Jumat, 24 November 2017

Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta membuat sebuah terobosan kurikulum dengan memasukkan pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai mata kuliah di Pascasarjana Program Magister Konsentrasi Islam Nusantara.

Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta

“Bukan mata kuliah penunjang atau mata kuliah pilihan, tetapi mata kuliah utama, mata kuliah wajib, di bidang kajian ‘NU, Islam, dan Indonesia’,” kata Wakil Sekretaris Pascasarjana Program Magister STAINU Jakarta Muhammad Idris Mas’udi di Jakarta, Rabu (27/11).

Idris menjelaskan, mata kuliah pemikiran Gus Dur diperlakukan selayaknya mata kuliah lain yang menerapkan sejumlah peraturan akademik, seperti tingkat kehadiran mahasiswa, penugasan, dan ujian. Pembelajaran materi tersebut sudah berlangsung enam kali pertemuan untuk mahasiswa semester awal sejak dibuka program pascasarjana tahun ini.

Asli Muhammadiyah

Untuk semester ini, sambung Idris, mata kuliah pemikiran Gus Dur diikuti 25 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama. Gelombang kedua akan dimulai Januari untuk mahasiswa reguler dengan jumlah sekitar 60 orang.

“Kami bekerja sama dengan The Wahid Institute yang kebetulan sudah memiliki kelas pemikiran Gus Dur. Pihak The Wahid Institute meyediakan pengajar di setiap perkuliahan,” ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Silabus mata kuliah, di antaranya, berisi penelitian atas Gus Dur soal pribumisasi Islam, etika sosial Islam, hubungan Islam dan negara, Islam dan modernisasi, fundamentalisme Islam, pemikiran demokrasi, pemikiran kebudayaan, pemikiran pesantren, dan pemikiran ke-NU-an.?

“Ini sebuah prestasi bagi STAINU Jakarta. Saya kira di Indonesia mata kuliah pemikiran Gus Dur belum ada dan ini satu-satunya,” tutur Syaiful Arif, dosen mata kuliah ini.

Menurut Arif, Gus Dur memiliki kekhasan pemikiran yang dapat dibedakan dengan intelektual lain, khususnya dalam kajian Islam Nusantara. “Beliau menawarkan mekanisme Islamisasi yang mengacu pada gagasan populernya, yakni pribumisasi Islam,” paparnya.

Gus Dur, kata Arif, tak hanya mengabarkan bahwa proses pribumisasi sebagai fakta historis yang dipraktikkan Wali Songo berabad-abad lalu, tapi juga menjadi jalan terbaik saat orang ingin mengonversi Islam kepada budaya-budaya mapan di Nusantara.

"Jadi jika ingin membaca Islam Nusantara maka metodologinya ya pribumisasi Islam," tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Lomba, Halaqoh, Kajian Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock