Senin, 23 September 2013

PBNU Gelar Diskusi Publik Terkait RUU Otonomi Desa

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan diskusi terbuka terkait "Peran Organisasi Keagamaan atas Rancangan Undang-Undang Otonomi Desa" di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (27/12) Siang. Diskusi dibuka oleh Sekjen PBNU Marsudi Syuhud.

Sedikitnya delapan puluh orang memadati ruang diskusi di Kantor PBNU lantai delapan. Mereka terdiri dari mahasiswa, aktivis, wartawan, sejumlah ketua PBNU, ? dan elemen masyarakat yang perhatian pada pedesaan. Bahkan, sejumlah mereka berasal dari belahan timur Indonesia.

PBNU Gelar Diskusi Publik Terkait RUU Otonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Diskusi Publik Terkait RUU Otonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Diskusi Publik Terkait RUU Otonomi Desa

Diskusi terbuka menghadirkan Prof Maksum Mahfudz, Ketua PBNU, Ahmad Muqawam, Ketua Pansus RUU Desa, dan Ari Sujito, aktivis Forum Pengembangan Pembaharuan Desa, FPPD.

Asli Muhammadiyah

Diskusi terbuka ini diselenggarakan atas kerja sama PBNU dengan FPPD, dan Institute for Research and Empowerment, IRE. Tiga lembaga tersebut berinisiatif menggelar diskusi terbuka agar isu RUU Otonomi Desa sebagai hajat hidup umum, yang tengah digarap Pansus hingga Juni 2013 menarik perhatian publik.

Asli Muhammadiyah

“NU harus mengawal penggodokan RUU Desa yang sedang berlangsung. Karena, NU melihat desa sebagai jantung kehidupan bangsa Indonesia,” kata Marsudi, Sekjen PBNU dalam sambutan pembukaan diskusi.

Diskusi berjalan cukup hangat. Narasumber dan peserta secara aktif mengkaji detail RUU Otonomi Desa. Sejumlah pertimbangan dari aspek politik, ekonomi, budaya, dan sosial mengudara di ruang diskusi.

Dalam forum tersebut, kekhawatiran dan harapan baik peserta diskusi maupun narasumber terhadap RUU Desa, mewarnai jalannya diskusi. “Karena, RUU Desa menjadi taruhan bukan hanya nasib orang desa, tetapi juga masyarakat secara umum,” kata Maksum.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan?

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Warta, Sejarah, Nahdlatul Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock