampus.

Asli Muhammadiyah

"PMII bisa disebut second campus (kampus kedua), hal ini tidak lepas dari apa yang menjadi tujuan PMII," ujar mahasiswi semester 5 UT Bojonegoro itu.

Sementara itu Ketua PC PMII Bojonegoro Ahmad Dhilli Nasrulloh menjelaskan, PMII memberi wahana tidak hanya akademik namun juga ilmu lain yang tidak didapat di kampus. Hal ini dibuktikan dari seminar yang dilakukan PK PMII UT yang membahas tentang kewirausahaan.

Asli Muhammadiyah

Para peserta seminar yang mayoritas dari mahasiswa pendidikan guru diharapkan bisa menjadi pengusaha. "Diharapkan tidak hanya menjadi guru saja, tetapi memunculkan pengusaha baru ke depannya," ungkap lulusan STIE Cendekia Bojonegoro itu.

Hadir pula dalam seminar tersebut, sebagai narasumber yakni Moh. Mustofa dan Samsul Hadi. Banyak hal yang disampai kedua pemateri itu, termasuk kiat-kiat sukses menjadi seorang pengusaha.

"Indonesia sangat butuh pengusaha, karena rata-rata orang kaya itu muncul dari para pengusaha," terangnya kepada seluruh peserta seminar.

Hal senada juga disampaikan Samsul Hadi. Dalam materi yang disampaikan, rata-rata mahasiswa hari ini masih sering mengharapkan jadi pegawai, padahal mereka bisa juga menjadi bos.

"Bahwasanya setiap apa yang ada di dunia ini memiliki nilai jual, tak terkecuali sampah. Barang yang banyak orang menilai tidak ada nilainya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana usaha kita membuat suatu itu lebih berharga," pungkas pengusaha sampah dari Bojonegoro itu. (M. Yazid/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64524/pmii-ut-bojonegoro-pacu-mahasiswa-jadi-pengusaha

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock