Jumat, 10 November 2017

Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid

Hashtag

Jember, Asli Muhammadiyah - Wakil Ketua PCNU Jember, Jawa Timur H. Misbahussalam berpendapat, membangun masjid itu lebih gampang dibandingkan dengan memakmurkannya. Sebab, membangun masjid hanya bekerja satu kali, sementara memakmurkannya butuh kerja terus-menerus. Karena itu, menurut dia, yang terpenting? adalah memikirkan dan mengupayakan agar masjid tetap "ramai" setelah selesai dibangun.

Sampai saat ini, lanjutnya, semangat masyarakat? dalam? membangun rumah ibadah baik itu masjid ataupun mushalla, masih cukup tinggi. Budaya gotong royong juga masih begitu melekat sehingga tidak heran di mana-mana berdiri masjid.

Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid

"Namun tak jarang setelah dibangun, selesai pula ramainya. Itu tidak benar. Masjid harus dimakmurkan, diramaikan dengan kegiatan ibadah dan keumatan," ujarnya usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Sabilillah di Dusun Dampar, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo (18/6).

Alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus, Situbondo itu berharap agar masjid tersebut kelak dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. Selain menjadi tempat kegiatan ibadah lima waktu, masjid juga perlu difungsikan untuk kegiatan keumatan, bahkan sosial. Dengan demikian, maka masjid tidak sepi. "Paling tidak, shalat jamaah lima waktu bisa dijalankan," harapnya.

Asli Muhammadiyah

Harapan serupa juga disampaikan Ketua Lembaga Takmir Masjid NU Jember, H. A. Fauzi. Menurutnya, masjid yang dikelola dengan baik, tidak hanya berdampak pada melubernya jamaah tapi secara tidak langsung juga memberi imbas pada pelebelan jatidiri masjid itu sendiri.

Asli Muhammadiyah

Sehingga, kata dia, kelompok lain yang tidak sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah, berpikir seribu kali untuk "merebut" masjid tersebut. "Banyak sudah masjid yang vakum, atau takmirnya tidak solid, tanpa terasa diambil alih oleh? kelompok lain yang ternyata tidak seirama dengan paham Ahlussunah wal-Jamaah," jelasnya.

Pembangunan masjid Sabilillah diinisiasi oleh masyarakat Dusun Dampar dan difasilitasi oleh Lembaga Takmir Masjid NU Jember. Untuk dana awal, salah seorang pengusaha sekaligus tokoh NU, H. Arum Sabil berkenan menyumbang Rp 10 juta. (Aryudi AR/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Santri Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock