Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2016

Pasar Rakyat NU Giliran di Purbalingga

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU tiba gilirannya di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (20-21/4).

Pembukaan resmi Pasar Rakyat yang bekerjasama dengan PCNU Kabupaten Purbalingga diadakan pada Sabtu dengan diawali pembacaan tahlil dan doa serta sambutan dari PBNU dan pejabat setempat.

Pasar Rakyat NU Giliran di Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Giliran di Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)


Pasar Rakyat NU Giliran di Purbalingga

Seperti biasa, even Pasar Rakyat diawali dengan pelatihan wirausaha dan broadcasting pada Sabtu pagi oleh tim khusus.

Asli Muhammadiyah

Pasar rakyat menyediakan berbagai jenis kebutuhan. Secara khusus di setiap even panitia menyediakan paket sembako murah yang berisi beras, mie instant, dan minyak goreng bintang sembilan.

Konsumen yang membawa kartu tanda anggota NU (Kartanu) mendapat diskon Rp 2.000 dari pembeli lainnya. Pasar rakyat ini juga menyediakan stand-stand produk daerah setempat.

Asli Muhammadiyah

Kegiatan juga diiringi dengan panggung hiburan dan beberapa jenis hiburan lain seperti kesenian daerah, dangdut, shalawat dan perlombaan anak-anak.

Pasar Rakyat diadakan di 48 kota di pulau Jawa. Kabupaten Purbalingga mendapat gelaran yang ke-37. Pasar rakyat telah dimulai sejak April 2012. PBNU menunjuk PT Umat Power sebagai pelaksana kegiatan dan bekerja sama dengan PWNU/ PCNU atau pondok pesantren setempat.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43912/pasar-rakyat-nu-giliran-di-purbalingga

Asli Muhammadiyah

Selasa, 12 April 2016

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme

Cirebon, Asli Muhammadiyah. Pengurus Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama melibatkan sedikitnya 50 santri dari pelbagai pesantren di Jawa Barat untuk bersama mencegah penyebaran terorisme. Mereka selama tiga hari Senin-Rabu (29/9-1/10) di pesantren Kempek Cirebon mempelajari terorisme, sebab, penyebaran pahamnya via online, hingga pencegahannya.

Pengasuh pesantren Kempek KH Mustofa Aqil Siroj mengatakan, pembahasan terorisme di pesantren bukan upaya penyadaran akan bahaya terorisme bagi kalangan santri. Penolakan pesantren dan santri tidak perlu diragukan terhadap paham teror.

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)


RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme

Kehadiran kita di pesantren ini mesti dipahami bahwa santri dan pesantren diajak untuk menanggulangi penyebaran paham teror yang kini dilakukan pihak tidak bertanggung jawab melalui pelbagai cara dan media, kata Kiai Mustofa yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PBNU, Selasa (30/9).

Saefudin dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mendukung pernyataan Kiai Mustofa. Menurutnya, kalangan santri penting terlibat dalam penyebaran paham terorisme.

Asli Muhammadiyah

Di Jabar ini keamanan dari teroris raportnya merah, terbukti dengan pemboman di Mapolresta Cirebon. Kita bekerja keras bersama RMI untuk mengajak santri memutuskan penyebaran paham ini. Terorisme harus dicegah dengan cara bukan kekerasan, kata Saefudin.

Asli Muhammadiyah

Pada satu sesi di pelatihan ini Sekretaris RMI NU KH Miftah Faqih memandu peserta untuk siap terjun di masyarakat. Ia membagi peserta ke dalam lima kelompok. Mereka diajak secara kritis menganalisa dan memahami perintah pembunuhan terhadap non muslim yang ada pada potongan Al-Quran dan hadits Rasulullah.

Menurut Kiai Miftah, analisa terhadap potongan Al-Quran dan hadits ini akan melatih peserta menghadapi mereka secara teologis. Ia mengajak peserta melihat potongan ayat dan hadits itu dilihat dari aspek asbabun nuzul, korelasinya dengan lain ayat, dan pesan moralnya.

Ingat teks yang terlepas dari konteksnya akan melahirkan tasyisun nushusil muqaddasah (politisasi ayat dan hadits oleh kelompok tertentu demi kepentingannya), kata Kiai Miftah.

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama RMI NU, BNPT, dan Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (Pakar). (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54819/rmi-nu-libatkan-santri-di-jawa-barat-cegah-dini-terorisme

Senin, 25 Januari 2016

Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi?

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Bagi orang Nahdlatul Ulama (NU), humor itu sudah mendarah daging. Tidak ada obrolan tanpa humor. Baik obrolan resmi seperti diskusi, seminar, bahtsul masail, dan ceramah maupun obrolan santai tidak lepas dari yang namanya humor atau candaan. Oleh karena itu, orang NU dikenal dengan orang yang pintar dalam hal candaan.

Seperti yang dilontarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi? (Sumber Gambar : Nu Online)


Saat Kiai Dikasih Modal Usaha, Apa yang Akan Terjadi?

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Salah satu poin yang disampaikan Kiai Said dalam sambutannya adalah larangan untuk memberikan modal kepada kiai pesantren.

Kiai jangan dikasih modal, kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah itu.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Sontak, mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut Kiai Said itu para hadirin yang terdiri dari para jajaran pengurus PBNU dan para pengusaha NU itu terlihat termangu. Suasana hening pun menjadi riuh saat Kiai Said melanjutkan kata-katanya.

Kalau kiai (pesantren) dikasih modal. Ya (modalnya) jadi musholla. Jadi akhirat semua (bukan menjadi modal untuk usaha), lanjut Kiai Said disambut gelak tawa peserta acara sarasehan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76810/saat-kiai-dikasih-modal-usaha-apa-yang-akan-terjadi

Asli Muhammadiyah

Senin, 31 Desember 2012

Musabaqoh Sambut Akhirus Sanah Pesantreh Al-Badriyyah Mranggen

Demak, Asli Muhammadiyah. Menjelang bulan Ramadhan, hampir semua pondok pesantren di Indonesia mengadakan kegiatan Haflah Akhirus Sanah atau kegiatan akhir masa pendidikan. Seperti di Pondok Pesantren Putri Al-Badriyyah Suburan Mrangggen Demak yang diasuh oleh KH. Muhibbin Muhsin Al-Hafidz, kegiatan didahului dengan berbagai musabaqoh (perlombaan) khas pesantren.

Kegiatan musabaqoh dalam rangka Haflah Akhirus Sanah ini merupakan kegiatan rutin yang kita selenggarakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan santri dalam menyerap ilmu selama setahun ini yang sudah diajarkan oleh para asatidz, kata Siti Iin Fatimah selaku ketua panitia penyelenggara, Kamis (8/5) lalu.

Musabaqoh Sambut Akhirus Sanah Pesantreh Al-Badriyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqoh Sambut Akhirus Sanah Pesantreh Al-Badriyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)


Musabaqoh Sambut Akhirus Sanah Pesantreh Al-Badriyyah Mranggen

Musabaqoh yang berlangsung dari tanggal 8 sampai 13 Mei ini akan diikuti seluruh santri putri yang berjumlah sekitar 400 santri, memperlombakan beberapa kekhasan pesantren seperti parade sholawat, puitisasi Al Quran, khitobah, hafalan Imrithi dan Alfiyyah, MC bahasa jawa dan cerdas cermat ilmu agama (CCIA). Juga lomba keterampilan perempuan seperti merangkai buah, kreasi jilbab, menghias kamar, membuat taplak meja. Serta lomba yang sifatnya hiburan seperti fashion show, iklan, dan lain-lain.

Dalam musabaqoh ini jangan hanya mencari kemenangan semata tapi carilah pengalaman dalam rangka menempa sejauh mana mental santri dalam berkompetisi secara sehat, fair play. Karena dimulai dari kehidupan pesantrenlah, para santri nantinya akan terbiasa hidup bermasyarakat yang beraneka ragam corak budayanya, ujar K. Muhammad Hafidz Al-Mazy mewakili asatidz saat membuka musabaqoh.

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Harapannya nanti santri dalam bersosialisasi dengan masyarakat mempunyai sikap tegas dalam memegang teguh prinsip pesantren dan luwes pada kehidupan sosial kemasyarakatan, harapnya. (Ben Zabidy/Anam)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51933/musabaqoh-sambut-akhirus-sanah-pesantreh-al-badriyyah-mranggen

Asli Muhammadiyah

Jumat, 09 Maret 2012

Nahliyin told to preserve NU tradition

Semarang, Asli Muhammadiyah. In todays era there have been many mass organizations seeking to undermine the teachings of Islam. Therefore, Nahdliyin (NU followers) should continue to fortify themselves to preserve the NU long-standing traditions which are based on the teachings of Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

The statement was made by the leader of Al-Islah Islamic boarding school (pesantren) Mangkang Semarang, KH Hadlor Ihsan on the sidelines of a meeting to commemorate revelation of the Quran (nuzulul quran) which was held by the Ansor Youth Movement of Genuk, Semarang, at Al-Mubarakah mosque Genuk over the weekend.

Nahliyin told to preserve NU tradition (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahliyin told to preserve NU tradition (Sumber Gambar : Nu Online)


Nahliyin told to preserve NU tradition

Chairman of the Genuks Ansor, Muhammad Sodri say that Ansor had actively been played important roles in preserving NU traditions by focusing more on its priority programs, strengthening its belief systems, holding so-called "Rijalul Ansor" scholarly meeting, Jamaat Maulidul Rasul, carrying out social work, publication and enterpreneurship and so on.

Sodri said that young people had recently been not pay more attention to the Aswaja creeds due to the shift of people orientation from being pious to be practical.

Asli Muhammadiyah

Meanwhile Jamil Abdullah, vice chairman of the Genuks Ansor said that its time for Nahdliyin to take part in doing various activities and other social movements for the sake of Nahdliyin instead of involving in practical politics.

Contributor : Lukni Maulana

Asli Muhammadiyah

Editor : Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39275/nahliyin-told-to-preserve-nu-tradition

Asli Muhammadiyah

Kamis, 24 Juli 2008

Bagja: Waspadai Calo Politik di Kantong NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Menjelang pemilihan presiden secara langsung pada 5 Juli mendatang, warga Nahdlatul Ulama dihimbau tidak tergoda oleh "calo-calo" politik yang mulai bergentayangan di kantong massa NU.

"Saya harap sekali, saat ini sudah mulai banyak calo politik dari Jakarta mulai masuk ke daerah NU yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka bermaksud merebut simpati massa NU agar pada pemilihan presiden kelak mendapat dukungan,"demikian disampaikan Ketua PBNU KH Ahmad Bagja di Pesantren Almasturiyyah Cisaat Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (6/3).

Pernyataan Bagja tersebut disampaikan dihadapan ribuan warga NU dan santri dalam silaturrahmi dengan first gentlement Taufik Kiemas. Tampak Taufik yang sedang kasak-kusuk masuk basis NU tersenyum tersindir.

Bagja: Waspadai Calo Politik di Kantong NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagja: Waspadai Calo Politik di Kantong NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Bagja: Waspadai Calo Politik di Kantong NU

Menurut Bagja, sudah sejak beberapa bulan terakhir banyak kiai didatangi para politkus dari Jakarta dengan maksud dan tujuan untuk meminta dukungan. "Mereka ke pesantren hanya menjelang pemilihan umum. kita harus mengerti betul maksud kedatangannya mereka. Kita hanya dibutuhkan pada saat demikian. setelah itu, lewat lagi,"tambahnya.

Dengan nada menyindir kepada suami Megawati, mantan ketua PB PMII itu terus membicarakan kemungkinan waga NU "dikibuli" oleh para calo pilitik. "Jangan sampai, sekali lagi, jangan sampai orang NU seperti daun salam. Dibutuhkan untuk sayur asam sebagai penyedap saja, saat makan di buang,"ujarnya disambut tepuk tangan warga. (ma)

Asli Muhammadiyah

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/1312/bagja-waspadai-calo-politik-di-kantong-nu

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah

Selasa, 13 November 2007

Ulama Lebanon Ijazahi Santri Sanad Kitab Imam Abu Hanifah

Depok, Asli MuhammadiyahUlama asal Lebanon, Syekh Ahmad bin Abdur Razzaq Al-Khusaini hadir dalam Majlis Talaqqi yang digelar Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat, di Auditorium Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam Depok, di dalam kompleks pesantren setempat, Ahad (10/4).

Talaqqi merupakan di antara tradisi keilmuan dalam pesantren yang mensyaratkan adanya tatap muka langsung antara murid dan guru atau santri dan kiai. Di hadapan ratusan santri dan masyarakat umum ini, Syekh Ahmad memberikan ijazah (sambungan silsilah keilmuan) kitab Al-Fiqh al-Akbar.

Ulama Lebanon Ijazahi Santri Sanad Kitab Imam Abu Hanifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Ijazahi Santri Sanad Kitab Imam Abu Hanifah (Sumber Gambar : Nu Online)


Ulama Lebanon Ijazahi Santri Sanad Kitab Imam Abu Hanifah

Kitab ini merupakan karya Imam Abi Hanifah An-Numan, pendiri madzhab Hanafi yang wafat pada 150 hijriah. Al-Fiqhul Akbar termasuk satu dari lima risalah karangan Abu Hanifah yang menjelaskan tentang akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Meski menggunakan kata fiqih, kandungan isinya justru fokus pada wacana seputar ilmu tauhid, keimanan, asma dan sifat-sifat Allah, serta sejenisnya.

Asli Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut, Grand Syekh Global University, Beirut, Lebanon itu menekankan pentingnya amal yang dilandasi dengan ilmu yang mendalam. Menurutnya, ilmu yang tersambung (bersanad) dan dalam akan memberikan keyakinan kepada kita untuk menjalankan syariat Islam dengan baik dan benar.

Di majelis itu, panitia membagikan kitab Al-Fiqh al-Akbar beserta dengan penjelasan kitab tersebut. Menurut salah satu peserta, Majelis Talaqqi ini memberikan manfaat yag besar bagi masyarakat, karena bisa langsung belajar kepada guru yang mempunyai sanad kepada Imam Hanafi. "Saya berharap Majelis Talaqqi akan rutin diadakan oleh Pesantren Al-Hikam," ungkapnya. (Zaki Muttaqien/Mahbib)

Asli Muhammadiyah

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67187/ulama-lebanon-ijazahi-santri-sanad-kitab-imam-abu-hanifah

Asli Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock