Kamis, 02 November 2017

PBNU Akan Gelar Halaqoh untuk Syuriah

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar halaqah (pelatihan) bagi pengurus syuriah di tingkat Pengurus Wilayah NU se-Indonesia. Kegiatan yang bakal diselenggarakan di Jakarta pada 12-15 Juni mendatang itu dilakukan dalam upaya meningkatkan peran lembaga Syuriah sebagai kekuatan utama di NU.

Wakil Rais Syuriah PBNU yang juga penggagas acara tersebut, KH Tolchah Hasan, mengungkapkan, selama ini peran lembaga Syuriah di NU memiliki wewenang yang sangat besar sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU. “Namun sayangnya, peran itu belum dimanfaatkan dengan baik,” katanya kepada Asli Muhammadiyahdi Jakarta, Senin (11/6)

PBNU Akan Gelar Halaqoh untuk Syuriah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Akan Gelar Halaqoh untuk Syuriah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Akan Gelar Halaqoh untuk Syuriah

Menurut Kiai Tolchah—begitu panggilan akrabnya—permasalahan sebenarnya bermula dari anggapan bahwa semua kiai dan pengasuh pondok pesantren merupakan orang yang layak menempati posisi Syuriah. Padahal, katanya, keduanya memiliki fungsi dan peran yang berbeda.

Mantan Rektor Univeritas Islam Malang, Jawa Timur, itu, menjelaskan, kiai atau ulama memiliki peran keilmuan agama dan moral sehingga menjadi panutan masyarakat. Sementara, seorang pengurus syuriyah harus memiliki peran-peran kepemimpinan, memahami dinamika umat dan tata kerja organisasi.

Karena itu, lanjutnya, lembaga Syuriah harus memahami dinamika yang terjadi dalam masyarakat yang dipimpinnya agar kebijakan yang dikeluarkan selaras dengan kepentingan masyarakat.

“Yang kami khawatirkan adalah apabila paradigma yang dipakai oleh Syuriah sudah berbeda dengan yang berkembang di tengah masyarakat. Kalau itu sampai terjadi, maka akibat yang timbul pertama kali adalah kredibilitas Syuriah di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang dinamis mengalami penurunan,” terang Kiai Tolchah.

Asli Muhammadiyah

Ia menambahkan, jika hal ini terjadi, maka wibawa Syuriah yang selama ini menjadi panutan, menjadi pudar. Karena itu, upaya-upaya peningkatan peran Syuriah dengan memberikan pelatihan kepemimpinan dan keorganisasian, dianggap penting.

Selain itu, ungkapnya, pesantren sebenarnya sudah cukup memadai untuk melahirkan para pemimpin. Tinggal memberi tambahan sedikit beberapa materi yang diperlukan yang bisa dilakukan dalam waktu tak terlalu lama. Banyak juga kader potensial pesantren yang belum bisa direkrut karena mekanisme yang belum sempurna.

Asli Muhammadiyah

Sumber rekrutmen Syuriyah lainnya, ujarnya, bisa diperoleh dari kampus. Mereka memiliki kemampuan keorganisasian dan kepemimpinan yang cukup memadai. Sayangnya, para intelektual ini tak terlalu dekat dengan masyarakat, padahal komunitas NU adalah komunitas ‘bawah’.

“Di satu sisi mereka bagus, tetapi mereka tidak akrab. Seorang Syuriyah adalah mereka yang hidup sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Jadi, nanti kiai-kiai kampus kita tarik ke bawah supaya mereka bisa lebih paham tentang umat yang ada di bawah. Tapi kiai-kiai yang dari pesantren di kampung-kampung, harus kita angkat supaya mereka bisa melihat masalah itu lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kholil Nafis, Panitia Pelaksana acara itu, mengungkapkan, halaqah tersebut akan diikuti para pengurus Syuriah di tingkat pengurus wilayah NU yang masing-masing akan mengirimkan 2 orang utusan. Utusan yang yang dikirim, katanya, pengurus Syuriah yang masih muda dan diharapkan menjadi pemimpin di masa mendatang. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Internasional, Lomba, Pesantren Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock