Jumat, 11 Agustus 2017

Sepuluh Ribu Pendekar Pagar Nusa Tunjukkan Komitmen Kebangsaan

Hashtag

Lampung, Asli Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa menggelar apel dan pengajian akbar di Lapangan Merdeka, Sribhuwono, Lampung Timur, Selasa (31/5). Mereka menunjukkan kesetiaan terhadap negara melalui pertemuan akbar ini.

Acara bertema " Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama" ini juga bersamaan pelantikan Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Lampung dan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Timur, Pesisir Barat, Lampung Utara dan Kabupaten Waykanan.

Sepuluh Ribu Pendekar Pagar Nusa Tunjukkan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Ribu Pendekar Pagar Nusa Tunjukkan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Ribu Pendekar Pagar Nusa Tunjukkan Komitmen Kebangsaan

Melalui Staf Ahli Bidang Sosial Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Deny K Irawan, Menhan Ryamizard Ryacudu menyatakan, masalah bela negara bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertahanan, melainkan seluruh sumber daya manusia Indonesia.

Asli Muhammadiyah

"Tugas-tugas bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI semata, tetapi melibatkan seluruh komponen masyarakat baik secara individu maupun organisasi," kata Menhan.

Asli Muhammadiyah

Suatu negara, lanjut Menhan, mengalami suatu proses sejarah yang terpecah belah karena tidak mampu menjaga kemajemukan. "Kita semua tidak menghendaki hal ini terjadi di bumi pertiwi Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, kata Menhan, dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi memiliki kekuatan sikap mental dan perilaku cinta tanah air dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Saya mengajak segenap pimpinan pencak silat Pagar Nusa NU dengan para pendekar untuk bersama-sama senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesinya masing-masing," tutup Menhan.

Ketua PP Pagar Nusa NU Ajengan Mimih Haeruman mengungkapkan, salah satu perumus Pancasila adalah putra Hadratus Syekh Hasyim Asyari KH Wahid Hasyim. "Jadi kita tidak perlu menawarkan membela negeri ini. Bagi kita, NU sudah jelas. Final NKRI, final Pancasila, final Undang-Undang Dasar 1945," seru Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya.

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaeni menegaskan, NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia siap mencegah aksi kelompok-kelompok yang berusaha melemahkan negara. "NU, pesantren, para pendekar dan kiai siap mengawal Pancasila dan NKRI," kata Helmy.

Helmy meminta pemerintah RI untuk bersikap tegas membubarkan ormas-ormas yang selama ini menolak Pancasila dan NKRI. "Pembiaran terhadap gerakan-gerakan subordinasi, gerakan-gerakan terorisme itu sama saja menumbuhkembangkan ajaran terorisme," katanya.

Acara apel dan pengajian akbar ini diikuti sedikitnya 10 ribu pendekar se-Provensi Lampung, dan dimeriahkan beragam atraksi di antaranya, memegang bom (mercon besar), dilindas truk, gerakan silat Magadir hingga berjalan di atas kobaran api.

Tampak hadir Staf Ahli Bidang Sosial Kemenhan Mayjen TNI Deny K Irawan, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaeni, Wasekjen Herry Haryanto Azumi, Ketua PP Pagar Nusa Ajengan Mimih Haeruman, Direktur Bela Negara Kemenhan Laksamana Pertama M Faisal, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Anggota DPRD, Ketua IPSI Lampung, Pengurus NU dan Pimpinan Pagar Nusa se-Provensi Lampung. (Zunus/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Lomba, Tokoh Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock