Minggu, 14 Januari 2018

500 Ribu Mati Sia-Sia di Irak Karena Perang

Hashtag

Baghdad, NU Online

Sebuah penelitian di Irak mengungkapkan, kematian terkait dengan perang mendekati setengah juta orang sejak adanya invasi Amerika Serikat tahun 2003, yang dilakukan oleh peneliti dari universitas di Amerika Serikat, Kanada dan Bagdad. 

Baru-baru ini saja, menjelang  peringatan Idul Adha, sebuah bom meledak di tengah jamaah di sebuah masjid Sunni di Kirkuk, yang menewaskan 12 orang, tiga orang anak, seorang polisi dan tentara diantara yang meninggal, sementara 26 orang lainnya terluka, seperti dilaporkan oleh AFP.

500 Ribu Mati Sia-Sia di Irak Karena Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Ribu Mati Sia-Sia di Irak Karena Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Ribu Mati Sia-Sia di Irak Karena Perang

Jumlah ini jauh lebih tinggi dari laporan kekerasan sipil sebanyak 115,000 oleh Body Count, sebuah lembaga Irak yang berbasis di Inggris dengan basis data berdasarkan laporan media, rumah sakit dan catatan kamar mayat serta perhitungan resmi pemerintah dan lembaga non pemerintah.

Asli Muhammadiyah

Penelitian baru yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Irak ini, mencakup tidak hanya kematian akibat kekerasan, tetapi kematian yang sebenarnya bisa dihindarkan yang terkait dengan invasi, pemberontakan dan permasalahan sosial lain. 

Kekerasan menjadi sebagian besar penyebab kematian, tetapi sepertiga diantaranya secara tidak langsung terkait dengan perang, dan kematian tersebut tidak dihitung dalam perhitungan sebelumnya, kata Amy Hagopian, seorang peneliti kesehatan publik di University Washington. Situasi ini mencakup wanita hamil yang menghadapi kesulitan pekerjaan tetapi tidak dapat meninggalkan rumah karena adanya pertempuran atau ketika seseorang minum air yang terkontaminasi, atau ketika pasien tidak mendapatkan perawatan karena staff sedang kewalahan dengan korban perang.

Asli Muhammadiyah

“Saya pikir penting bagaimana masyarakat paham konsekuensi memutuskan perang terkait dengan kesehatan publik dan bagaimana masyarakat hidup. Negara ini telah berubah selamanya,” kata Hagopian kepada AFP. 

Tidak ada tempat yang aman dari serangan para militan di Irak, dan kekerasan telah mencapai satu tingkatan yang tidak terbayangkan pada 2008 ketika mulai terjadi kekerasan sektarian Sunni-Syiah. Bahkan penjara pun menjadi target pengeboman dalam beberapa bulan terakhir, sama dengan kafe, pasar, masjid, lapangan bola, acara pernikahan dan upacara kematian. 

Serangan, baik pada Sunni atau Syiah telah menimbulkan kekhawatiran munculnya kembali pertumpahan darah sektarian yang menewaskan puluhan ribu orang pada 2006-2007.

Pemerintah telah melakukan langkah-langkah keamanan baru, dengan melakukan tindakan dan operasi yang lebih luas terhadap para gerilyawan selama lebih dari dua bulan, namun sejauh ini gagal untuk mengatasi kekerasan. (iina/mukafi niam)

Foto: Dailymail

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kajian Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock