Tampilkan postingan dengan label Duta Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Muslim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2016

LAZIS NU Kembangkan Empat Program Aksi

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS NU) mengembangkan empat program aksi untuk masyarat Indonesia yang meliputi NUSmart, NUSkill, NUPrenuer, dan NUCare.

Direktur LAZIS NU Amir Makruf menjelaskan NUSmart merupakan program beasiswa untuk siswa, santri dan mahasiswa, NUSkill merupakan training centre untuk mengatasi pengangguran usia produktif, NUPreneur adalah pemberian modal dan pendampingan usaha dan NUCare adalah program NU Peduli.

LAZIS NU Kembangkan Empat Program Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Kembangkan Empat Program Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZIS NU Kembangkan Empat Program Aksi

Semua program tersebut, diarahkan kepada komunitas NU yang selama ini masih sangat membutuhkan bantuan dan dukungan. Sementara untuk penggalangan dana, LAZIS NU memiliki tiga kelompok sasaran, yaitu kelompok kaya yang secara tradisional berkultur NU, para professional dan dari korporasi.

Asli Muhammadiyah

Penjelasan tersebut disampaikan ketika menjadi pembicara dalam diskusi Kamisan yang diselenggarakan Asli Muhammadiyah, 23 Desember 2010.

Untuk program NUSmart, saat ini sudah ada sekitar 2000 nama anak yang yang siap diberikan bantuan. Mereka kita bantu untuk menghindari ancaman putus sekolah, katanya.

Sementara itu program NUSkill diberikan kepada usia produktif dengan memberikan bimbingan gratis ketrampilan kerja yang sesuai dengan daerahnya. Daerah yang sudah disurvey adalah Jakarta Utara dengan program ketrampilan computer dan desain grafis serta di Tasikmalaya dengan ketrampilan menjahit.

Asli Muhammadiyah

Ide dasarnya memberikan harapan hidup kepada anak putus sekolah upaya bekerja, kedua, akan membantu pemerintah agar anak-anak tidak perlu merantau ke Jakarta, terangnya.

Dikatakannya, per Januari 2011, kegiatan NUSkill ini sudah mulai jalan dengan lokasi di kantor NU setempat atau di pesantren sekitarnya. "Semua kegiatan kita cantolkan dengan PCNU setempat," paparnya.

NUPreneur menyasar pengusaha mikro yang tidak memiliki akses ke bank dengan maksimal pinjaman satu juta rupiah dalam bentuk pinjaman bergulir. Ia memilih model pemberian pinjaman daripada hibah untuk mendidik pengusaha tersebut agar menjalankan usahanya dengan baik karena ada kewajiban mengangsur kepada kelompok.

Sejumlah program yang sudah diaksanakan untuk NUPreneur diantaranya di Serang, Ciamis, Bekasi dan Jakarta Utara dan pada Januari mendatang di Ciledug Bogor.

Sementara itu program NUPeduli merupakan program kepedulian terhadap bencana yang banyak terjadi di Indonesia. Pada bencana Merapi beberapa waktu lalu, LAZISNU hanya berselang sehari setelah letusan pertama, langsung turun ke Yogyakarta dan memberikan bantuan kepada para pengungsi. Bantuan juga diberikan untuk bencana di Mentawai dan Wasior. (mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/26137/lazis-nu-kembangkan-empat-program-aksi

Selasa, 01 November 2016

Dua Tantangan NU Saat ini

Jepara, Asli Muhammadiyah. Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) Kabupaten Jepara Hindun Anisa mengatakan, sebagai organisasi, NU di era globalisasi ini menghadapi banyak tantangan. Di antaranya tantangan di bidang informasi dan Islam "radikal" dan "liberal".

Website di internet banyak dikuasai oleh kelompok bukan NU, katanya pada Sarasehan Mengapa Harus NU? yang dilaksanakan PAC IPNU-IPPNU Nalumsari di Kampus 2 SMK Terpadu Hadziqiyah desa Tritis kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Ahad (08/3).

Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)


Dua Tantangan NU Saat ini

Menurut dia, warga NU yang mengakses kaidah agama di internet akan bersinggungan dengan media-media non-NU sehingga sudah saatnya kiai dan santri melek internet.

Asli Muhammadiyah

Tantangan kedua, lanjut perempuan yang sering disapa Neng Hindun, ini NU berhadapan dengan Islam radikal dan liberal.Paham keagamaan NU yang menganut konsep tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), itidal (adil) dan tasamuh (toleransi) itu yang membuat negara adikuasa tidak suka dengan kebesaran NU di Nusantara.

Pantas saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden ke-4 RI, tegas Neng Hindun, negara adikuasa itu tidak rela orang NU memimpin bangsa. Negeri penguasa itu, tidak pernah memuji Gus Dur namun terus-menerus menjelek-jelekkan putra KH Wahid Hasyim tersebut hingga lengser.

Segala macam cara dilakukan media Barat tersebut. Mereka (Barat, red) membangun wacana, waktu itu Gus Dur ialah antek Amerika. Padahal saya meyakini kelompok radikal yang menjelek-jelekkan Gus Dur ini suruhan mereka, sambungnya.

Asli Muhammadiyah

Ia juga menyebut NU mempunyai peran untuk merebut kemerdekaan. Sehingga organisasi yang bermakna kebangkitan ulama ini bersiteguh untuk mempertahankan NKRI. Kelompok-kelompok yang hendak mengobok-obok eksistensi NKRI sama dengan berhadapan NU.

Misalnya saja Kongres Umat Islam Indonesia yang dilaksanakan di Yogyakarta belum lama ini merupakan contoh kelompok yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan diganti dengan Islam.

Padahal pada Munas Alim Ulama 1983, lanjut istri KH Nuruddin Amin, itu cukup menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Karena itu, pembicara lain, Mustaqim Umar menyatakan menjadi orang NU harus bangga. Tidak usah getun menjadi warga NU. Tunjukkan ke-NU-an kita. Kita harus yakin orang NU berkualitas, terang Sekretaris LPNU Jepara.

Sebab, kata Mustaqim, NU sangat dihormati dunia dikenal sebagai penebar Islam rahmatan lil alamin. Diterimanya organisasi rahmatan lil alamin di mata dunia lantaran menggunakan pendekatan ala Indonesia.

Kegiatan yang diawali sambutan pengasuh Pesantren Hadziqiyah KH Chayatun Abdullah Hadziq. pada kesempatan itu ia mengatakan, jamiyyah NU yang didirikan KH Hasyim Asyari dan kiai-kiai lain merupakan organisasi untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, ormas yang dilahirkan 1926 itu merupakan organisasi untuk menyelamatkan bangsa dan negara.

kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari pelajar dan delegasi Banom NU tersebut merupakan pamungkas rangkaian Harlah IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 dari 02 Februari hingga 08 Maret 2015 yang meliputi Ziarah, Karnaval, Bakti Sosial dan Santunan Yatama. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58058/dua-tantangan-nu-saat-ini

Selasa, 13 September 2016

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama

Klaten, Asli Muhammadiyah. Ketua Umum (Plt) Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, hadir dalam pembukaan kegiatan Jambore I Pagar Nusa se-Soloraya dan DIY, yang diadakan oleh Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Klaten, belum lama ini (21/10).

Dalam sambutannya, Ajengan Mimih menyampaikan bahwa nama Pagar Nusa itu bisa diartikan secara fleksibel, akan tetapi bermuara pada tujuanya yaitu menjadi pagarnya NU dan bangsa. Pagar Nusa ini lahir di tengah-tengah pesantren yang insyaallah selalu dibarokahi oleh para alim ulama. Tujuan utamanya yakni menjadi pagar NU dan bangsa, tegasnya.

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama

Ditambahkan dia, bahwasanya ilmu kanuragan dapat membuat orang memiliki sifat merasa lebih kuat dibandingkan yang lain. Pada umumnya seorang yang diberi didikan ilmu kanuragan, suwuk-suwuk, jampi-jampi, dan aurod akan menjadi sombong, kata dia.

Asli Muhammadiyah

Berbeda dengan yang diajarkan di Pagar Nusa, menurut dia, ilmu kanuragan tidak diajarkan untuk pamer kekuatan maupun ajang kesombongan. Di Pagar Nusa, dididik untuk selalu patuh kepada dawuh para ulama, sehingga semuanya akan secara otomatis sistem kendali ada di akhlak ulama, tutur dia.

Asli Muhammadiyah

Pada acara bertema Konstruksi Bela Negara Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Dalam Meneguhkan Perdamaian Dan Semangat Kebangsaan ini juga dihadiri para pendekar Pagar Nusa dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan DIY.

Acara Jambore ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di Klaten. Ketua PCNU Klaten, Mujibburrohman, mengatakan semangat resolusi jihad tidak hanya berlaku pada masa perjuangan mengusir penjajah, akan tetapi sampai hari kiamat. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72428/ajengan-mimih--ilmu-kanuragan-pendekar-pagar-nusa-di-bawah-kendali-akhlak-ulama

Senin, 25 Januari 2016

Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi?

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Bagi orang Nahdlatul Ulama (NU), humor itu sudah mendarah daging. Tidak ada obrolan tanpa humor. Baik obrolan resmi seperti diskusi, seminar, bahtsul masail, dan ceramah maupun obrolan santai tidak lepas dari yang namanya humor atau candaan. Oleh karena itu, orang NU dikenal dengan orang yang pintar dalam hal candaan.

Seperti yang dilontarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi? (Sumber Gambar : Nu Online)


Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi?

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Salah satu poin yang disampaikan Kiai Said dalam sambutannya adalah larangan untuk memberikan modal kepada kiai pesantren.

Kiai jangan dikasih modal, kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah itu.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Sontak, mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut Kiai Said itu para hadirin yang terdiri dari para jajaran pengurus PBNU dan para pengusaha NU itu terlihat termangu. Suasana hening pun menjadi riuh saat Kiai Said melanjutkan kata-katanya.

Kalau kiai (pesantren) dikasih modal. Ya (modalnya) jadi musholla. Jadi akhirat semua (bukan menjadi modal untuk usaha), lanjut Kiai Said disambut gelak tawa peserta acara sarasehan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76810/saat-kiai-dikasih-modal-usaha-apa-yang-akan-terjadi

Asli Muhammadiyah

Senin, 04 Januari 2016

Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Mufti agung Bosnia dan Herzegovina, Syekh Husein Kavazovic, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (22/1) siang. Syekh Husein datang bersama Duta Besar Bosnia dan Herzegovina di Indonesia Fuad Sabeta.

Rombongan tamu disambut Ketua PBNU H Iqbal Sulam dan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) H Abdul Manan A Ghani. Seorang wartawan dari majalah Preporod, Mirnes Kovac, juga turut dalam silaturahmi ini.

Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini diisi saling tukar informasi soal kehidupan Islam di masing-masing negara. Syekh Husein memperkenalkan negaranya dari segi demografi, pendidikan, organisasi, budaya, jumlah tempat ibadah, termasuk persebaran warga Bosnia dan Herzegovina ke beberapa negara di dunia.

Asli Muhammadiyah

Sementara itu, Abdul Manan menjelaskan tentang rangkaian visi dan program pemberdayaan terhadap masjid-masjid di Indonesia. Syekh Husein yang merupakan Ketua Komunitas Islam Bosnia dan Herzegovina mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan PBNU dan ia berharap akan ada tindak lanjut.

Kami ingin suatu saat ada kerja sama dengan Nahdlatul Ulama. Tentu saja bukan di bidang politik, melainkan pendidikan, budaya, atau lainnya, ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Sebelumnya, imam besar Masjid Istiqlal di yang terletak di Otoka, Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, Abdulgafar Velic, juga melakukan kunjungan serupa, Agustus 2013. Saat itu ia ditemani imam Kanton Sarajevo Ferid Dautovic dan seorang asisten. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49616/mufti-agung-bosnia-silaturahmi-ke-pbnu

Asli Muhammadiyah

Jumat, 09 Desember 2011

MUI Ungkap Fenomena Gerakan Islam di Jepara

Jepara, Asli Muhammadiyah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Jepara, H Mashudi Mengungkap fenomena gerakan Islam di kabupaten Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (14/9) siang.

Hal itu sebagaimana pertanyaan yang dilontarkan Miftahul Huda, Ketua PAC IPNU Bangsri dalam seminar Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU kabupaten Jepara.

MUI Ungkap Fenomena Gerakan Islam di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Ungkap Fenomena Gerakan Islam di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)


MUI Ungkap Fenomena Gerakan Islam di Jepara

Menurut Mashudi di kota ukir tepatnya di desa Tiga Juru Mayong ada aliran Margosabdo. Aliran ini menyatakan agama tidak perlu ditulis di KTP. Ajaran lainnya, pengikut Margosabdo yang meninggal dunia tidak boleh dimakamkan di kuburan orang Islam, sebut Ketua ISNU kabupaten Jepara

itu.

Asli Muhammadiyah

Di tanah kelahiran Kartini, lanjutnya juga ada Majelis Tafsir Al-Quran (MTA). Pihaknya sering menjalin komunikasi dengan aliran yang berbasis di Solo tersebut. MUI menyambut positif aliran tersebut namun siaran radio yang risih di telinga masyarakat, diimbau tidak boleh ditayangkan lagi.

Asli Muhammadiyah

MUI, lanjut pengasuh pesantren Ummul Quro Pecangaan itu juga sering berkomunikasi dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kami welcome terhadap aliran apapun sepanjang ideologinya tidak merongrong akidah yang lain, tegas Mashudi.

Kepada Pemeritah Daerah ia meminta kajian-kajian keagamaan yang pernah eksis dihidupkan kembali semisal miliknya kantor kejaksaan bernama Penganut Aliran Kepercayaan (Pakem).

Dengan itu, ia yakin terjalin komunikasi erat antar aliran-aliran Islam. Disamping itu kepada ratusan kader IPNU-IPPNU perlu penguatan ideologi. Agar saat di luar, ideologinya sudah bulat dan tidak mudah dirongrong aliran apa pun. (Syaiful Mustaqim/Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54486/mui-ungkap-fenomena-gerakan-islam-di-jepara

Asli Muhammadiyah

Sabtu, 02 Juli 2011

Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo

Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) merupakan organisasi ekstra kampus. PMII di antara tugasnya adalah menjadi tangan panjang ulama dalam mnyebarluaskan Ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Misi itu diejawantahkan dalam tindakan kader PMII yang toleran, moderat, tasamuh dan taadul dalam berislam, dan mampu benar-benar menebarkan Islam yang penuh cinta kasih, Islam rahmatan lil alamin.

Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)


Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo

Akan tetapi, dengan melihat fenomena kemanusiaan yang dewasa ini terjadi, seakan agama menjadi sekat diantara manusia satu dan manusia lain yang tak seAgama dengannya. Untuk berebut cinta Tuhan, bahkan ada yang sampai saling serang, saling bakar tempat ibadah, saling tuding, dan lain sebagainya.

Untuk itu, dalam rangkaian acara haul Gus Dur ini, PMII Rayon Abdurrahman Wahid ingin merefleksikan pemikiran-pemikiran Gus Dur mengenai pluralisme, tentang bagaimana kita sebagai manusia seharusnya bersikap, karena apapun agama kita, kita tetap bangsa Indonesia. Maka Merindu Gus Dur; Mengamalkan Agama demi Kemanusiaan menjadi grand tema pada serangkaian agenda haul Gus Dur ke-6. Adapun rangkaian acaranya adalah sebagai berikut:

Asli Muhammadiyah

Pertama, Bedah Buku The Wisdom of Gus Dur oleh Sulton Fathoni dan M. Rikza Chamami, MSI. Buku ini merupakan buku yang berisikan kumpulan kata-kata bijak dari Gus Dur. Tujuan dari diadakannya bedah buku ini adalah agar kita semua mampu menegenal dan memahami pemikiran Gus Dur lewat quot (kata-kata mutiara)nya. Acara ini digelar di Aula Gedung Q kampus II UIN Walisongo Semarang pada hari Selasa 29/12/15 pukul 09.00 sampai selesai.

Asli Muhammadiyah

Kedua, Doa Kebangsaan dan Sarasehan Keluarga Besar PMII Rayon Abdurrahman Wahid. Acara ini akan dimulai dengan Pembacaan Maulid Diba serta Tahlil, dilanjutkan dengan sarasehan dengan alumni dan senior PMII menghadirkan Abdurrahman Wahid. Diantaranya yaitu Dr.Raharjo,Mt.Ed sebagai Dekan FITK, Dr. Ruswan sebagai Dekan Fakultas Saintek, dan Dr. Darmuin sebagai Dekan FISIP, ketua-ketua lembaga intra terpilih dalam Pemilwa 2015 dan Senior PMII Abrurrahman Wahid lintas generasi yang tergabung dalam Jaringan Alumni Muda (JAM) PMII Rayon Abdurrahman Wahid. acara ini akan berlangsung di Aula Q kampus II UIN Walisongo pada hari Selasa (29/12/15) pukul 18.30 WIB.

Ketiga, lomba penulisan artikel dengan tema Negara Pancasila dan Bangkitnya Gerakan Keagamaan. Lomba ini untuk mahasiswa se-Indonesia yang berlangung sejal ahir Oktober hingga 18 Desember 2015. Adapun juri dari lomba ini adalah Dr. Teddi Kholiludin, M.Si alumni UIN Walisongo dan UKSW Salatiga yang sekarang juga menjabat sebagai direktur eLSA Semarang, Amin Suroso, M.Pd.I selaku Dewan Pembina PMII Rayon Abdurrahman Wahid, dan Teguh Wibowo, M.Si sebagai Dewan pembina LkaP. Dari 20 karya terbaik yang terseleksi, nanti akan dibukukan menjadi sebuah antologi/bunga rampai. (Riadhotul Liana/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64561/rangkaian-haul-ke-6-gus-dur-pmii-komisariat-walisongo

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock