Minggu, 21 Januari 2018

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Hashtag

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Asli Muhammadiyah

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Asli Muhammadiyah

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Makam Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock